BAB I BAB I PENDAHULUAN
C. Subyek Penelitian
Menentukan subyek penelitian data pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive, yaitu dalam proses pengambilan data dilakukan dengan berbagai pertimbangan dan tujuan tertentu, seperti orang yang dianggap paling tahu tentang apa yang peneliti harapkan.38
Dalam penelitian ini subyek penelitian atau informasi yang dilihat adalah sebagai berikut :
1. Kepala Madrasah Aliyah negeri 2 banyuwangi bapak Saerodji, M.Pd selaku Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 banyuwangi, untuk menggali informasi yang terkait dengan data sekolah.
2. Pembina perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi ibu Anisa Muthiatul H,S.Pd, untuk menggali informasi terkati program gerakan literasi yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 2 banyuwangi.
3. Guru mata pelajaran Akidah Akhlak yaitu bapak Mas‟ul Romadhoni menggali data bagaimana proses pembelajaran akidah akhlak dalam program literasi madrasah dikelas.
D. Tehnik Pengumpulan Data 1. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Melaksanakan teknik wawancara
38 Sugiyono, Metode Penelitian, 216
42
berarti melakukan interaksi komunikasi atau percakapan antara pewawancara (interviewer) dan terwawancara (intervieweee) dengan maksud menghimpun informasi interviewee.
Dengan demikian mengadakan wawancara atau interview pada prinsipnya merupakan usaha untuk menggali keterangan yang lebih dalam dari sebuah kajian dari sumber yang relevan berupa pendapat, kesan, pengalaman, pikiran dan sebagainnya. Wawancara didefinisikan sebagai pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga akan didapatkan informasi dan makna dalam suatu topik tertentu.
Sedangkan teknik yang digunakan dalam wawancara ini yakni wawancara semi-terstruktur. Teknik semi ter-struktur artinya proses wawancara yang sifatnya pribadi antara responden dan peneliti. Karena wawancara semi terstruktur adalah wawancara yang menggunakan pedoman wawancara namun juga bebas dimana peneliti dapat menanyakan hal-hal di luar dari pedoman wawancara tersebut39 Tujuan wawancara semi-terstruktur ini adalah untuk menentukan permasalahan secara terbuka, dimana pihak yang diwawancarai dapat mengungkapkan ide- idenya dalam lingkup tema yang dibahas. Dalam pelaksanaannya, peneliti harus merekam dan menulis wawancara tersebut.40
39 Lexy J. Moeloeng, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007),
190.
40 John W. Creswell, Penelitian Kualitatif dan Desain Riset, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2015),
222.
43
Jadi wawancara adalah suatu bentuk tanya jawab antara peneliti dan subjek yang diteliti untuk mengungkapkan informasi-informasi yang dipermasalahkan dalam penelitian. Dan teknik dalam melakukan wawancara ini yaitu semi-terstruktur dimana pihak yang diwawancarai dapat mengungkapkan ide-idenya dalam lingkup tema yang dibahas.
Peneliti menyiapkan instrument penelitian berupa pertanyaan- pertanyaan yang bisa berkembang saat wawancara berlangsung.
Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan Penerapan Gerakan Literasi Madrasah dalam Pembelajaran aqidah akhlak.
data yang akan diperoleh dalam wawancara ini adalah:
2. Kepala Madrasah
a. Menggali data tentang kebijakan program gerakan literasi Madrasah yang sudah di tetapkan sebagai program madrasah dengan guru dan siswa sebelum proses belajar mengajar di mulai
b. Menggali data tentang program gerakan literasi Madrasah yang sudah di sah kan oleh pemerintah
3. Guru mata pembelajaran Aqidah Akhlak
a. Menggali data tentang bagaimana pendapat guru mata pembelajaran aqidah akhlak dengan adanya gerakan literasi Madrasah dengan pembelajaran aqidah akhlak
b. Menggali data tentang bagaimana ke efektif an dalam pembelajaran aqidah akhlak dengan program gerakan literasi madrasah sebelum di mulai nya pembelajaran di mulai
44
c. Menggali data tentang bagaimana proses belajar mengajar dalam mata pembelajaran akidah akhlak sebelum dan se sudah adanya program gerakan literasi Madrasah berlangsung
d. Menggali data tentang bagaimana stratetegi pembelajaran guru mata pembelajaran aqidah akhlak dengan adanya program gerakan literasi madrasah
e. Menggali data apakah program gerakan litersi madrasah dan mendukung siswa dalam belajar mata pembelajaran akidah akhlak f. Menggali data apakah program gerakan literasi madrasah ada
faktor penghambat dalam pembelajaran aqidah akhlak 4. Pembina perpustakaan dan Tim duta Literasi
a. Menggali data apa faktor pendukung adanya gerakan literasi madrasah untuk perpustakaan.
b. Menggali data apa faktor penghambat adanya gerakan literasi madrasah untuk perpustakaan.
c. Menggali data apa saja program kerja kegiatan literasi madrasah yang dibuat oleh pembina perpustakaan dan duta literasi di MAN 2 banyuwangi.
d. Menggali data sejak kapan di dibuat kanya tim penggerak literasi yang di pembinai oleh pembina perpustakaan MAN 2 Banyuwangi
5. Observasi
Observasi atau pengamatan dapat didefinisikan sebagai perhatian yang terfokus terhadap kejadian, gejala, atau sesuatu. Adapun observasi ilmiah
45
adalah perhatian terfokus terhadap gejala, kejadian atau sesuatu dengan maksud menafsirkannya, mengungkapkan faktor-faktor penyebabnya, dan menemukan kaidah-kaidah yang mengaturnya.41
Observasi dilakukan untuk mengamati aktifitas siswa pada saat kegiatan literasi berlangsung, yaitu dari tahap awal sampai tahap akhir.
Dalam hal ini peneliti menggunakan observasi partisipan pasif yakni peneliti datang di tempat kegiatan yang diamati, tetapi tidak ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
Jenis data observasi partisipatif adalah metode di mana peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Dengan observasi partisipan ini, maka data yang diperoleh akan lebih tajam dan sampai mengetahui pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak.
Observasi partisisipan pasif ini dilakukan peneliti dalam hal ini untuk mengamati kegiatan siswa dalam literasi madrasah dalam pembelajaran akidah akhlak berlangsung observasi ini digunakan untuk mengamati aktivitas literasi secara langsung pada proses kegiatan gerakan literasi madrasah berlangsung tentang bagaimana kebijakan madrasah terkait gerakan literasi madrasah yang di laksanakan di Man 2 Banyuwangi.
Adapun data yang di peroleh dari kegiatan penelitian tersebut adalah : a. Observasi ini digunakan untuk mengamati kegiatan program gerakan
literasi madrasah dalam pembelajaran aqidah akhlak di MAN 2
41 Emzir, Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2010)
37-38.
46
Banyuwangi berlangsung baik sebelum dan sesudah adanya program gerakan literasi
b. Observasi ini digunakan untuk mengamati aktivitas pembelajaran aqidah akhlak secara langsung baik kebiasaan dan perilaku siswa setelah adanya program gerakan literasi Madrasah.
c. Observasi ini digunakan untuk mengamati faktor pendukung dan faktor penghambat adanya gerakan literasi madrasah berlangsung c. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, peraturan, dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain. Dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni, karya tulis, dan lain-lain.42
Dokumentasi digunakan peneliti untuk memperoleh data tentang keadaan dan lokasi di MAN 2 Banyuwangi, peneliti juga menggunakan dokumentasi untuk memperoleh data berupa foto-foto kegiatan pada saat pembelajaran berlangsung.dengan dokumentasi, data yang di peroleh yaitu:
1) Kondisi objektif Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi 2) Profil Madrasah Aliyah Negeri 2 Banyuwangi
3) Foto kegiatan gerakan literasi madrasah baik indoor maupun out door
42 Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: CV. Alfabeta, 2008), 82.
47
4) Foto kegiatan pembelajaran aqidah akhlak 5) RPP tentang materi pembelajaran aqidah akhlak 6) Foto Struktur Organisasi MAN 2 Banyuwangi
7) Dokumen lain yang relavan dari berbagai sumber yang diakui validitasnya dalam memperkuat analisis objek pembahasan