• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Observasi

Observasi ini dilakukan setiap kali tatap muka, dengan tujuan untuk mengamati kegiatan guru dan siswa dan yang diharapkan muncul dalam pembelajaran PAI & BP dengan menggunakan model pembelajaran Blended Learning berbantuan Edmodo. Observasi ini dilakukan untuk mencocokkan dengan perencanaan yang telah dibuat.

b. Tes

Tes diberikan kepada siswa kelas ekperimen dan kelas kontrol sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Tes ini dalam bentuk pilihan ganda.

Dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1) Mengadakan Pre-Test

Tes diberikan kepada siswa sebelum mereka mengikuti program pembelajaran. Soal-soal dalam pre-test sama dengan soal-soal dalam post-test (Evaluasi). Hasil Pre-test bermanfaat sebagai bahan perbandingan dengan hasil post-test setelah siswa mengikuti program pembelajaran.

2) Mengadakan Post-Test (Evaluasi)

Jika Pre-test diberikan sebelum mengikuti proses pembelajaran, maka post-test diberikan setelah siswa mengikuti proses pembelajaran dan yang diberikan pada post-test adalah soal yang sama dengan yang diberikan ketika saat Pre-test.

c. Angket

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab.44 Skala yang digunakan untuk angket ini adalah skala likert, yang terdiri dari lima yaitu Sangat Sesuai (SS), Sesuai (S), Tidak sesuai (TS), Sangat Tidak Sesuai (STS).

1. Validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Uji validitas intrumen digunakan untuk mengetahui apakah alat ukur yang digunakan dalam mendapatkan data valid atau tidak.

Validitas merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesalahan suatu instrumen. Sjatu intrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah.

44Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R & D, (Bandung: Alfabeta,2017), Hal 142.

Menguji validitas soal berguna untuk melihat sejauh mana setiap soal dalam tes dapat mengukur kemampuan siswa.

1) Media pembelajaran

Dalam pembuatan media Edmodo, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan agar layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, yaitu sebagai berikut:

a) tahap rancangan media pembelajaran Edmodo

kegiatan yang dilakukakn pada tahap ini yaitu identifikasi kebutuhan, perumusan tujuan, dan perumusan butir-butir materi sebagai berikut:

(1) Analisis Kebutuhan

kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa yang dimiliki siswa dengan apa yang diharapkan. Setelah kita menganalisis kebutuhan siswa, maka kita juga perlu menganalisis karakteristik siswanya, baik menyangkut kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Jika kita ingin membuat program media, tentu kita berharap program itu akan digunakan atau dimanfaatkan oleh siswa.

(2) Perumusan Tujuan

Tujuan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam setiap kegiatan yang kita lakukan. Tujuan dapat dijadikan acuan ketika kita mengukur apakah tindakan kita betul atau salah, ataukah tindakan kita berhasil atau gagal.

Tujuan ini merupakan pernyataan yang menunjukkan perilaku yang harus dapat dilakukan siswa setelah ia mengikuti proses instruksional tertentu. Dengan tujuan seperti itu, baik guru maupun siswa dapat mengetahui dengan pasti perilaku apa yang harus dapat dilakukan setelah proses pembelajaran berlangsung.

(3) perumusan butir-butir materi

penyusunan rumusan butir-butir materi adalah dilihat dari sub kemampuan atau keterampilan yang dijelaskan dalam tujuan khusus pembelajaran, sehingga materi yang disusun adalah dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses belajar mengajar tersebut. Setelah daftar butir-butir materi dirinci maka langkah selanjutnya adalah mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit, dan dari hal-hal yang kongkrit kepada yang abstrak.

b) Pembuatan Media pembelajaran Edmodo

Proses pembuatan produk media pembelajaran Edmodo yang akan diujikan di SMAN 1 Leces membutuhkan waktu 5-7 Hari.

c) tahap penilaian media pembelajaran Edmodo

media yang telah dibuat selanjutnya dinilai oleh ahli pembelajaran atau ahli kurikulum tingkat pendidikan menengah (dosen), ahli media pembelajaran (dosen) dan ahli pembelajaran (guru kelas).tahap penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah media yang telah dikembangkan layak atau tidak untuk dipakai dalam kegiatan pembelajaran disekolah. Hasil penilaian yang dilakukan oleh para ahli akan dijadikan pedoman untuk merevisi media tersebut. Setelah media tersebut dinilai oleh para ahli, kemudian direvisi berdasarkan data angket yang diperoleh melalui uji ahli atau validasi sehingga diperoleh produk yang telah layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran disekolah. Masing-masing tahap ini dapat dijelaskan sebagai berikut:

(1) Tahap konsultasi

Tahap konsultasi terdiri dari beberapa kegiatan yaitu:

(a) Dosen pembimbing melakukan pengecekan terhadap media yang dibuat. Dosen pembimbing memberikan arahan dan saran perbaikan media yang kurang.

(b) Peneliti melakukan perbaikan media berdasarkan hasil konsultasi yang dilakukan.

(2) Tahap validasi ahli

Tahap validasi ahli terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu:

(a) Ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran (guru mapel) memberikan penilaian dan masukan berupa kritik dan saran terhadap media yang dihasilkan.

(b) Peneliti melakukan analisis data penilaian dan memasukkan berupa kritik dan saran.

(c) Peneliti melakukan perbaikan media.

Validasi produk dapat dilakukan dengan cara menghasilkan beberapa pakar atau tenaga ahli yang sudah berpengalaman untuk menilai produk baru yang dirancang. Adapun kriteria ahli materi dan ahli media adalah dosen dengan kriteria minimal S2 pendidikan atau non-pendidikan, bukan merupakan dosen pembimbing tesis penulis.

Sedangkan kriteria untuk ahli pembelajaran adalah berpendidikan minimal S1 dan yang mengampu mata pelajaran tertentu. Untuk penelitian ini validator ahli media dilakukan oleh Bapak Dr. H.

Mundir, M.Pd dan untuk validator ahli pelajaran yaitu Guru di SMAN 1 Leces.

Validasi ini disebut dengan validasi isi (content) dan validasi desain media pembelajaran yang diperoleh melalui penilaian dan tanggapan dari para ahli dengan mengisi angket dan memberikan masukan atau saran terhadap alat ukur dan buku pedoman bimbingan. Hasil penilaian dan tanggapan tersebut digunakan untuk mengetahui apakah media yang disusun layak atau tidak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran disekolah.

Gambar 5.1

Flowchart Validasi Media Pembelajaran Desain Penilaian

Produk

Draf Media Pembelajaran Edmodo

Draf Media Pembelajaran Edmodo

Konsultasi Ke Dosen Pembimbing

Revisi

Valid

Validasi Ahli Valid

Produk Media Pembelajaran Edmodo

Revisi

Penelitian ini menggunakan validitas untuk mengetahui kevalidan soal tes yang akan digunakan dalam penelitian dan dilakukan sebelum soal diajukan kepada peserta didik. Guna mendapatkan instrumen yang valid dapat dilakukan dengan langkah- langkah sebagai berikut:

a. Menentukan kompetensi dasar dan indikator yang diukur sesuai dengan pokok bahasan pada kurikulum yang berlaku.

b. Membuat soal berdasarkan kisi-kisi kompetensi dasar dan indikator.

c. Melakukan pengujian butir soal dengan meminta bantuan kelas lain.

Pengujian tes dilakukan dengan menggunakan Product Moment yang di kemukakan oleh pearson, dengan rumus sebagai berikut:

Keterangan :

rxy = koefisien Validitas N = Banyaknya Subjek X = Nilai Pembanding

Y = Nilai dari Instrumen yang dicari validitasnya.

Setelah harga koefisien validitas tiap butir soal diperoleh, perlu dilakukan uji signifikansi untuk mengukur keberartian koefisien korelasi berdasarkan distribusi kurva normal dengan menggunakan statistik uji-t dengan persamaan:

Keterangan:

r = koefisien korelasi n = banyaknya responden

Kemudian hasil diatas dibandingkan dengan nilai t dari tabel pada taraf kepercayaan 95% dan derajat kebebasan (dk) = N–2. Jika thitung >

ttabel maka koefisien validitas butir soal pada taraf signifikansi yang dipakai.

Nilai rxy akan dibandingkan dengan koefisien Rtabel = r(a,n-2). Jika Rhitung>Rtabel maka instrumen dikatakan valid namun jika Rhitung≤Rtabel maka instrumen dikatakan tidak valid.

Untuk menginterpretasikan tingkat validitas, maka koefisien kolerasi dikategorikan pada kriteria sebagai berikut:

Tabel 5.2 Klasifikasi Validitas45

Koefision korelasi Kategori

Antara 0,80 sampai 1,00 Sangat Tinggi

Antara 0,60 sampai 0,80 Tinggi

Antara 0,40 sampai 0,60 Cukup

Antara 0,20 sampai 0,40 Rendah

Antara 0,00 sampai 0,20 Sangat Rendah b. Pengujian Reliabilitas Instrumen

Reliabilitas sama dengan konsistensi atau keajegan. Suatu instrumen penelitian dikatakan mempunyai nilai reliabilitas yang tinggi apabila tes yang dibuat mempunyai hasil yang konsisten dalam mengukur yang hendak diukur.53 Uji reabilitas digunakan untuk mengetahui apakah jawaban yang diberikan responden dapat dipercaya atau dapat diandalkan.

Apabila data andal dan dapat dipercaya karena memiliki konsistensi yang tinggi. Jadi reliabilitas mengukur konsistensi (keajegkan).46

Dapat diambil kesimpulan bahwa Instrumen yang dikatakan reliabel adalah instrumen yang apabila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.

Reliabilitas menunjukkan pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data

45 Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek (Jakarta: Rineka Cipta.

2010), 75.

46 Sukardi, Metodologi Penelitian Pendidikan (Jakarta: Pt Bumi Aksara, 2014), 127.

karena instrumen tersebut sudah baik.

Instrumen yang sudah dapat dipercaya, yang reabel akan menghasilkan data yang dapat dipercaya juga. Uji reliabilitas ini bertujuan untuk mengetahuii taraf kepercayaan hasil instrumen. Jika instrumen tersebut memberikan hasil yang tetap atau sama, dapat dikatakan bahwa instrumen tersebut memiliki taraf kepercayan yang tinggi atau dapat dipercaya. Pengujian reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach.

Sebagai berikut:47

Selanjutnya dalam pemberian interprestasi terhadap koefisien reliabilitas tes Rac pada umumnya digunakan sebagai patokan sebagai berikut:

1) Apabila Rac sama dengan atau lebih dari 0, 70 berarti tes yang sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan telah memiliki reliabilitas yang tinggi (= Reliabel).

2) Apabila Rac lebih kecil dari 0, 70 berarti tes yang sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan belum memiliki reliabilitas yang tinggi (Un-

47Bahdi Nur Tanjung Dan Ardial, Pedoman Karya Ilmiah (Proposal Dan Skripsi, Dan Tesis) Dan Mempersiapkan Diri Menjadi Penulis Artikel (Jakarta: Kencana, 2010), 43.

Reliabel).55

c. Tes pengujian Instrumen

1) Pengujian Validitas Instrumen

Untuk menguji validitas instrumen penilaian hasil belajar dapat dilakukan dengan konsultasi dengan para ahli (Experts judgement) yang sesuai dengan bidangnya, agar diperiksa dan dievaluasi secara sistematis sehingga instrumen penelitian valid dan dapat menjaring data yang dibutuhkan. Uji validitas dilakukan dengan uji coba terpakai artinya setelah dihitung insdeks kesukaran dan daya pembedanya, yang tidak memenuhi kriteria tidak diikutkan dalam analisis. Berikut ini merupakan rumus dan klasifikasi dari tingkat kesukaran dan daya pembeda.

Adapun cara yang digunakan untuk mengetahui validitas instrumen adalah dengan mengkorelasikan hasil pengukuran dengan kriteria.

Sedangkan teknik yang digunakan untuk mengetahui validitas adalah teknik Product Moment. Rumusnya:

Keterangan :

rxy = koefisien Validitas N = Banyaknya Subjek X = Nilai Pembanding

Y = Nilai dari Instrumen yang dicari validitasnya.

Adapun ketentuan bahwa instrumen dinyatakan valid atau invalid (tidak valid) adalah jika rxy atau r0 sama atau lebih besar dari pada rtabel

atau r1 maka dapat dinyatakan valid. Dan sebaliknya, jika rxy atau r0 lebih kecil dari pada rtabel atau r1 maka dapat dinyatakan invalid.48

Untuk menentukan nilai rtabel, Maka ditentukan terlebih dahulu α (taraf signifikasi) dan db (derajat kebebasan), penelitian ini menggunakan α (taraf signifikan) sebesar 0,05 atau 5% lalu untuk menentukan db dengan menggunakan rumus sebagai berikut:49

48 Sudjono, Pengantar Statistik, 179-181

49 Sudjono, Pengantar Statistik, 194

db= N-nr

Keterangan:

N : Jumlah sampel

Nr : Jumlah variabel yang dikorelasikan db : Derajat kebebasan

a) Tingkat Kesukaran

Tingkat kesukaran (difficulty index) adalah bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya suatu soal.50 Berikut merupakan rumus untuk mencari tingkat kesukaran tes dibentuk obyektif (pilihan ganda).51

TK = BA−BB

2n

Keterangan:

TK : Tingkat Kesukaran

BA : Jumlah siswa yang menjawab benar pada kelompok pandai/ tinggi BB : Jumlah siswa yang menjawab benar pada kelompok rendah.

2n : Jumlah dari sample pandai dan rendah.

50Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, 210

51Sahlan, Evaluasi Pembelajaran (Jember:Stain Jember, 2015), 210

Untuk memberikan penafsiran terhadap angka indeks kesukaran (TK) dapat dilihat dari table berikut:60

Tabel 5.3 Indeks Kesukaran

No Besarnya P Interprestasi

1 0,00-0,30 Sukar

2 0,31-0,70 Sedang

3 0,71-1 Mudah

b) Daya Pembeda

Daya pembeda adalah kemampuan soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (kelompok tinggi) dan siswa yang lemah (kelompok rendah). 61 daya pembeda harus diusahakan positif dan setinggi mungkin.

Butir soal yang mempunyai daya pembeda positif dan tinggi berarti butir tersebut dapat membedakan dengan baik siswa yang tinggi dan rendah. Siswa kelompok tinggi adalah kelompok siswa yang tergolong pandai atau mencapai skor total hasil belajar yang tinggi. Sedangkan Siswa kelompok rendah adalah kelompok siswa yang tergolong pandai atau mencapai skor total hasil belajar yang rendah.

Daya pembeda dapat ditentukan besarnya dengan rumus sebagai berikut52: DP = BA − BB

2n

Keterangan:

DP : Tingkat Kesukaran

BA : Jumlah siswa yang menjawab benar pada kelompok pandai/ tinggi BB : Jumlah siswa yang menjawab benar pada kelompok rendah.

2n : Jumlah dari sample pandai dan rendah.

Klasifikasi dari daya pembeda suatu soal dipaparkan pada tabel dibawah.

Dimana pada penelitian ini karena menggunakan uji coba terpakai maka soal yang akan dianalisis adalah soal yang memiliki daya beda 0,4-1,00.

52 Sahlan, Evaluasi Pembelajaran.., 211

Tabel 5.4

Indeks Diskriminasi (DP)

Besarnya angka indeks deskriminasi item (DP)

Klasifikasi Interpretasi

Kurang dari 0,20 Poor Butir item yang bersangkutan daya pembedanya lemah

sekali dianggap tidak memiliki daya pembeda

0,20-0,40 Satisfactory Butir item yang bersangkutan telah memiliki daya pembeda

yang cukup

0,40-0,70 Good Butir item yang bersankgutan telah memiliki daya pembeda

yang baik

0,70-1,00 Excellent Butir item yang bersangkutan telah memiliki daya pembeda

yang baik sekali

Bertanda Negatif - Butir item yang bersangkutan daya pembedanya negatif

(sangat lemah sekali)

2) Pengujian Reliabilitas Instrumen

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah jawaban yang diberikan responden dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Apabila data andal, maka data dapat dipercaya karena memiliki konsistensi yang tinggi. Jadi reliabilitas mengukur konsistensi (keajekan).53 Adapun dalam penelitian ini, pengujian reliabilitas instrumen dilakukan dengan Internal consistency, dilakukan dengan cara mencobakan instrumen sekali saja. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan rumus KR-20 (kuder dan Richardson). Untuk menghitung reliabilitas.

Menggunakan rumus KR-20 karena prestasi belajar termasuk jenis tes kemampuan yang tiap butir soal memiliki taraf kesukaran yang berbeda-beda uji taraf kesukaran soal. Berdasarkan hasil perhitungan. Jika hasil rhitung>rtabel maka dapat dikatakan bahwa tes tersebut memiliki koefisien reliabilitas yang signifikan.

Selanjutnya dalam pemberian interprestasi terhadap koefisien reliabilitas tes r11 pada umumnya digunakan patokan sebagai berikut:

a. Apabila r11 sama dengan atau lebih dari 0,70 berarti tes yang sedang diuji reliabilitasnya dinyatakan telah memiliki reliabilitas yang tinggi (=Reliabel) b. Apabila r11 lebih kecil dari 0,70 berarti tes yang sedang diuji reliabilitasnya

dinyatakan belum memiliki reliabilitas yang tinggi (un-Reliabel).54

53Bahdin Nur Tanjung Dan Ardial, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah.., 43

54Sudijono, Pengantar Statistik.., 209

Dokumen terkait