• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sustainability Performance Achievements

[SEOJK D.1.a.4, D.1.b.1]

The sustainability performance in 2023 provides an overview of Pupuk Kaltim’s achievements in applying ESG principles and contributing to sustainable development. This performance encompasses economic, social, and governance aspects, as well as other sustainability dimensions.

Kinerja Ekonomi

Secara kinerja ekonomi, Pupuk Kaltim mencatat laba komprehensif 2023 sebesar Rp4,57 triliun, menurun sebesar Rp10,74 triliun atau 70% dari tahun sebelumnya sebesar Rp15,31 triliun. Hal tersebut dipengaruhi oleh penurunan pendapatan sebesar Rp13,73 triliun atau sebesar 37% dari tahun sebelumnya. Pendapatan Perusahaan mengalami penurunan terutama akibat pengaruh rendahnya harga amonia ekspor yang turun hingga 46% dan urea ekspor turun hingga 40% dari 2022, serta penurunan volume penjualan Amonia dan NPK yang masing-masing sebesar 15% dan 46%.

Di sisi lain, produksi Urea dan Amonia pada 2023 tercapai masing- masing sebesar 96% dan 98% dari target yang ditetapkan. Hal ini dipengaruhi oleh adanya perbaikan peralatan pabrik dan penyesuaian rate operasi pabrik Urea, sedangkan produksi NPK tercapai sebesar 63% dari target karena penyesuaian serapan pasar. Untuk pencapaian penjualan Amonia di 2023 sebesar 107% dari target, sedangkan penjualan Urea tercapai sebesar 91% dari target hal ini disebabkan oleh perubahan alokasi urea subsidi yang lebih rendah dibanding target penjualan urea subsidi pada tahun berjalan. Penjualan NPK tercapai sebesar 42% dari target karena serapan pasar yang rendah akibat El-Nino.

Namun demikian, Pupuk Kaltim tetap berkomitmen dan berkontribusi untuk membangun ketahanan pangan nasional dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui penyediaan pupuk bersubsidi kepada petani. Pupuk Kaltim turut andil menyalurkan pupuk subsidi sesuai peraturan Pemerintah, dengan pola distribusi dan pemasaran tertutup. Selama 2023, bersama dengan Pupuk Indonesia, Perusahaan telah menjaga ketersediaan pupuk subsidi untuk petani dengan total menyalurkan 737 ribu ton, naik 15 % dari 2022 sebesar 639 ribu ton pupuk Urea subsidi

Kinerja Lingkungan

Pada aspek lingkungan Pupuk Kaltim juga masih terus melanjutkan berbagai upaya dan program dalam menjadi pioneer transformasi hijau industri di Indonesia. Dari berbagai inisiatif ESG yang dilakukan, Pupuk Kaltim berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dan pengakuan antara lain predikat Platinum pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), Proper Emas pada Public Disclosure Program for Environmental Compliance (PROPER) dari KLHK, Kategori Platinum pada SNI Award, 4 (empat) kategori Platinum di TJSL & CSR Award dan Juara kedua pada kategori Non-Go Public Non-Keuangan pada Annual Report Award (ARA) 2023. Pupuk Kaltim juga turut berhasil menyabet peringkat pertama dunia sektor agrokimia di penilaian ESG Risk Rating Sustainalytics dengan skor ESG terkini sebesar 21,3.

Economic Performance

In terms of economic performance, Pupuk Kaltim recorded an comprehensive income of Rp4.57 trillion in 2023, a decrease of Rp10.74 trillion or 70% from the previous year’s Rp15.31 trillion. This decline was primarily influenced by a decrease in revenue of Rp13.73 trillion or 37% compared to the previous year. The Company’s revenue experienced a decline mainly due to the impact of lower export ammonia prices, which decreased by 46%, and urea exports, which decreased by 40% from 2022, as well as a decrease in the sales volume of ammonia and NPK by 15% and 46%, respectively.

On the other hand, Urea and Ammonia production in 2023 reached 96% and 98% respectively of the set target. This was influenced by equipment improvements in the factory and adjustments in Urea plant operation rates, while NPK production reached 63% of the target due to market absorption adjustments. Achieving 107% of the target for Ammonia sales in 2023, while Urea sales reached 91% of the target, was due to lower allocation of subsidized urea compared to the target for subsidized urea sales in the current year.

NPK sales reached 42% of the target due to low market absorption caused by El-Nino.

Nevertheless, Pupuk Kaltim remains committed to and contributes to building national food security and improving economic growth through the provision of subsidized fertilizers to farmers. Pupuk Kaltim plays a part in distributing subsidized fertilizers in accordance with Government regulations, with a closed distribution and marketing system. During 2023, together with Pupuk Indonesia, the Company maintained the availability of subsidized fertilizers for farmers by distributing a total of 737 thousand tons, a 15% increase from 2022, which was 639 thousand tons of subsidized Urea fertilizer.

Environmental Performance

In the environmental aspect, Pupuk Kaltim continues various efforts and programs to become a pioneer in the green transformation of the industry in Indonesia. Through various ESG initiatives, Pupuk Kaltim has received several awards and recognition, including the Platinum rating at the Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT), Gold Proper rating in the Public Disclosure Program for Environmental Compliance (PROPER) from the Ministry of Environment and Forestry (KLHK), Platinum category at the SNI Award, 4 Platinum categories at the TJSL & CSR Award, and Second Place in the Non-Public Non-Financial category at the Annual Report Award (ARA) 2023.

Pupuk Kaltim has also achieved the top ranking globally in the agrochemical sector in the ESG Risk Rating by Sustainalytics, with the latest ESG score of 21.3.

Selain prestasi di bidang lingkungan, Pupuk Kaltim telah menerapkan manajemen energi dan emisi, prinsip 3R, serta menjalankan program- program konservasi flora dan fauna endemik. Dalam rangka mendukung konsistensi ini, Pupuk Kaltim menerapkan inovasi dan efisiensi energi dengan penghematan energi hingga 2.439.133 GJ turun 7,52% dari tahun sebelumnya. Pupuk Kaltim juga berhasil menurunkan volume emisi GRK sebesar 866.068,23 ton CO2eq atau sekitar 14% dari total emisi GRK cakupan 1, 2, dan 3. Pupuk Kaltim juga berhasil memanfaatkan air daur ulang sebanyak 66,10% dari total kebutuhan air untuk umpan boiler. Limbah padat berupa fly ash dan bottom ash yang dihasilkan oleh Perusahaan sebanyak 94%

berhasil dimanfaatkan sebagai material stabilisasi tanah, batako,dan paving block di dalam area Perusahaan. Sementara itu, sebagian limbah non-B3 didaur ulang, dan sisanya dikelola oleh pengelola limbah bersertifikat.

Kinerja Sosial

Dalam aspek sosial, Pupuk Kaltim telah berhasil merealisasikan 72.436 hektar lahan dengan jumlah petani yang tergabung sebanyak 24.497 orang pada program MAKMUR. Dengan pencapaian ini, Pupuk Kaltim berhasil mencapai target 2023 dengan kenaikan lahan sebesar 113,18% dari target 64.000 hektar. Selain memberikan edukasi mendalam terkait pemupukan yang efektif dan efisien, Pupuk Kaltim juga telah berhasil memberikan edukasi kepada petani untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk selain pupuk subsidi, sehingga secara tidak langsung juga mengurangi ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk subsidi. Program ini telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia, dan pada 2023, Pupuk Kaltim diamanatkan untuk mengelola program MAKMUR di seluruh Sulawesi, seluruh Kalimantan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, NTB, dan NTT.

Perusahaan juga turut serta dalam melakukan pengembangan masyarakat setempat melalui program Community Development (Comdev) dengan penyaluran dana sebesar Rp87,04 miliar mencakup pendanaan UMK dan program TJSL. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing melalui keunggulan lingkungan serta kemandirian masyarakat. Secara akumulasi, realisasi penyaluran dana Program Pendanaan UMK sejak 1989 hingga 2023, ialah senilai Rp573 miliar yang disalurkan kepada 29.199 mitra binaan. Bantuan yang diberikan melalui Program Pendanaan UMK adalah berupa bantuan modal kerja dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas mitra binaan dalam hal teknik produksi, manajerial, dan pemasaran produk serta jasa usaha mitra binaan.

Kinerja Bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja Pupuk Kaltim berkomitmen mengutamakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam menjalankan seluruh kegiatan bisnis dengan aman, efektif, dan efisien, serta bebas dari segala jenis kecelakaan kerja. Hal ini bertujuan untuk memastikan tingkat produktivitas yang tinggi pada seluruh karyawan.

Beyond environmental achievements, Pupuk Kaltim has implemented energy and emission management, the principles of 3R (Reduce, Reuse, Recycle), and conservation programs for endemic flora and fauna. To support this consistency, Pupuk Kaltim implements energy innovation and efficiency, resulting in energy savings of up to 2,439,133 GJ, a decrease of 7.52% from the previous year. Pupuk Kaltim has also successfully reduced greenhouse gas emissions by 866,068.23 tons CO2eq, or about 14% of the total GHG emissions in scope 1, 2, and 3. Additionally, Pupuk Kaltim has utilized recycled water for boiler feed, amounting to 66.10% of the total water requirement.

94% of the solid waste, consisting of fly ash and bottom ash produced by the Company, is successfully utilized as soil stabilization material, bricks, and paving blocks within the Company’s premises. Meanwhile, a portion of the non-hazardous waste is recycled, and the remainder is managed by certified waste management operators.

Social Aspect

In the social aspect, Pupuk Kaltim has successfully realized 72,436 hectares of land with a total of 24,497 farmers involved in the MAKMUR program. With this achievement, Pupuk Kaltim has surpassed the 2023 target with a 113.18% increase in land compared to the target of 64,000 hectares. In addition to providing in-depth education on effective and efficient fertilization, Pupuk Kaltim has also successfully educated farmers to optimize the use of non-subsidized fertilizers, indirectly reducing farmers’ dependence on subsidized fertilizers. This program has expanded to various regions of Indonesia, and in 2023, Pupuk Kaltim was mandated to manage the MAKMUR program in all of Sulawesi, all of Kalimantan, East Java, Central Java, Yogyakarta Special Region, NTB, and NTT.

The Company also participates in local community development through the Community Development (Comdev) program with a disbursement of funds amounting to Rp87.04 billion covering SME funding and TJSL programs. This program aims to improve performance and competitiveness through environmental excellence and community self-reliance. Cumulatively, the realization of SME Funding Program disbursements from 1989 to 2023 amounted to Rp573 billion distributed to 29.199 partner beneficiaries. Assistance provided through the SME Funding Program includes working capital assistance and mentoring to enhance the capacity of partner beneficiaries in production techniques, managerial skills, and marketing of products and services.

Occupational Health and Safety Performance

Pupuk Kaltim is committed to prioritizing Occupational Health and Safety (OHS) in carrying out all business activities safely, effectively, efficiently, and free from any type of work accidents. This is aimed at ensuring high productivity levels among all employees.

Pupuk Kaltim telah menetapkan kebijakan Sistem Manajemen K3 (SMK3) secara konsisten, dengan hasil mencapai 61.839.312 jam kerja aman pada 2023. Selama periode tersebut, Loss Time Injury Frequency Rate (LTIFR) tercapai 0,00 dan Total Recordable Injury Rate (TRIR) sebesar 0,35. Perhitungan LTIFR dan TRIR dihitung berdasarkan perhitungan rasio per 1.000.000 jam kerja. Dari hasil penerapan SMK3, Pupuk Kaltim telah menerima 7 (tujuh) penghargaan independen atas kinerjanya dalam mengimplementasikan aspek K3.

Tata Kelola Perusahaan

Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) berdampak positif bagi perusahaan, antara lain meningkatkan daya saing dan keberlangsungan hidup perusahaan, mendorong pengelolaan yang profesional dan efisien, meningkatkan kemandirian Organ Pupuk Kaltim, mendukung keputusan dan tindakan yang didasari nilai moral dan kepatuhan terhadap hukum, serta meningkatkan kontribusi perusahaan dalam perekonomian nasional. Pupuk Kaltim berkomitmen untuk menerapkan prinsip dasar GCG dengan transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan kesetaraan pada semua aktivitas bisnis dan pengambilan keputusan.

Untuk meningkatkan kualitas penerapan GCG, Perusahaan secara berkala melakukan penilaian terhadap penerapan prinsip GCG.

Pada 2023, Pupuk Kaltim berhasil meraih skor yang sangat baik dalam penilaian kinerja Dewan Komisaris, Direksi, Kesehatan Pupuk Kaltim dan Baldrige Excellence Framework (BEF) dengan nilai masing-masing adalah 93,47%, 104,41, dan 700 (Industri Leader). Selain itu, penilaian GCG berdasarkan Corporate Governance Perception Index (CGPI) mencapai sebesar 88,37 kategori “Sangat Terpercaya”.

Dalam menjaga Tata Kelola keberlanjutan Perusahaan, Pupuk Kaltim juga mengimplementasikan Manajemen Risiko. Pupuk Kaltim telah menetapkan Pedoman Manajemen Risiko berbasis SNI ISO 31000:2018. Hal ini tertuang dalam dokumen Kebijakan Manajemen Risiko Nomor K-SMR-01 dan Pedoman Manajemen Risiko Nomor P-PKT-25. Pada 2023, Pupuk Kaltim mencatatkan Indeks maturitas pengelolaan risiko sebesar 3,24 “Advanced-Managed” dalam skala 4 atau 4,05 “Managed” dalam skala 5.

Selain Manajemen Risiko, Pupuk Kaltim juga telah menerapkan Sistem Pelaporan Dugaan Penyimpangan (Whistleblowing System/WBS) sebagai bagian dari komitmen untuk menerapkan praktik-praktik GCG terbaik dan sebagai salah satu elemen pengendalian internal Perusahaan untuk mengidentifikasi, mendeteksi dan menyelesaikan pelanggaran yang dapat menimbulkan kerugian. WBS juga berfungsi sebagai wadah bagi karyawan dan pemangku kepentingan di lingkungan Pupuk Kaltim untuk menyampaikan pengaduan. Pada 2023, terdapat 12 aduan dugaan pelanggaran yang diterima, dan semuanya telah diselesaikan 100%.

Consistently, Pupuk Kaltim has established a Occupational Health and Safety Management System (OHSMS) policy, with the result of achieving 61,839,312 safe working hours in 2023. During this period, the Loss Time Injury Frequency Rate (LTIFR) reached 0.00 and the Total Recordable Injury Rate (TRIR) was 0.35. The calculation of LTIFR and TRIR is based on the ratio per 1,000,000 working hours. As a result of the implementation of OHSMS, Pupuk Kaltim has received 7 (seven) independent awards for its performance in implementing OHS aspects.

Corporate Governance

The implementation of good corporate governance (GCG) has positively impacted the company, including enhancing competitiveness and sustainability, promoting professional and efficient management, increasing the independence of Pupuk Kaltim’s Organization, supporting decisions and actions based on moral values and legal compliance, and enhancing the company’s contribution to the national economy. Pupuk Kaltim is committed to applying the fundamental principles of GCG with transparency, accountability, responsibility, independence, and equality in all business activities and decision-making processes.

To improve the quality of GCG implementation, the company regularly assesses compliance with GCG principles. In 2023, Pupuk Kaltim achieved excellent scores in the performance evaluation of the Board of Commissioners, Board of Directors, and Soundness of Pupuk Kaltim, as well as recognition as an industry leader in the Baldrige Excellence Framework (BEF). The evaluation of GCG based on the Corporate Governance Perception Index (CGPI) reached 88.37 in the “Highly Trusted” category.

In maintaining the sustainability of corporate governance, Pupuk Kaltim also implemented Risk Management. The company has established Risk Management Guidelines based on SNI ISO 31000:2018. This is reflected in Risk Management Policy Document Number K-SMR-01 and Risk Management Guidelines Number P-PKT-25. In 2023, Pupuk Kaltim recorded a Risk Management maturity index of 3.24 “Advanced-Managed” on a scale of 4 or 4.05

“Managed” on a scale of 5.

In addition to Risk Management, Pupuk Kaltim has also implemented a Whistleblowing System (WBS) as part of its commitment to the best GCG practices and as one of the internal control elements of the Company to identify, detect, and resolve violations that may cause losses. WBS also serves as a platform for employees and stakeholders in the Pupuk Kaltim environment to lodge complaints.

In 2023, 12 reports of alleged violations were received, all of which were resolved 100%.

Tantangan dalam Penerapan Keuangan Berkelanjutan [SEOJK D.1.a.5]

Dalam menjalankan program keberlanjutan, tentu tantangan kerap datang dan memerlukan perhatian khusus. Beberapa di antaranya adalah:

• Kesadaran dan Keterlibatan Karyawan: Pentingnya memastikan kesadaran dan keterlibatan penuh dari seluruh insan Pupuk Kaltim dalam memahami, mendukung, dan menjalankan program keberlanjutan. Ini bisa menjadi tantangan dalam mengubah budaya perusahaan dan memastikan setiap individu terlibat secara aktif dalam upaya keberlanjutan.

• Ketergantungan pada Pasar dan Kondisi Eksternal: Tantangan dalam mengelola ketidakpastian pasar dan kebijakan pemerintah terkait lingkungan dan keberlanjutan. Pupuk Kaltim harus mampu menyesuaikan strategi keberlanjutannya dengan perubahan kondisi eksternal, seperti fluktuasi harga bahan baku atau perubahan regulasi lingkungan.

• Pelaporan dan Transparansi: Menyusun sistem pelaporan yang transparan dan terpercaya untuk mengukur dan melaporkan dampak keberlanjutan perusahaan dengan akurat. Tantangan ini memerlukan investasi dalam teknologi informasi dan keahlian yang tepat dalam mengelola data keberlanjutan.

Prestasi dan Peristiwa Penting Selama Periode Pelaporan [SEOJK D.1.b.2]

Pada 2023 ini, Perusahaan kembali mendapatkan penghargaan Annual Report Award (ARA) 2022 sebagai juara kedua pada kategori Non-Go Publik Non-Keuangan setelah mendapatkan penilaian positif atas laporan tahun buku 2022 lalu. Hal ini tentunya menjadi bukti konsistensi laporan keuangan yang transparan yang sejalan dengan peningkatan performa Pupuk Kaltim yang baik pada 2022.

Penghargaan ini mencerminkan dedikasi dan kerja keras kami dalam menjalankan praktik bisnis yang transparan dan bertanggung jawab.

Selain itu, Pupuk Kaltim juga berhasil mempertahankan predikat The Most Trusted Company, sebagai predikat tertinggi pada ajang Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2023, yang digelar SWA Media Group bekerja sama dengan The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) dengan skor mencapai 88,97 dan menjadi yang tertinggi dari seluruh anak perusahaan Pupuk Indonesia Group.