• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknologi dan seni

Dalam dokumen PELAJARI TENTANG PENGANTAR FILSAFAT ILMU (Halaman 128-131)

Pengembangan ilmu, teknologi, dan seni terjadi pada saat adanya akumulasi budaya yang berdasarkan pengembangan kebudayaan di dalam kehidupan sosial sehingga pada diri manusia muncul:

a. pengembangan konsep dirinya bergerak dari seorang pribadi yang bergantung ke arah pribadi yang mandiri;

b. manusia akan mengakumulasi berbagai macam pengalaman yang didapatkan sebagai sumber belajar yang berkembang;

c. kemampuan penalaran manusia meningkat berorientasi pada tugas perkembangan peranan sosial yang dibawa;

d. orientasi pada alam semesta bergeser dari orientasi yang objektif menuju subjektif untuk melakukan suatu aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan. Pengembangan ilmu teknologi dan seni terdapat tingkatan yang melandasinya, yaitu berupa invention, discovery, innovation, dan development.

Ilmu dasar (basic science) merupakan landasan kajian ilmiah yang bersifat asasi yang digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara keseluruhan (Maman Rachman 2008: 207). Pengembangan ilmu dasar untuk kemaslahatan manusia disebut dengan ilmu terapan. Tujuannya adalah memecahkan masalah- masalah yang dialami umat manusia. Misalnya di dalam ilmu bahasa, kita belajar membaca huruf, kata, paragraf, sampai esai. Setiap proses tersebut membuat kita mengerti makna dari apa yang kita baca sehingga kita bisa mengerti berbagai ilmu dari tulisan yang kita baca. Dalam ilmu fisika pun ada fisika dasar dan fisika terapan.

Hasil -hasil dari ilmu terapan dapat berupa pengolahan bahan, penciptaan peralatan, penentuan langkah kegiatan, dan cara pelaksanaan yang ditempuh untuk menghasilkan sesuatu sesuai dengan tuntutannya. Bentuk pengembangan ini disebut teknologi, teknologi itu sendiri adalah suatu cara yang dipandang sebagai

kepandaian untuk membuat sesuatu/melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni. Seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu, dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dan lain sebagainya (Kamus Besar Bahasa Indonesia 1989). Teknologi dan seni merupakan dua hal yang berhubungan karena dengan keduanya yang terdapat dalam suatu karya, baik konkret maupun abstrak akan tercipta sebuah keseimbangan yang indah. Kita tidak bisa membayangkan jika teknologi atau seni berdiri sendiri. Bentuk televisi yang sama, model pakaian yang sama, lukisan- lukisan tangan saja, atau lagu- lagu tanpa adanya musik.

Jadi, teknologi dan seni merupakan penerapan ilmu dasar untuk memecahkan masalah guna mencapai suatu tujuan tertentu, sedangkan ilmu dasar/teori murninya mungkin diperoleh dengan jalan membersihkan pengaetahuan dari dorongan dan kepentingan manusiawi, walaupun berpaham rasionalis ataupun empiris (F Budi Hardiman 2009: 24). Dengan demikian, teknologi dan seni bersifat subjektif karena digunakan untuk tujuan tertentu yang bergantung pada penguasa teknologi dan seni, tetapi tetap harus diikuti norma moral etika kemasyarakatan yang luas. Francis Bacon mengatakan ilmu adalah kekuasaan sehingga teknologi merupakan alat kekuasaan. Akan tetapi, bukan berarti kita menggunakannya secara semena- mena karena ada istilah ilmu amaliah dan amal ilmiah yang berarti ilmu harus diamalkan dan tiap amalan harus bersifat ilmiah. Kata amal dalam bahasa Arab berarti tindakan atau perbuatan, dalam bahasa Indonesia berarti perbuatan kasih sayang atau charity. Jadi, ilmu itu harus berguna bagi orang lain, bukan hanya untuk memuaskan kepentingan pemiliknya sendiri.

Perkembangan teknologi dan seni berjalan bersama dan saling mendukung satu sama lain. Misalnya, seni peran dan seni musik semakin berkembang setelah ditemukannya listrik, seni rupa semakin berkembang setelah ditemukannya kamera foto, dunia sastra tulis pun menang atas sastra lisan setelah Johan Guttenberg menemukan mesin cetak. Di Indonesia, perkembangan teknologi sangat membantu banyak orang dalam berkomunikasi melalui internet, tetapi data menunjukkan hari -hari ini Indonesia menduduki peringkat pertama dalam hal cyber crime sedunia. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan ilmu amaliah.

Teknologi yang mulai bergeser dari teknologi industri menjadi teknologi informasi sekarang ini.

8.2 Penempatan Fungsi Filsafat terhadap Perkembangan Teknologi

Ilmu lahir dari filsafat dalam perkembangannya mempunyai produk yaitu teknologi. Sekarang ini perkembangan filsafat telah terkalahkan oleh teknologi.

Ramifikasi filsafat menjadi lebih sempit dibandingkan dengan ramifikasi teknologi yang lebih luas perkembangannya.

Kita ketahui bahwa sebenarnya sejak dulu teknologi sudah ada atau manusia sudah menggunakan teknologi. Seseorang menggunakan teknologi karena manusia berakal. Dengan akalnya ia ingin keluar dari masalah, ingin hidup lebih baik, lebih aman, dan sebagainya. Perkembangan teknologi terjadi karena seseorang menggunakan akalnya dan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya.

Pada satu sisi, perkembangan dunia IPTEK yang demikian mengagumkan itu memang telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat mesin- mesin otomatis. Demikian juga ditemukannya formulasi-formulasi baru kapasitas komputer, seolah sudah mampu menggeser posisi kemampuan otak manusia dalam berbagai bidang ilmu dan aktivitas manusia. Ringkas kata, kemajuan IPTEK yang telah kita capai sekarang benar-benar telah diakui dan dirasakan memberikan banyak kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan umat manusia. Sumbangan IPTEK terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun, manusia tidak bisa pula menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa IPTEK mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia.

Kalaupun teknologi mampu mengungkap semua tabir rahasia alam dan kehidupan, tidak berarti teknologi sinonim dengan kebenaran sebab IPTEK hanya mampu menampilkan kenyataan. Kebenaran yang manusiawi haruslah lebih dari sekadar kenyataan objektif. Kebenaran harus mencakup pula unsur keadilan. Tentu saja IPTEK tidak mengenal moral kemanusiaan sehingga IPTEK tidak pernah bisa menjadi standar kebenaran ataupun solusi dari masalah-masalah manusia.

Dampak teknologi adalah akibat yang ditimbulkan oleh suatu teknologi, bisa akibat baik bisa juga akibat buruk dalam kehidupan manusia.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan serta sebagai cara baru dalam melakukan aktivitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk hal negatif. Oleh karena itu perlu memposisikan filsafat di dalam teknologi untuk kehidupan manusia yang ingin terus maju dan membawa perkembangan teknologi pada riil dan posisi yang sebenarnya. Untuk itulah dalam kesempatan ini penulis paparkan penempatan fungsi filsafat terhadap perkembangan teknologi.

Dalam dokumen PELAJARI TENTANG PENGANTAR FILSAFAT ILMU (Halaman 128-131)