BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Penelitian ini mengambil sampel Mahasiswa S1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar Sebanyak 80 instrumen. Pengumpulan data dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner.
Dari kuesioner yang telah diisi oleh responden didapat data identitas responden. Penyajian data mengenai identitas responden untuk memberikan gambaran tentang keadaan diri dari pada responden.
1. Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis kelamin dapat memberikan perbedaan pada perilaku seseorang. Dalam suatu bidang usaha, jenis kelamin seringkali dapat menjadi pembeda yang dilakukan oleh individu. Penyajian data responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut ini.
Tabel 3
Komposisi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Persentase
Laki-laki 29 36,3%
Perempuan 51 63,7%
Jumlah 80 100%
Sumber : Angket 2014 yang diolah
Tabel 3 tersebut dapat dilihat bahwa responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan, yaitu sebanyak 51 orang atau 63,7%, dan sisanya adalah responden yang berjenis kelamin laki-laki, yaitu sebanyak 29 orang atau 36,3%.
2. Komposisi Responden Berdasarkan Usia
Dalam keterkaitannya dengan perilaku individu, usia biasanya menunjukkan gambaran akan pengalaman dan tanggung jawab individu.
Tabulasi usia responden dapat dilihat sebagai berikut :
Tabel 4
Komposisi responden berdasarkan usia
Umur Jumlah Persentase
18 – 20 Tahun Tahun
36 45%
21 – 22 Tahun 39 48,7%
23 – 24 Tahun 4 5%
>25 Tahun 1 1,3%
Jumlah 80 100%
Sumber : Angket 2014 yang diolah
Berdasarkan tabel 4 tersebut dapat dilihat bahwa responden terbanyak adalah pada kelompok umur 21 – 22 tahun, yaitu sebanyak 39 orang atau 48,7%. Disusul umur 18-20 tahun sebanyak 36 orang atau 45%. Kemudian umur 23-24 tahun sebanyak 4 orang atau 5%. Sedangkan kelompok umur yang paling sedikit adalah lebih dari 25 tahun atau kelompok umur tertua, yaitu sebanyak 1 orang atau 1,3%. Hal ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa S1 Universitas Muhammadiyah Makassar sebagian besar berusia awal 20 tahunan.
B. Analisis Data
1. Analisis Deskriptif
Pada bagian ini akan dilihat mengenai kecenderungan jawaban responden atas masing-masing variabel penelitian. Kecenderungan jawaban responden ini dapat dilihat dari bentuk statistik deskriptif dari masing-masing variabel. Kategori jawaban responden dapat ditunjukkan dengan nilai rata- rata jawaban responden tersebut dimana kategori jawaban responden dapat diperoleh sebagai berikut :
RS = m − 20 n
RS = 100 − 20 5 = 16
Keterangan :
RS = Rentang skala n = Jumlah item
m = Jumlah skor maksimal
Dengan demikian kategori skor jawaban adalah sebagai berikut : 20 – 36 : Sangat rendah
36,1 – 52 : Rendah 52,1 – 68 : Sedang 68,1 – 84 : Tinggi 84,1 – 100 : Sangat tinggi
Hasil jawaban dari 80 responden terhadap masing-masing variabel penelitian diperoleh sebagai berikut:
a. Deskripsi Variabel Keberhasilan Diri dalam Berwirausaha (X1)
Variabel Keberhasilan diri dalam berwirausaha dalam penelitian ini diukur melalui 5 indikator. Hasil tanggapan terhadap variabel keberhasilan diri dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 5
Tanggapan Responden Mengenai Tekad/komitmen akan keberhasilan
No. Indikator SS S N TS STS
indeks Frek % Frek % Frek % Frek % Frek %
1
Saya mempunyai semangat bekerja yang tinggi
58 72,5 19 23,8 3 3,8 0 0,00 0 0,00 93,82
2
Saya melakukan sesuatu untuk mencapai suatu tujuan yang telah saya tetapkan
43 53,8 32 40,0 3 6,3 0 0,00 0 0,00 89,58
3
Saya termasuk orang yang optimis
21 26,3 48 60,0 11 13,8 0 0,00 0 0,00 82,58
4
Saya merupakan orang yang tekun dan ulet dalam bekerja
24 30,0 44 55,0 11 13,8 1 1,3 0 0.00 82,8
5
Saya sudah memiliki kompetensi yang bagus untuk bersaing dengan orang lain dalam dunia kerja
5 6,3 38 47,5 30 37,5 7 8,8 0 0.00 70,32
Rata-rata 83,82
Tanggapan responden sebagaimana pada tabel 5 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan jawaban pada skor 5 (sangat setuju) dan 4 (setuju) terhadap indikator-indikator variabel keberhasilan diri. Hal ini menunjukkan adanya bentuk-bentuk pola dan kemauan untuk memotivasi keberhasilan diri yang besar dan baik dalam diri mahasiswa. Rata-rata skor indeks variabel keberhasilan diri diperoleh sebesar 83,82.
Meskipun jawaban sangat setuju dan setuju dominan dari hasil jawaban responden, namun demikian jawaban tidak setuju memiliki jumlah yaitu antara 2 hingga 8 jawaban dari 80 responden. Hal ini menunjukkan bahwa ada mahasiswa yang menilai bahwa masih sulit untuk menilai dan memacu keberhasilan diri mereka sendiri.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa responden dari penelitian yang dalam hal ini adalah Mahasiswa S1 di Universitas Muhammadiyah Makassar sudah merasa percaya akan keberhasilan dalam berwirausaha yang dapat mereka peroleh sehingga mereka berusaha termotivasi untuk terjun di dunia usaha. Jawaban yang relatif rendah ditunjukkan oleh indikator “Saya
sudah memiliki kompetensi yang bagus untuk bersaing dengan orang lain dalam dunia kerja” yaitu mempunyai angka indeks sebesar 70,32.
b. Deskripsi Variabel Kebebasan dalam Bekerja (X2)
Variabel kebebasn dalam bekerja pada penelitian ini diukur melalui 5 buah indikator. Hasil tanggapan terhadap variabel kebebasan dalam bekerja dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 6
Tanggapan responden mengenai kebebasan dalam bekerja
No Indikator
SS S N T
S STS
Indeks Fre
k % Fre
k % Fre
k % Fre
k % Fre
k % 1
Saya tidak suka mendapat tekanan dari pekerjaan yang saya lakukan
36 45,0 29 36,3 9 11,3 6 7,5 0 0,00 83,82
2
Saya senang mengambil prakarsa atau inisiatif
16 20,0 41 51,3 20 25,0 3 3,8 0 0,00 77,56
3
Saya kadang kala bersikap
keras kepala 6 7,5 32 40,0 27 33,8 14 17,5 1 1,3 66,78
4
Kebebasan pribadi sangat penting bagi saya
24 30,0 37 46,3 15 18,8 3 3,8 1 1,3 79,84
5
Saya cenderung mengikuti bisikan nurani (bersifat intuisi)
20 25,0 36 45,0 21 26,3 2 2,5 1 1,3 77,78
Rata-rata 77,15
Tanggapan responden sebagaimana pada tabel 6 menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan “setuju” dan
“sangat setuju” terhadap item-item pengukur variabel kebebasan dalam bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki pandangan positif atas pentingnya kebebasan dalam memiliki pekerjaan dan dalam pelaksanaan pekerjaan mereka. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata skor indeks jawaban dari lima indikator variabel kebebasan dalam bekerja sebesar 77,15 yang berdasarkan kategori skor jawaban berada pada kategori tinggi.
Meskipun memiliki rata-rata skor jawaban yang tinggi, namun ada 9 hingga 20 responden yang menyatakan adanya kebebasan memiliki pekerjaan yang masih berada dalam biasa-biasa saja (netral), bahkan jawaban tidak setuju menunjukkan sebanyak 1 hingga 14 jawaban. Dalam hal ini beberapa mahasiswa menyatakan keinginan untuk memilih pekerjaan yang cenderung formal. Skor jawaban terendah diperoleh dari item ”saya kadang bersikap keras kepala ” dengan skor indeks sebesar 66,78.
c. Deskripsi Variabel Toleransi Terhadap Risiko yang Mungkin Terjadi (X3)
Hasil tanggapan terhadap variabel toleransi akan risiko dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 7
Tanggapan Responden Mengenai Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi
No Indikator SS S N TS STS
Indeks Frek % Fre
k % Fre
k % Fre
k % Fre
k %
1
saya selalu berfikir panjang untuk menghadapi resiko yang akan saya ambil.
39 48,8 27 33,8 13 16,3 1 1,3 0 0,00 86,14
2
Saya termasuk orang yang memiliki rasa tanggungjawab yang besar dalam
melaksanakan keputusan yang saya ambil
28 35,0 44 55,0 8 10,0 0 0,00 0 0,00 85,0
3
Saya termasuk orang yang suka terhadap tantangan
13 16,3 40 50,0 23 28,8 4 5,0 0 0,00 75.58
4
Saya tergolong orang yang sabar dalam mengatasi masalah
16 20,0 45 56,3 17 21,3 2 2,5 0 0,00 78,82
5
Saya orang yang suka mengambil kesempatan- kesempatan
13 9,3 30 37,5 27 33,8 7 8,8 3 3,8 63,86
Rata-rata 77,88
Tanggapan responden sebagaimana pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan “setuju” terhadap item-item pengukur variabel toleransi terhadap risiko. Hal ini menunjukkan
bahwa mahasiswa secara umum memiliki Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi yang harus diterima dalam memilih sesuatu. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata skor indeks jawaban dari lima indikator variabel Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi sebesar 77,88 yang berdasarkan kategori skor indeks jawaban berada pada kategori tinggi.
Skor jawaban untuk jawaban setujul pada kelima indikator variable Keberanian terhadap risiko yang mungkin terjadi menunjukkan pada sekitar 10 hingga 35 jawaban untuk masing- masing indikator sedangkan untuk jawaban tidak setuju memiliki jumlah jawaban yang lebih sedikit yaitu berkisar dari 2 hingga 7 jawaban. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada responden mahasiswa yang masih berusaha untuk menghindari risiko dalam pengambilan keputusan.
Dalam hal ini bahwa Keberanian terhadap risiko yang besar diyakini oleh mahasiswa dapat meningkatkan kemandirian dan kemauan mahasiswa dalam menghadapi tantangan. Skor nilai indeks terendah diperoleh dari item ”Saya saya orang yang suka mengambil kesempatan-kesempatan” yaitu sebesar 63,86.
d. Deskripsi Variabel Entrepreneur
Variabel Entrepreneur pada penelitian ini diukur melalui 5 buah indikator. Hasil tanggapan terhadap variabel entrepreneur dapat dijelaskan sebagai berikut :
Tabel 8
Tanggapan Responden Mengenai Entrepreneur
No Indikator SS S N T
S SB
r Rata- rata Frek % Frek % Frek % Frek % Frek %
1 Saya termasuk orang yang percaya diri dalam bertindak
26 32,5 40 50,0 10 12,5 4 5,0 0 0.00 82,0
2 Saya selalu berfikir inovatif dan kreatif
16 20,0 4 61,3 14 17,5 1 1,3 0 0.00 80,06 3 Saya tertarik
pada posisi
kepemimpinan 29 36,3 32 40,0 16 20,0 3 3,8 0 0.00 81,52 4 Saya senang
hidup secara efektif dan efisien
28 35,0 35 43,8 17 21,3 0 0.00 0 0.00 82,82 5 Saya selalu
berorientasi masa depan dalam
merencanakan sesuatu
35 43,8 37 46,3 8 10,0 0 0.00 0 0.00 86.94
Rata-rata 82,67
Tanggapan responden sebagaimana pada tabel di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden memberikan tanggapan “Setuju” dan
“Sangat setuju” terhadap adanya item-item pengukur entrepreneur. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa menyatakan diri memiliki jiwa sebagai seorang entrepreneur. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata skor indeks sebesar 82,67 yang berada dalam kategori tinggi.
C. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen 1. Uji Validitas
Validitas digunakan untuk menguji sejauh mana ketepatan alat pengukur dapat mengungkapkan konsep gejala atau kejadian yang diukur.
Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi terhadap penyebaran kuesioner yaitu sebanyak 80 responden dengan hasil disajikan sebagai berikut :
Tabel 9 Hasil Pengujian
Variabel / Indikator R Hitung R Tabel Keterangan Keberanian terhadap risiko
- Indikator 1 - Indikator 2 - Indikator 3 - Indikator 4 - Indikator 5
0,522 0,454 0,652 0,585 0,416
0.250 0.250 0.250 0.250 0.250
Valid Valid Valid Valid Valid Tekad/komitmen akan keberhasilan
- Indikator 1 - Indikator 2 - Indikator 3 - Indikator 4 - Indikator 5
0.667 0.609 0.183 0.503 0.355 +++++++
+++++++
+++++++
+++++++
+++++++
+++++++
++++++--- 55
0.250 0.250 0.250 0.250 0.250
Valid Valid Tidak Valid
Valid Valid Ketidaktergantungan dari pemerintah
- Indikator 1 - Indikator 2 - Indikator 3 - Indikator 4 - Indikator 5
0,685 0,570 0,513 0,491 0,585
0.250 0.250 0.250 0.250 0.250
Valid Valid Valid Valid Valid Enterpreneur
- Indikator 1 - Indikator 2 - Indikator 3 - Indikator 4 - Indikator 5
0.319 0.564 0.456 0.270 0.599
0.250 0.250 0.250 0.250 0.250
Valid Valid Valid Tidak Valid
Valid Sumber : Data primer yang diolah
Tabel 9 menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien korelasi terkoreksi yang lebih besar dari rtable = 0,250 (nilai r tabel untuk subyek uji sebanyak 60). Hal ini berarti bahwa semua indikator tersebut adalah valid.
2. Uji Reliabilitas (0,60)
Uji reliabilitas digunakan untuk menguji sejauh mana keandalan suatu alat pengukur untuk dapat digunakan lagi untuk penelitian yang sama.
Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha. Pengujian reliabilitas selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 10.
Hasil Pengujian Reliabilitas
Variabel / Indikator Alpha Keterangan
Keberanian terhadap risiko 0,667 Reliab
Tekad/komitmen akan keberhasilan 0,734 Reliabel Ketidaktergantungan dari pemerintah 0,633 Reliabel
Entrepreneur 0, 601 Reliabel
Sumber : Data primer yang diolah,2013. el
Hasil pengujian reliabilitas konstruk variabel yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh nilai Alpha yang lebih besar dari 0,60. Hal ini berarti bahwa konstruk variable-variabel tersebut adalah reliabel.
D. Analisis Regresi Linier Berganda
Penelitian ini menggunakan dua buah model regresi linier untuk pembuktian hipotesis penelitian. Perhitungan statistik dalam analisis regresi linier berganda yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan bantuan program komputer SPSS for Windows versi 2 0 . Hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS selengkapnya ada pada lampiran dan selanjutnya diringkas sebagai berikut :
Tabel 11.
Model Regresi Berganda Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1
C (constant) 2,870 2,677 1,072 ,287
X1 ,414 ,128 ,343 3,222 ,002 ,729 1,372
X2 ,285 ,090 ,306 3,175 ,002 ,887 1,128
X3 ,183 ,122 ,166 1,497 ,138 ,672 1,488
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Angket 2014 yang diolah
Model persamaan regresi yang dapat dituliskan dari hasil tersebut dalam bentuk persamaan regresi sebagai berikut
Y= 2,870+0,414X1+0,285X2+0,183X3 Keterangan :
X1 : Keberhasilan diri dalam berwirausaha X2 : Kebebasan dalam Bekerja
X3 : Toleransi akan resiko Y : Minat Berwirausaha
Hasil persamaan di atas menunjukkan bahwa nilai konstanta (a) sebesar 2,870 dan koefesien keberhasilan diri dalam berwirausaha (X1) sebesar 0,414, koefesien kebebasan dalam bekerja (X2) sebesar 0,285, koefisien Toleransi akan resiko (X3) sebesar 0,183. Hal ini berarti jika ketiga variabel X tersebut tidak terjadi perubahan maka Minat Berwirausaha Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar adalah sebesar 2,870, sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel X tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, hal ini terlihat dari nilai koefisien regresinya yang bernilai positif.
E. Uji Goodness of Fit
Ketepatan suatu fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari Goodness of Fit-nya. Berikut ini uji Goodness of Fit yang dilakukan diantaranya adalah koefisien determinasi, nilai statistik F, dan nilai statistik Pengujian secara overall terhadap model tersebut diuji dengan menggunakan koefisien determinasi diperoleh hasil sebagai berikut :
1. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi mengukur seberapa besar kontribusi variabel dependen terhadap varibel independen. Berikut ini Tabel koefisien determinasi yang dihasilkan dalam penelitian:
Tabel 12.
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 ,611a ,373 ,348 2,07135 1,893
a. Predictors: (Constant), X3, X2, X1 b. Dependent Variable: Y
Sumber : Data angket 2014 diolah SPSS 20
Berdasarkan tabel di atas bahwa nilai Rsquare yang diperoleh sebesar 0,373 atau 37,4% menunjukkan bahwa minat berwirausaha mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar dipengaruhi oleh variabel keberhasilan diri dalam berwirausaha (X1), Kebebasan dalam bekerja (X2), dan toleransi akan resiko (X3). Sisanya sebesar 62,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini.
2. Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Uji F menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan ke dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Hasil perhitungan uji F adalah sebagai berikut:
Tabel 13.
Uji F ANOVAa
Model Sum of
Squares
df Mean
Square
F Sig.
1
Regression 193,811 3 64,604 15,057 ,000b
Residual 326,076 76 4,290
Total 519,887 79
a. Dependent Variable: Y
b. Predictors: (Constant), X3, X2, X1
Sumber : Angket 2014 yang diolah
Hasil pengujian berdasarkan uji ANOVA atau uji statistik F, model menunjukkan nilai F sebesar 15,057 dengan probibilitas sebesar 0,000. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 pada distribusi f (f tabel) sebesar 3,96.
Hal ini berarti bahwa minat berwirausaha dapat dijelaskan oleh variabel keberhasilan akan berwirausaha, kebebasan dalam berusaha, dan keberanian terhadap risiko.
3. Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t) Tabel 14.
Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji t) Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig. Collinearity Statistics
B Std.
Error
Beta Tolerance VIF
1
(Constant) 2,870 2,677 1,072 ,287
X1 ,414 ,128 ,343 3,222 ,002 ,729 1,372
X2 ,285 ,090 ,306 3,175 ,002 ,887 1,128
X3 ,183 ,122 ,166 1,497 ,138 ,672 1,488
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Angket 2014 yang diolah
Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan bahwa :
a. Diperoleh nilai t hitung variabel keberhasilan diri dalam berwirausaha (X1) sebesar 3,222 dengan probabilitas 0,002 lebih besar dari pada distribusi t tabel sebesar 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan demikian hipotesis pertama atau Ha diterima.
b. Diperoleh nilai t hitung variabel kebebasan dalam bekerja (X2) sebesar 3,175 dengan probabilitas 0,002 lebih besar dari pada distribusi t tabel sebesar 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan demikian hipotesis kedua diterima.
c. Berdasarkan tabel di atas maka diperoleh nilai t hitung variabel toleransi akan resiko (X3) sebesar 1,497 dengan probabilitas 0,138 lebih kecil dari pada distribusi t tabel 1,664 pada signifikan 0,05. Dengan demikian hipotesis ketiga ditolak.