BAB II TINJAUAN PUSTAKA
C. Tinjauan Konseptual
Penelitian ini berjudul “Pengembangan Usaha Tiram dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga di Lajari Kabupaten Barru (Analisis Ekonmi Islam”. Untuk lebih memahami mengenai penelitian ini maka dipandang perlu untuk menguraikan pengertian judul sehingga tidak menimbulkan pengertian dan penafsiran berbeda.
Penguraian pengertian ini dimaksudkan agar terciptanya persamaan pemahaman mengenai penelitian yang akan dilakukan, maka perlu dijelaskan sebagai berikut:
1. Pengelolaan
Pengelolaan merupakan istilah yang dipakai dalam ilmu manajemen. Secara etimologi istilah pengelolaan berasal dari kata kelola (to manage) dan biasanya merujuk pada proses mengurus atau menangani sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Jadi pengelolaan merupakaan ilmu manajemen yang berhubungan dengan
33Amri Amir, Ekonomi dan Keuangan Islam, (Pustaka Muda, Cetakan 1, November 2015) h.
77-78
31
proses mengurus dan menangani sesuatu untuk mewujudkan tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Pengelolaan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mengurus atau menangani usaha tiram untuk meningkatkan ekonomi keluarga di Lajari Kabuaten Barru.34
2. Usaha
Usaha adalah kegiatan dengan mengerahkan tenaga (pikiran dan badan) untuk mencapai suatu maksud; pekerjaan (perbuatan, prakarsa, ikhtiar, daya upaya) untuk mencapai sesuatu; kegiatan dibidang perdagangan (dengan maksud mencari untung);
perdagangan; perusahaan.35 3. Tiram
Tiram adalah lokan yang kulitnya agak datar, dagingnya (isinya) lezat dimakan, banyak jenisnya seperti batu, Ostrea Cucullata.36
4. Ekonomi Keluarga
Ekonomi adalah ilmu mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan pemakaian barang-barang serta kekayaan (seperti hal keuangan, perindustrian, dan perdagangan).37
Keluarga adalah ibu, bapak dengan anak-anaknya; seisi rumah; anak bini, atau sanak saudara, kaum kerabat.38 Jadi dapat disimpulkan bahwa ekonomi keluarga
34Nugroho J. Setiadi, Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi Strategi dan Penelitian Pemasaran Jakarta: Prenada Media, 2003 h.199.
35Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Pusat Bahasa, 2008), h 1599.
36 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, h 1531.
37Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/Ekonomi, (27 Maret 2021)
38 Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, h. 676.
adalah suatu kajian tentang upaya manusia dalam memenuhi kebutuhannya baik dalam hal mengenai asas-asas produksi, distribusi, dan yang lainnya.
Ekonomi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok masyarakat (dapat berbentuk badan hukum maupun tidak serta dapat pula berbentuk penguasaan/ pemerintah) dalam memenuhi kebutuhan hidup baik kebutuhan material maupun spiritual (jasmani dan rohani) dimana kebutuhan tersebut cenderung mengarah menjadi tidak terbatas, sedangkan sumber pemenuhan kebutuhan tersebut sangat terbatas.39
5. Ekonomi Islam
Kata Ekonomi berasal dari kata Yunani, yaitu oikos dan nomos memiliki arti mengatur. Maka secara garis besar Ekonomi diartikan sebagai aturan rumah tangga, atau manajemen rumah tangga. Ilmu yang mempelajari bagaimana setiap rumah tangga atau masyarakat mengelola sumber daya yang mereka miliki, untuk memenuhi kebutuhan mereka disebut ilmu ekonomi.
Menurut S.M. Hasanuz Zaman ilmu ekonomi Islam adalah pengetahuan dan aplikasi ajaran-ajaran dan aturan-aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam pencarian dan pengeluaran sumber-sumber daya, untuk memberikan kepuasan bagi manusia dan memungkinkan mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah SWT dan masyarakat.40
Ekonomi Islam adalah suatu pengetahuan yang membantu upaya realisasi kebahagiaan manusia melalui alokasi dan distribusi sumber daya yang terbatas yang
39Achmad Ramzy, Ahmad Azhar Basyit, Nik Mustapha, Berbagai Aspek Ekonomi Islam, (PT. Tiara Wacana Yogya Bekerjasama Dengan P3EL UII : Yogyakarta, 1993), h.3.
40 Siti Nur Fatoni, PengantarIlmuEkonomi (dilengkapidasar-dasarekonomi Islam), (Bandung, Pustaka Setia,2014), h. 156.
33
berada dalam koridor yang mengacu pada pengajaran Islam, tanpa mengekang kebebasan individu untuk menciptakan keseimbangan makroekonomi yang berkesinambungan dan ekologi yang berkesinambungan.41 Adapun permasalahan dalam penelitian ini akan dilihat dari sudut pandang Ekonomi Islam.
D. Kerangka Pikir
Kerang ka pikir merupakan gambaran mengenai hubungan antara variabel dalam suatu penelitian, yang diuraikan oleh jalan pikiran menurut kerangka logis.42 Kerangka fikir harus diuraikan dengan jelas dan juga logis yang memuat tujuan penelitian,sasaran dan kesimpulan. Dalam penelitian ini menggunakan metode anlisis kualitatif, karena penelitian ini bermaksud untuk mendapatkan gambaran atau deskriptif mengenai pengembangan usaha tiram dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Lajari Kabupaten Barru.
Menurut George R. Terry dalam buku prinsip prinsip manajemen (2009) adapun fungsi fungsi manajemen (pengelolaan) yaitu, a)Perencanaan (planning) diartikan sebagai perhitukan dan penentuan tentang apa yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu, dimana menyangkut tempat, oleh siapa pelaku itu atau pelaksana dan bagaimana tata cara mencapai itu b)pengarahan (Actuating) adalah keinginan untuk membuat orang lain mengikuti keinginannya dengan menggunakan kekuatan pribadi atau kekuasaan jabatan secara efektif dan pada tempatnya demi kepentingan jangka panjang perusahaan c)Pengawasan (Controlling) adalah kegiatan membandingkan atau mengukur yang sedang dilaksanakan dengan
41M. Umer Chapra dalam “The Future of Economic: an Islamic Perspectif”, yang dikutip Kembali oleh Ika Yunia Fauzia dan Abdul Kadir Riyadi, Prinsip Dasar Ekonomi Islam Perspektif Maqashid al-Syariah, (Jakarta: Prenadamedia Group, 2014), h. 7.
42Muhammad Idrus, Metode Penelitian Ilmu Sosial Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif Edisi Kedua, (Jakarta: Erlangga, 2009), h. 75.
Pengelolaan Usaha Tiram
Peningkatan Ekonomi Keluarga di Lajari
Kabupaten Barru Ekonomi Islam
kriteria, norma-norma standar atau rencana-rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya.
Gambar 2.1 Bagan Kerangka Pikir
Perencanaan Pengarahan Pengawasan
Prinsip
Kemaslahatan Prinsip
Tanggung jawab
Prinsip Kejujuran
35 BAB III
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merujuk pada Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Institut Agama Islam Negeri Parepare tahun 2020.
Metode penelitian dalam buku tersebut mencakup beberapa bagian, yakni jenis penelitian, lokasi dan waktu penelitian, fokus penelitian, jenis dan sumber data yang digunakan, Teknik pengumpulan data, Uji keabsahan data, dan Teknik analisis data.43 A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Berdasarkan masalahnya, penelitian ini digolongkan sebagai penelitian deskriptif kualitatif, artinya penelitian ini berupaya mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterpretasikan apa yang diteliti melalui observasi, wawancara dan mempelajari dokumentasi.44
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research). Penelitian lapangan yaitu penelitian yang dilakukan pada suatu kejadian yang benar-benar terjadi.45 Metode kualitatif ini digunakan karena beberapa pertimbangan. Pertama, menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan.
Kedua, metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dan responden. Ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan
banyak penajaman pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.46
Dengan melakukan pendekatan deskriptif kualitatif, yakni meneliti peristiwa- peristiwa yang ada di lapangan sebagaimana adanya. Namun tidak bisa terlepas juga
43Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, (Parepare: IAIN Parepare, 2020), h.17- 33.
44Mardalis, Metode Penelitian: Suatu Pendekatan Proposal (Cet. VII; Jakarta: Bumi Aksara, 2004), h. 26.
45Aji Damanuri, Metodologi Penelitian Muamalah (Ponorogo: STAIN Po Press, 2010), h.6.
46Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya)
dari penelitian kepustakaan (library research) karena dapat menjadi rujukan untuk mencari literatur-literatur dalam mengumpulkan data yang berbicara tentang penetapan harga hal-hal lain yang berkaitan dengannya.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi Penelitian adalah tempat dimana proses study yang digunakan untuk memperoleh pemecahan masalah penelitian berlangsung47.Penelitian ini akan dilaksanakan di Lajari, Kabupaten Barru. Selang durasi waktu penelitian yang dilakukan peneliti di dalam penyusunan penelitian, sekurang-kurangnya menggunakan waktu kurang lebih 1 bulan.
C. Fokus Penelitian
Berdasarkan judul yang diangkat oleh peneliti, maka fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengelolaan Usaha Tiram dalam Meningkatkan Ekonomi Keluarga di Lajari Kabupaten Barru (Analisis Ekonomi Islam).
D. Jenis dan Sumber Data
Data adalah sekumpulan bukti dan fakta yang dikumpulkan dan disajikan untuk tujuan tertentu.48data yang dihimpun pada penelitian ini adalah data-data yang secara langsung maupun tidak langsung di dapatkan pada lokasi penelitian, data langsung merupakan data primer sedangkan data yang tidak langsung merupakan data sekunder, kesemuanya ini di analisa dalam bentuk kualitatif serta diuraikan secara deskriptif.
47 Sukardi, Metodologi Pendidikan Kompetensi dan Prakteknya, (Jakarta: PT. BumiAksara, 2008), h. 53.
48 Moh. Pabandu Tika, Metodologi Riset Bisnis, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2006), h. 57.
37
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data primer merupakan sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data49. Penelitian ini dilakukan secara langsung dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada masyarakat yang melakukan usaha tiram bakar di Lajari Kabupaten Barru. Adabun jumlah informan yang di wawancarai oleh peneliti yaitu 6 informan.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.50 Teknik pengumpulan data sekunder ini digunakan untuk memperkuat penemuan dan melengkapi informasi yang telah dikumpulkan, data sekunder merupakan data yang didapat dari sumber bacaan dan berbagai sumber lainnya yang terdiri dari laporan, catatn, dokumen, dan studi pustaka yang diperoleh dari hasil penelitian sebelumnya.
Adapun data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu beberapa dokumen yang didapatkan yang menyangkut masalah Tiram.
E. Teknik Pengumpulan dan Pengolahan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena bertujuan untuk mendapatkan data, tanpa mengetahui Teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang diharapkan.51
49Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: PT Alfabeta, 2016), h. 225
50Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, h. 137
51Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, h. 101.
Adapun Teknik pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh data dilapangan yang sesuai dengan data yang bersifat teknis, yakni sebagai berikut:
1. Observasi
Observasi adalah suatu metode atau cara untuk menganalisis dan melakukan pencatatan yang dilakukan secara sitematis, tidak hanya terbatas dari orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain, istilah observasi diarahkan pada kegiatan memerhatikan secara akurat, mencatat fenomena yang muncul, dan mempertimbangkan hubungan antar aspek dalam fenomena tersebut.52 Dalam penelitian ini penulis melakukan pengamatan langsung terhadap obyek yang akan diteliti dengan melihat langsung pelaksanaan pengelolaan tiram. Adapun jenis observasi dalam penelitian ini yaitu observasi non partisipan, dimana penulis berlaku sebagai pengamat dan tidak mengambil bagian dalam aktifitas yang dilaksanakan oleh para pengusaha tiram. Penulis menggunakan metode ini sebagai metode pelengkap yaitu untuk membuktikan kebenaran data yang diperoleh dari hasil wawancara yang telah dilakukan.
2. Wawancara
Interview merupakan alat pengumpul informasi dengan cara tanya jawab. Ciri utama dari interview adalah kontak langsung dengan tatap muka antara pencari informasi dan sumber informasi. Dalam penelitian ini penulis melakukan wawancara dengan pihak-pihak terkait seperti pedagang penjual tiram.
Tujuan dari wawancara adalah untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara diminta pendapat, dan ide-idenya.
Dalam melakukan wawancara, peneliti perlu mendengarkan secara lebih teliti dan
52Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, h. 143.
39
mencatat apa yang dikemukakan oleh informan.53 Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman wawancara.
Pedoman wawancara adalah instrumen yang digunakan untuk memandu jalannya wawancara. Pedoman wawancara tersebut digunakan oleh pewawancara sebagai alur yang harus diikuti, mulai dari awal hingga akhir wawancara. Pedoman wawancara berfungsi membimbing alur wawancara terutama mengarah tentang hal- hal yang harus ditanyakan. Dengan pedoman wawancara dapat dihindari kemungkinan melupakan beberapa persoalan yang relevan dengan permasalahan penelitian.54 Wawancara dalam penelitian ini digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan untuk mengetahui hal-hal dari informasi yang lebih mendalam. Wawancara yang dilakukan untuk mendapatkan data mengenai peningkatan pendapatan penjual tiram di lajari kabupaten Barru. Wawancara dilakukan dengan penjual tiram (Produsen).
3. Dokumentasi
Metode Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. Dokumen merupakan sumber data yang digunakan untuk melengkapi penelitian, baik berupa sumber tertulis, film, gambar, dan karya-karya monumental, yang semuanya itu memberikan informasi bagi proses penelitian.55 Penulis menggunakan metode ini untuk mendapatkan data-data yang bersumber pada
53H Wijaya, Analisis Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi (Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2018), h. 38
54 M. Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif: Edisi Kedua (Kencana), h.137.
55Imam Gunawan, Metode Penelitian Kualitatif (Teori dan Praktik), (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2015), h. 178.
dokumentasi tertulis yang sesuai dengan keperluan penelitian sekaligus pelengkap untuk mencari data-data yang lebih objektif dan konkret, adapun dalam penelitian ini, beberapa dokumen yang digunakan berasal dari pengelola usaha tiram dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Lajari Kabupaten Barru (Analisis Ekonomi Islam).
F. Uji Keabsahan Data
Keabsahan data adalah data yang tidak berbeda antara data yang diperoleh peneliti dengan data yang terjadi sesungguhnya pada objek penelitian sehingga keabsahan data yang disajikan dapat dipertanggungjawabkan. Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji credibility, transferability, dependability dan confirmability56. Uji keabsahan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu uji credibility dan uji confirmability. Uji credibility atau uji kepercayaan, dimana data dapat dinyatakan kredibel apabila adanya persamaan antara apa yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti yang terdiri dari perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan, triangulasi, analisis kasus negative, menggunakan bahan referensi dan member check. Sedangkan uji confirmability atau uji kepastian lebih diartikan sebagai konsep intersubjektivitas (konsep transparansi), yang merupakan bentuk ketersediaan peneliti dalam mengungkapkan kepada publik mengenai bagaiamana proses dan elemen-elemen dalam penelitian, yang selanjutnya memberikan kesempatan kepada pihak lain untuk melakukan penilaian hasil temuan sekaligus memperoleh persetujuan, comfirmability yaitu Langkah yang dipilih oleh peneliti dalam melakukan konfirmasi hasil temuannya.
56Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, h. 23.
41
G. Teknik Analisis Data
Dalam konteks penelitian, analisis data dapat dimaknai sebagai kegiatan membahas dan memahami data guna menemukan makna, tafsiran dan kesimpulan tertentu dari keseluruhan data dalam penelitian.57 Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis deskriptif, dimana tujuan dari analisis ini adalah untuk menggambarkan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta- fakta serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Analisis dilakukan setelah data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terkumpul, proses pengumpulan data mengikuti konsep Miles dan Huberman, sebagaimana dikutip oleh Sugiyono, bahwa aktifitas dalam pengumpulan data melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.58
1. Reduksi Data
Reduksi data adalah suatu bentuk analisis yang mempertajam, memilih, memfokuskan, membuang, dan mengorganisasikan data dalam satu cara, dimana kesimpulan akhir dapat digambarkan dan diverifikasi, jadi, data yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan pengkajian dokumen dikumpulkan, diseleksi, dan dikelompokkan kemudian disimpulkan dengan tidak menghilangkan nilai data itu sendiri, mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya, lalu membuang yang tidak perlu.59 Hal ini bertujuan untuk menyisihkan data-data yang tidak perlu atau
57Ibrahim, Metodologi Penelitian Kualitatif: Panduan Penelitian Beserta Contoh Proposal Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2015), h. 103.
58Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif (Bandung:
Alfabeta, 2009), h. 300.
59Sandu Siyoto dan M. Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015), h. 122.
menyederhanakan data yang diperoleh dan menggolongkan kedalam hal-hal pokok yang menjadi fokus permasalahan yang diteliti, pada penelitian ini reduksi data yang dilakukan dengan membuat ringkasan terhadap hal yang diteliti berdasarkan pemahaman terhadap hal-hal yang diungkapkan oleh responden yang berkaitan dengan pengelolaan usaha tiram dalam meningkatkan ekonomi keluarga di Lajari Kabupaten Barru (Analisis Ekonomi Islam).
2. Penyajian Data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi tersusun yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dalam pengambilan tindakan. Proses penyajian data ini mengungkapkan secara keseluruhan dari sekelompok data yang diperoleh agar muda dibaca dan dipahami, yang paling sering digunakan untuk penyajian data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.60 Penyajian data dilakukan dengan menggabungkan informasi yang diperoleh dari hasil wawancara dengan beberapa pelaku usaha tiram, yang kemudian peneliti akan mendeskripsikan secara tertulis berupa narasi kalimat, dimana setiap fenomena yang dilakukan tersebut ditulis, sehingga data yang tersaji dapat diketahui hubungannya, ditarik kesimpulannya dan menjadi bermakna.
3. Verifikasi Data dan kesimpulan
Pada bagian ini peneliti mengutarakan kesimpulan dari data-data yang telah diperoleh, untuk mencari makna data yang dikumpulkan dengan mencari hubungan, persamaan atau perbedaan. Penarikan kesimpulan bisa dilakukan dengan jalan membandingkan pernyataan dari subjek peneliti dengan makna yang terkandung
60Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kuantitaif, Kualitatif dan R&D (Bandung, Alfabeta, 2008) cet 6, h. 341.
43
dengan konsep-konsep dasar penelitian tersebut.61 Data yang sudah diatur sedemikian rupa (dipolakan, difokuskan, disusun secara sitematis) kemudian disimpulkan sehingga makna data ditemukan. Dalam penelitian ini, peneliti akan melakukan verifikasi data dengan upaya untuk mendapatkan kepastian apakah data yang diperoleh tersebut dapat dipercaya atau tidak. Dalam verifikasi data ini akan diprioritaskan keabsahan Sumber. data dan tingkat objektivitas serta adanya keterkaitan antar data dari sumber yang satu dengan sumber lainnya, kemudian akan ditarik sebuah kesimpulan.
61Sandu Siyoto dan M. Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitianh, 124.
44 BAB IV
HASILPENILITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Kondisi Kehidupan Ekonomi Pengusaha Tiram di Lajari Kabupaten Barru Dusun lajari merupakan salah satu dusun yang terdapat di kecamatan tanete rilau kabupaten barru. Usaha tiram merupakan usaha yang turun temurun dijalankan oleh masyarakat, masyarakat pada awalnya tertarik melakukan usaha tersebut karena lokasi tempat tinggal merupakan daerah pesisir dimana tiram sangat mudah yaitu banyak terdapat disungai atau tambak-tambak yang dekat dengan pemukiman (rumah) penduduk.
Kondisi ekonomi merupakan kedudukan seseorang dalam kelompok manusia yang erat kaitannya dengan aktivitas eknomi atau mata pencarian maupun pekerjaan serta pendapat rumah tangga. Pendapatan merupakan penghasilan yang di peroleh dari hasil pekerjaan kepala rumah tangga maupun pendapatan anggota dalam keluarga. Pekerjaan dalam penilitian ini adalah suatu aktivitas yang dikerjakan yang bertujuan untuk mendapatkan penghasilan dan nafkah bagi rumah tangga.
Sebagaian besar masyarakat Dusun lajari bermata pencaharian sebagai nelayan, dari banyaknya jumlah nelayan yang ada di Dusun lajari ada sebagian dari mereka yang memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilannya dalam memenuhi kebutuhan keluarganya. Keadaan ekonomi keluarga mempengaruhi kecenderungan masyarakat dusun lajari untuk membuka sebuah usaha, agar dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Maksud peneliti mengatakan perekonomian ialah kurangnya penghasilan yang didapatkan oleh pekerjaan sehari- hari yang mereka lakukan, sehingga tidak mecukupi kebutuhan sehari-hari.
45
Sebagimana yang diungkapkan oleh informan sudi selaku pemilik usaha tiram:
“Iya, saya bekerja sebagai nelayan, kalau penghasilan dari nelayan saja tidak cukup untuk pemenuhan kebutuhan saya dan keluarga, apalagi kalau cuaca sedang tidak bagus seingga saya tidak pergi melaut jadi bagaimana caranya mau penuhi kehidupan sehari hari tapi kalau dari hasil penjualan tiram bakar yah Alhamdulillah bisa mencukupi kehidupan sehari-hari.”62
Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak sudi selaku pemilik usaha tiram ini mengatakan bahwa sebelum menjalani usaha ini, bapak sudi berprofesi sebagai nelayan, akan tetapi menurut bapak hasil yang di peroleh tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. namun setelah adanya usaha tiram ini kondsi perekonoman keluarga bapak sudi selaku pemilik usaha tiram bakar, mengalami peningkatan dalam pendapatan keluarganya.
Hal yang sama di ungkapkan oleh informan abd ghofur:
“Memang betul bahwasanya masyarakat disini rata-rata nelayan, contohnya karena nelayan memang dari dulu populer bahkan orang tua kita dulu, hanya nelayan sebagai penunjang hidup mereka, namun sekarang sudah banyak pekerjaan lain seperti menjual tiram bakar unutuk membantu kebutuhan keluarga.63
Berdasarkan informan diatas Abd Ghofur tampak bahwa dulu sebelumnya memulai usaha tiram bakar ini beliau nekerja sebagai nelayan. Karena dulunya masyarakat dsini hanya tau bekerja sebagai nelayan, karena kurannya pengetahuan uar yang masuk di daerah tersebut, akan tetapi setelah adanya kemajuan dan adanya pemanfaatan sumber daya yang tersedia akhirmya muncul usaha tiram bakar ini yang membantu ekonomi keluarga.
Tingkat ekonomi sebuah keluarga ditentukan dengan besar pendapatan dan pengeluaran yang dilakukan oleh sebuah keluarga. Keluarga yang tidak kesulitan
62Sudi, Masyarakat Dusun Lajari, wawancara di Dusun lajari, 3 Januari 2022.
63Abd ghofur, Masyarakat Dusun Lajari, wawancara didusun lajari, 4 Januari 2022.
dalam memenuhi kebutuhan dikatakan tingkat ekonomi tinggi sedangkan keluarga yang masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhannya dikatakan tinggkat ekonomi masih kurang. Tingkat ekonomi keluarga yang sejahtera bukan seperti keluarga serba yang ada, atau keluarga dengan harta yang serba berkelebihan, tetapi suatu kehidupan keluarga yang sejahtera adalah suatu keadaan kehidupan keluarga dimana para anggotanya dapat menikmati kehidupan yang serasi, bebas dari segala pertengkaran dan pertikaian, tidak diliputi ketegangan, kecemasan serta putus asa.
Seperti yang diungkapkan oleh informan Eni:
”Dulu saya hanya jadi ibu-ibu yang mengurus rumah tangga dan jika suami saya pulang dari melaut, suami saya membawa ikan, kerang, tiram kemudian hasil tangkapannya itu saya bawa ke pasar untuk dijual, akan tetapi hasil penjualan saya dipasar belum cukup untuk membiayai untuk sekolah anak saya.
Tanpa sengaja waktu itu saya buka youtube dan melihat adanya banyak penjual makanan khas kampung, sehingga saya ingin mencoba menjual tiram bakar.64
Berdasarkan hasil wawancara dengan Eni menyatakan bahwa sebelumnya Ibu ini hanya menjadi Ibu rumah tangga dan hanya mengharapkan pendapatan dari suaminya, akan tetapi hasil dari penjualan ikan di pasar masih kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya akan tetapi setelah adanya olahan tirm bakar ini akhirnya pendapatannya bertambah sehingga kebutuhan keluaranya tercukupi.
Hasil wawancara dengan Ridho mengatakan bahwa:
“Sebelum adanya usaha tiram bakar kebutuhan saya masih banyak yang belum terpenuhi, dalam artian untuk kesehari-harian saja sulit, sebelum adanya usaha tiram bakar kebutuhan dasar hanya didapat dari hasil jualan sayuran. Namun semenjak adanya usaha tiram bakar sekarang pendapatan sehari-hari sudah mulai meningkat, karena dilihat dari hasil penjualan yang sangat menjajikan”.65
64Eni, Masyarakat Dusun Lajari, wawancara didusun lajari, 4 Januari 2022.
65Ridho, Masyarakat Dusun Lajari, wawancara didusun lajari, 4 Januari 2022.