• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

G. Analisis Data

1. Teknik Analisis Data

Analisis data diawali dengan membuat salinan atau transkrip percakapan setiap peserta didik hasil dari video-sound recording seluruh kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan. Salinan percakapan digunakan sebagai data argumentasi lisan peserta didik untuk dilakukan analisis secara kualitatif.

Proses menganalisis percakapan argumentasi lisan peserta didik dalam penelitian ini akan dijelaskan lebih rinci melalui empat tahap, yaitu sebagai berikut:

1) Tahap Pembuatan Transkripsi

Pembuatan transkripsi diawali dengan membuat transkripsi dari rekaman audio-visual kedalam bentuk tekstual, dalam hal ini disebut dengan teks asli.

Teks asli ini merupakan penulisan kembali seluruh percakapan yang terekam dalam alat perekam.

2) Tahap Penghalusan Teks

Teks asli pada tahap ini mengalami proses penghalusan teks menjadi teks dasar. Penghalusan dilakukan dengan cara penghapusan dan atau penyisipan kata atau kalimat.9 Penghapusan dilakukan untuk menghapus kata yang memiliki makna sama dengan kata sebelumnya. bagian yang dihapus di masukkan kedalam tanda kurung atau “[...]”.10 Sedangkan, penyisipan kata atau kalimat dilakukan agar proposisi menjadi lebih tajam tanpa keluar dari acuan kalimat sebelumnya. Penulisan kata atau kalimat yang disisipkan adalah dengan tanda cetak miring (italic).11 Pembuatan teks dasar ini bertujuan agar kalimat-kalimat yang dihasilkan menjadi lebih efektif.

3) Tahap Reduksi

Reduksi ini berfungsi untuk menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasi sehingga interpretasi bisa ditarik.12 Teks dasar yang telah dibuat mengalami reduksi data menjadi teks yang bersifat argumentasi dan yang mendukung (mengarahkan pada) argumentasi.

9 Yanti Herlanti, Penilaian Proses Belajar Mengajar IPA di Kelas Melalui Pedagogi Materi Subyek, Makalah Seminar Nasional Pendidikan IPA, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011, tersedia online (http://www.academia.edu), diakses (08-02-2019), h. 89-90.

10 Ibid.

11 Ibid.

12 Roimanson Panjaitan, Metodologi Penelitian, (NTT: Jusuf Aryani Learning, 2017), h.

75.

4) Tahap Penentuan Level Argumentasi

Penentuan level argumentasi berdasarkan kerangka kerja analisis dari Osborne, et al.13 kerangka kerja analisis mengklasifikasikan level argumentasi peserta didik sebagai berikut: Level 1 (Klaim berlawanan dengan dengan counter klaim atau klaim berlawanan dengan klaim). Level 2 (Klaim disertai dengan data, penjamin, atau pendukung, tetapi tidak mengandung sanggahan). Level 3 (Serangkaian klaim atau counter klaimdisertai dengan data, penjamin,atau pendukung dengan sanggahan yang lemah). Level 4 (klaim dan counter claim dengan sanggahan yang dapat diidentifikasi dengan jelas), dan terakhir level 5 (argumen yang lebih luas dengan lebih dari satu sanggahan).

a. Analisis Tahapan Argumentasi Menurut Pola Argumentasi Toulmin Pedoman penentuan komponen argumentasi berisi rubrik mengenai komponen argumentasi berdasarkan Toulmin Argumentation Pattern (TAP) yaitu claim, data, warrant, backing, qualifier, dan rebuttal. Instrumen ini akan memunculkan tabulasi komponen argumen peserta didik. Adapun rubrik mengenai penentuan komponen argumentasi dapat dilihat pada Tabel 3.3.

13 Vaille Dawson dan Grady Jane Venville, High-school Students’ Informal Reasoning and Argumentation about Biotechnology: An Indicator of Scientific Literacy?, International Journal of Science Education: Vol. 31 No. 11, 2009, p. 1421-1445.

Tabel 3.3 Rubrik Penentuan Komponen Argumentasi (Diadopsi dari Fenny Roshayanti, 2013)14

Komponen

Argumentasi Deskripsi Fitur Linguistik

Claim

Bila peserta didik

mengembangkan claimnya berdasarkan kartun konsep yang disajikan atau

berdasarkan pernyataan siswa lain. Claim berupa pernyataan setuju.

Saya setuju dengan....

Saya mendukung....

Menurut saya.... sudah tepat....

Counter Claim

Bila peserta didik

mengembangkan claimnya berdasarkan kartun konsep yang disajikan atau

berdasarkan pernyataan siswa lain. Claim berupa pernyataan tidak setuju.

Saya tidak setuju....

Saya tidak sependapat....

Menurut saya.... tidak sesuai....

Warrant

Bila peserta didik membuat jaminan sebagai pembenaran claim yang dibuatnya.

Saya setuju dengan....

karena....

Mengapa saya mendukung....

karena....

Hal yang membuat saya tidak setuju adalah....

Backing

Bila peserta didik menyajikan data-data atau fakta untuk mendukung warrant yang dibuatnya.

Berdasarkan yang pernah saya alami....

Menurut apa yang terdapat di buku....

14 Fenny Roshayanti, Pengembangan Asesmen Argumentatif untuk Meningkatkan Pola Wacana Argumentasi Mahasiswa pada Konsep Fisiologi Manusia, Bioma Vol. 2 No. 1, 2013, h.

90-91.

Bila kita lihat fakta-fakta tentang....

Dari teori yang saya baca....

Saya pernah mendengar tentang....

Fenomena, data/falta berikut ini membuktikan....

Rebuttal

Bila peserta didik melakukan penyanggahan terutama terhadap pernyataan peserta didik lainnya atau

penyanggahan terhadap seluruh pernyataan pada kartun konsep.

Saya tidak setuju dengan pendapat Anda karena....

Saya tidak sependapat dengan seluruh pernyataan tersebut karena....

Saya tidak setuju dengan Anda karena.... berdasarkan yang pernah saya alami....

Qualifier

Bila peserta didik membrikan kekuatan dari data kepada warrants dan dapat membatasi claim universal.

Kebanyakan....

Biasanya....

Selalu....

Kadang-kadang....

b. Analisis Tingkatan (Level) Argumentasi Lisan Menurut Kerangka Analisis Osborn

Unit analisis yang digunakan untuk mengungkapkan kualitas argumentasi lisan peserta didik adalah kerangka analisis argumentasi menurut Osborne yang dapat dilihat pada tabel 3.4.

Tabel 3.4 Kerangka Analisis untuk Menilai Kualitas Argumentasi Lisan Peserta Didik Menurut Osborne (Diadopsi dari Yanti Herlanti)15

Level Keterangan

1

Argumentasi terdiri dari argumen-argumenberupa claim sederhana versus claim berlawanan (counter claim) atau claim versus claim.

2

Argumentasi terdiri dari argumen-argumen berupa claim dengan counter claim yang disertai data, jaminan (warrant) atau dukungan (backing) tapi tidak mengandung sanggahan (rebuttal).

3

Argumentasi terdiri dari argumen-argumen dengan rangkaian claim atau counter claim disertai dengan data, jaminan atau dukungan dengan sesekali sanggahan yang lemah (weak rebuttal).

4

Argumentasi terdiri dari argumen-argumen dengan claim dengan satu sanggahan yang dapat diidentifikasi jelas dan tepat, satu argument dapat mengandung beberapa claim atau counter claim.

5

Argumentasi terdiri dari argumen-argumen yang luas (extended, namun tetap terikat dengan topik yang disajikan) dengan lebih dari satu sanggahan yang jelas dan tepat.

15 Yanti Herlanti, Blogquest+: Pemanfaatan Media Sosial pada Pembelajaran Sains Berbasis Isu Sosiosaintifik Untuk Mengembangkan Keterampilan Berargumentasi dan Literasi Sains, (Bandung: Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam, Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia, 2014), h. 24.

c. Rubrik Penilaian LKPD

Rubrik yang digunakan dalam menganalisis penilaian LKPD tertera pada tabel 3.5.

Tabel 3.5 Rubrik Penilaian LKPD

Nomor 0 1 2

1 – Pembentukan

claim

Tidak ada klaim yang dibuat atau klaim yang

dibuat tidak relevan untuk data/skenario

yang disajikan

Klaim yang dibuat terkait lemah, atau

didukung oleh penyajian data/skenario, atau

klaim terlalu luas/umum

Klaim yang dibuat terkait jelas dengan

penyajian data/skenario disajikan dan konservatif

2 – Penggunaan

alasan

Tidak ada alasan yang digunakan atau alasan yang digunakan tidak

relevan untuk data/skenario yang disajikan (semua data)

Alasan yang diberikan mendukung lemah

klaim yang dibuat dan/atau terlalu

umum

Alasan yang diberikan cukup mendukung klaim

yang dibuat, mengidentifikasi data spesifik dan

tren

3 – Pemberian jaminan (warrant)

Tidak ada jaminan yang diberikan atau jaminan yang diberikan

tidak relevan untuk data/skenario yang disajikan, atau benar-

banar tidak jelas.

Jaminan terkait lemah dengan

alasan yang berkaitan dengan klaim, atau kurang

jelas

Jaminan bersifat valid atau terang

dengan penggunaan alasan

dan pembentukan klaim.

4 – Counter claim yang

disajikan

Tidak ada counter claim yang dibentuk,

atau argumen yang terbentuk tidak relevan

Argumen kontra (counter claim)

yang diberikan bersifat

Argumen kontra (counter claim) yang diberikan jelas berhubungan

untuk data/skenario yang disajikan, atau tidak bertentangan dengan klaim sama

sekali

bertentangan dengan klaim, atau

didukung oleh/yang berhubungan

dengan data/skenario yang disajikan (tidak ada jawaban untuk kata tanya “mengapa”)

dengan data/skenario yang

disajikan dan menentang klaim

5 – Bantahan yang ditawarkan

Tidak ada bantahan yang ditawarkan, atau

sanggahan yang ditawarkan tidak

relewan untuk data/skenario yang disajikan (“keduanya valid atau diperlukan

penelitian lebih lanjut”)

Bantahan yang ditawarkan lemah,

tidak didukung oleh alasan atau hanya ekspansi di

jaminan/klaim.

Sanggahan jelas dan didukung oleh

alasan, menawarkan sudut

pandang baru