4
Gambar 10 :Bagian-bagian pada tubuh burung (Serhal et al,2013)
Gambar 12: Bagian sayap Ventral (Serhal et al,2013)
Gambar 11 : Bagian sayap Dorsal (Serhal et al,2013)
Se ap spesies burung yang berbeda seringkali memiliki perbedaan yang sangat pis dengan spesies lainnya. Misal, perbedaan warna kalung di lehernya, beda warna lingkar matanya, dan sebagainya. Karena itulah dalam proses pengamatan burung kita perlu menggunakan beberapa perlengkapan.
Perlengkapan yang seringkali diperlukan antara lain adalah sebagai berikut :
a. Binocular
b. Telescope, Co-Binocular 3. Proses Iden fikasi Jenis Burung
Menggunakan Buku Lapangan
Mempelajari proses iden fikasi burung sangat menyenangkan namun disaat yang sama seringkali membuat frustasi, apalagi jika perbedaan spesies yang dijumpai sangat pis dengan spesies lainnya. Karena itulah kita membutuhkan buku panduan lapangan. Buku panduan lapangan biasanya berisi jenis-jenis burung di suatu area beserta sketsa dan penjelasan mengenai ke-khasan jenis burung tersebut, yang akan membantu kita untuk proses iden fikasi.
Untuk area Jawa-Bali kami biasa menggunakan Panduan Lapangan oleh McKinnon, untuk area Wallacea biasa menggunakan Panduan Lapangan oleh Brian J. Coates dan K. David Bishop, sedangkan untuk daerah Papua biasa menggunakan buku Pandauan Lapangan Bruce M. Beehler et al., yang semuanya diterbitkan oleh birdlife & LIPI.
2. Membiasakan diri dengan Alat-Alat Pengamatan Burung
Pengamatan dan Kriteria Iden fikasi Burung a. Ukuran Tubuh
Gambar 13 : Perbandingan ukuran tubuh burung pantai (sketsa oleh Ragil Si Rihadini)
Menentukan ukuran tubuh burung sangat pen ng dalam proses iden fikasi jenis burung yang terama . Seringkali menentukan ukuran menjadi lebih sulit terutama dengan jarak pengamatan yang jauh dari objek.
Biasanya proses penentuan ini menjadi lebih mudah saat kita membandingkan dengan ukuran burung yang umum atau sering dijumpai seper tekukur biasa, cerek jawa (untuk burung pantai), atau burung gereja.
Namun perlu diingat, ukuran tubuh burung seringkali Nampak lebih besar pada saat pencahayaan kurang, dan juga sulit untuk memperkirakan ukuran
Solusinya, kita dapat membandingkan ukuran tubuh burung yang terama dengan burung lain yang sudah dapat kita iden fikasi yang juga dalam posisi terbang.
b. Warna Bulu
Warna bulu seringkali menjadi pembeda satu spesies burung dengan spesies burung lainnya. Warna bulu biasanya juga menjadi penunjuk habitat dari seekor burung, misal, burung yang habitatnya di pepohonan (burung hutan) seringkali warna dan coraknya lebih bervariasi dibandingkan burung pantai yang habitatnya di lahan basah. Burung yang habitatnya di pepohonan seringkali berwarna cerah, sedangkan burung yang habitatnya di lahan basah (pantai, pertambakan, rawa, dll) warnanya cenderung didominasi hitam, abu- abu, coklat atau pu h.
Gambar 14 : (1) burung jenis Gajahan Pengala yang habitatnya di pantai atau lahan basah lainnya, warna bulu dominan coklat, hitam dan pu h (Iwan Londo) (2) Burung jenis Luntur Harimau yang habitatnya di pohon bertajuk lebat warna bulunya lebih cerah dan lebih bervariasi (dokumentasi dari Google).
Selain menunjukkan habitat, warna bulu juga seringkali menjadi penanda jenis kelamin suatu spesies burung yang dijumpai / terama . Contoh burung madu srigan atau Nectarinia jugularis, pejantannya ditandai dengan bulu berwarna biru metalik di bagian lehernya.
IWAN LONDO C
(1)
(2)
Gambar 15 : (1) Burung Madu Srigan jJantan (2) Burung Madu Srigan Be na (Dokumentasi : Radityo Pradipta)
c. Bentuk Paruh
Bentuk paruh burung dapat membantu kita mengiden fikasi kelompok burung, jenis makanan dan habitat dari burung tersebut. Berikut contoh beberapa bentuk paruh burung dan hubungannya dengan jenis makanan, habitat dan kelompoknya.
Tabel 1 : Bentuk Paruh berbagai macam kelompok burung
(1) (2)
Beak Shape Habitat Food Group
Trees Rock
Wetlands Wetlands Wetlands
Wetlands
Meat
Herbs Roots
Herbs Grains
Big worm in the mud
Crustaceans in water
Raptors
Geese
Ducks
Waders (Curlew)
Waders (Curlew)
d. Sayap (Bentuk, Corak & Pola)
Bentuk, pola, struktur dan corak sayap juga dapat menjadi penentu dalam proses iden fikasi termasuk postur tubuh burung. Hal ini terutama akan terlihat pada kelompok burung pemangsa atau raptors.
e. Ekor (Bentuk, Warna Bulu)
Burung seringkali menggunakan ekornya sebagai kemudi, melambatkan kecepatan saat terbang, dan beberapa menggunakan ekornya untuk menarik lawan jenis atau bahkan untuk berkembang biak (Serhal et al, 2013). Bentuk dan proporsi ekor burung membantu kita menentukan kelompok dari jenis burung yang kita ama . Apakah ekornya menggarpu, berbentu seper kipas, melingkar, menutup atau terbuka.
Gambar 16 : Macam-macam bentuk ekor burung (Serhal et al,2013) f. Kaki
Panjang dan warna dari kaki burung dapat membantu kita menentukan spesies dari burung yang kita ama , terutama untuk shorebirds dan wader (waterbird dengan kaki panjang).
g. Kebiasaan Khusus
Apakah burung tersebut dapat berenang? Dapatkah burung tersebut memanjat pohon? Apakah burung tersebut sering mengibaskan ekornya?
Cobalah untuk mencatat dan mengama perilaku burung tersebut secara cermat. Burung selalu bergerak dan kadang kita dak memiliki kesempatan untuk mengama morfologinya secara de l. Perilakunya dapat menjadi salah satu indikator untuk menentukan family atau jenis burung tersebut.
h. Habitat
Perha kan habitat atau lokasi kamu melakukan pengamatan datau monitoring. Habitat dan lokasi kamu bisa menjadi pembatas kelompok dan jenis burung yang akan kamu jumpai. Dengan memahami batasan kelompok burung yang akan kamu jumpai, akan mempermudah iden fikasi jenis burung yang kamu ama .
I. Suara
Ini adalah rahasia terakhir dalam proses iden fikasi jenis burung, yaitu suaranya. Se ap jenis burung memiliki suara yang khas, bahkan para pengamat burung ahli akan bisa mengiden fikasi jenis burung hanya dengan mendengarkan suaranya saja.
(2) Buku Catatan & Sketsa Burung
Selalu bawa buku catatan dan pensil/bolpoint. Ke ka kamu melakukan sebuah observasi dan monitoring jenis burung jangan pernah lupa untuk membawa catatanmu dan catat informasi berikut :
- Tanggal
- Waktu Pengamatan (Mulai – Selesai) - Lokasi pengamatan
- Tipe habitat
- Spesies yang terama - Jumlah individu - Ak vitas individu
Selain catatan di atas, sebagai informasi tambahan kita juga bisa menggambar sketsa burung yang kita ama , hal ini akan membantu apabila
kita mengalami kesulitan dalam proses iden fikasi, kita bisa memeriksa kembali hasil iden fikasi kita kepada rekan kita yang memiliki pengalaman
lebih.
Dewasa ini, menggambar sketsa burung juga bisa digan kan dengan cara mendokumentasikan burung yang terama menggunakan
kamera atau digiscoping.