BABA IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. SIKLUS I
17 Nurul Haeni 60
18 Putri Utami 70
19 Rian Hidayat 60
20 Rodi Al – Farisi 65
21 Warni Supianti 70
22 Zam Zani 60
Jumlah 1411
Rata-rata 64.14
Tertinggi 75
Terendah 55
Adapun hal yang direncakan pada siklus I yaitu:
1) Guru mempersiapkan terlebih dahulu RPP yang akan digunakan.
2) Guru mengkondisikan atau menseting kelas menjadi lingkaran besar.
Dimana guru kelas sebagai pencerita dan peneliti sebagai observator.
3) Guru membuka pelajaran dengan salam dan do‟a.
4) Guru mulai bercerita dengan media buku cerita. Dalam kegiatan ini peneliti mengamati aktivitas anak selama mengikuti kegiatan bercerita terutama rentang perhatian anak dalam mendengarkan cerita dan kemudian mencatatnya dalam pedoman observasi.
5) Guru mengulas isi cerita. Dalam kesempatan ini guru meberi kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi. Guru mencoba merangsang anak dengan pertanyaan seperti siapa yang masing ingat judul cerita tadi? Siapa saja tokoh-tokoh yang ada dalam cerita, dan karakter tokoh yang ada dalam cerita.
6) Kegiatan penenutup guru mengulas kembali isi cerita.
7) Guru menutup pelajaran dengan berdo‟a dan salam.
b. Pelaksana Tindakan
Sebagai mana yang telah direncanakan sebelumnya, tindakan pada siklus I dimulai pada hari senin tanggal 8 Mei 2017. Pembelajaran ini berlangsung selam 40 menit dan berada di dalam kelas. Pada pertemuan pertama peneliti dan guru masuk kedalam kelas. Guru membuka dengan salam dan do‟a. Adapun gambaran dialog yang terjadi antara guru dan anak-anak adalah sebagai berikut
Guru : Assalamu‟alaikum wr. wb Anak-anak : wa‟alaikumsalam wr. Wb
Guru : Hari ini bu guru akan bercerita tentang
“kesombongan yang berujung kehancuran”. Sebelum bu bercerita kalian tidak ada yang boleh berbicara, mengerti?
Anak-anak : ya bu.
Setelah guru memberi penjelasan di kelas, guru mengkondisikan tempat duduk anak-anak menjadi lingkaran besar dimana guru sebagai pusat lingkaran. Hal ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan nyaman serta terjalin komunikasi multiarah.
Sebagai pembuka guru membuka pelajaran dengan salam dan berdo‟a. Sebelum bercerita guru menyebutkan judul kisah yang akan diceritakan. Selanjutnya guru mulai bercerita dengan media buku cerita dengan menerapkan metode kisah. Isi cerita sebagai berikut:
“Raja Namrud seorang raja Babilonia yang berkuasa dan mengaku dirinya tuhan. Dia sangat membenci Nabi Ibrahim hingga ia berencana untuk membunuhnya. Raja Namrud mempersiapkan 700.000 tentaranya. Dia pun menantang dengan kesembongannya.
“Wahai Ibrahim, bukakah tuhanmu memiliki bala tentara? Kerahkan bala tentara itu untuk melawan tentaraku, ”kata Raja Namrud.
Kemudian, Nabi Ibrahim berdoa kepada Allah. Ia meminta Allah mendatangkan bala tentara dari makhlukNya yang paling lemah, yaitu nyamuk. Dalam surat Al-Fath Ayat 4 dinyatakan bahwa bala tentara di langit dan di bumi adalah adalah kepunyaan Allah. Bala tentara itu dijadikan Allah sebagai penolong untuk orang-orang mukmin. Mereka berupa malaikat, hewan, angin topan dan sebagainya.
Tiba-tiba terdengar suara desingan. Raja Namrud dan tentaranya terkejut. Raja Namrud bertanya, “Suara apakah itu?” Nabi Ibrahim menjawab, “itulah bala tentaraku”. Ternyata nyamuk-nyamuk bergerak ke arah tentara Namrud. Pada awalnya, Raja Namrud mentertawakannya karena bala tentara Nabi Ibrahim hanyalah nyamuk. Namun setelah melihat nyamuk dalam jumlah besar, ia menjadi ketakutan. Nyamuk-nyamuk itu menyerang tentara Namrud.
Tentara Namrud berusaha menghalau dan membunuh nyamuk- nyamuk itu. Namun, semua itu sia-sia saja karena jumlah nyamuk itu sangat banyak. Dengan ijin Allah, nyamuk-nyamuk itu menghisap darah bala tentara Namrud. Seluruh darah yang ada di tubuh di hisap hingga tubuhnya hanya tampak tulang. Semua tentara Namrud mati.
Sementara itu, Raja Namrud bersembunyi dalam istananya selama tiga hari. Ia merasa sudah aman dari nyamuk-nyamuk itu. Namun,
Raja Nyamuk berhasil menemukannya. Raja Namrud berusaha menghabisi Raja Nyamuk. Akan tetapi ia tidak berhasil. Raja nyamuk masuk ke hidung Namrud. Saat masuk ke dalam kepalanya, Raja Nyamuk menggerogoti otak Namrud. Selama berhari-hari, nyamuk itu berada dalam tubuh Raja Namrud. Namrud kesakitan tiada terkira. Ia pun meminta istri dan pelanyannya untuk memukul kepalanya dengan sekuat tenaga. Awalnya istri dan pelayannya menolak untuk memukul Raja Namrud. Namun, karena diancam akan di bunuh, merekapun bersedia melakukannya. Dengan sekuat tenaga mereka memukul kepala Raja Namrud. Pemukulan itu telah menyebabkan Raja Namrud mati”.
Setelah guru selesai bercerita, guru mengulas isi cerita yang telah disampaikan.
Dalam kegiatan mengulas ini, guru memberi kebebsan terhadap anak untuk berekspresi mengungkapkan idenya dalam menanggapi cerita.
Dalam kegiatan ini guru dan peneliti dapat melihat kreatifitas anak yang ditunjukan dalam sikap kreatifnya.
Diakhir pembelajaran guru melakukan review, mengajukan pertanyaan seputar isi cerita seperti nama tokoh dan karakter yang dimiliki setiap tokoh. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman anak terhadap cerita yang disampaikan oleh gurunya.
Paparan di atas merupakan proses pembelajaran pada siklus I pertemuan pertama. Sebagaimana yang telah direncanakan, secara garis besar proses pembelajaran seperti yang telah disebutkan di atas. Pada setiap pertemuan peneliti dan guru sepakat untuk meberikan variasi agar anak-anak tidak merasa bosan dan suasana kelas lebih menyenagkan. Pada pertemuan kedua dilaksanakan pada hati rabu tanggal 10 Mei 2017, peneliti mencoba memvariasikan suasana kelas dengan melakukan kegiatan bercerita dilakukan diluar kelas atau di halaman sekolah, suasan belajar menjadi lebih kondusif, anak menjadi aktif dalam menjawab
pertanyaan dari guru, keaktifan anakpun juga mengalami peningkatan.
c. Observasi
Hasil observasi yang dilakuakn dengan tujuan untuk mengetahuai keadaan anak didik selama proses belajar dan hasil belajar siswa kelas VIII A MTs. Qur‟aniyah Batu-Kuta. Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa tingkat perhatian dan keaktifan siswa setelah penerapan metode kisah dalam proses pembelajaran aqidah akhlak sudah mengalami peningkatan, sehingga hasil belajar siswa juaga mengalami peningkatan, namun hasilnya belum memuaskan, nila rata-rata siswa sebesar 68,14, berarti hasil belajar siswa sudah tergolong baik, namun masih ada nilai yang dibawah KKM yaitu 15 siswa, sedangkan KKM-nya 70.
Hasil Observasi Perhatian dan Aktifitas Siswa Suklus I
No. Nama Siswa
Kemunculan Respon Perharian Siswa
Siklus I
1 Ahmad Hendriawan √
2 Amalia Parwati √
3 Asriadi -
4 Ema Febriya Zulfiani √
5 Faesal Ya'kub √
6 Hediana Shilvia Udayani √
7 Isna Syahadati -
8 Laras Indah Amalia √
9 Lina Aulia Najiha √
10 M Alin Jahiz √
11 M Rizki Ramdhani √
12 M Zarkoni √
13 Meliana Puri Indriana S -
14 Muliadi √
15 Nazifa Rohma Hudiani -
16 Nikmatus Sa'adah -
17 Nurul Haeni √
18 Putri Utami √
19 Rian Hidayat √
20 Rodi Al – Farisi -
21 Warni Supianti √
22 Zam Zani -
Jumlah 15
No. Aspek yang diamati Keaktifan siswa Siklus I
F %
1. Keaktifan bertanya 15 68.18 2. Mengemukakan pendapat 13 50.09 3. Menajwab pertanyaan 12 54.55
Rata-rata 60.61
Hasil Belajar Siklus I No. Nama Siswa Nilai Siswa
Siklus I
1 Ahmad Hendriawan 70
2 Amalia Parwati 80
3 Asriadi 60
4 Ema Febriya Zulfiani 65
5 Faesal Ya'kub 70
6 Hediana Shilvia Udayani 60
7 Isna Syahadati 60
8 Laras Indah Amalia 70
9 Lina Aulia Najiha 70
10 M Alin Jahiz 60
11 M Rizki Ramdhani 60
12 M Zarkoni 75
13 Meliana Puri Indriana S 70
14 Muliadi 75
15 Nazifa Rohma Hudiani 60
16 Nikmatus Sa'adah 65
17 Nurul Haeni 75
18 Putri Utami 75
19 Rian Hidayat 75
20 Rodi Al – Farisi 70
21 Warni Supianti 80
22 Zam Zani 60
Jumlah 1505
Rata-rata 68.41
Tertinggi 80
Terendah 60
d. Refleksi
Berdasarkan hasil observasi tersebut, peneliti dan guru melakukan analisis terhadap proses pembelajaran dan peningkatan keaktifan siswa.
Analisis ini dilakuak oleh peneliti dan guru kelas dengan cara berdiskusi, mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilaui, serta melihat kekurangan-kekurangan yang ada. Selain itu guru dan penelit juga berpedoman pada hasil observasi peningkatan keaktifan hasil belajar anak melalui pedoman obsevasi.
Adpun hasil analisis tersebut menunjukan bahwa: (1) adanya reaksi yang menunjukan kebosanan pada anak karena penggunaan media dengan judul yang sama, (2) adanya penurunan konsentrasi karena tidak adanya motivasi atau rewads dari guru atas keaktifan dan kreativitasnya, (3) sudah ada peningkatan keaktifan anak jika dibandingakan denagan keaktifan sebelum tindakan, akan tetapi hasil tersebut belum maksimal dan memuaskan, itu berarti bahwa guru dan peneliti perlu memperbaiki proses pembelajaran, (4) keaktifan anak didik dalam satu kelas masih belum merata, ada anak yang mempunyai keaktifan lebih akan tetapi ada juga yang masih rendah. Dari hasil analisis tersebut peneliti dan guru mersa bahwa hasil penelitian ini belum maksimal. Oleh sebab itu penliti dan guru membuat perencanaan untuk tindakan pada siklus II.