• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesimpulan…

Dalam dokumen Emi Nahdiyah-110910301018.pdf (Halaman 77-80)

BAB 5 PENUTUP

5.1 Kesimpulan…

Berdasarkan penjelasan tentang pola komunkasi terhadap perkembangan perilaku anak di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan dalam bab 4, maka permasalahan yang sudah dirumuskan terdahulu dapat terjawab sebagai berikut :

Mayoritas orang tua di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamongan bekerja sebagai Petani dan TKI/TKW, dari masing-masing orang tua tersebut memiliki cara yang berbeda untuk berkomunikasi dengan anaknya.

Terdapat 3 pola komunikasi yang bisa diterapka oleh orang tua dalam mendidik anak, diantaranya:

1. Pola Komunikasi Permisif, pola komunikasi ini terjadi pada orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat meluangkan waktunya terhadap anak, orang tua juga cenderung pasif

2. Pola Komunikasi Otoriter, pola komunikasi ini bersifat memaksa yang dilakukan orang tua untuk membentuk perilaku anak dengan cara anak harus mengikuti aturan-aturan yang bersifat mutlak.

3. Pola Komunikasi Otoritatif, dalam pola komunikasi ini orang tua mengarahkan perilaku anak secara rasiolan dengan memberikan penjelasan terhadap maksud dari aturan yang diberikan.

Ada dua jenis pola komunikasi yang digunakan orang tua di Desa Tenggulun Kecamatan Solokuro Kabupaten Lamonga dalam mengopntrol perilaku anak, yaitu :

1. Pola Komunikasi Permisif

Orang tua yang bekerja sebagai petani yang menerapkan pola komunikasi ini cenderung bersikap pasif terhadap anaknya, apapun yang dilakukan anak dia biarkan. Anak diberih kebebasan seutuhnya tanpa ada pengawasan dan kontrol dari orang tua.

Sedangkan orang tua yang bekerja sebagai TKI/TKW yang menerapkan pola komunikasi ini cenderung menuruti segala sesuatu yang diminta oleh anak, orang tua mengukur kebahagiaan anak dari materi-materi yang dia berikan kepada anak.

2. Pola Komukasi Otoritatif

Orang tua yang bekerja sebagai petani yang menerapkan pola komuniksi otoritatif cenderung memberikan kebebasan terhadap anak untuk berkreasi dan mengeksplorasi kemampuan yang dimiliki anak dengan sensor batasan dan pengawasan yang baik. Orang tua selalu berusaha meluangkan waktu untuk bersama anak dengan tujuan bisa menjaga keakraban dan memahami perkembangan perilaku anak.

Untuk orang tua yang bekerja sebagai TKI/TKW yang menerapkan pola komunikasi otoritatif ini mereka akan memenuhi keinginan anak dengan catatan anak ini memang pantas pendapatkan apa yang dia inginkan, sehingga anak akan berusaha membuktikan kalau dia pantas dengan cara meningkatkan prestasi dan lain sebagainya. Orang tua berusaha menjaga komunikasi yang baik dengan anaknya dengan cara rutin menghubungi melalui media telfon untuk menanyakan kabar anaknya dan memberikan nasehat-nasehat terhadap anak.

Dengan pola komunikasi yang diterapkan orang tua akan membentuk perkembangan perilaku anak yang beragam, seperti misalnya :

1. Perilaku anak dari orang tua yang bekerja sebagai petani yang menerapkan pola komunikasi permisif

Orang tua yang menerapkan pola komunikasi permisif cenderung memberikan kebebasan penuh terhadap anak sehingga perilaku anak disini menjadi semaunya sendiri, egois, apa yang di inginkan harus dipenuhi.

Anak juga cenderung tidak mau mendengarkan apa kata orang tua dan sangat susah untuk dikontrol.

2. Perilaku anak dari orang tua yang bekerja sebagai TKI/TKW yang menerapkan pola komunikasi permisif

Orang tua yang bekerja sebagai TKI/TKW yang menerapkan pola komunikasi permisif cenderung memanjakan anak dengan selalu memberikan apa yang diminta oleh anak, selalu menuruti apapun keinginan anak, dengan tujuan ingin membahagiakan anak, tapi mereka kurang peka terhadap anak, mereka tidak memperhatikan jika anak bukan hanya membutuhkan uang dan barang tapi kasih saying yang sesungguhnya yaitu kehangatan keluarga.

Akibat sikap orang tua yang seperti ini anak menjadi sangat susah dinasehati, anak memanfaatkan orang tua untuk memenuhi semua kebutuhannya, dia mencari kesenangannnya sendiri dengan cara yang dia suka sehingga disini anak cenderung terlibat dalam pergaulan yang negatif yang banyak merugikan anak dan juga orang tua itu sendiri, seperti terlibat dalam tawuran, minum-minuman keras dan pergaulan negatif lainnya.

3. Perilaku anak dari orang tua yang bekerja sebagai petani yang menerapkan pola komunikasi otoritatif

Tidak semua orang tua yang bekerja sebagai petani tidak bisa meluangkan waktu dengan anaknya, buktinya bagi orang tua yang menerapkan pola komunikasi otoritatif dia bisa meluangkan waktu untuk bersama anaknya, dia juga bisa mengajak anak untuk memahami maksud dari sikap orang tua yang diberikan kepadanya. Yang pada akhirnya bisa menumbuhkan pribadi yang baik bagi anak karena sedari kecil dia diajarkan hal-hal positif yang tidak lepas dari pengawasan dan kontrol orang tua.

Anak akan menjadi lebih mudah dinasehati, terbuka, jujur, cerdas, mampu menghormati dan menghargai orang tua, sopan dan santun.

4. Perilaku anak dari orang tua yang bekerja sebagai TKI/TKW yang menerapkan pola komunikasi otoritatif

Orang tua yang bekerja sebagai TKI/TKW yang menerapkan pola komunikasi otoritatif tidak memanjakan anaknya dengan kemilau material yang bisa di miliki anak, orang tua akan memberikan apa yang di inginkan

anak tapi dengan syarat ada tanggung jawab dari anak, bukan hanya bisa minta tapi anak harus bisa membuktikan jika dia layak mendapatkan apa yang dia inginkan. Dengan tanggung jawab yang diberikan kepada anak akan membuat anak menajdi pribadi yang tidak mudah meremehkan sesuatu, menghargai usaha dan proses untuk mencapai keinginan, percaya diri, kreatif, cerdan dan berprestasi.

Dari beberapa jenis pola komunikasi yang digunakan orang tua dalam membentuk dan mengontrol perilaku anak diatas dapat disimpulkan bahwasannya orang tua yang menerapkan perilaku permisif akan berdampak pada perilaku anak yang negative karena anak kurang mendapatkan perhatian dan pengertian dari orang tua yang mengakibatkan anak dapat melakukan apapun yang dia inginkan dengan mudah tanpa adanya kontrol atau pengawasan dari orang tua. Sedangkan untuk orang tua yang menerapkan pola komunikasi otoritatif akan berpengaruh terhadap perilaku anak yang cenderung positif karena orang tua mampu memahami anak dan memberikan ruang untuk anak mengeksplorasikan kemampuan dan bakatnya yang tidak lepas dari pengawasan atau kontrol orang tua.

Dalam dokumen Emi Nahdiyah-110910301018.pdf (Halaman 77-80)

Dokumen terkait