BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.6 Hasil Evaluasi Mouthwash Ekstrak Daun dan Buah Pacing Tawar
5.6.6 Uji Antibakteri
Tabel 5.13 Uji Antibakteri Sediaan Mouthwash Daun Dan Buah Pacing Tawar Costus Speciosus (Koen.) J.E Smith
Ulangan F1 F2 F3 Kontrol P
1 19,1a 25,1a 34,0b 41,4
2 20,9a 31,3a 40,8b 42,6
3 21,7a 32,8a 43,7b 45,6
Jumlah 61,7 89,8 118,5 129,6
Rata-rata 20,5 29,7 39,5 43,2
Keterangan:
a= berbeda bermakna dengan kontrol posotif b= tidak berbeda bermakna dengan kontrol positif
Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa sediaan mouthwash ekstrak daun dan buah pacing tawar mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Aktivitas penghambatan ekstrak bervariasi menurut konsentrasinya. Konsentrasi ekstrak meningkat sesuai dengan aksi penghambatannya. Dengan demikian, semakin tinggi konsentrasi ekstrak, semakin besar aksi penghambatan.
Berdasarkan pengamatan setelah inkubasi 24 jam, rata-rata zona hambat terbesar pada formula 3 adalah 39,5 mm yang tergolong kuat hambat, sedangkan rata-rata zona hambat terbesar pada formula 2 adalah 29,7 mm yang juga tergolong kuat hambat. dan zona hambat sebesar 20,5 termasuk dalam golongan lemah pada formulasi 1. Hal ini dikarenakan konsentrasi ekstrak yang dimasukkan ke dalam formula satu agak rendah. Tidak ada zona bening yang terlihat di sekitar kontrol negatif. Hal ini membuktikan bahwa pelarut yang digunakan tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dalam sediaan mouthwash. Pada kontrol positif menghasilkan rata-rata diameter daya hambat sebesar 43,2 mm. Tujuan penggunaan kontrol positif yaitu untuk membandingkan diameter daya hambat mouthwash ekstrak daun dan buah pacing tawar Costus Speciosus (Koenig) J.E Smith yang dihasilkan dengan antibiotic tetrasiklin hcl yang memiliki efektivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hal ini menunjukkan bahwa mouthwash ekstrak daun dan buah pacing tawar memiliki potensi sebagai antibakteri.
Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak daun dan buah pacing tawar dalam sediaan mouthwash memiliki pengaruh signifikan terhadap penghambatan pertumbuhan Staphylococcus aureus pada taraf kepercayaan 95% (Ξ± = 0,05). Adapun uji efektivitas antibakteri didapatkan uji normalitas sebagai berikut; Konsentrasi 1,5% diperoleh sig 0,583 > 0,05, konsentrasi 3% diperoleh sig 0,353 > 0,05 dan konsentrasi 4,5% diperoleh sig 0,564> 0,05 maka dari ketiga nilai signifikansi tersebut dapat disimpulkan π»0 diterima sehingga data berdistribusi normal dan dapat dilanjutkan ke uji homogenitas. Pada uji homogenitas didapatkan P = 0,152 > 0,05, maka π»0 diterima sehingga varians antar sampel identik. Karena data normal dan homogen maka uji one way anova dapat dilakukan. Pada tabel uji one way anova multiple
44
comparisons dapat dilihat pada kolom control positif dan formulasi 3 tidak ada tanda bintang di mean difference sehingga dapat disimpulkan control positif dan formulasi 3 tidak berbeda signifikan dengan signifikansi lebih dari 0,05.
Aktivitas antibakteri suatu zat ditentukan oleh sejumlah parameter, termasuk jumlah bahan kimia antibakteri yang ada, kapasitas difusi ekstrak, jenis bakteri yang dihambat, dan konsentrasi ekstrak. Semakin besar konsentrasi suatu ekstrak, semakin kuat pengaruhnya. Kandungan antibakteri suatu ekstrak merupakan salah satu parameter yang mempengaruhi aktivitas antibakteri suatu senyawa. Bahan kimia kimia membatasi perkembangan bakteri dalam berbagai cara. Ekstrak daun dan buah pacing segar diketahui mengandung komponen aktif seperti flavonoid, alkaloid, steroid, tanin, saponin, dan terpenoid.
Senyawa saponin memiliki kemampuan untuk mengubah sifat protein dan bahan kimia aktif pada permukaannya, seperti deterjen, sehingga menurunkan tegangan permukaan dan mengakibatkan rusaknya membran sel. Kemudian saponin berdifusi melewati membran sitoplasma sehingga kestabilan membran terganggu dan menyebabkan sitoplasma mengalami kematian sel (Wulansari, Endang Dwi et al., 2020). Senyawa fenol memiliki kemampuan meningkatkan permeabilitas membran sitoplasma sehingga menyebabkan kebocoran dan terjadi lisis sel. Senyawa fenol merupakan antibakteri yang bersifat bakterisidal.
Mekanisme kerja alkaloid sebagai antibakteri yaitu komponen peptidoglikan penyusun sel bakteri diganggu sehingga mengakibatkan lisis pada lapisan dinding sel bakteri (Sudarmi, Kadek et al., 2017). Tanin sebagai antibakteri menyebabkan sel porphyromonas gingivalis menjadi lisis. Hal ini dikarenakan tanin memiliki target pada dinding polipeptida membran sel bakteri sehingga pembentukannya menjadi kurang sempurna dan meangkibatkan sel bakteri mati. Senyawa tanin memiliki kemampuan untuk menginaktifkan enzim bakteri serta mengganggu jalannya protein pada lapisan dalam sel (Sapara, Theresia U et al., 2016).
Terpenoid mengakibatkan kerusakan membran oleh senyawa lipofilik serta bereaksi dengan porin (protein transmembran) pada membran luar dinding sel bakteri. Setelah membentuk ikatan polimer yang kuat dan merusak porin, terpenoid akan mengurangi permeabilitas dinding sel, sehingga sel bakteri
kekurangan nutrisi dan pertumbuhannya terhambat dan mati (Wulansari, Endang Dwi et al., 2020).
46 BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN 6.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan :
1. Berdasarkan uji skrining fitokimia dengan metode tabung didapatkan bahwa tumbuhan pacing tawar Costus speciosus (Koenig) J.E Smith memiliki senyawa metabolit sekunder saponin, tannin, flavonoid, alkaloid, fenol dan terpenoid
2. Pada uji formulasi yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa sediaan mouthwash ekstrak daun dan buah pacing tawar Costus speciosus (Koenig) J.E Smith tidak memenuhi syarat mutu fisik sediaan 3. Adapun uji efektivitas antibakteri menunjukkan bahwa mouthwash
ekstrak daun dan buah pacing tawar memiliki sifat antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus
6.2 Saran
Saran yang dapat penulis berikan berdasarkan penelitian ini adalah :
1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan viskositas yang di inginkan
2. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai zat aktif sediaan obat kumur dari tumbuhan pacing tawar Costus speciosus (Koenig) J.E Smith.
3. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sediaan obat kumur dari tumbuhan pacing tawar Costus speciosus (Koenig) J.E Smith. terhadap bakteri lain
47
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, Goeswin. 2009. Teknologi Bahan Alam (Serial Farmasi Industri-2) edisi revisi. Bandung : ITB.
Agromedia, Redaksi. 2008. Buku Pintar Tanaman Obat 431 Jenis Tanaman Penggempur Aneka Penyakit. Jakarta Selatan : PT Agromedia Pustaka Ahmad, Shafi, dkk. 2018. Formulation and Evaluation of Antibacterial Herbal
Mouthwash Against Oral Disorders. Indo Global Journal of Pharmaceutical Sciences, 2018; 8(2): 37.
Alfanika, ninit. 2016. Buku Ajar Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia.
Yogyakarta : Deepublish
Anastasia, Apriyanti, dkk. 2016. Formulasi Sediaan Mouthwash Pencegah Plak Gigi Ekstrak Biji Kakao (Theobroma Cacao L) Dan Uji Efektivitas Pada Bakteri Streptococcus mutans. GALENIKA Journal of Pharmacy Vol. 3 (1) : 85.
Badaring, Deny Romadhon, dkk. 2020. Uji Ekstrak Daun Maja (Aegle marmelos L.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Universitas Negeri Makassar, Indonesian Journal Of Fundamental Sciences (IJFS) 6 (01), 19-20.
DepKes RI. 2008. Farmakope Herbal Indonesia Edisi I. Jakarta.
DepKes RI. 2017. Farmakope Herbal Indonesia Edisi II. Jakarta.
Handayani, Fitri, Husnul Warnida, dan Siti Juhairiah Nur. 2016. Formulasi Dan Uji Aktivitas Antibakteri Streptococcus mutans Dari Sediaan Mouthwash Ekstrak Daun Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.). Media Sains, 9 (1), 1-2.
Hariana, Arief. 2013. 262 Tumbuhan Obat & Khasiatnya. Jakarta : Swadaya.
Hernawati, Sri. 2017. Metodologi Penelitian dalam Bidang Kesehatan, Kuantitatif
& Kualitatif. Jawa Timur : Forum Ilmiah Kesehatan (FORIKES).
Khayyat, Suzan & Manal Othman AL-Kattan. 2017. Phytochemical screening and antimicrobial activities of Costus speciosus and Sea Qust. Biomedical Research 2017; 28 (1): 391
48
Kono, Sari R, Paulina V. Y. Yamlean, dan Sri Sudewi. 2018. Formulasi Sediaan Obat Kumur Herba Patikan Kebo (Euphorbia hirta) Dan Uji Antibakteri Prophyromonas gingivalis. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, 7 (1), 38.
Lidia, dkk. 2020. Pengembangan Formulasi Sediaan Obat Kumur Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dengan Variasi Konsentrasi Natrium Lauril Sulfat dan Sorbitol. Jurnal Ilmiah Bakti Farmasi, 2020, V(1), 19- 24.
Mahdi, Nur dan Deni Setiawan. 2021. Formulasi Gel Hand Sanitizer dari Ekstrak Rimpang Kumala Tawar (Costus speciosus) sebagai Antiseptik. Journal of Current Pharmaceutical Sciences, 4 (2), 322-323.
Mitra, Prasenjit, Tanaya Ghosh & Prasanta Kumar Mitra. 2020. Anti Diabetic Plants of Sikkim & Darjeeling Himalayas (India). India : Book Rivers.
Ningrum, Wulan Agustin danUrmatul Waznah. 2018. Formulasi Mouthwash Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.). Cendekia Journal of Pharmacy STIKES Cendekia Utama Kudus, 2 (2), 160.
Nofita, Helfi, Eko Mugiyanto, dan Wulan Agustiningrum. 2018. Uji Antibakteri Formula Sediaan Mouthwash Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas Comosus L. MERR) Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus. Journal of Current Pharmaceutical Sciences, 2 (1), 98-99.
Santosaningsih, Dewi, dkk. 2020. Pedoman Pencegahan Dan Pengendalian Methicillin resistant Staphylococcus aureus (MRSA) di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Yogyakarta : Deepublish.
Sapara, Thresia U, dkk. 2016. Efektivitas Antibakteri Ekstrak Daun Pacar Air (Impatiens balsamina L.) Terhadap Pertumbuhan Porphyromonas gingivalis. PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, 5 (4), 15.
Soesilawati, Pratiwi. 2020. Imunogenetik Karies Gigi. Jawa Timur : Airlangga University Press.
Sudarmi, Kadek, dkk. 2017. Uji Fitokimia Dan Daya Hambat Ekstrak Daun Juwet (Syzygium cumini) Terhadap Pertumbuhan Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus ATCC. Jurnal Simbiosis V (2 ): 50
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta.
Suryani, Nani, dkk.2019. Obat Kumur Herbal Yang Mengandung Ekstrak Etil Asetat Kulit Batang Bintaro (Cerberra odollam gaertn) Sebagai Antibakteri Streptococcus mutans Penyebab Plak Gigi. Jurnal Farmaka, 17 (2), 49-55.
Wulansari, Endang Dwi, dkk. 2020. Kandungan Terpenoid Dalam Daun Ara (Ficus carica L.) Sebagai Agen Antibakteri Terhadap Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus. Pharmacon - Universitas Sam Ratulangi, 9 (2), 220.
Zuniawati, Dewi. 2019. Mengenal Lebih Dekat Karies Gigi. Tulungagung.
1
LAMPIRAN
50
Lampiran 1. Hasil Determinasi Tanaman Pacing Tawar Costus Speciosus (Koen.) J.E Smith
51
Lampiran 2. Perhitungan Rendemen
Perhitungan rendemen simplisia daun dan buah pacing tawar, adalah sebagai berikut :
% Rendemen daun = Bobot akhir simplisia yang didapat
Bobot awal simplisia x 100%
= 218 ππ
3.500 gr
x
100%= 6,22%
% Rendemen buah = Bobot akhir simplisia yang didapat
Bobot awal simplisia x 100%
= 92 ππ
1.800gr
x
100%= 5,11%
Perhitungan rendemen ekstrak talus paku gajah, adalah sebagai berikut :
% Rendemen daun = Bobot ekstrak kental yang didapat
Bobot simplisia yang diekstraksi x 100%
= 79,511 ππ
218gr
x
100%= 36,47%
% Rendemen buah = Bobot ekstrak kental yang didapat
Bobot simplisia yang diekstraksi x 100%
= 49,822 ππ
92gr
x
100%= 54,15%
Lampiran 3. Perhitungan Standarisasi Simplisia Perhitungan penetapan kadar sari larut air daun:
% Kadar sari larut air = Bobot krus+sariβBobot krus kosong bobot simplisia awal x 100
20 x 100%
= 26,483 gr β26,260 gr
5 gr x 5 x 100%
= 22,3%
Perhitungan penetapan kadar sari larut air buah:
% Kadar sari larut air = Bobot krus+sariβBobot krus kosong bobot simplisia awal x 100
20 x 100%
= 23,119 gr β22,764 gr
5 gr x 5 x 100%
= 35,5%
Diketahui :
- Bobot krus kosong = 26,260 gr - Bobot krus + sari = 26,483 gr - Bobot simplisia = 5 gr
Diketahui :
- Bobot krus kosong = 22,764 gr - Bobot krus + sari = 23,119 gr - Bobot simplisia = 5 gr
53
Perhitungan penetapan kadar sari larut etanol daun :
% Kadar sari larut etanol = Bobot krus+sariβBobot krus kosong bobot simplisia awal x 100
20 x 100%
= 26,113 gr β25,866 gr
5 gr x 5 x100%
= 24,7%
Perhitungan penetapan kadar sari larut etanol buah :
% Kadar sari larut etanol = Bobot krus+sariβBobot krus kosong bobot simplisia awal x 100
20 x 100%
= 24,453 gr β24,192 gr
5 gr x 5 x100%
= 26,1%
Diketahui :
- Bobot krus kosong = 25,866 gr - Bobot krus + sari = 26,113 gr - Bobot simplisia = 10gr
Diketahui :
- Bobot krus kosong = 24,192 gr - Bobot krus + sari = 24,453 gr - Bobot simplisia = 10gr
Perhitungan penetapan kadar air daun:
% Kadar air = Bobot cawan + sampel βBobot cawan + sampel konstan
bobot simplisia awal x 100%
= 34,564gr β33,432 gr
2 gr x 100%
= 0,56%
Perhitungan penetapan kadar air buah:
% Kadar air = Bobot cawan + sampel βBobot cawan + sampel konstan
bobot simplisia awal x 100%
= 34,033gr β33,278 gr
2 gr x 100%
= 0,37%
Diketahui :
- Bobot cawan + sampel = 34,564 gr
- Bobot cawan + sampel konstan = 33,432gr - Bobot simplisia = 2gr
Diketahui :
- Bobot cawan + sampel = 34,033 gr
- Bobot cawan + sampel konstan = 33,278gr - Bobot simplisia = 2gr
55
Lampiran 4. Perhitungan penimbangan bahan formulasi sediaan Penimbangan bahan :
Konsentrasi F1 ekstrak daun 1% = 1
100 x 100 = 1gr Konsentrasi F1 ekstrak buah 0,5% = 0,5
100 x 100 = 0,5gr Konsentrasi F2 ekstrak daun 2% = 2
100 x 100 = 2gr Konsentrasi F2 ekstrak buah 1% = 1
100 x 100 = 1gr Konsentrasi F3 ekstrak daun 3% = 3
100 x 100 = 3gr Konsentrasi F3 ekstrak buah 1,5% = 1,5
100 x 100 = 1,5gr Gliserin 5% = 5
100 x 100 = 5gr Peppermint oil 0,3% = 0,3
100 x 100 = 0,3gr Na sakarin 1% = 1
100 x 100 = 1gr Na benzoate 0,4% = 0,4
100 x 100 = 0,4gr Tween 80 3,75% = 3,75
100 x 100 = 3,75gr
Lampiran 5. Perhitungan Bobot Jenis Formulasi Sediaan Dik Ο air = 1gr/ml
Ο air F1 = 25,491β15,776 ππππ
Vair F1 = 9,715 : 10 (vol piknometer)
= 0,9715
Ο air F2 = 23,065β13,547 ππππ
Vair F2 = 9,518 : 10 (vol piknometer)
= 0,9518 Ο air F3 = 23,575β13,876
ππππ
Vair F3 = 9,699 : 10 (vol piknometer)
= 0,9699 BJ F1 =15,776-25,600
= 9,824 : 10 ml
= 0,9824 : 0,9715
= 1,0112 BJ F2 =13,547-23,201
= 9,654 : 10 ml
= 0,9654 : 0,9518
= 1,0142 BJ F3 =13,876-23,752
57
= 9,876 : 10 ml
= 0,9876 : 0,9699
= 1,0182
Lampiran 6. Perhitungan Viskositas Formulasi Sediaan Dik : viskositas air 0,899
Pengujian viskositas H-0 F1 n = 0,899 6,43 . 1,011
4,78 .0,971
= 0,899 6,500
4,641
= 0,899 . 1,400
= 1,258 π/π2 F2 n = 0,899 6,38 . 1,014
4,78 .0,971
= 0,899 6,469
4,641
= 0,899 . 1,393
= 1,252 π/π2 F3 n = 0,899 6,70 . 1,018
4,78 .0,971
= 0,899 6,820
4,641
= 0,899 . 1,467
= 1,318 π/π2
Pengujian viskositas H-7 F1 n = 0,899 6,25 . 1,011
4,63.0,971
= 0,899 6,318
4,495
59
= 0,899 . 1,405
= 1,263 π/π2 F2 n = 0,899 6,34 . 1,014
4,63.0,971
= 0,899 6,428
4,495
= 0,899 . 1,430
= 1,285 π/π2 F3 n = 0,899 6,35 . 1,018
4,63.0,971
= 0,899 6,464
4,495
= 0,899 . 1,438
= 1,292 π/π2 Pengujian viskositas H-14 F1 n = 0,899 6,15 . 1,011
4,60.0,971
= 0,899 6,217
4,446
= 0,899 . 1,392
= 1,251 π/π2 F2 n = 0,899 6,19 . 1,014
4,60.0,971
= 0,899 6,276
4,446
= 0,899 . 1,405
= 1,263 π/π2
F3 n = 0,899 6,19 . 1,018 4,60.0,971
= 0,899 6,301
4,446
= 0,899 . 1,410
= 1,267 π/π2
61
Lampiran 7. Grafik Uji pH
Lampiran 8. Grafik Uji Viskositas
Lampiran 9. Tabel Uji Normalitas
Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
F1 .265 3 . .953 3 .583
F2 .316 3 . .890 3 .353
F3 .270 3 . .949 3 .564
Kp .276 3 . .942 3 .537
a. Lilliefors Significance Correction 0
0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4
H-0 H-7 H14
VISKOSITAS
HARI PENGAMATAN
Viskositas Sediaan Mouthwash Pacing Tawar
F1 F2 F3 AIR 5.3
5.5 5.7 5.9
H-0 H-7 H-14
Uji pH
Hari pengamatan
Nilai pH Sediaan Mouthwash Pacing Tawar
F1 F2 F3
Lampiran 10. Tabel Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variances
Levene Statistic df1 df2 Sig.
DDH Based on Mean 2.317 3 8 .152
Based on Median .553 3 8 .660
Based on Median and with adjusted df
.553 3 5.062 .668
Based on trimmed mean 2.119 3 8 .176
Lampiran 11. Tabel Uji One Way Anova
Multiple Comparisons
Dependent Variable: DDH Tukey HSD
(I)
kelompokperlakuan (J)
kelompokperlakuan
Mean Difference (I-
J)
Std.
Error Sig.
95% Confidence Interval Lower Bound
Upper Bound kontrol positif formula 1 22.63333* 2.82568 .000 13.5845 31.6821
Formula 2 13.46667* 2.82568 .006 4.4179 22.5155 Formula 3 3.70000 2.82568 .583 -5.3488 12.7488 formula 1 kontrol positif -22.63333* 2.82568 .000 -31.6821 -13.5845 Formula 2 -9.16667* 2.82568 .047 -18.2155 -.1179 Formula 3 -18.93333* 2.82568 .001 -27.9821 -9.8845 Formula 2 kontrol positif -13.46667* 2.82568 .006 -22.5155 -4.4179 formula 1 9.16667* 2.82568 .047 .1179 18.2155 Formula 3 -9.76667* 2.82568 .035 -18.8155 -.7179 Formula 3 kontrol positif -3.70000 2.82568 .583 -12.7488 5.3488 formula 1 18.93333* 2.82568 .001 9.8845 27.9821 Formula 2 9.76667* 2.82568 .035 .7179 18.8155
*. The mean difference is significant at the 0.05 level.
63
Lampiran 12. Gambar Proses Pembuatan Simplisia
Pengumpulan bahan
- Sortasi basah simplisia
- Pencucian simplisia
Perajangan simplisia
- Pengeringan simplisia
- Sortasi kering simplisia
Pembuatan serbuk simplisia
Pengayakan serbuk simplisia
65
Serbuk simplisia
Lampiran 13. Gambar Proses Ekstraksi
1. Perendaman serbuk daun dan buah pacing tawar dengan pelarut etanol 96%
2. Penyaringan ekstrak -
3. Pemekatan dengan waterbath pada suhu 70ΛC
67
Lampiran 14. Gambar Standarisasi Simplisia dan Uji Sediaan Mouthwash 1. Penetapan kadar sari larut air dan etanol
Maserasi sampel daun dan buah pacing tawar (18 jam)
Hasil pengukuran pH buah dan daun pacing tawar
2. Pembuatan formulasi mouthwash dengan 3 replikasi
Formulasi mouthwash pengujian H-0 Uji skrining fitokimia
69
3. Penetapan bobot jenis
Penentuan bobot jenis formulasi mouthwash
Formulasi mouthwash pengujian H-7
Formulasi mouthwash pengujian H-14
4. Pengujian pH sediaan mouthwash
5. Pengujian organolepstis dan pH Cycling test
71
6. Pengujian efektivitas antibakteri
Lampiran 15. Surat Pengantar Determinasi
73
Lampiran 15. Surat Undangan Penguji Sidang Proposal