• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teori Dependensi

Dalam dokumen A. Penelitian Terdahulu (Halaman 38-45)

A. Penelitian Terdahulu

4. Teori Dependensi

Teori Dependensi efek komunikasi yang di kembangkan pada tahun 1975, oleh Melvin Defler dan Sandra Ball Rokeach dalam Morissan (2013) mengemukakan gagagsan mereka mengenai teori ketergantungan (Dependencytheory) yang membahas mengenai kekuatan media massa asumsi dalam pengaruh media di tentukan oleh hubungan khalayak audiensi karena adanya sifat ketergantungan audiensi terhadap isi media massa.

Teori ketergantungan memiliki asumsi dasar bahwa pengaruh media ditentukan oleh hubungan antara sistem sosial yang lebih luas, peran media dalam sistem tersebut dan hubungan antara sistem sosial yang lebih luas, peran media dalam sistem tersebut dan hubungan khalayak dengan media. Theori ketergantungan ( Dependencytheory ) Melvin Defluer dan Sandra Ball-Roceach adalah teori tentang komunikasi massa yang menyatakan bahwa semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka

media tersebut menjadi semakin penting untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi penting untuk orang lain.

Ketergantungan itu sangat esensial dalam naluri Freud. Karena merupakan fitur yang sangat mencolok pada prosa pembangunan budaya itu,apa yang memungkinkan untuk kegiatan psikis yang lebih tinggi, ilmiah, artistik maupun ideologis, untuk memainkan peran penting dalam kehidupan beradab.

Dengan demikian menurut, DeFleur dan Rokeach ketergantungan audinesi terhadap media bersifat integral yang mencakup tiga pihak yaitu: media,audiensi dan sistem sosial yang melingkupinya. Dalam hal ini, Rokeach Dan DeFleur dalam menggunakan gagagasan mengenai “teori Ketergantungan “menekankan pada pendekatan sistem secara luas(Morissan,2018:-50).

Gambar 2.1 Bagan Ketergantungan udience Terhadap Media

Sistem sosial Sistem sosial identik dengan kehidupan masyarakat, yah secara tidak langung kalian mungkin mengerti apa itu arti sistem sosial. Secara umum, sistem sosial adalah serangkaian sub sistem atau bagian dalam sistem yang saling berhubungan, berintegrasi, serta saling bergantung untuk mencapai tujuan bersama.

Sistem Sosial

Media Sosial Audience

Menurut Parson, sistem sosial merupakan gabungan dari beberapa unsur atau sub sistem di masyarakat yang saling bergantung satu sama lain, berintegrasi guna mencapai kesimbangan sistem. Pada dasarnya sistem sosial dapat dijelaskan melalui teori struktural fungsional. Adapun asumsi dasar dari teori struktural fungsional adalah sebagai berikut.

1. Masyarakat merupakan bagian dari sistem yang komples, terdiri dari beberapa unsur atau bagian yang saling berhubungan dan saling bergantung.

2. Masyarakat mempunyai mekanisme untuk mengintegrasikan diri atau berintegrasi sosial dalam sistem sosial.

3. Perubahan dalam sistem sosial terjadi melalui proses adaptasi tidak terjadi secara revolusioner.

4. Adanya konsensus atau kesepakan bersama dalam masyarakat untuk mencapai integrasi sosial.

5. Masyarakat cenderung mengarah pada keadaan equilibrium (keseimbangan) dalam sistem sosial.

Menurut DeFleur dan Rokeach (2009) derajat ketergantungan terhadap

media merupakan kunci dalam memamhami kapan dan mengapa pesan media dapat mengubah kepercayaan, perasaan dan perilaku audiensi. Dalam masyarakat industry modern, orang semakin tergantung pada media untuk :

 Memahami dunia sosial merekab

 Bertindak secara bermakna danefektif dalam masyarakat)

 Untuk menemukan fantasi dan pelarian Derajat ketegantungan khalayak terhadap media di tentukan oleh:

- Tingkat kepentingan informasi yang disampaikan media

- Derajat perubahan dan konflik yang terjadi dalam masyarakat Kedua ahli ini setuju dengan gagasan awal teori penggunaan dan kepuasan bahwa orang bergantung pada informasi yang diberikan media utntuk memenuhi kebutuhan tertentu atau untuk mencapai tujuan tertentu, tetapi orang tidak bergantung pada semua media secara sama dan merata.

Rokeackh dan De fleur (2009) mengemukakan dua factor yaitu:

1. Seseorang akan lebih bergantungan pada media yang dapaat memenuhi kebutuhan sejumlah kebutuhannya sekaligus dibbandingkan dengan media yang hanya mampu memenuhi beberapa kebutuhan saja.

2. Perubahan sosial dan konflik yang terjadi di masyarakat dapat menyebabkan perubahan pada institusi, kepercayaan dan kegiatan yang sudah mapan.

Situasi sosial yang bergejolak (perang, bencana, dan kerusuhan) dapat menimbulkan perubahan pada konsumsi media. Misalnya, orang jadi lebih be rgantung pada media untuk mendapatkan informasi atau berita.

Defleur (2009) berpendapat, gagasan merupakan naluri, tapi dalam mencegah dari menjadi sadar yang direpresikan merupakan bagian dari alam bawah sadar, Bagaimana kita untuk sampai pada pengetahuan tentang sadar? Hal ini tentu saja hanya sebagai sesuatu yang sadar yang kita kenal, setelah mengalami transformasi atau penerjemahan menjadi sesuatu yang sada, tidak statis hal ini terikat dalam serangkaian mekanisme yang rumit dengan ego-super yaitu, pemikiran rasional.

Teori ini memperkenalkan model yang menunjukan hubungan integral tak terpisahkan antara pemirsa, media dan sistem sosial yang besar. Teori ini memprediksikan bahwa khalayak tergantung kepada informasi yang berasal dari media massa dalam rangka memenuhi kebutuhan khalayak bersangkutan serta mencapai tujuan tertentu dari proses konsumsi media massa. Namun perlu digaris bawahi bahwa khalayak tidak memiliki ketergantungan yang sama terhadap semua media. Sumber ketergantungan yang kedua adalah kondisi sosial. Model ini menunjukkan sistem media dan institusi sosial itu saling berhubungan dengan khalayak dalam menciptakan kebutuhan dan minat.

Konsisten dengan teori-teori yang menekankan pada pemirsa sebagai penentu media, model ini memperlihatkan bahwa individu bergantung pada media untuk pemenuhan kebutuhan atau untuk mencapai tujuannya.

1. Individu akan condong menggunakan media yang menyediakan kebutuhannya lebih banyak dibandingkan dengan media lain yang hanya sedikit. Sebagai contoh, bila anda menyukai gosip, anda akan membeli tabloid gosip dibandingkan membeli koran Kompas, dimana porsi gosip tentang artis hanya disediakan pada dua kolom di halaman belakang, tetapi orang yang tidak menyukai gosip mungkin tidak tahu bahwa tabloid gosip kesukaan anda, katakanlah acara Cek dan ricek, itu ada, ia pikir cek dan ricek itu hanya acara di televisi, dan orang ini kemungkinan sama sekali tidak peduli berita tentang artis di dua kolom halaman belakang Kompas.

2. Persentase ketergantungan juga ditentukan oleh stabilitas sosial saat itu.

Sebagai contoh, bila negara dalam keadaan tidak stabil, anda akan lebih

bergantung atau percaya pada koran untuk mengetahui informasi jumlah korban bentrok fisik antara pihak keamanan dan pengunjuk rasa, sedangkan bila keadaan negara stabil, ketergantungan seseorang akan media bisa turun dan individu akan lebih bergantung pada institusi - institusi negara atau masyarakat untuk informasi.

Sebagai contoh di Malaysia dan Singapura dimana penguasa memiliki pengaruh besar atas pendapat rakyatnya, pemberitaan media membosankan karena segala sesuatu tidak bebas untuk digali, dibahas, atau dibesar-besarkan, sehingga masyarakat lebih mempercayai pemerintah sebagai sumber informasi mereka.

Menurut DeFleur dan Rokeach (2009:124), derajat ketergantungan terhadap media merupakan kunci dalam memahami kapan dan mengapa pesan media massa dapat mengubah kepercayaan, perasaan, dan perilaku audiens. Ia menjelaskan bahwa semakin seseorang menggantungkan kebutuhannya untuk dipenuhi oleh penggunaan media, semakin penting peran media dalam hidup orang tersebut sehingga media akan semakin memiliki pengaruh kepada orang tersebut. Dalam masyarakat industri modern, orang semakin tergantung pada media untuk:

(a) Memahami dunia sosial mereka;

(b) Bertindak secara bermakna dan efektif dalam masyarakat; dan

(c) Untuk menemukan fantasi dan untuk pelarian. Derajat ketergantungan khalayak terhadap media ditentukan oleh:

- Tingkat kepentingan informasi yang disampaikan media, anda akan menjadi lebih bergantung pada media yang menyediakan sebagian besar kebutuhan anda;

dan

- Stabilitas sosial, ketika perubahan sosial dan konflik 15 lembaga tinggi, memaksa anda untuk mengevaluasi kembali dan membuat pilihan baru. Pada saat seperti ini ketergantungan anda pada media untuk informasi akan meningkat.

Berdasarkan Teori Ketergantungan Media (Media Dependency Theory)

menurut Melvin Defluer dan Sandra Ball Roceach yaitu: “Semakin seseorang tergantung pada suatu media untuk memenuhi kebutuhannya, maka media tersebut menjadi semakin penting untuk orang tersebut. Semakin tinggi media memberikan pemenuhan informasi, maka semakin tinggi pula ketergantungan audiens terhadap media tersebut. Vice Versa. Sistem sosial institusi media.

Seringkali pilihan/ ketergantungan audiens pada media ditentukan oleh institusi sosial ini.”

Melvin DeFleur dan Sandra Ball-Rokeach mengemukakan gagasan mereka mengenai teori Ketergantungan (Dependecy Theory) yang membahas mengenai sifat ketergantungan audien terhadap isi media massa. Teori ketergantungan memiliki dasar asumsi bahwa pengaruh media ditentukan oleh hubungan antara sistem sosial yang lebih luas, peran media dalam sistem tersebut dan hubungan khalayak dengan media. Teori ketergantungan memiliki dasar asumsi bahwa pengaruh media ditentukan oleh hubungan antara sistem sosial yang lebih luas, peran media dalam sistem tersebut dan hubungan khalayak

dengan media. ketergantungan audien terhadap media bersifat integral yang mencakup 3 pihak, yaitu media, audien, dan sistem sosial yang melingkupinya.

Defleur dan Rokeach (2009).

Kepastian ketika dependensi teori ketergantungan ini ditafsirkan dalam berbagai metode maka kita akan mencari variabel-variabel penghubung untuk mengukur para meternya apakah teori ketergantungan media dapat direspon, dari komunikan secara individual berdasarkan komponen sosialnya, tentu itulah kajian yang sesungguhnya, yang mengupas detail tentang ketergangungan khalayak dalam alam sadarnya. Sehinga terjadi sebuah proses dimana semua yang telah ditulis dan dipertahankan dalam lilin pada yang bersandar (Freud) dan saya sangat setuju ungkapan Freud tersebut. Bahwa integral nya hubungan Khalayak, Media dan system sosialnya, merupakan komponen yang berkolerasi kecil namun ketika ditarik benang halusnya dapat membongkar fiksi keseluruhannya (Defleur dan Rokeach 2009).

Dalam dokumen A. Penelitian Terdahulu (Halaman 38-45)

Dokumen terkait