BAB III. METODELOGI PENELITIAN
C. Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penulisan adalah sumber data atau sumber tempat memperoleh keterangan penulisan56.
a) Subjek penelitian
Subjek penelitian yang dimaksud adalah para informan atau sumber data, yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan- pertanyaan penelitian57.sebagain informasi yang dibutuhkan oleh penulis dalam proses penelitian skripsi, beberapa orang dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
b) Objek Penelitian
Adapun yang menjadi objek penelitian ini adalah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan yang berjumlah kurang lebih 10 orang dan yang dimaksud pimpinan disini adalah pimpinan wilayah dan pengurus majelis pimpinan wilayah Muhammadiyah sulawesi selatan.
Nama –nama RESPONDEN
No Nama Pekerjaan Jabatan di PWM
1 Ir. H. M. Soleh Molla, M.M. Dosen unismuh
Wakil ketua LDK (Lembaga
Dakwah Khusus) 2 Drs. Abdullah Renre, M. Ag. Dosen unismuh
Ketua MTT (Majelis Tarjih dan Tajdid)
56 Sustrisno hadi, Metode Research, (Yogyakarta: UGM Press, 1985), hal. 193.
57 Masri Sangribun dan Sofya Efendi, Metode penelitian Survei, (Jakarta:
rajawali Press) hal. 52.
32
3 H. Andi Iskandar Tompo Dosen unismuh
Wakil ketua MPK (Majelis
Pendidikan Kader)
4 H. Ahmad Tawalla
Mudir pondok pesantren darul arqam
Muhammadiyah Sulawesi
selatan
Wakil ketua MT serta LPCR (Majelis Tablig, serta Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting).
5 Drs. Syamsuriadi P.
Salenda, M. A. Dosen unismuh
Wakil sekertaris dan ketua MPK (Majelis
Pendidikan Kader)
6 Drs. H. Muh. Alwi Uddin, M.
Ag. Dosen unismuh
Wakil ketua MWK serta LDK
(Majelis Wakaf dan
Kehartabendaan, serta Lembaga Dakwah Khusus), 7 Dr. H. Abbas Baco Miro,Lc.
M.A. Dosen unismuh Sekertaris majelis
tarjih
8 Amir MR, S. Pd., M. Pd
Kepala sekolah SMA
Muhammadiyah 1 UNISMUH Makassar
Wakil ketua MPK (majelis
pendidikn kader)
9 KH.Jalaluddin Sanusi - Ketua majelis
tarjih dan tajdid
33 D. Tehnik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini tehnik yang digunakan adalah:
a) Observasi
Metode observasi adalah sebuah pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati langsung terhadap objek yang diteliti.
Dalam hal ini penulis mengadakan pengamatan serta pengumpulan data- data yang diharapkan dapat diperoleh data yang relevan dengan penelitian, mengenai kondisi objektif daerah atau tempat penelitian.
b) Wawancara (Interview)
Teknik wawancara yang penyusun gunakan dalam penelitian ini adalah Struktur Interview (wawancara terstruktur), dimana pertanyaan- pertanyaan yang diajukan sudah dipersiapkan secara lengkap melalui interviewGuide (pedoman wawancara).
E. Analisa Data
Setelah data terkumpul, data dipelajari dan diperiksa secara kualitatif dengan pembahasan seputar Pandangan pimpinan wilayah Muhammadiyah tentang pengunaan cadar di Amal Usaha Muhammadiyah, melalui penelitian ini, adapun cara berfikir yang digunakan adalah induktif, yaitu berangkat dari kasus khusus, kemudian ditarik suatu kesimpulan bersyarat umum sesuai dengan norma hukum Islam
34 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian A. Sejarah singkat berdirinya
Proses masuk dan berkembangnya Muhammadiyah di Sulawesi selatan, tidak bisa dilepaskan dari peranan daerah Makassar sebagai cikal bakal lahirnya Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Sebagaimana ditegaskan oleh Wahab Radjab bahwa sekitar tahun 1922, seorang pedagang batik keturunan Arab berasal dari Sumenep (Madura) bernama Mansyur Yamani, datang dan membuka usaha dagangnya di jalan passarstraat (jalan Nusantara sekarang). Mansyur Yamani adalah anggota Persyarikatan Muhammadiyah Cabang Surabaya, yang waktu itu di pimpin oleh KH. Mas Mansyur. Sebagai seorang aktivis Muhammadiyah dan juga sebagai pedagang batik tentunya Mansyur Yamani dalam proses interaksi dengan masyarakat Makassar memiliki niatan yang selain berdagang juga untuk menyebarkan ajaran Muhammadiyah. Selain itu merasa terpanggil untuk menyampaikan dakwah Islam dimana saja dia berada, terpanggil untuk mengada-kan pembaharuan Islam terhadap masyarakat Makassar yang dianggapnya belum murni keislamannya.
Pada saat itu, di Makassar telah terdapat suatu perkumpulan yang yang bernama al-Shirātal Mustaqīm yang anggotanya kebanyakan terdiri dari pedagang. Oleh karena itu, untuk memudahkan mendakwakan ajaran
35
Muhammadiyah serta mencari relasi dalam dagangnya, Mansyur Yamani bergaul dengan baik dan menjalin hubungan dengan pemuka-pemuka al- Shirātal Mustaqīm. Dalam perkembangan selanjutnya, maka terbentuklah ranting pertama Muhammadiyah di Makassar.
Abd.Rahman Getteng dalam disertasinya mengatakan bahwa tersususnya struktur Muhammadiyah di Makassar, diprakarsai oleh Mansur Yamani, walaupun dirinya tak siap untuk menjadi ketua dalam struktur kepengurusan karena selain seorang pendatang yang belum mengetahui kondisi Makassar, juga tetap ingin konsentrasi pada usaha batiknya. Ini juga didasarkan pada kenyataan bahwa sejak awal berdirinya Muhammadiyah di Makassar Sulawesi Selatan, para pengurus senangtiasa memeperoleh tantangan dari kaum adat terutama dari raja – raja karena Muhammadiyah dituduh hendak mengubah ajaran agama islam, serta adat istiadat orang Bugis-Makassar yang sudah berakar.
Namun mereka berusaha membeserkan Muhammadiyah dengan resiko apapun yang dihadapinya
Akhirnya, Muhammadiyah mamapu menebus daerah-daerah pedalaman Sulawesi Selatan,melalaui pendirian cabang-cabang dan grup Muhammadiyah. Dengan meluasnya Muhammadiyah keberbagai daerah,didirikanlah masjid/musallah, serta sekolah-sekolah dan madrasah diniyah sesui konsep pendididkan Muhammadiyah. Adanya sekolah- sekolah tersebut, kelihatannya mendapat perhatian masyarakat melebihi sekolah-sekolah yang didiriakn oleh pemerintah Belanda pada saat itu,
36
sebab selain diajarkan pendididkan Islam, juga diajarkan pendididkan umum sebagaimana sekolah-sekolah Belanda.
Muhammad Yunus menyatakan dengan telah berdirinya Muhammadiyah di Sulawesi Selatan, perkembangan pendididkan Islam yang dikelola oleh Muhammadiyah sampai ke daerah-daerah lain, sampai di minahasa Sulawesi Utara. Dengan demikian dapat dipahami bahwa dididrikannya dan berkembangnya Muhammadiyah di Wilyah Sulawesi pada khususnya dan di Indonesia bagian timur pada umumnya, bermula dari Makassar, Sulawesi Selatan.
Selanjutnya, berdasarkan keputusan dari Hofd Bestuur (Pimpinana Pusat Muhammadiyah Nomor 51/1926 tanggal 15 Juli 1926) Muhammadiyah Makassar yang ada pada awalnya berstatus sebagai Group Muhammadiyah Makassar, ditingkatkan menjadi Muhammadiyah Cabang Makassar, dan K.H.Abdullah sebagai ketuanya. Dalam kepemimpinan K.H.Abdullah sebagai ketua Muhammadiyah Cabang Makassar semakin nyata gerakannya, infrastruktur organisasi Muhammaduyah dilengkapi, tablig-tablig dengan gerakan dakwah semakin diperluas, demikian pula penempaan kader-kader mmelalui kelompok-kelompok pengajian semakin digiatkan, peserta pengajian Muhammadiyah semakin bertambah baik yang dari Makassar sendiri maupun yang berasal dari daerah-daerah lain di Sulawesi Selatan.
Selain itu, ketentuan organisasi yang memeberikan kesempatan kepada anggota Muhammadiyah yang telah cukup berjumalah 15 (lima
37
belas) orang untuk membuat group Muhammadiyah di daerah masing- masing, semakin menambah jumlah kelompok-kelompok Muhammadiyah baik dalam daerah Makassar maupun diluar daerah tersebut, maka pada awal tahun 1927, Muhammadiyah mulai didirikan di luar kota Makassar.
Berturut-turut daerah yang menerima Muhammadiyah, adalah Pangkajene-Maros, Sengkang ,Bantaeng, Labbakkang, Belawa, Majene, Balangnipa MAndar, kemudian pada tahun berikutnya, 1928 Muhammadiya memesuki daerah-daerah seperti Rappang, Pinrang, Palopo, Kajang, Maros, Soppengriaja, Takkalasi, Lampoko, Ele(Tanete), Takkalala dan Balangnipa Sinjai.
Menjelang muktamar yang ke-21, yang penyelenggaraannya diadakan di Makassar, yakni pada tanggal 1-2 Mei 1932 H, bertepatan dengan 26-27 Dzulhijjah 1350 H, praktis seluruh daerah di Sulawesi Selatan, telah didirikan persyarikatan Muhammadiyah, selanjutnya kota Makassar kembali mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah ke-38 yang diselenggarakan pada tanggal 21-26 September 1971 M, bertepatan dengan 1-6 sya’ban 1391 H, maka Muhammadiyah di Sulawesi Selatan semakin berkembang dan secara bertahap memebentuk cabang-cabang di berbagai daerah yang diprakarsai oleh Pimpinan Wilayh Muhammadiyah Sulawesi Selatan.58
58http://www.khittah.co/lintasan-sejarah-muhammadiyah-sulawesi-selatan/2775/
38
Dari segi priodesasinya, mereka yang pernah menjabat sebagai ketua pada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan dapat dilihat dalam table berikut :
No Nama Ketua PWM Periode
1 KH.Abdullah 1926-1938
2 H. Andi Sewang Dg. Muntu 1938-1957
3 H. Qurais Djaelani 1957-1966
4 H. Abd. Wahab Radjab 1966-1968
5 K. H. M. Akib 1968-1971
6 K. H. Abd. Jabbar Ashiri 1971-1974 7 K. H. Ahmad Makkarausu 1974-1977 8 Drs. M. Saleh Hamdani 1977-1981 9 K. H. M. Sanusi Maggu 1981-1985
10 K. H. Jamaluddin Amin
1985-1990 1990-1995 1995-2000 11 Drs. K.H. Nasruddin Razak 2000-2005 12 Drs. K.H. Baharuddin Pagim 2005-2010 13 Dr. H. Muh. Alwi Uddin M.Ag. 2010-2015 14 Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag. 2015-2020
39
Berdasarkan table di atas, hingga saat ini, ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, sebanyak 14 orang dan KH.Jamaluddin Amin,tercatat sebagai ketua yang pernah menjabat tiga priode, atau selama 15 tahun, dan KH.Abdullah sebagai ketua pertama selam 12 tahun.
Pada masa kepemimpinan Dr.H.Muh.Alwi Uddin M.Ag, Sulawesi Selatan Kembali diamahkan sebagai tuan rumah Muktamar Muhammadiyah untuk ketiga kalinya. Muktamar ke-47 tersebut digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Makassar,pada tanggal 3-7 Agustus 2015 bertepatan dengan tanggal 16-22 syawal 1436 H dan kini Muhammadiyah Sulawesi Selatan diketuai oleh Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag. Beliua dipilih sebagai ketua Pimpinan Wilayh Muhammadiyah Sulawesi Selatan priode 2015-2020, dalam Musyawarah Wilayah yang digelar di Palopo, pada tanggal 24-27 Desember 2015 bertepatan dengan tanggal 13-16 Rabiul Awal 1437H.59
59http://www.khittah.co/lintasan-sejarah-muhammadiyah-sulawesi-selatan/2775/
40
B. Profil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Nama Organisasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah
Sulawesi Selatan
Berdiri 15 Ramadhan 1346 H / 30 Maret 1926 M Ketua Pertama H. Yusuf Dg. Mattiro
Ketua Sekarang Prof. Dr. H. Ambo Asse, M.Ag.
Lokasi Awal Berdiri Kampung Batong (Sekarang Butung sekitar Pelabuhan Soekarno Hatta)
Alamat Kantor
Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Jl. Perintis Kemerdekaan Km. 10 No. 38 Makassar 90245
Telepon/Faximile : +62411586018
Email : [email protected] Jaringan Muhammadiyah
1. Pimpinan Daerah 23 PDM 2. Pimpinan Cabang 205 PCM 3. Pimpinan Ranting 717 PRM
Majelis – majelis
Majelis Pemberdayaan Masyarakat Majelis Pustaka dan Informasi
Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Majelis Tabligh
Majelis Tarjih dan Tajdid
Majelis Pembina Kesehatan Umum Majelis Pendidikan Kader
Majelis Lingkungan Hidup
Majelis Hukum dan Hak Azasi Manusia
41
Majelis Pelayanan Sosial
Majelis Wakaf dan Kehartabendaan Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan
Lembaga- lembaga
Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting
Lembaga Penelitian dan Pengembangan Lembaga Pembina dan Pengawas
Keuangan
Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Lembaga Zakat, Infaq dan Shadaqah Lembaga Penanggulangan Bencana Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik
Organisasi Otonom
‘Aisyiyah
Pemuda Muhammadiyah Nasyiyatul Aisyiyah
Tapak Suci Putera Muhammadiyah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan60
60http://sulsel.muhammadiyah.or.id/content-58-sdet-profil-pimpinan-wilayah- muhammadiyah-sulawesi-selatan.html
42 B. Visi misi dan struktur organisasi
A. Visi misi
Visi :
“Menegakkan dan menjunjung tinggi Agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.”
Misi :
1. Untuk mencapai maksud dan tujuan, Muhammadiyah melaksanakan Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid yang diwujudkan dalam usaha di segala bidang kehidupan.
2. Usaha Muhammadiyah diwujudkan dalam bentuk Amal Usaha, program, dan kegiatan, yang macam dan penyelenggaraannya diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
3. Penentu kebijakan dan penanggung jawab Amal Usaha, program, dan kegiatan adalah Pimpinan Muhammadiyah.61
B. Struktur organisasi
Struktur Organisasi Pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulawesi selatan
Ketua : Prof. Dr. H. Ambo Asse,M.Ag.
WakilKetua : Ir. H. Muh. Syaiful Saleh,M.Si.
WakilKetua : H. Andi IskandarTompo
WakilKetua : Drs. H. Mawardi Pewangi,M.Pd.I.
61http://sulsel.muhammadiyah.or.id/content-4-sdet-anggaran-dasar.html
43
WakilKetua : Dr. H. Irwan Akib,M.Pd.
Wakil Ketua : Dr. H. Muh. Alwi Uddin,M.Ag.
WakilKetua : Dr. H. Furqaan Naiem, M.Sc.,Ph.D.
WakilKetua : Prof. Dr. H. Ali Parman,M.A.
Wakil Ketua : H. AhmadTawalla
Sekretaris : Dr. K. H. Mustari Bosra,M.A.
Wakil Sekretaris : Dr. Abdullah Renre, M.Ag.
Bendahara :Prof. Dr. H. Gagaring Pagalung,SE., M.S.Akt.,CA.
Wakil Bendahara : Yunan Yunus Kadir, ST.62
C. Program kerja Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
1. Bidang Tarjih dan Tajdid
a. Melaksanakan workshop panduan praktis dalam memahami dan mengamalkan aspek-aspek ajaran agama Islam secara baik dan benar sesuai tuntunan al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw;
b. Melakukan pembinaan dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas smberdaya insani melalui Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah;
62Surat keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan Nomor 01/KEP/II.0/B/2016
44
c. Mengoptimalkan peran kelembagaan majelis tarjih dan tajdid dalam melakukan kajian, diskusi, semainar, dan pembahasan terhadap masalah-masalah khilafiyah atau problematika masyarakat atau umat yang muncul atau berkembang;
d. Melaksanakan pelatihan keterampilan perhitungan arah kiblat, waktu shalat, dan awal bulan qamariyah;
e. Melakukan sosialisasi hasil-hasil Keputusan Majelis Tarjih Muhammadiyah, melalui kunjungan ke PDM dan AUM;
f. Mengaktifkan pengajian tarjih di masjid-masjid Muhammadiyah di setiap Cabang dan/atau Rating bekerjasama dengan majelis tablig;
g. Bekerja sama dengan PTM dalam kegiatan Majelis Tarjih dan Tajdid;
2. Bidang Tabligh
a. Menyusun dan menerbitkan pedoman pembinaan muballigh Muhammadiyah;
b. Mengaktifkan korps muballigh Muhammadiyah dalam melayani pengajian di masjid-masjid dan majelis taklim;
c. Membuat sillabi ceramah dan khutbah untuk setiap tahun untuk pegangan para muballigh;
d. Melakukan pembinaan dan pelatihan dasar muballigh/at muda;
e. Membina dan meningkatkan kuantitas dan kualitas Muballigh/muballighat melalui upgrading, pelatihan, dan kulliyatul Muballighin, wilayah dan daerah;
45
f. Menyusun dan menerbitkan kode etik Muballigh/at Muhammadiyah;
g. Melaksanakan Pengajian setiap menghadapi bulan suci Ramadhan dan silaturrahim selesai lebaran Idulfitri dan idul ad’ha;
h. Melakukan kajian, diskusi, atau seminar dalam membahasan hal- hal yang berkembang di masyarakat Bekerja sama dengan majelis tarjih dan tajdid.
i. Mengarahkan terlaksananya dakwah komunitas di seluruh daerah dan cabang.
3. Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah
a. Melakukan pembinaan manajemen pengelolaan sekolah madrasah kepada Kepala Sekolah, Madrasah, dan Pondok pesantren;
b. Melakukan pembinaan kualitas guru-guru bidang studi melalui pelatihan, workshop, seminar, dan diskusi;
c. Melaksanakan baitul arqam Pimpinan, guru, dan karyawan sekolah, madrasah, dan pondok pesantren.
d. Melakukan bimbingan penyusunan program sekolah dan madrasah sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat;
e. Membuat pedoman standar kualtias sekolah dan madrasah unggulan di setiap daerah untuk setiap jenis, dan jenjang pendidikan;
46
f. Melakukan pengawasan terhadap penyelenggaraan ujian nasional di sekolah, madrasah, dan pondok pesantren;
g. Melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan pembelajaran, melalui pengangkatan pengawas sekolah.
h. MelakukanUpaya khusus pengembangan pesantren Muhammadiyah
i. Memberikan beasiswa kepada siswa yang berprestasi
j. Memfasilitasi alumni SMA Muhammadiyah dan sederajat untuk melanjutkan pendidikannya ke PT Muhammadiyah
4. Bidang Pendidikan Kader
a. Menyusun dan menerbitkan pedoman pengkaderan Muhammadiyah yang akan dilakukan di tingkat Daerah, Cabang, dan Ranting, serta di Masjid-masjid Muhammadiyah.
b. Menyusun dan menerbitkan pedoman pembinaan kader Muhammadiyah;
c. Membuat dan merumuskan kode etik pengkaderan pada setiap organisasi ortonom Muhammadiyah;
d. Melaksanakan pengkaderan dalam bentuk Baitul Arqam pada Pimpinan dan Majelis-majelis tingkat Daerah sebagai upaya meningkatkan kualitas kader Muhammadiyah;
e. Melaksanakan pengkaderan dalam bentuk Baitul Arqam pada Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah sebagai upaya meningkatkan kualitas kader Muhammadiyah;
47
f. Melakukan pembinaan dan pengkaderan instruktur baitul arqam;
5. Bidang Kesehatan
a. Mengupayakan pembangunan Rumah Sakit pusat rujukan Muhammadiyah Sul-sel
b. Mengembangkan Klinik dan Balkesmas Muhammadiyahdi Sulsel c. Mengintensipkan pembinaan dan pengawasan terhadap
penerapan nilai-nilai Islam dan dakwah Muhammadiyah pada AUMKes.
d. Membentuk sentral purchasing alkes dan obat-obatan serta jejaring pemasarannya.
e. Membuat ketentuan pengadaan alkes dan obat- obatan pada setiap AUMKes melalui sentral purchasing MPKU PWM Sulawesi Selatan
f. Membentuk dan mengembangkan jejaring pelayanan kesehatan Muhammadiyah
g. Melakukan kerjasama antara Majelis Kesehatan, AUMKes, PTMKes dan lembaga lain terkait dalam penguatan pelayanan kesehatan Muhammadiyah
h. Membangun dan membina sarana pelayanan kesehatan dasar seperti klinik pratama, klinik khusus, laboratorium ataupun apotek/toko obat.
i. Menyelenggarakan dan mengembangkan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif berbasis komunitas.
48
j. Peningkatkan keikutsertaan dalam program kesehatan, seperti program pengendalian kematian dan kesakitan ibu dan anak, pemberantasan TB, dan pencegahan, penyakit malaria dan penanganan HIV/AIDS,
k. Mengembangkan kapasitas pelayanan profesional dan pelayanan Islami pada tenaga kesehatan dan AUMKes.
l. Mendorong kepesertaan BPJS warga Muhammadiyah pada sarana kesehatan Muhammadiyah
m. Mengembangkan kerjasama dalam pelayanan dan penelitian kesehatan
n. Meningkatkan Pembinaan standar dan penjaminan mutu pelayanan kesehatan pada setiap AUMKes
o. Menyusun data ketenagaan dan menginventarisasi sarana dan prasarana AUMKes
p. Meningkatkan pembinaan rumah sakit dalam rangka peningkatan status akreditasi
6. Bidang Pelayanan Sosial.
a. Melakukan pendataan panti asuhan Muhammadiyah, dengan memberdayakan PDM/PCM
b. Melakukan pendataan terhadap anak panti asuhan Muhammadiyah
c. Melakukan pembinaan pengasuh panti asuhan Muhammadiyah d. Melakukan pembinaan ketrampilan khusus bagi anak panti
49
e. Mendirikan panti asuhan yang berfungsi pesantren 7. Bidang Ekonomi
a. Melakukan pembinaan kewirausahaan bagi angkatan muda Muhammadiyah,
b. Menyediakan permodalan bagi angkatan muda yang mau berusaha,
c. Mendirikan koperasi syariah
d. Membangun pusat-pusat perbelanjaan,
e. Menghimpun dana dari orang kaya Muhammadiyah dalambentuk saham untuk membangun supermarket Muhammadiyah
f. Memfasilitasi dan membangun networking untuk jaringan usaha dan permodalan
g. Mendirikan dan mengembangkan lembaga ekonomi di tingkat wilayah
h. Melakukan penggalangan dana untuk pengembangan usaha ekonomi persyarikatan
8. Bidang Wakaf dan Kehartabendaan
a. Membuat data base tanah-tanah Muhammadiyah,
b. Mendata bangunan sekolah dan gedung Muhammadiyah
c. Melakukan pensertifikatan tanah-tanah Muhammadiyah yang belum bersertifikat
d. Melakukan pendataan kekayaan Muhammadiyah.
e. memanfaatkan tanah wakaf untuk usaha produktif
50
f. Melakukan manajemen aset yang meliputi tanah dan bangunan 9. Bidang Pemberdayaan Masyarakat
a. Melaksanakan latihan pemberdayaan masyarakat tani dan nelayan b. Mendorong masyarakat untuk melakukan usaha mandiri yang
menghasilkan dalam rangka kesejahteraan masyarakat,
c. Memberi bimbingan dan pendampingan dalam melakukan usaha d. Memberi modal usaha untuk mendorong produktifitas.
e. Membentuk kelompok tani dan nelayan terpadu f. Membentuk kelompok usaha produktif
g. Melakukan kerjasama dengan Instansi terkait dan PTM Muhammadiyah
h. Mengembangkan kerjasama dengan pihak perbankan 10. Bidang Hukum dan HAM
a. Melakukan kajian terhadap konsep hukum, undang-undang, peraturan pemerintah, dan peraturan daerah,
b. Melakukan pembelaan dan perlindungan hukum terhadap asset Muhammadiyah
c. Melakukan pembinaan hukum terhadap masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran hukum mereka dalam berbangsa dan bernegara.
d. Melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah dalam rangka Pembinaan Pemuda, Keagamaan, Bela Negara dan Penanggulangan Narkoba.
51 11. Bidang Lingkungan Hidup a. Membuat kebun percontohan
b. Menata lingkungan hidup Amal Usaha Muhammadiyah
c. Melakukan penyuluhan tentang lingkungan yang bersih dan sehat.
d. Melakukan workshop, seminar tentang lingkungan hidup yang sehat
12. Bidang Pustaka dan Informasi a. Mendirikan perpustakaan di setiap PDM
b. Membina perpustakaan sekolah, masjid, dan kampus.
c. Mendirikan Radio syiar
d. Menyiapkan kru TV Muhammadiyah dan memeperluas jaringan TV Muhammadiyah di Amal Usaha Muhammadiyah
e. Melanjutkan dan mengintensifkan penerbitan majalah Khittah.
13. Bidang Pengembangan Cabang dan Ranting a. Mendirikan ranting dan cabang baru di daerah-daerah b. Melakukan pembinaan terhadap cabang dan ranting c. Memelihara cabang dan ranting yang ada
d. Melakukan Pengajian dan Gerakan Tadabbur Alam di Cabang dan Ranting
52
14. Bidang Pembinaan dan Pengawasan Keuangan
a. Melakukan pengawasan dan pemeriksaan keuangan Amal Usaha Muhammadiyah
b. Melakukan pembinaan pembukuan bagi bendahara Muhammadiyah di semua tingkat secara periodik
c. Melakukan pembinaan pengelolaan keuangan bagi bendahara Amal Usaha Muhammadiyah
15. Bidang Penanggulangan Bencana
a. Menyediakan tenaga Sukarela Penanggulangan Bencana b. Melakukan latihan penanggulangan bencana
c. Menyediakan bantuan logistic terhadap orang yang ditimpa bencana
d. Mengumpulkan Sembilan bahan pokok untuk bantuan bencana 16. Bidang Zakat, Infak dan Sedekah
a. Melakukan pengelolaan zis b. Melakukan pendataan muzakki c. Melakukan pendataan mustahiq
d. Mengusahakan agar Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan dan Lazismu Daerah segera mendapatkan izin sesuai Kemenag sesuai UU No. 23 tahun 2012
53
17. Bidang Hikmah dan Kebijakan Publik
a. Mendata kader Muhammadiyah yang berkiprah di partai politik b. Mendata kader Muhammadiyah yang terpilih dalam legislative dan
eksekutif
c. Melakukan koordinasi dan pembinaan terhadap mereka yang berkiprah dalam perpolitikan dan birokrasi pemerintahan agar mereka tetap berada pada Khittah Muhammadiyah
d. Melakukan pembinaan generasi muda agar menjadi kader bangsa.
18. Bidang Seni Budaya dan Olahraga
a. Melakukan pembinaan seni Islami, budaya yang baik, dan olah raga kesehatan,
b. Menumbuhkan budaya yang baik dalam kehidupan masyarakat dan Berusaha menghindari budaya syirik63
D. Amal Usaha pimpinan wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan 4. Bidang pendidikan
1. Belum terdata degan Baik 2. Bidang Kesehatan
1. Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) : 2 buah
1. Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Khadijah I Cab. Makassar Jl. R.
A. Kartini Kota Makassar
2. Rumah Sakit Ibu dan Anak St. Khadijah Aisyiyah Pinrang Jl.
W. R. Supratman Pinrang
63http://sulsel.muhammadiyah.or.id/content-8-sdet-program-kerja.html
54
2. Rumah Sakit Bersalin (RSB) : 3 buah
1. Rumah Sakit Bersalin St. Khadijah II Cab. Ujung Tanah Jl.
Cakalang Kota Makassar
2. Rumah Sakit Bersalin St. Khadijah III Cab. Mamajang Jl.
Veteran Kota Makassar
3. Rumah Sakit Bersalin St. Khadijah IV Cab. Makassar Jl.
Toddopuli Raya Makassar
4. Rumah Sakit Bersalin St. Khadijah V Cab. Tallo Jl. Arief Rahman Hakim Makassar
3. Rumah Bersalin (RB) : 5 buah
1. Rumah Bersalin Muhammadiyah Enrekang, Enrekang 2. Selebihny belum terdata
4. Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA) : 8 buah
1. BKIA Khadijah Parepare Jl. Pettana Rajeng Parepare
2. BKIA Aisyiyah Sengkang Kab. Wajo JL.Tempe Sengkang Kab. Wajo
3. BKIA Muhammadiyah Palopo Jl. Rambutan Kota Palopo 4. BKIA Hadijah Aisyiyah Bulukumba Jl. Hatta Bulukumba 5. Selebihnya belum terdata
5. Poliklinik : 4 buah
1. Poliklinik Akademi Kesehatan Muhammadiyah Makassar Jl.
Ratulangi No. 101 Makassar 2. Selebihnya belum terdata
55 6. Balkesmas : 9 buah
1. Balkesmas Muhammadiyah Camba Kab. Maros Jl. Poros Maros Bone, Camba Kab. Maros
2. Balkesmas AKBID Muhammadiyah Makassar Jl. A. P.
Pettarani III Makassar
3. Balkesmas Unismuh Makassar Jl. Sultan Alauddin no. 259 Makassar
4. Balkesmas Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulsel Jl. P.
Kemerdekaan Km. 10 No. 38 Makassar
5. Balkesmas Muhammadiyah Bulukumba Jl. Dato Tiro No. 215 Ela Ela Kab. Bulukumba
6. Balkesmas Muhammadiyah Jeneponto Jl. Lanto Dg.
Pasewang no. 355 Jeneponto
7. Balkesmas Tarbiyah Muhammadiyah Wajo Jl. A. Parenrengi Sengkang
8. Balai Pengobatan Asy Syifaa Limbung Kab. Gowa Jl. Poros Makassar - Takalar Limbung Gowa
9. Balkesmas Muhammadiyah Soppeng Jl. Bila Selatan No. 15 Watansoppeng
7. Apotik : 3 buah
1. Apotik Pusat Dakwah Muhammadiyah Makassar Jl. P.
Kemerdekaan Km. 10 No. 38 Makassar