BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS
B. Penyajian Data dan Analisis
Setelah melakukan proses penelitian dan memperoleh data di lapangan dengan berbagai teknik pengumpulan data yang digunakan, mulai dari data
47“SekolahKita,”diakses5April2022,https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/index.php/chome/
profil/65064b15-a69f-422a-83bc-bc81816da89e.
yang umum hingga data yang spesifik. Selanjutnya data-data tersebut akan dianalisis secara tajam dan kritis dengan harapan dapat memperoleh data yang akurat. Secara barurutan akan disajikan data-data yang mengacu kepada fokus penelitian. Data yang dikumpulkan serta digali adalah tentang Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) Di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember.
Sesuai dengan fokus penelitian awal, maka data-data yang telah diperoleh dari lapangan akan disajikan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT)
Sebelum melakukan proses pembelajaran, perlu adanya perencanaan agar tujuan yang diinginkan oleh guru tercapai. Dalam perencanaa pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis ICT guru menyiapkan materi pada Microsoft Team, dan menyiapkan materi pendukung seperti video yang membantu pemahaman siswa dalam memahami materi yang akan disampaikan.
Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agam Islam Menurut Bapak Huda sebagai Guru PAI dan Wakasek Kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember memang telah berbasis Information Comunication And Tehnolog (ICT), sebaimana keterangan yang beliau sampaikan kepada peneliti
“Bentuk pembelajaran PAI berbasis ICT sangat cocok diterapkan di masa ini. Maksudnya cocok diterapkan di masa pandemi dimana kegiatan belajar mengajar lebih banyak menerapkan sistem online.
Media yang digunakan aplikasi yang bisa langsung diakses siswa.
Jadi guru mengirim pertanyaan dan siswa langsung bisa mengakses.”48
Berdasarkan wawancara dengan beliau, peneliti menyimpulkan bahwa sistem pembelajaran PAI untuk peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember selalu menyesuaikan dengan zaman yang sedang berkembang yang tujuannya memang menjadikan peseeta didik dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di mata pelajaran PAI lebih efektif dan tetap menarik serta cepat paham terhadap materi yang disampaikan oleh guru.
Sama dengan proses pemeblajaran pada umumnya, sebelum melaksanakan pemeblajaran berbasis ICT guru merencakan tahap-tahap pelaksanaan pembelajaran dalam bentuk RPP (dapat dilihat di lampiran).
Pelaksanaan pembelajaran berbasis ICT yang di maksud narasumber yakni bapak Mahmulul Huda adalah menggunakan Microsoft team, yang mana dalam aplikasi tersebut terdapat bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran seperti contoh dibawah ini:
48Mahmulul Huda, Wawancara, 22 Maret 2022.
Gambar 4.1
Pelaksanaan Pembelajaran Tahap Pendahuluan Berbasis ICT dengan Microsoft Teams
Gambar 4.2
Pelaksanaan Pembelajaran Tahap Pendahuluan (memasukan Materi ke micrososft teams) Berbasis ICT dengan Microsoft
Teams
Gambar 4.3
Pelaksanaan Pembelajaran Tahap Isi (Penyampaian Materi) Berbasis ICT dengan Microsoft Teams
Berdasarkan gambar 4.3 ditampilkan bahwa pelaksanaan pembelajaran pada tahap isi yakni berupa menyampaikan materi, pada gambar di atas materi yang dijelaskan mengenai iman kepada hari akhir.
Pafa meteri tersebut guru menjelaskan mengenai pengertian mengenai hari akhir atau biasa disebut hari kiamat, macam-macam hari akhir dan hikmah dalam mempelajari hari akhir.
Gambar 4.4
Pelaksanaan Pembelajaran Tahap Penutup ( disertai dengan penugasan dan materi selanjutnya) Berbasis ICT dengan Microsoft
Teams
Berdasarkan gambar tahapan pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis ICT menggunakan Microsoft Teams, dapat dilihat bahwa dalam pelaksanaannya guru tetap melaksanakan pembelajaran layaknya pembelajaran offline dengan adanya beberapa tahapan dalam proses pembelajaran namun bedanya hanya pada teknik melaksanaannya yakni dengan memanfaatkan Microsoft teams untuk melaksanakan proses pembelajaran. Pada tahap pendahuluan guru mengistruksikan siswa untuk mengisi daftar harian, pada tahap inti guru menyampaikan mater dalam bentuk file ke dalam Microsoft teams, dan tahap penutup guru memebrikan soal kepada siswa kemudia siswa mengumpulkan jawaban di aplikasi Microsoft temas.
Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru PAI pun selalau beradaptasi dengan keadaan yang dihadapi oleh peserta didik, sebagaimana diperkuat oleh Maya Hilmy Nauvalia:
“Strategi melalui perangkat pelaksanaan disesuaikan dengan model pembelajarannya, semisal daring (dalam jaringan) maka perangkat yang digunakan adalah perangkat yang berkaitan dengan pembelajaran daring”49
Medianyapun dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas berbeda beda, sebagaimana diungkap oleh beliau. Salah satu strategi yang inovatif yang di terapkan oleh guru PAI saat pendemi yang melanda dunia pendidikan, beliau tetap melaksanakan kegitatan pembelajaran sebagaimana mestinya, bahkan beliau saat membuka kegiatan belajar megajarpun menganggap biasa,
“Kalau saya biasanya di google classroom itu kan enak cara mengaplikasikannya, ya seperti itu. Anak-anak biasanya ada absennya, ada juga misalnya anak yang kita share materi kemudian siapa yang membaca siapa yang tidak, terus kita juga tahu ada yang mengerjakan tugas ada yang tidak, ada pula yang mengumpulkan ada yang tidak. Semuanya memang menggunakan aplikasi ketika di google classroom itu. Kita juga kasih nilai yah langsung di aplikasi tersebut.”50 Sambung Ibu Maya Hilmy Nauvalia saat diwawancara oleh peneliti
Saat semua guru atau tenaga pendidik masih kebingungan dalam mencari media yang efektif untuk kegiatan belajar megajar di sekolah saat pandemi, guru PAI yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember telah menggunakan banyak media yang variatif, sebagaiamana yang diungkapkan oleh Bapak Huda”
49Maya Hilmy Nauvalia, Wawancara, 22 Maret 2022.
50Maya Hilmy Nauvalia.
“Jadi kalau menggunakan classroom, anak-anak kan juga campur tapi ada yang kemudian menyampaikan materi menggunakan microsoft team, karena kan otomatis tidak sama antara daring dengan luring.
Jadi ada beberapa kekurangan ketika pelaksanaan pembelajaran dilaksakan di daring, karena tidak semua anak-anak menggunakan classroom, juga ada anak-anak yang disampaikan materinya yang kemudian di dalam materi itu ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh anak-anak setelah mereka membaca materi.”51
Penyampaian materi menggunakan Microsoft Teams berdasarkan dari informan dan hasil wawancara diatas dapat dilihat dari data yang peneliti dapat dari narasumber sebagai berikut:
Gambar 4.5
Contoh Materi Pembelajaran menggunakan Microsoft Teams dengan Tema “Berfikir Kritis, Demokrasi dan Syuro”
Di dalam hasil wawancara tersebut informan menjelaskan bahwa media pembelajaran dengan menggunakan Microsoft teams terdapat
51Huda, Wawancara.
beberapa materi pembelajaran salah satunya dengan Tema “Berpikir kritis, Demokrasi dan syuro”. Pada materi tersebut guru menjelaskan bahwa berpikir kritis adalah berpikir secara beralasan dan reflektif dengan menekankan pembuatan keputusan tentang apa yang harus di percayai atau dilakukan. Dengan adanya materi tersebut guru mengharapkan siswanya mampu berpikir kritis dan menemukan solusi dari sebuah permasalahan yang ada. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dari link berikut ; https://sg.docworkspace.com/d/sIBXPz4xF-u3-kwY, kemudian untuk contoh materi kedua dalam Microsoft team dapat di lihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 4.6
Contoh Materi Pembelajaran menggunakan Microsoft Teams dengan Tema “Iman kepada hari akhir”
Pada contoh materi selanjutnya guru menjelaskan materi dengan Tema
“Iman kepada hari akhir” yang mana pada materi tersebut guru
menerangkan bahwa hari akhir disebut juga dengan hari kiamat yang berarti hari kebangkitan. Pada hari kebangkitan ini semua manusia yang telah meninggal dibangkitkan kembali untuk mempertanggungjawabkan semua amal perbuatannya selama hidup di dunia. Dengan Tema tersebut guru mengharapkan siswa dapat meyakini hari akhir dan menyiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada link berikut:
https://sg.docworkspace.com/d/sIAbPz4xF2u3-kwY.
Berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI menggunakan media berbasis ICT sangat efektif. Begitupun guru sudah melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas dengan cukup baik serta pembelajaran menggunakan media ICT lebih kreatif, aktif, efektif dan efisien.
“Namun pelaksanaan pembelajaran seperti membuka pembelajaran, menyampaikan materi, dan menutup pembelajaran masih diterapkan dan masih ada. Kegiatan pembelajarannya pun misalnya satu Minggu diberikan materi, kemudian dipelajari untuk Minggu selanjutnya diberikan tugas. Jadi tidak diberi tugas terus. Dan Saya juga tidak terlalu formal, yang penting anak-anak harus tahu siapa gurunya. Jadi seperti akhir semester, sebelum liburan, sebelum lulusan juga, penutupannya di sana.”52
Selain wawancara pada guru dan kepala sekolah, peneliti juga mewancararai salah satu murid di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah. Menurut Nafiz siswi kelas 12 PM (alfamart) berpendapat bahwa:
“Pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis Information Comunication And Tehnolog (ICT), cukup efektif untuk proses pembelajaran pada masa pandemi. Sebab pada kondisi tersebut proses pembelajaran
52Huda, wawancara.
dilakukan dengan online. Aplikasi yang digunakan dalam pembelajaran PAI berbasis ICT cukup efisien dalam menyampaikan pembelajaran. Meskipun dalam pelaksanaannya terdapat beberapa kendala seperti ada sebagian siswa terhalang sinyal untuk mengakses, dan lain sebagainya”.53
Berdasarkan hasil dari wawancara, observasi dan dokumentasi dari beberapa sumber terkait pelaksanaan pembelajaran pendidikan agama islam (PAI) dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis ICT cukup efisien digunakan pada masa pandemic, sebab pada kondisi tersebut semua proses pembelajaran dilakukan dengan sistem online.
Pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis ICT tetap menerapkan seperti halnya pembelajaran pada umunya yakni terdapat tiga tahapan yakni tahap pendahuluan yang diisi dengan pengisian daftar hadir siswa, tahap inti diisi dengan penyampaian materi pada aplikasi Microsoft teams, dan tahapan penutup diisi dengan penugasan yang dikumpulkan melalui aplikasi Microsoft teams, tahapan pembelajaran tersebut disajikan pada aplikasi Microsoft teams.
2. Teknik evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Berbasis Information Comunication And Tehnologi (ICT) di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember
Bentuk evaluasi yang digunakan oleh guru PAI Sekolah Menengah Kejuruan Bangsalsari cukup variatif dan menyesuaikan dengan kondisi
53Nafiz, wawancara, 23 Maret 2022
zaman yang di hadapi oleh peserta didik. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibu Maya Hilmy Nauvalia”
“Jenis evaluasi yang diterapkan setelah pelaksanaan pembelajaran bermacam-macam, karena Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember menggunakan suatu program pembelajaran. Jadi anak-anak itu tetap ada tugas melalui pembelajaran daring juga. Jadi nanti biasanya ada feedback dari anak-anak, membalasnya juga sama, nanti juga dikoreksi kemudian setelah dikoreksi muncul nilainya. Kadang juga ada bentuk tugas untuk anak-anak, tugas itu biasanya dengan anak-anak di-scan kemudian dikirmkan lagi ke pada gurunya.”54
Ada banyak contoh bentuk evaluasi yang beliau sampaikan kepada peneliti:
“Misalnya saya mengajar kelas 12, nanti kelas 12 itu mengirimkan link tugas ke pada saya semua. Teknologi yang dipakai kadang menggunakan microsofttim, WhatsApp, ada yang baru juga namanya kaezela. Kalau di microsofttim itu di dalamnya ada classroom.
Sehingga tugasnya anak-anak itu ada yang menjawab soal. Jadi di microsofttim itu anak-anak bisa mengisi nama, absen, di sana ada.
Ada pula guru-guru membuat soal, anak-anak langsung menjawab di situ, seperti model quiz, kemudian ada juga model tanya jawab.”55 Pemberian tugas kepada peserta didik menggunakan esai,
“Kemudian dalam pemberian tugas, kalau saya lebih ke pada esai.
Misalnya, per semester pasti ada materinya kemudian per materi harus ada soalnya. Tapi kalau saya lebih ke esai, karena kalau pilihan ganda terlalu mudah.”56
Penyampaikan tugas sebagai evaluasi pemebelajaran PAI berbasis ICT dapat dilihat pada gambar berikut ini:
54Maya Hilmy Nauvalia, wawancara.
55Maya Hilmy Nauvalia.
56 Maya Hilmy Nauvalia.
Gambar 4,7
Contoh evaluasi pembelajaran menggunakan Microsoft teams dengan metode quizz
Gambar 4.8
Nilai PTS dan PAS Siswa Kelas XII PM (Alfamart)
Berdasarkan hasil observasi diatas dapat dilihat bahwa guru memberikan tugas harian kepada siswa menggunakan soal berbentuk uraian kemudian siswa mengerjakan pada aplikasi Microsoft teams. Tugas yang telah diberikan ke siswa guru kalkulasikan dalam bentuk nilai dalam
DAFTAR NILAI HASIL BELAJAR AKHIR SEMESTER GENAP SMK MHI BANGSALSARI, TAHUN PELAJARAN 2020/2021
Mata Pelajaran :PAI Kelas : XII PM (ALFAMART)
jurnal penlian guru. Selain tugas evaluasi PTS dan PAS juga dilaksanakan menggunakan bantuan ICT.
Model controling evaluasi untuk perserta didikpun sangat ketat dan ada hukuman tersendiri bagi yang melanggar.
“Selesai pembelajaran kita langsung evaluasi. Akan tetapi untuk saat ini pembelajaran daring, yang mengevaluasi banyak mengalami kesulitan seperti sekolah sendiri untuk tahun depan (2021/2022) misalnya anak yang tidak pernah absen, anak yang tidak pernah mengerjakan tugas, ya sudah kita coret untuk kemudian tidak dinaikkan, jadi memang harus benar-benar ada evaluasi tidak menyamakan nilai anak yang tidak mengerjakan tugas dengan anak yang mengerjakan tugas, selalu absen dan rutin.”57 ungkap bapak Huda sebagai Wakasek Kurikulum Di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember.
Menurut Nafiz salah satu siswi kelas XII PM (alfamrt) memaparkan bahwa :
“ Teknik evaluasi pembelajaran PAI berbasis ICT cukup inovatif, sebab dalam pelaksanaannya siswa tidak perlu mengeprint soal lalu dikumpulkan kesekolah. Evaluasi berbasis ICT cukup efisien dalam pelaksanaannya untuk siswa yang melaksanakan pembelajaran online, sebab pengerjaannya dapat dilakukan di rumah masing- masing”. 58
Berdasarkan paparan Nafiz sebagai siswa dapat diartikan bahwa pelaksanaan evaluasi pembelajaran PAI berbasis ICT cukup efisien di masa pandemic dengan sistem pembelajaran online.
Dari paparan wawancara, observasi dan dokumentasi dari beberapa narasumber di atas dapat dilihat bahwa teknik evaluasi pembelajaran PAI berbasis ICT yang dilakukan di Sekolah Menengah Kejuruan Mamba’ul Khoiriyatil Islamiyah Bangsalsari Jember dapat bahwa teknik evaluasinya
57Huda,Wawancara.
58Nafiz, Wawancara, 23 Maret 2022
menggunakan teknis tes dan non tes, dimana dalam pelaksanannya dilakukan ketika dan setelah selesai pembelajaran.
Dalam melakukan evaluasi, guru memberikan soal melalui micorsoft teams, selanjutnya siswa mengerjakan tugas yang diberikan dan dikumpulkan melalui aplikasi micrososft teams. Penilaian yang dinilai melalui teknik tes pada evaluasi berbasis ICT yakni penilaian kognitif.
Untuk penilaian afektif, guru menerapkan pada ketegasan siswa dalam mengumpulkan tugas dan kehadiran siswa, penilaian psikomotorik dinilai melalui sesi Tanya jawab pada aplikasi micorosoft teams. Selain soal, guru juga melakuan review untuk mengingat kembali pembelajaran yang telah dilakukan guna memantapkan pemahaman siswa agar dapat menjawab soal pada PTS dan PAS.