• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Dalam dokumen model problem based learning (pbl) (Halaman 78-84)

PEDOMAN TRANSLITERASI ARAB-LATIN

F. TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.68 Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan, antara lain:

1. Observasi

Teknik observasi dalam penelitian ini menggunakan observasi partisipatif pasif yakni, peneliti secara langsung ke lokasi penelitian untuk melakukan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung untuk mengumpulkan data yang diinginkan sesuai dengan fokus penelitian

68 Mamik, Metodologi Kualitatif (Sidoarjo: Zifatama Publisher, 2015), 103.

tetapi tidak ikut terlibat dalam penelitian.69 Sehingga data dalam observasi ini, sebagai berikut:

a. Pada kegiatan berfikir kritis peserta didik pada model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Menstimulus peserta didik dalam memfokuskan kepada materi bangun ruang balok dan kubus.

2) Mendorong peserta didik memberikan alasan dan kesimpulan dengan permasalahan/ soal yang diberikan oleh guru tentang materi bangun ruang balok dan kubus.

3) Menyusun semua informasi yang di dapatkan tentang materi bangun ruang balok dan kubus di kelas 5 Al-Bukhori dan 5 Al- Kindi

4) Menjelaskan istilah dan memberikan contoh yang berhubungan dengan materi bangun ruang balok dan kubus.

b. Pada kegiatan memecahkan masalah peserta didik dalam penerapan Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Memahami masalah peserta didik tentang bangun ruang balok dan kubus.

69 Hardani, Kualitatif Dan Kuantitatif (CV. Pustaka Ilmu, n.d.).

2) Merencanakan dan menyelesaikan masalah tentang bangun ruang balok dan kubus.

3) Memeriksa kembali jawaban yang akan dikumpulkan atau yang diyakini kebenarannya oleh peserta didik kelas 5 Al-Bukhori dan 5 Al-Kindi.

c. Pada kegiatan belajar mandiri peserta didik dalam penerapan Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Kegiatan belajar mandiri peserta didik sebelum model Problem Based Learning (PBL) di kelas 5 Al-Bukhori dan 5 Al-Kindi diterapkan.

2) Mendorong peserta didik dengan cara guru memberikan stimulus untuk meningkatkan kemampuan kemampuan belajar mandiri (self dirested learning).

2. Wawancara

Teknik wawancara pada penelitian ini menggunakan wawancara semi terstruktur yaitu peneliti melakukan wawancara berdasarkan point pertanyaan dan pedoman yang telah disiapkan kemudian dikembangkan dilokasi penelitian untuk mendapatkan data yang credible. 70 Sehingga peneliti mendapatkan data sebagai berikut:

70 Mamik, Metode Kualitatif, 115.

a. Informasi kemampuan berfikir kritis peserta didik dalam model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Penerapan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan literasi numerasi di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

2) Guru memberikan menstimulus kepada peserta didik pada materi bangun ruang balok dan kubus.

3) Proses berfikir kritis dengan cara memberikan alasan dan membuat kesimpulan saat pembelajaran matematika

4) Menggunakan informasi yang di dapatkan oleh peserta didik sehingga dapat menjelaskan istilah dan contoh soal saat mengkomunikasikan kepada guru.

b. Informasi kemampuan memecahkan masalah peserta didik dalam model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Memahami masalah dibantu dengan media pembelajaran yang diberikan oleh guru.

2) Merencanakan dan menyusun permasalahan dengan cara diskusi kelompok

3) Memeriksa hasil dari pemecahan masalah secara berkelompok sebelum dikumpulkan.

c. Informasi kemampuan belajar mandiri peserta didik dalam model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Mengkontrol proses belajar peserta didik secara mandiri dari merencanakan belajar hingga mengevaluasi hasil tes.

2) Mengerjakan tes menggunakan aplikasi quiziz maupun tes tulis 3) Menjawab pertanyaan dari guru dengan percaya diri dan

tanggungjawab.

3. Dokumentasi

Teknik dokumentasi pada penelitian ini digunakan untuk menelusuri data-data yang berbentuk dokumen, foto, gambar dan bahan statistik.71 Pada teknik pengumpulan data dokument ini, peneliti ingin mengetahui dalam berbentuk tulisan, gambar, atau RPP yang dimiliki guru. Selain itu, peneliti menginginkankan foto, gambar, atau lembaran, data statistik yang terkait dengan bukti fisik Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Literasi Numerasi di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi. Sehingga dalam hal ini memunculkan data yakni:

71 Mamik, Metode Kualitatif, 116.

a. Dokumen kemampuan berfikir kritis peserta didik pada model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Dokumentasi kegiatan model Problem Based Learning (PBL) saat guru mengkomunikasikan dengan peserta didik kelas 5 Al- Bukhori dan 5 Al-Kindi.

2) Dokumentasi media pelajaran dalam menstimulus berfikir kritis peserta didik di kelas 5 Al-Bukhori dan 5 Al-Kindi.

3) Dokumen Rencana Pelaksanaan Pemberlajaran (RPP)

b. Dokumen Kemampuan memecahkan masalah peserta didik pada model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Dokumen hasil sebelum penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas 5 Al-Bukhori dan 5 Al-Kindi.

2) Dokumentasi saat berdiskusi memecahkan masalah.

3) Dokumentasi hasil karya pemecahan masalaha materi bangun ruang balok dan kubus di kelas 5 Al-Bukhori dan 5 Al-Kindi.

c. Dokumen kemampuan belajar mandiri peserta didik pada model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Peserta Didik Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Satu Banyuwangi.

1) Dokumen hasil tes sebelum model Problem Based Learning (PBL) materi bangun ruang balok dan kubus di kelas 5 Al-Bukhori dan 5 Al-Kindi.

2) Dokumentasi tanya jawab antar peserta didik dengan guru.

3) Dokumen hasil tes sesudah model Problem Based Learning (PBL) materi bangun ruang balok dan kubus di kelas 5 Al-Bukhori dan 5 Al-Kindi.

Dalam dokumen model problem based learning (pbl) (Halaman 78-84)