BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Tinjauan Empiris
19
disediakan. Keempat tahapan ini disebut model AIDA, yaitu: perhatian, minat, keinginan dan tindakan (Kotler, 2008:5):
1) Attention (perhatian). Tahap ini merupakan tahap awal evaluasi produk atau jasa berdasarkan kebutuhan calon pelanggan, selain itu calon pelanggan juga memahami produk atau jasa yang diberikan.
2) Desire. Pada tahap ini, setelah memperoleh informasi yang lebih detail mengenai produk atau jasa yang diberikan, calon konsumen mulai tertarik untuk membeli produk atau jasa yang diberikan. Calon pelanggan mulai memikirkan dan mendiskusikan produk atau jasa yang ditawarkan, karena keinginan dan keinginan untuk membeli mulai muncul. Pada tahap ini calon konsumen sudah mulai tertarik dengan produk atau jasa yang diberikan. Tanda dari tahap ini adalah calon pelanggan telah menunjukkan minat yang kuat untuk membeli dan menguji produk atau layanan yang diberikan.
3) Action. Pada tahap ini, calon pelanggan memiliki tingkat stabilitas yang tinggi dalam membeli atau menggunakan produk atau jasa yang diberikan.
e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Beli
Menurut Assael (2002:72), ada dua faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen, yaitu:
1) Lingkungan. Lingkungan sekitar akan mempengaruhi minat beli konsumen dalam memilih produk tertentu.
2) Stimulus Pemasaran atau stimulate marketing, pemasaran bertujuan untuk merangsang konsumen dan memungkinkan mereka untuk menarik minat beli konsumen.
No
. Nama/Tahun Judul Metode
Penelitian Hasil Penelitian 1. Gangsar
Upoyo (2018)
Faktor-faktor yang
mempengaruhi konsumen membeli smartphone OPPO (studi kasus pada pengguna
smartphone
OPPO di
Universitas Sanata Dharma)
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif
Berdasarkan analisis dan pembahasan hasil analisis data penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen membeli smartphone
OPPO dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Dari hasil analisis karakteristik responden yang membeli
Smartphone OPPO, diperoleh data sebagai berikut:
a. Berdasarkan umur, responden paling banyak berumur
diatas 20 tahun yaitu sebesar (57%)
b. Berdasarkan jenis kelamin, responden paling banyak
berjenis kelamin perempuan (64%) c. Dari hasil analisis chochran (setelah melakukan pengujian dan perhitungan dengan melewati beberapa tahap) dapat
disimpulkan bahwa dari dua belas faktor,terdapat sepuluh faktor yang mempengaruhi
konsumen membeli Smartphone OPPO yaitu memiliki bentuk, warna, dan ukuran
yang berkelas, memiliki perangkat keras untuk penyimpanan
data semetara (RAM) yang sesuai kebutuhan, memiliki media
21
penyimpanan data (ROM) yang sesuai kebutuhan, kapasitas baterai yang sesuai kebutuhan, harga yang terjangkau, pusat
pelayanan (service center) yang mudah ditemukan, adanya duta besar merek (brand ambassador) yang disukai, rekomendasi teman, pengalaman pembelian OPPO
sebelumnya dan
penggemar foto selfie.
2. Saddam Panji Anwari (2019)
Pengaruh
kualitas produk, citra merek, dan harga terhadap keputusan pembelian OPPO F9.
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif
Berdasarkan analisis dari penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut:
pertama, Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk OPPO F9, dengan semakin baik tingkat kualitas produk yang diberikan oleh
OPPO F9 bagi
konsumen maka dapat meningkatkan
keputusan
pembelian. Kedua, Citra merek berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan
pembelian pada produk OPPO F9, hal ini dikarenakan
pengalaman yang didapatkan
konsumen terhadap
handphone OPPO
terkesan mudah panas dan sering terjadinya eror selain
itu handphone OPPO merupakan produk dari
China yang belum mempunyai citra yang baik
di benak konsumen. Dan
ketiga, Harga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian pada produk OPPO F9, dengan ini harga mengalami kenaikan maka
keputusan
pembelianpun juga ikut mengalami kenaikan yang diberikan oleh OPPO F9 bagi
konsumen.
3. Grace Veronica Piri,Listbeth Mananeke,Ime lda Ogi (2019)
Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi minat beli konsumen terhadap
smartphoneSam sung galaxy A di Chikal celular sukur airmadidi
Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif
1. Variabel harga dan kualitas produk secara bersama-sama
berpengaruh positif dan signifikan pada minat beli konsumen terhadap smartphone Samsung galaxy A series dan dari hasil perhitungan didapatkan angka F hitung (93.454) > F tabel (3.190) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.
Artinya, harga dan kualitas produk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli.
2. Variabel harga berpengaruh positif dan signifikan minat beli konsumen terhadap smartphone Samsung galaxy A series dan dari hasil uji t dapat dilihat bahwa pengendalian internal signifikan (X1) p- value = 9.623 > 2.008, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan menolak H0 atau harga (X1) berpengaruh
23
signifikan terhadap minat beli (Y).
3. Variabel kualitas produk positif namun tidak signifikan pada minat beli konsumen terhadap smartphone Samsung galaxy A series dari hasil uji t dapat dilihat bahwa kualitas produk (X2) signifikan p-value = 0,561 < 2.008, maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan menolak H0 atau kualitas produk (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap minat beli (Y).
4. Beni Agus Setiono, Enni Sustiyatik (2019)
Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian smartphone merek OPPO
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif
1. Pada variabel laten kualitas produk
(X1) menunjukkan nilai Original
Sample (O) sebesar 0,256 atau
(25,6%), T-statistice sebesar 1,900
(<1,96) dan P-Values atau
signifikansinya sebesar 0,058 (>0,05).
Hal ini menunjukkan bahwa variabel
kualitas produk (X1) berpengaruh
sebesar 25,6% pada keputusan
pembelian (Y) tetapi tidak signifikan.
Ini artinya tidak ada pengaruh positif
dan signifikan dari variabel kualitas
produk terhadap keputusan pembelian smartphone brand OPPO pada
mahasiswa di lingkungan Universitas
Kadiri, sehingga hipotesis pertama atau H1 ditolak dan H0 diterima.
2. Pada variabel laten harga (X2)
menunjukkan bahwa nilai original
sample (O) sebesar 0,359 atau 35,9%, T-statistics sebesar 2,770 (>1,96) dan P-values sebesar 0,006 (<0,05). Hal ini
menunjukkan bahawa variabel laten
harga (X2) berpengaruh positif dan
signifikan sebesar 35,9%
terhadap
keputusan pembelian (Y) smartphone
brand OPPO pada mahasiswa di
lingkungan Universitas Kadiri,
sehingga hipotesis kedua atau H2
diterima dan H0 ditolak.
3. Pada variabel laten promosi (X3)
menunjukkan bahwa nilai dari Original
sample (O) sebesar 0,376 atau 37,6%, T-statistics sebesar 2,835 (>1,96) dan nilai P-values atau signifikansinya
sebesar 0,005 (<0,05).
Hal ini
menunjukkan bahwa variabel laten
promosi (X3) mempunyai pengaruh
positif dan signifikan sebesar 37,6%
terhadap keputusan pembelian (Y)
25
pada mahasiswa di lingkungan
Universitas Kadiri, sehingga hipotesis ketiga atau H3 diterima dan H0
ditolak.
5. Rahmawati Setyaningsih (2018)
Analisis faktor- faktor yang mempengaruhi ekuitas merek untuk
meningkatkan minat beli ulang (studi kasus pada kedai kopi
dome di
Surabaya)
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif
1. Pengaruh Country of Origin Perception terhadap Ekuitas Merek.
Semakin tinggi country of origin perception maka semakin tinggi ekuitas merek.
2. Pengaruh promosi penjualan terhadap ekuitas merek. Semakin tinggi promosi penjualan maka semakin tinggi ekuitas merek.
3.Pengaruh physical environment terhadap ekuitas merek. Semakin tinggi kualitas physical environment maka semakin tinggi ekuitas merek.
Berdasarkan penelitian diatas, maka novelty atau keterbaruan dalam penelitian ini adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan kuisioner secara online. Dari sisi produk, smartphone OPPO telah melakukan inovasi dan pembaharuan secara terus menerus terhadap produknya sehingga peneliti mampu untuk mendapatkan hasil penelitian yang berbeda dari penelitian terdahulu. Selain itu, penelitian ini dilakukan pada saat pandemi Covid-19 sehingga memungkinkan terjadinya pembaruan pada hasil penelitian. Karena melihat penelitian terdahulu pada tabel diatas yang dilakukan sebelum pandemi terjadi.