• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Analisis Data

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.6 Teknik Analisis Data

(Sugiyono, 2017))

Keterangan :

r = Reliabilitas Instrumen k = Banyaknya Butir Pernyataan Ʃσb2 = Jumlah Varian Butir

σ12 = Varian Total Kriteria pengujiannya :

 Jika nilai koefisien reliabilitas yakni cranbach alpa > 0,6 maka instrument variabel adalah reliable (terpercaya).

 Jika nilai cranbach alpha < 0,6 maka variabel tidak reliable (tidak dipercaya).

Hasil uji Reliabilitas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 3. 10 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel Cronbach Alpha Keterangan

Motivasi (X1) 0,862 > 0,6 Reliabel

Work Engagement (X2) 0,889 > 0,6 Reliabel Kinerja Pegawai (Y) 0,811 > 0,6 Reliabel Sumber : SPSS Versi 24

Dari data di atas dapat dilihat bahwa nilai reliabilitas instrument menunjukkan tingkat reliabilitas instrument penelitian sudah memadai karena semua variabel > 0,60. Dapat disimpulkan bahwa item pernyataan dari setiap variabel sudah menjelaskan atau memberikan gambaran tentang variabel yang diteliti atau dengan kata lain instrument adalah reliabel atau terpercaya.

pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y, rumusnya sebagai berikut :

(Sugiyono, 2017)

Keterangan :

Y = Variabel dependen (nilai yang diprediksikan) a = Konstanta ( nilai Y apabila X1, X2 Xn = 0) b1 = Angka arah koefisien regresi (Motivasi)

b2 = Angka arah koefisien regresi (Work Engagement) X1 = Variabel Independen (Motivasi)

X2 = Variabel Independen (Work Engagement) 2) Uji Asumsi Klasik

Hipotesis memerlukan uji asumsi klasik, karena model analisis yang dipakai adalah regresi berganda. Asumsi klasik yang dimaksud terdiri dari :

a. Uji Normalitas

Uji normalitas data digunakan untuk melihat model regresi variabel dependen dan independennya memiliki distribusi normal atau tidak (Juliandi& Irfan 2013, hal. 169). Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.

Uji normalitas ini memiliki dua cara untuk menguji apakah distribusi data normal atau tidak, yaitu melalui pendekatan Histogram dan pendekatan Grafik. Pada pendekatan Histogram data berdistribusi normal apabila distribusi data tersebut tidak melenceng ( tidak sesuai) kekiri atau melenceng (tidak sesuai) kekanan. Pada pendekatan grafik dan berdistribusi normal apabila titik mengikuti data disepanjang garis diagonal.

b. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas digunakan untuk menemukan apakah terdapat korelasi yang kuat diantara variable independen. Jika terdapat korelasi antar variabel bebas, maka terjadi multikolinearitas. Begitu juga sebaliknya.

Pengujian multikolnearitas dilakukan dengan melihat nilai VIF (Variance InflasiFactor) yang tidak melebihi 4 atau 5, Hines dan Montgomery (Juliandi et al., 2015)

c. Uji Heteroskedastisitas

Pengujian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual suatu pengamatan ke pengamatan lain. Apabila varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas. Begitu juga sebaliknya apabila varian berbeda maka disebut heterokedastisitas. Kriteria penarikan kesimpulan tidak terjadi heterokedastisitas yaitu jika nilai t dengan probabilitas sig > 0,05 (Juliandi et al., 2015).

Adanya tidak heteroskedastisitas dapat diketahui dengan melihat grafik scatterpolt antar nilai prediksi variabel independen dengan nilai residualnya. Dasar analisis yang dapat digunakan untuk menentukan heteroskedastisitas antara lain :

1. Jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka telah terjadi heteroskedastisitas.

2. Jika tidak ada pola yang tidak jelas seperti titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas atau homoskedastisitas.

3) Uji Hipotesis

a. Uji Secara Parsial (t)

Uji t dilakukan untuk menguji apakah variabel bebas mempunyai

pengaruh signifikan terhadap nilai variabel terikat. Rumus yang digunakan dalam menguji signifikan hubungan yaitu rumus statistik t sebagai berikut (Sugiyono 2017, hal. 212) :

Keterengan :

t = nilai hitung

rxy = korelasi variabel X dan Y yang ditemukan n = jumlah sampel

Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis :

1. Jika nilai t dengan probabilitas korelasi yakni sig-2 tailed < taraf signifikan (α) sebesar 0,05 maka H0 ditolak, sehingga tidak ada korelasi tidak signifikan antara variabel X dan Y.

2. Sedangkan jika nilai t dengan probabilitas t dengan korelasi yakni sig-2 tailed > taraf signifikan (α) sebesar 0,05 maka H0 diterima. Sehingga ada korelasi signifikan antar variabel X dan Y.

Menguji hipotesis dengan uji t. Maka hipotesis yang hendak diuji adalah :

1. Jika nilai t yang dihitung berada diluar daerah penerimaan H0, maka H0 ditolak dan Ha diterima, maka ada pengaruh signifikan seluruh variabel bebas dengan variabel terikat.

2. Jika nilai t yang dihitung berada didalam daerah penerimaan H0, maka H0 diterima dan Ha ditolak, maka tidak ada pengaruh signifikan seluruh variabel bebas dengan variabel terikat.

Gambar 3. 1 Kriteria Pengujian Hipotesis t b. Uji F (Simultan)

Apabila akan menguji signifikan koefisien korelasi ganda digunakan uji F, untuk mengujinya taat atau tidaknya tanya hubungan variabel bebas dengan variabel terikat dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

(Sugiyono 2017, hal. 192)

Keterangan : Fh = Nilai F hitung

R = Koefisien korelasi ganda k = Jumlah variabel independen n = Jumlah anggota sampel

Menguji hipotesis dengan uji F. maka hipotesis yang hendak diuji adalah :

 Jika nilai F yang dihitung berada diluar daerah penerimaan H0, maka H0 ditolak dan Ha diterima, maka ada pengaruh signifikan variabel bebas dengan variabel terikat.

 Jika nilai F yang dihitung berada didalam daerah penerimaan H0, maka H0 diterima dan Ha ditolak, maka tidak ada pengaruh signifikan seluruh variabel bebas dengan variabel terikat.

Gambar 3. 2 Kurva Pengujian Hipotesis f 4) Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (r2) digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat. Adapun nilai koefisien determinasi yaitu antara nol dan satu. Jika nilai r2 semakin kecil (mendekati nol) maka kemampuan variabel bebas dan variabel terikat memiliki pengaruh yang kecil, begitu juga sebaliknya apabila nilai r2semakin besar (mendekati nol) berarti variabel bebas dan variabel terikat memiliki pengaruh yang besar.

Dapat dilihat dengan mengkuadratkan koefisien yang ditemukan yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Keterangan :

D = koefisien determinasi r = Nilai korelasi berganda 100% = Persentase kontribusi

43 BAB 4

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.1 Deskripsi Hasil Penelitian

Dalam penelitian ini penulis mengolah data angket dalam bentuk data yang terdiri dari 9 pernyataan untuk variabel motivasi (X1), 14 pernyataan untuk variabel work engagement (X2) dan 9 pernyataan untuk variabel kinerja pegawai (Y). Angket yang disebarkan ini diberikan kepada 66 orang pegawai pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues sebagai sampel penelitian dengan menggunakan skala likert berbentuk tabel ceklis yang terdiri dari 5 (lima) opsi pernyataan dan bobot penelitian. Dengan demikian untuk setiap responden yang menjawab angket penelitian, maka skor tertinggi diberikan beban nilai 5 dan skor terendah diberikan nilai 1.

Tabel 4. 1 Skala Likert

Pernyataan Bobot

Sangat setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Kurang Setuju (KS) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Sumber : (Juliandi et al., 2015)

4.1.1.1. Karakteristik Responden

1. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Tabel 4. 2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin F %

1 Laki-Laki 37 56,1

2 Perempuan 29 43,9

Total 66 100

Sumber : Hasil Penelitian 2022

Berdasarkan hasil tersebut di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden adalah laki-laki sebanyak 37 orang (56,1%). Sedangkan perempuan hanya sebanyak 29 orang (43,9%).

2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Tabel 4. 3 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

No Usia F %

1 20 – 30 tahun 13 19,7

2 31 – 40 tahun 30 45,5

3 41 – 50 tahun 21 31,8

4 > 51 tahun 2 3,0

Total 66 100

Sumber : Hasil Penelitian 2022

Berdasarkan hasil tersebut di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden berumur antara 31 – 40 tahun sebanyak 30 orang (45,5%).

3. Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tabel 4. 4 Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan F %

1 SLTA 22 33,3

2 D-III 9 13,6

3 S1 29 43,9

4 S2 6 9,2

Total 61 100

Sumber : Hasil Penelitian 2022

Berdasarkan hasil tersebut di atas dapat dilihat bahwa mayoritas responden berpendidikan S1 sebanyak 29 orang (43,9%).

4.1.1.2. Analisis Variabel Penelitian 1. Kinerja Pegawai (Y)

Tabel 4. 5 Skor Angket Untuk Variabel Kinerja Pegawai (Y)

No SS S KS TS STS Total

F % F % F % F % F % F %

1 8 12,1 30 45,5 19 28,8 7 10,6 2 3,0 66 100 2 12 18,2 26 39,4 18 27,3 8 12,1 2 3,0 66 100 3 13 19,7 26 39,4 18 27,3 6 9,1 3 4,5 66 100 4 9 13,6 25 37,9 21 31,8 9 13,6 2 3,0 66 100 5 5 7,6 31 47,0 16 24,2 12 18,2 2 3,0 66 100 6 17 25,8 26 39,4 8 12,1 7 10,6 8 12,1 66 100 7 13 19,7 34 51,5 5 7,8 12 18,2 2 3,0 66 100 8 15 22,7 30 45,5 8 12,1 10 15,2 3 4,5 66 100 9 21 31,8 26 39,4 11 16,7 6 9,1 2 3,0 66 100 Sumber : SPSS Versi 24

Dari tabel di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Jawaban responden tentang Pegawai mampu meningkatkan hasil kerja dibandingkan dengan waktu terdahulu yang menjawab setuju sebanyak 30 orang (45,5%).

2. Jawaban responden tentang Pegawai mampu menyelesaikan pekerjaan melebihi target yang telah ditentukan yang menjawab setuju sebanyak 26 orang (39,4%).

3. Jawaban responden tentang pekerjaan pegawai dapat diselesaikan tepat waktu sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan yang menjawab setuju sebanyak 26 orang (39,4%).

4. Jawaban responden tentang Setiap pekerjaan yang telah selesai dikerjakan memiliki tingkat kesalahan yang kecil yang menjawab setuju sebanyak 25 orang (37,9%).

5. Jawaban responden tentang Setiap Pegawai mampu menujukkan inisiatif dalam bekerja yang menjawab setuju sebanyak 31 orang (47,0%).

6. Jawaban responden tentang berani menggambil keputusan yang tepat sesuai dengan kondisi pekerjaan yang dihadapi yang menjawab setuju sebanyak 26 orang (39,4%).

7. Jawaban responden tentang Pegawai selalu berusaha untuk berbuat yang terbaik agar bisa bersaing sehat dengan pegawai lain yang menjawab setuju sebanyak 34 orang (51,5%).

8. Jawaban responden tentang Pegawai selalu masuk dan pulang kantor sesuai dengan jam kantor yang menjawab setuju sebanyak 30 orang (45,5%).

9. Jawaban responden tentang Pegawai selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan yang menjawab setuju sebanyak 26 orang (39,4%).

Berdasarkan hasil jawaban responden tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja pegawai Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues cukup baik hal ini terlihat mayoritas responden setuju dengan indikator pertanyaan kinerja pegawai.

2. Motivasi (X1)

Tabel 4. 6 Skor Angket Untuk Variabel Motivasi (X1)

No SS S KS TS STS Total

F % F % F % F % F % F %

1 13 19,7 24 36,4 20 30,3 7 10,6 2 3,0 66 100 2 8 12,1 25 37,9 24 36,4 8 12,1 1 1,5 66 100 3 5 7,6 30 45,5 15 22,7 14 21,2 2 3,0 66 100 4 17 25,8 24 36,4 9 13,6 7 10,6 9 13,6 66 100 5 12 18,2 31 47,0 7 10,6 14 21,2 2 3,0 66 100 6 15 22,7 27 40,9 9 13,6 10 15,2 5 7,6 66 100 7 20 30,3 25 37,9 11 16,7 8 12,1 2 3,0 66 100 8 15 22,7 27 40,9 9 13,6 10 15,2 5 7,6 66 100 9 16 24,2 25 37,9 8 12,1 9 13,6 8 12,1 66 100 Sumber : SPSS Versi 24

Dari tabel di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Jawaban responden tentang Perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan tingkat kesulitan pekerjaan yang menjawab setuju sebanyak 24 orang (36,4%).

2. Jawaban responden tentang Perusahaan memberikan jaminan kesehatan kepada saya yang menjawab setuju sebanyak 25 orang (37,9%).

3. Jawaban responden tentang Perusahaan memberikan jaminan hari tua kepada karyawan yang menjawab setuju sebanyak 30 orang (45,5%).

4. Jawaban responden tentang Perusahaan memberikan fasilitas dan peralatan dalam mendukung pekerjaan saya yang menjawab setuju sebanyak 24 orang (36,4%).

5. Jawaban responden tentang Perusahaan memberi kesempatan untuk mengembangkan diri dalam berkarir yang menjawab setuju sebanyak 31 orang (47,0%).

6. Jawaban responden tentang Perusahaan memberikan kebebasan menggunakan cara baru dalam melakukan pekerjaan yang menjawab setuju sebanyak 27 orang (40,9%).

7. Jawaban responden tentang adanya kebijakan yang ditentukan perusahaan dan berfokus untuk kemajuan bersama yang menjawab setuju sebanyak 25 orang (37,9%).

8. Jawaban responden tentang mendapatkan keadilan tanpa membedakan jenis pekerjaan yang menjawab setuju sebanyak 27 orang (40,9%).

9. Jawaban responden tentang perusahaan memberikan penghargaan atas prestasi kerja karyawan yang menjawab setuju sebanyak 25 orang (37,9%).

Berdasarkan hasil jawaban responden tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi yang terjadi di lingkungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues cukup baik hal ini terlihat mayoritas responden setuju dengan indikator pertanyaan motivasi.

3. Work Engagement (X2)

Tabel 4. 7 Skor Angket Untuk Variabel Work Engagement (X2)

No SS S KS TS STS Total

F % F % F % F % F % F %

1 5 7,6 31 47,0 16 24,2 12 18,2 2 3,0 66 100 2 17 25,8 26 39,4 8 12,1 7 10,6 8 12,1 66 100 3 13 19,7 24 36,4 20 30,3 7 10,6 2 3,0 66 100 4 8 12,1 25 37,9 24 36,4 8 12,1 1 1,5 66 100 5 5 7,6 30 45,5 15 22,7 14 21,2 2 3,0 66 100 6 17 25,8 24 36,4 9 13,6 7 10,6 9 19,6 66 100 7 12 18,2 31 47,0 7 10,6 14 21,2 2 3,0 66 100 8 15 22,7 27 40,9 9 13,6 10 15,2 5 7,6 66 100 9 20 30,3 25 37,9 11 16,7 8 12,1 2 3,0 66 100 10 15 22,7 27 40,9 9 13,6 10 15,2 5 7,6 66 100 11 16 24,2 25 37,9 8 12,1 9 13,6 8 12,1 66 100 12 8 12,1 30 45,5 19 28,8 7 10,6 2 3,0 66 100 13 12 18,2 26 39,4 18 27,3 8 12,1 2 3,0 66 100 14 13 19,7 26 39,4 18 27,3 6 9,1 3 4,5 66 100 Sumber : SPSS Versi 24

Dari tabel di atas dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Jawaban responden tentang Di tempat kerja saya, saya merasa penuh dengan semangat yang menjawab setuju sebanyak 31 orang (47,0%).

2. Jawaban responden tentang Saya merasa kuat dan bertenaga dalam melakukan pekerjaan saya yang menjawab setuju sebanyak 26 orang (39,4%).

3. Jawaban responden tentang Ketika saya bangun dipagi hari, saya seperti pergi bekerja yang menjawab setuju sebanyak 24 orang (36,4%).

4. Jawaban responden tentang Saya bisa terus bekerja untuk waktu yang sangat lama pada suatu waktu yang menjawab setuju sebanyak 25 orang (37,9%).

5. Jawaban responden tentang Pekerjaan ini membuat saya sangat bermental tangguh yang menjawab setuju sebanyak 30 orang (45,5%).

6. Jawaban responden tentang Saya menemukan pekerjaan yang saya lakukan penuh makna dan tujuan yang menjawab setuju sebanyak 24 orang (36,4%).

7. Jawaban responden tentang Saya antusias dan merasa terinspirasi oleh pekerjaan saya yang menjawab setuju sebanyak 31 orang (47,0%).

8. Jawaban responden tentang Saya bangga dengan pekerjaan yang telah saya lakukan yang menjawab setuju sebanyak 27 orang (40,9%).

9. Jawaban responden tentang Pekerjaan saya saat ini sangat menantang yang menjawab setuju sebanyak 25 orang (37,5%).

10. Jawaban responden tentang Waktu berlalu begitu cepat ketika saya sedang bekerja yang menjawab setuju sebanyak 27 orang (40,9%).

11. Jawaban responden tentang Ketika saya bekerja, saya lupa segala sesuatu yang lain di sekitar saya yang menjawab setuju sebanyak 25 orang (37,9%).

12. Jawaban responden tentang Saya merasa senang ketika saya bekerja intens yang menjawab setuju sebanyak 30 orang (45,5%).

13. Jawaban responden tentang Saya tenggelam dan terbawa dalam pekerjaan saya yang menjawab setuju sebanyak 26 orang (39,4%).

14. Jawaban responden tentang Saya sulit untuk melepaskan diri dari pekerjaan yang sedang dijalani yang menjawab setuju sebanyak 26 orang (39,4%).

Berdasarkan hasil jawaban responden tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa work engagement yang terjadi di lingkungan Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues cukup baik hal ini terlihat mayoritas responden setuju dengan indikator pertanyaan work engagement.

4.2 Analisis Data

4.2.1 Uji Asumsi Klasik

Sebelum melakukan analisis regresi berganda terlebih dahulu dilakukan uji lolos kendala liner atau uji asumsi klasik. Tujuan dilakukannya uji asumsi klasik adalah untuk mengetahui Apakah suatu variabel bormal atau tidak. Normal disini dalam arti mempunyai distribusi data yang normal. Normal atau tidaknya data

berdasarkan patokan distribusi normal data dengan mean dan standar deviasi yang sama. Jadi asumsi klasik pada dasarnya memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut.

4.2.1.1 Uji Normalitas

Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui Apakah variabel dalam sebuah model regresi, yaitu variabel terikat dan variabel bebas berdistribusi secara normal atau tidak.

Sumber : Data Diolah SPSS Versi 24

Gambar 4. 1 Hasil Uji Normalitas

Sumber : Data Diolah SPSS Versi 24

Gambar 4. 2 Histogram

Pada grafik normal p-plot terlihat pada gambar diatas bahwa pola grafik normal terlihat dari tititk-titik yang menyebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti arah garis diagonal dam Histogram menunjukkan pola distribusi normal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.

4.2.1.2 Uji Multikoliniearitas

Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi yang kuat antara variabel independen (bebas). Model regresi yang baik seharusnya bebas multikolinieritas atau tidak terjadi korelasi antara variabel independen (bebas). Uji multikolinieritas dapat dilihat dari nilai Varians Inflation Factor (VIF) yang tidak melebihi 4 atau 5.

Berikut ini merupakan hasil pengujian dengan menggunakan Uji Multikolinieritas pada data yang telah diolah berikut ini :

Tabel 4. 8 Hasil Uji Multikolinearitas

Coefficientsa

Model

Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant)

Motivasi .503 1.041

Work Engagement .503 1.041

a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai Sumber : Data Diolah SPSS Versi 24

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa variabel motivasi memiliki nilai tolerance sebesar 0.503 > 0.10 dan nilai VIF sebesar 1.041 < 5. Variabel work engagement memiliki nilai tolerance sebesar 0.503 > 0.10 dan nilai VIF sebesar 1.041 < 5. Dari masing-masing variabel memiliki nilai tolerance > 0.1 dan nilai VIF < 5, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas dalam penelitian ini.

4.2.1.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Ada beberapa cara untuk menguji ada atau tidaknya situasi heteroskedastisitas dalam varian error terms untuk model regresi. Dalam penelitian ini akan digunakan metode chart (Diagram Scatterplot)

Sumber : Data Diolah SPSS Versi 24

Gambar 4. 3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan gambar 4.2 diatas, dapat diketahui bahwa data (titik-titik) menyebar secara merata diatas dan dibawah garis nol, tidak berkumpul di satu tempat, serta tidak membentuk satu pola tertentu sehingga dapat disimpulkan bahwa pada uji regresi ini tidak terjadi heterokedastisitas.

4.2.2 Regresi Linier Berganda

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linier berganda, penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh hubungan antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Penelitian ini memiliki dua variabel independen, yaitu motivasi, dan work engagement serta satu variabel dependen yaitu kinerja pegawai.

Tabel 4. 9 Hasil Regresi Linier Berganda

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2.441 1.167 2.092 .040

Motivasi .890 .136 1.045 6.530 .000

Work Engagement 1.176 .097 1.944 12.144 .000 a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai

Sumber : Data Diolah SPSS Versi 24

Dari tabel diatas diketahui nilai konstanta = 2,441, motivasi = 0,890, dan work engagement = 1,176. Hasil tersebut dimasukkan ke dalam persamaan regresi linier berganda sehingga didapat persamaan sebagai berikut :

Y = 2,441 + 0,890 X1 + 1,176 X2 Jadi persamaan di atas bermakna jika :

1. Konstanta sebesar 2,441 menunjukkan bahwa apabila semua variabel independen motivasi dan work engagement diasumsikan bernilai nol, maka nilai dari kinerja pegawai adalah sebesar 2,441.

2. Nilai koefisien regresi motivasi sebesar 0,890 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel motivasi meningkat sebesar satu satuan, maka kinerja pegawai meningkat sebesar 0,890 satuan dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai nol.

3. Nilai koefisien regresi work engagement sebesar 1,176 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel work engagement meningkat sebesar satu satuan, maka kinerja pegawai meningkat sebesar 1,176 satuan dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai nol.

4.2.3 Pengujian Hipotesis 4.2.3.1 Uji t (Parsial)

Uji t digunakan dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kemampuan dari masing-masing variabel independen. Alasan lain uji t dilakukan untuk menguji apakah variabel bebas (X) secara parsial atau individual mempunyai hubungan signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (Y).

Tabel 4. 10 Hasil Uji t

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 2.441 1.167 2.092 .040

Motivasi .890 .136 1.045 6.530 .000

Work Engagement 1.176 .097 1.944 12.144 .000 a. Dependent Variable: Kinerja Pegawai

Sumber : Data Diolah SPSS Versi 24

Hasil pengujian statistik pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pengaruh Motivasi terhadap Kinerja Pegawai

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah motivasi berpengaruh secara individual (parsial) mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap kinerja pegawai. Untuk kriteria uji t dilakukan pada tingkat 𝛼 = 0,05 dengan nilai t untuk n = 66 – 2 = 64 adalah 1.997 thitung = 6.530 dan ttabel = 1.997.

Ho ditolak Ho diterima Ho ditolak - 6,530 - 1,997 1,997 6,530

Gambar 4. 4 Kriteria Pengujian Uji t Motivasi

Nilai thitung untuk variabel motivasi adalah 6.530 dan ttabel dengan a = 5%

diketahui sebesar 1.997 dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel dan nilai signifikan harga sebesar 0.000 < 0.05 artinya dari hasil tersebut didapat kesimpulan bahwa Ho ditolak (Ha diterima) menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi terhadap kinerja pegawai Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues.

2. Pengaruh Work Engagement terhadap Kinerja Pegawai

Uji t digunakan untuk mengetahui apakah work engagement berpengaruh secara individual (parsial) mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap kinerja pegawai. Untuk kriteria uji t dilakukan pada tingkat 𝛼 = 0,05 dengan nilai t untuk n = 66 – 2 = 64 adalah 1.997 thitung = 12.144 dan ttabel = 1.997.

Ho ditolak Ho diterima Ho ditolak -12,144 - 1,997 1,997 12,144

Gambar 4. 5 Kriteria Pengujian Uji t Work Engagement

Nilai thitung untuk variabel work engagement adalah 12.144 dan ttabel dengan a = 5% diketahui sebesar 1.997 dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel dan nilai signifikan harga sebesar 0.000 < 0.05 artinya dari hasil tersebut didapat kesimpulan bahwa Ho ditolak (Ha diterima) menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara work engagement terhadap kinerja pegawai Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues.

4.2.3.2 Uji F (Simultan)

Uji statistik F dilakukan untuk menguji apakah variable bebas (X) secara simultan mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap variable terikat (Y).

Tabel 4. 11 Hasil Uji F

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 2191.404 2 1095.702 340.190 .000a

Residual 202.914 63 3.221

Total 2394.318 65

a. Predictors: (Constant), Work Engagement, Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai

Sumber : Data Diolah SPSS Versi 24

Dari hasil diatas dapat dilihat bahwa nilai Fhitung sebesar 340.190 dengan tingkat signifikan sebesar 0.000. Sedangkan nilai Ftabel diketahui sebesar 3.14.

berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa fhitung > ftabel (340.190 > 3.14) artinya Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel motivasi dan work engagement secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap terhadap kinerja pegawai Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues.

Ho ditolak Ho diterima 0 3.14 340,190

Gambar 4. 6 Kriteria Pengujian Uji F

4.2.3.3 Koefisien Determinan

Nilai R-square dari koefisien determinasi digunakan untuk melihat bagaimana variasi nilai variabel terikat dipengaruhi oleh nilai variabel bebas.

Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 dan 1. Apabila nilai R-square semakin mendekati satu maka semakin besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut hasil pengujian statistiknya :

Tabel 4. 12 Hasil Uji Koefisien Determinan

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .957a .915 .913 1.795

a. Predictors: (Constant), Work Engagement, Motivasi b. Dependent Variable: Kinerja Pegawai

Sumber : Data Diolah SPSS Versi 24 D = R2 x 100%

D = 0,915 x 100%

= 91,5%

Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai dari R square sebesar 0.915 yang berarti 91,5% dan hal ini menyatakan bahwa variabel motivasi dan work engagement sebesar 91.5% untuk mempengaruhi variabel kinerja pegawai.

Selanjutnya selisih 100% - 91,5% = 8,5%. hal ini menujukkan 8,5% tersebut adalah variabel lain yang tidak berkontribusi terhadap penelitian kinerja pegawai.

4.3 Pembahasan

4.3.1 Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Pegawai

Berdasarkan penelitian yang diperoleh mengenai pengaruh motivasi terhadap kinerja pegawai Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo

Lues. Hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa nilai thitung untuk variabel motivasi adalah 6.530 dan ttabel dengan a = 5% diketahui sebesar 1.997 dengan demikian thitung lebih besar dari ttabel dan nilai signifikan harga sebesar 0.000 < 0.05 artinya dari hasil tersebut didapat kesimpulan bahwa Ho ditolak (Ha diterima) menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara motivasi terhadap kinerja pegawai Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Gayo Lues.

Motivasi merupakan suatu faktor yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu aktivitas tertentu, oleh karena itu motivasi sering kali diartikan pula sebagai faktor pendorong perilaku seseorang. Motivasi merupakan pendukung keinginan seseorang agar bisa lebih bersemangat untuk memenuhi dorongan diri, sehingga tindakannya dapat membawa kearah yang lebih optimal.

Motivasi juga berfungsi sebagai penggerak pegawai agar lebih giat bekerja demi pencapaian tujuan disuatu perusahaan atau Instansi. Jika motivasi meningkat maka instansi akan memperoleh keuntungan, seperti pegawai lebih semangat bekerja, giat bekerja dan lain sebagainya.

Motivasi sebagai keadaan kejiwaan dan sikap mental manusia yang memberikan energi, mendorong kegiatan, dan mengarah ataumenyalurkan perilaku kearah mencapai kebutuhan yang memberikan kepuasan atau mengurangi ketidakseimbangan. Salah satu cara untuk mengukur motivasi kerja pegawai adalah dengan menggunakan: Teori pengharapan (expectancing theory).

Teori pengharapan mengemukakan bahwa adalah bermanfaat untuk mengukur sikap paraindividu guna membuat diagnosis permasalahan motivasi. Pengukuran semacam ini dapat membantu manajemen sumber daya manusia mengerti

Dokumen terkait