BAB IV GAMABARAN UMUM PERUSAHAAN
C. Struktur Organisasi
DINAS SOSIAL TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI KEPALA DINAS
SEKRETARIS
Sub Bagian Umum
Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan
Sub Bagian Keuangan
Bidang Pemberdayaan
Tenaga Kerja
Bidang Pembinaan Hubungan Industrial
dan pengawasan Ketanagkerjaan
Bidang Transmigrasi
Seksi Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan
Kesempatan Kerja
Seksi Hubungan Industrial
Seksi Penyiapan Pemukiman
dan Penempatan Seksi
Penyediaan dan Penggunaan Tenaga Kerja
Seksi Pengawasan Ketenagakerjaan
Seksi Pengembanga
n Masyarakat
Seksi Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja
Seksi Jaminan Sosial Tenaga
Kerja
Seksi Pengembanga n Kelembagaan Bidang
Pembinaan Keagamaan Bidang
Kesetiakawa nan Sosial Bidang
Pelayanan dan Rehabilitasi
Sosial
Seksi Pembinaan
Lembaga- Lembaga Keagamaan
Seksi Pembinaan
Sarana Keagamaan
Seksi Pembinaan
Mental Spiritual Seksi
Pembinaan Fakir Miskin dan Lanjut
Usia Seksi Pelestarian
Nilai-Nilai Kepahlawa nan/Kejuan
gan Seksi KeLembaga
an Sosial Seksi
Rehabilitasi Tuna Sosial/ANKN
dan penyandang
Cacat Seksi Pemulihan
Sosial Seksi Pembinaan
Keluarga dan Anak
UPTD
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan TRansmigrasi Kabupaten Gowa dipimpin oleh seorang kepala Dinas Sosial mempunyai tugas merumuskan konsep sasaran, mengkoordinasikan, menyelenggarakan, membina, mengarahkan, mengealuasi serta melaporkan urusan pemerintahan daerah dibidang social berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangannya berdasarkan ketentuan yang berlaku.
2. Sekretariat
Sekretariat dipimpin oleh seorang sekretaris, mempunyai tugas merencanakan operasionalisasi memberi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan tugas kesekretariatan, meliputi urusan umum dan kepegawaian, perencanaan dan pelaporan serta pengolahan keuangan.
a. Sub Bagian Umum
Dipimpin oleh seorang kepala sub bagian mempunyai tugas merencanakan kegiatan, memberi petunjuk, memberi tugas, membimbing, memeriksa, mengecek, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan kegiatan administrasi umum dan kepegawaian.
b. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan
Dipimpin oleh seorang kepala sub bagian ,mempunyai tugas merencanakan kegiatan, memberi petunjuk, memberi tugas, membimbing, memeriksa/mengecek, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan urusan keuangan, kegiatan
3. Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial
Bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial dipimpin oleh kepala bidang, mempunyai tugas merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan tugas dibidang pelayanan dan rehabilitasi sosial.
a. Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial/ANKN
Dipimpin oleh seorang kepala seksi, mempunyai tugas merencanakan kegiatan, memberi petunjuk, memberi tugas, membimbing, memeriksa/mengecek, dan membuat laporan tugas seksi rehabilitasi tuna sosial/ANKN dan penyandang cacat.
4. Bidang Kesetiakawanan Sosial
Bidang kesetiakawanan social dipimpin oleh kepala bidang, mempunyai tugas merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan tugas dibidang kesetiakawanan sosial.
5. Bidang Pembinaan Keagamaan
Bidang pembinaan keagamaan dipimpin oleh kepala bidang, memepunyai tugas merencanakan, operasionalisai, memberi tugas, mmemberi petunjuk, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan tugas dibidang pembinaan keagamaan.
tugas merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, memberi petunjuk, menyelia, mengatur, mengevaluasi, dan melaporkan penyelenggaraan tugas dibidang pemberdayaan tenaga kerja.
7. Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Bidang pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan, dipimpin oleh seorang kepala bidang, mempunyai tugas merencanakan operasionalisai, memberi tugas, memberi petunjuk, menyela, mengatur, mengevaluasi, dan melaporkan penyelenggaraan tugas pembinaan hubungan industrial dan pengawasan ketenagakerjaan.
8. Bidang Transmigrasi
Bidang transmigrasi dipimpin oleh seorang kepala bidang, mempunyai tugas merencanakan operasionalisasi, memberi tugas, menyelia, mengatur, mengevaluasi dan melaporkan penyelenggaraan tugas transmigrasi.
50 A. Hasil Penelitian
1. Deskrikpsi Karakteristik Responden a. Jenis Kelamin
Jenis kelamin merupakan identitas pegawai yang digunakan untuk mengetahui dan memprediksikan sikap dan perilaku seseorang dalam merespon dan melaksanakan tugas-tugas pokok dan fungsinya yang diberikan kepadanya. Secara ringkas hasil penelitian tersebut dapat ditunjukkan dalam table 1 berikut ini:
Tabel 1
Klasifikasi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa Jenis Kelamin Jumlah Responden Persen (%)
Laki-laki 17 56.7
Perempuan 13 43.3
Jumlah 30 100
Sumber : Hasil Pengelolahan Data 2015
Dari tabel 2 tersebut dapat dilihat bahwa dari hasil 30 kuisioner yang diedarkan pada responden karyawan pada kantor Dinas Sosial Tenaga Keja dan Transmigrasi kab. Gowa berdasarkan jenis kelamin, yaitu dari jenis kelamin laki-laki jumlah responden 17 orang atau 56.7% dan jenis kelamin perempuan jumlah responden 13 orang atau 43,3%. Dengan demikian dari total responden pada kantor Dinas
Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa sebagian besar berjenis kelamin laki-laki.
b. Usia
Identitas pegawai dapat juga diperlihatkan melalui mengelompokkan usianya yang menggambarkan sikap dan perilaku pegawai terutama dalam melakukan tugas-tugas pokok dan fungsinya yang diberikan kepadanya. Secara ringkas hasil penelitian tersebut dapat ditunjukkan dalam tabel 2 berikut ini:
Tabel 2
Klasifikasi Responden Berdasarkan Usia Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Tenaga kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa
Usia Frekuensi Persen (%)
20-25 5 orang 16.5
26-30 10 orang 33
31-35 4 orang 13.2
36-40 3 orang 9.9
41-45 4 orang 13.2
46-50 4 orang 13.2
Jumlah 30 100
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2015
Berdasarkan tabel 3 diatas maka dapat dilihat bahwa dari 30 responden yang diteliti terdapat 5 responden atau 16.5% yang memiliki usia antara 20-25, pada usia antara 26-30 terdapat 10 orang responden atau 33%, pada usia 31-35 terdapat 4 orang reponden atau 13,2% , pada usia 36-40 terdapat 3 orang responden atau 9.9%, pada usia 41-45 terdapat 4 responden atau 13.2%, dan pada usia 46-50 terdapat 4 responden atau 13.2%. Dengan demikian dari total responden pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Kab.Gowa sebagian besar berusia 26-30 tahun. Dapat diperoleh gambaran bahwa rata-rata pegawai berada pada usia yang sangat produktif.
c. Pendidikan Terakhir
Tingkat pendidikan seseorang dapat menjadi ukuran yang menentukan keluasan wawasan, kemampuan, sikap, nilai dan kebutuhan. Bagi seorang pegawai tingkat pendidikan merupakan hal yang penting karena dapat berhubungan dengan goncangan dan kepangkatan dan jika dihubungkan dengan disiplin kerja, maka secara teoritik semakin baik tingkat pendidikan seseorang semakin baik pula kemampuan kerjanya, dan semakin baik tanggung jawabnya terhadap pekerjaan. Secara ringkas hasil penelitian mengenai tigkat pendidikan responden ditunjukkan pada tabel 3 berikut:
Tabel 3
Klasifikasi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pegawai Pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa
Pendidikan
Terakhir Frekuensi Persen (%)
SMU 2 orang 6.7
Diploma 3 orang 10.0
Sarjana (S1) 25 orang 83.3
Jumlah 30 100
Sumber : Hasil Pengolahan Data 2015
Berdasarkan tabel 4 diatas, maka dapat dilihat bahwa dari 30 responden yang diteliti terdapat 2 orang responden atau 6.7% yang berpendidikan SMU, 3 responden atau 10.0% yang berpendidikan Diploma, dan 25 responden atau 83.3% yang berpendidikan Sarjana
(S1). Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan pegawai pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa yang dominan adalah sarjana dan memiliki persentase 83,3 %.
2. Deskripsi Variabel Penelitian
Untuk memperoleh gambaran yang jelas tentang pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Keja dan Transmigrasi kab.Gowa, maka berikut akan diuraikan hasil penelitian berupa tanggapan responden mengenai bererapa indikator yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Keja dan Transmigrasi kab. Gowa.
a. Variabel Gaya Kepemimpinan (X₁)
Data variabel gaya kepemimpinan dengan menggunakan kuesioner. kuesioner tersebut terdiri dari 5 item, dengan hasil rekapitulasi distribusi jawaban responden terhadap item-item dari variabel gaya kepemimpinan dapat dilihat pada tabel 4 sebagai berikut:
Tabel 4
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Variabel Gaya Kepemimpinan (X1)
Indikator Frekuensi Tanggapan Responden Rata 2 1 % 2 % 3 % 4 % 5 %
X1.1 0 0 0 0 0 0 7 23,3 33 76,7 4,76 X1.2 0 0 0 0 0 0 6 20,0 24 80,0 4,8 X1.3 0 0 0 0 0 0 11 36,7 19 63,3 4,63 X1.4 0 0 0 0 0 0 9 30,0 20 66,7 4,63 Data Hasil Pengolahan Kuesioner 2015
Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa tanggapan responden mengenai gaya kepemimpinan, responden lebih memilih sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa deskripsi dari indikator gaya kepemimpinan pada Kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa secara umum gaya kepemimpinan berkategori baik dimana kemampuan pimpinan untuk memotivasi pegawai bekerja lebih baik, kemampuan pimpinan menjaga hubungan yang harmonis dengan bawahannya, kebijakan pimpinan dalam penempatan pegawai sudah baik, dan pimpinan selalu melakukan evaluasi atas tugas yang diberikan.
b. Variabel Disiplin Kerja (X2)
Data variabel disiplin kerja diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut terdiri dari 5 item, dengan hasil rekapitulasi distribusi frekuensi jawaban responden terhadap item-item dari variabel disiplin kerja dapat dilihat pada tabel 5 sebagai berikut :
Tabel 5
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Disiplin Kerja (X2)
Indikator Frekuensi Tanggapan Responden Rata 2 1 % 2 % 3 % 4 % 5 %
X2.1 0 0 0 0 0 0 3 10,0 27 90,0 4,9 X2.2 0 0 0 0 0 0 7 23,3 23 76,7 4,76 X2.3 0 0 0 0 0 0 9 30,0 21 70,0 4,7 X2.4 0 0 0 0 0 0 6 20,0 24 80,0 4,8 Data Hasil Pengolahan Kuesioner 2015
Dari tabel 5 dapat diketahui bahwa tanggapan responden mengenai tabel disiplin kerja, responden lebih memilih sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa deskripsi dari indikator disiplin kerja pada kantor
Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa secara umum berkategori baik dimana kehadiran pegawai setiap hari, mengenakan pakaian kerja dan tanda pengenal, ketepatan jam kerja, dan ketaatan terhadap peraturan.
c. Variabel Kinerja Pegawai (Y)
Data variabel kinerja pegawai diperoleh cdengan menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut terdiri dari 5 item, dengan hasil rekapitulasi distribusi frekuensi jawaban responden terhadap item-item dari variabel kinerja pegawai dapat dilihat pada tabel 6 sebagai berikut:
Tabel 6
Distribusi Tanggapan Responden Terhadap Kinerja Pegawai (Y)
Indikator Frekuensi Tanggapan Responden Rata 2 1 % 2 % 3 % 4 % 5 %
Y.1 0 0 0 0 0 0 6 20,0 24 80,0 4,8 Y.2 0 0 0 0 0 0 7 23,3 23 76,7 4,76 Y.3 0 0 0 0 0 0 7 23,3 23 76,7 4,76 Y.4 0 0 0 0 0 0 8 26,7 22 73,7 4,73 Data Hasil Pengolahan Kuesioner 2015
Dari Tabel 6 dapat diketahui bahwa tanggapan responden mengenai kinerja pegawai, responden lebih memilih sangat setuju. Hal ini menunjukkan bahwa deskripsi dari indikator kinerja pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa secara umum berkategori baik dimana dengan kecepatan, kualitas, efesiensi dan efektivitas dalam menyelesaikan pekerjaan.
d. Pengujian Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Dalam hal ini digunakan item pertanyaan yang diharapkan dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur. Kriteria yang digunakan untuk menyatakan suatu instrumen dianggap valid atau layak digunakan dalam pengujian hipotesis apabila Corected Item-Total Correlation lebih besar dari 0,30.
Tabel 7 Hasil Uji Validitas
Variabel Item Corected Item – Total
Correlation
Syarat Keterangan
Gaya X₁.1 0.714 >0,300 Valid
Kepemimpinan X₁.2 0.765 >0,300 Valid (X₁) X₁.3 0,790 >0,300 Valid
X₁.4 0.782 >0,300 Valid
Disiplin Kerja (X2)
X₂.1 0.640 >0,300 Valid
X₂.2 0.780 >0,300 Valid
X₂.3 0.806 >0,300 Valid
X₂.4 0.591 >0,300 Valid
Kinerja Y.1 0.663 >0,300 Valid Pegawai (Y) Y.2 0.765 >0,300 Valid
Y.3 0.698 >0,300 Valid
Y.4 0.672 >0,300 Valid
Data Hasil Pengolahan SPSS 16
Dari uji validitas pernyataan kuesioner untuk variabel X₁ (Gaya Kepemimpinan), variabel X₂ (Disiplin kerja) dan variabel Y (Kinerja Pegawai) tersebut, terlihat bahwa semua pertanyaan kuesioner adalah valid, karena nilai dari masing-masing item
pernyataan berdasarkan kolom Corrected Item-Total Correlation memiliki nilai koefisien korelasi positif dan lebih besar dari pada 0,300.
2. Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas adalah alat yang digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu variabel.
Menurut (Sugiyono 2006) sebuah instrumen dan data yang dihasilkan disebut reliable atau terpercaya apabila instrumen tersebut secara konsisten memunculkan hasil yang sama setiap kali dilakukan pengukuran. Reliabilitas kuesioner dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus koefisien Alpha Cronbach, dengan cara membandingkan nilai Alpha dengan standarnya, Reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha > 0,60
Tabel 8 Uji Reliabilitas
Reliability Statistics Cronbach's
Alpha
Cronbach's Alpha Based on Standardized Items
N of Items
.755 .762 4
Sumber : Data diolah 2015
Jadi disimpulkan bahwa variabel-variabel diatas telah reliabel karena keseluruhan variabel memiliki nilai cronbach’s alpha yang lebih besar dari 0,60 sehingga layak digunakan untuk menjadi alat ukur instrumen kuesioner dalam penelitian ini.
e. Analisis Regresi linear Berganda
Pada penelitian ini menggunakan persamaan analisis regresi linear berganda. Persamaan regresi linear berganda berfungsi untuk mengetahui besarnya pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat dengan asumsi variabel bebas lainnya konstan.
Jadi secara implisit pembentukan persamaan regresi linear berganda sama artinya dengan menghitung besarnya pengaruh variabel-variabel bebas yang membentuk persamaan terhadap Y (Variabel Terikat). Teknik analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini, pengolahan data penelitian menggunakan alat bantu computer dengan program SPSS 16.0 dan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 9
Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Variabel
Bebas
Variabel Terikat
B Beta T Sig
Gaya Kepemimpinan
(X1)
Kinerja Pegawai
0,310 0,371 2,880 0,008
Disiplin Kerja (X2)
Kinerja Pegawai
0,590 0,564 4,373 0,000 R = 0,793
R. Square = 0,628 F = 22,833
Sig = 0,000
Sumber : Hasil Print Out Komputer 2015
Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas, hasil penelitian diperoleh data yang meliputi satu variabel kinerja pegawai (Y) dan dua
variabel bebas yaitu gaya kepemimpinan (X1) dan disiplin kerja (X2).
Sehingga dari dua variabel bebas tersebut dapat dihitung besarnya pengaruh gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai dengan persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :
Y = 1.924 + 0,310X1 + 0,590X2
a. Variabel Gaya Kepemimpinan (X1)
Dihasilkan nilai t-hitung sebesar 2,880 lebih besar dari t-tabel = 2,048 (2,880>2,048) atau nilai sig. 0,008<0,05 artinya dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa berarti ada pengaruh signifikan antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja Pegawai.
b. Variabel Disiplin Kerja (X₂) :
Dihasilkan nilai t-hitung sebesar 4,373 > t-tabel = 2,048 (4,373<2,048) atau nilai sig. 0,000 < 0,05 artinya disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja pegawai.
Berdasarkan hasil uji t di atas maka dapat disimpulkan bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi Kinerja Pegawai adalah variabel Disiplin Kerja (X₂) dengan nilai t hitung yang paling besar (4,373).
B. Pembahasan
1. Pengaruh Gaya Kepemimpinan (X1) Terhadap Kinerja Pegawai (Y) Menjawab rumusan masalah yang pertama yang mengatakan bahwa tinjauan perumusan masalah gaya kepemimpinan berpengaruh
positif terhadap kinerja pegawai dapat dilihat dari tabel ini. Tabel 9 yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien sebesar 0,310 dengan tingkat signifikansi 0,008 < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik gaya kepemimpinan maka kinerja pegawai akan semakin meningkat.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Tampubolon (2007:3) yang menyatakan gaya kepemimpinan adalah perilaku dan strategi sebagai hasil kombinasi dari falsafah, keterampilan, sifat dan sikap yang sering diterapkan seorang pemimpin karena ia mencoba mempengaruhi kinerja bawahannya. Demikian juga Toha (2007:23) yang menyatakan bahwa gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan oleh seorang pemimpin pada saat mencoba mempengaruhi perilaku orang lain atau bawahan. Hal ini berarti gaya kepemimpinan mempengaruhi kinerja pegawai, sehingga pengaruh dari gaya kepemimpinan tersebut mempengaruhi dalam peningkatan kinerja pegawai.
Penelitian ini juga konsisten dengan penelitian Ummah (2011) yang menyatakan gaya kepemimpinan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja.
2. Pengaruh Disiplin kerja (X2) Terhadap Kinerja Pegawai (Y)
Menjawab rumusan masalah yang kedua yang mengatakan bahwa tinjauan perumusan masalah disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai dapat dilihat dari tabel ini. Tabel 9 yang menunjukkan
bahwa disiplin kerja berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja pegawai dengan koefisien sebesar 0,590 dengan tingkat signifikansi 0,000<0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi disiplin kerja maka semakin tinggi kinerja pegawai.
Hasil penelitian ini sesuai dengan teori Setiyawan dan Waridin yang menyatakan disiplin adalah suatu bentuk ketaatan terhadap aturan, baik tertulis maupun tidak tertulis yang telah ditetapkan. Disiplin kerja pada dasarnya selalu diharapkan menjadi ciri setiap sumber daya manusia dalam organisasi, karena kedisiplinan organisasi akan berjalan dengan baik dan bisa mencapai tujuannya dengan baik pula (Setiyawan dan Waridin, 2006:189). Dan juga didukung oleh penelitian Aditiya (2010) yang menyatakan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai.
62 A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data tentang pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa:
1. Gaya kepemimpinan dan disiplin kerja mempengaruhi kinerja pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa. Gaya Kepemimpinan yang diterapkan pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa adalah gaya kepemimpinan Demokratik. Hal ini ditinjau dari pemimpin yang mempunyai karakteristik yang sama dengan sikap dan perilaku bawahan dalam mengambil suatu keputusan selalu membahas dan menentukan secara bersama-sama, Pemimpin lebih banyak meminta saran dan pendapat dari bawahannya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa memberikan tekanan atau paksaan sehingga pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik.
2. Disiplin Kerja pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa sikap disiplinnya sudah tergolong tinggi, artinya pegawai telah menunjukkan sikap ketaatan atau kepatuhan dalam melaksanakan pekerjaan atau aturan yang berlaku, dengan indikator:
ketaatan pegawai terhadap peraturan, kehadiran pegawai setiap hari mengenakan pakaian kerja dan tanda pengenal, dan ketepatan jam kerja.
B. Saran
Dari hasil penelitian mengenai pengaruh Gaya kepemimpinan dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai penulis menyampaikan beberapa saran sebagai berikut:
1. Gaya Kepemimpinan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Untuk itu Pimpinan pada kantor Dinas Sosial Tenaga Keja dan Transmigrasi kab.Gowa harus mempertahankan Gaya kepemimpinan yang sekarang karena sudah dianggap cukup baik dan harus lebih memperhatikan apa-apa yang menjadi tolak ukur yang baik untuk pegawai dari pimpinan.
2. Disiplin Kerja adalah salah satu faktor yang dominan mempengaruhi kinerja pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Keja dan Transmigrasi kab.Gowa. Untuk itu harus perlu meningkatkan disiplin kerja agar tetap bekerja dengan baik sebab disiplin kerja merupakan hal yang bisa mempengaruhi kinerja pegawai untuk tetap bekerja secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut.
64
Keunggulan Kompetitif, Edisi Kedua, Penerbit: BPFE Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Aritonang, Keke, T. ((2005). Kompensasi Kerja, Disiplin Kerja Guru dan Kinerja Guru SMP Kristen BPK PENABUR. Jurnal Pendidikan Penabur. No 4. Th IV. Jakarta.
Dharma, Surya, 2005. Manajemen Kinerja.Yogyakarta : Pustaka Pelajar Gigson. 1995. Organisasi perilaku, Struktur dan Proses. Jakarta :Bina Rupa Aksara. Hedi Sutrisno. 1993.
Effendy, Onong, Uchjana, 2002. Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung:
Remaja Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Grafindo Rosdakarya.
Fathoni, Abdurahmat, 2006. Organisasi dan Manajemen sumber Daya Manusia. Jakarta : Rineka Cipta.
Ghozali, Imam, 2005. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Semarang. Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Gomes, Cardoso Faustino, 2003. Manajemen Suber Daya Manusia. Andi Yogyakarta.
Guritno, Bambang dan Waridin, 2005. Pengaruh Persepsi Karyawan Mengenai Perilaku Kepemimpinan, Kepuasan Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja. JRBI. Vol 1. No 1. Hal: 63-74
Handoko, T. Hani, 2000. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusai.
Edisi 11,Yogyakarta : BPFE – Yogyakarta.
Hasibuan, Malayu S.P, 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi, Jakarta : PT Bumi Aksara.
Mangkunegara, Anwar Prabu, 2005. Manajemen Sumber Daya Perusahaan.
Bandung : PT. Remaja Rosda karya.
Mangkuprawira, TB Sjafri dan Aida Vitaya Hubeis, 2007. Manajemen Mutu Sumber Daya Manusia. Bogor : Ghalia Indonesia.
Mohyi, 1999. Perilaku Organisasi, UMM Press, Malang.
Robinss, 2006. Kepemimpinan dan prinsip-prinsip perilaku organisasi. Edisi kelima. Jakarta : Erlangga
Nawawi, Handari, 2001. Perencanaan Sumber Daya Manusia. Cetakan 1, Penerbit Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Prasetyo, Lis, “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja”. Jurnal Neo-Bisnis, vol 2, No 2, Desember 2008.
Reza, Aditiya. “Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan”. Skripsi Mahasiswa Universitas Diponegoro, 2010.
Rivai, Viethzal, 2005. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi, Jakarta: PT Bumi Askara
Sedarmayanti, 2009. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja.
Bandung: CV Mandar Maju.
Setiyawan, Budi dan Waridin, 2006. Pengaruh Disiplin Kerja Karyawan dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja. Divisi Radiologi RSUP Dokter Kariadi Semarang. JRBI. Vol 2. No 2. Hal:181-198.
Siagian, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia. Cet x; Jakarta : PT Bumi Aksara, 2003. Remaja Rosda karya.
Sihotang, Djoko, 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia, Pradya Paramita, Jakarta.
Simamora, Henry, 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi pertama.
STIE YKPN. Yogyakarta.
Sinungan, Muchdarsyah, 2009. Produktivitas : Apa dan Bagaimana. Jakarta : PT. Bumi Aksara
Soeprihanto, John, 2002. Manajemen Personalia. Penerbit BPFE Yogyakarta, yogyakarta.
Sugiyono, 2002. Metode Penelitian dan bisnis. Bandung: Alfabeta.
Sulistiyani, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Penerbit: Graha Ilmu, Yogyakarta.
Suranta, Sri. 2002. Dampak Motivasi Karyawan Pada Hubungan Antara Gaya Kepemimpinan Dengan Kinerja Karyawan Perusahan Bisnis. Emprika.
Vol 15. No 2. Hal:116-138
Tampubolon, Biatna, D, 2007. Analisis Faktor Gaya Kepemimpinan dan Faktor Etos Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Organisasi Yang Telah Menerapkan SNI 19-9001-2001. Jurnal Standardisasi. No 9.
Hal:106-115
Thoha, Miftah, Kepemimpinan Dalam Manajemen. Jakarta, PT. Raja Grafindo Persada, 2010.
Ummah, Annisatul, 2011. “Pengaruh Komitmen Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Stres Kerja dan Motivasi Terhadap Kinerja Auditor”.
Skripsi Mahasiswa Universitas Syarif Hidayatullah.
Winardi, 2000, Asas-asas manajemen, PT. Mandar Maju Jakarta.
Bapak/Ibu/Saudara yang Saya hormati, dalam rangka penyusunan skripsi guna menyelesaikan studi Saya program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar, maka Saya selaku peneliti membutuhkan data untuk mendukung dalam pengolahan data untuk penyusunan skripsi. Adapun judul yang saya ajukan yaitu : “ Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab.Gowa.
Pengisian angket ini dilakukan semata-mata untuk memperoleh data yang akan dianalisis untuk menjawab permasalahan yang akan diteliti. Olehnya itu, Saya harapkan kiranya Bapak/Ibu/Saudara dapat memberikan jawaban sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Kesediaan Bapak/Ibu/Saudara mengisi angket ini merupakan bantuan yang sangat berharga bagi Saya. Atas perhatian, bantuan dan kerjasamanya Saya ucapkan banyak terima kasih.
Makassar, September 2015
Zulfiani
Nama : ...
Umur : ... tahun Jenis Kelamin : Laki-laki / Perempuan
Pendidikan terakhir : ………
II. PETUNJUK PENGISIAN
Pada setiap nomor pernyataan berilah tanda Cheklist () tepat pada kolom yang tersedia sesuai dengan penilaian Anda.
Keterangan Jawaban:
SS = Sangat Setuju Skor 5 S = Setuju Skor 4 KS = Kurang Setuju Skor 3 TS = Tidak Setuju Skor 2 STS = Sangat Tidak Setuju Skor 1