• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDARD KELAYAKAN LISTRIK RUMAH TANGGA

STANDARD KELAYAKAN LISTRIK RUMAH TANGGA

3.1 Pendahuluan

Berdasarkan PUIL 2011 bagian 6 pasal 61.1.5 5 dijelaskan bahwa setiap penambahan dan perubahan pada instalasi listrik harus diverifikasi sesuai dengan puil kemudian menurut permen esdm nomor 38 tahun 2018 tentang tata cara akreditasi dan sertifikasi ketenagalistrikan dalam pasal 55 disebutkan bahwa untuk mendapatkan SLO (sertifikat laik operasi) harus mengajukan permohonan kepada lembaga inspeksi teknik tegangan rendah.

Lalulembaga tersebut akan melakukan pemeriksaan dan pengujian instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah wajib memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO). Selanjutnya, dalam pasal 56 disebutkan bahwa untuk mendapatkan SLO harus mengajukan pemohonan kepada lembaga inspeksi teknik tegangan rendah. Lalu lembaga tersebut akan melakukan pemeriksaan dan penguian instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah berdasarkan mata uji dalam peraturan ini

3.2 Pengertian SLO (Sertifikat Laik Operasi)

SLO (Sertifikat Laik Operasi)adalah sertifikat yang diterbitkan oleh lembaga inspeksi teknik yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan inspeksi kelaikan operasi atas instalasi listrik yang dipasang dibangunan pemohon listrik SLO (Sertifikat Laik Operasi) menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah layak operasi, atau sudah layak diberi tegangan listrik.

Mengapa SLO (Sertiikat Laik Operasi) ini perlu? tidak lain karena bila instalasi yang tidak laik operasi namun diberi tegangan, aka berpotensi terjadi kecelakaan, seperti kebakaran yang dapat merugikan harta maupun nyawa.

3.3 Lembaga Inspeksi Teknik

Saat ini ada lima yang diberikan kewenangan oleh kementrian ESDM memeriksa kelaikan operasi instalasi listrik tegangan rendah (220 volt atau 380 volt), yaitu

36 1. Konsuil

2. PPILN 3. JASERINDO 4. Serkolinas

5. Jasa Kelistrikan Indonesia

Saat ini, kelima lembaga inspeksi teknik tegangan rendah inilah yang merupakan badan usaha yang melakukan usaha jasa penunjang tenaga listrik dibidang pemeriksaan dan pengujian instalasi tenaga listrik tegangan rendah yang diberi hak untuk melakukan sertifikasi instalasi tenaga listrik tegangan rendah PLN wajib mensyaratkan adanya sertifikat kelaikan operasi ini sebagai bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah layak diberi tegangan listrik. Keseharusan tersebut keluar setelah ada pihak yang mengajukan judicial review menolak SLO sebagai persyaratan penyalaan instalasi listrik.

3.4 Alur Permohonan SLO (Sertifikat Laik Operasi)

Ada beberapa hal yang harus dioerhatikan bagi anda yang akan mengajukan permohonan mendapatkan SLO (Sertifikat Laik Operasi), berikut ini adalah prosedur pembuatan SLO (Sertifikat Laik Operasi).

1. Permohonan SLO diajukan oleh calon pelanggan dengan dua cara, yaitu dengan mengisi formulir yang ada di laman slo.djk.esdm.go.id/pendaftaran.

Atau bisa juga dengan menghubungi salah satu lembaga inspeksi teknik tenaga listrik akreditasi.

2. Bila permohonan sudah dikirim atau disubmit, langkah berikutnya pemohon tinggal menunggu email verifikasi yang berisi link untuk melakukan validasi.

3. Setelah dilakukan validasi, maka pemohon akan menerima email yang berisi informasi apakah pendaftaran telah berhasil atau tidak, disertai dengan nomor agenda.

4. Setelah itu, lembaga inspeksi teknik tenaga listrik akreditasi akan menghubungi pemohon untuk mengkonfirmasi tentang pembayaran biaya pendaftaran dan waktu pelaksanaan pemeriksa dan pengujian instalasi.

37 5. Pemeriksaan dan pengujian akan dilksanakan sebagaimana ketentuan yang mengatur tentang tata cara akreditasi dan sertifikasi ketenaga listrikan, yaitu peraturan menteri ESDM nomor 38 tahun 2018.

6. Jika hasil pemeriksaan dan pengujian menyatakan instalasi milik pelanggan laik operasi, SLO akan diterbitkan dalam tiga hari kerja

7. SLO (Sertifikat Laik Operasi) tersebut sudah bisa digunakan untuk sambung baru atau penambahan daya kepada penyediaan tenaga listrik.

Adapun masa berlaku SLO untuk instalasi pembangkit tenaga listrik berlaku tahun, sedangkan SLO untuk instalasi transmisi tenaga listrik, distribusi, dan pemanfaatan tenaga listrik tegangan tinggi dan menengah selama 10 tahun.

Sementara itu, jangka waktu pengunaan SLO untuk pemanfaatan instalasi tenaga listrik tegangan rendah dalam 15 tahun dan bisa diperpanjang.

3.5 Standard Kelayakan Listrik Rumah Tangga

Instalasi listrik rumah tinggal merupakan rangkaian yang digunakan untuk meyalurkan daya listrik ke lampu atau alat-alat elektronik lainnya, Sebelum SLO (Sertifikat Laik Operasi) dikeluarkan maka rumah belum layak untuk di pasang imstalasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan tahapan yang perlu dilakukan supaya SLO (Sertifikat Laik Operasi) dikeluarkan dan instalasi rumah layak dipasang antara lain sebagai berikut:

1. Mengetahui ukuran rumah dan daya listrik

- Ukuran rumah, ketahui ukuran rumah untuk yang ingin dipasang instalasi untuk mengetahui panjang kabel yang dibutuhkan untuk jalur utama instalasi listrik.

- Ukuran ruangan, ketahui ukuran ruangan untuk menentukan kabel yang dibutuhkan lampu, dan sakelar yang akan dipasang didalam ruangan.

- Daya, mengetahui daya listrik untuk menentukan ukuran miniature circuit breaker (MCB) Yang akan digunakan didalam ruangan.

38 3.6 Komponen Untuk Instalasi Listrik

Setelah SLO (Sertifikat Laik Operasi) dikeluarkan, maka biro akan langsung memasang instalasi tersebut ke rumah pelanggan yang ingin dipasang instalasi.

Adapun komponen yang disediakan oleh pihak PLN adalah sebagai berikut:

1. Kwh Meter

Kilo Watt Hour (KWH) meter adalah alat untuk mengukur energi aktif yang menggunakan suatu alat hitung serta memakai asas induksi. KWH meter tersebut merupakan alat untuk menghitung jumlah kerja listrik (Watt jam) dalam waktu tertentu.

Seperti yang terlihat pada Gambar 3.1

Gambar 3.1 Kwh meter (Sumber: Maulana Hasbi, 2018)

2. MCB (Miniature Circuit Breaker)

MCB (Miniature Circuit Breaker)mempunyai 3 fungsi, yaitu: Pemutus arus, proteksi beban lebih, dan proteksi hubung singkat.

Seperti yang terlihat pada Gambar 3.2

39

Gambar 3.2 MCB (Sumber: Virdita Rizki, 2014)

3. Kabel SR

Untuk kabel SR PLN hanya menyediakan sebanyak 35 meter saja. Maka biro akan memasang instalasi kerumah pelanggan langsung. Kabel SR ini berukuran 2x10mm, kabel SR ini bukan isi tembaga melainkan isi alumunium. Kabel SR sangat tahan terhadap cuaca apapun.

Seperti yang terlihat pada Gambar 3.3

Gambar 3.3 Kabel SR (Sumber: Ratnasari Kartika, 2020)

40

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Berdasarkan laporan kerja praktek diatas maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan PUIL 2011 bagian 6 pasal 61.1.5 dijelaskan bahwa setiap penambahan dan perubahan pada instalasi listrik harus diverifikasi sesuai dengan PUIL. Kemudian menurut permen ESDM nomor 38 tahun 2018 tentang tata cara akreditasi dan sertifikasi ketenagalistrikan dalam pasal 55 disebutkan bahwa untuk mendapatkan SLO harus mengajukan permohonan kepada lembaga inspeksi teknik trgangan rendah.

2. SLO adalah serifikat yang diterbitkan oleh lembaga inspeksi teknik yang ditunjuk pemerintah untuk melakukan inspeksi kelaikan operasi atas instalasi listrik yang dipasang di bangunan pemohon listrik. SLO menjadi bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah laik operasi, atau sudah laik diberi tegangan listrik.

3. PLN wajib mensyaratkan adanya sertifikat kelaikan operasi ini sebagai bukti bahwa suatu instalasi listrik sudah layak diberi tegangan listrik.

4.2 Saran

Adapun saran yang dapat penulis simpulkan adalah sebagai berikut:

1. Praktikum harus belajar mengetahui dunia kerja supaya memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

2. Praktikum harus lebih mempersiapkan diri dari segi akademik maupun keterampilan agar dapat mendukung pelaksanaan PKL.

3. Praktikum harus lebih aktif dalam menjalankan tugas yang diberikan.

41

DAFTAR PUSTAKA

Maulana Hasbi, (2020) Gambar Kwh meter//.(Online).

Ratnasari Kartika, (2020) Gambar Kabel SR//.(Online).

Darma Aji, (2018) Gambar logo PLN//.(Online).

Rizki Virdita, (2014) Gambar MCB//.(Online).

LAMPIRAN

Lampiran 1. Foto pelepasan anak magang bersama Manager dan karyawan PT. PLN (persero) Bengkalis tanggal 30 Desember 2020.

Lampiran 2. Sertifikat KP dari Kantor PT. PLN Persero Bengkalis

Dokumen terkait