• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanda-tanda bayi prematur

Dalam dokumen CARA MERAWAT ANAK MENJADI SEHAT DAN PINTER (Halaman 75-86)

1. Bayi lahir kurang dari 2500 gram.

2. Bayi lahir panjang kurang dari 45 cm 3. Rambut/bulu halus

4. Kuku jari tangan dan kaki pendek 5. Kadang alat kelamin kurang sempurna 6. Anak kurang aktif

7. Tidurnya lebih banyak walaupun lapar tidak menangis 8. Bayi sering kedinginan

9. Penyebabnya antara lain kehamilan kembar, ibunya terlalu lelah, ibunya terlalu sering marah (gangguan emosi) dan ibu memiliki riwayat penyakit jantung, paru dan ginjal, serta bisa juga ibu jatuh.

Penyakit-penyakit yang umum pada anak.

1. Panas.

Panas adalah suatu keadaan dimana suhu badan anak diatas 37 C.

Tanda dan gejalanya adalah muka terlihat merah, kulit terasa kering, anak menangis terus menerus karena kehausan, bayi gelisah dan nafasnya terasa panas. Penyebabnya adalah infeksi, terkilir, dan masuk angin. Pertolongannya tidak usah panik, laporkan keadaannya pada orang tuanya, minum diteruskan sebanyak mungkin, ukur panas badannya, lakukan pengompresan diketiak dan lipatan paha dan jangan mengompres dibagian dadanya karena dapat mengakibatkan radang paru paru. Bawa segera ke dokter, jangan sekali–kali memberikan obat penurun panas atau obat apa pun kalau tidak ada obat dari dokter/

pelayan kesehatan. Cara melakukan kompers dingin dengan cara batu es diletakkan pada baskom dan bila ada alkohol campurkan dengan alkohol 70% . Rendamlah handuk kecil dalam baskom. Peras sedikit lalu letakkan ditempat pengompresan. Kalau handuk sudah terasa panas harus diganti lagi. Begitulah dikerjakan terus menerus sampai suhu normal kembali. Perhatikan jangan sampai suhu bayi lebih dari 38oC, karena bisa mengakibatkan kejang pada bayi.

2. Kedinginan

Kedinginan adalah suatu keadaan dimana bayi suhu badannya

pucat. Badannya menggigil, bayinya gelisah, kulitnya basah dan dingin.

Penyebabnya adalah masuk angin, terlalu lama dimandikan dan udara panas terlalu tinggi (musimnya). Pertolongannya adalah jangan panik, badannya diolesi dengan viks atau minyak kayu putih, bayi dibungkus dengan kain tebal. Kalau bisa boleh memasang kirbat air panas dan hati- hati jangan sampai airnya tumpah karena menyebabkan luka bakar. Bila tidak ada perubahan segera bawa ke dokter.

3. Menceret atau diare

Diare adalah suatu keadaan pengeluaran tinja yang tidak normal atau tidak seperti biasanya, ditandai dengan peningkatan volume, keenceran serta frekuensi lebih dari 3 kali sehari dan pada neonatus lebih dari 4 kali sehari dengan atau tanpa lendir dan darah (Hidayat, 2006). Gejala dan tandanya adalah buang air besar (berak) lebih dari 3 x sehari, encer, baunya busuk, bayinya gelisah, tampak kehausan, muka pucat, kadang kedinginan, kulit kering, suhu badan tinggi, bila tidak segera mendapat pertolongan bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah salah minum atau makan, alat makan tercemar/kotor/racunan. Pertolongannya adalah tidak usah panik, hentikan semua minuman kecuali asi dan garam oralit. Garam oralit segera harus diberikan tetapi diperhatikan cara pemberian. Kalau tidak ada oralit buatlah larutan garam gula. Oralit atau garam gula ini harus diberikan sampai bayi ada perubahan. Jangan sekali-kali memberikan teh pahit, bila bayi bosen oralit lebih baik diberikan minum air putih. Popok harus sering diganti dan bokong diberi talk untuk menghindari bokong menjadi lecet, segera bawa ke dokter.

Cara membuat garam oralit: larutan garam oralit dapat diperoleh di Apotik dalam bungkusan plastik. Ukurannya ada yang 1 liter (1000 cc) dan ada juga yang 200cc atau 1gelas. Bubuk oralit yang 1 liter dibagi 5

untuk ukuran 1 gelas. Seperlima bubuk garam oralit dicampur dengan air matang 1 gelas lalu diaduk dan didinginkan. Lalu diberikan pada bayi memakai sendok teh sedikit demi sedikit. Kalau ingin membuat dalam ukuran besar maka 1 bungkus garam oralit dicampur dengan 1000cc air matang atau 5 gelas air. Tetapi yang paling praktis sebenarnya adalah garam oralit 200cc, dimana mencapur air 1 gelas saja untuk 1 bungkus.

Cara membuat larutan garam gula adalah 1. Gelas air putih matang dicampur sedikit garam dapur se-ujung sendok teh, ditambah dengan gula pasir satu sendok teh lalu diaduk dan diberikan pada bayi.

4. Sambelit

Sambelit (Sulit buang air besar) adalah bila seorang tidak berak lebih dari 2 hari dan tinja menjadi kering dan padat. Gejala dan tandanya adalah bayi sukar buang air besar, bayi mengedan bila akan buang air besar dan berkeringat, perut kembung dan perut membuncit.

Penyebabnya adalah minuman terlalu kental, makanan kurang mengandung sayur dan buah, kurang minum air putih, ketegangan jiwa (stres), kurang gerak (terlalu banyak tidur) dan sumbatan diusus.

Pertolongannya adalah daerah dibawah pusar diletakkan kain bersih yang sudah direndam air panas /hangat, diulangi beberapa kali sampai bayi bisa buang air besar. Kalau bayi sudah berumur lebih dari 6 bulan dapat diberi papaya halus minumlah yang cukup, kalau tidak berhasil bawa kedokter

5. Kembung

Kembung adalah membuncitnya perut oleh karena penumpukan gas didalam usus. Gejala dan tandanya adalah merasa sebah atau tidak enak

Penyebabnya adalah tertelannya udara pada waktu menyusui, udara tidak keluar dengan cara sendawa tetapi terus masuk ke dalam usus, makanan yang mengandung banyak gas seprti daun singkong atau cool.

Pertolongannya adalah lakukan sendawa, lakukan pengurutan terutama daerah punggung. Perhatikan cara makan /minum dan jenis makananya.

Jika tidak berhasil bawa ke dokter.

6. Gumoh

Gumoh atau meluah adalah keracunan makanan atau minuman yang tertelan pada waktu atau segera setelah makan/minum. Gejala dan tandanya adalah jumlah makanan dan minuman yang keluar umumnya sedikit, hanya menggumpal dan baunya sedikit asam. Bayi sering bersendawa mengeluarkan udara dari lambung. Penyebabnya adalah makanan/minuman berlebihan, makan/minuman tergesah-gesah, putting susu ibu tidak masuk betul pada waktu menyusui, lubang dot terlalu besar atau terlalu kecil. Boleh juga botol susu dipegang terlalu datar.

Pertolongannya adalah memperbaiki cara menetek, lubang dot sarankan tidak terlalu besar, lakukan sendawa dan bawalah bayi ke dokter.

7. Keracunan

Keracunan adalah keadaan dimana terjadi keracunan dalam tubuh.

Gejala atau tandanya adalah tubuh kejang, mulut berbusa, mata mendelik, pernapasan, sesak dan cepat, kulit muka pucat dan kulit menjadi dingin. Penyebabnya adalah salah minum obat, minum obat racun binatang seperti obat tikus, baygon dan air keras. Pertolongannya adalah anak segera dibaringkan, jangan sekali-kali memberikan minum dan segera bawa ke dokter.

8. Tersiram air panas

Tersiram air panas adalah suatu keadaan dimana seseorang tersiram air panas yang mengakibatkan kulit menjadi terbakar/lecet. Gejala dan tandanya adalah bayi menangis dan gelisah, kulit lecet dan terbakar.

Kulit merah dan timbul gelembung yang berisi cairan. Selanjutnya bisa terjadi pembusukan dan jaringan mati. Penyebabnya adalah tersiram air panas bisa dari termos atau gelas atau bak mandi. Pertolongannya adalah bayi dibaringkan, buka pakaiannya dengan hati-hati. Gelembung yang berisi cairan jangan dipecahkan. Kalau ada lavertran oleskan pada kulit yang terbakar tetapi bisa juga dengan mengoleskan minyak kelapa yang steril, jangan sekali-sekali direndam dengan air. Berikan minuman yang cukup dan segera bawa kedokter.

9. Terkilir /patah tulang

Terkilir/patah tulang adalah suatu keadaan dimana seseorang mengalami kecelakaan yang mengakibatkan tulang patah atau terkilir.

Gejala dan tandanya bayi terus menangis terutama daerah yang terkilir disentuh, anggota tubuh yang terkilir dapat panas, bengkak, merah, lecet, dan luka. Pertolongannya adalah bayi dibaringkan pada tempat yang rata, jangan sekali-kali mengurutnya bagian yang terkilir, kalau ada luka dibersihkan dengan kapas steril lalu diberi obat merah dan segera dibawa ke dokter.

10. Cacingan

Cacingan adalah suatu penyakit dengan gejalanya berat badan tidak pernah naik, anak kurus, perut buncit, kadang mencret, susah tidur malam dan kadang buang air besar pada malam hari. Penyebabnya

terutama daging. Pertolongannya adalah sarankan pakai sandal, potong kuku secara pendek, periksakan ke dokter. Biasanya obat cacing diberikan tiap 6 bulan sekali.

11. Kejang

Kejang adalah terjadinya kekakuan otot tubuh baik sebagian atau seluruh tubuh. Gejala dan tandanya adalah badan panas tinggi, rasa haus yang tinggi, muka biru dan pucat, otot mengejang dan menggigit, kadang muntah, kencing dan berak darah. Penyebabnya adalah panas sangat tinggi, mencret terlalu banyak, penyakit epilepsy (ayan) dan penyakit otak lainnya. Pertolongannya adalah letakkan anak pada tempat yang teduh, aman jauh dari panas dan cukup berangin, longgarkan dan lepaskan pakaian. Miringkan kepalanya ke samping agar makan atau minuman yang dimuntahkan mudah mengalir keluar, tengadahkan sedikit kepalanya dengan menekan bagian bawah dagunya agar lidahnya tidak menutup jalan nafasnya. Kompres bila panas tinggi. Berikan minuman yang cukup apabila anak sudah sadar benar. Bawalah ke dokter.

Penyakit-penyakit karena tidak diimunisasi

Imunisasi adalah suatu vaksin yang dimasukkan dalam tubuh untuk memperoleh kekebalan terhadap penyakit, penyakit tidak mudah masuk atau penyakit bisa dicegah sehingga anak tidak menjadi sakit-sakitan.

Adapun macam-macam imunisasi tersebut adalah 1. BCG

BCG adalah suatu imunisasi untuk mencegah terjadinya penyakit tuberculosis. Waktu pemberiannya adalah diberikan beberapa hari

setelah bayi lahir. Tetapi sebaiknya diberikan pada usia 2 bulan kecuali kalau bayinya menderita batuk darah, maka imunisasi ini segera diberikan setelah bayi lahir. Imunisasi BCG ulangan diberikan setiap 5 tahun, jadi umumnya diberikan kelas 1 dan kelas V1 SD. Cara pemberiannya adalah disuntik pada pangkal lengan atas di bawah kulit.

Reaksi suntikannya adalah beberapa bisul kecil yang kemudian akan mengering dan meninggalkan bekas jaringan paru yang sembuh dalam waktu 1-2 bulan tetapi badan tidak panas.

2. DPT

DPT adalah suatu imunisasi untuk mencegah penyakit depteri, pertusis dan tetanus. Depteri yaitu suatu penyakit dengan gejala kerongkongan berwarna putih, kotor dan menyerang usia 1-5 tahun.

Pertusis yaitu penyakit dengan gejala batuk rejan atau batuk yang berlangsung 100 hari. Tetanus yaitu penyakit kejang – kejang dimana hal ini terjadi karena tali pusar sangat kotor. Waktu pemberiannya adalah DPT1 umur 3 bulan, DPT II umur 4 bulan, DPT III umur 9 bulan dan DPT IV umur 2-3 tahun. Bila umur 6-7 tahun diberikan DPT I dan pada umur 12-13 tahun diberikan DPT II. Untuk mencegah tetanus pada bayi biasanya pada waktu ibu hamil disuntik vaksinasi TFT (Tetanus Formal Toksoid). Dimana suntikan pertama diberikan sedini mungkin (kapan saja boleh disuntik) kalau ibu tersebut benar-benar sudah hamil. Suntikan kedua diberikan pada atau paling lambat 3 minggu sebelum melahirkan.

Cara pemberiannya adalah disuntik pada lengan atau paha bayi. Reaksi suntikan adalah badan panas, anak gelisah dan rewel.

3. Campak

Campak adalah suatu imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit campak yang gejalanya adalah badan panas, batuk, pilek dan bercak- bercak kemerahan. Waktu pemberiannya diberikan 1 kali saja pada umur 9 bulan. Cara pemberiannya adalah disuntik di bawah kulit reaksi suntikan, suhu badan menjadi panas selama 3-5 hari dan bisa juga timbul bercak – bercak merah pada kulit, pipi, leher dan dada selama 1-3 minggu.

4. Hepatitis B

Hepatitis B adalah suatu imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit kuning. Penyakit ini gejalanya adalah badan lemas, badan dan mata menjadi kuning. Waktu pemberiannya adalah diberikan sebanyak 3 kali yaitu suntikan 1 baru lahir, suntikan II bayi umur 1 bulan dan suntikan III pada umur 6 bulan. Reaksi suntikannya adalah badan tidak panas.

5. Polio

Polio adalah suatu imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit lumpuh pada anak. Waktu pemberiannya adalah Polio I diberikan umur 3 bulan, Polio TI umur 4 bulan, Polio III pada umur 9 bulan dan polio IV pada umur 2-3 tahun. Cara pemberiannya adalah diteteskan sebanyak 2 tetes. Reaksi pemberian tidak ada reaksi apa-apa.

6. MMR

MMR adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit Measles, gondongan (Mumps) dan Rubella atau campak jerman. Waktu

pemberiannya adalah umur 15 bulan. Cara pemberiannya adalah disuntik dibawah kulit. Reaksi suntikan: badan panas.

7. Tipa

Tipa adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit tipus dan kolera. Waktu pemberiannya adalah Umur 1 tahun, 3 bulan . Cara pemberiannya adalah disuntik. Reaksi suntikan adalah badan tidak panas.

Penyakit karena kecelakaan di Rumah.

1. Terjatuh, cara mencegahnya :

a. Pasang pagar keselamatan di tangga dan jendela lantai atas.

b. Pastikan jendela selalu tertutup dan terkunci.

2. Luka potong atau luka tusuk, cara mencegahnya :

a. Amankan pisau, garpu, gunting, pisau cukur, gergaji, dan benda tajam lain.

b. Jauhkan gelas dan piring kaca dari jangkauan anak.

3. Luka bakar, cara mencegahnya :

a. Apabila terdapat pemanas air di kamar mandi, awasi agar anak yang sudah bisa berjalan untuk tidak memasuki kamar mandi dan membuka kran air panas.

b. Jangan menggunakan taplak meja atau alas piring yang besar karena anak dapat menariknya dan menumpahkan semua yang ada di atasnya, termasuk makanan atau minuman yang masih panas

c. Jauhkan panci dan wajan panas.

4. Tercekik, cara mencegahnya :

a. Jauhkan tali dan kabel dari jangkauan anak. Apabila ada kabel yang terlalu panjang, masukkan dalam karpet atau direkatkan dengan selotip besar sepanjang kabel tersebut.

c. Jangan pakaikan baju bertali pada saat bayi tidur.

5. Keracunan, cara mencegahnya :

a. Jauhkan semua obat, produk pembersih, kosmetik, alkohol, peralatan mandi, racun serangga/tikus, pupuk dan bahan-bahan sejenisnya dari jangkauan bayi.

6. Tersedak, cara mencegahnya :

a. Potong-potong makanan hingga kecil dan pastikan anak duduk sebelum baby sitter menyuapi.

b. Jangan berikan jagung, kacang-kacangan, potongan daging, rambutan, kelengkeng, salak utuh, permen dan sayur mentah.

c. Jauhkan mainan, koin, dan barang-barang kecil agar dak tertelan.

7. Tersetrum, cara mencegahnya :

a. Tutup semua stop kontak yang dapat dijangkau anak.

b. Cabut aliran listrik peralatan rumah tangga yang dak digunakan.

8. Tenggelam, cara mencegahnya :

a. Jangan tinggalkan bayi di kamar mandi atau kolam tanpa pengawasan.

b. Bila diperlukan, keringkan kolam yang dak digunakan.

9. Gigitan hewan, cara mencegahnya :

a. Jangan meninggalkan bayi dengan hewan peliharaan tanpa pengawasan walaupun hewan itu tergolong jinak.

b. Ajari anak agar dak menggoda anjing 10.Tertimpa perabotan, cara mencegahnya :

a. Pastikan lemari, kursi, rak buku, meja dan perabotan rumah tangga lainnya berdiri kukuh dan stabil.

b. Tempatkan televisi pada tumpuan yang kuat, rendah, dan rapat dengan tembok.

D. Tempat Dan Perabot Yang Beresiko Membahayakan Bayi

Dalam dokumen CARA MERAWAT ANAK MENJADI SEHAT DAN PINTER (Halaman 75-86)

Dokumen terkait