• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tata Udara Alami

Dalam dokumen PERANCANGAN INTERIOR II (RUMAH TINGGAL) (Halaman 44-56)

GAYA DESAIN (PERIODISASI)

B. DESAIN INTERIOR 1. PENGERTIAN

1) Tata Udara Alami

Konsep tata udara alami adalah udara bebas masuk dan keluar bangunan sepanjang hari (24 jam) mulai dari Subuh, pagi, siang, sore dan malam, perlakuan untuk tataudara alami adalah membuat lubang (bukaan) udara (ventilasi) pada dinding dan langit-langit. Udara sejuk masuk ruang bangunan, kemudian keluar membawa udara hangat (tubuh, peralatan penghasil panas dan CO2) dari ruangan, secara alami yaitu dengan cara didorong oleh angin luar bangunan dan memanfaatkan sifat-sifat udara.

Jadi tata udara alami adalah gerakan (sirkulasi) udara di dalam ruangan dengan memanfaatkan sifat-sifat udara dan dorongan (tekanan) gerakan udara luar melalui lubang udara (ventilasi). Lubang udara (ventilasi) yang baik, selain memperlancarkan sirkulasi (gerakan) udara, juga untuk memelihara kesehatan dalam ruangan.

Agar terjadi dorongan (tekanan) udara dari luar bangunan untuk

menggerakkan udara dalam ruangan, rancangan rumah/bangunan terutama mengenai bukaan selain tata ruang atau kamar-kamar, harus

memperhatikan arah dan besar/kuat angin di wilayah hunian. Data arah dan besar/kuat angin dapat diperoleh pada Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). Jadi rancangan rumah tinggal/gedung-gedung tempat kegiatan manusia sebaiknya memperhatikan data besar dan arah angin, sehingga rumah menjadi nyaman tanpa menggunakan tata udara buatan.

Bila dorongan udara luar lemah, langkah-langkah yang digunakan tentu menambah lubang angin (memperluas bukaan), bila masih kurang baru dibantu dengan Kipas Angin atau Air Conditioning (AC)

Terdapat beberapa cara penempatan ventilasi, diantaranya pada dinding di berbagai penjuru dan langit-langit. Lubang bukaan, sebaiknya ada di bagian bawah dan atas dinding suatu ruangan. Pada bagian atas yaitu di langit-langit (tentu bila ada langit-langit). Gerakan udara memanfaatkan sifat-sifat udara (udara hangat akan bergerak atau mengambang keatas) dan dorongan udara melalui bukaan (ventilasi dan/atau jendela). Bukaan

bagian bawah untuk masuk udara sejuk, bagian atas untuk keluar udara hangat yang berasal dari penghuni, lampu yang nyala, peralatan listrik dan CO2.

Dinding pemisah ruangan sebaiknya terdapat celah yang lebar dan tinggi seperti pintu yang tidak memiliki daun, sebagai lubang udara, misalnya ruangan tamu dengan ruangan keluarga dan ruang makan yang di batasi dinding, sehingga memudahkan sirkulasi udara dalam bangunan. Pada ruang kamar tidur dengan ruang lain dapat berbentuk lubang secukupnya (kecil), tergantung dengan jumlah penghuni kamar tidur, sehingga mencukupi untuk mengalirkan (sirkulasi) udara pada kamar tersebut.

Di dapur selain bukaan ventilasi dan pintu buat juga jendela sebagai tempat masuk dan keluar udara. Untuk melancarkan gerakan udara hangat dari tungku (kompor) saat memasak bergerak keluar, ada lubang udara di bagian bawah, agar dipojok ruang dapur tidak lembab.

Manfat Bukaan udara (ventilasi)

Gerakan udara secara alami dalam ruangan bermanfaat membawa O2 dari luar apalagi dipekarangan terdapat pula tanaman hijau menghasilkan O2 dan membawa udara hangat dan CO2 keluar ruangan. Perlakuan demikian akan menghemat pemakaian energi.

h. Teknik Bangunan 1. Elektrikal

 Bangunan suatu gedung terdiri dari 3 komonen penting, yaitu struktur, arsitektur dan ME (Mekanikal & Elektrikal). Ketiganya satu sama lain saling terkait. Jika struktur mengedepankan kekuatan, arsitek lebih mengedepankan keindahan, maka ME (mekanikal & Elektrikal) lebih mengedepankan pada fungsi. Sekuat apapun bangunan dan seindah apapun bangunan, jika tidak ditunjang dengan sistem ME (mekanikal & elektrikal)

37

maka bangunan tersebut tidak ada fungsinya. Berikut adalah beberapa instalasi listrik pada rumah tinggal :

BARGAINSER

Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal, sekaligus juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan rumah tinggal tersebut (dalam satuan kWh). Ada berbagai batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk konsumsi rumah tinggal, yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

Pada bargainser terdapat tiga bagian utama, yaitu:

- MCB atau Miniature Circuit Breaker, berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya. MCB ini bersifat on/off dan dapat juga berfungsi sebagai sakelar utama dalam rumah. Jika MCB bargainser ini dalam kondisi off, maka seluruh aliran listrik dalam rumah pun terhenti. Sakelar ini biasanya dimatikan pada saat akan dilakukan perbaikan instalasi listrik dirumah.

- Meter listrik atau kWh meter, alat ini berfungsi untuk mengukur besaran daya yang digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatt hour). Pada bargainser, meter listrik berwujud deretan angka secara analog ataupun digital yang akan berubah sesuai penggunaan daya listrik.

- Spin Control, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan.

Perputaran spin control ini akan semakain cepat jika daya listrik yang digunakan semakin besar, dan akan melambat jika daya listrik yang

digunakan berkurang/sedikit.

Pada kanal output Bargainser biasanya terdapat 3 kabel, yaitu kabel fasa, kabel netral dan kabel ground yang dihubungkan ketanah. Listrik dari PLN harus dihubungkan dengan bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi listrik rumah tinggal.

PENGAMAN LISTRIK

Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada

instalasi listrik rumah tinggal tersebut, seperti gangguan hubung singkat atau short circuit atau korsleting.

Terdapat dua jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:

- Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialairi arus listrik dengan ukuran tertentu.

- Pengaman listrik thermis, biasa disebut MCB dan merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas .

39 Gambar 2.2 (sumber: www.google.com )

SAKELAR

Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutus aliran listrik pada suatu pemghantar.

Berdasarkan besarnya tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:

- sakelar bertegangan rendah.

- Sakelar tegangan menengah.

- Sakelar tegangan tinggi serta sangat tinggi.

Sedangkan berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi :

- Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam didalam tembok.

- Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan tembok.

Jenis sakelar berikutnya dapat dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu:

- Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on. Untuk memutuskan hubungan arus listrik, tombol sakelar harus ditekan pada posisi off.

Sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk sakelar lampu.

- Sakelar push-on, merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on dan akan secara otomatis memutus arus listrik, ketika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar jenis ini digunakan untuk sakelar bel rumah.

Berdasarkan jenis per-unitnya, sakelar dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

- Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban listrik/alat listrik yang digunakan.

- Sakelar majemuk, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, namun memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar tersebut.

STOP KONTAK

Stop kontak, sebagian mengatakan outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagi muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang nantinya akan ditancapkan pada stop kontak.

Berdasarkan bentuk serta fungsinya, stop kontak dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

- Stop kontak kecil, merupakan stop kontak dengan dua lubang (kanal) yang berfungsi untuk menyalurkan listrik pada daya rendah ke alat-alat listrik melalui steker yang juga berjenis kecil.

- Stop kontak besar, juga nerupakan stop kontak dengan dua kanal AC yang dilengkapi dengan lempeng logam pada sisi atas dan bawah kanal AC yang berfungsi sebagai ground.sakelar jenis ini biasanya digunakan untuk daya yang lebih besar.

Sedangkan berdasarkan tempat pemasangannya. Dikenal dua jenis stop kontak, yaitu:

- Stop kontak in bow, merupakan stop kontak yang dipasang didalam tembok.

- Stop kontak out bow, yang dipasang diluar tembok atau hanya diletakkan dipermukaan tembok pada saat berfungsi sebagai stop kontak portable.

STEKER

Steker atau Staker atau yang kadang sering disebut colokan listrik, karena memang berupa dua buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang yang berfungsi untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan.

Gambar 2.5 (sumber: www.google.com )

Gambar 2.6(sumber: www.google.com )

Gambar 2.7(sumber: www.google.com )

Berdasarkan fungsi dan bentuknya, steker juga memliki dua jenis, yaitu:

- Steker kecil, merupakan steker yang digunakan untuk menyambung alat- alat listrik berdaya rendah, misalnya lampu atau radio kecil, dengan sumber listrik atau stop kontak.

- Steker besar, merupakan steker yang digunakan untuk alat-alat listrik yang berdaya besar, misalnya lemari es, microwave, mesin cuci dan lainnya, dengan sumber listrik atau stop kontak. Steker jenis ini dilengkapi dengan lempeng logam untuk kanal ground yang berfungsi sebagai

pengaman.

KABEL

Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk

menghantarkan energi listrik ke sumber-sumber beban listrik atau alat-alat listrik.

Untuk instalasi listrik rumah tinggal, kabel yang digunakan biasanya berjenis sebagai berikut:

- NYA, kabel jenis ini merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan/berisi satu kawat. Jenisnya adalah kabel udara atau tidak ditanam dalam tanah. Kabel listrik ini biasanya berwarna merah, hitam, kuning atau biru. Isolasi kawat penghantarnya hanya satu lapis, sehingga tidak cukup kuat terhadap gesekan, gencetan/tekanan atau gigitan binatang seperti tikus. Karena kelemahan pada isolasinya tersebut maka dalam pemasangannya diperlukan pelapis luar dengan menggunakan pipa conduit dari PVC atau besi.

- NYM, merupakan kabel listrik yang berisolasi PVC dan berintikan kawat lebih dari satu, ada yang 2, 3 atau 4. Jenis kabel udara dengan warna

isolasi luar biasanya putih dan warna isolasi bagian dalam beragam, karena isolasi yang rangkap inilah maka kabel listrik NYM ini relative lebih kuat terhadap gesekan atau gencetan/tekanan.

- NYY, kabel listrik jenis ini merupakan kabel berisolasi PVC, berintikan 2, 3 atau 4 dengan warna isolasi luarnya hitam. Jenis kabel tanah, sehingga tahan terhadap air dan gencetan atau tekanan.

- NYMHYO, kabel jenis ini merupakan kabel serabut dengan dua buah inti yang terdiri dari dua warna. Kabel jenis ini biasa digunakan pada loudspeaker, sound sistem, lampu-lampu berdaya kecil sampai sedang.

Demikian sekilas pengenalan peralatan-perlatan listrik untuk instalasi listrik rumah tinggal, keterangan fungsi, bentuk/konstruksi dan cara kerja dari masing-masing alat merupakan penjelasan secara umum.

(sumber : http://dunia-listrik.blogspot.co.id/2009/12/mengenal-peralatan- instalasi-listrik.html )

2. Plumbing

Plumbing adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pelaksanaan, pemeliharaan, dan perbaikan alat plambing dan pipa serta peralatanya di dalam atau di luar gedung dengan sistem drainase saniter, drainase air hujan, ven, air minum yang dihubungkan dengan sistem kota.

Secara khusus, pengertian plambing merupakan sistem perpipaan dalam bangunan yang meliputi sistem perpipaan untuk :

1) penyediaan air minum

2) penyaluran air buangan dan ven 3) penyaluran air hujan

4) AC (air conditioner)

Plumbing mempunyai sasaran sebagai berikut : 1) sanitasi, menciptakan kesehatan masyarakat 2) kenyamanan pemakai

3) menciptakan rasa aman Fungsi plumbing atau plambing :

 sebagai sistem penyediaan air minum, menyediakan air minum ke tempat yang dikehendaki dengan tekanan yang cukup

 sebagai penyaluran air buangan Syarat perencanaa plumbing:

1) sistem harus efektif dan efisien 2) pipa mudah dirawat dan diperbaiki 3) mudah dilakukan pemeriksaan 4) tidak mengganggu estetika 5) memperhatikan aspek kesehatan 6) tidak mengganggu struktur bangunan 7) pilih yang murah tapi berkualitas 8) minimalkan tikungan

3. Safety

Aspek keselamatan meliputi ranah yang sangat luas, mencakup beberapa aspek yang diantaranya adalah:

1) Kenyamanan Thermal:

Kenyamanan yang terkait dengan suhu udara. Setiap daerah memiliki iklim dan suhu udara yang berbeda-beda. Begitu pula dengan kemampuan adaptasi dari masyarakatnya.

Perancangan rumah tinggal harus memberikan solusi untuk mendapat kenyamanan thermal, yang penyelesaiannya bervariasi antara daerah yang satu dengan daerah lainnya. Pada daerah bersuhu tinggi ataupun rendah, sebuah rumah tinggal harus

dirancang agar dapat melindungi penghuninya dari serangan suhu.

Pertimbangan-pertimbangan kenyamanan thermal ini akan

menentukan material bangunan yang digunakan, bentuk bangunan yang di rancang, buka-bukaan pada bangunan, dan lail-lainnya.

2) Kenyamanan Audio

Setiap lingkungan mempunyai kondisi yang berbeda-beda termasuk kadar kebisingannya. Rumah dengan kebisingan tinggi tentunya tidak nyaman dihuni. Pada kondisi seperti ini,

perancangan rumah memerlukan solusi khusus untuk mereduksi kebisingan yang berasal dari luar bangunan, yang dilakukan dengan memasang material peredam bunyi pada dindin bangunan ataupun menata lanskap pada rumah tersebut dengan tatanan pereduksi bunyi.

3) Kenyamanan Visual

Dapat diwujudkan dengan pemeliharaan warna-warna dinding dan elemen rumah yang lainnya (furniture, ornament, dll). Selain itu kenyamanan visual ini dapat pula diupayakan dengan menyatukan elemen outdoor seperti tanamanan, air, dll dengan elemen indoor.

Dengan membuat rancangan buka-bukaan ruangan yang relative besar sehingga pemandangan luar menyatu dengan desain ruang dalam.

4. Security

Bangunan adalah wadah tempat penggunanya melakukan aktivitas. Desain bangunan dikatakan berhasil baik apabila bangunan tersebut benar-benar dapat mewadahi aktivitas dari fungsi-fungsi yang sesuai dengan yang direncanakan. Karenanya untuk menghasilkan rancangan bangunan yang baik maka terlebih dahulu harus diketahui fungsi-fungsi yang akan ditampung di dalam bangunan itu. Demikian pula halnya dengan rumah tinggal.

Agar bangunan dapat digunakakn sesuai dengan fungsi yang direncanakan, bangunan tersebut harus berdiri kokoh, kuat, mampu mengampu beban-beban yang diterimanya, baik beban bangunan itu sendiri maupun beban yang timbul sebagai akibat dari adanya fungsi itu.

Pengertian kuat disini terkait erat dengan struktur dan konstruksi bangunan.

Struktur adalah suatu rangkaian yang disusun sedemikian rupa sehingga mampu mendirikan suatu bentuk tertentu dan dapat difungsikan dengan aman sesuai maksud pendiriannya. Dalam pengertian ini terkandung beberapa pengertian tentang struktur, diantaranya adalah:

1) Struktur bangunan merupakan suatu rangkaian dari beberapa bagian yang secara keseluruhan bekerja bersama-sama untuk membuat suatu bentuk dapat berdiri

2) Struktur bangunan berfungsi untuk mendirikan bangunan sedemikian rupa sehingga bangunan tersebut dapat difungsikan dengan aman dan tidak mudah roboh

Dalam pengertian diatas, suatu bangunan dapat dikatakan dirancang dengan benar apabila bangunan tersebut dalam kondisi aman, satbil, dan dapat digunakan untuk melakukan kegiatan sesuai rencananya.

Berdasarkan pengertia ini, rancangan sebuah rumah tinggal harus memenuhi syarat keamanan, dimana rumah tersebut harus kokoh, kuat, mampu mengampu aktivitas menghuni yang dilakukan di dalamnya sesuai dengan maksud perancangannya.

i. Ergonomi & Antropometri

Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan elemen-elemen lain dalam suatu sistem, serta profesi yang

mempraktekkan teori, prinsip, data, dan metode dalam perancangan untuk mengoptimalkan sistem agar sesuai dengan kebutuhan, kelemahan, dan keterampilan manusia.

Terdapat beberapa spesialisasi utama dari ergonomi, yaitu : 1. Ergonomi fisik

Ergonomi fisik berkaitan dengan anatomi manusia, antropometri, karakteristik fisiologis dan biomekanis yang berkaitan dengan aktivitas fisik.Topik-topik yang relevan termasuk postur kerja, penanganan material, gerakan berulang, gangguan muskuloskeletal yang berhubungan dengan pekerjaan, tata letak tempat kerja, keselamatan dan kesehatan.

Dalam dokumen PERANCANGAN INTERIOR II (RUMAH TINGGAL) (Halaman 44-56)

Dokumen terkait