BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
pemberi pelayanan publik. Organisasi publik yang bergerak atas nama publik mengharuskan adanya keterbukaan agar dapat menilai kinerja pelayanan yang diberikan. Dengan ini akan terlihat bagaimana suatu sistem yang berjalan dalam organisasi tersebut.
3. Partisipasi masyarakat
Partisipasi masyarakat artinya semua warga masyarakat mempunyai suara dalam pengambilan keputusan, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui lembaga-lembaga perwakilan yang mewakili kepentingan mereka. Partisipasi menyeluruh tersebut dibangun berdasarkan kebebasan berkumpul dan mengungkapkan pendapat.
Partisipasi masyarakat dapat mendukung tugas pemerintah untuk mengidentifikasikan kebutuhan masyarakat, mengatur agenda dan prioritas pelayanan, serta mengembangkan program- program sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat (Kurrohman, 2015).
Good government governance merupakan kebutuhan mutlak mayoritas rakyat demi terciptanya suatu sistem pemerintahan yang lebih berpihak kepada kepentingan rakyat. Dengan mewujudkan good government governance berarti terciptanya suatau layanan publik atau tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
yang pernah dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Penelitian terdahulu yang akan menjadi rujukan penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Peneliti Judul Penelitian Metodologi Hasil 1. Teti Anggita
Safitri, Rigel Nurul Fathah (2018)
Pengelolaan
Alokasi Dana Desa dalam Mewujudkan Good Governance
Metode kualitatif
dengan analisis deskriptif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
1) Sistem pengelolaan Alokasi Dana Desa di Desa Sardonoharjo telah menerapkan prinsip-prinsip good governance.
2) Tahapan pengelolaan Alokasi Dana Desa menerapkan perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban administrasi terkendala dengan keterlambatan laporan dari pendukuhan dan pihak desa sedikit
kesulitan dalam
menerapkan Sistem
Keuangan Desa
(SISKEUDUS).
3) Pengukuran kinerja keuangan desa di Desa Sardonoharjo didasarkan pada tingkat efektivitasnya yaitu sebesar 97% yang berarti efektif.
2. Rosalina Ghazali, Muhammad Fahmi, Taufik Katiallo (2018)
Analisis
Pertanggungjawab an Alokasi Dana Desa dengan Pendekatan Good Governance pada Desa Talang Buluh Kabupaten
Banyuasin
Metode kualitatif
dengan analisis deskriptif
Hasil analisis menunjukkan belum diberlakukannya pertanggungjawaban alokasi dana anggaran dengan pendekatan good governance menurut Permendagri Nomor 37 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengelolaan keuangan Desa pada Desa Talang Buluh Kabupaten Banyuasin.
3. Pancawati Hardiningsih, Rachmawati Meita Oktaviani,
Akuntabilitas Pengelolaan
Alokasi Dana Desa Menuju Good Government
Metode kualitatif
dengan analisis deskriptif
Menunjukkan bahwa
pengelolaan keuangan desa pada tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan,
pelaporan, dan
Ceacilia Srimindarti (2019)
Governance pertanggungjawaban belum
sepenuhnya berjalan baik sesuai Permendagri No.113 tahun 2014 dan Perbup Pemalang No. 58 tahun 2015.
Hasil pengelolaan alokasi dana desa kab. pemalang
belum sepenuhnya
mengimplementasikan prinsip
Good Government
Governance dalam bentuk transparansi dan akuntabilitas karena banyak aparat desa sudah purna tugas bahkan pindah tugas sehingga yang terjadi adalah rangkap jabatan.
namun secara rutin ditindak lanjuti audit dari inspektorat untuk menjaga kualitas laporan.
4. Razi Apriansyah Mustaram, Nining Sudiyarti, Zuhra Kumala (2020)
Analisis Penerapan Prinsip Good Government
Governance dalam Pengelolaan
Keuangan Desa di
Desa Poto
Kecamatan Moyo Hilir
Metode kualitatif
Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan prinsip good government governance ini telah diterapkan oleh pemerintah Desa Poto, namun tidak semua prinsip dari good government governance sudah diterapkan sepenuhnya.
Prinsip good government governance yang telah diterapkan yaitu prinsip tegaknya supremasi hukum, perduli kepada masyarakat, berorientasi terhadap consensus, efektif dan efisien, prinsip fairness. Sedangkan prinsip yang belum sepenuhnya diterapkan yaitu prinsip partisipasi, transparansi, responsibilitas dan prinsip akuntabilitas.
5. Christa Yunnita Garung, Linda Lomi Ga (2020)
Pengaruh
Akuntabilitas dan Transparansi Terhadap Pengelolaan
Alokasi Dana Desa (ADD) dalam Pencapaian Good Governance Pada
Metode kuantitatif
Hasil penelitian
mengungkapkan bahwa : 1) Akuntabilitas berpengaruh
terhadap pengelolaan ADD dalam pencapaian good governance pada Desa Manulea, dibuktikan
dengan adanya
pertanggungjawaban dalam
Desa Manulea Kecamatan
Sasitamean Kabupaten Malaka
laporan
pertanggungjawaban yang disajikan dengan bukti-bukti yang mendukung.
2) Transparansi berpengaruh terhadap pengelolaan ADD dalam pencapaian good governance pada Desa Manulea dibuktikan dengan adanya keterbukaan secara transparan terhadap masyarakat maupun pihak lain yang membutuhkan.
3) Akuntabilitas dan transparansi secara simultan berpengaruh terhadap pengelolaan ADD dalam pencapaian good governance pada Desa
Manulea sudah
menunjukkan pelaksanaan yang akuntabel dan transparan dilihat dari pelaporan
pertanggungjawaban
APBDes karena
pengelolaan ADD
digunakan untuk
meningkatkan pelayanan dan upaya pemberdayaan masyarakat desa.
6. Meyla Dwi Pangesti dan Ardiani Ika S.
(2020)
Akuntabilitas Pengelolaan
Alokasi Dana Desa (Studi Kasus Desa Mranggen
Kecamatan Mranggen
Kabupaten Demak)
Metode kualitatif
dengan analisis deskriptif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ADD mulai dari tahap perencanaan,
pelaksanaan, dan
pertanggungjawaban di Desa Mranggen sudah baik dan sesuai dengan perundang- undangan dan ketentuan yang berlaku. Dalam pengelolaan ADD sudah menerapkan prinsip akuntabilitas yang didukung prinsip partisipasi dan transparansi. Terlihat pada proses perencanaan ADD di Desa Mranggen dengan keikutsertaan masyarakat yang antusias dalam musyawarah desa.
Sedangkan pada tahap
pelaksanaan ADD terlihat dengan adanya pelaporan disetiap kegiatan pelaksanaan ADD. Untuk pelaporan pertanggungjawaban
keuangan Desa Mranggen melalui Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) secara online.
7. Shinta Gloria Gunawan, Wahyu Subadi, dan Heni Supardi (2020)
Pengelolaan
Alokasi Dana Desa Dilihat dari Aspek Akuntabilitas Pada Desa Tangkan Kecamatan Awang Kabupaten Barito Timur
Metode kualitatif
dengan analisis deskriptif
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan untuk pengelolaan ADD di Desa Tangkan sudah akuntabel.
Pada akuntabilitas untuk Posyandu dan PKK masih belum akuntabel dan sangat diperlukan bimbingan dari aparat desa dalam pelaporan dan tepat waktu dalam mengumpulkan pelaporan.
Sedangkan faktor penghambat yaitu kurangnya kemampuan sumber daya untuk melakukan pekerjaan yang dibebankan kepadanya, hal ini dapat dilihat dari kurangnya kemampuan dari PKK dan Posyandu yang masih kurang dalam membuat pertanggungjawaban
pelaporan.
8. Desi Susilawati, Parwoto, Puspita Dewi Wulaningrum
, Tri
Wijayanto (2020)
Good Governance Aloksi Dana Desa (ADD) : Peran Perangkat dan Akuntabilitas Publik Suatu Analisis di Desa Tirtomartani Kecamatan
Kalasan
Metode kualitatif
dengan analisis deskriptif
Hasil penelitian menunjukkan bahwa :
1) Tahap perencanaan ADD pada Desa Tirtomartani telah menerapkan prinsip partisipasi dan transparansi dengan baik.
2) Tahap pelaksanaan program ADD di Desa Tirtomartani telah menerapkan prinsip transparansi dan akuntabel.
3) Pertanggungjawaban APBDes ADD pada Dsa Tirtomartani berupa
dokumen laporan
pertanggungjawaban atau laporan realisasi
penggunaan dana masih terkendala waktu yang belum tepat.
9. Lulut Agus Riyanto, Afifuddin, dan Roni Pindahanto Widodo (2021)
Akuntabilitas dan Transparansi Pemerintah Desa Terhadap Alokasi Dana Desa dalam Mewujudkan Good Governance (Studi Kasus di Kantor Pemerintah Desa Bendoroto,
Kecamatan Munjungan)
Metode kualitatif
dengan analisis deskriptif
Hasil penelitian
mengungkapkan bahwa pemerintah Desa Bendoro dalam pengelolaan ADD sudah dilaksanakan sesuai ketentuan dan format dari pemerintah pusat. Pemerintah desa dalam menunjang pelaporan yang valid menggunakan pelaporan aplikasi Siskeudes dan ditahap realisasi dari anggaran dana desa sudah sesuai prioritas yang dibutuhkan dan berdampak langsung ke
kemajuan maupun
kesejahteraan masyarakat Desa Bendoroto. Hal ini menun jukkan pemerintah Desa Bendoroto sudah memenuhi prasarat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
10. Michael Hardi Jani Malumperas, Hendrik Manossoh, dan Sonny Pangerapan (2021)
Akuntabilitas Pengelolaan ADD (Studi kasus di Desa Bowongkali, Kecamatan
Tabukan Tengah Kabupaten
Kepulauan Sangihe)
Metode kualitatif
dengan analisis deskriptif
Penelitian ini menyimpulkan bahwa, tingkat pengelolaan keuangan dan pelaksanaan program di Desa Bowongkali sudah transparan dan dapat dipertanggungjawabkan hanya ada beberapa kendala dalam proses pelaksanaan yang
kadang mengalami
keterlambatan pencairan dana dari pemerintah daerah namun secara keseluruhan proses pengelolan keuangan desa sangat baik dan telah sesuai dengan Permendagri No. 20 Tahun 2018.
Beberapa penelitian yang pernah dilakukan terkait Alokasi Dana Desa (ADD), diantaranya penelitian oleh Teti Anggita Safitri (2018) menunjukkan bahwa pengelolaan ADD pada Desa Sardonoharjo telah menerapkan prinsip-prinsip good governance dengan hasil yang sama oleh penelitian
Myla Dwi Pangesti (2020), Desi Susilawati (2020) dan Lulut Agus Riyanto (2021) yang mengemukakan bahwa pengelolaan ADD mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban ADD sudah menerapkan prinsip-prinsip good governance, namun ada kendala dibeberapa penelitian yaitu realisasi penggunaan dana masih terkendala waktu yang belum tepat tapi secara keseluruhan pengelolaan ADD telah sesuai dengan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku.
Berbanding terbalik dengan penelitian yang dilakukan oleh Rosalina Ghazali (2018) yang menunjukkan bahwa pertanggungjawaban ADD tahun anggaran 2014 dengan pendekatan good governance pada pemerintahan Desa Talang Buluh belum mengaplikasikan konsep-konsep good governance dengan baik.
Sedangkan pada penelitian yang dilakukan oleh Pancawati Hardiningsih (2019) menunjukkan bahwa pengelolaan ADD pada tahap perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan dan pertanggungjawaban belum sepenuhnya mengimplementasikan prinsip good government governance sesuai dengan Permendagri No 113 tahun 2014.
Sama halnya dengan hasil penelitian oleh Razi Apriansyah Mustaram (2020) yang menunjukkan bahwa tidak semua prinsip dari good government governance sudah diterapkan sepenuhnya oleh pemerintah Desa Poto.
Berdasarkan penelitian terdahulu diatas perbedaan penelitian yang akan dilakukan yaitu terletak pada objek penelitian dan tahun anggaran pengelolaan alokasi dana desa.