BAB II TINJAUAN PUSTAKA
F. Tinjauan Empiris
tenaga kerja yang juga pemilik usaha melakukan untuk bisnis mereka sendiri.
b. Kesehatan mental atau fisik: GDP tidak dapat mengukur kegiatan yang untuk menghilangkan rasa stress, seperti liburan, latihan dan tertawa.
c. Ekonomi menengah ke bawah: GDP tidak dapat mengukur kegiatan illegal dan aktivitas-aktivitas yang tidak dilaporkan.
Menurut (Kurniawan, 2018), ekonomi mengecualikan beberapa transaksi dalam perekonomian karena tidak ada hubungannya dengan penciptaan barang jadi. Transaksi seperti membeli atau menjual saham dan menstransfer pembayaran publikk dan swasta tidak dihitung dalam GDP di suatu Negara.
a. Pembayaran Transfer Publik adalah pembayaran pemerintah langsung ke rumah tangga, seperti jaminan social, kesejahteraan, dan veteran.
b. Pembayaran Transfer Swasta adalah kegiatan transfer yang tidak menghasilkan output. Penjualan barang jadi sudah terpakai, seperti menjual mobil bekas, tidak memberikan kontribusi terhadap produksi sehingga tidak dimasukkan dalam GDP tahun berjalan karena tidak memberikan kontribusi moneter ke output.
pada Lembaga Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)”
sebagai berikut :
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
NO Peneliti Judul Penelitian Hasil Penelitian 1. (Naibaho, 2018) Pengaruh GDP,
Inflasi, BI Rate, Nilai Tukar Terhadap Non Performing Loan
Bank Umum
Konvensional Di Indonesia (Studi Pada Bank Umum Konvensional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2012- 2016).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa GDP berpengaruh negatif signifikan yang menunjukkan bahwa ketika perekonomian dalam keadaan stabil, konsumsi masyarakat stabil dan tabungan juga stabil, tetapi ketika perekonomian krisis maka konsumsi akan meningkat dikarenakan harga barang naik serta menurunkan tingkat tabungan masyarakat. Sedangkan inflasi berpengaruh signifikan positif yang menunjukkan bahwa kenaikan inflasi menyebabkan tingkat rasio NPL yang lebih tinggi dari sektor perekonomian. BI Rate, dan Nilai tukar berpengaruh positif.
2. (Saputro, Arfan Rachmadias, 2019)
Analisa Pengaruh Pertumbuhan Kredit, Jenis Kredit, Tingkat Bunga Pinjaman Bank dan Inflasi Terhadap Kredit Bermasalah.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit, berpengaruh positif terhadap kredit bermasalah, jenis kredit berpengaruh positif terhadap kredit bermasalah, tingkat bunga pinjaman bank berpengaruh positif terhadap kredit bermasalah, dan inflasi berpengaruh negative terhadap kredit bermasalah.
Perubahan pada tingkat bunga pinjambank langsung dapat memberikan dampak terhadap kemampuan membayar dari peminjam dimana peningkatan pada suku bunga berarti semakin tinggi juga kewajiban yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada bank.
3. (Wijaya, 2019) Pengaruh Faktor Makro Ekonomi Terhadap Kredit Bermasalah Pada Bank Umum Di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat inflasi tidak berpengaruh terhadap Non Performing Loan (NPL) akibat kepanikan masyarakat menghadapi kenaikan harga barang-barang yang naik
terus-menerus dan
perekonomian tidak berjalan normal. Akibat kepanikan tersebut masyarakat cenderung menarik tabungan
guna membeli dan
menumpuk barang sehingga banyak bank di rush. Kurs Valas tidak berpengaruh terhadap NPL, dan Tingkat suku bunga BI Rate berpengaruh terhadap NPL.
4. (Talumantak, 2020)
Analisis Pengaruh Pertumbuhan PDB, Inflasi dan Bi Rate Terhadap Non Performing Loan
Bank Yang
Terdastar Pada
Bursa Efek
Indonesia
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pertumbuhan PDB memiliki pengaruh secara signifikan negative terhadap NPL. Setiap kenaikan tingkat PDB akan berdampak pada penurunan NPL bank, dan setiap penurunan tingkat PDB akan berdampak pada kenaikan NPL bank. Inflasi berpengaruh secara signifikan negative terhadap NPL. Setiap kenaikan tingkat inflasi akan berdampak pada penurunan NPL, sebaliknya.
BI Rate berpengaruh secara signifikan negative terhadap NPL. Setiap kenaikan BI rate akan berdampak pada penurunan NPL bank, dan setiap penurunan tingkat BI rate akan berdampak pada kenaikan NPL.
5. (Setiawan, Andy, 2018)
Studi Komparatif:
Pengaruh Variabel Mikro dan Makro Terhadap Non Performing Loan di Indonesia.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan dikarenakan inflasi bukanlah menjadi faktor utama penyebab terjadinya NPL.
Pertumbuhan GDP tidak berpengaruh signifikan. LDR tidak berpengaruh signifikan.
CAR, BOPO, Tingkat Suku Bunga berpengaruh positif terhadap NPL. NIM berpengaruh signifikan terhadap NPL. Dan Kurs berpengaruh negatif terhadap NPL.
6. (Saputra, Tedy Setiawan,
Isnurhadi, 2019)
Pengaruh Inflasi Terhadap Tingkat Piutang
Bermasalah (Non Performing Loan) Perusahaan
Pembiayaan di Kota Palembang.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan inflasi tidak berpengaruh terhadap NPL, karena penurunan tingkat inflasi jarang sekali diikuti dengan penurunan harga, terutama harga barang konsumsi pokok, sehingga kemampuan keuangan masyarakat tidak mengalami peningkatan, dengan demikian kemampuan masyyarakat membayar kewajibannya pun tidak mengalami peningkatan.
Konidisi ini berpotensi memicu peningkatan NPL.
7. (Wulandari, Bayu, Khetrin, 2021)
Pengaruh Loan To Deposit Ratio (LDR), Biaya Operasional
Pendapatan Operasional
(BOPO), KURS, Capital Adequacy Ratio, Ukuran Bank dan Inflasi Terhadap Non Performing Loan
(NPL) Di
Perusahaan Perbankan Terdaftar Di BEI.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Inflasi tidak berpengaruh terhadap NPL karena inflasi mengalami perubahan fluktuatif dan cenderung turun sehingga tidak memberikan dampak pada NPL. LDR tidak berpengaruh terhadap NPL, BOPO tidak berpengaruh terhadap NPL. Kurs tidak berpengaruh terhadap NPL.
CAR tidak berpengaruh terhadap NPL, dan Ukuran Bank tidak berpengaruh terhadap NPL.
8. (Rizal, Abd, 2019)
Analisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, dan Suku Bunga Terhadap Kredit Macet di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inflasi berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka pendek periode tahun sebelumnya. Sedangkan tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan dalam jangka panjang. Sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif signifikan.
9. (Soekapdjo &
Tribudhi, 2020)
Pengaruh Faktor Eksternal dan Internal Terhadap Kredit Bermasalah Perbankan
Konvensional Di Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk variabel Eksternal inflasi tidak berpengaruh terhadap NPL, PDB tidak berpengaruh terhadap NPL. Kurs tidak berpengaruh terhadap NPL.
Dan untuk variabel Internal BOPO berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPL, LDR berpengaruh negative dan signifikan terhadap NPL, dan CAR tidak berpengaruh terhadap NPL.
10. (Muljaningsih, 2019)
Analisis pengaruh Inflasi, Suku Bunga BI, dan Gross Domestic Product (GDP) Terhadap
Rasio Non
Performing Loan (NPL) Pada Bank Umum di Indonesia Periode Tahun 2013-2016.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa inflasi tidak berpengaruh signifikan. Suku Bunga BI berpengaruh negative terhadap NPL. GDP berpengaruh positif terhadap NPL dikarenakan kondisi
GDP mengalami
peningkatan, maka
pendapatan masyarakat dan industri meningkat, hal tersebut dikarenakan mengindikasikan adanya kecenderungan dari masyarakat Indonesia yang dinilai sangat konsumtif jadi
sebagian besar
pendapatannya lebih diutamakan untuk kebutuhan konsumtifnya dari pada untuk membayar cicilan pinjaman ke perbankan.