• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DATA

C. Pembahasan Temuan

Pembehasan dari temuan yang didapat oleh peneiliti berisi hasil dari penelitian yang didapat melalui wawancara, observasi dan dokumentasi pemparan dari bahasan temuan ini mengacu pada butir-butir pembahasan yang ditemukan. Hal-hal tersebut meliputi siswi, faktor pendukung serta penghambat yang diberikan oleh guru bimbingan dan konseling pada siswi kelas XI Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember Adapun data yang diperoleh sebagaimana berikut:

66 Nur, diwawancarai oleh Penulis, Ajung, 27 Mei 2022

1. Guru BK dalam melakukan bimbingan dan konseling kepada siwi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah.

Urgensi dilaksanakanya bimbingan dan konseling di Madrasah Aliyah Ar-Risalah adalah dengan menanggulangi permasalahan yang dialami siswi agar tidak semakin merambah dan bisa merusak pribadi dan juga sebagai pengembangan potensi diri siswi. Guru BK pada Madrasah Aliyah memiliki peran ganda, yang mana juga berperan sebagai tenaga pendidik. Hal ini dikarenakan kurang nya tenaga pendidik pada lembaga tersebut. Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling, guru BK mencipatakan hubungan yang baik kepada siswi yang bersangkutan, hal ini di butuhkan karena akan memudahkan dalam proses konseling. Ketika hubungan baik sudah terjalin maka akan dengan mudah konseli untuk bisa terbuka dengan konselor nya. Selain itu konselor juga harus memposisikan diri untuk menjadi pendengar dan juga penasehat yang baik.

Temuan lapangan dalam penelitian ini adalah cara guru bk dalam melaksanakan bimbingan dan konseling adalah dengan menggunakan pendekatan komunikasi interpersonal. Menurut Devito Komunikasi Interpersonal adalah suatu proses pemberian dan tanggapan pesan antara dua orang atau sekelompok kecil yang bersifat secara tepat dengan melibatkan kontak pribadi sehingga dapat terjadinya komunikasi yang

sungguh-sungguh67. Hal ini bisa dilihat bagaiaman guru bk dalam melakukan bimbingan konseling yang mana Indikator dari Komunikasi Interpersonal menurut teori Devito adalah sebagaimana berikut68 :

a. Keterbukaan (openness)

Memiliki sikap yang terbuka dapat membuat komunikasi yang efektif. dengan sikap dan komunikasi yang terbuka ini diharapkan tidak ada yang ditutupi antara komunikan dan komunikator, sehingga dapat membantu proses komunikasi dengan baik. Keterbukaan dari komunikasi interpersonal ini memiliki beberapa aspek, aspek yang pertama adalah terbuka dengan orang lain, terbuka ini bukan berati orang tersebut menceritakan semua sisi-sisi kita, on point nya adalah ada kemauan untuk terbuka terhadap masalah yang dihadapi. Aspek yang kedua adalah keinginaan individu untuk memberikan respon/tanggapan secara terus terang, begitupun sebaliknya.

Dalam hal ini, konseli mampu terbuka dengan konselor dengan menceritakan permasalahan yang dihadapi dikarenakan konselor mampu menciptakan hubungan yang baik dengan konseli baik dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling ataupun dlaam proses pembelajaran. Ketika konseli mampu terbuka dengan konselor hal ini akan memudahkan dalam proses konseling.

67 Siti Rahmi, Komunikasi Interpersonal dan hubunganya dalam konseling(Aceh: Syiah Kuala University Press,2021),7

68 Andits Sari, Komunikasi Antar Pribadi( Sleman: Deepublish,2017), 6-7

b. Empati (empathy)

Kemampuan seseorang untuk merasakan serta menghayati pengalaman ataupun perasaan orang lain disebut dengan empati. Jadi pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa empati seseorang dapat menenttukan perilaku seseorang dalam memahami posisi serta membentuk pandan toleran terhadap perilaku ataupun sikap baik yang salam maupun benar yang dilakukan orang lain.

Guru bimbingan dan konseling mampu memiliki sikap empati dikarenakan dalam proses konseling guru bk harus siap menjadi pendengar dan juga penasehat yang baik juga merasakan apa yang konseli rasakan. Seperti Ketika konseli menceritakan tentang rasa sedih yang dialaminya, konseli juga mampu merasakan sedih yang dialami konseli.

c. Perilaku Suportif(Suportiveness)

Perilaku suportif adalah suatu perilaku yang saling mendukung antara individu satu dengan yang lain, yang berarti dalam hal ini masing-masing individu memiliki komitmen untuk mendukung tercapainya interaksi secara terbuka.

Perilaku suportif ini merupakan perilaku yang mana konselor dan konseli saling mendukung untuk saling terbuka sehingga interaksi yang terjalin bisa berjalan dengan baik.

d. Perilaku posisitf(positiveness)

Pada komunikasi interpersonal individu harus memiliki perasaan dan juga pikiran positif yang menjadi bentuk dari perilaku positif selama komunikasi interpersonal terjadi.

Dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling guru bk dan juga konseli mampu bersikap dan berucap dengan baik, hal ini berlansung selama proses bimbingan dan konseling dan juga diluar waktu proses konseling yang mana ini akan menjadi contoh dan acuan untuk para siswi. Apabila dalam berperilaku sudah positif hal ini akan mempengaruhi fikiran konselor. Dalam hal ini apabila dalam proses konseling guru BK terpancing emosi dan sampai marah hal ini akan sangat menggangu proses konseling.

e. Kesamaan/kesetaraan(equality)

Kesamaan yang dimaksud pada komunikasi interpersonal adalah kesadaran individu dalam menempatkan diri secara sejajar antar individu dalam proses komunikasi.

Selama proses konseling ini guru BK menempatkan diri kepada konseli adalah sebagai sahabat dan juga temanya, harapanya, Ketika konselor mampu menempatkan diri ini konseli dengan mudah menceritakan dan juga merespon konselor dengan baik.

2. Bentuk layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan Guru BK bagi siswi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah

Layanan bimbingan konseling yang diberikan oleh Guru bimbingan konseling Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember sebagai konselor sekolah dalam memberikan layanan disesuai dengan permasalahan yang dialami siswi. Seperti bimbingan individu, karir, belajar maupun sosial, peserta didik yang mengalami kesulitan dalam penentuan Pendidikan ataupun karir lanjutan maka guru bimbingan dan konseling memberikan Konseling karir sesuai dengan kebutuhan dari konseli atau peserta didik yang bersnagkutan. Guru bimbingan dan konseling juga memberikan arahan, motivasi serta nasehat. Guru bimbingan dan konseling di Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember menjaring relasi terkait karir maupun dunia Pendidikan di perguruan tinggi melalui internet ataupun bertanya kepada alumni yang lulus pada universitas yang disebutkan oleh siswi. Guru bimbingan dan konseling Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember setiap kali menangani permasalahan yang dihadapi siswi ini dihandel sendiri oleh pihaknya dengan tidak melibatkan pihak sekolah yang lain, hal ini tergantung pada permasalahan yang dihadapi oleh siswi.

Guru Bimbingan dan Konseling Sebagai agen pengembangan potensi diri dari siswi ini berdasarkan pada visi dan misi dari sekolah Madrasah Aliyah Ar-Risalah, hal ini berguna agar sesuai dengan yang Lembaga inginkan, dengan ini para siswi memanfaatkan sumber belajar

yang difasilitasi dari sekolah dengan upaya bisa mengembangkan potensi para siswi agar mereka memiliki keahlian tertentu yang bisa dimanfaatkan dan juga dibutuhkan dikemudian hari. Adapun Sumber belajar yang disediakan oleh pihak sekolah adalah, Lab komputer, Kaligrafi dan juga wirausaha melalui koperasi siswa.

Guru BK dalam menangani siswi agar tidak terjerumus dalam permasalahan yang dapat mengganggu perkembangan diri dan juga belajarnya menggunakan layanan konseling individu dengan Metode yang digunakan adalah diskusi dengan menambah materi yang berkaitan dengan maraknya permasalahan yang dihadapi para siswi diluar sana. Seperti materi tentang kenakalan remaja, untuk materi Sex Education kami menggunakan pemateri dari DP3AKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Keluarga Berencana) kabupaten Jember.

Guru BK dalam menangani siswi yang sudah terlanjur mendapat masalah adalah dengan memberikan konseling individu, guru BK selaku tenaga pendidik dilembaga sekolah juga mengajak mereka dengan melakukan kegiatan yang positif hal ini harapan nya mampu membuat siswi yang membuat masalah mampu intropeksi diri.. Setiap pagi sebelum pembelajaran disekolah dimulai para siswi membaca dzikir Rotibul Haddad. Pembacaan dzikir ini harapan nya mampu mengontrol perilaku siswi agar tidak melakukan Tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Guru Bimbingan dan Konseling juga melakukan home visit yang di dampingi dengan wali kelas untuk mengunjungi rumah siswi guna

melihat kondisi sosial/interkasi nya di lingkungan rumah, dengan ini mempermudah guru BK dalam menangani permasalahan yang dialami siswi, selain itu dengan melakukan home visit berguna untuk menjalin silaturahmi dengan orang tua para siswi.

Berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwasanya guru bimbingan konseling dalam menangani masalah yang dialami oleh siswi adalah dengan menggunakan layanan konseling individu. Konseling individu merupakan proses konseling yang dilaksanaka oleh satu konselor dan satu konseli yang dalam hal ini konselor dan konseli bertemu secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami. Selain memberikan konseling guru BK juga memberikan materi-materi yang berkaitan dengan permasalahan yang dialami oleh siswi. Hal ini sesuai dengan teori Prayitno dan Emran Anti menjelaskan bahawa merupakan suatu layanan yang berhubungan langsung dan bertemu secara langsung secara face to face antara konselor dan konseli untuk membahas dan juga penyelesaian masalah.69 Layanan ini dilakukan untuk satu konseli dan satu konselor. Layanan bimbingan dan konseling individu ini merupakan memberikan nasehat dan juga arahan kepada siswi agar tidak terjerumus pada masalah yang mampu menghambat perkembangan potensi dan juga belajarnya.

69 Prayitno dan Erman Amti, 72

Hal ini sesuai dengan Hadist yang diriwayatkan Muslim :

َّنلا َّنَا ِّيبِ

- ملسو هيلع للها ىلص يهيلْوُسَريلَو يهيباَتيكيلَو يهَّليل ؟َلاَق ْنَميل اَنْلُ ق ,ُةَحْييصَّنلَأ ُنْيِّدَلا –

.ْميهيتَّماَعَو َْيْيميلْسُمْلا يةَّميئَيلَِو

Artinya : Agama ini adalah nasihat, ditanyakan (kepada Nabi Muhamad SAW) : bagi siapa wahai rosulullah ? beliau menjawab: bagi Allah, bagi Kitab-Nya, bagi Rosul-Nya, dan bagi para pemimpin kaum Muslimin dan seluruh kaum Muslimin.70

Dalam hadist tersebut dijelaskan bahwa agama merupakan nasehat bagi umat islam. Saling memberikan nasehat sesama umat islam merupakan suatu keharusan dan termasuk dalam ibadah. Dalam hal ini memberikan bimbingan dan konseling kepada para siswi dalam menangani permasalahan dan membantu dalam mengembangkan potensinya masuk dalam suatu anjuran yang masuk dalam kategori ibadah.

Faktor pendukung dan faktor penghambat dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling

Berdasarkan hasil dari wawancara dan observasi yang dilakukan oleh peneliti, ditemukanya faktor pendukung dan faktor penghambat guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan komunikasi interpersonal. Adapun faktor pendukung guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan komunikasi Interpersonal adalah sebagai berikut:

a. mendapat dukungan dari pihak sekolah, mulai dari tenaga pendidik sampai kepala sekolah

70 Abdullah Zaen. “Agama adalah Nasihat (Bag. 1) 19 Januari 2020

https://muslim.or.id/262-agama-adalah-nasihat-1.html ( di akses pada tanggal 30 Mei 2022)

b. mendapat dukungan fasilitas tempat untuk kegiatan bimbingan dan konseling.

Dukungan dari pihak sekolah menjadi salah satu keberhasilan kegiatan bimbingan dan konseling, hal ini karena jika dari pihak sekolah memberikan dukungan maka kegiatan yang dilaksanakan oleh guru bimbingan dan konseling bisa berjalan dengan mudah, selain mendapat dukungan, guru bimbingan dan konseling juga mendapatkan fasilitas ruangan yang digunakan untuk kegiatan bimbingan dan konseling. Namun fasilitas ruangan tersebut memiliki jangka waktu hanya sampai kegiatan belajar mengajar selesai, dikarenakan setelaha dzuhur area sekolahan digunakan untuk TPQ (taman Pendidikan Al-Qur’an)

Sedangkan faktor penghambat guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling adalah penjadwalan kegiatan bimbingan dan konseling kurang maksimal, sehingga ini yang menjadi PR besar untuk pihak kurikulum dan guru BK menjadwalkan ulang, selama ini proses bimbingan dan konseling dilaksanakan pada waktu istirahat dan juga pada hari-hari tertentu yang sudah diatur oleh guru BK, hambatan selanjutnya adalah Ketika bimbingan dan konseling dilaksanakan pada waktu jam sekolah ini kurang mendapat izin dari pihak orang tua, dikarenakan para siswi yang sekolah di MA Ar-Risalah tidak semua bermukim di pesantren, sehingga ketika ada kegiatan apapun selain belajar mengajar itu harus membuat surat pemberitahuan dan surat perizinan kepada orang tua. Apalagi untuk

kegiatan bimbingan dan konseling yang dilaksanakan diluar sekolah pada waktu selain waktu sekolah, untuk siswi yang bermukim di pesantren perizinan nya lumayan sulit. selain itu setelah kegiatan belajar mengajar selesai ba’da dzuhur nya ruangan sekolah digunakan untuk mengaji TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an).

64 BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan hasil temuan dan analisis penelitian sebagaimana yang dilakukan oleh peneliti dengan judul layanan bimbingan dan konseling Guru BK bagi Siswi kelas XI Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember. Maka kesimpulan yang dapat disampaikan sebagaimana berikut:

1. Guru BK dalam melakukan bimbingan dan konseling kepada siwi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah.

Guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan bimbingan dan konseling adalah dengan menggunakan pendekatan komunikasi interpersonal.

a. Keterbukaan (Opennes)

Konseli mampu terbuka dengan konselor, hal ini karena konselor mampu menciptakan hubungan baik.

b. Empati (empathy)

Guru bimbingan dan konseling mampu memiliki sikap empati dikarenakan dalam proses konseling guru bk harus siap menjadi pendengar dan juga penasehat yang baik

c. Perilaku suportif (Suportiveness)

Perilaku suportif ini merupakan perilaku yang mana konselor dan konseli saling mendukung untuk saling terbuka sehingga interaksi yang terjalin bisa berjalan dengan baik.

d. Perilaku Positif (positiveness)

selama proses bimbingan dan konseling guru bk dan juga konseli mampu bersikap dan berucap dengan baik, hal ini berlansung selama proses bimbingan dan konseling.

e. Kesamaan/kesetaraan (Equality)

Selama proses konseling ini guru BK menempatkan diri kepada konseli adalah sebagai sahabat dan juga temanya, harapanya, Ketika konselor mampu menempatkan diri ini konseli dengan mudah menceritakan dan juga merespon konselor dengan baik.

2. Bentuk layanan bimbingan dan konseling yang diterapkan Guru BK bagi siswi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah

Guru bimbingan konseling dalam menangani masalah yang dialami oleh siswi adalah dengan menggunakan layanan konseling individu.

Konseling individu merupakan proses konseling yang dilaksanaka oleh satu konselor dan satu konseli yang dalam hal ini konselor dan konseli bertemu secara langsung untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami.

Selain memberikan konseling guru BK juga memberikan materi-materi yang berkaitan dengan permasalahan yang dialami oleh siswi.

Faktor pendukung dan faktor penghambat guru bimbingan dan melaksanakan bimbingan dan konseling.

Faktor pendukung guru BK dalam meningkatkan komunikasi Interpersonal adalah adanya dukungan dari pihak sekolah berupa fasilitas untuk tempat kegiatan bimbingan dan konseling. Sedangkan faktor penghambat adalah kurang tersusun nya jadwal kegiatan bimbingan dan konseling, kurang nya waktu yang digunakan untuk bimbingan dan konseling sehingga menyebabkan kegiatan tersebut menjadi kurang maksimal.

B. Saran-saran

Berdasarkan hasil penelitian dan juga kesimpulan diatas, dalam mengahiri penelitian ini ,maka peneliti akan memberikan beberapa saran-saran yang diajukan kepada:

1. Guru Bimbingan dan Konseling Madrasah Aliyah bisa menyediakan waktunya, tenaga dan juga fikiran nya demi proses layanan bimbingan dan konseling dan menangani masalah pada kelas XI.

2. Wali kelas XI MA Ar-Risalah, diharapkan selalu memberikan arahan, dan juga didikan kepada para siswi dan tetap mengingatkan kepada kebaikan 3. Siswi kelas XI, semoga permasalahan yang dihadapi lekas menemui titik

terangny, dan juga semoga interkasi sosial yang ada pada kelas XI semakin baik lagi.

DAFTAR PUSTAKA

Andini, Debby. “Upaya Guru Konseling dalam komunikasi interpersonal terhadap pembinaan interkasi sosial remaja di SMP Negeri 21 Bandar Lampung” Skripsi. Universitas Islam Negeri raden Intan Lampung , 2017.

Andini, Nadya Yulia , penerapan layanan bimbingan dan konseling di SMP Wiyatama Bandar Lampung. Universitas Bandar Lampung, 2020.

B Elizabeth, Hurlock., Psikologi Perkembangan: suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan(edisi lima). Jakarta : erlangga, 1993.

Bahri Djamarah, Syaiful. Guru Dan Anak Didik Dalam Interaksi Edukatif: Sutau Pendekatan Teoretis Psikologis. Jakarta : Rineka Cipta, 2010

Chornelis,, Edward. Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswi kelas VII SMP Negeri 19 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2017/2018. Skripsi UIN Raden Intan Lampung, 2018

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’anul Karim Bacaan Mulia terjemah HB Jassin.t.t : P.T. pantja Simpati, 1942

Departemen Pendidikan Nasional, Penataan Pendidikan Konselor dan Layananan Bimbingan Dan Konseling dalam jalur Pendidikan formal. Jakarta, 2008 Desni Sardi, Mia dkk, “Peran Guru Bk Dalam Meningkatkan Komunikasi

Interpersonal Siswi di kelas XI SMA Negeri 12 Padang.” Jurnal STKIP

PGRI Sumatera Barat. http://jim.stkip-pgri-

sumbar.ac.id/jurnal/download/7859 (diakses pada tanggal 12 November pukul 13.39)

Erman Amti, Prayitno. Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling. Jakarta: Rineke Cipta, 2013.

Hafied Canggara. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2004

Hikmawati, Fenti. Metodologi Penelitian. Depok: Gaja Grafindo, 2017

https://kbbi.web.id/guru (di akses pada tanggal 06 Desember 2021 Pukul 19.08) Insano, Evaluation Research New Jersey: Practice Hall Inc, 2008

J. Moloeng, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2007

KBBI. https://kbbi.web.id/peran (diakses pada tanggal 06 Desember 2021 pukul 21:34)

Ketut Sukardi, Dewa. Proses Bimbingan dan Konseling Di Sekolah. Jakarta:

Rineka Cipta, 2008

Laut Mertha Jaya, I Made. Metode Penelitian Kuantitatif dan kualitatif: Teori, Penerapan dan riset Nyata. Yogyakarta: Quadrant, 2020.

Mettasya Afrilia dan Anisa Setya Arifina, Ascharisa. Buku Ajar Komunikasi Interpersonal. Magelang: Pustaka rumah c1nta, 2020.

Peraturan Menteri Pendidikan/ Organisasi Perburuhan Internasional.Panduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling Karir pada satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. (ILO: Jakarta). 2011

Rahmat, Jallaludin. Psikologi komunikasi. Bandung : Remaja Rosdakarya, 2005 . Riyanti, Resti. “Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam meningkatkan

Motivasi belajar Siswi Kelas VII MTs Masyariqul Anwar Bandar Lampung Tahun pelajaran 2018/2019.” Skripsi Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, 2019

Salahudin, Anas. Bimbingan dan Konseling. Bandung: CV Pustaka Setia, 2016.

Sari, Andits. Komunikasi Antar Pribadi. Sleman: Deepublish, 2017.

Siti Rahmi, Komunikasi Interpersonal dan hubunganya dalam konselingAceh:

Syiah Kuala University Press, 2021.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta,2016.

Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Jember: IAIN Jember,2020

W.S Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: PT Grasindo, 1991

Walgito, Bimo. Bimbingan dan Konseling Studi dan Karir. Yogyakarta: Andii Offset, 2010

Zaen, Abdullah. “Agama adalah Nasihat (Bag. 1) 19 Januari 2020 https://muslim.or.id/262-agama-adalah-nasihat-1.html ( di akses pada tanggal 30 Mei 2022

Nama : Trianti Nur Afifah

NIM : D20183104

Program Studi : Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas : Dakwah

Instansi : Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Achmad Siddiq Jember

Menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa dalam hasil penelitian ini tidak terdapat unsur penciplakan karya penelitian atau karya ilmiah yang pernah dilakukan dan dibuat orang lain, kecuali yang secara tertulis dikutip dalam naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.

Apabila ternyata hasil penelitian ini terbukti terdapat unsur-unsur penjiplakan dan ada klaim dari pihak lain, maka saya bersedia untuk diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan tanpa paksaan dari siapapun.

Jember, 13 Juni 2022 Saya yang menyatakan

Trianti Nur Afifah D20183104

Judul Penelitian Variabel Sub Variabel Indikator Sumber Data Metode Penelitian Fokus Penelitian Layanan

Bimbingan Dan Konseling Guru Bk Bagi Siswi Kelas Xi

Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember

Layanan bimbingan dan konseling

1. Layanan orientasi 2. Layanan

informasi 3. Layanan

penempatan 4. Layanan

bimbingan belajar 5. Layanan

konseling individu 6. Layanan

bimbingan dan

konseling kelompok

1. Membuat kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa) 2. Membuat papan

informasi,

mengenai informasi Pendidikan,

informasi karir dan infromasi peserta didik

3. Memfasilitasi kegiatan bakat manat,

mengembangkan potensi diri siswa 4. Membuat metode belajar yang baik, membuat kelompok belajar

5. Membantu menangani permasalahan bersifat individual 6. Membentuk

bimbingan dan konseling kelompok

1. Guru BK 2. Wali kelas 3. Siswi Kelas

XI 4. Staff TU

1. Jenis Penelitian : Penelitian Kualitatif 2. pendekatan

Penelitian :

penelitian Lapangan (Field Research) 3. Lokasi Penelitian :

MA Ar-Risalah Ajung

4. Pengumpulan data:

a. Observasi b. Wawancara c. Dokumentasi 5. Analisis data

a. Reduksi data b. Penyajian data c. Kesimpulan 6. Validitas data :

a. Trianggulasi Sumber b. Triangulasi

Tekhnik

1. Bagaimana Guru BK melakukan bimbingan dan konseling kepada siwi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang

menghadapi masalah ? 2. Apa bentuk layanan

bimbingan dan konseling yang diterapkan Guru BK bagi siswi Madrasah Aliyah Ar-Risalah Ajung Jember yang menghadapi masalah ?

PEDOMAN WAWANCARA

1. Apakah guru BK juga mengajar suatu mata pelajaran sebagai guru biasanya?

2. Hal menarik apa yang bisa guru BK gunakan dalam proses pembelajaran ? 3. Dalam proses pembelajaran bagaimana kondisi peserta didik dalam kelas XI ? 4. Sebagai tenaga pendidik bagaimana cara guru BK dalam mengajar?

5. Bagaimana hubungan dan komunikasi antara guru bk dan siswi ?

6. Sebagai Konselor sekolah, layanan bimbingan konseling apa yang digunakan dalam menyelesaikan permasalahn yang dialami peserta didik ?

7. Model konseling karir yang seperti apa yang digunakan guru BK dalam menangani problem melanjutkan Pendidikan yang dihadapi para peserta didik

?

8. Bagaimana cara guru BK dalam mengembangkan potensi para peserta didik ? 9. Apakah ada kegiatan yang berbeda antara siswi yang menetap di

pesantrendengan siswi yang tidak tinggal di pesantren?

10. Adakah hambatan dalam proses pengembangan potensi diri peserta didik ? 11. Bagaimana cara guru BK dalam membantu agar peserta didik bisa terhindar

dari berbagai permasalahan yang bisa mengganggu proses perkembangan diri dan juga belajar nya ?

12. Metode atau layanan apa yang guru BK gunakan dalam mengani hal tersebut?

13. Bagaimana cara guru BK menganani peserta didik Ketika sudah terlanjur masuk dalam masalah ?

Dokumen terkait