• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanggung Jawab Pendidikan Agama Islam

Dalam dokumen penerapan model kooperatif jigsaw dalam (Halaman 47-51)

D. Pendidikan Agama Islam

4. Tanggung Jawab Pendidikan Agama Islam

Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama bagi anak-anak mereka, karena dari merekalah anak mula-mula menerima pendidikan.

Dengan demikian, bentuk pertama dari pendidikan terdapat dalam kehidupan keluarga.

31Aat Syafaat, Peranan. h. 34.

Pada umumnya pendidikan dalam keluarga itu bukan berpangkal tolak dari kesadaran dan pengertian yang lahir dari pengetahuan mendidik, melainkan karena secara kodrati suasana dan strukturnya memberikan kemungkinan alami membangun situasi pendidikan. Orang tua turut berperan dalam pembentukkan nilai, terutama dengan uraian dan keterangan mengenai keyakinan agama yang dianutnya. Orang tua dapat membantu remaja dengan mengemukakan peranan agama dalam kehidupan masa dewasa, sehingga penyandaran ini dapat memberi arti yang baru pada keyakinan agama yang telah diperolehnya.32

Pendidikan Agama Islam itu merupakan pendidikan yang sangat penting sekali, sehingga orang tua harus mampu mengarahkan pendidikannya dibidang keagamaan. Seorang anak sejak dini harus mampu membaca Al-Qur‟an, sudah bisa melaksanakan shalat, puasa, dan sebagainya. Semua itu tergantung kepada orang tua dalam mengarahkan dan membimbingnya.

Tanggung jawab pendidikan yang perlu disadarkan dan dibina oleh kedua orang tua terhadap anak antara lain sebagai berikut:

1) Memelihara dan membesarkannya. Tanggung jawab ini merupakan dorongan alami untuk dilaksanakan, karena anak memerlukan makanan, minuman dan perawatan agar ia dapat hidup secara berkelanjutan.

2) Melindungi dan menjamin kesehatannya, baik secara jasmaniah maupun rohaniah, dari berbagai gangguan penyakit atau bahaya lingkungan yang dapat membahayakan dirinya.

3) Mendidik dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi hidupnya, sehingga apabila telah dewasa, ia mampu berdiri sendiri dan membantu orang lain (hablum minan nas) serta melaksanakan kekhalifahannya.

4) Membahagiakan anak untuk dunia dan akhirat dengan memberinya pendidikan agama yang sesuai dengan ketentuan

32Ibid., h. 63.

Allah sebagai tujuan akhir hidup muslim. Tanggung jawab ini dikategorikan juga sebagai tanggung jawab kepada Allah.

Dari hubungan dan tanggung jawab orang tua terhadap anak, maka tanggung jawab pendidikan itu pada dasarnya tidak bisa dipikulkan kepada orang lain, sebab guru dan pemimpin umat, umpamanya, dalam memikul tanggung jawab pendidikan hanyalah merupakan keikutsertaan.33

b. Tanggaung Jawab Sekolah

Sekolah sebagai institusi resmi dibawah kelolaan pemerintah, menyelenggarakan kegiatan pendidikan secara berencana, sengaja, terarah, sistematis, oleh para pendidik profesional dengan program yang dituangkan kedalam kurikulum untuk jangka waktu tertentu dan diikuti oleh para peserta didik setiap jenjang pendidikan tertentu.

Misalnya,Sekolah Dasar lama pendidikannya enam tahun, jenjang pendidikan Tingkat Sekolah Lanjutan Pertama dan Tingkat Sekolah Lanjut Menengah atas masing-masing selama tiga tahun. Untuk tingkat pendidikan Program Strata atau (S1) selama empat tahun yang dibagi kedalam delapan semester, program Pendidikan Strata Dua atau pasca Sarjana (S2) dua tahun dibagi dalam empat semester, dan untuk program strata tiga (S3) atau program doktor berlangsung selama tiga tahun yang dibagi dalam enam semester.34

Sekolah merupakan tempat pendidik untuk mengajar anak-anak, memiliki peraturan-paraturan atau undang-undang yang harus ditaati oleh anak didik, juga sebagai lembaga pendidikan formal yang melakukan dasar yang pokok yaitu mendidik semua anak didik dengan pendidikan yang sebenarnya.

Dalam belajar disekolah, guru dan cara mengajarnya merupakan faktor yang penting pula. Bagaimana sikap dan kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki guru, dan bagaiman cara guru

33Ibid., h. 65.

34Ibid., h. 66.

mengajarkan pengetahuan itu kepada anak didiknya, bisa turun menentukan hasil belajar yang dapat dicapai anak.

c. Tanggung Jawab Masyarakat

Bila dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan banyak orang dengan berbagai ragam kualitas diri, mulai dari yang tidak berpendidikan sampai kepada yang berpendidikan tinggi. Ia adalah laboraturium besar tempat anggotanya mengamalkan semua keterampilan yang dimilikinya. Disamping itu, masyarakat termasuk pemakai atau the user dari para anggotanya.35

Tanggung jawab pendidikan agama islam bukan saja terletak pada keluarga atau sekolah saja dan masyarakatpun besar sekali pengaruhnya terhadap pendidikan anak-anak, terutama pendidikan agama islam.

Masyarakat turut memikul tanggung jawab pendidikan, dalam memberikan arahan terhadap pendidikan anak, terutama para pemimpin masyarakat atau pengusaha yang ada didalamnya.

Pemimpin masyarakat muslim tentu saja menghendaki agar setiap anak didik menjadi anggota yang taat dan patuh menjalankan agamanya, baik dalam lingkungan keluarganya, anggota sepermainannya, kelompok kelasnya dan sekolahnya.36

Dengan demikian, dipundak masyarakat muslim tentu saja menghendaki agar setiap anak didik menjadi anggota yang taat dan patuh menjalankan agamanya, baik dalam lingkungan keluarganya, anggota sepermainannya, kelompok kelasnya dan sekolahnya.

Tanggung jawab pendidikan pada hakekatnya merupakan tanggung jawab moral dari setiap orang dewasa baik secara perorangan maupun kelompok sosial.

Semua anggota masyarakat memikul tanggung jawab memerintahkan yang ma‟ruf dan mencegah dari yang munkar.

Firman Allah SWT.

35Ibid., h. 69.

36Makbuloh, Pendidikan, h. 23.

ٌَىُُِي ْؤُذَو ِسَكًُُْْنا ٍَِػ ٌَْىَهَُْذَو ِفوُسْؼًَْناِت ٌَوُسُيْأَذ ِضااُهِن ْدَجِسْخُأ ٍحايُأ َسَُْخ ْىُرُُْك ٌَىُقِظاَفْنا ُىُهُسَثْكَأَو ٌَىُُِيْؤًُْنا ُىُهُِْي ۚ ْىُهَن اًسَُْخ ٌَاَكَن ِباَرِكْنا ُمْهَأ ٍََيآ ْىَنَو ۗ ِ اللَّاِت

”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.”37

Dengan demikian, jelaslah bahwa tanggung jawab dalam islam bersifat perorangan dan sosial. Selanjutnya, siapa yang memiliki syarat- syarat tanggung jawab ini tidak hanya bertanggung jawab terhadap perbuatannya dan perbaikan dirinya, tetapi juga bertanggung jawab terhadap perbuatan orang-orang yang berada dibawah perintah, pengawasan, tanggungannya, dan perbaikan masyarakat.38

Dalam dokumen penerapan model kooperatif jigsaw dalam (Halaman 47-51)

Dokumen terkait