• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

G. Tahap-tahap Penelitian

Tahap-tahap penelitian ini merupakan penjelasan menganai langkah- langkah yang harus ditempuh dalam suatu penelitian. Bagian ini menguraikan rencana pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, mulai dari penelitian, pengembangan desain, penelitian sebenar-benarnya dan sampai pada penulisan proposal.77

1. Tahap Pra lapangan

Peneliti menyusun rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, mengurus perizinan, menjajaki dan menilai keadaan lapangan, memilih menetapkan nara sumber/informan, menyiapkan perlengkapan penelitian dan persoalan ketika penelitian.

2. Tahap Penelitian Lapangan

Peneliti berusaha dengan sungguh-sungguh memahami latar belakang dan tujuan penelitian, memasuki lokasi penelitian, mencari

77 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan, 48.

sumber data, mengumpulkan data, dan menganalisis data dengan menggunakan prosedur penelitian yang telah ditetapkan dalam proposal.

3. Tahap Akhir Penelitian Lapangan

Peneliti menyajikan data yang didapatkan di lapangan, penarikan kesimpulan, kritik dan saran-saran.

A. Gambaran Obyek Penelitian

Objek dari penelitian ini yaitu Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso, sebagai kelengkapan dari objek ini, akan dikemukakan tentang Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso meliputi:

1. Identitas Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso

a. Nama Madrasah : Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso

b. No. Statistik Madrasah (NSM) : 121235110004

c. Alamat Lengkap : Jl. HOS. Cokroaminoto Kademangan Bondowoso 68217

d. Nomor Telp./Fax : (0332) 429905

e. Alamat Email : [email protected]

f. Website : www.mtsattaqwabondowoso.com

g. Kabupaten/Kota : Bondowoso

h. Provinsi : Jawa Timur

i. Nama Kepala Madrasah : Fausi, S.Pd.I j. TMT Jabatan Kepala Madrasah : 20 Januari 2018

k. Alamat Kepala Madrasah : Jl. KIS Mangunsarkoro No.20 Depan Masjid Al-Muhibbin Tamansari Bondowoso.

2. Letak Geografis

Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso berlokasi di tengah kota Bondowoso. Tepatnya di jalan Hos Cokroaminoto No.45 Kademangan Bondowoso, Kecamatan Kota Bondowoso, Kabupaten Bondowoso Propinsi Jawa Timur. Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa berbatasan dengan :

Utara : Rumah Sakit Mitra Medika

Selatan : Kampus II STAI At-Taqwa Bondowoso Barat : Pom Bensin Tamansari

Timur : PP. Atqia Bondowoso

3. Sejarah Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso

Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso berdiri sejak tahun 2005 dan mendapatkan piagam pendirian Madrasah pada tanggal 27 September 2006 berdasarkan surat keputusan Kepala Kantor Wilayah Departeman Agama Provinsi Jawa Timur nomor : Kw.13.4/4/PP.03.2/3132/2006.

Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso adalah lembaga pendidikan yang dilahirkan dari ikhtiar para ulama di Bondowoso. Ikhtiar ini dilandaskan pada tantangan dunia masa depan yang membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas tinggi dan didorong oleh realitas sosial kemasyarakatan yang semakin menghawatirkan, terutama fakta dekadensi moral yang tak kunjung reda, seperti: pergaulan bebas remaja, tawuran antar pelajar, hingga penggunaan obat-obatan terlarang adalah ironi yang menggugah para ulama di Bondowoso diantaranya Alm.KH. Masrur Masyhud, KH. Imam Barmawi Burhan, KH. M. Kholil Syafi’I, KH. SA. Khodari HS, KH. Achmad Sodiq, Alm.

KH. Anwar Adnan. Mereka adalah sosok dan tokoh kunci sukses Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.72

Secara berturut-turut Kepala Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso sejak awal pendirian, yaitu sejak tahun 2005 – 2019 dapat dilihat pada table berikut :

Tabel 4.1

Daftar Nama Kepala Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa mulai tahun 2005- 2019 :

NO NAMA TAHUN

1 Drs. H. ACHMAD SODIQ 2005 – 2009

2 SAINI, S.Ag.M.Pd.I 2009 – 2011

3 Dr. H. MATKUR,S.Pd.I, M.Si. 2011 – 2016

4 NUR TAUFIK, S.Pd.I 2016 – 2018

5 FAUSI, S.Pd.I 2018 – Sekarang

4. Visi dan Misi Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso a. Visi Madrasah

“ Mewujudkan madrasah bermutu dan peserta didik sebagai kader muslim yang berjiwa Qur’ani, memiliki keluasan ilmu dan berakhlak mulia”.

b. Misi Madrasah

1) Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang unggul untuk menghasilkan lulusan yang bermutu.

2) Mengembangkan Manajemen Pendidikan yang Profesional dalam menumbuhkan suasana akademik yang kondusif bagi pengembangan integrasi ilmu pengetahuan.

72 Dokumentasi, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso, 06 September 2019.

3) Mengembangkan kultur keteladanan dalam kehidupan masyarakat atas dasar nilai-nilai Islam ala Ahlussunnah wal Jama’ah dan budaya luhur bangsa Indonesia.

5. Tujuan Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso

Berdasarkan Visi dan Misi madrasah, maka tujuan yang hendak dicapai Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso antara lain sebagai berikut :

a. Menumbuhkan lingkungan madrasah yang kondusif bagi terbentuknya generasi muslim yang shaleh, cedas, kritis, kreatif dan bertanggung jawab.

b. Mengembangkan kurikulum, fasilitas, dan variasi model pembelajaran.

c. Mengembangkan model kemitraan madrasah dengan orang tua dan masyarakat sesuai dengan misi lembaga.

d. Membuat dan mengembangkan model sistem rekrutmen, pelatihan dan pengembangan guru yang sesuai dengan sistem yang dikembangkan madrasah.

e. Mengembangkan pemanfaatan teknologi informasi secara efektif dan efisien baik dalam proses belajar mengajar maupun manajemen pendidikan.

6. Motto

“ Berfikir cepat, bertindak tepat, berdzikir kuat “ 7. Struktur Organisasi

Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso adalah suatu lembaga pendidikan dan pengajaran tingkat menengah pertama yang memiliki nilai plus karena menjadikan agama Islam sebagai identitas lembaganya. Dalam suatu lembaga pendidikan untuk urusan pengajarannya mempunyai tata kerja tersendiri, begitu pula untuk pengajaran tata kerja di Madrasah Tsanawiyah At-

Taqwa Bondowoso diperlukan struktur organisasi yang jelas sehingga diharapkan dapat tercapai efisiensi serta efektifitas penyelenggaraan.

Struktur oraganisasi Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso adalah struktur organisasi sekolah yang secara umum mengikuti aturan di bawah Kementrian Agama dan kurikulum yang dikembangkan Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso juga melihat pada aturan yang ditetapkan. Adapun struktur organisasi tersebut dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 4.2

Struktur Kepengurusan Guru Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso73

NO Bidang Tugas Nama

1 Kepala Madrasah Fausi, S.Pd.I

2 Waka Kurikulum Lepisa Saharani, ST.

3 Waka Kesiswaan Febri Dwi Jayanto, S.Pd.I 4 Waka Hubungan Masyarakat Andrie Dedi Bachtiar, S.Pd.

5 Waka Sarana Prasarana Suprianto Wahyu Wasono, S.Pd.

6 Waka Keagamaan Holid Batsal, SH, M.Pd.I

8. Keadaan Guru Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso Tabel 4.3

Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan

NO KETERANGAN

JUMLAH JUMLAH

KESELURUHAN PUTRA PUTRI

1 Guru PNS - 1 1

2 Guru Tetap Yayasan 18 12 30

73 Sumber Data : Arsip Tata Usaha Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa TP.2019-2020 (24 Agustus 2019)

3 Tenaga Kependidikan 4 3 7

JUMLAH 39

9. Keadaan Siswa Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso Tabel 4.4

Data Siswa dalam Lima Tahun Terakhir74

TAHUN JUMLAH SISWA Madrasah Tsanawiyah AT-TAQWA

Pa Pi JUMLAH

2015/2016 174 177 351

2016/2017 188 169 361

2017/2018 181 169 350

2018/2019 205 206 411

2019/2020 244 261 505

Grafik 4.1

74 Ibid.,

Series1; TP.

2015/2016;

351

Series1; TP.

2016/2017;

361

Series1; TP.

2017/2018;

350

Series1; TP.

2018/2019;

411 Series1; TP.

2019/2020;

505

Grafik Jumlah Siswa MTs. At-Taqwa

B. Penyajian Data dan Analisis

Penyajian data merupakan bagian yang mengungkapkan data yang dihasilkan dalam penelitian yang digunakan dengan sistematis yang disesuaikan dengan fokus penelitian dan analisis data yang relevan.

Untuk memperoleh data dalam penelitian, maka pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi.

Setelah proses pengumpulan data selesai kemudian dilanjutkan analisis data yang dilakukan secara interaktif.

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, cacatan lapangan dan bahan-bahan lain. Sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat di informasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjebarkan kedalam unit-unit, melakukan sentesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting, akan dipelajari dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.

Pembelajaran al-Quran di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso merupakan sebuah kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi seluruh siswa Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso yang merupakan Lembaga Madrasah yang sangat memprioritaskan terhadap kemampuan siswa dalam membaca al-Quran yaitu dengan menekankan pada pembelajaran ilmu tajwid.

Oleh karena itu Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso memakai kitab Hidayatus Sibyan sebagai media pembelajaran untuk mendalami ilmu tajwid.

Ustadz Agus selaku koordinator al-Quran mengemukakan alasan mengapa

Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa memakai kitab Hidayatus Sibyan. Ia menyampaikan:

“Jadi gini mbak, awalnya itu ada usulan dan saran dari beberapa wali murid, kenapa kalo Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa dalam pembelajaran al-Qurannya itu ditekankan pada ilmu tajwid seperti pembelajaran di pondok pesantren, nah dari usulan itu pihak lembaga sepakat memakai kitab Hidayatus Sibyan dalam pembelajaran ilmu tajwidnya, kenapa memakai kitab itu, karena penjelasan materi dalam kitab Hidayatus Sibyan mudah dipahami dan ada nadhomnya juga, pastinya kalo siswa disuruh bernyanyi anak-anak itu akan semngat belajarnya dan tidak bosan juga.75

Peneliti juga mewawancarai Ustadz Fausi selaku Kepala Madrasah Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso. Ia mengatakan:

“ada alasan mengapa lembaga kami mengutamakan harus bisa menguasai ilmu tajwid agar siswa bisa membaca al-Quran dengan tartil bisa membaca al-Quran secara baik dan benar sesuai dengan kaidah yang ada. Apalagi ilmu tajwid ini kan hukumnya fardhu kifayah untuk mempelajarinya, jadi ini sudah menjadi tangggung jawab kami sebegai guru agar siswa mampu menguasai ilmu tajwid itu. Dan ketika siswa sudah lulu, siswa harus sudah mampu membaca al-Quran dengan baik dan benar, karena itu adalah target dari ustadz ustadzah disini.76

Penyajian data beserta analisis data merupakan hasil penelitian yang peneliti lakukan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso. Data ini berdasarkan hasil penelitian observasi dan hasil wawancara peneliti dengan kepala madrasah, guru, dan siswa Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso, maka dapat peneliti paparkan beberapa data dari informan yang terkait dengan judul “Penerapan Pembelajaran Ilmu Tajwid melalui Kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019”. Data yang disajikan Sesuai dengan fokus penelitian sebagai berikut:

75 Ustadz Agus, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Rabu, 11 September 2019

76 Ustadz Fausi, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Rabu, 14 Agustus 2019

1. Metode pembelajaran tajwidd melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

Salah satu hal yang memegang peranan penting bagi keberhasilan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso yaitu metode yang digunakan dalam proses pembelajaran sesuai dan tepat. Metode yang digunakan dalam pembelajaran tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso:

a. Metode hafalan b. Metode ceramah c. Metode bernyanyi

Dalam setiap pembelajaran memiliki metode metode khusus yang digunakan secara khusus seperti halnya metode pembelajaran tajwid di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tidak hanya menggunakan metode klasikal tetapi juga menggunakan metode modern seperti ceramah dan bernyanyi dalam proses pembelajaran, karena guru ingin siswa lebih mudah dalam memahami isi pembelajaran tersebut.77

Peneliti mewawancarai Ustadz Fausi selaku kepala Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso, beliau mengatakan:

“Metode yang digunakan dalam pembelajaran tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan ini menggunakan metode bernyanyi, yang mana tedapat syair nadhom tajwid dalam kitab Hidayatus Sibyan itu sendiri, sehingga siswa semangat dan senang dalam mempelajarinya

77 Observasi Bondowoso 2019

dan guru mampu mengendalikan suasana yang tidak membosankan.78

Menurut pemaparan ustadzah Nur Hidayati selaku pengajar, mengatakan:

“yang saya terapkan metode dalam mengajar adalah ceramah dan bernyanyi, karena dalam mengajar siswa masih butuh arahan, meskipun hanya materi ilmu tajwid yang di anggap mudah bagi sebagian orang tetapi disini saya harus menjelaskan materi dengan singkat, padat namun jelas, karena itu saya penting dalam menerapkan metode ceramah ini, nah selanjutnya agar anak-anak tidak bosan saat pembelajaran saya juga menerapkan metode bernyanyi, jadi anak-anak biasanya cenderung aktif, nah kalo untuk hafalan kitab hidayatus itu ustadz ustadzah tidak mewajibkan untuk menghafal setiap hari, karena untuk hafalannya itu sudah ada target masing-masing dan itu sudah tertera di kurikulum al-Quran dek.

Misalkan kelas VII hafalannya dari halaman sekian sampek sekian, begitupun kelas VIII dan kelas IX. 79

Dikuatkan dengan dokumentasi saat melakukan observasi di dalam kelas dalam pembelajaran ilmu tajwid menggunakan metode ceramah dan siswa menyimak apa yang dijelaskan oleh guru mengenai materi yang disampaikan menggunakan al-Quran.80

78 Ustadz Fausi, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Rabu, 14 Agustus 2019

79 Ustadzah Nur Hidayati, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Jum’at, 06 September 2019.

80 Observasi di kelas IX B Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Sabtu,30 November 2019.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ustadz Agus selaku koordinator al-Quran dan guru al-Quran. Ia mengatakan:

“selain menggunakan metode ceramah dalam penyampaian materi kami juga memakai sistem hafalan mbak, setiap anak wajib menghafal nadhom beserta materi ilmu tajwid dalam kitab Hidayatus Sibyan sesuai dengan kurikulum al-Quran, tapi biasanya sebelum guru menyampaikan materi menggunakan ceramah, siswa akan membaca nadhom tajwid yang didalam kitab Hidayatus Sibyan itu menggunakan syair yang biasanya mereka pakai setiap hari, jadi secara tidak sadar sebenarnya siswa bisa menghafal karena sudah pembiasaan itu sendiri.81

Peneliti juga mewawancarai Dive siswa kelas IX B Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso. Ia mengatakan:

“iya mbak biasanya pas awal masuk itu kita membaca nadhom kitab Hidayatus Sibyannya mbak pake lagu yang memang kita pake tiap hari, kalo pas materinya itu ustadzah nyuruh kita baca al-Quran satu ayat tiap anak, terus ditanyain di kalimat itu ada hukum bacaan apa trus disertai dengan baca nadhomnya, baru setelah itu ustadzah nerangin hukum tajwidnya.82

Dikuatkan dengan dokumentasi pada saat observasi di kelas IX B Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso dalam pembelajaran ilmu tajwid yaitu siswa membaca nadhom tajwid kitab Hidayatus Sibyan bersama-sama.83

81 Ustadz Agus, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Rabu, 11 September 2019.

82 Dive, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Senin, 26 Agustus 2019

83 Observasi di kelas IX B Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Rabu, 04 Desember 2019.

Pada observasi yang peneliti lakukan di Madrasah Tsanawiyah At- Taqwa Bondowosso dalam penerapan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan, pada awal masuk pembelajaran siswa akan membaca nadhom tajwid Hidayatus Sibyan bersama-sama kemudian siswa akan membaca al-Quran dengan tartil, lalu setelah itu siswa diminta oleh guru untuk membaca al-Quran kembali satu persatu dan dilanjutkan guru menanyakan hukum bacaan yang terkandung dalam ayat tersebut dan juga disertakan dengan nadhomnya. Disamping itu guru akan menerangkan hukum bacaan yang telah siswa sebutkan dengan tujuan siswa akan lebih memahaminya. Dan diakhiri dengan membaca al-Quran dengan tartil kembali.

Dikuatkan dengan dokumentasi pada saat kegiatan sima’an al- Quran dalam pembelajaran ilmu tajwid.

Dari beberapa pendapat narasumber yang didapat berdasarkan hasil wawancara dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa metode yang digunakan dalam pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 adalah metode hafalan, metode bernyanyi, metode ceramah.

Berdasarkan hasil dari analisis data dikemukakan sebagaimana bahwa dalam pembelajaran ilmu tajwid di Madrasah Tsanawiyah At- Taqwa Bondowoso tahun 2019 menggunakan metode ceramah dengan tujuan dapat memudahkan siswa untuk mengkaji aspek-aspek bahan pelajaran dan apabila bahan ajar belum dikuasai oleh sebagian siswa maka guru akan merasa mudah untuk menugaskan dan member rambu- rambu pada siswa yang bersangkutan. Dengan menggunakan metode hafalan untuk menghafal nadhom/dalil tajwid di kitab Hidayatus Sibyan, karena pada umumnya metode hafalan dipakai untuk menghafalkan teks kitab seperti kitab Hidayatus Sibyan sendiri, dan agar siswa lebih mampu memahami maksud dari isi nadhomnya guru menjelaskan maksud dari bait-bait nadhom tersebut. Untuk menghafal nadhom kitab Hidayatus

Sibyan maka harus disandingkan dengan metode bernyanyi, yakni melagukan nadhom-nadhom dalam kitab Hidayatus Sibyan agar siswa tidak merasa bosan dan pembelajaran akan menyenangkan sesuai dengan harapan dan tujuan guru Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso.

2. Media pembelajaran tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

Salah satu cirri media pembelajaran adalah bahwa media mengandung dan mebawa pesan atau informasi kepada penerima yaitu peserta didik, akan tetapi yang terpenting adalah media itu disiapkan untuk memenuhi kebutuhan belajar dan kemampuan peserta didik. Serta peserta didik dapat aktif berpartisipasi dalam proses belajar mengajar.

Peneliti melakukan wawancara tentang media pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At- Taqwa Bondowoso dengan Usatadzah Nur Hidayati. Ia mengatakan:

“Untuk medianya mbak ya kita menggunakan media yang ada di dalam kelas itu dah seperti papan tulis dan buku ajar saja, karena materi di kitab Hidayatus Sibyan ini penjelasan/pengertian dari masing-masing hukum tajwid itu mudah dipahami dan juga ada nadhomnya yang mudah dihafal, karena ketika proses belajar mengajar dengan adanya nadhom itu pembelajaran lebih menyenangkan, nah di sisi lain saya juga harus menerangakan kepada anak-anak, saya tulis dipapan contohnya itu seperti ini seperti itu sesuai dengan materi yang kita pelajari saat itu dan dengan begitu pastinya materi yang disampaikan akan lebih mudah lagi dipahami.84

84 Ustadzah Nur Hidayati, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Jum’at, 06 September 2019

Berdasarkan wawancara diatas bahwa media pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan terdiri dari media pajang seperti papan tulis dan media cetak seperti kitab Hidayatus Sibyan.

Lebih lanjut lagi, peneliti melakukan wawancara mengenai media pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso dengan Ustadz Agus. Ia mengatakan:

“media itu kan merupakan alat bantu atau pendukung yang berfungsi untuk mempermudah dalam proses pembelajaran dan untuk mempercepat pemahaman siswa pada materi yang diajarkan, secara umum media yang digunakan di lembaga kami dalam pembelajaran ilmu tajwid itu tentunya kitab Hidayatus Sibyan itu sendiri sebagai pegangan materi tajwid, kitab al-Quran ketika praktek dan alat tulis dan papan tulis.85

Penjelasan yang hampir sama juga dikemukakan oleh Kepala Madrasah Ustadz Fauzi. Ia mengatakan:

“sebenarnya kalo menerangkan tentang ilmu tajwid itu lebih baik di arahkan/diterangkan langsung oleh pengjarnya, ilmu tajwid ini kan proses awal agar kita dapat membaca al-Quran dengan baik dan benar sesuai kaidah yang ada, jadi ustadz ustadzah disini itu menulis contoh-contoh di papan tulis lalu diterangkan kepada siswa.86

Hal tersebut juga dijelaskan oleh Nabila siswa kelas VIIIC Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso. Ia mengatakan:

“kalo ustadzah nerangin di kelas itu saya cepet paham, trus penjelasan yang di kitabnya itu juga gampang dimengerti mbak, beda sih sama belajar tajwid kalo di tempat ngaji di rumah, disini lebih menyenangkan.87

85 Ustadz Agus, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Rabu, 11 September 2019

86 Ustadz Fausi, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Rabu, 14 Agustus 2019

87 Nabila, wawancara, Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso: Rabu, 28 Agustus 2019

Untuk memperkuat data diatas peneliti mengamati kegiatan pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan dengan hasil wawancara dan observasi, media yang digunakan dalam pembelajaran tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At- Taqwa Bondowoso itu adalah media berbasis manusi (ustadz ustadzah), media pajang yaitu papan tulis dan media cetak yaitu kitab Hidayatus Sibyan dan al-Quran. Karena dalam menjelaskan materi ilmu tajwid tidak cukup hanya menggunakan media cetak saja atau kitab Hidayatus Sibyan, akan tetapi guru juga harus menjelaskan apa makna, tujuan dan maksud dari isi materi kitabnya agar siswa tidak rancu dalam menerima penjelasan dari guru.

Berdasarkan hasil analisis data diatas dapat dikemukakan sebagaimana bahwa media yang dipakai dalam pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019 yaitu media berbasis manusia, media pajang/papan tulis dan media cetak yaitu kitab Hidayatus Sibyan dan al- Quran sebagai media unjuk kerja. Pada umumnya dalam pembelajaran media pajang/papan tulis merupakan media yang paling lazim dan sering digunakan dalam pengajaran. Seperti dalam pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso khususnya dalam pembelajaran ilmu tajwid, media papan tulis sangat diperlukan karena dalam menjelaskan materi-materinya tidak hanya mengandalkan metode ceramah saja akan tetapi media pajang/papan tulis juga menjadi point penting agar guru

dapat menjelaskan secara jelas kepada siswa. Dan sebagai pelengkap dari pembelajarannya maka al-Quran juga digunakan sebagai tes unjuk kerja, yang mana guru akan menyuruh siswa mengaji sesuai dengan makhorijul huruf dengan baik dan benar.

3. Penilaian pembelajaran tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

Penilaian atau evaluasi merupakan proses penentuan sejauh mana tujuan pendidikan tercapai. Evaluasi yang dimaksud yaitu untuk mengukur kemampuan siswa dalam pembelajaran ilmu tajwid melalui kitab Hidayatus Sibyan di Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso tahun 2019.

Penilaian berdasarkan indikator yang ditetapkan oleh lembaga diantaranya:

Afektif : Sikap dan kebiasaan siswa dalam setiap hari pada saat pembelajaran.

Kognitif : Siswa menghafal pengertian hukum-hukum tajwid serta nadhom yang terdapat pada kitab Hidayatus Sibyan.

Psikomotorik : Siswa mampu mempraktekan dalam membaca al- Quran secara baik dan benar sesuai materi tertentu dalam kitab Hidayatus Sibyan (hukum-hukum bacaan al-Quran/tajwid).

Peneliti melakukan wawancara dengan Kepala Madrasah Madrasah Tsanawiyah At-Taqwa Bondowoso Ustadz Fausi. Ia mengatakan:

“Penilaian ini adalah suatu cara yang dilakukan oleh ustadz ustadzah yang mana dari penilaian tersebut guru bisa mengetahui

Dokumen terkait