• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

IV.1.1 Tabel Latar Belakang Informan Penelitian

INFORMAN 1 JASINDA (XIN ER) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Jasinda, lahir di Medan pada 22

Agustus 1991. Saat ini ia sedang duduk di bangku semester IV, Departemen Teknik Kimia, angkatan 2009. Perempuan yang pada Agustus nanti akan genap berusia 20 tahun ini, mempunyai nama Tionghoa yang di berikan oleh kedua orangtuanya. Xin Er, merupakan nama Tionghoa yang sudah ada pada dirinya sejak ia lahir. Namun, nama Indonesia tetap menjadi nama utama yang ia gunakan, baik itu dalam akte kelahiran, pergaulan di luar maupun di rumah. Untuk penggunaan nama Tionghoa sendiri, ia mengatakan bahwa nama Tionghoa tersebut hanya akan digunakan jika ia menikah ataupun meninggal nanti. Xin Er sendiri menurutnya mempunyai arti yaitu hati matahari ataupun cahaya matahari. Konon katanya, kedua orangtuanya menginginkan ia selalu bersinar menerangi setiap orang dimanapun dan pada saat apapun ia berada.

Jasinda merupakan etnis Tionghoa yang lahir dan besar di Medan. Selama kurang lebih 19 tahun hidup di Indonesia, khususnya di Kota Medan, membuat ia merasakan bahwa Medan adalah kampung halamannya. Ia tidak pernah mempunyai anggapan bahwa ada negara lain yang menjadi kampung halaman. Anggapan akan adanya negara lain seperti RRC, Taiwan, Hongkong dan lain sebagainya sebagai kampung halaman, pernah dirasakan oleh kakek dan neneknya karena orangtua dari keduanya memang berasal langsung dari sana. Namun, hal tersebut tidak bagi Jasinda dan kedua orangtuanya. Ini disebabkan Jasinda dan kedua orangtuanya sudah berada di Medan sejak lama.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Agama yang di anut oleh Jasinda

adalah agama Buddha. Kedua orangtua dan adiknya juga beragama Buddha. Akan tetapi ia juga mempunyai keluarga yang beragama Kristen. Hubungan antara mereka yang beragama Buddha dengan keluarga yang bergama Kristen sangat baik, tidak pernah adanya pandangan negatif perihal keagamaan, yang mereka

Pekerjaan ayah dari Jasinda adalah seorang pegawai swasta, dan ibunya seorang wiraswasta. Ayahnya adalah seorang pegawai swasta di salah satu perusahaan asuransi di daerah lubuk pakam, yang mana ia tidak dapat mengatakan nama perusahaan tersebut dikarenakan alasan tertentu, dan ibunya seorang wiraswasta di bidang catering.

utamakan adalah prinsip ke-etnisaan, yaitu etnis Tionghoa dalam keluarga.

INFORMAN 2 MIMI R.G (LI ZIA) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Informan kedua pada peneliti ini adalah

seorang perempuan yang juga berkuliah di semester IV, Departemen Teknik Kimia stambuk 2009. Mimi Regina Gunawan, lahir di Medan, 12 Februari 1991. Perempuan yang lahir 20 tahun silam ini mempunyai nama Tionghoa, Li Zia, yang mana ia tidak mengetahui apa makna dari nama Tionghoa nya tersebut, karena memang tidak

mempunyai arti apa-apa. Ia mengambil kesimpulan bahwa nama-nama

Tionghoa sama halnya dengan nama- nama orang pribumi lainnya, ada juga yang tidak mempunyai arti meskipun namanya terdengar bagus.

Mimi lahir dan besar di Medan. Ia tidak pernah tinggal ataupun menetap di suatu kota ataupun negara lain dalam waktu yang lama. Anggapan perihal negara lain sebagai kampung halaman tidak pernah ia fikirkan meskipun ia berfikir bahwa ciri-ciri fisik yang ada pada dirinya memang lebih cocok berada di negara-negara seperti China, dll. Namun anggapan seperti itu tentunya hanya sebatas anggapan saja. Pada kenyataannya ia adalah warganegara Indonesia beretnis Tionghoa. Jadi, Indonesia adalah kampung halamannya, bukan negara lain yang penduduknya mayoritas Tionghoa.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Mimi merupakan seorang Tionghoa

yang beragama Kristen Protestan. Terlahir dalam keluarga Tionghoa yang bergama Kristen, tidak membuat ia merasa asing dengan etnis Tionghoa yang umumnya beragama Buddha. Keluarga inti yang dimilikinya juga beragama Kristen Protestan, dan keluarga lainnya juga banyak yang beragama Kristen mupun Buddha.

Ayah dari Mimi adalah seorang wiraswasta, sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga yang hanya di rumah untuk mengurus suami dan anak-anaknya. Ayahnya seorang wiraswastawan di bidang perbengkelan. Menjual kebutuhan-kebutuhan sepeda motor, becak, maupun mobil, serta melayani service kendaraan.

INFORMAN 3

KRISNAWATI (GOH LIE YUNG) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Krisnawati, mempunyai nama

Tionghoa, Goh Lie Yung. Lahir di Medan, 1 April 1991. Perempuan yang sekarang ini juga masih duduk di semester IV Departemen Teknik Kimia, stambuk 2009 ini, juga mengaku bahwa ia dan kedua orangtuanya tidak mengetahui makna dari nama Tionghoa yang ia punya. Untuk penggunaan nama Tionghoa sendiri, nama Goh Lie Yung tersebut hanya ia gunakan ketika berada di rumah dan pada saat ia menikah ataupun meninggal nanti.

Krisna lahir dan besar di Medan, meskipun ia pernah tinggal selama setahun di Belitung ketika berusia 4 tahun, tetapi ia merasa bahwa Medan tetap menjadi kota kelahiran dan kota tempat ia di besarkan. Ia juga tidak mempunyai anggapan perihal kampung halaman di negara lain selain Indonesia. Anggapan seperti itu diakuinya memang ada pada beberapa orang, tetapi bukan untuk dirinya. Kunjungan ke luar negeri seperti negara-negara dengan etnis Tionghoa, hanya dilakukan atas dasar liburan saja, tidak ada perasaan pulang kampung, karena ketika disana ia juga merasakan adanya perbedaan dengan penduduk-penduduk di negara tersebut. Jadi anggapan perihal Indonesia sebagai kampung halaman adalah benar, karena ia lebih mengenal dan lebih terbiasa dengan hal-hal yang berbau Indonesia.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Agama yang di anut ataupun yang

sudah ada pada dirinya sejak ia lahir adalah agama Buddha, sama seperti mayoritas etnis Tionghoa pada umumnya. Kedua orangtuanya juga beragama Buddha. Ia juga mempunyai keluarga yang beragama Kristen, akan tetapi mayoritas keluarga besarnya beragama Buddha.

Ayah Krisna adalah seorang wiraswasta, begitu pula dengan ibunya. Keduanya merupakan wiraswasta dalam bidang perbengkelan. Keduanya menjual sparepart ataupun alat-alat sepeda motor dan sejenisnya yang juga melayani service kenderaan tersebut.

INFORMAN 4

JOHN THEDY (YONG AN) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Jhon Thedy, yang biasanya di panggil

John ini, lahir di Medan, pada 11 Desember 1992. John merupakan mahasiswa semester II, Departemen Teknik Sipil, stambuk 2010. Seorang anak laki-laki yang mempunyai nama Tionghoa, Yong An. Dalam hal ini, John juga tidak mengetahui apa makna dari nama Tionghoa yang ia sandang. Nama Tionghoa hanya ia gunakan pada saat di rumah saja. Meskipun demikian, ia mempunyai rasa kebanggaan terhadap nama Tionghoa yang dimilikinya.

Jhon berasal dari Medan, lahir dan besar di Medan, dan hanya mengetahui Medan sebagai tempat satu-satunya ia berasal. Jadi, tidak ada anggapan tempat lain ataupun negara lain sebagai kampung halaman, dan tidak pernah ada tradisi pulang kampung yang ia lakukan ke negara-negara tertentu.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Agama Buddha adalah agama yang di

anut oleh John sejak ia terlahir ke dunia ini. Kedua orangtuanya juga beragama Buddha, begitu pula dengan satu orang kakak dan satu orang adiknya. Ia juga mempunyai keluargan yang beragama Kristen dan Islam, meskipun hanya minoritas. Kehidupan sosialisasinya dengan keluarga yang berbeda agamapun diakuinya sejauh ini baik- baik saja.

Kedua orangtua John berprofesi sebagai wiraswasta di bidang kuliner. Keduanya membuka usaha rumah makan Chinese di daerah Guruh Pattimpus Medan.

INFORMAN 5

RUDI KIRANA (ZHENG HAO) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Rudi Kirana, mahasiswa semester II di

Departemen Teknik Sipil stambuk 2010 ini, lahir di Medan, 23 Mei 1992. Laki- laki berusia 19 tahun ini mempunyai nama Tionghoa, Zheng Hao yang artinya mulia. Penggunaan nama Tionghoa juga berada pada urutan kedua setelah nama Indonesia yang ia sandang. Ini dikarenakan ia lahir di Indonesia, yang memang mengharuskan menggunakan nama-

nama Indonesia untuk memudahkan segala hal.

Rudi lahir dan besar di Medan, dengan kata lain ia berasal dari Kota Medan. Rudi mempunyai kakek dan nenek yang masih menetap di daratan China. Rudi pernah mengunjungi kakek dan neneknya disana, meskipun pernah pergi ke dartana China dan mengunjungi neneknya, tetapi ia tidak mempunyai anggapan bahwa China itu adalah kampung halamannya. Ia menganggap Kota Medan dan Negara Indonesia lah kampung halamannya, karena ia lahir dan besar di Indonesia. Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Agama yang di anut oleh Rudi adalah

agama Buddha, begitu pula dengan kedua orangtua nya serta kedua adiknya. Rudi tidak mempunyai keluarga di luar agama Buddha. Semua keluarganya sepengetahuannya semua beragama Buddha.

Ayah Rudi bekerja sebagai seorang wiraswasta dan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Ayahnya merupakan guru matematika di SMA Sutomo Medan. Sebagai etnis Tionghoa yang berprofesi sebagai seorang guru memang sedikit jarang terdengar. Ia mengatakan bahwa ayahnya memang senang dengan dunia eksakta, ditambah dengan jenjang pendidikan ayahnya yang seorang Sarjana dalam bidang pendidikan matematika, menjadikan ayahnya memang harus menjadi seorang guru.

INFORMAN 6

MICHAEL (THEO SIAN UN) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Theo Shian Un, merupakan nama

Tionghoa dari informan keenam, Michael. Michael lahir di Medan, pada 19 Januari 1992. Saat ini ia duduk di semester II, Departemen Teknik Elekto, stambuk 2010. Laki-laki berusia 19 tahun ini tidak mengetahui makna dari nama Tionghoa yang ada pada dirinya. Nama Indonesia adalah nama yang lebih sering ia gunakan, baik itu di rumah, sekolah, kampus, maupun dalam lingkungan pergaulan.

Menjadi warganegara Indonesia, lahir dan besar di Kota Medan, awalnya tidak membuat Michael mempunyai fikiran akan identitas kenegaraannya. Terlahir sebagai etnis Tionghoa di Indonesia, ia tidak membuat anggapan bahwa ia adalah bagian dari negara- negara di daratan China tersebut. Ia hanya menganggap Medan lah sebagai kota kelahirannya, karena ia lahir dan besar di Medan, dan kedua orangtuanya juga berada di Medan. Tetapi belakangan ini, ia juga mempunyai keinginan untuk dapat menjadi bagian dari penduduk-penduduk yang ada di daratan China. Alasannya adalah karena kenyamanan dalam berteman yang lebih ia dapatkan dengan seetnis.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Michael terlahir sebagai seseorang yang

beragama Buddha dari kedua orangtua yang juga beragama Buddha. Seluruh keluarga besarnya mayoritas juga beragama Buddha, meskipun ada beberapa yang beragama Kristen.

Michael hidup dalam keluarga yang berprofesi sebagai wiraswasta. Ayahnya seorang pedagang elektronik dan ibunya seorang pedagang pakaian di pasar petisah Medan.

INFORMAN 7

SUSANTO SALIM (KEN LIE) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Susanto Salim, lahir di Medan, 21

November 1992. Susanto merupakan mahasiswa semester II, Departemen Teknik Industri, stambuk 2010. Susanto juga mempunyai nama Tionghoa, yaitu Ken Lie. Tetapi, sama seperti kebanyakan informan sebelumnya. Susanto juga tidak mengetahui makna dari nama Tionghoa yang ia sandang. Nama Tionghoa sendiri ia gunakan ketika ia bersekolah di SMA yang mayoritas siswanya adalah Tionghoa. Nama Tionghoa juga ia gunakan dalam lingkungan keluarga. Keluarga, khususnya kedua orangtuanya selalu memanggilnya dengan nama Ken Lie.

Medan adalah kota kelahiran dari Susanto. Selama kurang lebih 18 tahun di Medan, ia juga mempunyai keinginan terpendam untuk menjadi bagian dari penduduk di negara-negara daratan China. Namun hal tersebut hanyalah sebatas keinginan. Ia masih lebih menganggap Indonesia lah negaranya. Susanto juga masih mempunyai saudara di daratan China, yaitu di RRC, namun ia mengatakan bahwa mereka hanyalah saudara jauh yang tidak begitu dekat dengan keluarga mereka. Jadi, tidak ada tradisi pulang kampung yang ia dan keluarganya lakukan, karena kampung halamannya adalah Kota Medan, Indonesia.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Agama yang di anut oleh Susanto

beserta keluarga besarnya adalah agama Buddha. Ada juga beberapa keluarga yang beragama Kristen, namun ia mengatakan keluarga tersebut adalah keluarga jauh.

Ayah dan Ibu dari Susanto berprofesi sebagai wiraswasta. Ayahnya seorang pedagang elektronik dan ibunya membuka salon kecantikan.

INFORMAN 8

PUTRA JAYA (MIN ZONG) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Putra Jaya, lahir di Medan, 11

September 1992. Putra merupakan mahasiswa semester II, Departemen Teknik Industri, stambuk 2010. Laki- laki berusia 18 tahun ini mempunyai nama Tionghoa, Min Zong, dan ia juga tidak dapat mengatakan makna dari nama Tionghoanya tersebut, karena faktor ketidaktahuan. Nama Tionghoa juga hanya ia gunakan di lingkungan rumah. Nama Putra Jaya, tetap menjadi nama pertama yang ia gunakan baik dalam pergaulan antara teman-teman se-etnis maupun teman-teman di luar etnisnya. Ini diakuinya karena nama yang ada di akte kelahiran adalah nama Putra Jaya tersebut, bukan Min Zhong.

Putra lahir dan besar di Kota Medan. Sejak kecil ia sudah berada di Kota Medan dan bertradisi selayaknya penduduk Medan. Kedua orangtua beserta keluarga besarnya juga berada di Medan sudah sangat lama sekali. Oleh sebab itu ia menganggap Medanlah sebagai kampung halamannya, bukan yang lain.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Agama yang di anut oleh Putra dan

keluarganya adalah agama Buddha. Ia juga mempunyai keluarga selain yang beragama Buddha. Kakek dan neneknya ada yang beragama Kristen Katolik, tetapi mereka adalah keluarga jauh dan juga tidak tinggal di Medan.

Pekerjaan dari kedua orangtua Putra adalah wiraswasta. Ayah dan ibunya merupakan pedagang barang-barang elektronik di daerah jalan Asia Medan.

INFORMAN 9 ADI SURYA (CIN AN) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Informan kesembilan, Cin An atau yang

lebih dikenal dengan nama Adi Surya, lahir di Aek Kanopan, 4 Juli 1991. Adi adalah mahasiswa semsester II, Departemen Teknik Mesin, stambuk 2009. Adi mempunyai nama Tionghoa, Cin An. Nama Cin An sendiri diakuinya hanya menjadi identitas semata, karena pemakaiannya juga tidak begitu di rasakannya. Oleh sebab itu, ia juga tidak mengetahui makna dari nama Tionghoa yang ada pada dirinya.

Cin An, atau yang dikenal dengan Adi, lahir di sebuah desa kecil yang ada di daerah Mandailing Natal, yaitu Aek Kanopan. Sejak dilahirkan sampai ia berusia 11 tahun ia sudah menetap di daerah tersebut, dan ketika ia berusia 12 tahun, ia beserta kedua orangtuanya dan kedua abangnya pindah dan menetap di Kota Medan sampai saat ini. Ia tidak mempunyai keluarga di daratan China, ia juga tidak merasa daratan China adalah sebagai kampung halamannya. Ia lebih merasa Aek Kanopan lah sebagai kampung halamannya, karena ia lahir disana dan masa kecilnya juga berada disana.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Adi adalah seorang Tionghoa beragama

Buddha, begitupula dengan kedua orangtuanya dan kedua abangnya yang juga beragama Buddha. Ia mengaku bahwa ia tidak mempunyai keluarga yang beragama Kristen, tetapi ia mempunyai keluarga yang beragama Islam. Ini disebabkan karena keluarga besarnya berada di daerah Tapanuli Selatan yang umumnya beragama Islam, jadi sejak dahulu buyut-buyutnya sudah melakukan pernikahan dengan warga-warga sekitar yang beragama Islam.

Sama seperti etnis Tionghoa pada umumnya, pekerjaan dari kedua orangtuanya adalah wiraswasta. Ketika di Aek Kanopan, kedua orangtuanya bekerja sebagai pedagang kelontong, tetapi ketika pindah ke Medan orangtuanya beralih usaha menjadi usaha di bidang sparepart kenderaan bermotor dan juga melayani service kenderaan bermotor.

INFORMAN 10 MELIANA (LIE CHIN) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Meliana, lahir di Medan, 6 Agustus

1992. Merupakan mahasiswi Departemen Teknik Arsitektur, stambuk 2010. Mahasiswi semester II ini, mempunyai nama Tionghoa Lie Chin. Nama Tionghoa yang tidak ia ketahui artinya, karena merupakan pemberian nama dari seorang shinshe. Bahkan mamanya sendiri juga tidak mengetahui makna dari nama tersebut. Penggunaan nama Tionghoa juga ia akui hanya digunakan ketika ia menikah ataupun meninggal nanti. Selain itu, nama Tionggoa juga menjadi nama panggilan bagi Meliana pada saat berada di rumah.

Meliana berasal dari Kota Medan, ia lahir dan besar di Kota Medan, oleh sebab itu tidak ada anggapan bagi dirinya bahwa adanya negara-negara lain sebagai kampung halaman. Ia menganggap Medan lah kampung halamannya. Keluarga yang menetap di daratan China juga tidak ada, jadi tidak ada tradisi pulang kampung yang ia lakukan ke negara-negara lain.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Meliana merupakan etnis Tionghoa

yang beragama Kristen Katolik, kedua orangtuanya juga beragama Kristen Katolik. Ia juga mempunyai keluarga besar yang beragama Buddha. Keluarga yang beragama Kristen maupun yang bergaama Buddha, menurutnya sama besarnya dan sama tingkat kedekatannya, tidak ada pembedaan yang ia lakukan.

Pekerjaan dari kedua orangtua Meliana adalah wiraswasta. Kedua orangtuanya membuka usaha dalam bidang penjualan sparepart kenderaan bermotor, becak dan kendaraan sejenisnya. Usaha tersebut berada di Jalan Jamin Ginting, lebih tepatnya di dekat simpang kampus Universitas Sumatera Utara.

INFORMAN 11

ANTON HALIM (LIM SEN TONG) Latar Belakang Nama, Jenis Kelamin,

Usia, Departemen/Stambuk/Semester

Latar Belakang Asal Daerah Anton Halim, lahir di Medan, 10 Juli

1992. Mempunyai nama Tionghoa, Lim Sen Tong, yang menurutnya mempunyai arti “dasar-dasar yang kuat”. Anton merupakan mahasiswa semester II, Departemen Teknik Arsitektur, stambuk 2010. Anton juga tidak merasakan pemakaian nama Tionghoa yang efisien dalam kesehariannya. Nama yang ia gunakan dalam kesehariannya adalah nama Indonesia bukan nama Tionghoa. Akte kelahiran, ijazah, sim, sampai pada panggilan keluarga juga memakai nama Indonesia, Anton Halim.

Sejak lahir, Anton sudah berada di Medan, sampai ia berusia 19 tahun, ia masih tetap menetap di Medan. Anton tidak pernah tinggal di suatu kota ataupun negara dalam konteks waktu yang lama. Ia pernah melakukan kunjungan ke Bandung, Jakarta, Singapur, dan lain sebagainya, tetapi hanya sebatas liburan saja, tidak ada istilah menetap dalam konteks waktu yang lama. Ia juga tidak mempunyai keluarga lain, selain di Indonesia, sehingga tidak ada istilah pulang kampung ke luar Indonesia yang ia lakukan.

Latar Belakang Agama Latar Belakang Pekerjaan Orangtua Agama yang di anut oleh pria berusia

19 tahun ini adalah agama Buddha. Kedua orangtuanya juga beragama Buddha, begitupula saudara-saudaranya yang lain. Ia juga mempunyai keluarga yang beragama Kristen, dan itu menurutnya suatu kewajaran, sama seperti etnis Tionghoa pada umumnya.

Sama seperti etnis Tionghoa pada umumnya, dan sama seperti kebanyakan informan pada umumnya, pekerjaan dari kedua orantua Anton adalah wiraswasta. Ayah dan ibunya, keduanya membuka usaha panglong di daerah Jalan Japaris, atau yang lebih dikenal dengan Jalan Rahmadsyah.

Dokumen terkait