• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Telaah Pustaka

mempermudah para anggota dalam melakukan kegiatan menabung (tabungan sukarela).33

kemiskinan desa Medan Estate. Penyaluran zakat yang dilakukan yakni secara konsumtif dan nilainya terbatas menjadikan zakat yang diberikan kepada mustahik hanya dapat membantu sesaat saja dan sulit bagi mustahik untuk dapat memperbaiki taraf kehidupannya. Dan juga tidak adanya kebijakan-kebijakan tertentu untuk dapat memaksimalkan penghimpunan yang ada sehingga penyaluran zakat secara produktif dapat dilakukan secara khusus dalam rancangan strategi pendistribusian zakat.34

Mencermati hasil penelitian Saipul Bahri Hasibuan terdapat relevansi dengan peneliti yang peneliti teliti yaitu sama-sama membahas tentang peran BAZNAS dalam pemberdayaan masyarakat, akan tetapi dalam skripsi tersebut lebih memfokuskan bagaimana pemberdayaan dilakukan oleh BAZNAS desa Medan Estate dalam mengentaskan kemiskinan sedangkan yang peneliti lakukan adalah bagaimana peran BAZNAS lebih memfokuskan pada pemberdayaan usaha koperasi syariah.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Weni Novira Sari, Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau dengan Judul “Peranan Badan Amil Zakat Nasional Dalam Pemberdayaan Umat Di Kabupaten Tanah Datar (Studi Kasus Kecamatan Sungai Tarab)”.

Dalam penelitian tersebut penulis menjelaskan bahwa Peranan BAZNAS dalam pemberdayaan umat di Kabupaten Tanah Datar telah berjalan dengan baik melalui beberapa program unggulan. Dengan adanya

34Saipul Bahri Hasibuan, “Peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sumatera Utara Dalam Memberdayakan Masyarakat Miskin Desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang”, (Skripsi, Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2019).

pemberdayaan umat melalui zakat secara optimal maka masalah perekonomian khususnya kemiskinan dan juga usaha produktif yang terjadi di masyarakat akan mensejahterakan dari sisi ekonomi. Dalam meningkatkan ekonomi umat masih terdapat beberapa macam penghambat atau kendala yaitu pemahaman masyarakat terhadap kewajiban berzakat perlu ditingkatkan kemudian sikap mental para muzakki masih kurang karena banyak diantara muzakki yang memberikan zakat kepada orang terdekatnya.35

Mencermati hasil penelitian Weni Novira Sari tersebut terdapat relevansi dengan yang peneliti lakukan yaitu terdapat kesamaan yang membahas tentang peran BAZNAS dalam pemberdayaan umat serta untuk meningkatkan pendapatan disetiap masyarakat menengah kebawah. Dapat juga disimpulkan bahwa mengenai peran yang dilakukan oleh BAZNAS disetiap provinsi maupun kabupaten di indonesia dengan tujuan yang sama untuk mensejahterahkan masyarakat dan juga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat lebih baik kedepannya terkhususnya untuk para mustahiq.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Rokyal Aini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Mataram dengan Judul “Peluang Dan Tantangan Koperasi Serba Usaha (KSU) Syari’ah Mitra Paerta

Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Anggota Di Dusun Medugul Desa Badrain Kec. Narmada Kab. Lombok Barat”.

35Weni Novira Sari, “Peranan Badan Amil Zakat Nasional Dalam Pemberdayaan Umat Di Kabupaten Tanah Datar (Studi Kasus Kecamatan Sungai Tarab)”, (Skripsi, Fakultas Ekonomi Dan Ilmu Sosial UIN SUSKA Riau, 2018).

Dalam penelitian tersebut penulis menjelaskan tentang Peluang dan tantangan Koperasi Serba Usaha (KSU) Syari’ah Mitra Paerta dalam, meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota. Dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota cukup signifikan dilihat dari keterlibatan KSU Syari’ah Mitra Paerta terhadap para anggota yang mendukung berjalannya usaha untuk memajukan perekonomian masyarakat walaupun tantangannya KSU Syari’ah Mitra baru melakukan konversi, akan tetapi KSU Syari’ah Mitra mampu memberikan arahan dan kontribusi kepada para anggota untuk bersama-sama meningkatkan taraf hidup yang layak.

Dengan adanya upaya dan kontribusi dari pihak KSU Syari’ah Mitra untuk para anggota terjaminlah kualitas hidup, dimana kontribusi KSU Syari’ah Mitra meliputi melakukan pelatihan wajib mitra usaha, memberikan motivasi untuk merubah hidup, monitoring, dan membangun relasi serta menjaga rasa kekeluargaan.36

Dalam penelitian tersebut, peneliti menemukan ada kesamaan dalam hal lembaganya yakni sama-sama lembaga koperasi syariah, tetapi ada perbedaan yang mencoloko dengan penelitian yang peneliti lakukan saat ini. Dalam penelitian tersebut peneliti lebih menyoroti tentang meningkatkan kesejahteraan anggota, serta terjaminnya kualitas hidup anggota dengan memberikan pelatihan wajib mitra usaha dan monitoring.

Sedangkan peneliti yang menjadi objek penelitiannya yaitu peran baznas dalam pemberdayaan usaha Koperasi Syariah Karya Mabrur Bersama

36Rokyal Aini, “Peluang dan Tantangan Koperasi Serba Usaha (KSU) Syari’ah Mitra Paerta dalam Meningkatkan Kesejahteraan Ekonomi Anggota di Dusun Medugul Desa Badrain kec. Narmada kab. Lombok Barat”, (Skripsi, FEBI UIN Mataram, 2019).

Mataram serta terdapat objek peluang dan tantangan untuk mengatasi yang akan terjadi di masa yang akan datang.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Nine Haryanti, Yini Adicahya, Rizky Zulfia Ningrum, Fakultas Ekonomi Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan Judul “Peran Baznas Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya”.

Dalam penelitian tersebut penulis menjelaskan Peran lembaga BAZNAS sangat diperlukan untuk terciptanya kelayakan hidup seluruh umat manusia serta mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam memecahkan masalah ekonomi dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. Dana zakat bisa digunakan sebagai modal untuk usaha, dimana usahanya termasuk kategori menengah kebawah/ kecil. Program dari Lembaga BAZNAS mampu berdampak nyata, supaya dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian. Lembaga BAZNAS atau Amil Zakat Nasional di Kabupaten Tasikmalaya sudah secara optimal menghimpun dan mendistribusikan sesuai dengan aturan atau ketetapan yang ada.37

Dalam penelitian tersebut peneliti menyimpulkan bahwa terdapatnya kesamaan yaitu peran baznas serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat menengah kebawah. Dalam Artikel tersebut termasuk dalam tipe penelitian studi literatur atau studi pustaka dengan

37Nine Haryanti, Yini Adicahya, Rizky Zulfia Ningrum, “Peran Baznas Dalam Meningkatkan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya”, Iqtisadiya Jurnal Ilmu Ekonomi Islam, 1 (2020). https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/iqtisadiya/article/viewFile/10172/

4913

mencari rujukan teori-teori relefan yang menunjang dalam penelitian.

Sedangkan yang peneliti teliti yaitu tentang studi kualitatif dengan menfokuskan pada peran BAZNAS dalam pemberdayaan usaha Koperasi Syariah Karya Mabrur Bersama Mataram.

5. Penelitian yang dilakukan oleh Bashlul Hazami Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dengan Judul “Peran Badan Amil Zakat Nasional Kota Mojokerto Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat”.

Dalam penelitian tersebut peneliti menyimpulkan metodologi yang digunakan peneliti ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan penelitian studi kasus. Penulis membahas tentang pemberdayaan ekonomi masyarakat dibagi menjadi dua: pertama, pemberdayaan ekonomi kepada asnaf fakir miskin dengan program beasiswa, perbaikan rumah dan hibah modal. Kedua, pemberdayaan ekonomi kepada pelaku UKM/IKM dengan program Pembiayaan Usaha Syariah (PUSYAR). Dalam hal ini ada suatu kesamaan yaitu mengetahui peran baznas serta pemberdayaan ekonomi masyarakat dan mempunyai tujuan dan objek yang sama dengan peneliti.38

38Bashlul Hazami, ”Peran Badan Amil Zakat Nasional Kota Mojokerto Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat”, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (2016).

http://repository.unair.ac.id/id/eprint/33234

Dokumen terkait