• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

C. Pola Penetapan Investasi Karyawan KSPPS BMT Assyafi’iyah

38

Seperti yang sudah dijelaskan oleh Bapak Irawan bahwa syarat dan kriteria tersebut harus dipenuhi oleh setiap calon karyawan. Apabila calon karyawan memiliki skill tapi tidak bisa menanamkan investasi sebagai jaminan maka BMT belum bisa menerimanya, begitu juga sebaliknya apabila calon karyawan memiliki dana untuk diinvestasikan tetapi tidak memiliki skill maka BMT belum bisa menerimanya. Jadi skill dan investasi keduanya penting dan sangat diutamakan.77

C. Pola Penetapan Investasi Karyawan KSPPS BMT Assyafi’iyah

besar terhadap pekerjaan yang diembannya karena karyawan merasa menanamkan modal di lembaga ini sehingga akan bekerja dengan sungguh- sungguh dan sebagai jaminan apabila karyawan melakukan kecurangan.

Investasi karyawan dapat memberikan manfaat khususnya untuk karyawan itu sendiri karena invetasi karyawan menjadi tabungan masa depannya ketika keluar dari BMT, serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan dana untuk menambah modal usaha.79

Pada tahun 2017 setiap calon karyawan wajib menginvestasikan uang sebesar Rp.20.000.000,- apabila calon karyawan belum bisa melunasi secara tunai, lembaga memberikan keringanan untuk dapat mengangsur setiap bulan dengan syarat menyertakan sebuah sertifikat kepada lembaga. Dan apabila dalam waktu satu tahun karyawan masih belum sanggup melunasinya maka pihak BMT memberikan solusi untuk melunasi investasi tersebut dengan memotong sebagian gaji karyawan hingga uang investasi tercukupi jumlahnya.80

Sistem perekrutan karyawan dari tahun ke tahun sama saja, baik dalam penyeleksian berkas, tes tertulis maupun tes praktik. Yang berbeda adalah pada jumlah investasinya yang mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Hal ini dikarenakan BMT membutuhkan SDM yang benar-benar siap untuk memasuki dunia kerja, baik skill, moril maupun materil.81

79 Mushbikin, Pimpinan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 13 Maret 2018.

80 Nisfah, Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 14 Maret 2018.

81 Irawan, Account Officer BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 13 Maret 2018.

40

Seperti yang sudah dijelaskan bapak Irawan, bahwa investasi karyawan tidak dapat diambil ketika karyawan masih bekerja di lembaga ini, kecuali pada saat karyawan keluar dari lembaga, uang investasi karyawan dikembalikan 100%. Uang investasi ini tidak akan hilang walaupun pada saat karyawan masih bekerja tidak dapat menggunakannya, karena uang tersebut menjadi jaminan karyawan di lembaga ini.82

Saat ini beberapa dari calon karyawan ada yang mengundurkan diri karena merasa keberatan dengan jumlah investasi yang ditetapkan. Syarat yang ditetapkan BMT berupa investasi tersebut cukup memberatkan, karena pada dasarnya setiapa orang bekerja ingin mendapatkan upah atau penghasilan, bukan untuk mengeluarkan uang sebagai jaminan ia bekerja. Jika dilihat dari jumlah investasi tersebut lebih baik saya gunakan sebagai modal usaha sendiri.83

Menurut Wafin, syarat yang ditetapkan pihak BMT berupa investasi tersebut memang cukup memberatkannya, tetapi ada sisi positif dari iinvestasi tersebut yaitu untuk tabungan masa depan, karena ketika keluar dari BMT investasi karyawan kembali seutuhnya. Saya menyadari jika seseorang ingin sukses harus memulainya dari bawah, tidak ada sejarahmya orang yang sukses berawal dari sesuatu yang mudah, saya juga ingin bisa menjadi pimpinan

82 Mushbikin, Pimpinan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 13 Maret 2018.

83 Rizal, Calon Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 19 Maret 2018.

BMT. Oleh karena itu saya harus memulainya dengan menjadi karyawan terlebih dahulu.84

Sedangkan menurut Leli, sebelum memutuskan untuk mendaftar sebagai calon karyawan, sebaiknya orang tersebut harus mempertimbangkan terlebih dahulu mengenai salah satu syarat yang ditetapkan BMT berupa investasi. Apabila merasa tidak mampu untuk apa diteruskan mendaftar sebagai calon karyawan, karena syarat tersebut mutlak harus dipenuhi.

Menurut saya pribadi, saya tidak keberatan dengan syarat tersebut karena investasi karyawan menjadi tabungan untuk masa depan.85

Syarat dan kriteria yang wajib dipenuhi oleh calon karyawan yaitu harus memiliki skill dan bersedia menginvestasikan dananya. Keduanya sama- sama diutamakan, karena apabila kedua unsur tersebut tidak dapat dipenuhi maka calon karyawan tidak bisa diterima menjadi karyawan.86

Rizal mengungkapkan, bahwa BMT lebih mengutamakan calon karyawan yang memiliki uang sebagai jaminan dibandingkan calon karyawan yang benar-benar memiliki skill, karena banyak calon karyawan yang tidak bisa diterima dan sebagian mengundurkan diri hanya karena tidak mampu menyediakan sejumlah uang untuk diinvestasikan walaupun mereka memiliki skill.87

84 Wafin, Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 14 Maret 2018.

85 Leli, Calon Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 19 Maret 2018.

86 Mushbikin, Pimpinan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 13 Maret 2018.

87 Rizal, Calon Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 19 Maret 2018.

42

Menurut Wafin tidak jauh berbeda dengan ungkapan Rizal, BMT lebih mengutamakan calon karyawan yang sanggup menyediakan sejumlah investasi tersebut dibandingkan dengan calon karyawan yang memiliki skill.88

Sedangkan menurut Leli, skill dan investasi keduanya diutamakan karena pada waktu tes yang kedua yaitu praktik, ada salah satu calon karyawan yang tidak lulus dan orang tua dari calon karyawan tersebut menghubungi pihak BMT dengan menyatakan kesanggupannya untuk membayar investasi lebih dari yang ditentukan asalkan anaknya bisa diterima bekerja di BMT.89

Nisfah mengungkapkan, BMT lebih mengutamakan calon karyawan yang mempunyai uang investasi, karena ada salah satu karyawan yang diterima tanpa tes hanya karena masih ada hubungan persaudaraan dengan manajer BMT.90

Akad perjanjian secara tertulis antara calon karyawan dan BMT tidak ada, sedangkan akad yang terjadi antara calon karyawan dan BMT terucap ketika wawancara sebelum menjadi karyawan, yaitu kesanggupan calon karyawan menyediakan uang investasi sebagai jaminan, dan diperkuat dengan bukti surat pernyataan kesanggupan dari orang tua, sedangkan bagi hasil dari investasi tersebut disamakan dengan simpanan yang lainnya, dan tidak

88 Wafin, Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 14 Maret 2018.

89 Leli, Calon Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 19 Maret 2018.

90 Nisfah, Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 14 Maret 2018.

dijelaskan secara terperinci, karena ketika uang investasi diserahkan, pihak BMT langsung membuatkan rekening investasi karyawan.91

Sedangkan bagi hasil dari investasi tersebut sebesar Rp.20.000.000,- yang ditransfer kerekening karyawan setiap bulan Rp.200.000,- disesuaikan dengan laba yang diperoleh BMT. Apabila dilihat nisbah bagi hasil 40% dan 60% tentu tidak sesuai mengingat uang Rp.20.000.000,- bukan uang yang sedikit, tetapi BMT tidak pernah memberitahu berapa laba yang diperoleh BMT setiap bulannya.92

Tabel Investasi Karyawan

No Nama Lama Kerja Jumlah Investasi Perolehan

1 Mushbikin 5 15.000.000 150.000

2 Irawan 3 15.000.000 150.000

3 Retno 2 20.000.000 200.000

4 Mutmainah 2 20.000.000 200.000

5 Dedi 3 15.000.000 150.000

6 Nisfah 1 20.000.000 200.000

7 Wafin 1 20.000.000 200.000

8 Anjar 2 20.000.000 200.000

9 Fahmi 1 20.000.000 200.000

10 OB 4 - -

11 Satpam 2 - -

91 Wafin, Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 14 Maret 2018.

92 Nisfah, Karyawan BMT As Syafi’iyah Kotagajah, Wawancara, Kotagajah 14 Maret 2018.

44

Dari tabel yang tertera di atas dapat diketahui bahwa investasi karyawan merupakan salah satu syarat yang diwajibkan bagi karyawan yang bekerja di BMT As-Syafi’iyah. Investasi karyawan hanya diwajibkan bagi karyawan yang akan menduduki posisi fonding, kasir, marketing, pimpinan dan manager karena posisi tersebut membutuhkan keahlian dan pelatihan khusus. Sedangkan yang akan bekerja menjadi office boy tidak diwajibkan membayar investasi karyawan, hal ini dikarenakan office boy tidak berkaitan dengan keuangan serta tidak melalui proses seleksi dan rekrutmen terlebih dahulu dan pekerja tidak memerlukan pelatihan dan pendidikan khusus.

Investasi karyawan berbeda dengan investasi pada umunya, karena disini investasi karyawan menjadi jaminan bagi setiap karyawan yang bekerja di BMT ini, bukan hanya sekedar jaminan atau investasi saja, tetapi menjadi jaminan sekaligus investasi. Dalam pembagian keuntungan atau bagi hasilnya dapat diambil setiap bulan dengan porsi bagi hasil 60% untuk karyawan dan 40% untuk BMT dan langsung ditransfer kerekening karyawan masing- masing yang sudah melunasi jaminan investasi tersebut.

Sistem penerimaan karyawan dari tahun ketahun sama saja, hanya sedikit berbeda pada jumlah investasinya. Perbedaan jumlah investasi dari tahun ketahun ini dikarenakan pihak BMT membutuhkan SDM yang benar- benar siap untuk memasuki dunia kerja, baik skill, moril maupun materiil.

Perbedaan investasi tersebut juga untuk membantu BMT dalam modal usaha, sekaligus juga untuk mengurangi resiko kerugian yang akan terjadi. Seperti kita tahu di indonesia semakin tahun nilai rupiah semakin turun.

D. Analisis Penetapan Investasi Karyawan KSPPS BMT Assyafi’iyah Kotagajah

Investasi sebagai kegiatan menanamkan atau menempatkan asset berupa harta ataupun dana pada suatu yang diharapkan akan memberikan hasil pendapatan dimasa mendatang. Jadi investasi merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan jumlah kekayaan. Sedangkan investasi karyawan merupakan salah satu syarat yang diwajibkan bagi calon karyawan. Dimana calon karyawan harus menyediakan sejumlah dana untuk diinvestasikan selama ia bekerja, dengan demikian maka investasi karyawan tidak sama dengan investasi umumnya karena tujuan utama sebagai jaminan untuk mendapatkan pekerjaan.

Istilah investasi karyawan dalam islam hampir sama dengan musyarokah (syirkah) atau lebih tepatnya syirkah al-inan yaitu akad kerjasama antara dua orang atau lebih, masing-masing memberikan kontribusi dana dan berpartisipasi dalam bekerja.

Porsi dana dan bobot partisipasi dalam kerja tidak harus sama, bahkan dimungkinkan hanya salah seorang yang aktif dalam mengelola usahanya.

Sementara keuntungan yang diperoleh maupun kerugian yang mungkin timbul akan dibagisecara proporsional atau sesuai dengan kesepakatan bersama.

Kerjasama yang dilakukan BMT dan karyawan secara islam sebenarnya telah sesuai karena sudah memenuhi rukunnya, yaitu telah dilaksanakannya sighat (ijab/kabul) diawal kerjasama, adanya pihak yang berakad yaitu pihak BMT dan karyawan, dan obyek yaitu dana investasi.

46

Apabila dilihat dari unsur sama-sama ridho antara pihak BMT dan karyawan maka investasi karyawan diperbolehkan, hanya saja dari fakta yang diperoleh bahwa keuntungan maupun kerugian yang timbul tidak dibagi secara proporsional atau sesuai dengan kesepakatan bersama, karena tidak adanya akad tertulis yang menjelaskan prosentase bagi hasil dengan nisbah keuntungan 60% dan 40% dan pihak BMT tidak pernah memberitahu berapa laba yang diperoleh setiap bulannya.

Dalam hal ini terdapat unsur yang menzolimi salah satu pihak, sedangkan dalam islam semua tindakan haruslah bermanfaat serta tidak merugikan orang lain.

E. Analisis Penetapan Investasi Karyawan Berdasarkan Prinsip Etika Bisnis Islam

Berdasarkan fakta yang ditemui peneliti di lapangan, peneliti akan menyesuaikann fakta-fakta tersebut dengan prinsip-prinsip etika bisnis islam.

Adapun prinsip-prinsip etika bisnis islam diantaranya adalah:

1. Tauhid (Keesaan Tuhan)

Secara umum tauhid dipahami sebagai sebuah keyakinan seorang muslim atas ke-esaan Tuhan yaitu dasar yang menjiwai manusia dan seluruh aktivitas hidupnya. Prinsip tauhid mengajarkan bahwa kegiatan bisnis semata-mata bertujuan mendapatkan ridho Allah SWT.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti, peneliti menilai bahwa investasi merupakan penanaman modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan dimasa yang akan

datang. Sedangkan karyawan adalah setiap orang yang melakukan pekerjaan untuk mendapatkan upah atau imbalan sesuai dengan apa yang dikerjakannya. Dalam hal ini karyawan tidak bisa menjadi investor, karyawan hanya sebatas bekerja untuk mendapatkan upah bukan menginvestasikan uangnya untuk jaminan bekerja. Tetapi apabila dilihat dari unsur sama-sama ridho antara pihak BMT dan calon karyawan maka investasi tersebut diperbolehkan dalam islam, karena islam memperbolehkan segala bentuk kegiatan selama itu bermanfaat dan tidak merugikan oranglain.

2. Kebenaran dan Kejujuran

Kebenaran dan kejujuran mempunyai akhlak yang harus diamalkan agar berjalannya suatu usaha itu memperoleh keridhoan dengan cara yang benar dan jujur tanpa merugikan orang lain.

Dengan adanya investasi karyawan maka karyawan akan bekerja dengan bersungguh-sungguh lebih mengedepankan kebenaran dan kejujuran, daripada melakukan kecurangan dalam bekerja karena dampaknya akan dirasakan langsung dari investasi yang ditanamkannya.

3. Tanggung Jawab (Amanah)

Tanggung jawab adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Maksudnya adalah kewajiban menanggung segala sesuatunya dan menanggung segala akibatnya yang ditimbulkan.

48

Berdasarkan pengamatan terkait kegiatan investasi karyawan tersebut, peneliti menilai bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan prinsip tanggung jawab. Karena baik dari pihak BMT ataupun karyawan sama-sama memiliki tanggung jawab tersendiri. Dari kegiatan investasi pihak BMT bertanggung jawab memberikan bagi hasil setiap bulannya kepada karyawan dan juga memberikan kembali secara utuh uang investasi tersebut apabila karyawan keluar dari BMT. Sedangkan karyawan memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap pekerjannya karena merasa menanamkan modal sehingga akan bekerja dengan sungguh-sungguh.

4. Keadilan

Islam berorientasi pada terciptanya karakter manusia yang memiliki sifat dan perilaku yang adil dalam konteks hubungan antara manusia dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan lingkungan yang berpedoman pada al-Qur’an, sunnah Nabi, Ijma, dan Qiyas.

Berdasarkan fakta yang ada di lapangan, kegiatan investasi karyawan di BMT Assyafi’iyah Kotagajah peneliti menilai bahwa dalam menerapkan bagi hasil dari investasi tersebut belum sesuai dengan prinsip keadilan. Dikarenakan pada awal perjanjian akad yang terucap bahwa bagi hasil yang akan didapatkan dari investasi yang dilakukan adalah sebesar 40% dan 60%. Sedangkan bagi hasil dari investasi tersebut sebesar Rp.20.000.000,- yang ditransfer kerekening karyawan setiap bulan Rp.200.000,- disesuaikan dengan laba yang diperoleh

BMT. Dan pihak BMT tidak pernah memberitahu berapa laba yang diperoleh BMT setiap bulannya.

5. Kehendak Bebas

Kehendak bebas menurut pandangan islam, manusia terlahir memiliki kehendak bebas, yakni dengan potensi menentukan pilihan diantara pilihan-pilihan yang beragam, karena kebebasan manusia tidak dibatasi dan bersifat voluntaris. Maka dia juga memiliki kebebasan untuk mengambil pilihan yang benar atau salah.

Berdasarkan fenomena yang terjadi terhadap investasi karyawan maka bisa dikatakan sudah sesuai dengan prinsip kehendak bebas, karena dalam merekrut karyawan walaupun diwajibkan adanya investasi dari pihak BMT untuk jaminan karyawan bekerja, calon karyawan berhak memilih untuk menyertakan investasi atau tidak. Dengan kata lain bebas memilih bila berinvestasi bisa menjadi karyawan, bila tidak maka gugur.

BAB V KESIMPULAN

A. KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti dapat meyimpulkan bahwa tujuan BMT menetapkan investasi pada karyawan baru adalah untuk mendapatkan SDM yang benar-benar siap untuk memasuki dunia kerja, baik skill, moril maupun materiil. Investasi tersebut juga untuk membantu BMT dalam modal usaha, sekaligus juga untuk mengurangi resiko kerugian yang akan terjadi. Dengan adanya investasi maka karyawan akan bekerja degan mengedepankan kejujuran, dengan investasi juga dari pihak BMT maupun karyawan akan lebih bertanggung jawab dan amanah. Akan tetapi dalam hal penetapan bagi hasil antara pihak BMT dan karyawan tidak transparan maka perlu adanya transparansi antara pihak BMT dengan karyawan dalam pembagian hasil dari investasi karyawan tersebut.

B. SARAN

Guna meningkatkan perkembangan KSPPS BMT Assyafi’iyah Kotagajah sebaiknya dalam memilih karyawan hendaknya lebih mengutamakan keahlian (skill), cerdas, cakap, ahli dibidangnya, terampil, bertanggung jawab, amanah, dan dapat bekerja dengan rekannya. Apabila harus menggunakan jaminan investasi karyawwn, hendaknya keuntungan

yang diperoleh maupun kerugian yang mungkin timbul dibagi secara proporsional atau sesuai dengan kesepakatan bersama di awal perjanjian.

52

DAFTAR PUSTAKA

Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islam, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004.

Adiwarman A. Karim, Ekonomi Makro Islam, Edisi ke II, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008.

Afzalur Rahman, Doktrin Ekonomi Islam Jilid I, Penerjemah: Suroyo, Yogyakarta: PT. Dana Bhakti Wakaf, 1995.

Ahmad Ibrahim Abu Sina, Manajemen Syariah Sebuah Kajian Historis dan Kontemporer, Penerjemah: Dimyauddin Djuaini, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2008.

Ahmad Ibrahim, Manajemen Syariah Sebuah Kajian Historis dan Kontemporer, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2008.

Ali Hasan, Manajemen Bisnis Syariah Kaya di Duia Terhormat di Akherat, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2009.

Ali M. Taufiq, Praktik manajemen Berbasis Al-Qur’an, Penerjemah: Abdul Hayyie Al-Kattani, Jakarta: Gema Insani Press, 2004.

Departemen Agama RI, Al-Quran dan Terjemahanya, Bandung: PT Syaamil Cipta Media, 2005.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2001.

Hamzah Ya’qub, Etos Kerja Islami Petunjuk Pekerjaan yang Halal dan Haram dalam Syariat Islam, Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya, 2003.

Http://www.google.Ujid.tripod.com/Islam/kerja8806.htr. diunduh pada 25 November 2015.

http://www.masbied.com/search.pekerja_buruh. diunduh pada 29 November 2015.

Kasiram .Moh, Metodelogi Penelitian Kualitatif-Kuantitatif, Malang: UIN Maliki Press, 2010.

Kasmir, Bank dan Lembaga Keuangan lainnya, Edisi keenam, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002.

Kustoro Budiarta, Pengantar Bisnis, Jakarta: Mitra Wacana Media, 2009.

Muhammad Djakfar, Etika Bisnis dalam Perspektif Islam, Malang: UIN Malang Press, 2007.

Muhammad Ismail Yusuf, Karebet Widjajakusuma, Menggagas Bisnis Islam, Jakarta: Gema Insani Press, 2002.

Muhammad Syafi’i Antonio, Bank Syariah dari Teori Ke Praktik, Jakarta: Gema Insani, 2001..

Mustad Ahmad, Etika Bisnis Dalam Islam, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2005.

Pedoman Penelitian Karya Ilmiah, STAIN Jurai Siwo Metro, Metro, 2013.

Raffik Isa Bekum, Etika Bisnis Islam, Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2004.

Siswanto Sastrohadiwiryo, Manajemen Tenaga Kerja Indonesia Pendekatan Administratif dan Operasional, Jakarta: Bumi Aksara, 2000.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik Edisi Revisi IV, Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2006.

Suryabrata Sumadi, Metodelogi Penelitian,Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada,2008

Sutrisno Hadi, Metode Research Jilid 1, Yogjakarta: Fakultas Psikologi UGM, 1984

Syakir Sula, Asuransi Syariah Konsep dan Sistem Oprasional, Jakarta: Gema Insani, 2004.

Umer Chapra, Islam dan Tantangan Ekonomi, Yogyakarta: Dana Bakti Wakaf, 1997.

Zuriah Nurul, Metodelogi Penelitian Social dan Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2009

54

PENETAPAN INVESTASI PADA KARYAWAN BARU DI BMT AS-SYAFI’IYAH TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM (Studi Kasus di BMT As-Syafi’iyah Kotagajah Lampung Tengah

)

OUTLINE

HALAMAN SAMPUL HALAMAN JUDUL HALAMAN ABSTRAK HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN

HALAMAN ORISINALITAS PENELITIAN HALAMAN MOTTO

HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah B. Pertanyaan Penelitian

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian D. Penelitian Relevan

BAB II LANDASAN TEORI A. Investasi

1. Pengertian Investasi 2. Dasar Hukum Investasi 3. Tujuan Investasi Syariah 4. Prinsip-prinsip Dasar Investasi 5. Jenis-jenis Investasi Syariah

B. Karyawan

1. Pengertian Karyawan 2. Macam-macam Karyawan

3. Perekrutan dan Kriteria Pengangkatan C. Etika Bisnis Islam

1. Penegrtian Etika Bisnis Islam 2. Prinsip-prinsip Etika Bisnis Islam 3. Unsur-unsur Etika Bisnis Islam

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Sifat Penelitian B. Sumber Data

C. Teknik Pengumpulan Data D. Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Singkat BMT As-Syafi’iyah Kotagajah

B. Syarat-syarat Menjadi Karyawan BMT As-Syafi’iyah Kotagajah C. Pola Penetapan Investasi Karyawan BMT As-Syafi’iyah Kotagajah D. Analisis Penetapan Investasi Karyawan BMT As-Syafi’iyah Kotagajah E. Analisis Penetapan Investasi Karyawan Berdasarkan Prinsip Etika

Bisnis Islam

BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan

B. Saran

56

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Pembimbing I Pembimbing II

SITI ZULAIKHA, S.Ag., MH LIBERTY, S.E. M.A NIP : 197206111998032001 NIP : 197408242000032002

ALAT PENGUMPUL DATA (APD)

PENETAPAN INVESTASI PADA KARYAWAN BARU DI BMT AS-SYAFI’IYAH TINJAUAN ETIKA BISNIS ISLAM (Studi Kasus di BMT As-Syafi’iyah Kotagajah Lampung Tengah)

A. Wawancara dengan pimpinan BMT As-Syafi’iyah Kotagajah

1. Dalam seleksi dan rekrutmen karyawan apa saja syarat dan kriteria yang harus dipenuhi oleh calon karyawan?

2. Apabila calon karyawan memiliki skill tetapi tidak bisa menanamkan investasi sebagai jaminan, mana yang lebih diutamakan apakah skill atau jaminannya ?

3. Apakah dasar tentang adanya investasi bagi karyawan baru ? 4. Apakah fungsi investasi bagi karyawan baru ?

5. Bagaimana cara pembagian investasi bagi karyawan baru ? 6. Apakah hal yang diterima karyawan dengan adanya investasi ?

7. Jika karyawan keluar dari BMT apakah dana investasi tersebut kembali ? 8. Selama perekrutan karyawan, apakah ada yang mengundurkan diri atau

dikeluarkan karena investasi ?

9. Apakah ada alternatif lain apabila ingin menjadi karyawan di BMT, tetapi tidak memiliki uang untuk di investasikan kepada pihak BMT?

58

B. Wawancara dengan karyawan BMT As-Syafi’iyah Kotagajah

1. Dari syarat yang ditetapkan oleh BMT yaitu salah satuya harus bersedia melakukan investasi. Bagaimana menurut saudara/I dengan ditetapkannya syarat tersebut ?

2. Apakah pihak BMT lebih mengutamakan calon karyawan yang memiliki skill atau yang mampu melakukan investasi ?

3. Bagaimana akad yang dilakukan BMT mengenai jaminan investasi dan bagi hasilnya?

4. Apakah bagi hasil setiap bulan sesuai dengan nisbah bagi hasil yang ditetapkan BMT ?

Pembimbing I Pembimbing II

SITI ZULAIKHA, S.Ag., MH LIBERTY, S.E. M.A NIP : 197206111998032001 NIP : 197408242000032002

60

62

V

64

66

68

Dokumen terkait