BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
Alifah Nur Fajrina (2020) Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Tentang “Optimalisasi Pengelolaan Zakat: Implementasi dan Implikasinya dalam Perekonomian” Hasil penelitian bahwa pengelolaan zakat yang efektif akan menjadikan kontribusi zakat dalam perekonomian lebih optimal.
Diantaranya peran zakat sebagai instrumen fiskal dalam Islam, juga merupakan instrumen redistribusi pendapatan. Peran zakat yang efektif akan berkontribusi dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi seperti kemiskinan, kesenjangan pendapatan, hingga pengangguran. Dimana melalui instrumen zakat akan terwujud distribusi pendapatan yang berkeadilan, sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat pada tingkat ekonomi bawah, juga meningkatkan kapasitas produksi bagi para pengusaha, sebagai dampak dari peningkatan daya beli masyarakat.
Decky Hendarsyah (2017) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Syariah Bengkalis tentang “Pemanfaatan Zakat Online Baznas Bagi Muzaki‟
Kesimpulan dari penelitian adalah sistem zakat online sangat membantu para muzaki dalam menyalurkan zakat terutama bagi yang berada jauh dari kantor BAZNAS dan sedang melakukan perjalanan sedangkan laporan zakat bisa digunakan muzaki untuk mengurangi pembayaran pajak.
Nur Atika (2017) Fakultas Syariah Dan Hukum Uin Alauddin Makassar tentang “Optimalisasi Strategi Pengelolaan Zakat Sebagai Sarana Mencapai Kesejahteraan Masyarakat Pada Badan Amil Zakat Kab. Maros” Hasil penelitian ini adalah bahwa strategi Pertama yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Maros yakni dengan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat tentang manfaat dan kewajiban membayar zakat khususnya kepada para aparat
sipil Negara karena dalam hal ini BAZNAS Kabupaten Maros masih memaksimalkan zakat profesi. Strategi kedua dalam bidang aksi yang dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Maros yakni program pendayagunaan zakat dengan memberdayakan perekonomian mustahik secara produktif dengan bantuan usaha.
Nurkholish Majid (2020) tentang “Optimalisasi Kinerja Lembaga Amil Zakat Melalui Standar Mutu Iso 9001” Kesimpulan hasil penelitian bahwa implementasi manajemen mutu dalam lembaga zakat memiliki peran yang penting dalam peningkatan kinerja dapat dilihat dari aspek keuangan, proses maupun indeks zakat secara keseluruhan meliputi sumber daya manusia, kesejahteraan mutahik. Pencapaian yang bisa diharapkan dengan adanya peningkatan penerapan standar mutu melalui sertifikasi ISO 9001 mampu mendorong pencapaian yang jelas dalam organisasi serta kejelasan aktivitas dan kegiatan yang sesuai dengan SOP yang ditentukan.
Sumadi, 2017. Optimalisasi Potensi Dana Zakat, Infaq, Sadaqah Dalam Pemerataan Ekonomi Di Kabupaten Sukoharjo (Studi Kasus di Badan Amil Zakat Daerah Kab. Sukoharjo). STIE-AAS Surakarta. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Zakat Infak dan Sadaqah, khususnya Ibadah Zakat sebagai rukun Islam merupakan kewajiban setiap muslim yang mampu untuk membayarnya,zakat merupakan dana potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memajukankesejahteraaan umum bagi seluruh masyarakat. Agar Zakat menjadi sumber dana yang dapat dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat terutama untuk mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan menghilangkan kesenjangan sosial,perlu adanya pengelolaan zakat secara Profesional dan bertanggung jawab.
Ramadhita (2017) tentang “Optimalisasi Peran Lembaga Amil Zakat Dalam Kehidupan Sosial” dengan kesimpulan bahwa Zakat, infaq, shadaqah sebagai sumber-sumber pendanaan sosial dipandang belum mampu menyelesaikan persoalan-persoalan sosio-ekonomi yang dihadapi masyarakat muslim di Indonesia. Padahal, berdasarkan sejumlah penelitian, potensi dana ZIS di Indonesia mencapai 100 miliyar lebih per tahunnya. Hal ini disebabkan oleh dua faktor, yaitu faktor muzakki dan faktor amil zakat. Muzakki belum percaya sepenuhnya terhadap amil, untuk mendistribusikan dana zakat, infaq, maupun shadaqah kepada mustahik. Selain itu, lembaga amil yang berperan sebagai operator, belum optimal dalam menggali dan mendayagunakan potensi zakat. Untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap LAZ, perlu dilakukan optimalisasi peran dan fungsi amil berdasarkan prinsip rukun iman, prinsip moral, prinsip lembaga, dan prinsip menajemen.
Muh. Shadiq Danial, (2018). Tentang Optimalisasi Zakat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pra Sejahtera (Studi Pada Masyarakat Binaan LAZIS Wahdah Di Kota Makassar) Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa optimalisasi zakat LAZIS Wahdah sudah berjalan dengan baik dengan memberikan bantuan program kemandirian. Namun secara sigifikan optimalisasi zakatnya dalam mensejahterakan masyarakat binaannya belum optimal dengan baik. Karena, LAZIS Wahdah hanya memberikan tambahan modal yang sangat kecil yang bersifat hibah dan bentuk pengawasan yang dilakukan LAZIS Wahdah kurang maksimal karena kurangnya SDM yang dimiliki sehingga penerima manfaatnya hanya mendapatkan hasil yang pas-pasan pula. Walaupun seperti
itu, masyarakat binaan LAZIS Wahdah sangat bersyukur dengan adanya bantuan modal usaha dalam pemberdayaan ekonomi tersebut.
Erma Novitasari, (2018) Jurnal Ilmiah Bidang Manajemen dan Bisnis tentang “Analisis Transparansi, Optimalisasi Pengelolaan Zakat dan Efisiensi Terhadap Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) Kabupaten Ponorogo” dengan kesimpulan bahwa pendistribusian Zakat, Infaq, dan Shodaqoh masih memprioritaskan fakir, miskin, fi sabilillah. Namun pada kenyataanya juga memperhatikan amil dan muallaf. Dalam hal ini pihak LAZISMU memang tidak sesuai indikator 8 anshaf namun hal tersebut terjadi ka rena pada umumnya disekitar lingkup LAZISMU masih jarang bahkan tidak ada seperti hamba sahaya (budak belian), Gharim (orang yang berhutang) dan ibnu sabil (musafir). Sehingga diprioritaskan mereka yang masih banyak disekitar daerah LAZISMU. Dalam hal pemerataan ini juga sudah dilakukan dengan kegiatan perbulannya b ergantian dari kecam a tan ke kecamatan yang berbeda dikabup aten Ponorogo. LAZISMU Kabupaten Ponorogo memberikan bantuan masih dalam bentuk konsumtif walaupun pad a awalnya sudah melakukan bantuan secara produktif namun masih belum terlaksana dengan baik karena kuran gn ya Sumber Daya Manusia maka bantuan produktif tersebut tidak berhasil.
Nunung Nurlaela (2019) Jurnal Ekonomi Islam STEI Hamfara Yogyakarta tentang “Optimalisasi Pengelolaan Zakat untuk Kesejahteraan Umat (Studi Kasus pada Badan Amil Zakat Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta)”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. Strategi BAZNAS dalam memaksimalkan manajemen zakat, yaitu strategi dalam publikasi zakat, misalnya sosialisasi tentang manajemen zakat, konseling publik, pendisiplinan kartu NPWZ (Nomor Pajak
Wajib Zakat) 2. Mengoptimalkan pengumpulan dan Distribusi zakat di DIY dapat dipengaruhi oleh tiga faktor penting yaitu potensi zakat yang dimiliki oleh masyarakat, besarnya potensi dana zakat yang diserap oleh BAZNAS DIY, dan keberhasilan distribusi, tetapi berhasil atau tidaknya pengumpulan zakat dan pemanfaatan zakat hanya dilakukan oleh lembaga pengelola zakat. Implikasi penelitian ilmiah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan masyarakat untuk kesadaran di masyarakat untuk mengeluarkan zakat pada BAZNAS Daerah Istimewa Yogyakarta untuk penghasilan yang berasal dari segala bentuk profesi.
Rizkiyah Audina (2019) Jurnal Manajemen Dakwah Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung tentang “Strategi Pengelolaan Zakat Rumah Yatim dalam Upaya Optimalisasi Pemberdayaan Umat” Hasil dari penelitian menunjukan bahwa strategi pengelolaan zakat rumah yatim dalam upaya optimalisasi pemberdayaan umat meliputi formulasi strategi yang mendukung berjalannya rumah yatim dalam pengembangan visi dan misi lembaga, identifikasi peluang dan ancaman, identifikasi kekuatan dan kelemahan, penetapan tujuan jangka panjang dan penentuan alternatif strategi.
Dalam implementasi strategi yang dilaksanakan sangat terkoordinir dengan baik dilihat dari pengembangan strategi sesuai dengan budaya lembaga, pengarahan pada bidang pemasaran dan pengaplikasian aspek pengelolaan zakat yang baik dan matang. Yang kemudian diakhiri dengan evaluasi strategi yang didalamnya meliputi peninjauan dari faktor internal dan eksternal, pengukuran kinerja serta pengkoreksian serta pengambilan tindakan.