• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: TEMUAN DAN HASIL PENELITIAN

2. Letak G eografis

Sebelum melakukan proses analisis data dilakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Uji validitas untuk mengetahui kesahihan alat ukur yang digunakan. Sementara reliabilitas dilakukan untuk mengetahui keajegan alat ukur.41

1. Uji Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Uji validitas sebuah tes dikatakan valid apabila tes itu dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. Untuk menguji validitas instrumen dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis validitas konstruk. Sebab variabel dalam penelitian ini berkaitan dengan fenomena dan objek yang abstrak tetapi gejalanya dapat diamati dan diukur. Rumus yang digunakan yaitu rumus korelasi product moment:

∑ ∑ ∑

√ ∑

Setelah itu dikonsultasikan ke table “r” product moment dengan terlebih dahulu mencari degres of freedom-nya, rumusnya sebagai berikut:

df = N – nr.

41 Maryam Yusuf dkk, Buku Pedoman Penulisan Skripsi (Ponorogo: Jurusan, 2013), 28.

Jika terdapat korelasi positif di mana rxy> rtabel maka butir soal dinyatakan valid. Dan sebaliknya jika rxy< rtabel maka butir soal dinyatakan tidak valid.

Tabel 3.2 Rekapitulasi Uji Validitas Butir Soal Instrumen Penilaian

No Soal “r” Hitung “r” Tabel Keterangan 1 0,444 Valid

2 0,444 Valid

3 0,444 Valid

4 0,444 Valid

5 0,444 Valid

6 0,444 Valid

7 0,444 Valid

8 0,444 Valid

9 0,444 Valid

10 0,444 Tidak Valid 11 0,444 Tidak Valid

12 0,444 Valid

13 0,444 Valid

14 0,444 Valid

15 0,444 Valid

16 0,444 Tidak Valid 17 0,444 Tidak Valid 18 0,444 Tidak Valid 19 0,444 Tidak Valid 20 0,444 Tidak Valid

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 20 soal yang angka korelasinya ≥ 0,444 yaitu soal 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 12, 13, 14, 15. Tiga belas soal itulah yang dinyatakan valid dan digunakan sebagai alat pengumpulan data untuk mengetahui hasil belajar siswa.

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Dalam penelitian ini digunakan

rumus KR-20 (Kuder Richardson). Penerapan metode ini dengan persyaratan skor dengan kemungkinan yaitu skor 1 untuk jawaban benar dan skor 0 untuk jawaban salah. Pada metode ini ada KR-20 dan KR-21. Penerapan KR-20 dengan penghitungan persentase jawaban benar untuk masing-masing butir soal (diberi tanda p), disamping varian seluruh skor (ditandai S²). Sedangkan rumus KR-21 penerapannya hanya memerlukan penghitungan skor rataan (ditandai dengan M, mean).

Rumus KR-20 adalah r =

.

Keterangan:

R = Tingkat reliabilitas S² = Varian

n = Banyaknya item N = Banyaknya siswa

Sedangkan rumus untuk mencari varian :

S ² =

Keterangan:

S² = Varian

N = Jumlah peserta tes.42

Menghitung tingkat reliabilitas:

S ² =

42 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2010), 190.

=

=

=

=

=

271,1125585

Dimasukkan dalam rumus KR-20 r =

.

=

.

=

.

= .

= 1,067169997dibulatkan 1,067

Dari hasil perhitungan reliabilitas dapat diketahui nilai reliabilitas instrumen variabel hasil belajar sebesar 1,067, kemudian dikonsultasikan dengan ttabel pada taraf signifikan 5% adalah sebesar 0,450. Karena thitung lebih besar dari ttabel, yaitu 1,067 > 0,450 maka instrumen tersebut dapat dikatakan reliabel.

2. Analisis Data Penelitian

Analisis data merupakan langkah yang sangat penting dalam penelitian. Setelah terkumpul data lengkap, data harus dianalisis baik menggunakan analisis kualitatif atau kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif, yaitu analisis yang menggunakan alat analisis yang menggunakan alat analisis yang bersifat kuantitatif. Hasil analisis statistik akan terwujud angka-angka, demikian pula hasil statistik.

Uji hipotesis penelitian digunakan untuk mengetahui hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak.

Ada dua jenis data dalam penelitian ini yaitu data deskriptif (rumusan masalah 1 dan 2) dan data komparatif (rumusan masalah 3).

a. Analisis Data Deskriptif (Rumusan masalah 1 dan 2) 1) Menghitung mean dari variabel X dan X .

Mx = Mx =

2) Menghitung Deviasi Standar X dan X . SD = √

SD = √

3) Membuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus:

Mx + 1.SDx dikatakan baik, Mx + 1.SDx dikatakan kurang dan antara Mx + 1.SDx dikatakan cukup.43

4) Menghitung frekuensi, lalu hasilnya diprosentasekan dengan rumus: P =

Keterangan:

P = Persentase f = Frekuensi

N = Number of Cases

b. Analisis Data Komparatif (Rumusan Masalah 3) 1) Uji Normalitas

a) Kelas X1

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data dari masing-masing kelas. Yang berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan tidak. Rumus yang digunakan dalam uji ini adalah Lillifors. Dengan langkah-langkah berikut:

Langkah 1 : Merumuskan hipotesis.

Ho : data berdistribusi normal Ha : data tidak berdistribusi normal Langkah 2 : Membuat tabel distribusi frekuensi.

43 Anas Sudijono, Pengantar Statistik Pendidikan (Jakarta: Grafindo Persada, 2006),175.

Tabel 3.3 Data Perhitungan Rata-Rata dan Standar Deviasi Variabel Siswa Kelas IV-A SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo yang Menggunakan

Metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA

X F Fx Fx²

100 3 300 10000 30000

99 0 0 9801 0

98 0 0 9604 0

97 0 0 9409 0

96 0 0 9216 0

95 0 0 9025 0

94 0 0 8836 0

93 0 0 8649 0

92 4 368 8464 33856

91 0 0 8281 0

90 0 0 8100 0

89 0 0 7921 0

88 0 0 7744 0

87 0 0 7569 0

86 0 0 7396 0

85 6 510 7225 43350

84 0 0 7056 0

83 0 0 6889 0

82 0 0 6724 0

81 0 0 6561 0

80 0 0 6400 0

79 0 0 6241 0

78 0 0 6084 0

77 12 924 5929 71148

Jumlah 25 2102 189124 178354 Langkah 3: Menghitung mean dan variabel standar Mx =

=

= 84,08

SDx = √

= √

= √ = √

= 8,044476366

Langkah 4 : Menghitung nilai fkb.

Langkah 5 : Menghitung masing-masing frekuensi dibagi jumlah data (f/N).

Langkah 6 : Menghitung masing-masing fkb dibagi jumlah data (fkb/N)

Langkah 7 : Menghitung nilai Z Z =

X = nilai asli µ = rata-rata

= simpangan baku (standar deviasi)

Langkah 8 : Menghitung (P ≤ Z).

Probabilitas di bawah nilai Z dapat dicari pada tabel Z yaitu dengan melihat nilai Z pada kolom 1 kemudian pada taraf signifikan yang terletak pada leher tabel. Untuk nilai negatif lihat kolom luas diluar Z. Untuk nilai positif lihat kolom luas antara rata-rata dengan Z + 0,5.

Langkah 9 : Menghitung L (selisih dari fkb/N dan P ≤ Z).

Tabel 3.4 Data Perhitungan Uji Normalitas dengan Rumus Liliefors

X F Fkb f/N fkb/N Z P ≤ Z L

100 3 25 0,12 1 1,979 0,9756 0,0244 99 0 22 0 0,88 1,854 0,9678 -0,0878 98 0 22 0 0,88 1,730 0,9582 -0,0782 97 0 22 0 0,88 1,607 0,9452 -0,0652 96 0 22 0 0,88 1,481 0,9306 -0,0506 95 0 22 0 0,88 1,358 0,9115 -0,0315 94 0 22 0 0,88 1,233 0,8907 -0,0107 93 0 22 0 0,88 1,109 0,8643 0,0157 92 4 22 0,16 0,88 0,984 0,8365 0,0435 91 0 18 0 0,72 0,860 0,8051 -0,0851 90 0 18 0 0,72 0,736 0,7673 -0,0473 89 0 18 0 0,72 0,611 0,7291 -0,0091 88 0 18 0 0,72 0,488 0,6844 0,0356 87 0 18 0 0,72 0,362 0,6406 0,0794

86 0 18 0 0,72 0,239 0,591 0,129

85 6 18 0,24 0,72 0,114 0,7962 -0,0762 84 0 12 0 0,48 -0,010 0,4960 -0,016 83 0 12 0 0,48 -0,134 0,4483 0,0317 82 0 12 0 0,48 -0,259 0,4013 0,0787 81 0 12 0 0,48 -0,382 0,3520 0,128 80 0 12 0 0,48 -0,508 0,3085 0,1715 79 0 12 0 0,48 -0,631 0,4957 -0,0157 78 0 12 0 0,48 -0,756 0,4266 0,0534 77 12 12 0,48 0,48 -0,880 0,3894 0,0906 Jumlah 25 423 1 16,92 13,185 16,6119 0,3081

Langkah 10 : Menguji Hipotesis.

Dari hitungan yang disajikan dalam tabel di atas dapat diketahui Lmax sebesar 0,171. Dengan melihat tabel pada N = 25 dan taraf signifikan 0,05 maka diperoleh angka pada tabel Lillifors adalah 0,173.

Kriteria pengujian : Tolak Ho jika Lmax > Ltabel

Terima Ho jika Lmax < Ltabel

Dengan melihat hitungan Lmax < Ltabel (0,171 < 0,173), sehingga Ho diterima yang berarti data berdistribusi normal.

b) Kelas X2

Untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal, peneliti menggunakan uji Lillifors, dengan langkah-langkah sebagai berikut:

Langkah 1 : Merumuskan hipotesis.

Ho : data berdistribusi normal Ha : data berdistribusi tidak normal Langkah 2 : Membuat tabel distribusi frekuensi.

Tabel 3.5 Data Perhitungan Rata-Rata dan Standar Deviasi Variabel Siswa Kelas IV-B SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo yang Menggunakan

Metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA

X F Fx Fx²

92 4 368 8464 33856

91 0 0 8281 0

90 0 0 8100 0

89 0 0 7921 0

88 0 0 7744 0

87 0 0 7569 0

86 0 0 7396 0

85 0 0 7225 0

84 0 0 7056 0

83 0 0 6889 0

82 0 0 6724 0

81 0 0 6561 0

80 0 0 6400 0

79 0 0 6241 0

78 0 0 6084 0

77 6 462 5929 35574

76 0 0 5776 0

75 0 0 5625 0

74 0 0 5476 0

73 0 0 5329 0

72 0 0 5184 0

71 0 0 5041 0

70 0 0 4900 0

69 7 483 4761 33327

68 0 0 4624 0

67 0 0 4489 0

66 0 0 4356 0

65 0 0 4225 0

64 0 0 4096 0

63 0 0 3969 0

62 3 186 3844 11532

Jumlah 20 1499 186279 114289 Langkah 3: Menghitung mean dan variabel standar Mx =

=

= 74,95

SDx = √

= √

= √ = √

= 9,846192157

Langkah 4 : Menghitung nilai fkb.

Langkah 5 : Menghitung masing-masing frekuensi dibagi jumlah data (f/N).

Langkah 6 : Menghitung masing-masing fkb dibagi jumlah data (fkb/N)

Langkah 7 : Menghitung nilai Z Z =

X = nilai asli µ = rata-rata

= simpangan baku (standar deviasi)

Langkah 8 : Menghitung (P ≤ Z).

Probabilitas di bawah nilai Z dapat dicari pada tabel Z yaitu dengan melihat nilai Z pada kolom 1 kemudian pada taraf signifikan yang terletak pada leher tabel. Untuk nilai negatif lihat kolom luas diluar Z. Untuk nilai positif lihat kolom luas antara rata-rata dengan Z + 0,5.

Langkah 9 : Menghitung L (selisih dari fkb/N dan P ≤ Z).

Tabel 3.6 Data Perhitungan Uji Normalitas dengan Rumus Liliefors

X F Fkb f/N fkb/N Z P ≤ Z L

92 4 20 0,2 1 1,731 0,9582 0,0418

91 0 16 0 0,8 1,630 0,9484 -0,1484 90 0 16 0 0,8 1,528 0,9357 -0,1357 89 0 16 0 0,8 1,426 0,9222 -0,1222 88 0 16 0 0,8 1,325 0,9066 -0,1066 87 0 16 0 0,8 1,223 0,8888 -0,0888 86 0 16 0 0,8 1,122 0,8686 -0,0686 85 0 16 0 0,8 1,020 0,8461 -0,0461 84 0 16 0 0,8 0,919 0,8186 -0,0186

83 0 16 0 0,8 0,817 0,7910 0,009

82 0 16 0 0,8 0,716 0,7611 0,0389

81 0 16 0 0,8 0,614 0,7291 0,0709

80 0 16 0 0,8 0,512 0,6950 0,105

79 0 16 0 0,8 0,411 0,6591 0,1409

78 0 16 0 0,8 0,309 0,6179 0,1821

77 6 16 0,3 0,8 0,208 0,8407 -0,0407 76 0 10 0 0,5 0,106 0,5398 -0,0398

75 0 10 0 0,5 0,005 0,5000 0

74 0 10 0 0,5 -0,096 0,4641 0,0359 73 0 10 0 0,5 -0,198 0,4247 0,0753 72 0 10 0 0,5 -0,299 0,3859 0,1141 71 0 10 0 0,5 -0,401 0,3446 0,1554 70 0 10 0 0,5 -0,502 0,5915 -0,0915 69 7 10 0,35 0,5 -0,604 0,4743 0,0257 68 0 3 0 0,15 -0,705 0,2420 -0,092 67 0 3 0 0,15 -0,807 0,2119 -0,0619 66 0 3 0 0,15 -0,908 0,1841 -0,0341 65 0 3 0 0,15 -1,010 0,1562 -0,0062 64 0 3 0 0,15 -1,112 0,1335 0,0165 63 0 3 0 0,15 -1,213 0,1131 0,0369 62 3 3 0,15 0,15 -1,315 0,0951 0,0549 Jumlah 20 361 1 18,05 6,452 18,0479 0,0021

Langkah 10 : Menguji Hipotesis.

Dari hitungan yang disajikan dalam tabel di atas dapat diketahui Lmax sebesar 0,182. Dengan melihat tabel pada N =

20 dan taraf signifikan 0,05 maka diperoleh angka pada tabel Lillifors adalah 0,190.

Kriteria pengujian : Tolak Ho jika Lmax > Ltabel

Terima Ho jika Lmax < Ltabel

Dengan melihat hitungan Lmax < Ltabel (0,182 < 0,190), sehingga Ho diterima yang berarti data berdistribusi normal.44 2) Uji Homogenitas

Untuk mengetahui apakah data homogen atau tidak, peneliti menggunakan uji Cochran, dengan langkah-langkah sebagai

berikut:

Langkah 1 : Merumuskan hipotesis.

Ho : data homogen Ha : data tidak homogen

Langkah 2 : Membuat tabel distribusi frekuensi.

Langkah 3 : Menghitung Deviasi Standar variabel X1 dan X2.

44Retno Widyaningrum, Statistika(Yogyakarta: Pustaka Felicha, 2014), 208.

Tabel 3.7 Data Perhitungan Standar Deviasi Kelas X1

X F Fx Fx²

100 3 300 10000 30000

99 0 0 9801 0

98 0 0 9604 0

97 0 0 9409 0

96 0 0 9216 0

95 0 0 9025 0

94 0 0 8836 0

93 0 0 8649 0

92 4 368 8464 33856

91 0 0 8281 0

90 0 0 8100 0

89 0 0 7921 0

88 0 0 7744 0

87 0 0 7569 0

86 0 0 7396 0

85 6 510 7225 43350

84 0 0 7056 0

83 0 0 6889 0

82 0 0 6724 0

81 0 0 6561 0

80 0 0 6400 0

79 0 0 6241 0

78 0 0 6084 0

77 12 924 5929 71148

Jumlah 25 2102 189124 178354

SDx1 = √

= √

= √ = √

= 8,044476366

Tabel 3.8 Data Perhitungan Standar Deviasi Kelas X2

X F Fx Fx²

92 4 368 8464 33856

91 0 0 8281 0

90 0 0 8100 0

89 0 0 7921 0

88 0 0 7744 0

87 0 0 7569 0

86 0 0 7396 0

85 0 0 7225 0

84 0 0 7056 0

83 0 0 6889 0

82 0 0 6724 0

81 0 0 6561 0

80 0 0 6400 0

79 0 0 6241 0

78 0 0 6084 0

77 6 462 5929 35574

76 0 0 5776 0

75 0 0 5625 0

74 0 0 5476 0

73 0 0 5329 0

72 0 0 5184 0

71 0 0 5041 0

70 0 0 4900 0

69 7 483 4761 33327

68 0 0 4624 0

67 0 0 4489 0

66 0 0 4356 0

65 0 0 4225 0

64 0 0 4096 0

63 0 0 3969 0

62 3 186 3844 11532

Jumlah 20 1499 186279 114289

SDx2 = √ = √

= √

= √ = 9,846192157

Langkah 4 : Menggunakan rumus Cochran.

Chitung =

=

=

=

= 0,400304092

Langkah 5 : Dari hitungan di atas diketahui Chitung sebesar 0,400304092

Kriteria pengujian : Tolak Ho jika Chitung > Ctabel

Terima Ho jika Chitung < Ctabel

Dengan melihat db = (Nxy – 1) = (45 - 1) = 44 pada taraf signifikan 5% didapatkan 0,6602. Dengan melihat hasil ternyata lebih kecil dari tabel maka data homogen.

3) Uji Tes “t”

Teknik analisa data pada penelitian kuantitatif ini menggunakan tes “t”. Tes “t” merupakan salah satu tes statistik yang digunakan untuk menguji kebenaran atau kepalsuan hipotesa nihil yang menyatakan bahwa diantara dua buah mean sampel yang diambil secara random dari populasi yang sama, tidak terdapat perbedaan yang signifikan.

Sebagai suatu penelitian kuantitatif, maka dalam penelitian ini digunakan teknik analisa data guna memperoleh hasil penelitian mengenai perbandingan hasil belajar siswa antara yang menggunakan metode Discovery and Inquiry dan yang menggunakan metode Examples Non Examples. Pada penelitian ini menggunakan tes “t” untuk sampel kecil (n < 30), yang kedua sampelnya satu sama lain tidak mempunyai hubungan.

Adapun rumus yang digunakan dalam analisis adalah sebagai berikut:

1. Menghitung mean dari variabel I dan II.

M = M =

2. Menghitung Deviasi Standar variabel I dan II.

SD = √ SD = √ 3. Menghitung Standar Error mean variabel I dan II.

SEM =

SEM =

4. Menghitung Standar Error perbedaan antara mean variabel I dan II.

SEM - M = √ 5. Mencari Nilai t0

T0=

6. Menginterpretasi

Jika pada taraf signifikan 5% t0≥ ttabel maka Ho ditolak atau Ha diterima.

Jika pada taraf signifikan 1% t0 < ttabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Sejarah Berdirinya SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo

Gedung SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo didirikan tahun 1964. Dalam perkembangan pada tahun 2005 dalam usaha pemerataan dan memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan pendidikan maka tahun 2005 SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo mendapatkan dana dari pemerintah untuk merehab 3 lokal ruang belajar dan 2 kamar mandi.

Pada tahun 2010 SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo juga mendapatkan dana untuk merehab gedung yang sudah mulai mengalami kerusakan yaitu gedung lama yang didirikan sejak tahun 1964 sebanyak 1 lokal.

2. Letak Geografis

a. Letak SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo terletak di : Jalan : Sultan Agung No.96 Kelurahan : Nologaten

Kecamatan : Ponorogo Kabupaten : Ponorogo

57

Propinsi : Jawa Timur Telepon : (0352) 486513 Kode Pos : 63411

b. Letak Tanah dan Bangunan SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo Sebelah utara : Jalan desa

Sebelah selatan : Rumah Bapak Musni Sebelah timur : Rumah toko atau pertokoan Sebelah barat : Jalan raya

c. Luas Tanah dan Bangunan

Luas tanah : 2.936 m2

Luas halaman : 2070 m2 Luas bangunan : 866 m2 d. Status Tanah

Status tanah : milik Pemda.

3. Visi, Misi, dan Tujuan SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo a. Visi SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo:

”MEMBANGUN GENERASI YANG BERILMU DAN

BERAKHLAK MULIA"

b. Misi SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo:

1) Mengembangkan kultur sekolah yang berdasarkan IMTAQ untuk menguasai IPTEK.

2) Mengembangkan lingkungan sekolah yang sehat dan berwawasan lingkungan.

3) Mengembangkan iklim pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).

4) Menyelenggarakan pendidikan dan pembelajaran yang berprinsip “Pendidikan Untuk Semua”.

5) Menyelenggarakan manajemen sekolah efektif, partisipatoris, transparan, dan akuntabel.

6) Meraih kejuaraan lomba mata pelajaran, seni, dan olah raga minimal tingkat kota tiap tahun.

7) Mewujudkan sekolah ramah lingkungan sehingga dapat menjadi penggerak masyarakat sekitar.

8) Mengembangkan potensi peserta didik dan pendidik sehingga menjadi sekolah unggul yang diminati oleh masyarakat.

c. Tujuan SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo:

1) Dapat mengamalkan ajaran agama dan ilmu pengetahuan sebagai hasil proses pembelajaran dan pengembangan diri yang menuju kemandirian siswa.

2) Menguasai dasar – dasar ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni budaya sebagai bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

3) Mengoptimalkan sarana, prasarana dan meningkatkan sumber daya manusia sebagai penunjang keberhasilan pendidikan.

4) Membentuk generasi yang berkarakter, sehat jasmani, dan rohani.

4. Sarana dan Prasarana a. Ruang kelas 10.

b. Perpustakaan 1.

5. Keadaan Peserta Didik

Tabel 4.1 Keadaan Peserta Didik

Kelas Jumlah Siswa Jumlah

Rombel

Putra Putri Total

Kelas I 16 17 33 1

Kelas II 22 32 54 2

Kelas III 18 21 39 2

Kelas IV 23 22 45 2

Kelas V 11 13 24 1

Kelas VI 26 29 55 2

Total 114 136 250 10

B. Deskripsi Data

1. Kelompok X1 (Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Discovery and Inquiry).

Tabel 4.2 Nilai yang Menunjukkan Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Discovery and Inquiry

X1 F

100 3

92 4

85 6

77 12

Jumlah 25

2. Kelompok X2 (Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Examples Non Examples).

Tabel 4.3 Nilai yang Menunjukkan Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Examples Non Examples

X2 F

92 4

77 6

69 7

62 3

Jumlah 20

C. Analisis Data

Untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa kelas IV-A dan IV-B SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo pada mata pelajaran IPA, peneliti menggunakan teknik tes yang disebarkan kepada 25 siswa kelas IV-A dan 20 siswa kelas IV-B.

Di bawah ini adalah data tentang hasil belajar siswa yang peneliti peroleh dari dua kelompok, yaitu kelompok siswa yang menggunakan metode Discovery and Inquiry dan kelompok siswa yang menggunakan metode Examples Non Examples.

Tabel 4.4 Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Discovery and Inquiry dan yang Menggunakan Metode Examples Non Examples

Siswa yang Menggunakan Metode Discovery and Inquiry

Siswa yang Menggunakan Metode Examples Non Examples

85 69

100 69

92 69

77 92

85 69

77 92

85 92

85 77

77 69

85 92

100 62

92 62

77 77

100 77

77 77

77 77

77 69

77 62

77 69

85 77

77 77 77 92 92

1. Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas IV-A yang Menggunakan Metode Discovery and Inquiry

Tabel 4.5 Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Discovery and Inquiry

f fxΌ xΌ' fxΌ' (xΌ')² f(xΌ')²

100 3 300 6 18 36 108

99 0 0 5 0 25 0

98 0 0 4 0 16 0

97 0 0 3 0 9 0

96 0 0 2 0 4 0

95 0 0 1 0 1 0

94 0 0 0 0 0 0

93 0 0 -1 0 1 0

92 4 368 -2 -8 4 16

91 0 0 -3 0 9 0

90 0 0 -4 0 16 0

89 0 0 -5 0 25 0

88 0 0 -6 0 36 0

87 0 0 -7 0 49 0

86 0 0 -8 0 64 0

85 6 510 -9 -54 81 486

84 0 0 -10 0 100 0

83 0 0 -11 0 121 0

82 0 0 -12 0 144 0

81 0 0 -13 0 169 0

80 0 0 -14 0 196 0

79 0 0 -15 0 225 0

78 0 0 -16 0 256 0

77 12 924 -17 -204 289 3468

Jumlah 25 2102 -132 -248 1876 4078

Setelah perhitungan di atas, dilanjutkan dengan mencari mean Deviasi Standart dan Standart Error dengan langkah sebagai berikut:

a. Mencari mean dari variabel X Mx =

=

= 84,08

b. Mencari Deviasi Standart dari variabel X SD = √

=√

=√

=√

= 8,044476366

c. Mencari Nilai Standart Error mean variabel X SEM =

=

=

=

=

Dari hasil di atas dapat diketahui Mx = 84,08 dan SDx = 8,044476366. Untuk menentukan kategori hasil belajar siswa menggunakan metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA kelas IV-A SDNegeri 1 Nologaten Ponorogo baik, cukup dan kurang dibuat pengelompokkan dengan menggunakan rumusan sebagai berikut:

Mx + 1.SDx = kelompok hasil belajar siswa menggunakan metode Discovery and Inquiry baik.

Mx - 1.SDx = kelompok hasil belajar siswa menggunakan metode Discovery and Inquiry kurang.

Sedangkan di antara keduanya adalah termasuk kelompok hasil belajar siswa menggunakan metode Discovery and Inquiry cukup.

Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut:

Mx + 1.SDx = 84,08 + 1 . 8,044476366

= 84,08 + 8,044476366

= 92,12447637

= 92(dibulatkan)

Mx - 1.SDx = 84,08 – 1 .8,044476366

= 84,08 – 8,044476366

= 75,99552363

= 76(dibulatkan)

Dengan demikian dapat diketahui bahwa skor lebih dari 92 dikategorikan hasil belajar siswa menggunakan metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA baik, sedangkan kurang dari 76 dikategorikan hasil belajar siswa menggunakan metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA kurang, dan skor antara 76 - 92 dikategorikan hasil belajar siswa menggunakan metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA cukup.

Tabel 4.6 Kategori tentang Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Discovery and Inquiry pada Mata Pelajaran IPA No Skor Frekuensi Prosentase Kategori

1 Lebih dari 92 3 12% Baik

2 76 – 92 22 88% Cukup

3 Kurang dari 76 0 0% Kurang

Jumlah 25 100%

Dari kategori di atas dapat disimpulkan bahwa kategori baik untuk hasil belajar siswa kelas IV-A yang menggunakan metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA berjumlah 3 anak dengan prosentase 12%, kategori cukup untuk hasil belajar siswa kelas IV-A yang menggunakan metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA berjumlah 22 anak dengan prosentase 88%, sedangkan kategori kurang untuk hasil belajar siswa kelas IV-A yang menggunakan metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA berjumlah 0 anak dengan prosentase 0%.

2. Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas IV-B yang Menggunakan Metode Examples Non Examples

Tabel 4.7 Distribusi Frekuensi Data Hasil Belajar Siswa yang Menggunakan Metode Examples Non Examples

x2 f fx2 x2' fx2' (x2')² f(x2')²

92 4 368 6 24 36 144

91 0 0 5 0 25 0

90 0 0 4 0 16 0

89 0 0 3 0 9 0

88 0 0 2 0 4 0

87 0 0 1 0 1 0

86 0 0 0 0 0 0

85 0 0 -1 0 1 0

84 0 0 -2 0 4 0

83 0 0 -3 0 9 0

82 0 0 -4 0 16 0

81 0 0 -5 0 25 0

80 0 0 -6 0 36 0

79 0 0 -7 0 49 0

78 0 0 -8 0 64 0

77 6 462 -9 -54 81 486

76 0 0 -10 0 100 0

75 0 0 -11 0 121 0

74 0 0 -12 0 144 0

73 0 0 -13 0 169 0

72 0 0 -14 0 196 0

71 0 0 -15 0 225 0

70 0 0 -16 0 256 0

69 7 483 -17 -119 289 2023

68 0 0 -18 0 324 0

67 0 0 -19 0 361 0

66 0 0 -20 0 400 0

65 0 0 -21 0 441 0

64 0 0 -22 0 484 0

63 0 0 -23 0 529 0

62 3 186 -24 -72 576 1728

Jumlah 20 1499 -279 -221 4991 4381

Setelah perhitungan di atas, dilanjutkan dengan mencari mean Deviasi Standart dan Standart Error dengan langkah sebagai berikut:

a. Mencari mean dari variabel X Mx =

=

= 74,95

b. Mencari Deviasi Standar dari variabel X SD = √

= √

= √

=√

= 9,846192157

c. Mencari Nilai Standart Error mean variabel X SEM =

=

=

=

=

Dari hasil di atas dapat diketahui Mx = 74,95 dan SDx = 9,846192157. Untuk menentukan kategori hasil belajar siswa menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA kelas IV-B SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo baik, cukup, dan

kurang dibuat pengelompokkan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Mx + 1.SDx = kelompok hasil belajar siswa menggunakan metode Examples Non Examples baik.

Mx - 1.SDx =kelompok hasil belajar siswa menggunakan metode Examples Non Examples kurang.

Sedangkan di antara keduanya adalah termasuk kelompok hasil belajar siswa menggunakan metode Examples Non Examples cukup.

Adapun perhitungannya adalah sebagai berikut:

Mx + 1.SDx = 74,95 + 1. 9,846192157

= 74,95 + 9,846192157

= 84,79619216

= 85 (dibulatkan)

Mx - 1.SDx = 74,95 – 1. 9,846192157

= 74,95 – 9,846192157

= 65,10380784

= 65 (dibulatkan)

Dengan demikian dapat diketahui bahwa skor lebih dari 85 dikategorikan hasil belajar siswa menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA baik, sedangkan skor kurang dari 65 dikategorikan hasil belajar siswa menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA kurang, dan skor antara 65 –

85 dikategorikan hasil belajar siswa menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA cukup.

Tabel 4.8 Kategori tentang Hasil Belajar Siswa Menggunakan Metode Examples Non Examples pada Mata Pelajaran IPA No Skor Frekuensi Prosentase Kategori

1 Lebih dari 85 4 20% Baik

2 65 – 85 13 65% Cukup

3 Kurang dari 65 3 15% Kurang

Jumlah 20 100%

Dari kategori di atas dapat disimpulkan bahwa kategori baik untuk hasil belajar siswa kelas IV-B yang menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA berjumlah 4 anak dengan prosentase 20%, kategori cukup untuk hasil belajar siswa kelas IV-B yang menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA berjumlah 13 anak dengan prosentase 65%, sedangkan kategori kurang untuk hasil belajar siswa kelas IV-B yang menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA berjumlah 3 anak dengan prosentase 15%.

3. Analisis Komparasi Hasil Belajar Siswa Kelas IV-A yang Menggunakan Metode Discovery and Inquiry dan Kelas IV-B yang Menggunakan Metode Examples Non Examples dengan Menggunakan Tes “t”

Dari perhitungan pada analisa kedua data, diketahui SEM1 = an SEM΍ = Hasil ini kemudian digunakan

untuk mencari Standar Error perbedaan antara mean variabel 1 dan mean variabel 2.

SEM1-M2 = √

= √

= √

= √

= 2,79265107

Langkah selanjutnya yaitu menghitung nilai t0: t0 =

=

=

= 3,269294936

Jadi hasil akhir yang diperoleh adalah t0= 3,269294936.

Jika pada taraf signifikan 5% t0 ≥ tt maka Ho ditolak atau Ha diterima. Jika pada taraf signifikan 1% t0 ≤ tt maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Dengan melihat db = (n1 + n2) – 2 = (25 + 20) – 2 = 43.

Pada taraf signifikan 5% t0 = 3,269294936 dan tt = 2,02 maka t0 > tt

sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.

D. Pembahasan dan Intepretasi

Pada analisis data diketahui bahwa nilai rata-rata kelompok X1

(Mx ), yaitu 84,08, lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata kelompok X2

(Mx ), yaitu 74,95. Hal ini berarti hasil belajar siswa yang menggunakan

metode Discovery and Inquiry lebih baik daripada hasil belajar siswa yang menggunakan metode Examples Non Examples.

Diketahui pada nilai “t” untuk analisis interpretasinya yaitu: db = (n1 + n2) – 2 = (25 + 20) – 2 = 43, kemudian dikonsultasikan dengan tabel nilai “t” pada taraf signifikan 5%, t0= 3,269294936 dan tt = 2,02 maka t0>

tt sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti terdapat perbedaan mean yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan metode Discovery and Inquiry dengan hasil belajar siswa yang menggunakan metode Examples Non Examples.

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan, hasil belajar siswa yang melakukan aktivitas pembelajaran menggunakan metode Discovery and Inquiry lebih baik daripada yang menggunakan metode Examples Non Examples. Rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan metode Discovery and Inquiry lebih tinggi dibandingkan hasil belajar siswa yang menggunakan metode Examples Non Examples. Hal ini sesuai dengan beberapa kelebihan metode Discovery and Inquiry dalam bukunya Cucu Sudjana bahwa metode Discovery and Inquiry dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan, kesiapan, dan penguasaan keterampilan dalam proses kognitif, serta dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar peserta didik untuk belajar lebih giat lagi.

Pada hakikatnya, seluruh metode pembelajaran yang digunakan guru untuk mengajar adalah penting. Metode pembelajaran seperti discovery and inquiry, examples non examples, ceramah, tanya jawab, dan

lain-lain merupakan metode yang saling mendukung dalam proses pembelajaran. Seluruh guru pasti akan menggunakan metode tersebut agar siswa semangat mengikuti proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan beberapa kelebihan metode Discovery and Inquiry dalam bukunya Cucu Sudjana bahwa metode Discovery and Inquiry dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan, kesiapan, dan penguasaan keterampilan dalam proses kognitif, serta dapat membangkitkan motivasi dan gairah belajar peserta didik untuk belajar lebih giat lagi pada mata pelajaran IPA.45 Sedangkan dalam metode examples non examples, tidak semua materi disajikan dalam bentuk gambar dan memakan waktu yang banyak.

Meski demikian, penggunaan metode discovery and inquiry dan examples non examples sangat efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa memiliki karakter dan kemampuan yang berbeda-beda, ketepatan guru dalam memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa sangat diperlukan.

45Cucu Sudjana, Konsep Strategi…., 45.

BAB V PENUTUP A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil belajar siswa yang menggunakan metode Discovery and Inquiry pada mata pelajaran IPA kelas IV-A di SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016 termasuk dalam kategori cukup dengan presentase 88 %.

2. Hasil belajar siswa yang menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA kelas IV-B di SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016 termasuk dalam kategori cukup dengan presentase 65 %.

3. Terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang menggunakan metode Discovery and Inquiry dan yang menggunakan metode Examples Non Examples pada mata pelajaran IPA siswa kelas IV-A dan IV-B di SD Negeri 1 Nologaten Ponorogo tahun pelajaran 2015/2016. Berdasarkan tes “t” diperoleh t0 > tt pada taraf signifikan 5% t0 = 3,269294936 dan tt = 2,02 sehingga Ha diterima.

74

B. Saran

Beberapa saran yang dapat dituliskan berdasarkan hasil penelitian ini yakni sebagai berikut:

1. Bagi siswa penelitian ini diharapkan dapat memicu siswa lebih dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran, membantu siswa dalam menguasai materi pelajaran dengan baik, dengan metode atau strategi pembelajaran yang bervariasi dapat mengatasi kejenuhan siswa terhadap pelajaran, membantu siswa meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran IPA.

2. Bagi pendidik penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan model pembelajaran dalam proses pembelajaran, mendapatkan informasi tentang kemampuan siswa, bahan pertimbangan dalam mengajar, mendorong, serta membimbing peserta didik untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, menambah wawasan dan pengetahuan pendidik terhadap strategi pembelajaran yang efektif dan efisien, menyempurnakan sistem pembelajaran yang dapat meningkatkan minat belajar serta pemahaman peserta didik.

3. Bagi sekolah atau lembaga penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sekolah, sebagai sumbangan pikiran dan untuk menambah referensi berupa hasil penelitian, meningkatkan prestasi akademik peserta didik yang mana akan berpengaruh juga terhadap mutu pembelajaran dari lembaga pendidikan atau sekolah yang bersangkutan.

Dokumen terkait