• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Kajia Teori

2. Teori Revolusi

2. Perubahan kecil dan perubahan Besar

Perubahan-perubahan kecil merupakan perubahan-perubahan yang terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak membawa pengaruh langsung atau berarti bagi masyarakat. Perubahan model pakean, misalnya tidak membawa penggaruh apa-apa bagi masyarakat secara keseluruhan karena tidak menagakibatkan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebaliknya, suatu proses industrialisasi yang berlangsung pada masyarakat agraris, misalnya merupakan perubahan yang akan membawa pengaru besar pada masyarakat. Berbagai lembaga kemasyaraktan akan ikut terpengaruh misalnya hubungan kerja, sistem milik tanah, hubungan kekeluargaan, stratifikasi masyrakat.

3. Perubahan yang di rencanakan dan perubahan yang tidak direncanakan

Perubahan yang tidak di rencanakan merupakan perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih dahulu oleh pihak-pihak yang mengadakan perubahan didalam masyarakat

Perubahan yang tidak di rencanakan merupakan perubahan-perubahan yang terjadi tanpa di rencanakan,berlangsung di luar jangkauan pengawasan masyarakat dan dapat menyebabkan timbulnya akibat-akibat sosial yang tidak di harapkan masyarakat.

Revolusi mempunyai lima perbedaan dengan bentuk perubahan sosial yang lain. Perbedaan tersebut adalah;

1. Revolusi menimbulkan perubahan dalam cakupaan terluas, menyentuh semua tingkat dan dimensi masyarakat seperti; ekonomi, politik, budaya organisasi sosial, kehidupan sehari-hari dan kepribadian manusia.

2. Dalam semua bidang tersebut, perubahannya radikal, fundamental, menyentuh inti bangunan dan fungsi sosial.

3. Perubahan yang terjadi sangan cepat atau tiba-tiba seperti ledakan dinamit ditengah aliran lambat proses historis.

4. Revolusi merupakan “pertunjukan” paling menonjol waktunya luar biasa cepat dan oleh karena itu, sangat mudah diingat.

5. Revolusi membangkitkan emosional khusus dan reaksi intelektual pelakunya dan mengalami ledakan mobilisasi massa, antusiasme, kegemparan, kegirangan, kegembiraan, optimisme dan harapan, perasaan hebat dan perkasa, keriangan aktivisme dan menanggapi kembali makna kehidupan, melambungkan aspirasi dan pandangan utopia ke masa depan.

Konsep modern mengenai revolusi berasal dari dua tradisi intelektual, yaitu; pandangan sejarah dan pandangan sosiologis. Berdasrakan konsepsi sejarah, revolusi mempunyai ciri sebagai suatu penyimpangan yang radikal dari suatu keseimbangan, penghancuran hal yang fundamental (mendasar) serta keadian yang menggemparkan dalam periode sejarah. Konsep revolusi secara sosiologi menunjuk pada gerakan masa yang menggunakan paksaan dan kekerasan melawan penguasa dan melakukan perubahan dalam masyarakat.

Revolusi yang menekankan pada kekerasan dan perjuangan, serta kecepatan perubahan, memfokuskan pada teknik perubahan. Dalam hal ini, revolusi merupakan antonim dari evolusi. Beberapa definisi yang tercakup dalam kelompok ini antara lain; (1) Revolusi dimaknai sebagai upaya-upaya untuk merealisasikan perubahan dalam konstitusi masyarakat dengan kekuatan, (2) Revolusi merupakan perubahan yang fundamental (dalam aspek) sosio-politik melalui kekerasan, (3) Revolusi merupakan pergantian yang drastis dan tiba-tiba satu kelompok oleh kelompok lain dalam pelaksanaak pemerintahan.

Revolusi merupakan suatu wujud perubahan yang terjadi secara besar- besaran. Di dalam revolusi, perubahan yang terjadi dapat direncanakan atau tanpa direncanakan terlebih dahulu dan dapat dilakukan dengan kekerasan atau tanpa kekerasan. Karakter kekerasan pada ciri revolusi dipahami sebagai akibat dari situasi ketika perubahan tata nilai dan norma yang mendadak telah menimbulkan kekosongan nilai dan norma yang dianut masyarakat. Revolusi dipahami sebagai kondisi dan keadaan bagaimana konflik antar elit atau kelas frustasi. Kondisi ini yang disebut revolusi dan transformasi sosial. Revolusi yang terjadi di beberapa negara, salah satunya Mesir, dapat dikaitkan sebagai revolusi dengan penggunaan kekerasan, perjuangan dan percepatan perubahan yang terjadi. Revolusi dapat diartikan sebagai lawan dari pembaruan, perhatian utamanya adalah pada proses transformasi fundamental masyarakat. Selain itu, revolusi dapat dimaknai sebagai lawan dari evolusi, dan yang terakhir dapat dilihat dari tekanan revolusi yaitu pada penggunaan kekerasan, perjuangan dan kecepatan perubahan yang teradi.

Sztompka (20011: 61) mengemukakan revolusi dapat berupa peperangan dan pemberontakan, namun tidak berarti revolusi adalah pemberontakan dan peperangan. Revolusi selalu memiliki tujuan fundamental untuk menumbangkan kekuasaan masyarakat atau susunan kekuasaan yang berkuasa, sedangkan semua jenis gangguan keamana seperti kerusuhan atau pemberontakan hanya merupakan bentuk perlawanan kepada penguasa yang bertujuan menggeser atau mengambil alih kedudukan mereka.

Revolusi membawa dampak pada perubahan melalui kekerasan terhadap rezim politik. Perubahan dilakukan melalui penggantian elit politik atau kelas yang berkuasa. Perubahan secara mendasar pada berbagai bidang kelembagaan yang ada. Hubungan dengan sistem lama seolah-olah diputuskan secara radikal.

Revolusi juga membawa pengaruh pada bangkitnya kekuasaan ideologi dan orientasi kebangkitan mengenai gambaran revolusioner. Hal ini menggambarkan bahwa revolusi tidak hanya membawa transformasi kelembagaan, melainkan juga perubahan terhadap sistem pendidikan dan moral sehingga mewujudkan “manusia baru”.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Revolusi mendorong masyarakat ke arah modernisasi. Dimana revolusi bukan hanya sekedar membawa perubahan melalui transformasi saja melaikan juga membawa perubahan pada sistem pendidikan dan moral. Revolusi hadir untuk membentuk ulang masyarakat dari masyarat yang tadinya tradisional menjadi modern. Sehinga peneliti mengaitkan antara teori revolusi dengan permasalahan yang diteliti.

C. Kerangka Pikir

Keberadaan kota di Indonesia menjadi perhatian bagai masyarakat luas, kota menjadi pusat yang menyerap modal sumber daya dan tenaga kerja di daerah-daerah sekitarnya Jika jalanan digunakan sebagai tempat parkir oleh sekelompok orang atau seseorang maka, upaya yang harus dilakukan oleh tukang parkir dalam pembagaian ruang ini agar tidak terjadinya konflik. Dalam pembagian ruang ini tidak adanya batasanbatasan yang kongkrit melainkan berupa batasan yang berupa simbol-simbol, kode dan sebagainya yang tidak diketahui oleh setiap orang.

Selain itu cara yang digunakan oleh tukang parkir dalam memanfaatkan ruang parkir yang dimilikinya itu dapat diminati banyak orang yang menggunakannya, karena orang yang memanfaatkan ruang parkir dipungut biaya sebagai sewa ruang itu. Dan didalam menarik simpati orang-orang itu biasanya tukang parkir menggunakan simbol-simbol tertentu yang mudah dimengerti oleh orang yang melintas. Seperti tukang parkir akan melambaikan tangannya untuk memberikan tanda bahwa masih ada ruang parkir yang kosong. Selain itu tidak mudah untuk menjadi anggota tukang parkir. Tukang parkir harus menentukan syarat-syarat yang digunakan dalam perekrutan anggota tukang parkir itu. Setiap tukang parkir itu mempunyai hubungan sosial antara tukang parkir satu dengan yang lainnya, serta setiap tukang parkir itu mengenal pemilik ruang parkir yang mereka gunakan sebagai ruang parkir. Upaya yang harus dilakukan oleh tukang parkir dalam strategi adaptasi yang dilakukan oleh para tukang parkir dalam

kaitannya untuk menjaga hubungan sosial diantara para anggotanya serta dengan para pemilik ruang parkir.

Proses penyesuaian diri yang dilakukan tukang parkir dilakukan karena untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi khususnya yang berhubungan dengan perubahan kondisi lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial yang dihadapinya. Dengan kata lain berbagai aktivitas yang mereka lakukan tersebut merupakan tindakan yang dinamis. Kemampuan mereka dalam mengolah informasi, membaca berbagai perubahan situasi dan kemudian mengintepretasikannya, sangat mentukan keberhasilan mereka dalam upaya mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada kerangka pikir berikut

Gambar 1. Skema Kerangka Pikir Tukang parkir

Pola Hidup Sistem Sosial

Temuan

BAB III

METODE PENELITIAN

Dokumen terkait