Data yang terdapat dalam database komersial tidak selalu relevan dengan isu dalam analisis transfer pricing. Oleh karena itu diperlukan
keterampilan khusus dalam memilah informai yang relevan dengan transaksi yang diuji. Tantangan utama yang dihadapi oleh negara berkembang terkait dengan database antara lain terkait dengan akses dan cakupan data yang terbatas. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi keterbatasan akses database komersial adalah dengan mewajibkan Wajib Pajak untuk menampilkan tangkapan layar pada Dokumen Penentuan Harga Transfer.
Diperlukan beberapa tahapan dalam pemanfaatan database komersial sehingga dapat digunakan sebagai data pembanding eksternal sebagai berikut:
Penyaringan Kriteria Pembanding
Ketika melakukan pencarian pembanding eksternal pada database, yang perlu dilakukan pertama kali oleh analis adalah menyeleksi pembanding sesuai dengan kriteria Wajib Pajak yang sedang dilakukan pengujian. Kriteria tersebut umumnya meliputi:
a. Aktivitas Usaha/Kode industri b. Wilayah geografis
c. Kata kunci berkaitan dengan kegiatan usaha d. Ketersediaan informasi keuangan
e. Tingkat pendapatan (ukuran perusahaan dilihat dari total aset atau jumlah pegawai)
f. Tingkat independensi
g. Jenis akun keuangan (konsolidasi/unconsolidated financial accounts) h. Perusahaan dengan status aktif/inaktif
i. Seleksi berdasarkan analisis fungsional j. Seleksi manual tambahan
Seleksi Kuantitatif
Setelah melakukan penyaringan terhadap pembanding berdasarkan kriterianya, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah penyaringan secara kuantitatif. Penyaringan kuantitatif ini dilakukan dengan melakukan seleksi pembanding berdasarkan informasi keuangan yang dimiliki calon pembanding yang telah disaring sebelumnya. Hal tersebut dilakukan untuk menentukan tingkat kesebandingan data penjualan dan laba operasi dari calon pembanding tersebut terhadap wajib pajak yang sedang diuji.
Untuk meningkatkan kesebandingan dalam tahapan ini dapat dilakukan analisis diagnostic ratio sebagai tambahan untuk menolak
calon pembanding yang tidak memenuhi karakter pembanding yang telah diuji berdasarkan rasio keuangan yang telah ditetapkan. Aplikasi dari diagnostic ratio ini dilakukan berdasarkan asumsi bahwa rasio keuangan yang ditetapkan sebagai kriteria merupakan penggambaran atau refleksi dari fungsi, aset, dan risiko perusahaan yang sedang diuji.
Penyaringan Kualitatif
Tahapan yang dilakukan selanjutnya setelah melalui tahapan pencarian pembanding dengan penyaringan berdasarkan kriteria dan kuantitatif adalah dengan melakukan penyaringan kualitatatif. Dalam tahapan secara kualitatif ini, umumnya terdiri atas:
• Reviu atas penjelasan bisnis yang dilakukan perusahaan calon pembanding.
• Reviu terhadap informasi kualitatif yang bisa diperoleh dari internet atau website perusahaan calon pembanding.
Tahapan-tahapan tersebut dilakukan dalam menentukan tingkat kesebandingan antara Wajib Pajak yang sedang diuji dengan data pembanding yang diperoleh dari database komersial. Namun dalam pelaksanaannya akan terdapat beberapa kendala yang kerap ditemui seperti keterbatasan akses atas database komersial yang hanya dapat diakses apabila kita telah berlangganan hingga data yang diperoleh mungkin tidak relevan dengan kondisi yurisdiksi yang sedang dianalisis sehingga perlu dilakukan penyesuaian untuk mengurangi perbedaan tersebut sehingga dapat meningkatkan kesebandingan.
Salah satu metode dalam meningkatkan kesebandingan terhadap hasil pencarian pembanding tersebut adalah dengan menggunakan analisis diagnostic ratio.
Penggunaan diagnostic ratio74 dapat meningkatkan keandalan dari calon pembanding yang diperoleh dari database komersial. Secara umum, beberapa rasio yang sering digunakan dalam proses ini adalah:
1. Rasio harta tak berwujud per total aset.
2. Days of inventory atau rasio perputaran persediaan.
3. Days receivable.
4. Days payable.
74 Gommers, Edwin, Jaap Reyneveld, and Henrik Lund. 2007. "Pan-European Comparables Searches: Enhancing Comparability Using Diagnostic Ratios."
International Transfer Pricing Journal 219-227
5. Perputaran pegawai.
6. Rasio aset tetap per total aset.
Untuk kasus tertentu, seperti analisis terhadap perusahaan manufaktur, R&D, distributor, dan penyedia jasa, rasio berikut juga dapat digunakan sebagai tambahan:
1. Rasio persediaan/nilai penjualan 2. Operating asset / Total asset 3. Aset tetap / Total penjualan 4. Aset tetap / Jumlah pegawai 5. Beban operasi / Penjualan
6. Biaya pembelian material / Penjualan 7. Persediaan / Total asset
Rasio-rasio tersebut dalam penggunaannya harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti rasio yang paling relevan dengan kegiatan bisnis yang dilakukan oleh wajib pajak yang sedang diuji. Sebagai contoh, apabila perusahanan wajib pajak yang sedang diuji bergerak di bidang penyedia jasa yang menekankan penggunaan aset tak berwujud, maka rasio yang relevan adalah rasio harta tak berwujud/total aset, sehingga dengan menggunakan rasio ini dapat mengeliminasi sejumlah perusahaan pembanding yang tidak memiliki harta tak berwujud atau yang hanya memiliki harta tak berwujud dalam jumlah yang tidak signifikan.
Demikian juga jika sedang menguji atau melakukan analisis terhadap perusahaan contract manufacturing yang tentunya tidak menggunakan harta tak berwujud dan tidak menyimpan banyak persediaan, maka akan relevan jika kita menggunakan rasio:
1. Persediaan / total aset untuk mencari perusahaan pembanding yang memiliki jumlah persediaan yang sedikit.
2. Harta tak berwujud / total aset untuk mencari perusahaan pembanding yang tidak memiliki harta tak berwujud atau hanya menggunakan harta tak berwujud dalam jumlah yang tidak signifikan.
Akan berbeda jika pihak yang diuji adalah perusahaan distributor, rasio yang relevan untuk digunakan adalah rasio perputaran piutang atau days of receivable. Penggunaan rasio ini harus memperhatikan karakter dari perusahaan yang sedang diuji, apakah perusahaan distributor yang bersifat fully fledged, limited risk, atau komisioner.
Contoh Penerapan Diagnostic Ratio
Berikut adalah contoh penerapan diagnostic ratio dalam proses pencarian pembanding menggunakan database komersial:
ABC Corp adalah sebuah perusahaan yang menjadi induk dari grup ABC, sebuah grup multinasional yang berpusat di Denmark. Grup ini bergerak dalam industri pompa, dengan menggunakan merek Push yang didaftarkan di Denmark. Grup ABC memiliki manufaktur yang tersebar di Cina, Mexico, Italia, dan India. Merek Push didistribusikan di berbagai negara, termasuk wilayah Asia Pasifik. Untuk menjalankan usahanya di wilayah Asia Pasifik, ABC menunjuk ABC Ltd di Singapura sebagai kantor pusat regional yang berfungsi sebagai koordinator dan perwakilan ABC Denmark.
Salah satu pasar terbesar di Asia Pasifik adalah Indonesia, dimana Grup ABC memiliki anak perusahaan bernama PT ABC yang memiliki karakter sebagai licensed distributor. Dalam menjalankan usahanya, PT ABC membeli semua produk Push dari ABC Ltd di Singapura untuk kemudian didistribusikan ke seluruh pelanggan di Indonesia (100%
pihak independen). PT ABC juga membayar intra group service ke ABC Ltd serta royalty atas penggunaan merek Push ke ABC Corp di Denmark. Setelah dilakukan analisis kesebandingan, diketahui TNMM adalah metode yang paling tepat digunakan untuk menguji kewajaran transaksi afiliasi yang dilakukan PT ABC, dan dalam hal ini, PT ABC diperlakukan sebagai pihak yang diuji (tested party).
Untuk mencari pembanding yang sebanding, dilakukan pencarian dengan menggunakan database komersial. Dalam kasus ini pencarian pembanding menggunakan aplikasi Orbis keluaran Bureau van Dijk, dengan langkah sebagaimana berikut:
Langkah pertama – penyaringan kriteria menggunakan database Untuk mendapatkan pembanding yang sebanding dengan PT ABC yang memiliki karakter sebagai licensed distributor, maka ditentukan kriteria sebagaimana berikut:
Gambar 7.1 Penentuan kriteria data pembanding
Sumber : Orbis
Dalam kriteria tersebut ditentukan bahwa yang dicari adalah perusahaan yang memiliki kriteria mirip seperti PT ABC, yaitu:
1. Perusahaan aktif
2. Tingkat independensi maksimal 50% dimiliki oleh pihak afiliasi 3. Memiliki ketersediaan data minimal tahun 2015 sampai 2017 4. Fungsi utama usaha sebagai distributor
5. Lingkup bisnis di area Asia Timur dan Asia Tengah Tabel 7.2 Daftar data pembanding
No Company Name Country Trade description (English) 1 SA CO.,LTD. Republic of
Korea
Sale of Other Motor Vehicle New Parts and Accessories
2 WC LTD Japan
The Company is a Japan-based company mainly engaged in the wholesale of automotive-related parts.
3
TD TRADING AND TECHNOLOGY INVESTMENT
Vietnam
The Company specializes in Wholesale of motor vehicles
4 DS CO.,LTD. Republic of Korea
Corning,Corning Glass,Nalgene,Sanyo 5 MS CO.,LTD. Japan Wholesale Trade Of Elec. Machinery,
Appliances And Supplies 6 D CO., LTD. Japan
The Company is a Japan-based company mainly engaged in the wholesale of electrical products.
7 TSC LIMITED Taiwan
The Company is a Taiwan-based company principally engaged in the distribution of semiconductor related products.
8 CHS BHD Malaysia
Choo Huat Sdn Bhd is engaged as a hardware dealer also involved in foundry and engineering.
9 CSH CO. SDN BHD Malaysia
The Company is principally engaged in importing and exporting of merchandise, hardware, other goods and property development.
10 AB CO.,LTD. Republic of Korea
Wholesale of Plumbing, Heating and Air Conditioning Equipment
11 N CO., LTD. Japan
Agricultural Machinery And Equipment Wholesale Trade. Wholesale Trade Of Plastic Sheets, Pipes, Bars, Films.
12 DHE CO.,LTD. Republic of Korea
Wholesale of Other Industrial Machinery and Equipment
13 HLC LTD Singapore
The Company is in the business of (i) trading and distributing of equipment parts for both heavy equipment and industrial machinery, 14 PX CO LTD Thailand
The Company is a wholesale of other machinery and equipment, not elsewhere classified.
15 IPK LTD. Republic of Korea
Wholesale of Other Machinery and Equipment n.e.c.
16 KWK Japan Metalworking Machinery And Equipment Wholesale Trade.
17 NSM CO.,LTD. Republic of Korea
Wholesale of Other Machinery and Equipment n.e.c.
18 EF CORP LTD Thailand The company is involved inwholesale of other machines and equipments n.e.c.
19 T CO LTD Thailand
The Company is a wholesale of other machinery and equipment, not elsewhere classified.
20 YTM SDN BHD Malaysia The Company is principally engaged in trading of machinery parts.
21 MTE LTD Thailand The company is involved in wholesale of industrial machinery and equipment.
22 ICE India Real estate activities with own or leased property (Percentage of Activity: 100%).
23 KME CO., LTD. Republic of Korea
Wholesale of Transportation Equipment 24 JME INC. Republic of
Korea
Wholesale of Transportation Equipment 25 VNT JOINT STOCK
COMPANY Vietnam The Company specializes in Wholesale of food
Sumber : Diolah penulis
Proses pencarian tersebut menghasilkan 1,560 perusahaan calon pembanding. Jumlah ini masih terlalu banyak sehingga perlu
dilakukan penyaringan lebih lanjut melalui langkah berikutnya, yaitu mencari perusahaan distributor yang hanya melakukan distribusi pompa atau mesin. Meskipun jumlah pembanding yang diperoleh sudah mencapai 25 pembanding, namun jumlah ini masih terlalu banyak sehingga harus disaring lebih lanjut untuk meningkatkan kesebandingan pembanding.
Langkah kedua – penyaringan kuantitatif
Untuk meningkatkan kesebandingan, maka dilakukan proses penyaringan kuantitatif dengan menggunakan diagnostic ratio. Rasio berikut ini merupakan rasio yang relevan menggambarkan fungsi, aset, dan risiko yang diasumsikan oleh PT ABC:
Tabel 7.3 Rasio yang menggambarkan fungsi, aset, dan risiko PT ABC
No Rasio 2015 2016 2017 Rata-
rata 1 Inventory/
Penjualan
11.41% 15.6% 9.67% 7-17%
2 Operating Exp./
Penjualan
17% 20.22% 18.04% 15-22%
3 R & D Exp. 0 0 0 N/A
4 Intangible asset/
Total Asset
0 0 0 N/A
Sumber : Diolah penulis Keterangan:
1. Inventory/penjualan = rasio ini diperlukan untuk menilai fungsi dan risiko PT ABC sebagai licensed distributor. Berdasarkan analisis FAR dikethaui bahwa PT ABC menanggung risiko persediaan dan menyimpan sejumlah persediaan di gudang.
2. Operating expense/Sales = rasio ini untuk menggambarkan FAR PT ABC sebagai licensed distributor yang membayar licensed service dan royalti kepada afiliasi. Kedua jenis beban tersebut akan tercermin dari besaran OPEX yang dikeluarkan oleh PT ABC.
3. R&D Expense = Karena PT ABC adalah licensed distributor, maka PT ABC seharusnya tidak menanggung biaya R&D. Oleh karena itu akan dicari pembanding yang tidak memiliki beban R&D.
4. Intangible asset/Total Asset = rasio ini digunakan sebagai salah satu rasio yang mencerminkan FAR PT ABC karena sebagai licensed distributor seharusnya PT ABC tidak memiliki intangible asset (harta tak berwujud.
Hasil penggunaan diagnostic ratio dalam proses pencarian pembanding ini telah berhasil mengeliminasi 22 perusahaan calon pembanding, sehingga yang tersisa hanya 4 pembanding yang memenuhi kriteria di atas sehingga memiliki tingkat kesebandingan yang lebih tinggi dengan PT ABC, yaitu:
Tabel 7.4 Hasil diagnostic ratio pencarian data pembanding
No. Company
name Trade description (English) Inv/
Sales
Opex / Sales 1 DS CO.,
LTD.
Corning,Corning Glass,Nalgene,Sanyo
10,67% 16,00%
2 EC LTD The company is involved inwholesale of
other machines and equipments n.e.c. 16,54% 21,54%
3 YT (M) SDN BHD
The Company is principally engaged in
trading of machinery parts. 9,87% 17,84%
4 JME INC. Wholesale of Transportation
Equipment 12,00% 19,54%
Sumber : Diolah penulis
Langkah ketiga – penyaringan kualitatif
Dari keempat perusahaan pembanding tersebut, maka dilakukan pengecekan lebih lanjut ke setiap website perusahaan atau dengan melakukan pencarian informasi melalui mesin pencari Google, pencarian data di Bloomberg atau Yahoo Finance. Dari hasil penyaringan kualitatif, diketahui keempat perusahaan dapat dijadikan pembanding untuk menguji kewajaran transaksi afiliasi yang dilakukan PT ABC.
Single Year vs Multiple Year
Beberapa keterangan atau pernyataan yang dimuat dalam OECD TPG 2022 terkait penggunaan single year dan multiple year dapat diuraikan sebagai berikut:
Paragraf 3.75:
“In practice, examining multiple year data is often useful in a comparability analysis, but it is not a systematic requirement.
Multiple year data should be used where they add value to the transfer pricing analysis. It would not be appropriate to set prescriptive guidance as to the number of years to be covered by multiple year analyses.”
Hal ini berarti, walaupun meneliti data beberapa tahun sering berguna dalam analisis komparatif, tetapi tidak merupakan
persyaratan yang diwajibkan. Untuk membandingkan kinerja Wajib Pajak pada tahun 2010 sebaiknya dibandingkan dengan kondisi perusahaan pembanding pada tahun 2010. Multiple year data sebaiknya digunakan untuk menambah keakuratan dan kesebandingan analisis risiko transfer pricing.
Paragraf 3.79:
“The use of multiple year data does not necessarily imply the use of multiple year averages. Multiple year data and averages can however be used in some circumstances to improve reliability of the range.
See paragraphs 3.57-3.62 for a discussion of statistical tools”.
Hal ini berarti, multiple year data juga bukan berarti harus menggunakan nilai rata-rata beberapa tahun. Penggunaan nilai rata- rata tertimbang atas data beberapa tahun dapat digunakan dalam kondisi tertentu misalnya terdapat hal-hal yang sangat ekstrim pada perusahaan pembanding. Untuk mengurangi keadaan yang sangat ekstrim tersebut perlu diambil rata-rata tertimbang beberapa tahun.
Paragraf 3.76:
“In order to obtain a complete understanding of the facts and circumstances surrounding the controlled transaction, it generally might be useful to examine data from both the year under examination and prior years. The analysis of such information might disclose facts that may have influenced (or should have influenced) the determination of the transfer price. For example, the use of data from past years will show whether a taxpayer's reported loss on a transaction is part of a history of losses on similar transactions, the result of particular economic conditions in a prior year that increased costs in the subsequent year, or a reflection of the fact that a product is at the end of its life cycle. Such an analysis may be particularly useful where a transactional profit method is applied.
See paragraph 1.72 on the usefulness of multiple year data in examining loss situations. Multiple year data can also improve the understanding of long-term arrangements.”
Pada saat melakukan pemahaman mengenai kondisi transaksi afiliasi, data yang diteliti bisa merupakan data tahun pajak tunggal (satu tahun) atau beberapa tahun pajak agar diperoleh keandalan pembandingan. Pemahaman dari beberapa tahun pajak tersebut bisa
menimbulkan beberapa implikasi terhadap proses penerapan prinsip kewajaran:
a. Proses pencarian pembanding diulang lagi;
b. Dilakukan adjusment (penyesuaian) kondisi pembanding.
Paragraf 3.77:
“Multiple year data will also be useful in providing information about the relevant business and product life cycles of the comparables.
Differences in business or product life cycles may have a material effect on transfer pricing conditions that needs to be assessed in determining comparability. The data from earlier years may show whether the independent enterprise engaged in a comparable transaction was affected by comparable economic conditions in a comparable manner, or whether different conditions in an earlier year materially affected its price or profit so that it should not be used as a comparable.”
Ini berarti pada saat melakukan pemahaman mengenai kondisi transaksi perusahaan calon pembanding, data yang diteliti bisa merupakan data tahun pajak yang diteliti (satu tahun) atau beberapa tahun pajak agar diperoleh keandalan pembanding. Karenanya, perbedaan life cycle yang tidak memberi pengaruh material terhadap penetapan harga transfer dieliminasi dengan pembandingan data tahun jamak (multiple year data). Sebaliknya, calon pembanding yang perbedaan life cycle-nya memberi pengaruh yang material dalam penerapan prinsip kewajaran, ditolak sebagai pembanding.
Dalam menentukan tahun data pembanding perlu mengetahui kondisi life cycle tested party dan pembanding. Apabila terdapat perbedaan yang signifikan, maka single year data pada tahun yang diteliti dapat dipilih sebagai pembanding. Dengan kata lain, penggunaan multiple year data tidak perlu (cukup single year data).
Sebaliknya, apabila terdapat perbedaan yang signifikan, perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut apakah perbedaan tersebut memberikan pengaruh yang material terhadap penetapan harga transfer, dapat menggunakan multiple year data.
Setelah pada Bab 6 dan 7 diulas bahasan terkait analisis kesebandingan, cara memilih data pembanding, dan isu-isu yang kerap menjadi sengketa terkait kesebandingan, selanjutnya pada Bab
8 dan 9 akan mengulas mengenai bagaimana memilih metode penentuan harga transfer yang tepat.