• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tembok Laut (Seawall)

J. Batimetri dan Topografi

2. Tembok Laut (Seawall)

Seawall adalah jenis konstruksi pengaman pantai yang ditempatkan sejajar atau kira-kira sejajar dengan garis pantai, membatasi secara langsung bidang daratan dengan air laut, dapat dipergunakan untuk pengamanan pada pantai berlumpur atau berpasir. Fungsi utama jenis konstruksi pengaman pantai tersebut antara lain : melindungi pantai bagian darat langsung di belakang konstruksi terhadap erosi akibat gelombang dan arus serta sebagai penahan tanah di belakang konstruksi.

Seawall merupakan konstruksi yang masif, direncanakan untuk dapat menahan gaya gelombang yang relatif tinggi secara keseluruhan. Bahan konstruksi yang lazim dipakai antara lain pasangan batu dan beton.

Gambar 13 Contoh desain Seawall (Bambang Triatmojo)

Kriteria perencanaan seawall : 1. Elevasi mercu

Elmercu = DWL + Ru + Fb ……… 58

Dimana :

Elmercu : Elevasi mercu seawall (m) DWL : Design Water Level (m) Ru : Run up gelombang (m) Fb : Tinggi jagaan ( 1,0 – 1,5 m) 2. Lebar mercu

Lebar mercu seawall paling tidak tiga kali diameter equivalen batu lapis lindung. Bila mercu dipergunakan untuk jalan maka lebar mercu dapat diambil antara 3,0 – 6,0 m.

3. Berat lapis lindung 𝑊 = 𝛾𝑏3

𝐾𝐷 𝑥3cos (𝜃) ………. 59 ∆= (𝛾𝑏−𝛾𝑎)

𝛾𝑎 ………. 60

Dimana :

W : Berat minimum batu (ton) H : Tinggi gelombang rencana (m) KD : Koefisien stabilitas batu lapis lindung Θ : Sudut lereng seawall

γa : berat satuan air laut (ton/m3)

γb : Berat satuan batu lapis lindung (ton/m3)

4. Tebal lapis Lindung t = 2de= 2(W

γb)1/3 ……….. 61 Dimana :

t : Tebal lapis lindung (m) de : diameter equivalen (m) W : Berat lapis lindung (tf)

γb : Berat satuan batu lapis lindung (ton/m3) 5. Toe Protection

Tebal toe protection = 1t – 2t, sedangkan berat batu lapis pelindung dipergunakan kira-kira ½ dari yang dipergunakan pada dinding seawall.

(Yuwono, hal:17, 2004). Menurut Triatmodjo, berat butir batu untuk pondasi dan kaki bangunan diberikan oleh persamaan berikut :

𝑊 = 𝛾𝑟𝐻3

𝑁𝑠3(𝑆𝑟−1) ……… 62 Dimana :

W : Berat rerata butir batu (ton) γb : Berat jenis batu (ton/m3)

Sr : Perbandingan antara berat jenis batu dan berat jenis air laut Ns : Angka stabilitas rencana untuk pondasi dan pelindung kaki

bangunan seperti diberikan dalam gambar 24 γa : berat jenis air laut (= 1,025 -1,03 ton/m3)

6. Gaya Lateral Akibat Tekanan Tanah Pada Seawall a. Tekanan Tanah Aktif

H

Pa

Pp 1/3. H

Besar gaya yang bekerja pada seawall akibat tekanan tanah aktif (timbunan tanah reklamasi) tergantung pada karakter fisik partikel.

Untuk menghitung gaya akibat tekanan tanah aktif dapat dihitung dengan formula (lihat Gambar 27):

Pa . .H Ka 2.c.H. Ka 2

1 2

2) 45 1 (

1 2

Tan

Sin

Ka Sin

Dimana: Pa = gaya akibat tekanan tanah aktif (tf/m’) Ka = koefisien tekanan tanah aktif

H = tinggi struktur (m) C = Kohesi tanah (tf/m2)

 = berat volum tanah (tf/m3)

 = sudut geser dalam tanah

Gambar 14 Gaya akibat tekanan tanah aktif (Triatmodjo, 1999)

b. Tekanan Tanah Pasif

Gaya yang bekerja pada seawall dalam menahan gerakan seawall disebut gaya tanah pasif (Pp), yang besarnya dapat dihitung dengan formula :

Kp H c Kp H

Pp . . 2. . . 2

1 2

………

)

45 2 sin (

1 sin

1 2

  Tan

Kp ………

c. Gaya Gempa

Gaya gempa bekerja pada bangunan pantai, terdiri dari gaya gempa statik yang bekerja pada titik berat bangunan seawall, gaya gempa hidrodinamik yang disebabkan bertambahnya tekanan air akibat adanya gempa, dan gaya gempa yang disebabkan bertambahnya tekanan tanah aktif akibat gempa

1) Gaya statik pada seawall akibat gempa

Besarnya gaya gempa ini dapat dihitung dengan rumus:

FG = kh . W ……… 63 kh = ad/g ………. 64 ad = z . ac . v ... 65 Dimana:

FG = gaya gempa

W = berat seawall (tf/m’)

kh = koefisien gempa horizontal g = percepatan grafitasi bumi (981 gal)

ac = percepatan gempa dasar (gal)

Kala ulang 20 tahun ac = 85 gal Kala ulang 100 tahun ac = 160 gal Kala ulang 500 tahun ac = 225 gal Kala ulang 1000 tahun ac = 275 gal

ad = percepatan gempa rencana (gal) z = Koefisien zona (lihat Gambar 4.18) v = faktor koreksi jenis tanah setempat:

Batuan v = 0,8 Diluvium v = 1,0 Alluvium v = 1,1 Alluvium lunak v = 1,2 2) Gaya hidrodinamik akibat gempa

Besarnya gaya hidrodinamik akibat gempa dapat dihitung dengan rumus:

PG = kh. w. D ………. 66 Dimana:

PG = gaya hidro dinamik (tf/m2) kh = koefisien gempa horizontal

d = kedalaman air didepan tempok laut (m)

w = Berat volume air laut (tf/m3)

3) Gaya tekanan tanah akibat gempa

Gaya tekan tanah pada saat terjadi gempa dapat dihitung dengan formula (Direktorat Jendral Sumber Daya Air,2004):

PD = ½ . Ke.  . H2 ... 67

2 2

2

) ( ).

(

) (

).

1 ( ) (

. .

) (

 

Cos Cos

Sin Cos Sin

Cos Cos

Ke Cos

) 1 tan( .

v h

k arc k

 ……….. 68

Dimana:

PD = tekanan tanah total (dinamik + statik) (tf/m’) Ke = koefisien tekanan tanah pada saat gempa H = tinggi tanah (m)

 = berat satuan volum tanah (tf/m3)

 = kemiringan bidang tembok terhadap vertikal

 = kemiringan muka tanah

 = sudut gesek dalam tanah

= sudut geser tanah dan tembok

Dalam perencanaan seawall atau revetment perlu ditinjau fungsi dan bentuk bangunan, lokasi, panjang,tinggi, stabilitas, bangunan dan tanah pondasi, elevasi muka air baik didepan maupun dibelakang bangunan, ketersediaan bahan banguanan dan sebagainya.

Penjelasan tentang susunan dan manfaat seawall (revetment) Susunan dinding pantai Manfaat atau kegunaan

Blok beton atau pasangan batu

Untuk melindungi bangunan yang berada sangat dekat dengan garis pantai.

Pondasi tiang dilengkapi dengan turap baja

Untuk mencegah erosi tanah pondasi oleh serangan gelombang dan piping oleh aliran air tanah.

Sisi tegak dari turap baja, kayu atau bambu

Sebagai dermaga untuk

merapat/bertambatnya perahuperahu/

kapal kecil pada saat laut tenang.

Selain itu untuk menahan tekanan tanah dibelakangnya, turap tersebut diperkuat dengan angker.

Tumpukan bronjong Bisa menyerap energi gelombang, sehingga elevasi puncak bangunan bisa rendah (run-up kecil).

Tumpukan batu pecah yang dibuat dalam beberapa lapis.

Lapis terluar merupakan lapis pelindung terbuat dari batu ukuran besar sedangkan lapisan di

bawahnya terdiri dari tumpukan batu dengan ukuran lebih kecil

Untuk menahan serangan gelombang dan dapat mengikuti penurunan atau konsolidasi tanah dasar

Tumpukan pipa (buis) beton Untuk pelindung pantai hanya dilakukan pada perairan yang relatif dangkal dan tanah dasar perairan relatif keras

Sumber : FAIQ's Archives & Edu-Blog.com)

Antara daratan yang dilindungi (perumahan penduduk) dan seawall tersebut diberi ruang antara (buffer zone) selebar ± 15 m. Buffer zone ini mempunyai fungsi sebagai berikut :

a. Untuk memberi jarak antara pemukiman dan bangunan sehingga apabila terjadi limpasan air (air pasang bersamaan dengan gelombang besar) tidak langsung mengenai pemukiman penduduk.

b. Sebagai jalan inspeksi selama perawatan bangunan.

c. Untuk menghilangkan kesan kumuh terhadap daerah yang dilindungi

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2017 dengan lokasi penelitian di lakukan di Pantai Galesong Selatan, terletak di Dusun Pappa, Desa Atabbuah Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar.

Gambar 15 Lokasi penelitian B. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang dibutuhkan dari instansi atau badan-badan terkait dalam penelitian ini adalah :

a. Data angin diperoleh dari stasiun Maritim Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Paotere Makassar

b. Data pasang surut untuk wilayah Takalar c. Hasil pengukuran topografi

d. Peta LPI (Lingkungan Pantai Indonesia) dengan skala 1 : 50.000

Dokumen terkait