• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyajian Data dan Analisis

Dalam dokumen implementasi metode at-tanzil (Halaman 100-129)

BAB IV PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS

B. Penyajian Data dan Analisis

Penyajian data dan analisis data merupakan bagian yang memuat tentang uraian hasil penelitian di pondok pesantren Bustanul Ulum

Bulugading, dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh disesuaikan dengan fokus penelitian yang telah ditetapkan yaitu: a) Bagaimana Perencanaan Metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022, b) Bagaimana Pelaksanaan Metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al- Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022, c) Bagaimana Evaluasi Metode At-Tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an di Pondok Pesantren Putri Bustanul Ulum Bulugading Langkap Bangsalsari Jember Tahun 2022. Maka, peneliti akan menyajikan data yang dihasilkan dari penelitian yang telah dilakukan.

Data yang diperoleh sebagai berikut:

1. Metode Pembelajaran At-Tanzil

Pembelajaran menggunakan metode At-Tanzil di pondok pesantren putri Bustanul Ulum Bulugading yakni ada alasan tentang penggunaan metode At-Tanzil yaitu karena jilidnya itu runtut dari jilid I-VI, dan juga untuk menjadi ustadzah at-tanzil itu tidak sulit hanya mengikuti pelatihan saja, dari pelatihan itu mendapatkan sertifikat sebagai tanda bukti, dan tidak tes menjadi ustadzah, dan untuk memperoleh buku at- tanzil lebih mudah, karena pondok pesantren Bustanul Ulum merupakan pusat dan koordinator wilayah cabang Jember, dan untuk mendapatkan kitab at-tanzil lebih mudah, dan juga karena ustadz di pondok pesantren Bustanul Ulum paling banyak alumni dari Madura,

jadi apa yang mereka dapat di pondok pesantren Madura di terapkan dipondok pesantren Bustanul Ulum khusunya metode praktis membaca al-Qur’an dengan metode at-tanzil, apalagi Kyai Baidhowi sendiri selaku pengurus pondok pesantren merupakan alumni pondok pesantren dari Madura.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ustadzah Khoridatut Thoyyibah selaku koordinator ustadzah at-Tanzil di pondok pesantren putri Bustanul Ulum pada tanggal 21 Mei 2022 tentang alasan penggunaan metode at-Tanzil di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, menyatakan bahwa:

“Alasan penggunaan metode at-Tanzil diterapkan di Pondok pesantren Bustanul Ulum Bulugading, yaitu karena jilidnya itu runtut dari jilid I-VI, untuk menjadi ustadzah at-tanzil itu tidak sulit, tidak sulit itu maksudnya hanya mengikuti pelatihan saja, dari pelatihan itu mendapatkan sertifikat sebagai tanda bukti, dan tidak tes menjadi ustadzah, dan untuk memperoleh buku at-tanzil lebih mudah, karena pondok pesantren Bustanul Ulum merupakan pusat dan koordinator wilayah cabang Jember, dan juga karena ustadz di pondok pesantren Bustanul Ulum paling banyak alumni dari Madura, jadi apa yang mereka dapat di pondok pesantren Madura di terapkan dipondok pesantren Bustanul Ulum khusunya metode praktis membaca al-Qur’an dengan metode at-tanzil, apalagi Kyai Baidhowi sendiri selaku pengurus pondok pesantren merupakan alumni pondok pesantren dari Madura, dan juga lebih mudah mendapatkan buku at-tanzil nya.”78

Berdasarkan hasil wawancara dengan ustadzah Firdatus Sholihah pada tanggal 11 Mei 2022 selaku alumni santri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, dan merupakan pengurus metode at-tanzil menyatakan bahwa:

78Ustadzah Khorid, wawancara oleh penulis, Jember, 21 Mei 2022.

“Alasan penggunaan metode at-tanzil diterapkan di pondok pesantren Bustanul Ulum Bulugading, yaitu karena jilidnya itu runtut dari jilid I-VI, ada materi penunjangnya juga biar santri gak jenuh belajar al-Qur’annya, kayak nasyid, tepuk-tepuk. Untuk menjadi ustadzah at-tanzil tidak sulit, tanpa ada munaqosah untuk menjadi ustadzah at-tanzil, yang penting ada kemauan yang keras untuk belajar metode at-tanzil itu sendiri, tetapi harus mengikuti pelatihan juga. Karena mengikuti pelatihan itu juga tanda bukti memiliki kemauan keras untuk belajar at-tanzil”.79

Berdasarkan hasil wawancara dengan ustadzah Khoridatut Thoyyibah selaku koordinator ustdzah at-tanzil di pondok pesantren putri Bustanul Ulum tentang pembagian kelas jilid metode at-tanzil pada tanggal 11 Mei 2022 menyatakan bahwa:

“Bagi santri yang baru mondok di sini, mereka dites mengaji terlebih dahulu, dari segi membacanya, lalu materi tajwid, setelah itu baru ditentukan santri masuk di jilid yang mana, jadi tergantung gak semua santri baru masuk harus belajar at-tanzil dulu. Kalau sudah paham kaidah ilmu tajwid, maka santri dapat mengaji kitab kuning. Atau bagi santri yang kurang pengetahuannya dalam kaidah ilmu tajwid maka santri dapat langsung ke jilid yang sudah ditentukan melalui tes yang ustadzah lakukan, tidak harus ke jilid I terlebih dahulu, sesuai kemampuan mereka. Dan untuk santri di sini khatamnya secara keseluruhan jilid I-VI 1 tahun. Setiap jilid khatamnya 1,5 bulan. Biasanya selama 9 bulan sedah selesai, karena terpotong dengan hari libur itu juga. Jadi santri disini bisa menyelesaikannya selama 1 tahun.”80

Dari hasil wawancara pembahasan tentang alasan penggunaan metode at-tanzil di Pondok Bustanul Ulum dapat disimpulkan bahwa jilidnya runtut dari jilid I-VI, Untuk menjadi ustadzah at-tanzil tidak dipersulit, tanpa adanya munaqosah untuk ustadzah, yang terpenting menguasaiilmu tajwiddan makhrojnyajuga harus benar. Tetapi harus mengikuti pelatihan yang diadakan oleh yayasan al-Khoirot cabang Jember. Selain itu, sebagai pengaplikasian Kyai Baidhowi sebagai

79Ustadzah Firda, diwawancarai oleh penulis, Jember, 11 Mei 2022.

80Ustadzah Khorid, diwawancarai oleh penulis Jember, 11 Mei 2022.

alumni santri dari Pondok Pesantren Bata-bata, Madura tentang metode at-tanzil di Pondok Pesantren Bustanul Ulum.

Dari hasil wawancara pembahasan tentang pengklasifikasian kelas dari setiap jilid dapat disimpulkan bahwa untuk santri yang baru masuk pondok pesantren, maka santri di tes terlebih dahulu untuk memasuki jilid at-tanzil dari jilid I-VI, atau tidak sama sekali. Hal itu tergantung hasil tes yang dilakukan oleh para ustadzah di pondok pesantren Bustanul Ulum.

Dalam pembelajaran Al-Qur’an menggunakan metode At-Tanzil memiliki prosedur pelaksanaan kegiatan yang diatur dengan tiga tahapan yaitu:

a. Perencanaan Metode Pembelajaran At-Tanzil

Tahap paling awal dari perencanaan pembelajaran At- Tanzil menggunakan metode At-Tanzil yang diterapkan di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading, At-Tanzil merupakan metode pembelajaran Al-Qur’an dari Pondok Pesantren Bata-bata, Pamekasan, Madura. Yang merupakan kegiatan wajib bagi santri setelah memasuki pesantren, namun kegiatan santri putri di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Bulugading ini ada dua kegiatan yang dilakukan tergantung dari santri ingin mempelajari At-Tanzil terlebih dahulu atau Maktab Nubdlatul Bayan yakni kegiatan baca kitab kuning menggunakan nahwu. Kegiatan keduanya tidak bisa

dilaksanakan dalam hal sekaligus, karena ada masa pembelajarannya masing-masing.

Dalam perencanaan metode pembelajaran At-Tanzil menurut hasil wawancara ada beberapa hal yang direncanakan.

Hal-hal yang direncanakan tersebut terdiri dari : (1) kompetensi guru, (2) bahan ajar, (3) materi pembelajaran, (4) media pembelajaran, (5) strategi pembelajaran. Sebagai berikut:

1) Kompetensi Guru

Perencanaan metode pembelajaran At-Tanzil melalui kompetensi guru harus mengikuti pelatihan biasanya diadakan 3 kali, 2 kali pelatihan wajib dan satu kali pelatihan tidak wajib.

Pelatihan pertama biasanya langsung dari pendiri at-Tanzil sendiri yaitu Ustadz Suroto Suruji, pelatihan kedua yaitu yang dibimbing langsung oleh ustadz kholili biasanya tentang makhorijul huruf, sedangkan pelatihan itu diadakan oleh pengurus pesantren sendiri namun sifatnya tidak wajib.

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ustadzah Khorid selaku koordinator ustadzah at-tanzil di pondok pesantren putri Bustanul Ulum pada tanggal 2 Mei 2022 menyatakan bahwa:

“Kalau menjadi ustadzah tidak ada persyaratan apa-apa, jadi yang terpenting bisa menguasai ilmu tajwid dan makhrojnya benar. Selain itu tidak ada munaqosah tetapi mengikuti pelatihan yang di adakan oleh yayasan al- Khoirot cabang jember, pelatihan biasanya diadakan 3 kali, 2 kali pelatihan biasanya wajib, dan 1 pelatihan tidak wajib.

Pelatihan pertama itu biasanya langsung dari pendiri at- Tanzil sendiri yaitu Ustadz Suroto Suruji, pelatihan kedua

yaitu yang dibimbing langsung oleh ustadz kholili biasanya tentang makhorijul huruf, sedangkan pelatihan itu diadakan oleh pengurus pesantren sendiri namun sifatnya tidak wajib.

Selain itu melihat akhlaq sehari-hari dari calon ustadzah at- tanzil.81

Dapat disimpulkan bahwa kompetensi guru sesuai dengan hasil wawancara seperti ungkapan oleh koordinator At-Tanzil Khoridatut thoyyibah yaitu mengikuti pelatihan biasanya diadakan 3 kali, 2 kali pelatihan wajib dan satu kali pelatihan tidak wajib. Pelatihan pertama biasanya langsung dari pendiri at-Tanzil sendiri yaitu Ustadz Suroto Suruji, pelatihan kedua yaitu yang dibimbing langsung oleh ustadz kholili biasanya tentang makhorijul huruf, sedangkan pelatihan itu diadakan oleh pengurus pesantren sendiri namun sifatnya tidak wajib.

2) Bahan Ajar

Dalam perencaan metode pembelajaran At-Tanzil menggunakan bahan ajar dalam proses pembelajaran diantaranya adalah; kitab at-tanzil dari jilid I-VI, buku metode praktis mengajar at-tanzil, dan buku tajwid praktis, buku do’a- do’a dan tepuk-tepuk, dan ghorib musykilat.

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Khorid selaku koordinator ustadzah at-tanzil di pondok pesantren bustanul ulum pada tanggal 2 Mei 2022 menyatakan bahwa:

“Bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran metode at-tanzil antara lain: kitab at-tanzil

81Ustadzah Khorid, diwawancarai oleh penulis, jember, 2 Mei 2022.

dari jilid I-VI, buku metode praktis mengajar at-tanzil, dan buku tajwid praktis, buku do’a-do’a dan tepuk-tepuk.82 Dari hasil wawancara dengan ustadzah Maulidatul Hasanah selaku ustadzah jilid VI di pondok pesantren putri Bustanul Ulum pada tanggal 2 Mei 2022 menyatakan bahwa:

“Bahan ajar yang dipakek ada 8 buku, diantaranya adalah: kitab at-tanzil dari jilid I-VI, buku metode praktis mengajar at-tanzil, dan buku tajwid praktis, buku do’a-do’a dan tepuk-tepuk.83

Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar sesuai dengan hasil wawancara dan hasil observasi pada pembahasan sebelumnya, bahwa bahan ajar yang digunakan di Pondok Pesantren Bustanul Ulum dalam pembelajaran membaca al-Qur’an yaitu buku at- tanzil dari jilid I sampai jilid VI, buku metode praktis mengajar at-tanzil sebagai petunjuk bagi para ustadzah, buku tajwid praktis, dan buku do’a dan tepuk-tepuk sebagai materi penunjang.

3) Materi Pembelajaran

Dalam perencanaan metode pembelajaran At-Tanzil menggunakan materi pembelajaran yang dilaksanakan oleh ustadzah jilid I-VI, disesuaikan dengan materi masing-masing jilid, materi yang diberikan kepada santri terdiri dari materi pokok dan penunjang. Materi pokok diantaranya; kitab at-tanzil dari jilid I-VI, buku metode praktis mengajar at-tanzil, dan buku tajwid praktis dan ghorib musykilat haanya untuk santri yang

82Ustadzah Khorid, diwawancarai oleh penulis, jember, 2 Mei 2022.

83Ustadzah Maulidatul, diwawancarao oleh penulis, jember, 2 Mei 2022.

sudah jilid VI. Sedangkan materi penunjang diantaranya; do’a- do’a dan nasyid-nasyid At-Tanzil namun materi penunjang tidak harus diberikan semua, ustadzah berhak mengurangi atau menambahi sesuai kemampuan santri dan ustadzah dan ustadzah berhak memodifikasi materi penunjang sesuai kreatifitas ustadzah. Yakni sebagai berikut:

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Wardatul Kamilah selaku ustadzah jilid I pada tanggal 1 Juni 2022 menyatakan bahwa:

“materi yang diberikan pada jilid I, ada dua yaitu:

materi pokok : huruf hijaiyah (dengan fathah), materi penunjang terdiri dari: tepuk (anak sholeh, rukun Iman, rukun Islam) surat (al-ikhlas,an-nas,al-falaq,al-kautsar), do’a (kedua orang tua, mau makan, sesudah makan, keselamatan dunia akhirat), dan nasyid (sholat fardhu, rukun Islam yang lima)”.84

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Alfiatuz Zahro N.

selaku ustadzah jilid II pada tanggal 1 Juni 2022, menyatakan bahwa:

“materi yang diberikan pada jilid II yaitu materi pokok:

huruf hijaiyah (dengan semua harokat), panjang dan pendek kalimat, dan bunyi huruf hijaiyah, materi penunjang yaitu surat-surat (an-Nasru dan al-Fil, al-lahab), do’a ) ketika ada petir, masuk wc, keluar wc, untuk kedua orang tua, kebaikan dunia akhirat), Nasyid (mad thobi’i).”85

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Muzayyanah selaku ustadzah jilid III pada tanggal 1 Juni 2022, menyatakan bahwa:

“materi yang diberikan pada jilid III terdiri dari materi pokok dan materi penunjang. Materi pokok terdiri dari

84Ustadzah Wardatul kamilah, diwawancarai oleh penulis, Jember, 1 Juni 2022.

85Ustadzah Afiatus, diwawancarai oleh penulis, Jember, 1 Juni 2022.

bunyi huruf hijaiyah (mendalam), pengenalan hukum ro’

(tafkhim dan tarqiq), dan tasydid (dibaca dua), materi penunjang terdiri dari tepuk: (huruf qolqolah, tepuk mad, tepuk malaikat), surat-surat: (al-lahab, al-quraisy,al- kafirun), do’a-do’a: (kebaikan dunia akhirat, do’a mendapat karunia dan musibah), dan nasyid: mim sukun, mad thobi’i.”86

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Halimatus Sa’diyah selaku ustadzah jilid IV pada tanggal 1 Juni 2022, menyatakan bahwa:

“materi yang diberikan pada jilid IV yaitu materi pokok: tanda aula’, hukum al, hukum lafadz Allah, pengenalan dasar-dasar tajwid serta cara bacaannya, hukum mim sukun serta cara bacanya, fawatihus shuwar, materi penunjang terdiri dari: tepuk (huruf ghunnah, nun sukun dan tanwin), suroh (al-kafirun, al-maa’un, dan at-takatsur), do’a-do’a (bercelak, mau wudhu’, sesudah wudhu’, naik kendaraan, masuk masjid, keluar masjid, ketika i;tidal, angin rebut, dan nasyid (sholat fardhu).”87

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Aulia Agustin selaku ustadzah jilid V pada tanggal 1 Juni 2022, menyatakan bahwa:

“materi yang diberikan pada jilid V yaitu materi pokok:

tanda waqof,qolqolah, perbedaan bunyi (tsa’ sukun dan syin sukun), mada wajib muttashil dan mad jaiz munfasil, kalimat (ana), dibaca pendek, nun kecil (iwadl dan idzhar), dan lafadz (illa), materi penunjang terdiri dari: tepuk (sifat wajib bagi Rosul, sifat muhal bagi Rosul, dan kholifah Rosul), suroh (ad-dhuha dan at-tiin, do’a-do’a (mau mandi, mau berpakaian, dan berbuka puasa), dan nasyid (huruf qolqolah, nun sukun dan tanwin).”88

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Siskatul H. Selaku ustadzah jilid VI pada tanggal 1 Juni 2022, menyatakan bahwa:

“materi yang diberikan pada jilid VI materi pokok:

baca al-Qur’an dengan tajwid, ghorib/musykilat al-Qur’an

86Ustadzah Muzayyanah, diwawancarai oleh penulis, Jember, 1 Juni 2022.

87Ustadzah Halimatus, diwawancarai oleh penulis, Jember, 1 Juni 2022.

88Ustadzah Aulia, diwawancarai oleh penulis, Jember, 1 Juni 2022.

serta prakteknya, materi penunjang terdiri dari: tepuk (semua tepuk-tepuk dari jilid I-jilid VI, suroh (semua suroh dari jilid I-jilid VI, do’a-do’a : semua do’a-do’a dari jilid I- jilid IV, dan nasyid (semua nasyid dari jilid I-jilid VI, dan nasyid ghorib).”89

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Vie vie Alfiana selaku ustadzah yang mempersiapkan santri calon wisuda pada tanggal 3 Juni 2022 tentang persyaratan santri yang akan diwisuda bahwa:

“persyaratan untuk santri yang akan diwisuda adalah:

berakhlaqul karimah, telah menyelesaikan belajar kitab at- tanzil dari jilid I-VI, telah menguasai sifatul huruf, dapat membaca al-Qur’an dengan tartil, hatam gharib musykilat.”90

Dapat disimpulkan bahwa materi pembelajaran sesuai dengan hasil wawancara mulai dari ustadzah jilid I-VI yang terdiri dari beberapa orang, bahwa pernyataan mereka sama yaitu materi yang diberikan kepada santri terdiri dari dua materi, yaitu materi pokok dan materi penunjang. Materi pokok merupakan materi yang wajib diberikan kepada santri dari jilid I-VI, Materi pokok diantaranya; kitab at-tanzil dari jilid I-VI, buku metode praktis mengajar at-tanzil, dan buku tajwid praktis dan ghorib musykilat haanya untuk santri yang sudah jilid VI.

Sedangkan materi penunjang diantaranya; do’a-do’a dan nasyid- nasyid At-Tanzil namun materi penunjang tidak harus diberikan semua, ustadzah berhak mengurangi atau menambahi sesuai

89Ustadzah Siskatul, diwawancarai oleh penulis, Jember, 1 Juni 2022.

90Ustadzah Vie vie Alfiana, diwawancarai oleh penulis, Jember, 3 Juni 2022.

kemampuan santri dan ustadzah dan ustadzah berhak memodifikasi materi penunjang sesuai kreatifitas ustadzah.

4) Strategi Pembelajaran

Dalam perencanaan metode pembelajaran At-Tanzil menggunakan strategi pembelajaran yang dilakukan oleh para ustadzah di pondok pesantren putri bahwasanya menggunakan strategi ceramah, drill, sorogan atau privat,klasikal individual dan klasikal baca simak. Yakni sebagai berikut:

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Khoridatut Thoyyibah selaku koordinator ustadzah at-tanzil di pondok pesantren putri Bustanul Ulum pada tanggal 3 Juni 2022.

Menyatakan bahwa:

“Awalnya semua anak membaca secara bersama-sama setiap jilid yang diperhatikan oleh ustadzah masing-masing, apabila terdapat bacaan yang salah, maka dibenarkan. Dan kalau bacaannya benar, dilanjutkan pada bacaan selanjutnya. Setelah itu, satu-persatu santri membaca, namun tidak semuanya, sebagian dilanjutkan keesokan harinya, karena keterbatasan waktu, dan diselingi materi penunjang seperti tepuk, nasyid, do’a-do’a, dan surat-surat sesuai dengan jilid masing-masing.”91

Dari hasil wawancara dengan Alfiatus Zahro selaku ustadzah jilid II pada tanggal 3 Juni 2022 menyaatakan bahwa:

“kalau jilid II biasanya saya suruh baca bersama-sama terlebih dahulu secara berulang-ulang, sebelum saya menyampaikan materi baru. Kalau tidak ada materi baru yang akan disampaikan, maka santri membaca perolehan halaman secara berulang-ulang, agar santri terbiasa membaca Al-Qur’an dan tidak tersendat-sendat membacanya, terkadang santri saya suruh baca satu persatu,

91Khorida, diwawancarai oleh penulis,Jember, 3 Juni 2022.

dan yang lain menyimak. Dan sebelumnya saya menjadi ustadzah jilid I santriwati saya suruh baca terus menerus, jilid II juga begitu karena berkaitan dengan makhraj dan panjang pendek kalimat.”92

Dari hasil wawancara dengan ustadzah Aulia Agustin selaku ustadzah jilid V pada tanggal 3 Juni 2022 menyatakan bahwa:

“kalau jilid V biasanya saya suruh baca terlebih dahulu untuk mengetahui apakah santri bisa atau tidak, dan kalau ada yang salah, maka saya menjelaskan materi yang berkaitan dengan perolehan halaman yang dibaca. Dan santri saya suruh baca lagi bersama-sama lalu membaca satu persatu, yang lain menyimak, tapi tidak semua. Karena santrinya kan banyak juga, selain itu terbatasnya waktu.

Saya selingi dengan baca surat-surat, besoknya do’a-do’a, begitu seterusnya.Materi penunjangnya itu sebagai selingan saja.”93

Dari hasil wawancara pada pembahasan sebelumnya sesuai dengan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran yang dilakukan oleh para ustadzah di Pondok Pesantren Bustanul Ulum sebagai berikut:

a) Ceramah, yaitu ustadzah yang menjelaskan materi tersebut dan bertanggung jawab terhadap penyampaian materi, dan santri yang mendengarkan materi yang diberikan. Strategi tersebut diberikan pada semua jilid.

b) Drill, yaitu ustadzah melakukan pengulangan terus menerus dari materi yang telah diberikan dan strategi itu diterapkan pada santri jilid I dan Jilid II.

92Alfiatus, diwawancarai oleh penulis, Jember, 3 Juni 2022.

93Aulia, diwawancara oleh penulis, Jember, 3 Juni 2022.

c) Sorogan/privat/individual, yaitu suatu strategi yang diterapkan dalam belajar mengajar, yakni dengan cara satu persatu secara bergiliran siswa belajar kepada ustadzah sesuai dengan pelajaran masing-masing, strategi ini diterapkan karena jumlah ruangan kelas yang tidak mencukupi. Strategi tersebut diberikan pada semua jilid.

d) Klasikal dengan individual, yaitu strategi mengajar dengan cara sebagian waktu digunakan mengajar secara klasikal dan waktu selebihnya mengajar individu. Straegi tersebut diberikan pada semua jilid, yakni:

1. 20-25% waktu digunakan untuk mengajar secara klasikal, misalnya hari pertama klasikal untuk pokok pelajaran pertama (dengan halaman latihan), hari kedua untuk pokok pelajaran kedua, dan seterusnya.

2. 70-75% waktu digunakan untuk mengajar individu sesuai dengan pelajaran masing-masing. Strategi ini diterapkan karena dalam satu kelas hanya terdiri dari satu macam jilid saja. Dan tidak dicampur dengan berbagai macam jilid.

e) Klasikal baca simak, yaitu mengajarkan secara klasikal yang kemudian dilanjutkan mengajar individu, tetapi disimak oleh guru bersama-sama dengan siswa lainnya. Pelajaran dimulai dari pokok pelajaran yang paling rendah terus bertahap

secara berurutan sampai pada pokok pelajaran yang tertinggi.

Dengan demikian satu siswa membaca, yang lainnya menyimak, sehingga jika ada yang salah dalam membaca, siswa bersama guru menegurnya. Strategi tersebut diberikan pada semua jilid.

Dari hasil wawancara dan observasi tentang perencanaan metode pembelajaran at-tanzil yang meliputi kompetensi guru, bahan ajar, materi pembelajaran, dan strategi pembelajaran sesuai dengan kajian teori pembelajaran metode at-tanzil.

b. Pelaksanaan Metode Pembelajaran At-Tanzil

Pelaksanaan pembelajaran At-Tanzil dalam pembelajaran Al-Qur’an dilaksanakan pada jam 18:30-19:30 kemudian dilanjutkan lagi setelah ba’dha isya’ pada jam 20:30-21:30. Proses pembelajaran berjalan tertib dan lancar, hanya dari segi waktu tidak disiplin ketika selesai pembelajaran, kalau waktu akan dimulai pembelajaran santri dan ustadzah disiplin, karena waktu selesai pembelajarannya terkadang tidak sama walaupun pada jam pembelajaran sudah ditentukan.

Dari hasil observasi pelaksanaan pembelajarannya sesuai, dan yang dilakukan peneliti pada tanggal 20 Mei 2022, pelaksanaan pembelajaran metode at-tanzil dilaksanakan pada jam 18:30-19:30 kemudian dilanjutkan lagi setelah ba’dha isya’ pada

jam 20:30-21:30. Proses pembelajaran berjalan tertib dan lancar, hanya dari segi waktu tidak disiplin ketika selesai pembelajaran, kalau waktu akan dimulai pembelajaran santri dan ustadzah disiplin. Langkah-langkah pembelajaran sebagai berikut:

1) Ustadzah mengucapkan salam dan berdo’a bersama-sama 2) Ustadzah bertanya materi yang dipelajari sebelumnya

3) Ustadzah menjajaki kemampuan anak (pre-test) dengan membaca al-Qur’an oleh sebagian santri untuk mengetahui kemampuan santri

4) Ustadzah menyuruh santri membaca bersama-sama

5) Ustadzah menjelaskan materi baru disesuaikan dengan materi yang ada pada setiap jilid dari jilid I-VI

6) Ustadzah menyuruh santri satu persatu untuk membaca al- Qur’an, tetapi hanya sebagian santri dari keseluruhan jumlah santri yang ada

7) Membaca do’a-do’a/nasyid/surat-surat/tepuk secara bersama- sama

8) Ustadzah melakukan evaluasi dengan tanya jawab

9) Ustadzah mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdo’a

Sedangkan menurut hasil wawancara dengan ustadzah Khoridatut Thoyyibah selaku koordinator ustadzah at-tanzil

Dalam dokumen implementasi metode at-tanzil (Halaman 100-129)

Dokumen terkait