BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
Penelitian mengenai analisis strategi pemasaran pedagang pasar tradisioal dalam perspektif ekonomi islam telah dilakukan oleh beberapa penelitian terdahulu adalah sebagai berikut :
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Nurul Mubarok dan Eriza Yolanda Maldina pada tahun 2017 tentang “Strategi Pemasaran Islami dalam
Meningkatkan Penjualan pada Butik Calista” mendapati bahwa hal yang paling mendasar dan diperlukan dalam strategi pemasaran adalah bagaimana cara dan upaya untuk menarik minat masyarakat/calon konsumen agar mau berbelanja , dapat bertahan ataupun menambah jumlah pembeli konsumen ditempat tersebut yakni dengan melakukan kegiatan promosi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Muhammad Anwar Fathoni pada tahun 2018 tentang “Konsep Pemasaran dalam Perspektif Hukum Islam”
mendapati bahwa sejauh ini pemasaran Islam masih bergantung pada konsep pemasaran konvensional. Peran agama Islam dalam perumusan konsep dan strategi pemasaran Islam hanya sebatas alat pemasaran.Dan metedologi yang digunakan oleh para akedemisi ekonomi Islam dalam merumuskan konsep pemasaran Islam adalah integritas ajaran Islam dengan konsep pemasaran konvensional.
Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Royyan Ramadhani Djayusman, Ahmad Lukman Nugraha Khoirul Umum pada tahun 2018 tentang “Analisis Srategi Pengembangan Pasar Tradisional dalam perspektif ekonomi Islam”
mendapati bahwa Berdasarkan hasil temuan analisis SWOT,di temukan beberapa strategi pertama, pengembangan jumlah pedagan perlu di ikuti dengan penambahan sarana-prasarana; kedua strategi pengembangan usaha para pedagang pasar dapat d lakukan melalui dua aspek yakni aspek material dan non-material; ketiga, pemeran pemeritahdaerah dalam penertiban dan pengelolaan pasar sangat penting; keempat strategi pengembangan pasar tradisional dalam melalui modernisasi sarana-prasarana, dan pemasaran dengan kemajuan teknologi
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jajang Saeful Zaman pada tahun 2017 tentang “Analisis Pengaruh BrandImageCorporate terhadap Keputusan pembelian pada Planet Computer Tasikmalaya” mendapati bahwa brand image corporate planet computer tasikmalaya termasuk pada kualisifikasi baik,keputusan pembelinya juga termasuk pada kualisifikasi baik.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh R.a Perdana,S. Emawati dan A.I Sari pada tahun 2015 tentang” Analisis Pemasaran pada Usaha Mikro Kecil Menengah Kerajinan Kaligrafi Kulit kambing di Kecamatan Sukuharjo”mendapati bahwa hasil penelitian yang diperoleh yakni saluran pemasaran kaligrafi kulit kambing yang di gunakan produsen di kecamatan Sukoharjo terdapat tiga saluran dimana saluran pertama,Produsen ke Konsumen; saluran kedua,produsen kepedagang pengecer ke konsumen;
saluan ketiga,produsen ke pedagang pengumpul ke pedagang pengecer lalu ke konsumen.Dan yang paling sering digunakan yakni salurantiga.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Anita Kartika Sari pada tahun 2017 tentang “Analisis Strategi Pemasaran dalam Upaya Meningkatkan Penjualan pada Perusahaan Telkomsel Distribution Center Bojonegoro “ mendapati bahwa berdasarkan analisis internal dan eksternal perusahaan beserta diagram cartesus dapat diperoleh bahwa yang menjadi strategi utama CV. Perkasa Telkomselindo adalah strategi Growth (perkembangan) dimana CV. Perkasa Telkomselindo dapat mengembangkan perusahaan dan produk yang dijual dengan cara mengembangkan kemampuan tenaga pekerja serta memanfaatkan promosi yang lebih baik.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Zamroni Wahibur Rokhman pada tahun 2016 tentang “Pengaruh Marketing Mix dan Syariah Compliance terhadap Keputusan Nasabah Memilih Bank Umum Syariah di Kudus”
mendapati bahwa terdapat pengaruh yang positf dan signifikan antara produk, harga, lokasi serta promosi dalam keputusan memilih bank umum syariah di kota Kudus. Dan variabel compliance syariah juga berpengaruh dalam pengambilan keputusan memilih bank umum syariah kudus.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ahmad Miftah pada tahun 2015 tentang “Mengenal Marketing dan Marketers Syariah” mendapati bahwa untuk dapat membangun karakter jiwa marketers syariah diperlukan pembangunan keikhlasan serta self developmentuntuk melakukan entitas bisnis halal.
Mareketers syariah harus membangun dirinya dengan berbagai macam
karajter sepert memiliki kepribadian spiritual (taqwa), jujur dan dapat dpercaya (amanah) serta tidak melakukan sogok (tidak riswah).
C. Kerangka Konsep dan Pikir
Gambar 2.2 Kerangka Konsep
Kerangka konsep adalah upaya untuk mengidentifikasi dan menganalsis tema-tema dan fenomena-fenomena yang muncul dari proses analisis
AL-QUR’AN Q.S. An-Nisa : 29
HADITS HR. Abu Dawud
OBJEK STUDI Pasar Sentral Bonea Kabupaten Kepulauan
Selayar STUDI TEORITIK
1. Pengantar Ekonomi Mikro (N.Gregory Manky,Q,2012) 2. Manajemen
Pemasaran (Putri,B.R.2017) 3. Ekonomi Islam
(Islam,p.2012)
STUDI EMPIRIK 1. Strategi
Pemasaran Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Agustin,J.D.
2018)
2. Analisis Strategi Pemasaran Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan (Sari,A.K.2017) RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana strategi
pemasaran pedagang pasar tradisional dalam di pasar sentral Bonea Kabupaten Selayar
2. Bagaimana strategi
pemasaran pedagang pasar trasdisional dalam
perspektif ekonomi islam di pasar sentral Bonea ANALISIS
KASIF
ANALISIS KUALITATIF
SKRIPSI
sementara untuk kemudian nantinya dijadikan alat analogi ketika membahas temuan di lapangan.
Dari hal-hal yang telah diuraikan di atas, maka kerangka konsep yang digunakan dalam penelitian ini secara skematis dapat dirumuskan sebagai berikut:
Gambar 2.3.Kerangka Pikir Strategi Pemasaran
Di dalam berdagang, pedagang mempunyai tujuan yakni untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, dan salah satu cara yang dilakukan pedagang untukmempertahankan dan meningkatkan tingkat keuntungan yakni dengan melakukan strategi yang mantap untuk dapat menggunakan kesempatan atau peluang yang ada dalam pemasaran, sehingga posisi atau kedudukan pedagang di pasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan.
Keragaman para pedagang juga memunculkan berbagai faktor yang mendasari baik intern maupun ektern menjadikan perilaku strategi pemasaran yang berbeda-beda. Dengan adanya kergaman para pedagang yang ada di pasar, membuat pelaku menjalankan aktivitas bisnis terutama pada cara pemasaran dalam berdagang yang tidak menutup kemungkinan pedagang menggunakan bebagai macam strategi untuk bersang dengan pedagang
STRATEGI PEMASARAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DALAM PERSPEKTIF
EKONOMI ISLAM
BAURAN PEMASARAN
PASAR MANAJEMEN
PEMASARAN ISLAM
lainnya demi mendapatkan hasil yang diinginkan, dimana strategi pemasaran adalah proses perencanaan, pemikiran dan pelaksanaan konsepsi,pricing, promosi serta pendistribusian barang dan jasa dalam demenciptakan pertukaran untuk mencapai tujuan.
Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan salah satu konsep utama dalam pemasaran.Bauran pemasaran mencakup sistem atau alat-alat yang mebantu mengaplikasikan konsep pemasaran itu sendiri.Dimana dalam pemasaran terdapat empat variabel kegiatan yakni produk, harga, kegiatan distribusi dan promosi.
Pasar merupakan fasilitas publik yang sangat fital bagi perekonomian suatu daerah.Dengan adanya pasar yang ada di setiap daerah menjadi salah satu barometer bagi tingkat pertumbuham ekonomi masyarakat di daerah terkhususnya pada daerah Kabupaten Kepulauan Selayar.pasar juga bisa dikataan urat nadi dalam suatu perekonomian yang ada di daerah- daerah.
Di dalam pasar juga perlu yang namanya manajemen peasaran yang baik agar dalam berdagang, pedagang mempunyai panduan atau carayang terstruktur untuk mendapatkan tujuan yang diinginkan.Salah satu cara yang dilakuan pedagang untuk mendapatkan manajemen yang baik adalah dengan mengikuti manajemen pemasaran yang secara islami. Dimana manajemen pemasaran islami adalah suatu manajemen pemasaran yang digunakn untuk memperoleh hasil yang maksimal dan tidak terlepas dari syariat islam agar di samping memperoleh kenkmatan di dunia juga memperoleh keberkahan yang sangat baik untuk akhirat kelak.
33 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian kualitatif.Menurut Sugiyono (2009:15) penelitian kualitatif adalah suatu penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme atau enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan observasi, wawancara, dokumentasi), data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami makna dari pada generalisasi.
Penelitian kualitatif bertumpu pada latar belakang alamiah secara hilostik, memposisikan manusia sebagai alat penelitian, melakukan analisis data secra induktif, lebih mementingkan proses dari pada hasil serta hasil penelitian yang dilakukan disepakati oleh peneliti dan subjek penelitian.
B. Fokus Penelitian
Dalam penelitian ini, penulis memfokuskan pada masalah yang telah ditetapkan untuk menjadi pusat perhatian yaitu terhadap strategi pemasaran pedagang pasar tradisional yang berdasar atas ekonomi islampada pasar yang ada di Kabupaten Kepulauan Selayar.
C. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini, peneliti memilih pasar sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar, dimana pasar sentral Bonea merupakan pasar yang terletak di jantung Kota Kabupaten Kepulauan Selayar, tepatnya di Jalan Metro, Benteng Utara.
Situs penelitian ini adalah suatu tempat dimana peneliti menangkap keadaan sebenarnya dari objek yang diteliti untuk memperoleh data atau informasi yang diperlukan. Sesuai dengan permasalahan yang
dikemukakansebelumnya, maka penetapan situs penelitian adalah strategi pemasaran pedagang di pasar sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar berdasar atas ekonomi islam. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 (dua) bulan dan dilaksanakan mulai bulan juni dan juli 2019.
D. Sumber Data
Adapun sumber data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dimana :
1. Data Primer, yaitu data yang diperoleh melalui pengamatan langsung terhadap objek penelitian yaitu pedagang yang berada di pasar sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar dan masyarakat yang melakukan transaksi jual beli di pasar tersebut.
2. Data sekunder, yaitu data yang diperoleh peneliti dengan mempelajari berbagai sumber buku, jurnal, dokumen, dan artikel ilmiah yang terkait dengan penelitian ini.
3. Data informan, merupakan data yang dikumpulkan dari aktor-aktor atau informan yang terlibat didalamnya, dalam penelitian ini data informan diperoleh dari 5 (lima) orang pedagang dan 5 (lima) orang pembeli.
Tabel 3.1 Data Informan
No. Nama Usia Pendidikan Terakhir
Keterangan Inisial
1. Salma Wati 32 SD Pedagang SW
2. Nuri Pati 31 SD Pedagang NP
3. Umar Paisal 32 SMA Pedagang UP
4. Arnianti Arsyad 19 SMA Pedagang AA
5. Syahriah. S 43 SMA Pedagang SS
6. Denni Pati 43 SMA Pembeli DP
7. Andi Fitriani 31 SD Pembeli AF
8. Andi Rosmina 47 SMA Pembeli AR
9. Tanni Bau 43 SD Pembeli TB
10. Nur Linda 31 SD Pembeli NL
E. Teknik Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data penelitian, maka teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yakni dengan studi lapangan yang dilakukan untuk memperoleh data primer pengumpulan data dilakukan dengan cara :
1. Observasi atau Pengamatan
Pengamatan ini dilakukan dengan cara pengamatan pada lokasi-lokasi kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk melihat strategi pemasaran, kegiaatan pemasaran pada para pedagang pasar sentral kabupaten kepulauan selayar.
2. Wawancara
Dilakukan dengan cara wawancara dengan menggunakan Tanya jawab langsung kepada para pedagang dan pembeli, menggunakan daftar pertanyaan yang ditujukan langsung kepada para pelaku pasar.
Tabel 3.2 Daftar Pertanyaan
No. Informan Pertanyaan
1. Pedagang a. Apa saja yang bapak/ibu lakukan untuk menarik konsumen dalam membeli produk bapak/ibu?
b. Bagaimana Anda memberikan potongan harga terhadap pelanggan Anda?
c. Bagaimanasikap Anda dalam menghadapi pelanggan yang menawar barang Anda dibawah harga beli ?
d. Bagaimana Anda memberitahukan kepada pelanggan Anda mengenai semua kondisi barang dagangan Anda?
e. Bagaimana Anda memberitahukan kepada konsumen mengenai harga pokok perolehan barang yang Anda jual ?
2. Pembeli a. Apa saja yang dilakukan penjual untuk menarik Anda membeli barang dagangannya ?
b. Bagaimana strategi pedagang dalam memberikan potongan kepada Anda ?
c. bagaimana sikap Anda dalam menawar barang dagangan ?
d. Bagaimana pedagang
memberitahukan kondisi barang dagangannya kepada Anda ?
e. Bagaimana pedagang
memberitahukan Anda harga pokok perolehan barang dagangan yang dijualnya ?
3. Dokumen
Penelitian juga akan menggunakan metode ini dengan jalan penelitian menyelidik dokumen, peraturan-peraturan, catatan harian dan sebagainya. Hal ini dimaksudkan untuk melengkapi data-data yang diperoleh penulis dan hasil observasi dan wawancara dengan mencocokkan kondisi yang ada dalam buku atau dokumen yang lain dengan kenyataan dilapangan.
F. Instrumen Penelitian
Instrument dalam penelitian ini adalah penulis sendiri.Penulis menyiapkan pedoman wawancara yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang disesuaikan dengan teori yang digunakan dalam penelitian ini yang disesuaikan dengan pokok permasalahan dalam penelitian ini. Pokok permasalahan ini dapat berkembang sehingga penulis menemukan informasi lain yang berhubungan dengan pokok permasalahan tersebut selama wawancara berlangsung.
G. Analisis Data
Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.
1. Data Reduction (Reduksi Data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih dan memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
Dengan demikian data yag telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti computer mini, dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu.
2. Data Display (Penyajian Data)
Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Miles dan Huberman (sugiyono,2018) menyatakan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
3. Conclusion Drawing/verification
Data yang diperoleh, kemudian dikategorikan, dicari tema dan polanya kemudian ditarik kesimpulan. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.
39 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Berdirinya pasar Tradisional Bonea Kab. Selayar
Pasar Tradisional Bonea di kabupaten Kepulauan Selayar yang terletak di kota Benteng jalan Metro kecamatan Benteng kelurahan Benteng utara.Pasar ini termasuk sebagai pemasok Sembilan bahan kebutuhan pokok, seperti sayur-mayur, aneka jenis ikan, telur, buah-buahan, dan lain- lain.Barang-barang dagangan yang ada di pasar tradisional Selayar mayoritas berasal dari Kabupaten Bulukumba.Pasar tradisional Bonea kabupaten kepulauan Selayar dibangun pada tahun 2007 dan mulai ditempati pada tahun 2008. Pasar tradisional kabupaten kepulauan Selayar awalnya terletak di jalan penghibur dan pedagang masih berlesehan belum ada yang namanya kios dan los, apalagi tempat-tempat yang layak untuk berdagang serta fasilitas masih sangat minim. Setelah pasar tradisional yang ada di jalan penghiburmengalami kebakaran keadaan pasar sudah tidak layak lagi untuk ditempati sehingga pemerintah daerah membangun pasar baru yang terletak di jalan Metro kecamatan Benteng kelurahan Benteng Utara.Pada tahun 2008 semua pedagang dipindahkan ke pasar baru yang sudah dibangun. Pasar beroperasi selama 8 jam yakni mulai dari jam 08:00 pagi sampai 16:00 sore.
Pasar tradisional Bonea kabupaten Selayar saat ini, termasuk dalam pengembangan, peraturan daerah Kabupaten Kepulauan Selayar nomor 5 tahun 2012 tentang rencana tata ruang wilayah Kabupaten Kepulauan Selayar tahun 2012-2030, pasar termasuk dalam indikasi program utama untuk perwujudan struktur dan pola ruang Kabupaten Kepulauan Selayar.
Penataan kembali pasar tradisional Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar dianggap sangat penting, karna kurangnya fasilitas penunjang yang dimaksudkan adalah fasilitas tempat pembangunan sampah yang tidak
terkontrol dan menyebabkan penimbunan sampah dan bau yang menyengat pada area bongkar muat barang dagangan hasil pertanian. Selain itu area parkir yang hanya disedikan bagi pengendara motor dengan jumlah yang tidak memadai, ditambah bongkar muat barang yang tidak strategis sehingga proses pengangkutan mengganggu penggua jalan dan menyebabkan kemacetan. Pada pagi hari sebelum pasar mulai beroperasi di sis badan jalan area pasar dipenuhi oleh para pedagang.
2. Letak Geografis Obyek Penelitian
Penelitian ini dilakukan di kabupaten kepulauan Selayar.kabupaten kepulauan Selayar merupakan salah satu diantara 24 kabupaten/kota di provinsi Sulawesi selatan yang letaknya di ujung selatan pulau Sulawesi dan memanjang dari Utara ke Selatan. Daerah ini memiliki kekhususan yakni satu-satunya kabupaten di Sulawesi selatan yang seluruh wilayahnya terpisah dari daratan Sulawesi dan terdiri dari gugusan beberapa pulau sehingga membentuk suatu wilayah kepulauan.Gugusan pulau di kabupaten kepulauan selayar secara keseluruhan berjumlah 130 buah, tujuh di antaranya kadang tidak terlihat (tenggelam) pada saat air pasang. Luas wilayah kabupaten kepulauan Selayar meliputi 1.357,03 km2 wilayah daratan (12,91%) dan 9.146,66 km2 wilayah lautan (87,09%).Kabupaten kepulauan Selayar berada pada koordinat (letak astronomi) 5o42’-7o35’ Lintang Selatan dan 120o15’-122o30’ bujur timur yang berbatasan dengan Kabupaten Bulukumba dan Teluk Bone di sebelah Utara, laut Flores (provinsi Nusa Tenggara Timur) di sebelah Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur di sebelah Selatan, dan laut Flores serta selat Makassar di sebelah Barat.
Gambar 4.1
Letak Pasar Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar
Sumber : UPT Pasar Sentral Bonea, 2019
Dari data di atas dapat dijelaskan bahwa pasar Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar terletak di jalan Metro, kecamatan Benteng, Kelurahan Benteng Utara.Lokasi pasar di bangun di atas lahan dengan luas 3000 M2 dan memiliki luas bangunan 2000 M2.Letak pasar Sentral Bonea dapat dikatakan strategis karena letak pasar berada di perkotaan.
Penelitian ini dilakukan di pasar Sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar.Adapun yang diteliti adalah Analisis Strategi Pemasaran Pedagang Pasar Tradisional Bonea dalam Perspektif Ekonomi Islam di pasar Sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar.Untuk itu, untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentak obyek penelitian, tepatnya berdekatan dengan terminal Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sarana dan prasarana yang terdapat di pasar Sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar.
1.) Jumlah bangunan di pasar Sentral Bonea a. Kios Permanen : 349
b. Lods : 324
c. Kios baru : 72
d. Lods baru : 32 e. Kios swasta : 20
2.) Jumlah pedagang di pasar Sentral Bonea Pedagang : 942
3.) Fasilitas umum
a. Kantor pasar : 1 Buah b. Pos keamanan : 1 Buah c. Musholah : 1 Buah d. Thoilet/Wc : 4 buah
Dari data di atas dapat diketahui bahwa jumlah bangunan di pasar Bonea yakni kios sebanyak 421 bangunan, kios swasta sebanyak 20 bangunan, dan bangunan lods sebanyak 356 sehingga jumlah bangunan secara keseluruhan sebanyak 804 bangunan beserta fasilitas penunjangnya seperti bangunan mesjid, kantor, wc, dll. Dan jumlah pedagang yang menjual di pasar Bonea sebanyak 942 pedagang.
Perkembangan pasar tradisional tidak menentu, karena sebagian pedagang yang tidak memilki kios atau lods berpindah ke pasar TPI.Pasar TPI tidak diperuntukkan sebagai pasar tatapi sebagai tempat pelelangan ikan.Karna masih kurangnya kios dan lods di pasar tradisional Bonea sebagian pedagang
berpindah ke pasar TPI yang terletak di
Matalalang(Diskop.Ukm.perindang,2016;3)
3. Struktur Organisasi
Struktur organisasi pasar sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar memiliki fungsi yang sama dengan struktur organisasi pasar yang lain, yang pada dasarnya pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab. Organisasi pengelola pasar dinamakan Unit Pelayanan Terpadu (UPT) pasar Sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar. Adapun Struktur kepengurusannya adalah:
Gambar 4.2
Struktur Organisasi Pasar Sentral Bonea
Sumber : UPT Pasar Sentral Bonea, 2019 Kepala UPT Pasar
Sentral ARUNG GAU
Kepala Pasar Sentral SAIYED RAHMAN,SE
Petugas Parki
r Pasar
Sentr al
Petugas Keam
anan Pasar Sentr
al Petugas
Pene rtiba n Pasar
Sentr al Petugas
Retri busi Pasar Sentr
al
Petugas Keber
sihan Pasar Sentr
al
4. Job Description
Berdasarkan sistem kepengurusan yang ada di atas memiliki tugas dan wewenang masing-masing, yakni:
a. Kepala UPT pasar Sentral Bonea
Tugasnya : mempunyai wewenang tertinggi dan bertanggung jawab pada seluruh kegiatan operasional. Sehingga seluruh kegiatan dan kejadian yang ada di pasar Sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar menjadi tanggung jawab kepala UPT.
b. Petugas Retrubusi pasar Sentral Bonea
Tugasnya : dalam hal ini petugas pemungut retribusi memiliki tugas yaitu melaksanakan pemungutan retribusi sampah, pemungutan pajak, pengelolaan parkir di pasar.
c. Petugas penertiban pasar Sentral Bonea
Tugasnya : dalam hal ini petugas penertiban memiliki tugas untuk menertibkan seluruh yang ada di pasar Sentral Bonea mulai dari menertibkan parkir sampai kepada pengunjung pasar.
d. Petugas parkir pasar Sentral Bonea
Tugasnya : dalam hal ini petugas parker juga sangat berperan penting yakni memiliki tugas mengatur serta menjaga seluruh kendaraan para pengunjung pasar Sentral Bonea.
e. Petugas keamanan pasar Sentral Bonea
Tugasnya : dalam hal ini petugas keamanan merupakan salah satu hal yang mempunyai peranan penting dalam menjaga keamanan pasar Sentral Bonea, baik dari segi keamanan parker, kantor, dan menjaga ketentraman antara pedagang dan kuli panggul agar tidak terjadi perselisihan.
f. Petugas kebersihan pasar Sentral Bonea
Tugasnya : dalam hal ini petugas kebersihan pasar Sentral Bonea memilki peran untuk menjaga kebersihan di area pasar Sentral Bonea agar para konsumen/pembeli serta pengunjung merasa nyaman.
Berdasarkan penelitian di lapangan dapat diketahui bahwa jumlah keseluruhan petugas yang menjalankan sistem operasional pasar Sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar adalah 67 petugas yang mempunyai peran dan tugas masing- masing disetiap tugasnya. Terdapat dua kepala pasar pasar Sentral Bonea. Selain kepala UPT ada 5 orang lain sebagai petugas retribusi. Selain ada 5 petugas retribusi juga ada 3 orang lain sebagai petugas penertiban. Selain itu ada dua orang sebagai petugas parkir.Selain itu juga ada 5 orang sebagi petugas keamanan, serta 6 orang diantaranya sebagai petugas kebersihan.
5. Daftar Informan
Informan adalah suatu bagian terpenting dalam suatu penelitian, sebab informan berhubungan langsung dengan peneliti itu sendiri. Adapun informan dalam penelitian ini adalah para pedagang dan pembeli muslim yang ada di pasar Sentral Bonea Kabupaten Kepulauan Selayar.berikut ini daftar informan
No. Nama
Umur (Th n)
Pendidikan
terkahir Jenis produk
1 Salma 32 SD Beras
2 Nuri 31 SD Emping
3 Umar Paisal 32 SMA Buah
4 Arnianti 19 SMA Pakaian
5 Syahriah.S 43 SMA sembako