Skema 5.1 Tahap Pelaksanaan P2K2
5.3 Perubahan perilaku KPM di 6 Wilayah (Padang, Yogyakarta, Makasar, Banjarmasin, Bandung, Jayapura) setelah mengikuti
5.3.4 Modul pengasuhan dan Pendidikan anak
5.3.4.1 Setelah Mengikuti P2K2
anak untuk bertanya kepada orang lain yang terdekat dan lebih mampu untuk membantu anak mengerjakan tugas sekolah.
menjaga perkataan dengan baik. KPM awalnya memberikan pelajaran bagi anak untuk lebih disiplin dengan cara memukul anak. Namun dengan adanya arahan dari pendamping, KPM menjadi sadar bahwa tindakan tersebut merupakan perilaku yang salah. KPM juga akan memberikan hukuman sesuai kesepakatan anak sebagai bentuk reinforcement negatif. Selain dari menahan untuk tidak melakukan kekerasan pada anak, KPM juga berusaha untuk melindungi anak ketika ada orang lain yang kasar terhadap anaknya. Sebagaimana yang diungkapkan KPM yaitu:
“Itulah ibu ajarkan sama anak ibu, ibu kalau ngomong A A B B, malah kalau ada yang kasar sama anak saya,saya lapor di dinsos..yang penting anak arahkan sesuai agama..kalau ada anak yang kasar sama anak ibu, ya ibu marah karena ibu tidak pernah mukul anak sampai sekarang…”. (V, KPM, Wilayah Padang).
KPM mengajarkan dengan tegas tentang perilaku yang baik dan yang tidak baik untuk dilakukan sesuai dengan ajaran positif yang didapatkan sebelumnya. Selain itu KPM selalu berupaya untuk melindungi anak dari kekerasan. Di Wilayah Makassar, KPM mengakui banyak pengetahuan yang diperoleh terkait dengan perilaku orang tua terhadap anak. Kalau selama ini, seringkali anak menjadi pelampiasan ketika ada konflik antara suami dengan isteri, maka saat ini hal itu sudah dapat diatasi KPM semakin menyadari untuk menghindari kekerasan seperti menampar, mencentil anak, membentak dan perilaku lain yang merugikan anak ketika menasehatinya.
2. Memberikan Pujian dan Menghargai Anak
Pada situasi tertentu, KPM memberikan pujian kepada anak ketika anak melakukan peningkatan belajar atu perilaku lain yang membanggakan.
“Dipuji, pintar anak mama, besok seperti ini lagiya. Terus
KPM memuji anak sebagai bentuk reinforcement/
penguatan positif agar anak merasa diakui. Selain itu KPM di wilayah lain juga menghargai anak dengan menyapa ketika pulang sekolah, dan meminta maaf jika bersalah pada anak.
Hal ini merupakan bentuk kasih saying dan ajaran kepada anak untuk memahami perilaku yang baik untuk dilakukan sesuai dengan situasi/permasalahan yang terjadi.
3. Tetap Menjadi Teman yang Baik bagi Anak
Pada perilaku sebelumnya, KPM sudah menjadi teman berbagi dengan anak dan menimbulkan rasa nyaman kepada anak. Setelah mendapatkan arahan dari pendamping, KPM juga tetap melaksanakan perilaku tersebut dan lebih membiasakan diri untuk lebih dekat pada anak. Seperti yang diungkapkan KPM yaitu:
“Sudah dilaksanakan. Misalnya lagi nyuci terus anak datang, ma ma ini mau cerita, saya kan sini sini kalau mau cerita.
Dulu juga sudah sering apa lagi cerita tentang di sekolah. Ada ini itu di sekolah, Setelah ada pertemuan-pertemuan ini jadi semakin sering”. (KPM, Wilayah Banjarmasin).
“Kadang kalau lagi masalah anak bilang,, kalau bikin pr juga….Biasa jadi tempat curhat, kami juga ajarkan sopan santun saja ke anak..”. (R, KPM, Wilayah Padang).
Modul ini sangat bermanfaat bagi KPM untuk terus meyakinkan KPM agar tetap berupaya untuk mempertahankan perilaku baik terhadap anak, dengan menjadi tim atau teman yang baik dalam keluarga. Hal ini dilakukan agar anak tidak merasa kesepian dan harus menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa dukungan orang tua.
4. Tetap Berusaha Membantu Anak Belajar di Rumah
Setelah mengikuti pembelajaran P2K2 dari pendamping, KPM tetap membantu anak ketika belajar di rumah seperti mengerjakan PR. Sebagaimana yang diungkapkan KPM yaitu:
“Kalau ada PR saya suka membantu dia tetapi kalau tiak bisa paling saya suruh ke saudaranya karna ada yang bisa itu”.
Lalu saya juga suka Whatsup gurunya buat nanyain kondisi anak saya. Memang diajari di buku pintar”. (L, KPM, Wilayah Bandung).
“Kalau ini, yang kami tahu pak, perlu didampingi pas belajar. Biar kita orang tua ndak mengerti pelajaraannyo, kita damping sajo biar anak merasa dia disayangi orangtuanyo. Ya itu lah kami praktekkan itu pak dari pendamping. Kalau ndak saya, biasonyo apaknyo (bapaknya) yang dampingi anak”.
(YM, KPM, Wilayah Padang).
Informasi diatas menunjukkan bahwa KPM tetap berusaha menemani anak untuk belajar agar anak merasa disayangi oleh orang tuanya. Manfaat yang dirasakan dari ajaran pendamping terkait modul pengasuhan dan pendidikan anak adalah, lebih menekankan dan meyakinkan para KPM untuk mempertahankan perilaku-perilaku yang baik seperti sebelum mendapatkan arahan P2K2. Hal ini diharapkan agar kedepannya KPM lebih meningkatkan lagi kapasitas diri dan meluangkan waktu lebih banyak ketika menemani anak belajar di rumah.
5. Mengecek Perkembangan Anak di Sekolah
Mencoba untuk mengetahui kondisi dan perkembangan belajar anak merupaka salah satu bentuk perhatian dari orang tua. KPM yang diwawancarai juga telah menerapkan hal tersebut agar menjadi orang tua yang baik. KPM mengungkapkan bahwa:
“Kalau ada pr, kita membantu terus kalau di sekolahan kita mendekatkan dengan gurunya bertanya gimana anak saya di sekolah. Saya diajarin oh ternyata harus dekat sama guru biar anak kita diperhatikan terus di sekolahnya seperti apa”. (KPM, Wilayah Banjarmasin).
Pendamping mengajarkan cara untuk lebih perhatian
mengetahui perkembangan anak di sekolah, menilai perilaku anak, serta mendidik anak jika menemukan perilaku buruk atau hal-hal lain yang meresahkan anak di sekolah.
Tabel 5.15 Ringkasan Perubahan Perilaku KPM Pada Modul Pengasuhan dan Pendidikan Anak
Sebelum Mengikuti P2K2 Setelah Mengikuti P2K2 1. Menasehati anak jika melakukan
kesalahan. Hal ini ditunjukkan dengan cara memberikan arahan- arahan yang baik, memberikan waktu anak untuk merenungi kesalahannya dan membujuk anak, serta membiarkan anak menyelesaikan sendiri permasalahannya.
1. Menasehati anak dengan baik tanpa melakukan kekerasan. Perilaku yang ditunjukkan adalah dengan menahan emosi, sabar dalam menangani anak, menjaga perkataan, dan bersikap tegas dalam memberikan arahan positif pada anak.
2. Menjadi teman yang baik bagi anak. Perilaku yang ditunjukkan adalah menjadi teman curhat, mendengarkan dan memperhatikan anak ketika berbicara.
2. Memberikan Pujian dan Menghargai Anak.
3. Menemani aktivitas anak di rumah.
Perilaku yang ditunjukkan adalah menemani anak bernain dan menonton TV.
3. Tetap menjadi teman yang baik bagi anak.
4. Berusaha membantu anak belajar di rumah. Perilaku yang ditunjukkan adalah dengan membantu anak mengerjakan PR, atau mengarahkan anak untuk bertanya pada orang yang lebih memahami tentang tugas sekolah.
4. Tetap berusaha membantu anak belajar di rumah.
5. Mengecek perkembangan anak di sekolah. Perilaku yang ditunjukkan adalah dengan menjalin komunikasi pada guru atau wali kelas anak untuk memperoleh informasi tentang kondisi anak di sekolah.
Sumber: Olahan Penelitian