TEORI DAN CARA MERUMUSKAN INDIKATOR KD
B. Teori Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)
BAB 5
TEORI DAN CARA MERUMUSKAN
mereka yang sudah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau tingkat pendidikan tertentu, gambaran tentang kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif, kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kompetensi inti merupakan penerapan SKL yang harus mengembangkan aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dipelajari oleh siswa. Adapun yang harus dilakukan sebelum pendekatan kompetensi lulusan dalam menjamin capaian yakni apa yang ingin dibangun, dibentuk, diberdayakan dalam diri siswa setelah selesai menempuh pendidikan pada jenjang tertentu, harus diidentifikasi terlebih dahulu.2
Penekanan dalam pendekatan kompetensi lulusan yakni terletak pada siswa yang harus memiliki kemampuan holistik. Hal itu akan membawa dampak pada apa yang seharusnya dipelajari siswa oleh tiap individu, bagaimana cara mengajarkannya, dan kapan diajarkannya. Berikut merupakan tabel dari kompetensi yang harus dicapai dalam kompetensi lulusan satuan pendidikan.3
2 Modul Pelatihan Kurikulum 2013, hal 84
3 Modul Pelatihan Kurikulum 2013, hal 84
Tabel 1. Capaian Kompetensi Lulusan
DOMAIN Elemen SD SMP SMA-SMK
SIKAP
Proses Menerima + Menjalankan + Menghargai + Menghayati + Mengamalkan
Individu
beriman, berakhlak mulia (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun), rasa ingin tahu, estetika, percaya diri, motiva-
si internal
Sosial toleransi, gotong royong, kerjasama, dan musyawarah
Alam pola hidup sehat, ramah lingkungan, patriotik, dan cinta perdamaian
KETER- AMPILAN
Proses Mengamati + Menanya + Mencoba + Mengolah + Menyaji + Menalar + Men-
cipta
Abstrak membaca, menulis, menghitung, meng-gambar, mengarang Konkret menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, membuat,mencipta
PENGETA- HUAN
Proses Mengetahui + Memahami + Menerapkan + Menganalisa + Mengevaluasi Obyek ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan
budaya
Subyek manusia, bangsa, negara, tanah air, dan dunia
Hasil pengembangan dari SKL (Standar Kompetensi Lulusan) tersebut, maka terbentuk Kompetensi Inti (KI). Fungsi dari kompetensi inti adalah sebagai integrator horizontal antarmata serta bersifat mengikat berbagai kompentensi dasar yang harus ditentukan dengan mempelajari setiap mata pelajaran. Untuk mencapai kompetensi lulusan yang diharapkan, kompetensi inti diibaratkan sebagai jalur yang harus dilewati agar sampai pada tujuan (kompetensi lulusan). Seiring meningkatnya jenjang (usia, kelas) peserta didik, kompetensi inti juga ditingkatkan.
Kompetensi inti bisa menjaga tingkat Integrasi vertikal dari segala bentuk kompetensi dasar pada jenjang kelas yang berbeda. Karena bersifat multidimensi, kompetensi inti juga bisa sebagai arah yang mengarah ke kompetensi lulusan multidimensional.
Agar memudahkan sistem operasional, maka kompetensi lulusan pada ranah sikap dipecah menjadi 2 bagian, yakni kompetensi lulusan berupa aspek sikap spiritual dan sikap sosial.
Sikap spiritual berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk generasi yang beriman dan bertaqwa. Sedangkan sikap sosial berkaitan dengan tujuan pendidikan nasional yaitu membentuk generasi yang mandiri, demokratis, bertanggung jawab serta berakhlak mulia. Adanya kompetensi inti bukan untuk diajarkan, namun untuk dibentuk. Hal ini dapat dibentuk dari berbagai kompetensi dasar yang diterpadukan dari berbagai sumber kompetensi yang relevan. Sumber kompetensi yang dimaksud disini adalah mata pelajaran.
Kompetensi inti yang harus dimiliki siswa pada tingkat tertentu merupakan hasil akhir dari segala yang diajarkan di mata pelajaran dan jenjang kelas tersebut. Hasil rumusan kompetensi merupakan pedoman yang harus diikuti oleh setiap mata pelajaran.
Dengan demikian, semua mata pelajaran yang dipelajari harus ikut menyumbang gagasan untuk pengkontruksian kompetensi inti.
Karena kompetensi inti tidak dibentuk dari mata pelajaran tertentu, jadi kompetensi inti ini bebas digunakan dalam segala jenis mata pelajaran. Dengan kata lain, mata pelajaran merupakan pasukan dari kompetensi. Kompetensi dasar diorganisir oleh komponen yang bernama kompetensi inti. Alasan mengapa kompetensi inti disebut komponen pengorganisir adalah, kompetensi inti mengikat organisasi vertikal dan horizontal dari kompetensi dasar. Selain memahami bagaimana definitif dari Komptensi Inti, yang perlu difahami adalah cara dalam
merumuskan kompetensi inti. Adapun notasi yang dipakai dalam merumuskan kompetensi inti, yaitu:
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual;
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial;
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan;
dan
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Berikut ini merupakan penjabaran dari KI di jenjang/tingkat SMP/MTs sederajat.4
Tabel 2. Kompetensi Inti Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah
KOMPETENSI
INTI KELAS VII KOMPETENSI INTI
KELAS VIII KOMPETENSI INTI KELAS IX
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan
menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
4 Permendikbud No. 68, 2013, Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP, hal. 6.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
2. Kompetensi Dasar (KD)
Mulyasa mengemukakan pengertian kompetensi dasar sebagai berikut. Kompetensi dasar adalah dasar guna pengembangan materi-materi pokok, aktivitas belajar, dan indikator pencapaian kompetensi untuk mecancapai tujuan pembelajaran. Agar bisa mencapai tujuan pembelajarn yang diharapkan, minimal guru
harus mampu membuat rancangan dari kompetensi dasar.
Pembelajaran melalui kompetensi dasar bersifat keberlanjutan, maksudnya perlu dilakukan pengecekan berkala , hasil pencapaian siswa juga harus senantiasa dianalisis. Dalam K13, kompetensi dasar yang diterapkan oleh Tim Depdikbud adalah rujukan yang bisa dipakai oleh guru sebagai kilasan secara umum guna pengembangan K13 dalam program pembelajaran masing- masing.
3. Indikator KD
Menurut Mulyasa, indikator merupakan perbuatan dan respon siswa (tingkah laku) laku siswa yang bisa diobservasi dan diukur sebagai rujukan yang menunjukkan pencapaian suatu kompetensi dasar serta penilaian pada mata pelajaran.
Agar suatu indikator dapat terumuskan dengan benar, maka harus memperhatikan beberapa hal antara lain: wujud dari kompetensi dasar yang lebih spesifik. Maksudnya, indikator merupakan tingkah laku yang dilakukan oleh siswa sebagai hasil dari pengembangan kompetensi dasar. Pengembangan indikator disesuaikan dengan potensi daerah, karakter satuan pendidikan, serta peserta didik, hal ini dirancang menggunakan kata kerja operasional yang bisa diukur dan diobservasi sekaligus pedoman dalam menyusun alat penilaian.
Dengan demikian, hal-hal yang perlu dipertimbangkan pada indikator antara lain: 1) indikator adalah pengembangan dari kompetensi dasar yang menunjukkan simbol-simbol, perilaku mencakup perbuatan dan respon oleh peserta didik; 2) Pengembangan indikator disesuaikan dengan karakteristik satuan pendidikan, potensi daerah, serta peserta didik; 3) perumusan indikator harus menggunakan kata kerja operasional agar bisa diamati, sekaligus bisa dipakai guna merumuskan alat penilaian.5
5 Abdul Majid,Iimplementasi Kurikulum 2013, (Bandung : Interes Media,2014),hl 50.