• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Analisis

Dalam dokumen DAFTAR PUSTAKA (Halaman 43-49)

BAB III METODE PENELITIAN

D. Metode Analisis

Menurut Sugiyono (2009), analisis data adalah proses mencari dan menyusun data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain secara sistematis sehingga mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.

Analisis yang digunakan di dalam penelitian ini adalah melalui analisis deskriptif, yaitu merupakan analisis yang paling mendasar untuk menggambarkan keadaan data secara umum dan fakta atau fenomena-fenomena serta kejadian faktual yang terjadi.

Analisis deskriptif ini untuk menganalisis kondisi yang terjadi pada audit operasional terhadap pengelolaan produksi pada PT. Semen Tonasa Pangkep secara akurat.

33 A. Sejarah Singkat Perusahaan

a. Sejarah Singkat PT. Semen Tonasa Pangkep

PT. Semen Tonasa (Persero) mulai didirikan berdasarkan Tap MPRS RI No.II/MPRS/1960, tanggal 05 Desember 1960 tentang pola pembangunan Nasional Semesta berencana tahapan 1961-1969.

Di dalam Tap MPRS tersebut membahas mengenai pola proyek bidang produksi industri golongan AI 1953 No. 54 yang mencantumkan rencana untuk mendirikan pabrik semen di Sulawesi Selatan dengan hasil produksi 375.000 ton/tahun. Tujuan mendirikan pabrik semen tersebut dimaksudkan untuk mensuplai semen untuk pembangunan Kawasan 1. Pabrik Semen Tonasa I

Pabrik Semen Tonasa I berlokasi di desa Tonasa Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkajene Kepulauan Propinsi Sulawesi Selatan.

Letaknya kurang lebih 60 km sebelah utara Kota Makassar dan didirikan berdasarkan Tap. MPRS RI No.II/MPRS/1960 tanggal 5 Desember 1960.

Pelaksanaan pembangunan yang dimulai bulan Juni 1962, sepenuhnya dilaksanakan oleh Proyek Semen Tonasa dan dibantu oleh kontraktor lokal untuk semua jenis pekerjaan. Pada tanggal 2

November 1968, pembangunan pabrik selesai dilaksanakan dan pabrik diresmikan oleh Menteri Perindustrian, M. Yusuf.

Sesudah operasi selama 16 tahun, ternyata pabrik Semen Tonasa I yang menggunakan proses basah tidak lagi mampu untuk diteruskan beroperasi secara ekonomis akibat terjadinya beberapa kali kenaikan bahan bakar minyak. Di samping itu, adanya pabrik Semen Tonasa II dan mulai beroperasinya pabrik Semen Tonasa III pada tahun 1984, menyebabkan kebutuhan semen di wilayah pemasaran PT Semen Tonasa masih dapat disuplai oleh pabrik Semen Tonasa II dan Tonasa III tersebut.

Oleh karena itu, pada bulan November 1984 diputuskan untuk menghentikan sementara Semen Tonasa I sambil meneliti kemungkinan pemanfaatan lebih lanjut.

2. Pabrik Semen Tonasa II

Pabrik Semen Tonasa II yang berlokasi di Desa Mangilu, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Propinsi Sulawesi Selatan, 25 Km di Sebelah Utara Pabrik Semen Tonasa I, yang didirikan berdasarkan persetujuan Bappenas No.023/XL-LC/B.V/76 dan No.285/D.I/IX/76 tanggal 2 September 1976.

Proyek pembangunan pabrik Semen Tonasa II secara resmi dimulai tanggal 20 Oktober 1976. Perencanaan dan pembangunan pabrik dilakukan oleh Countinho Caro & Co dari Jerman Barat bersama Swan Wooster Canada, secara Fized Fee, berdasarkan

perencanaan dasar yang dibuka oleh Dyckerhoff Engineering. Mesin- mesin utama pabrik dan sebagian besar bahan konstruksi untuk pekerjaan sipil didatangkan dari Canada. Dalam pengawasan seluruh proyek, baik dalam pemasangan mesin-mesin utama maupun dalam pelaksanaan konstruksi sipil, PT. Semen Tonasa dibantu oleh Dyckerhoff Engineering. Sedangkan yang menyangkut masalah hukum, PT. Semen Tonasa dibantu oleh Konsultan Hukum Delson dan Gordon dari Amerika Serikat.

Pada tanggal 15 Desember 1979, pembangunan Pabrik Semen Tonasa II selesai dan diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 28 Februari 1980.

3. Pabrik Semen Tonasa III

Pabrik Semen Tonasa III yang berlokasi di tempat yang sama dengan Pabrik Semen Tonasa II, dibangun berdasarkan persetujuan Bappenas: No.32/EXC-LC/B.V/1981 dan No.2177/WK/10/1981 tanggal 30 Oktober 1981.

Pada tanggal 3 April 1985 Pabrik Semen Tonasa III selesai dan diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri LeeKwan Yew dari Singapura.

4. Pabrik Semen Tonasa IV

Perluasan Pabrik Semen Tonasa tidak berhenti hanya pada Semen Tonasa II dan III yang telah berkapasitas total 1.180.000 ton/tahun. Untuk menunjang laju pembangunan nasional, Semen

Tonasa yang memiliki bahan baku yang cukup serta dukungan pemerintah kepada perusahaan milik negara ini, maka didirikanlah pabrik Semen Tonasa IV berdasarkan SK. Menteri Perindustrian No.82/MPP.IX/1990 tanggal 2 Oktober 1990, dan SK. Menteri Keuangan RI No.9.1549/MK.013/1990 tanggal 29 November 1990.

Pabrik Semen Tonasa Unit IV dibangun pada lokasi sama dengan Tonasa II dan III, dengan kapasitas yang lebih besar yaitu 2.300.000 ton/tahun dengan menggunakan teknologi canggih yaitu Digital Control System (DCS) dalam proses pengendalian operasional.

Dengan demikian PT. Semen Tonasa memiliki pabrik semen dengan total kapasitas terpasang sebesar 3.480.000 ton/tahun. Pabrik Tonasa Unit IV diresmikan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 September 1996.

Tonasa Unit IV dikerjakan secara Swakelola oleh PT Semen Tonasa dibantu oleh PT Rekayasa Industri sebagai konsultan.

b. Konsolidasi Dengan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk

Sebelum konsolidasi dengan PT. Semen Gresik (Persero) Tbk, pemegang saham PT. Semen Tonasa adalah Pemerintah Republik Indonesia. Konsolidasi dengan Semen Gresik (Persero) Tbk dilaksanakan pada tanggal 15 September 1995 dan kemudian sesuai dengan keputusan RUPSLB pada tanggal 13 Mei 1997, 500 lembar saham portepel dijual kepada koperasi Karyawan Semen Tonasa (KKST), sehingga pemegang

saham PT. Semen Tonasa saat ini adalah PT. Semen Gresik (Persero) Tbk yaitu sebesar 99,9998 % dan Koperasi Karyawan Semen Tonasa yaitu sebesar 0,0002%.

c. Pembangunan Sarana Penunjang

Untuk membantu kelancaran operasi produksi dan pemasaran Semen Tonasa di Kawasan Timur Indonesia, maka pada tahun 1995 PT.

Semen Tonasa mulai membangun unit pengantongan semen atau terminal Packing Plant di beberapa daerah pelabuhan di Indonesia Bagian Tengah dan Indonesia Bagian Timur, antara lain:

1. Packing Plant Bitung (Sulawesi Utara) 2. Packing Plant Makassar (Sulawesi Selatan) 3. Packing Plant Ambon (Maluku)

4. Packing Plant Celukang Bawang (Bali) 5. Packing Plant Samarinda (Kalimantan Timur) 6. Packing Plant Banjamasin (Kalimantan Selatan) 7. Packing Plant Palu (Sulawesi Tengah)

Dengan adanya unit pengantongan semen di daerah, hambatan pemasaran PT Semen Tonasa seperti keterlambatan pengiriman semen dapat diatasi dengan baik. Di samping itu, PT Semen Tonasa juga membangun pembangkit listrik tenaga uap atau Boiler Turbine Generator (BTG) di Pelabuhan Biringkassi dengan kapasitas 2x25 MW yang dikerjakan oleh Chenda Chemical Engineering Corporation of China (CC E CC).

d. Status perusahaan

Pada awal berdirinya pabrik Semen Tonasa I dalam masa kontruksi, perusahaan masih berstatus ”Proyek” di bawah naungan Departemen Perindustrian dan Pertambangan. Dengan selesainya proyek pembangunan pabrik Semen Tonasa I, pada tanggal 2 November 1968, status perusahaan di tingkatkan menjadi status ”Pabrik” sampai dengan tahun 1971. Pabrik Semen Tonasa ditetapkan menjadi BUMN yang berbentuk Perusahaan Perum (PERUM) berdasarkan PP No. 54 tahun 1971 tanggal 8 September 1971.

Pada tahun 1975, perusahaan meningkat menjadi Perusahaan Perseroan (Persero), berdasarkan PP No. 1 tahun 1975. Perubahan bentuk hukum dari PERUM menjadi PERSERO disahkan tahun 1976 dengan akte Notaris Soewarno SH, No. 6 tanggal 9 Januari 1976 di Jakarta dan diperbaiki dihadapan Notaris. H. Bebasa Dg. Lalo SH, No. 64 tanggal 20 Mei 1976. Terakhir dengan perubahan Anggaran Dasar oleh Notaris Hadi Moentoro SH, di Jakarta No. 11 tanggal 12 Desember 1984.

B. Visi dan Misi Perusahaan 1) Visi

“Menjadi perusahaan persemenan terkemuka di Asia dengan tingkat efisiensi tinggi”

2) Misi

1. Meningkatkan nilai perusahaan sesuai dengan keinginan stakeholder.

2. Memproduksi semen untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan kualitas dan harga bersaing serta penyerahan tepat waktu.

3. Senantiasa berupaya melakukan improvement di segala bidang, guna meningkatkan daya saing dipasar dan ebitda margin perusahaan.

4. Membangun lingkungan kerja yang mampu membangkitkan motivasi karyawan untuk bekerja secara professional.

3) Sasaran perusahaan

Untuk mencapai misi tersebut, maka perusahaan mengadakan analisa dan menetapan sasaran-sasaran antara lain:

1. Sasaran Jangka Pendek

a. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia serta kondisi teknis dan keuangan perusahaan.

b. Stabilitas pasokan harga semen dalam menjung pembangunan pada unit pemasaran, produksi serta peningkatan pelayanan kepada konsumen.

c. Berpartisipasi dalam program eksport non migas dengan mengeksport hasil produksi semen pada setiap konsumen luar negeri.

d. Membantu pengembangan usaha keterkaitan dalam rangka peningkatan penggunaan hasil produksi dalam negeri dalam negeri untuk pertumbuhan sektor industri hulu dan hilir khususnya industri kecil, golongan ekonomi lemah dan pertumbuhan ekonomi lainnya.

2. Sasaran Jangka Panjang

a. Peningkatan secara terus-menerus kemampuan Sumber Daya Manusia, kemampuan teknik dan keuangan perusahaan.

b. Peningkatan kapasitas produksi secara ekonomis untuk mengikuti perkembangan kebutuhan semen khususnya di wilayah pemasaran baik dalam maupun luar negeri.

c. Peningkatan usaha keterkaitan yang lebih luas untuk pengembangan industri dan ekonomi lainnya.

C. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas 1) Struktur Organisasi

Adanya struktur organisasi yang baik merupakan salah satu syarat yang penting agar perusahaan dapat berjalan dengan baik. Suatu perusahaan akan berhasil mencapai prestasi kerja yang efektif dari karyawan apabila

terdapat suatu sistem kerja sama yang baik, di mana fungsi-fungsi dalam organisasi tersebut mempunyai pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab yang telah dinyatakan dan diuraikan dengan jelas.

Struktur organisasi PT. Semen Tonasa (Persero) mengikuti metode atau prinsip organisasi fungsional yang telah dinyatakan dan diuraikan menekankan pada pemisahan tugas, wewenang dan tanggung jawab secara jelas dan tegas. Didalam struktur organisasi PT. Semen Tonasa (Persero) tersebut terdiri atas beberapa unsur perlengkapan di masa struktur organisasi. Berikut ini adalah struktur organisasi PT. Semen Tonasa Pangkep:

STRUKTUR ORGANISASI PT. SEMEN TONASA PANGKEP

2) Uraian Tugas

Berdasarkan gambar diatas, maka akan dijelaskan tugas dan tanggung jawab bagian-bagian tersebut, yaitu:

Direktur Produksi Direktur Litbang

Dan Operasi Direktur Keuangan Direktur Pemasaran

Departemen Operasi A (Bahan baku)

Departemen Operasi B (Klinker)

Departemen Operasi C (CM + Packer) DIREKTUR

UTAMA

Biro Pemel.

Listrik&

Intrumen Biro

Pemel.

Mekanik Biro

Produksi

Biro Pemel.

Listrik&

Intrumen Biro

Pemel.

Mekanik Biro

Produksi

Biro Pemel.

Listrik&

Intrumen Biro

Pemel.

Mekanik Biro

Produksi

Departemen Utility

Biro Bengkel Biro

Energi Biro

Perenc.

Teknik Pabrik

1. Dewan Direksi

Sesuai dengan Anggaran Dasar Perusahaan PT. Semen Tonasa (Persero) diurus dan dipimpin oleh direksi dari seorang Direktur Utama dibantu tiga orang direktur lainnya. Dalam menjalankan tugasnya Dewan Direksi bertanggung jawab sekaligus diawasi oleh Dewan Komisaris sebagai wakil pemegang saham. Dewan Direksi diangkat berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dengan lama masa jabatan 5 tahun. Dewan Direksi terdiri atas : a. Direktur Utama

Direktur Utama bertanggung jawab atas kelancaran jalannya perusahaan. Direktur Utama juga mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap bidang-bidang yang mendapat pengawasan secara langsung yaitu bidang umum, bidang sumber daya manusia, bidang satuan pengawas intern dan bidang usaha sampingan (Yayasan Dana Pensiun dari Hari Tua, YKST, PT.

PKM, Koperasi, Dharma Wanita, Bengkel Kendari) serta perwakilan Jakarta.

b. Direktur Keuangan

Bertanggung jawab atas semua kegiatan perusahaan. Tugas direktur keuangan adalah :

- Pembuatan anggaran pendapatan dan belanja perusahaan serta mengadakan pengawasan terhadap pelaksanaan dari anggaran pendapatan dan belanja perusahaan.

- Menyusun pendistribusian hasil produksi semen yang dilakukan dengan cara menyusun strategi pemasaran di seluruh daerah pemasaran termasuk pengangkutannya.

- Merencanakan kegiatan pengadaan suku cadang, bahan baku, bahan pembantu, dan mesin-mesin lainnya sebagai kelengkapan dalam kegiatan produksi.

c. Direktur Produksi

Tugas Direktur Produksi adalah :

- Terselenggaranya kelancaran pabrik Unit II, pabrik Unit III, dan pabrik Unit IV.

- Terselenggaranya pemeliharaan fasilitas yang meliputi perumahan karyawan, gedung pabrik, dan gedung lainnya serta pelabuhan khusus Biringkassi.

d. Direktur Litbang dan Op

Tugas Direktur Litbang dan Op adalah melaksanakan kegiatan untuk merealisasikan tujuan perusahaan dengan baik meliputi : - Terselenggaranya semua aktivitas perencanaan pelaksanaan

proyek-proyek perluasan termasuk didalamnya pengurusan sumber dana untuk proyek-proyek yang dimaksud.

- Penelitian terhadap efisiensi semua peralatan unit produksi yang ada dan yang akan digunakan baik dalam unit yang telah ada maupun dalam proyek perluasan yang telah direncanakan.

e. Direktur Pemasaran

Tugas Direktur Pemasaran adalah membantu direktur utama dalam mengawasi secara langsung pada dua departemen yaitu : - Departemen Pemasaran : departemen ini membawahi Biro

Pemasaran wilayah II, Biro Pemasaran wilayah III, Biro Perencanaan dan Administrasi Pemasaran dan dibantu oleh beberapa seksi.

- Departemen distribusi : departemen ini membawahi biro distribusi I, biro distribusi II, dan Biro Perencanaan dan Pengendalian semen dan kantong, serta Biro Unit Pengantongan, dan dibantu oleh beberapa seksi.

2. Kepala Departemen atau Bidang

Dalam struktur organisasi PT. Semen Tonasa (Persero) terdapat 12 departemen. Tugas dari departemen tersebut adalah :

a. Departemen Produksi Bahan Baku

Departemen produksi bahan baku bertanggung jawab atas persediaan bahan baku di gudang dan mengolah bahan baku sesuai dengan kebutuhan.

b. Departemen Produksi Terak I

Bertugas merencanakan, mengkoordinir, dan mengawasi pengoperasian pabrik Unit II dan Unit III sesuai RKAP secara efektif, efisiensi, dan ekonomis aman terhadap personil dan peralatan serta ikut menjaga kelestarian lingkungan hidup.

c. Departemen Produksi Terak II

Bertugas merencanakan, mengkoordinir, dan mengawasi pengoperasian aset perusahaan dalam memproduksi semen, termasuk pengangkutan dan pemuatan semen.

d. Departemen Produksi Semen e. Departemen Perencanaan Teknik

Merencanakan, mengkoordinir dan mengawasi pelaksanaan pembuatan, pabrikasi perhitungan teknis dan finansial untuk modifikasi dan renovasi peralatan serta pembuatan bangunan, sarana dan prasarana di lingkungan pabrik, perumahan, pelabuhan Biringkassi dan terminal-terminal pengantongan semen secara efektif dan efisien.

f. Departemen Pembangkit Listrik

Merencanakan, mengkoordinir dan mengawasi serta mengevaluasi pengoperasian asset perusahaan meliputi mesin, pembangkit tenaga listrik, alat-alat berat/kecil dan alat-alat tambang, mesin-mesin dan peralatan unit pemecah batu kapur tanah liat dan pasir silica, sehingga kondisinya tetap terpelihara untuk menunjang kelancaran proses produksi.

g. Departemen Distribusi dan Transportasi

Mengelola, mengarahkan, mengkoordinasikan dan mengendalikan seluruh perencanaan dan implementasi kebijakan dan strategi distribusi dan transportasi semen dan Operasional

Pelabuhan serta operasional gudang penyangga/silo di seluruh Indonesia, untuk memastikan ketersediaan pasokan semen di pasar dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

h. Departemen Penjualan

Bertugas merencanakan perencanaan dan analisis pasara untuk kelancaran pemasaran dan distribusi semen. Disamping itu, bertanggung jawab terhadap pengantongan di Banjarmasin, Samarinda, Bitung, Celukan Bawang dan Ambon.

i. Departemen Rebangsar

Menyelenggarakan dan mengkoordinasikan kegiatan bidang perencanaan dan pengembangan pasar seperti menyusun rencana dan program kerja direktorat perencanaan dan pengembangan pasar,menghimpun dan menelaah berbagai peraturan yang berhubungan dengan kegiatan perencanaan dan pengembangan serta menyusun rancangan aturan-aturan atau ketentuan implementasi dalam bidang perencanaan dan pengembangan pasar.

j. Departemen Akuntansi

Bertugas memimpin dan mengkoordinir pengelolaan tugas-tugas akuntansi dan keuangan perusahaan.

k. Departemen SDM

Merencanakan, mengkoordinir dan mengawasi serta mengevaluasi pengoperasian asset perusahaan dalam penyediaan,

pemeliharaan, perawatan, pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia agar tercapai produktivitas tenaga kerja yang optimal.

l. Departemen Pengembangan Perusahaan

Mengkoordinasikan kegiatan pelaksanaan penelitian proses teknologi penyelenggaraan studi pengembangan perusahaan sistem manajemen perusahaan.

m. Departemen Rancang Bangun dan Perekayasaan n. Departemen Pengadaan PP

o. Departemen Jaminan Mutu dan Lingkungan p. Sekper

Tugas sekper adalah membantu kepala departemen atau kepala bidang dalam menangani pekerjaan sehari-hari. Penentuan sekper berdasarkan pada jenis pekerjaan yang akan di tangani pada masing-masing bidang.

q. Departemen Internal Audit r. Departemen CSR dan Umum

Departemen CSR dan umum bertugas membantu sekper dalam melaksanakan tugas sehari-harinya. Dan bertanggung jawab penuh secara teknis terhadap semua kegiatan yang langsung dibawahinya.

48

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Audit Operasional

PT. Semen Tonasa Pangkep melaksanakan audit operasional baik secara rutin (pertahun) maupun berkala. Kegiatan dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kedalaman implementasi atau penerapannya sekaligus mendapatkan umpan balik bagi perbaikannya pada masa mendatang.

Manajemen perlu mengetahui sejauh mana pengelolaan produksi telah dijalankan dan diterapkan ke dalam sistem dan struktur perusahaan sebagai sebuah sistem atau mekanisme check and balances.

Audit operasional terhadap pengelolaan produksi yang dijalankan oleh PT Semen Tonasa adalah sebagai upaya dalam pemantauan tindakan- tindakan yang dilakukan oleh unit-unit kerja dalam menjalankan proses produksi

Pada PT Semen Tonasa, proses audit operasional perusahaan dilaksanakan secara periodik tiap 6 bulan. Proses audit operasional ini dilaksanakan secara menyeluruh pada setiap unit-unit kerja dengan melibatkan perwakilan dari tiap-tiap unit kerja sebagai auditor dan dibantu oleh Dept. SKAI yang lebih berkompeten dalam proses audit.

Pola proses pelaksanaan audit operasional PT semen Tonasa yang berlangsung saat ini pada umumnya mengadopsi pola audit internal yang dilaksanakan oleh departemen SKAI ( Satuan Kerja Audit Internal ) dimana

terdapat empat tahapan yaitu, rapat pembukaan, mengumpulkan bukti, dokumentasi dan temuan hasil audit, rapat penutupan.

Pada tahap awal, lead auditor memperkenalkan anggota tim audit kepada seluruh unit kerja yang kemudian dilanjutkan dengan menjelaskan lingkup, tujuan, metode, prosedur dan rencana audit kepada seluruh anggota tim audit. Untuk memastikan bahwa unit kerja yang akan diaudit telah bersedia untuk diaudit, auditor mengkonfirmasi kunjungannya sehingga unit kerja yang akan diaudit mempersiapkan semua dokumen dan sumber daya yang dibutuhkan.

Tahapan selanjutnya adalah dengan mengumpulkan bukti yang dilakukan dengan cara menguji dokumen, wawancara, dan pengamatan kegiatan dan kondisi tiap-tiap unit kerja.

Setelah pengumpulan bukti dari tiap-tiap unit kerja, auditor mendokumentasikan hasil temuan audit yang berupa risiko-risiko dari implementasi pengelolaan produksi PT. Semen Tonasa Pangkep kedalam form yang telah dibuat. Pada tahap ini, risiko-risiko yang teridentifikasi diklasifikasikan menjadi tiga golongan yaitu Mayor, Minor, dan Observasi.

Penggolongan ini didasarkan atas seberapa besar tingkat risiko yang teridentifikasi berdasarkan kebijakan sistem pengelolaan produksi PT. Semen Tonasa Pangkep. Selanjutnya, terhadap temuan hasil audit ini dilakukan evaluasi sehingga semua risiko yang ditemukan oleh auditor segera diperbaiki oleh unit kerja yang bersangkutan. Penyimpangan yang biasa ditemukan pada pengelolaan produksi pada PT. Semen Tonasa Pangkep yaitu terkait dengan

cadangan bahan baku tanah liat, risiko kapasitas produksi tidak tercapai, risiko stok klinker, free lime tinggi, risiko curah hujan yang tinggi, risiko mutu produk tidak tercapai, dan menurunnya performance peralatan utama dan pendukung.

Berdasarkan hasil temuan audit yang telah didokumentasikan, tim auditor menyajikan dan mendiskusikan semua temuan-temuan yang signifikan dengan unit-unit kerja yang bersangkutan. Apabila ada temuan auditor yang tidak sesuai dengan apa yang dirasakan unit kerja yang bersangkutan, unit kerja tersebut dapat melakukan protes dengan menunjukkan bukti konkritnya.

Apabila temuan yang didapatkan tersebut tergolong minimal dan dengan risiko yang tidak terlalu besar berarti proses audit operasional berjalan dengan efektif. Temuan yang digolongkan mayor dan minor akan dilakukan perbaikan dimana pihak lembaga sertifikasi memberikan batasan waktu kepada perusahaan untuk melakukan tindakan perbaikan dimana dalam setiap tahapnya dipantau oleh lembaga sertifikasi. Dalam batasan waktu yang diberikan tersebut, perusahaan akan mengirimkan dokumentasi berupa gambar kepada pihak lembaga sertifikasi sebagai bukti bahwa risiko tersebut telah dilakukan perbaikan. Apabila pihak lembaga sertifikasi sudah puas dengan hasil-hasil dokumentasi, maka proses audit pun selesai. Namun, jika tidak maka lembaga ini akan mengadakan pengecekan ulang ke perusahaan.

Proses inilah yang akan menghasilkan improvement bagi kegiatan operasional PT. Semen Tonasa Pangkep yang karena dilakukan secara terus- menerus diharapkan dapat mancapai Continual Improvement.

Secara umum, proses pelaksanaan audit operasional PT Semen Tonasa dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar proses pelaksanaan audit operasional PT. Semen Tonasa Pangkep.

B. Pengelolaan Produksi

Produksi merupakan suatu proses kegiatan untuk mengubah bahan- bahan baku menjadi bahan setengah jadi yang dapat dimanfaatkan. Barang

DokumentasikanDan Evaluasi Temuan Audit

Mengumpulkan Bukti

Rapat Pembukaan

-Uji dokumen, data dan catatan -Wawancara

-Pengamatan kegiatan dan kondisi -Memperkenalkan anggota tim audit

-Menjelaskan lingkup, tujuan dan rencana audit -Menjelaskan metoda dan prosedur audit -Mengkonfirmasi ketersediaan dokumen dan

sumber daya

-Mengkonfirmasi kunjungan dan wawancara -

Rapat Penutupan -Menyajikan temuan audit dan pengamatan audit

-Mendiskusikan temuan-temuan yang signifikan

jadi ini lalu didistribusikan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhannya melalui distributor yang ada.

Produksi merupakan aktifitas utama pada suatu perusahaan industri, dimana didalamnya terlibat berbagai bagian dan berbagai sumber. Oleh karena itu, perlu disusun kebijakan suatu prosedur agar produksi dapat ditingkatkan dan berkualitas.

Pada PT. Semen Tonasa Pangkep agar produksi dapat berjalan dengan efektif dan berkualitas maka perlu dilaksanakan pengelolaan, karena hal tersebut dapat mengakibatkan adanya berbagai masalah yang menyebabkan kegagalan.

Sehinggah PT. Semen Tonasa Pangkep membutuhkan suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain entitas yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan produksi perusahaan yaitu pengendalian intern.

Adapun komponen-komponen pengendalian intern pada PT. Semen Tonas Pangkep, antara lain:

1. Lingkungan pengendalaian

Menetapkan corak suatu organisasi dan mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern yang lain, menyediakan disiplin dan struktur. Pada PT. Semen Tonasa Pangkep dilakukan pembagian wewenang, tanggung jawab dituangkan secara tertulis dalam uraian tugas, yang ditetapkan oleh perusahaan.

Dalam dokumen DAFTAR PUSTAKA (Halaman 43-49)

Dokumen terkait