BAB I PENDAHULUAN
BAB 3 METODE PENELITIAN
E. TekhnikAnalisis Data
tugas-tugas tersebut.39 Dalam pengertian lain tes merupakan serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.40
Bentuk instrumen yang digunakan dalam penelitian Ini adalah tes objektif dalam bentuk pilihan ganda.
Bentuk tes ini dapat mengukur variasi hasil belajar yang kompleks dalam area pengetahuan, pemahaman, dan penerapan. Model penskoran tes pilihan ganda cenderung digunakan adalah menjumlahkan skor jawaban yang benar saja (correct score =CS) yang butir benarnya diberi skor 1 (satu) dan butir yang salah diberi skor 0 (nol).41
a. Ketuntasan individu
Yaitu dimana peserta didik bias tuntas secara individual dalam proses belajar tersebut apabila peserta didik mendapatkan nilai ≥75. Hal ini dapat dihitung dengan rumus:
KI = jumlah jawaban benar x 100 Jumlah soal
Keterangan:
KI = Ketuntasan Individu b. Ketuntasan klasikal
Peserta didik dikatakan berhasil, apabila mencapai target 85%. Dalam kondisi ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagaiberikut:
Kk = XZ x 100%
Keterangan:
Kk = Ketuntasan klasikal
X =Jumlah peserta didik yang memperoleh nilai
≥ 85%
Z = Jumlah peserta didik yang mengikuti tes c. Nilai rata-rata
Untuk mengetahui nilai rata-rata kelas digunakan rumus sebagai berikut:
Me = �XZ Keterangan:
Me : Nilai rata-rata kelas
X : Jumlahnilai
N : Jumlahpeserta didik42
d. Analisis Data observasi aktivitas guru dan peserta didik
Untuk mengetahui aktivitas guru dan aktivitas peserta didik di dalam kelas, maka lembar data observasi dianalisis dengan cara melihat deskriptor –deskriptor yang Nampak pada setiap indicator, sebagaimana yang terlampir. Berdasarkan lembar observasi yang ada, peneliti dapat mengetahui descriptor dari setiap indikator yang sudah dan belum terlaksana. Analisis hasil observasi menggunakanan alisis deskriptif kuantitatif.
1. Menghitung skor aktivitas guru P = ��AN 100%
Keterangan:
P = persentase aktivitas guru
A
� = Jumlah aspek yang teramati
N
� = Jumlah keseluruhan aspek yang teramati 2. Menghitung skor aktivitas belajar peserta
didik
Jumlah Skor yang diperoleh Peserta didik Jumlah Skor ideal
P= x 100%
42 Sugiono, Statistik Penelitian, (Bandung: Rineka Cipta, 2006), Hlm. 42.
P = Persentase ketuntasan aktivitas peserta didik Setelah aktivitas guru dan aktivitas belajar peserta didik dihitung, persentase aktivitas guru dan aktivitas belajar peserta didik diberikan patokan penilaian sebagai berikut:43
Tabel 3.2
Kategori Penilaian Aktivitas Guru dan Aktivitas Belajar Peserta didik
Persentase Kategori
0-24% Tidakbaik
25-49% Kurangbaik
50-74% Baik
75-100% Sangatbaik
Adapun skor yang diberikan untuk setiap deskriptor pada lembar instrument observasi aktivitas peserta didik yang telah disiapkan oleh peneliti yaitu:44
Skor 4 apabila descriptor sangat Nampak atau 75- 1. 100% peserta didik melakukan deskriptor.
Skor 3 apabila deskriptor Nampakatau 50-74%
2. peserta didik melaksanakan deskriptor.
Skor 2 apabila descriptor cukup Nampak atau 25-49%
3. peserta didik melaksanakan deskriptor.
43 Zainal Aqib, PenelitianTindakan Kelas, (Bandung: YramaWidya , 2009), Hlm 269
44 Haizorun Putri, “Peningkatan Hasil BelajarPeserta didik pada Mata Pelajaran SKI denganPenerapan Model Pembelajaran Advance Organizer kelas IV MI Nurul Qur’an Pagutan, (Skripsi,UINMsataram, Mataram, 2018), Hlm. 37.
Skor 1 apabila descriptor kurang Nampak atau 0-24%
4. peserta didik melaksanakan deskriptor.
Sedangkan skor yang diberikan untuks etiapdeskriptor pada lembar instrument observasi aktivitas guru untuk keterlaksanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah:
Skor 1 apabila descriptor nampak 1.
Skor 0 apabila descriptor tidak nampak 2.
2. Refleksi
Jika berdasarkan hasil refleksi, aktivitas peserta didik belum meningkat sesuai harapan maka akan dilanjutkan pada siklus II.
B A B 4
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Setting Penelitian
1. Sejarah Singkat Berdirinya MIN 1 Lombok Barat
A
wal mula MIN 1 Lombok Barat ini bernama MI Assullamy yang berdiri pada tahun 1968, di bawah naungan Yayasan Assullamy. Izin operasional Yayasan Assullamy dengan No Akte 468, tahun 1981 kemudian berganti nama menjadi Yayasan Assullamy. Pihak yayasan mengajukan permohonan kepada Departemen Agama RI dalam hal ini Direktorat Pendidikan Agama Kementerian Agama Pusat untuk mengajukan permohonan penegerian. Setelah ada jawaban dari Departemen Agama RI tentang pengajuan permohonan tersebut dikeluarkan, maka pengurus Yayasan Assullamy memberikan beberapa surat sebagai kelengkapan permohonan tersebut, sehingga padatahun 1994 MIN Duman mulai dipersiapkan untuk operasionalnya.
Kepala madrasah pada saat itu yaitu TGH. Aminullah Tohir. Dalam hal penyerahan aset yang ada, yang meliputi gedung, tanah, sarana dan prasarana diserahkan kepada pihak pemerintah (luastanah 13,66 are), sehingga pada tanggal 25 November 1995 secara resmi ijin operasional MI Negeri Duman di keluarkan. Kemudian MI Negeri Duman bernama “MIN Duman” karena pada saat yayasan didirikan Desa Langko belummekar karena masih masuk wilayah Desa Duman. Berdasar Surat keputusan perubahan MIN Duman menjadi MIN 1 Lombok Barat keluar pada tanggal 17 November 2017 dengan kepala madrasah adalah Lalu Wirsa S.Pd. Masa jabatan kepala madrasah Lalu Wirsa S.Pd berakhir pada tanggal, dan H.
Moh. Sahaludin, S.Pd resmi menjadi kepala madrasah Pada tanggal 25 Januari 2018.45
Untuk lebih lengkapnya Pendiri MI Assullamy sebelum menjadi MIN 1 Lombok Barat yaitu: a. H.
Nuruddin Thoha( Almarhum ), b. TGH. Aminullah Thohir ( Almarhum ), c. Darwan ( Almarhum ), d. Amak Minah ( Almarhum ), e. H. Hamdani ( Almarhum ), f. H.
Marwan ( Almarhum ).
Dan urutan periode Kepala MIN 1 Lombok Barat yaitu:
a. TGH. Aminullah Tohir (almarhum), b. H.Abdul Karim, S.Ag.,
45 Profil MIN 1 Lombok Barat, Dokumentasi, 24 Juni 2019.
c. Drs. H. Amerun, M.Pd., d. LaluWirsa, S.Pd.,
e. H. Moh. Sahaludin, S.Pd.46 1. LetakGeografis MIN 1 Lombok Barat
MIN 1 Lombok Barat terletak di Desa Langko Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, jarak tempuh dari Kota Mataram ke DesaLangko ± 30 menit, untuk menempuh perjalanan dari Kota Mataram menggunakan jalur Barat tepatnya perempatan Jalan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) ke Timur sampai pertigaan Terep Desa Bug-Bug, ke Utara melewati Pertigaan Sigerongan, lalu terus menuju Desa Duman sampai Pertigaan Desa Duman belok kearah timur sampai di Desa Langko.
Madrasah Ibtida’iyah Negeri Duman terletak diantara beberapa Desa, yaitu: sebelah Utara berbatasan dengan Desa Langko dan Desa Giri Madiya, sebelah Barat berbatasan dengan Desa Duman, sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Sigerongan tepatnya Dusun Mbungpas dan sebelah Timur berbatasan dengan Dusun Longserang Timur atau Desa Berembeng.47
2. Visi dan Misi MIN 1 Lombok Barat a. Visi
Terwujudnya madrasah yang unggul dalam prestasi berlandaskan iman, ihsan dan taqwa.
46 Ibid 47 Ibid
b. Misi
Menanamkan keimanan dan ketaqwaan 1. peserta didik melalui pelaksanaan program
imtaq
Pengembangan pemanfaatan perpustakaan 2. madrasah sebagai sumber belajar
Memprogram dan melaksanakan 3. pembelajaran pola PAIKEM
Meningkatkan profesionalisme guru 4.
Menciptakan lingkungan kerja madrasah 5. yang kondusif, aman, indah, rapi, dan
sehat
Meningkatkan kerjasama dengan komite 6. madrasah, orang tua/wali murid dan
lembaga social masyarakat lainnya.48 3. Data Guru MIN 1 Lombok Barat
Data guru yang ada di MIN 1 Lobar berjumlah 20 orang. Nama-nama guru MIN 1 Lombok Barat dapatdilihat pada tabelberikut .49
48 Ibid 49 Ibid.
Tabel 4.1
Nama-nama Tenaga Pengajar dan Staf di MIN 1 Lombok Barat Tahun Pelajaran 2017/2018
NO NAMA JABATAN
1 H. Moh. Sahaludin, S.Pd KepalaSekolah
2 H. Muhammad Arjuna Komite sekolah
3 ZohariyahS.Pd Bendahara
4 Sahman S.Pd Tata Usaha
5 Muhibuddin,S.Pd I Guru Kelas
6 Zuhriah,S.Pd I Guru Kelas
7 Anna Faizzati,S.Ag Guru Kelas
8 Taufiq,SPd Guru Penjas
9 Umar,S.Pd I Guru Kelas
10 JufriS.Ag Guru Kelas
11 Titin Nusrawati,S.Pd I Guru Kelas
12 Ahmad Jufri,S.Ag Guru Kelas
13 Amiruddin,S.Pd Guru Kelas
14 MuanahS.Pd.I Guru Kelas
15 Siti Khadijah S.Pd.I Guru Kelas
16 Akhyar S.Pd.I Guru Kelas
17 Nur Asiah Agustina Utami,S.
Pd Guru Kelas
18 NurhidayahS.Pd.I Guru Kelas
19 Fatmah,M.Pd I Guru Kelas
20 Abdurrahman S.Pd.I Guru Kelas
21 Hasan Basri PelatihPramuka
Sumber : Profil MIN 1 Lombok Barat, Dokumentasi 21 Agustus 2019
5. Data Peserta didik MIN 1 Lombok Barat
Peserta didik merupakan salah satu bagian dari komponen suatu sekolah yang menempati posisi sentral
dan paling dominan dalam berlangsungnya interaksi belajar mengajar yang diselenggarakan di sekolah/
madrasah. Menurut daftar absensi peserta didik kelas I-VI tahun pelajaran 2019 jumlah peserta didiknya sebanyak 336 orang, Jadi dalam proses pembelajaran atau pendidikan akan selalu mengacu pada objeknya yang akan dibina, dididik, diarahkan dan dibimbing sesuai dengan misi dan visi atau tujuan yang mendasarinya.
Adapun keadaan peserta didik MIN 1 Lombok Barat dapat dilihat pada table berikut :50
Tabel 4.2
Data Jumlah Peserta didik MIN 1 Lombok Barat Tahun Pelajaran 2017/2018
No Kelas
Jumlah peserta didik
Jumlah Laki-laki Perempuan
1 I A 16 16 32
2 I B 18 14 32
3 II A 17 20 37
4 II B 15 23 38
5 III A 10 17 27
6 III B 13 14 27
7 IV A 13 10 23
8 IV B 11 12 22
9 V A 15 13 28
10 V B 16 12 28
11 VI A 11 9 20
12 VI B 10 11 21
Jumlah 12 165 171 336
Sumber : Profil MIN 1 Lombok Barat, Dokumentasi 21 Agustus 2019 50 Ibid
Melihat daftar keadaan peserta didik MIN 1 Lombok Barat di atas, maka dapat dipahami bahwa peserta didik MIN 1 Lombok Barat berjumlah 336 orang yaitu terdiri dari kelas 1-6 kelas dengan masing-masing kelas 2 paralel (A dan B).
6. Struktur Organisasi Madrasah
Sebagai suatu lembaga atau organisasi, maka struktur lembaga atau organisasi tersebut harus ada sebagai pedoman atau gambaran dari koordinasi dan terorganisasikannya pembagian tugas dan wewenang dalam lembaga tersebut. Dimana stuktur lembaga pendidikan mutlak dibutuhkan guna untuk mengaktifkan dan mengefesienkan kinerja serta pencapaian tujuan pendidikan dan pengajaran yang telah ditetapkan.
Struktur organisasi MIN 1 Lobar dapat dilihat pada Gambar.51
51 Ibid.
Wali Kelas 1b
Zuhriah, S.Pd.I Wali Kelas 3a
Nurhidayah, S.Pd.I Wali Kls 2b
Titin N.
S.P4d I Wali Kelas2a
Nur Asiah A.U, S.Pd.
Wali Kls 3b Siti Khadijah,
S.Pd.I Wali Kls 1a
Akhyar S.Pd.I
Komite Sekolah
H. M. Arjuna Tata Usaha
SahmanS.Pd.
Bendahara Zohariah S.Pd STRUKTUR ORGANISASI
Jabatan Kepala Sekolah H. Moh. Sahaludin, S.Pd
Wali Kelas5b Umar S.Pd.I Wali Kelas
Fatmah, M.Pd.I 5a Wali Kelas4b
Anna Faizzati, S.Ag.
Wali Kelas 4a Muhibuddin,
S.Pd.I
Gambar 4.1
Struktur Organisasi MIN 1 Lobar Tahun Pelajaran 2018/2019
B. Hasil Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas belajar peserta didik dalam proses belajar mengajar kelas IV MIN 1 Lombok Barat dengan menggunakan metode pembelajaran two stay two stray.
Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang berlangsung dari tanggal 27 Agustus sampai tanggal 25 Oktober 2019.
1. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini, guru memulai proses pembelajaran di kelas, peneliti telah mempersiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran selama proses pembelajaran tersebut berlangsung, diantaranya yaitu:
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1.
Menyiapkan Media Pembelajaran 2.
Lembar Observasi aktivitas Guru dan peserta 3. didik
Menyiapkan Soal evaluasi 4.
b. Tahap Pelaksanaan
Pembelajaran pada siklus I berlangsung sebanyak dua kali pertemuan.
1. Pertemuan Pertama
Pertemuan pertama diawali dengan guru melaksanakan proses pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang telah disiapkan oleh peneliti.
Pelajaran diawali dengan mengucapkan salam dan mengabsen peserta didik, kemudian memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran kepada peserta didik.
Pada kegiatan inti, Peserta didik mengamati cerita dan gambar tentang hijrah Nabi ke Thaif serta menanyakan hal-hal atau kejadian
yang berhubungan dengan cerita hijrah Nabi ke Thaif kemudian guru membagikan peserta didik menjadi beberapa kelompok yang masing-masing anggota kelompok terdiri dari 4 orang peserta didik.
Setelah kelompok terbentuk guru membagikan tugas terhadap masing-masing kelompok. Kelompok pertama membahas tentang alasan Nabi Muhammad hijrah ke Thaif, kelompok kedua membahas tentang perjalanan Nabi Muhammad Saw ketika hijrah ke Thaif, kelompok ketiga membahas tentang tanggapan penduduk thaif terhadap maksud kadatangan Nabi Muhammad, kelompok ke empat membahas tentang sebab-sebab Nabi Muhammad hijrah kethaif, dan kelompok kelima membahas tentang Hikmah yang dapat diperoleh dari hijrah Nabi Muhammad ke Thaif. Masing-masing kelompok menyelesaikan atau memecahkan masalah yang diberikan dengan cara mereka sendiri.
Kemudian guru menjelaskan, 2 dari anggota dari masing-masing kelompok meninggalkan kelompoknya dan bertamu ke kelompokl ain. Sementara 2 anggota kelompok yang tinggal bertugas menyampaikan hasil kerja dan informasi mereka ketamu. Setelah tamu memperoleh informasi dari 2 anggota yang tinggal, tamu mohon diri untuk kembali ke kelompok masing-masing dan melaporkan
temuannya serta mencocokkan dan membahas hasil betamu/kerja mereka.
Setelah belajar dari kelompok dan menyelesaikan permasalahan yang diberikan, guru menyuruh salah satu kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya untuk dikomunikasikan atau didiskusikan dengan kelompok lainnya. Kemudian guru membahas dan mengarahkan peserta didik ke bentuk formal. Guru mengakhiri proses pembelajaran dengan berdo’a.
2. Pertemuan Kedua
Guru memulai pembelajaran dengan membaca bismilah kemudian memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran kepada peserta didik. Sebelum melakukan evaluasi, terlebih dahulu guru memberikan penguatan materi kepada peserta didik terkait dengan materi yang telah dipelajari sebelumnya.
Setelah memberikan penguatan materi, guru kemudian melanjutkan dengan memberikan soal evaluasi kepada peserta didik. Dan guru menginformasikan bahwa pertemuan selanjutnya akan membahas materi tentang mengenal latar belakang nabi Muhammad Saw di Isra’ Mi’rajkan. Kemudian mengakhiri pembelajaran dengan berdoa.
b. Tahap Observasi
1. Data Hasil Observasi Aktivitas guru dan Aktivitas Peserta didik
Pada tahap observasi, hal yang dilakukan oleh peneliti adalah mengobservasi atau mengamati aktivitas guru dan aktivitas peserta didik pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Semua aktivitas yang Nampak kemudian akan dicatat didalam lembar observasi yang sudah disediakan sebelumnya oleh peniliti. Berikut hasil pengamatan atau obsevasi terhadap aktivitas guru dan aktivitas peserta didik:
Tabel 4.3
Hasil Observasi Siklus 1
Aktivitas Guru dan aktivitas Peserta didik
Keterangan Aktivitas Guru Aktivitas Peserta didik
Persentase 69% 50%
Kategori Baik Baik
Berdasarkan hasil observasi yang diperoleh pada siklus 1, aktivitas guru mencapai 69%
dengan kategori baik, sedang aktivitas peserta didik mencapai 50% dengan kategori baik.
Adapun jumlah descriptor yang Nampak pada lembar hasil observasi aktivitas guru adalah 11 deskriptor sedangkan jumlah descriptor yang Nampak pada lembar observasi aktivitas peserta didik adalah 30 deskriptor. Hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta
didik secara lebih rinci dapat dilihat pada lampiran 5 dan 6.
2. Data Tes Hasil Belajar Peserta didik
Setelah proses pembelajaran berakhir, kemudian dilaksanakan evaluasi pembelajaran dengan memberikan soal berupa pilihan ganda yang terdiri dari 10 soal. Adapun hasil evaluasi belajar peserta didik yang diperoleh pada siklus 1 dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 4.4
Hasil Evaluasi Belajar Peserta didik Pada Siklus 1
Jumlah peserta didik yang hadir 20 Jumlah peserta didik yang tuntas 14 Jumlah peserta didik yang tidak
tuntas 6
Ketuntasan Klasikal 70 %
Berdasakan table di atas dapat diketauhi bahwa ketuntasan klasikal baru mencapai 70% . Hal ini berarti indicator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu kentuntasan klasikal mencapai 85% belum terpenuhi.
Adapun hasil evaluasi belajar peserta didik yang telah rinci dapat dilihat pada lampiran 4.
c. Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi, peneliti bersama guru mengakaji hasil belajar peserta didik dan hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik pada siklus 1 untuk menentukan perbaikan terhadap langkah-
langkah pembelajaran yang akan dilakukan pada siklus II. Adapun perbaikan-perbaikan yang perlu dilakukan pada siklus II adalah sebagaiberikut:
Mengopotimalkan penguasaan kelas, agar 1. peserta didik yang rebut bias mendengarkan serta menyimak apa yang diutarakan temannya pada saat proses pembelajaran.
Memotivasi peserta didik yang kurang antusias 2.
Menggunakan bahasa yang jelas agar peserta 3. didik paham pada saat menjelaskan materi
pelajaran.
Mendorong peserta didik untuk berani bertanya, 4. menaggapi serta berani menyampaikan pendapatnya dihadapan guru dan teman- temannya.
2. Siklus II
Siklus II merupakan perbaikan dan kelanjutan dari siklus I, dimana pada siklus II terdiri dari 2 kali pertemuan.
Tahap pelaksanaan penelitian pada siklus II sama dengan tahap pelaksanaan penelitian pada siklus I, yang diawali dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi.
a. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini, sebelum guru memulai proses pembelajaran di kelas, peneliti telah mempersiapkan berbagai kebutuhan pembelajaran selama proses
pembelajaran tersebut berlangsung, diantaranya yaitu:
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1.
Menyiapkan Media Pembelajaran 2.
Lembar Observasi aktivitas guru dan peserta 3. didik
Menyiapkan soal evaluasi belajar 4.
b. Tahap pelaksanaan 1. PertemuanPertama
Proses pembelajaran diawali dengan mengucapkan salam, mengabsen peserta didik, kemudian memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
Selanjutnya guru menjelaskan materi tentang latar belakang Nabi Muhammad Saw di Isra’
Mi’rajkan oleh Allah Swt secara singkat dan jelas dengan menggunakan bahasa yang bias dipahami oleh peserta didik. Kemudian membagi peserta didik menjadi 5 kelompok, kelompok pertama membahas tentang latar belakang Isra’Mi’raj, kelompok kedua membahas materi tentang pengertian Isra’
dan pengertian Mi’raj, kelompok ketiga membahas materi tentang pengertian Isra’
Mi’raj, dan kelompok kelima membahas materi tentang waktu terjadinya peristiwa Isra’Mi’raj. Masing-masing kelompok menyelesaikan permasalahan yang diberikan.
Dua orang meninggalkan kelompoknya untuk bertamu ke kelompok lain dan dua orang yang tinggal bertugas menyampaikan hasil kerja mereka kepada tamu. Setelah memperoleh informasi dari dua orang yag tinggal, tamu mohon diri untuk kembali kekelompok masing-masing dan melaporkan hasil temuannya dan mencocokkan serta membahas bersama kelompoknya masing- masing.
Selanjutnya, masing-masing kelompok maju mempersentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas. Kelompok lain bertanya terhadap apa yang belum dimengerti pada kelompok yang maju serta menanggapi jawaban yang diberikan oleh kelompok yang maju. Setelah Pembelajaran kelompok selesai guru membahas dan meluruskan kembali jawaban dari masing-masing kelompok serta mengarahkan peserta didik kebentuk formal.
Kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada masing-masing kelompok supaya peserta didik termotivasi untuk belajar lebih giat lagi ketika dalam proses pembelajaran. Sebelum mengakhiri pembelajaran guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan besok akan diadakan evaluasi terkait materi yang dipelajari agar peserta didik mempersiapkan diri untuk bisa menjawab soal yang diberikan. Kemudian
guru mengakhiri proses pembelajaran dengan berdoa.
2. Pertemuan Kedua
Pada pertemuan kedua proses pembelajaran diawali dengan memberi salam serta memberikan motivasi dan menyampaikan tujuan pembelajaran kepada peserta didik.
Selanjutnya Guru mengingatkan kembali kepada peserta didik bahwa hari ini akan mengadakan evaluasi terkait materi pada pertemuan sebelumnya. Kemudian guru membagikan soal kepada setiap peserta didik dan peserta didik mengerjakan soal yang diberikan. Setelah mengerjakan soal, satu persatu peserta didik mengumpulkan jawaban kepada guru. Kemudian guru mengakhiri pelajaran dengan berdoa.
c. Tahap Observasi
1. Data Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Aktivitas Peserta didik
Dari hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik pada siklus II sudah terlihat bahwa proses pembelajaran sudah berjalan dengan baik, sesuai dengan perbaikan dan hasil refleksi yang telah diperoleh pada siklus sebelumnya. Berikut hasil pengamatan observasi terhadap aktivitas guru dan aktivitas peserta didik:
Tabel 4.5
Hasil Observasi Aktivitas Guru dan Aktivitas Peserta didik pada Siklus II
Keterangan Aktivitas Guru Aktivitas Peserta didik
Persentase 93% 80%
Kategori SangatBaik SangatBaik
Tabel diatas menunjukan bahwa, berdasarkan hasil observasi aktivitas guru dan aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung. Persentase aktivitas guru mencapai 93% dengan kategori sangat baik, dan persentase aktivitas peserta didik mencapai 80% dengan kategori sangat baik.
Adapun hasil observasi aktivitas guru dan peserta didik yang telah ranci dapat dilihat pada lampiran 11 dan 12.
2. Data Tes Hasil Belajar Peserta didik
Setelah proses berakhir, kemudian dilaksanakan evaluasi pembelajaran dengan memberikan soal isian yang terdiri dari 5 soal.
Adapun hasil evaluasi belajar peserta didik yang diperoleh pada siklus II dapat dilihat pada table berikut:
Tabel 4.6
Hasil Evaluasi BelajarPeserta didik Pada Siklus II
JumlahPeserta didik yang MengikutiTes 20 JumlahPeserta didik yang Tuntas 18 JumlahPeserta didik yang TidakTuntas 3
Ketuntasan Klasikal 90%
Berdasarkan table diatas dapat diketauhi bahwa persentase ketuntasan klasikal mencapai 90%. Hal ini berarti indicator keberhasilan ketuntasan klasikal mencapai 80% yang telah ditetapkan oleh peneliti sudah terpenuhi. Adapun data tes hasil evaluasi belajar peserta didik yang lebih rinci dapat dilihat pada lampiran10.
d. Tahap Refleksiss
Pada siklus II pertemuan pertama, peserta didik terlihat lebih antusias dalam mengikuti proses pembelajaran karena proses pembelajaran dirasa sangat menyenangkan dengan menggunakan metode two stay two stray, peserta didik juga terlihat serius dalam mendengarkan serta menyimak apa yang diutarakan temannya. Dan lebih berani dalam bertanya dan menyampaiakan hasil kerja kepada tamunya serta mempersentasikan hasil di depan kelas.
Pertemuan kedua ini bisa dikatakan cukup singkat, karena pertemuan kedua pada siklus II ini, guru akan langsung mengadakan evaluasi terkait dengan materi
yang telah dipelajari pada pertemuan pertama siklus II dan untuk mengetauhi sejauh mana metode pembelajaran two stay two stray dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik.
Pada tahap refleksi, peneliti bersama guru mengkaji hasil pelaksanaan proses pembelajaran pada siklus II.
Pada siklus II, hasil yang didapat telah mencapai hasil yang diharapkan oleh peneliti, bahkan sudah mencapai hasil yang memuaskan. Hal ini ditunjukan dengan hasil belajar peserta didik dan aktivitas guru dan aktivitas peserta didik selama proses pembelajaran dari siklus I ke siklus II meningkat.
C. Pembahasan
Dalam menyikapi mata pelajaran SKI yang cenderung membosankan dan merepotkan (tedious ordeal), dan merupakan jam pembelajaran SKI identik dengan waktu menguap dan ngantuk, para pendidik dituntut untuk dapat mengembangkan-menerapkan materi-materi serta metode – metode yang dapat melibatkan peserta didik, serta memberikan kemudahan dan kesempatan yang lebih luas kepada mereka dalam belajar dan menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif. Aktivitas yang dimaksudkan disini penekanannya adalah pada peserta didik, sebab dengan adanya aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif.
Menurut Jamal, Suasana belajar mengajar seperti itu dapat terlaksana jika para pendidik memperhatikan