• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Data dan Analisis

Dalam dokumen PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (Halaman 91-109)

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

B. Penyajian Data dan Analisis

Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan cara yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi diperoleh data tentang penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak kelompok B di RA Rahmat Bangil-Pasuran. Dengan hasil penelitian sebagai berikut.

1. Perencanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022?

Kelompok B adalah kelompok yang memasuki tahun ke-2 dalam proses belajar di RA. Pada kelompok B tersebut di RA Rahmat Bangil- Pasuruan menerapkan pengembangkan bahasa yaitu mulai merangkai huruf menjadi kata pada peserta didik. RA Rahmat Bangil-Pasuruan menggunakan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak dengan tujuan mempermudah anak mengenal kata dan suku kata serta dapat mengembangkan bahasa peserta didik. Hal ini diungkapkan oleh Saropah, S. Pd. selaku guru kelompok B menyatakan bahwa:

“Pada Kurikulum RA RAHMAT menggunakan kurikulum 2013 yang kebanyakan juga sama dengan dipakai sekolah lain. Dimana didalam kurikulum 2013 terdapat tingkat pencapaian perkembangan anak.

Nah pada perkembangan bahasa mbak, pada lingkup mengungkapkan bahasa. Ada beberapa poin, salah satunya itu

“berkomunikasi secara lisan, memiliki perbendaharaan kata, serta mengenal simbol-simbol untuk persiapan membaca, menulis dan berhitung”. Untuk memenuhi pencapaian perkembangan anak tersebut, kita menerapkan dengan mulai merangkai huruf menjadi kata, merangkai kata dengan bermain, membaca kata dan kalimat pendek. Agar penerapan pengembangan bahassa bisa tercapai, maka dari itu kami menerapkan alat permainan edukatif alphabet scrabble

karena dalam penggunaanya kita belajar sambil bermain, sehingga anak merasa senang dan lebih termotivasi untuk belajar, hal ini sesuai dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini yaitu belaaajr sambil bermain dan bermain sambil belajar. Permainan ini juga bisa mencangkup sebagian besar indikator perkembangan yang lain (indikator perkembangan Nilai Agama dan Moral, Fisik Motorik, Kognitif, Sosial Emosional, Seni dan Bahasa) tetapi dalam permainan ini lebih menfokuskan pada pengembangan bahasa anak.”106

Gambar 4.1

Kurikulum RA Rahmat Bangil-Pasuruan

Dalam gambar tersebut RA Rahmat Bangil-Pasuruan mempunyai buku pedoman kurikum yang didalamnya berisi perangkat pembelajaran, materi pembelajaran dan media yang digunakan selama satu tahun kedepan, dan RA Rahmat Bangil-Pasuruan menggunakan kurikulum K13.

106 Saropah, Wawancara, Bangil, 24 Januari 2022

Pada proses pembelajaran yang bertema alat transportasi dengan sub tema alat tranportasi (darat, udara dan lau), peserta didik diajarkan untuk mengenal alat tranportasi sesuai dengan isi kurikulum RA. Dalam hal ini peserta didik diharapkan dapat mengenal, memahami, menyebutkan jenis- jenis alat transportasi (darat, udara dan laut) dengan menggunakan alat permainan edukatif alphabet scrabble yang sudah dimodifikasi sesuai dengan perkembangan peserta didik. Hal tersebut berdasarkan ungkapan guru kelas kelompok B RA Rahmat Bangil-Pasuruan, yaitu Ibu Saropah, S.

Pd. Ia menyatakan bahwa:

“isi kurikulum RA pada kelompok A dan B itu berbeda mbak sesuai dengan KI (kompetensi inti) dan KD (kompetensi dasar), nah pada kelompok A untuk tema alat transportasi mereka hanya mengenal dan menyebutkan jenis-jenis alat transportasi (darat,udara dan laut), akan tetapi pada kelompok B anak dapat memahami, menyebutkan dan menceritakan jenis-jenis alat transportasi (darat, udara dan laut) dan itu termasuk dalam indikator yang mana sudah tercantum di RPPH yang sudah sekolah buat. Permainan alphabet scrabble menggunakan metode yang menyenangkan sehingga anak tidak merasa terbebani dan bosan.”107

Sebelum proses belajar mengajar dilaksanakan guru terlebih dahulu membuat perencanaan pembelajaran. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Sekolah RA Rahmat Bangil Pasuruan, yaitu Ibu Nur Jannah, S.Ag. Ia mengungkapkan:

“Di RA Rahmat Bangil Pasuruan, dua minggu sebelum dimulainya tahun ajaran baru kami mengadakan rapat yang membahas penyusunan perangkat (PROTA, PROSEM dan RPPM) untuk satu tahun ajaran kedepan. Dalam rapat tersebut dibagi menajdi 2 sesi, yaitu sesi petama (membahas perangkat kelompok A) dan sesi kedua (membahas perangkat kelompok B), kemudian dalam penyusunan prosem kita memasukkan berbagai permainan dalam proses

107 Saropah, Wawancara, Bangil, 24 Januari 2022

pembelajaran. Dalam satu tahun ajaran kan ada 5 tema, nah masing- masing tema harus mengembangkan 6 aspek perkembangan, yang meliputi aspek kognitif, fisik fisik motorik, sosial emosional, nilai agama dan moral, seni dan juga bahasa. Dan terdapat media pembelajaran yang menggunakan berbagai permainan yang akan membantu guru dalam mengembangkan 6 aspek perkembangan tersebut Salah satu alat permainan yang digunakan dalam pengembangan bahasa yaitu alat permainan edukatif alphabet scrabble.108

Gambar 4.2

Wawancara peneliti dengan Kepala Sekolah RA Rahmat Bangil-Pasuruan

Dalam gambar tersebut peneliti melakukan wawancara dengan kepala sekolah RA Rahmat Bangil-Pasuruan untuk membahas perencanaan Alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak.

Berdasarkan hasil wawancara di atas sesuai dengan hasil observasi dan dokumenatasi selama melakukan penelitian di RA Rahmat Bangil- Pasuruan bahwa telah ada perangkat pembelajaran, yang telah dibuat oleh para guru pada saat rapat sebelum tahun ajaran baru dimulai. Perangkat

108 Nur Jannah, Wawancara, Bangil 29 Januari 2022

tersebut meliputi: PROTA (Program Tahunan), PROSEM (Program Semester), RPPM (Rencana Perangkat Pembelajaran Mingguan) dan RPPH (Rencana Perangkat Pembelajaran Harian). Penentuan media pembelajaran yang digunakan dalam setiap tema sudah dirancang pada saat penyusunan PROSEM (Program Semester) dimana guru memilih berbagai alat permainan edukatif sesuai dengan tema pada kurikulum yang bisa membantu guru untuk mengembangakn 6 aspek perkembangan. Sebelum alat permainan digunakan guru membuat alat permainan tersebut setelah tersusunnya perangkat pembelajaran, seperti alat permainan edukatif alphabet scrabble ini guru terlebih dahulu menentukan kalimat yang akan dipakai di setiap temanya dalam permainan ini, kemudian menyiapkan bahan-bahan apa saja yang diperlukan dalam pembuatan alat permainan edukatif alphabet scrabble. Hal ini diungkapkan oleh guru kelas kelompok B RA Rahmat Bangil-Pasuruan, ibu Saropah, S.Pd. Ia mengungkapkan:

“untuk pembuatan alat permainan yang digunakan selama satu tahun kedepan kita merancangnya pada waktu setelah rapat perangkat pembelajaran mbak, karena untuk membuat permainan yang maksimal (sesuai dengan perkembangan anak),kita membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang digunakan dalam pembuatan alat permainan. Makanya pada alat permainan edukati alphabet scrabble ini kita pertama menentukan kosa kata apa yang akan dipakai pada setiap temanya yang dapat mengembangkan bahasa anak, kemudian menyiapkan segala bahan yang dibutuhkan seperti kain flanel, papan triplek, banner dan lainnya, setelah bahan terkumpul kita memulai pembuatan alat permainannya dan menyesuaikan dengan tema yang sudah ditentukan”109

Hal ini ditegaskan sekali lagi oleh kepala sekolah RA Rahamt Bangil Pasuruan, yaitu Ibu Nur Jannah, S.Ag. Ia menegaskan:

109 Saropah, Wawancara, Bangil, 24 Januari 2022

“Dalam perencanaan penerapan alat permainan alphabet scrabble dilakukan pada awal tahun pelajaran, penggunaan dilakukan secara bertahap, mulai pengenalan huruf, suku kata, kata hingga penyusunan kalimat”110

Selanjutnya guru juga menyusun RPPH untuk proses belajar mengajar, hal ini diungkapkan oleh Kepala RA Rahmat Bangil Pasuruan, Nur Jannah, S.Ag, menyatakan bahwa:

“Dalam suatu kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan perlu adanya penyusunan perencanaan pembelajaran agar selama proses kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Seminggu sebelum pembelajaran dilakukan, guru harus menyusun sebuah RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian), RPPH berisi tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan, materia apa saja yang akan diberikan, media apa saja yang akan digunakan dan metode apa saja yang akan diterapkan dalam menyampaikan materi pembelajaran, sehingga memudahkan guru untuk memberikan pembelajaran.”111

Kemudian ditegaskan kembali oleh guru kelompok B RA Rahmat Bangil Pasuruan, yaitu Ibu Saropah, S.Pd, menyatakan bahwa:

“Pembuatan RPPH dilakukan seminggu sebelum pembelajaran dilakukan, agar materi yang disampaikan dapat tersampaikan kepada anak-anak dengan waktu efektif dan efisien yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. RPPH disusun satu minggu sebelum kegiatan, pada awal pekan kami sudah siap RPPH selama sepekan kedepan, jadi nanti aapaa yang kami lakukan di dalam kelas sudah tercatat di dalam RPPH.”112

Berdasarkan hasil wawancara di atas, juga diperkuat dengan hasil observasi dan dokumentasi bahwa selama peneliti melakukan penelitian di RA Rahmat Bangil Pasuruan semua perangkat (PROTA,PROSEM dan RPPM) sudah disusun dan dibukukaan untuk satu tahun ajaran berlangsung yang telah dibuat awal tahun. Dalam penyusunan PROSEM guru

110 Nur Jannah, Wawancara, Bangil 29 Januari 2022

111 Nur Jannah, Wawancara, Bangil 29 Januari 2022

112 Saropah, Wawancara, Bangil 29 Januari 2022

menentukan kosa kata apa saja yang akan dipakai pada setiap temanya yang dapat mengembangkan bahasa anak menggunakan alat permainan edukatif alphabet scrabble. Menjelang akhir pekan, RPPH telah disusun untuk satu pekan kedepan oleh guru kelas dengan menentukan tema yang di dalamnya harus tercantum kegiatan yang bisa mengembangkan 6 aspek perkembangan anak, salah satunya pengembangan bahasa anak.

Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumenatasi didapatkan hasil bahwa sebelum dimulai ajaran baru RA Rahmat Bangil Pasuruan mengadakan rapat yang dibagi menjadi 2 sesi, para guru membahas sebagai berikut

1. PROTA (Program Tahunan), guru menyusun materi satu tahun ajaran baru kedepan.

2. PROSEM (Program Semester) guru menyusun materi sekaligus menerapkan kosa kata yang akan di ajarkan selama satu semester kedepan, kosa kata tersebut disampaikan kepada peserta didik dengan alat permainan edukatif alphabet scrabble yang sudah dirancang khusus untuk anak usia dini. Kosa Kata yang dipilih sudah dicocokan dengan tema yang ada pada kurikulum RA Rahmat Bangil Pasuruan yang medianya menggunakan alat permainan edukatif alphabet scrabble. Pada setiap tema terdapat kosa kata yang kan digunakan dalam permainan alphabet scrabble. Satu tahun ajaran terdapat 5 tema, sebagai berikut:

1) Tema Diriku Ciptaan Allah : dua mata saya 2) Tema Negara : bendera merah putih

3) Tema Lingkungan : rumah saya bersih 4) Tema Binatang : kaki sapi empat 5) Tema Tanaman : apel berwarna merah 6) Tema Alat Transportasi : bis di terminal 7) Tema Profesi: polisi lalu lintas

8) Tema Alat Komunikasi : andi menelpon nenek 9) Tema Alam Semesta : matahari ciptaan tuhan

3. RPPM (Rencana Perangkat Pembelajaran), guru menyusun materi untuk satu minggu pembelajaran.

4. RPPH disusun di akhir pecan untuk satu minggu kedepan. Pada penyusunan RPPH guru menentukan beberapa hal di antaranya alokasi waktu, materi, kosa kata, metode, permainan dan penilaian serta penentuan penggunaan kosa kata yang telah disesuaikan pada setiap tema.

RPPH ini disusun di akhir pecan untuk pekan kedepan.

2. Pelaksanaan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam pembelajaran bahasa anak kelompok B di Raudhatul Athfal Rahmat Bangil-Pasuruan tahun ajaran 2021/2022

Setelah melakukan suatu perencanaan meliputi beberapa persiapan penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak, selanjutnya adalah pelaksaan kegiatan mengembangkan bahasa anak melalui alat permainan edukatif alphabet scrabble. Pada tahap pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan alat permaian edukatif alphabet scrabble terdapat kegiatan awal atau kegiatan pembuka, kegiatan inti, dan

kegiatan penutup. Pada kegiatan pembuka atau awal seluruh peserta didik kelompok B (usia 5-6 tahun) akan dikenalkan dengan tema yang digunakan pada pembelajaran hari itu,

“jadi gini mbak, pada pelaksanaan penerapan alat permainan ini, diawal kita membuka kelas seperti hari biasanya yang diawali dengan pembiasaan yang dilakukan disetiap harinya seperti, baris- berbaris, senam, berdoa, bercakap-cakap dan bernyanyi, Selanjutnya pengenalan tema yang akan digunakan dalam pembelajaran tersebut.”113

Gambar 4.3

Wawancara peneliti dengan guru kelas kelompok B RA Rahmat Bangil-Pasuruan

Dalam gambar tersebut peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas kelompok B RA Rahmat Bangil-Pasuruan untuk membahas kegiatan pembelajaran dari kegiatan awal, kegiatan penutup dan kegiatan inti. Salah satu kegiatan inti seperti, penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil observasi, wawancara, dokumentasi kegiatan pembuka atau awal dan rencana pelaksanaan

113 Saropah, Wawancara, Bangil 2 Februari 2022

pembelajaran harian (RPPH) yang diajarkan di kelompok B di RA Rahmat Bangil Pasuruan.

Proses pembelajaran di RA Rahmat Bangil-Pasuruan berlangsung selama dua jam lebih 15 menit, yang dimulai pukul 07.15 – 09.30. Namun untuk semua guru wajib datang pada pukul 07.00 atau sebelum peserta didik datang Guru akan menyambut datangnya peserta didik didepan kelas masing-masing, karena kegiatan tersebut dapat mengembangkan salah satu aspek perkembangan anak yaitu sosial emosional. Kemudian pada pukul 07.15 bel masuk berbunyi peserta didik diwajibkan mengikuti senam yang dipimpin oleh guru piket pada hari itu. Kegiatan senam bertujuan melatih dan mengembangkan aspek perkembangan fisik-motorik anak, kegiatan ini berlangsung selama 15 menit kemudian peserta didik memasuki kelas pada pukul 07.30 dan dilanjutkan dengan kegiatan awal.

Gambar 4.4

Kegiatan pra pembuka yaitu senam

Dalam gambar di atas peserta didik kelompok A dan B melakukan kegiatan senam yang dilakukan selama 15 menit dan dipimpim oleh guru piket pada hari itu. Kegiatan ini dapat mengembangkan fisik-motorik peserta didik sekaligus membangun semangat peserta didik untuk kegiatan

pembelajaran. Hal tersebut sesuai dengan ungkapan guru kelas kelompok B RA Rahmat Bangil Pasuruan, yaitu Ibu Saropah, S.Pd. Ia menyatakan:

“pembelajaran disini dimulainya atau masuk kelasnya ya mbak, itu pada jam 07.30 tetapi peserta didik wajib datang kesekolah pada pukul 07.15 karena sebelum masuk kekalas peserta didik wajib mengikuti senam terlebih dahulu. Jadi untuk mengembangakan aspke fisik-motorik anak kita memilih kegiatan senam yang dilakukan sebelum masuk kekelas, untuk guru wajib datang pada pukul 07.00 pokoknya sebelum peserta didik datang kesekolah ya, karena biasanya kita itu menyambut anak-anak didepan kelas masing-masing, jadi guru kelompok A ya di depan kelas kelompok A dan guru kelompok B yah didepan kelas kelompok B untuk yang guru KB juga begitu didepan kelasnya sendiri. Karena kegiatan itu bisa menumbuhkan rasa kedekatan antara guru dan murid, bisa menumbuhkan semangat anak untuk berangkat kesekolah.”114 Setelah kegiatan senam berakhir, dilanjutkan dengan kegiatan awal atau pembuka didalam kelas pada pukul 07.30-08.00. kegiatan pembuka didalam kelas antara lain: pembacaan doa dan hadist, bernanyi, bermain tepuk, absensi dan apresiasi atau pengenalan tema. Hal tersebut juga diungkapkan oleg guru kelas kelompo B RA Rahmat Bangil Pasuruan, yaitu Ibu Saropah, S.Pd. Ia menyatakan:

“jadi setelah senam selama 15 menit diluar ruangan kita masuk kekelas pada pukul 07.30. Dimulainya kegiatan awal terlebih dahalu kan mbak, lah dikegiatan awal ini kita biasanya melakukan pembiasaan-pembiasaan yang bisa mengembangkan beberapa aspek perkembangan. Pertama ada pembacaan doa dan hadist, untuk doanya kita membaca Al-Fatihah kemudian membaca doa sehari-hari lah doanya itu kita acak jadi setiap harinya itu berbeda mbak, dan hadist pun juga begitu. Pada saat pembacaan doa dan hadist, kita duduk dibawah atau dilantai dan membuat lingkaran di depan kelas. Setelah doa dan hadist dibaca kemudian bernyanyi dan bermain tepuk dengan sesuai tema yang akan diberikan pada hari itu, misalnya tema alat transportasi ya, kita menyanyi lagu naik kereta api, melakukan permainan tepuk mobil, dan kembali

114 Saropah, Wawancara, Bangil 2 Februari 2022

ketempat duduk dengan menirukan kereta api berjalan beserta suaranya. Kalau mereka sudah ditempat duduk masing-masing saya mengabsen dengan lagu agar tambah semangat lagi, dan kegiatan awal ditutup dengan pengenalan tema, nah untuk ini pengenalan tema biasanya saya lakukan tanya jawab dulu, misalnya ya, “siapa yang tau tema hari ini apa” lah biasanya itu mereka ada yang bisa menjawab karena kan tadi menyanyinya pakai lagu kereta api, dan mereka biasanya menjawab lagu yang dinyanyikan tadi, tapi kalau belum ada yang tahu saya menyebutkan ciri-ciri tema yang akan dipelajari pada hari itu”115 Setelah kegiatan pembuka atau awal selesai dilanjutkan dengan kegiatan inti yang berlangsung selama satu jam. Pada kegiatan inti terdapat beberapa kegiatan pembelajaran antara lain: Menyusun kalimat “bis di terminal dan becak roda tiga”, menggambar bentuk bis, menggunting dan menmpel bentuk bis dan membua roda dari plastisin. Penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble ini ada pada kegiatan awal yaitu, menyusun kalimat “bis di terminal dan becak roda tiga”. Sebelum anak-anak melakuakn permainan alphabet scrabble tersebut, terlebih dahulu guru membagi menjadi 2 kelompok dalam satu kelas dengan cara peserta didik maju kedepan dengan berhitung angka 1 dan 2. Kemduan peserta didik berkumpul sesuai dengan angka yang mereka sebutkan. Selanjutnya guru menjelaskan bagaimana cara bermain permainan tersebut di depan kelas, yaitu pertama guru menunjukkan gambar kepada peserta didik. Kedua guru menyebutkan kalimat yang ada pada gambar, kemudian guru memberikan pertanyaan kembali atas gambar dan kalimat yang sudah ditunjukkan kepada peserta didik. Ketiga, peserta didik menempel kosa kata hingga menjadi

115 Saropah, Wawancara, Bangil 2 Februari 2022

sebuah kalimat yang sesuai dengan contoh dari guru. Keempat, mereka saling berlomba antar kelompok, yang kosa kotanya tersusun lebih dulu dan benar hingga menjadi sebuah kalimat, kelompok tersebut yang menjadi pemenangnya. Hal tersebut serupa dengan wawancara kepada guru kelas kelompok B RA Rahmat Bangil Pasuruan, yaitu Ibu Saropah, S.Pd. Ia menyatakan:

“gini mbak kegiatan inti ini ada beberapa kegiatan, misalnya kita tetap melanjutkan yang tadi ya tema alat transportasi dengan sub tema alat transportasi udara. Dikegiatan inti ini ada beberapa kegiatan yang sudah tercantum di rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) kegiatan pertama ada menyusun kata yang menggunakan alat permainan edukatif alphabet scrabble.

dalam permainan ini saya membagi 2 kelompok dalam satu kelas dengan menyurus mereka maju kedepan dan berhitung angka 1 dan 2, selanjutnya mereka berkumpul sesuai dengan angka yang mereka terima. Setelah itu saya menjelaskan bagaimana cara bermain dalam permainan tersebut. Pertama saya menunjunkan gambar ke anak-anak terus saya menyebutkan kalimat yang sesuai dengan gambar, misalnya ya mbak, saya menunjukan gambar sebuah bis yang ada di terminal, nah kalimat yang saya berikan ke anak-anak itu “bis di terminal” begitu mbak, kemudian anak-anak saya suruh mengulang kalimat yang sudah saya contohkan tadi.

Selanjutnya anak-anak menempel kosa kata hingga menjadi kalimat yang sesuai dengan contoh diawal tadi mbak. Dan mereka berlomba antar kelompok , siapa yang cepat menyusun kalimat dan susunan kalimatnya benar maka itu pemenangnya. Setelah bermain mereka juga ada kegiatan seperti menggambar bentuk bis, menggunting dan menempel bentuk bis dan membua roda dari plastisin.”116

116 Saropah, Wawancara, Bangil 2 Februari 2022

Gambar 4.5

Kegiatan penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengemabngkan bahasa anak kelompok B RA Rahamt Bangil-Pasuruan

Pada gambar diatas guru menerapkan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa anak. Diperkuat dengan wawancara kepada peserta didik kelompok B yaitu:

“setiap hari sabtu kak aku lomba menempel huruf dikelas sama temen-temen, terus bu guru itu nyuruh aku dan temam-teman maju kedepan terus berhitung 1 dan 2 kak, terus aku dapat nomer 2 katanya bu guru aku disuruh kumpul sama temen-temen yang dapat nomer 2. Habis itu lomba menempel huruf bis parkir diterminal terus kelompokku juara 1 terus loh kak, aku seneng banget kalo hari sabtu.”117

Setelah kegiatan inti dilakukan selama satu jam kemudian dilanjutkan dengan istirahat 15 menit, peserta didik pada jam istirahat bebas melakukan kegiatan di luar maupun di ddalam kelas akan tetapi masih dalam pantauan guru kelas. Kegiatan penutup dilakukan pada pukul 09.15-09.30, pada kegiatan penutup diawali dengan recalling atau pengulangan materi yang sudah diberikan selama pembelajaran berlangsung pada setiap individu masing-masing atau peserta didik. Kemudian pemberian pesan dari guru dan informasi kegiatan esok hari, kelas ditutup dengan bernyanyi, bertepok dan berdoa. Hal tersebut serupa dengan wawancara kepada guru kelas kelompok B RA Rahmat Bangil Pasuruan, yaitu Ibu Saropah, S.Pd:

117 Inaya Wulandari, Wawancara, Bangil 17 Februari 2022

“untuk kegiatan penutup disekolah ini melakukan kegiatan recalling, yang mana pada kegiatan recalling disini kita sediktimenambahi yaitu dengan latihan membaca dan mengulang apa yang telah dipelajari hari itu, terus setelah recalling selesai dilanjutkan dengan pemberian pesan dan infromasi biasanya saya kemas dengan bernyanyi, bertepuk dan berdoa.”

Dalam pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran di RA Rahmat Bangil Pasuruan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu: kegiatan awal atau pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan peenutup yang sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH).

Hal tersebut sesuai dengan hasil observasi, dan wawancara oleh peneliti selama melakukan penelitian di RA Rahmat Bangil-Pasuruan juga diperkuat dengan hasil dokumentasi kegiatan tersebut.

1.Evaluasi Alat Permainan Edukatif Alphabet scrabble dalam Mengembangkan Bahasa Anak Kelompok B RA Rahmat Tahun Ajaran 2021/2022

Pelaksanaan evaluasi merupakan proses penilaian seorang guru terhadap proses pembelajaran. Tujuan penilaian tersebut yaitu untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran yang ditetapkan dapat tercapai, serta untuk mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi dalam proses pembelajaran berlangsung.

Begitu juga evaluasi penerapan alat permainan edukatif alphabet scrabble dalam mengembangkan bahasa di RA Rahmat. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara dengan kepala sekolah RA Rahmat Bangil Pasuruan, yaitu Ibu Nur Jannah, S.Ag. Ia Menyatakan:

Dalam dokumen PENERAPAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF (Halaman 91-109)

Dokumen terkait