• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tumbuhan Obat

Dalam dokumen pengembangan ensiklopedia digital (Halaman 53-61)

B. Kajian Teori

6. Tumbuhan Obat

1) Bagian tumbuhan yang dipergunakan sebagai bahan obat tradisional atau jamu.

2) Bahan tumbuhan yang dipergunakan sebagai bahan baku obat (precursor).

3) Bagian tumbuhan yang diektraksi dipergunakan sebagai obat.

Obat tradisional merupakan obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun temurun, sesuai resep nenek moyang, adat istiadat kepercayaan atau kebiasaan setempat melalui pengetahuan tradisional (Batoro, 2015: 2).

b. Pengelompokan Tumbuhan Obat

Menurut Kasim dan Yusuf (2020: 7) tumbuhan obat ialah semua jenis tumbuhan yang diketahui atau dipercaya berkhasiat obat yang dapat dikelompokkann sebagai:

1) Tunbuhan obat tradisional

Tumbuhan obat yang dikenal diketahui atau dipercaya oleh masyarakat memiliki khasiat obat dan dipergunakan sebagai bahan baku obat tradisional.

2) Tumbuhan obat modern

Tumbuhan obat yang telah terbukti secara ilmiah mengandung senyawa atau bahan bioaktif yang berkhasiat obat dan penggunannya bisa dipertanggung jawabkan secara medis.

3) Tumbuhan obat potensial

Tumbuhan obat yang diduga mengandung senyawa atau bahan aktif yang berkhasiat obat, tetapi belum dibuktikan secara ilmiah atau penggunannya sebagai obat tradisional sulit ditelusuri.

c. Bagian-bagian Tumbuhan yang Digunakan Sebagai Obat

Menurut Kasim dan Yusuf (2020: 13-14) bagian tumbuhan yang dipergunakan sebagai obat disebut simplisia (bahan penyusun ramuan) yang terdiri dari :

1) Kulit (cortex)

Kortek ialah kulit bagian terluar dari tumbuhan tingkat tinggi yang berkayu.

2) Kayu (lignum)

Simplisia kayu ialah pemanfaatan bagian dari batang atau cabang.

3) Daun (folium)

Folium ialah jenis simplisia yang paling umum dipergunakan sebagai bahan baku ramuan tradisional maupun minyak atsiri.

4) Bunga (flos)

Bunga sebagai simplisia bisa berupa bunga tunggal atau majemuk, bagian bunga majemuk serta komponen penyusun bunga.

5) Akar (radix)

Akar tumbuhan yang sering dimanfaatkan untuk bahan obat dapat berasal dari jenis tumbuhan yang umumnya berbatang lunak dan memilki kandungan air yang tinggi.

6) Umbi (bulbus)

Bulbus adalah potongan rajangan umbi lapis, umbi akar, atau umbi batang. Bentuk ukuran umbi bermacam-macam tergantung jenis tumbuhannya.

7) Rimpang (rhizom)

Rhizom atau rimpang ialah potongan-potongan atau irisan.

8) Buah (fuctus)

Simplisia buah ada yang lunak ada pula yang keras.

9) Kulit buah (perikarpium)

Simplisia kulit buah ada yang lunak, keras bahkan ada pula yang ulet dengan bentuk bervariasi.

10) Biji (semen)

Semen (biji-bijian) diambil dari buah yang telah masak sehingga umumnya sangat keras. Bentuk dan ukuran simplisia biji pun bermacam-macam tergantung jenis tumbuhan.

d. Manfaat Penggunaan Tumbuhan Obat

Menurut Wibowo (2014: 6) beberapa manfaat penggunaan tumbuhan obat, antara lain:

1) Nyaris tidak ada efek samping

Jika dipergunakan pada takaran normal, obat herbal tidak mengakibatkan efek samping, karena obat herbal terbuat dari bahan organel yang kompleks dan bereaksi secara alami seperti makanan biasa.

2) Efektif

Mempunyai efektifitas yang lebih tinggi dibandingkan obat kimia, meski seringkali proses penyembuhannya memakan waktu lebih lama, kasus penyakit yang sulit diobati secara medis tetapi mampu disembuhkan dengan obat herbal tidak jarang terjadi.

3) Mudah didapat dan harga bersahabat

Obat herbal seringkali lebih murah dari pada obat kimia.

4) Bebas toksin

Proses biologis dalam tubuh kita menghasilkan toksin (racun), yaitu makanan yang tidak dapat dicerna sepenuhnya oleh sistem pencernaan, dan zat kimia merupakan racun bagi tubuh dalam jangka panjang. Akumulasi racun akan memicu penyakit baru.

5) Dapat diproduksi sendiri

Prosesnya tidak memerlukan peralatan dan teknologi yang canggih seperti obat-obatan kimia, sehingga siapa saja bisa memproduksinya.

6) Menyembuhkan penyakit dari akarnya

Efek obat herbal bersifat holistik (menyeluruh) karena memiliki efek penyembuhan paripurna hingga ke akar penyebab penyakit.

Fokus pengobatan herbal bukan hanya menghilangkan penyakit, namun memperkuat sistem kekebalan tubuh sehingga dapat melawan berbagai penyakit.

e. Keunggulan Obat Bahan Alam

Menurut Kasim dan Yusuf (2020: 9-10) keunggulan obat bahan alam, diantaranya:

1) Efek samping penggunaan obat tradisional secara benar dan tepat relatif kecil, baik dari segi dosis/takaran, cara penggunaan, waktu penggunaan, ketepatan pemilihan bahan, dan ketepatan pemilihan obat tradisional atau ramuan obat untuk indikasi tertentu.

2) Ramuan tumbuhan obat mempunyai efek komplementer atau sinergis.

Dalam ramuan obat tradisional umumnya terdiri dari beberapa tumbuhan obat yang mempunyai efek saling mendukung satu sama lainnya untuk mencapai efektifitas pengobatan. Formulasi dan komposisi ramuan dibuat setepat mungkin agar tidak menimbulkan efek yang bertentangan, bahkan harus dipilih jenis ramuan yang saling mendukung untuk mencapai efek yang diinginkan.

3) Pada suatu jenis tumbuhan memiliki lebih dari satu efek farmakologi.

Zat aktif pada tumbuhan umumnya dalam bentuk metabolit sekunder

sehingga meumngkinkan tumbuhan tersebut memiliki lebih dari satu efek farmakologis.

f. Kelemahan Tumbuhan Obat

Menurut Kasim dan Yusuf (2020: 10-11) kelemahan tumbuhan obat adalah :

1) Sulit untuk mengenali jenis tumbuhan dan nama tumbuhan berdasarkan daerah tempat tumbuhnya.

2) Kurangnya pengenalan perihal manfaat tumbuhan obat khususnya dikalangan dokter.

3) Penampilan tumbuhan obat yang berkhasiat fitofarmaka kurang menarik dibandingkan obat-obatan paten.

4) Kurangnya penelitian yang komprehensif dan terintegrasi tentang tumbuhan obat.

5) Belum adanya upaya pengenalan dini terhadap tumbuhan obat.

7. Gambaran Wilayah Desa Sotabar a. Kondisi Objektif Desa

Desa Sotabar merupakan salah satu Desa di Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, memiliki luas wilayah 3,36 km2. terdiri dari lahan non pertanian seluas 48,0 ha serta lahan pertanian bukan sawah seperti tegal/kebun seluas 288,0 ha. Desa Sotabar adalah sebuah daerah yang berdiri diatas dataran rendah dengan suhu udara rata- rata 30˚C dengan ketinggian tanah diatas 2 m dari atas permukaan laut.

Secara administratif, wilayah Desa Sotabar terdiri dari tujuh Dusun.

Secara umum tipologi Desa Sotabar terdiri dari perladangan, perkebunan, perternakan, nelayan, pertambangan/galian, kerajinan industri kecil, industri besar dan sedang, jasa dan perdagangan (Kantor Kepala Desa Sotabar, 2021).

Gambar 2.1 Peta Desa Sotabar b. Sejarah Desa

Menurut Legenda di Desa Sotabar pada jaman dulu ialah daerah mengalirnya sungai yang cukup besar, yang menjadi sumber air higienis bagi warga desa. Air sumber tersebut tadi begitu krusial bagi warga sekitar karena didaerah tersebut pada umumnya air tanahnya cenderung asin. Ini ditimbulkan karena daerah desa Sotabar terletak didaerah pesisir pantai. Lalu karena daerah tersebut menjadi daerah sumber mata air tawar untuk kebutuhan warga, maka secara turun temurun warga menamakan daerah tersebut “SOMBER TABER”. Kebiasaan orang madura dalam pengucapan bahasa biasanya banyak yang disingkat atau

diperpendek sehingga akhirnya tempat tersebut disebut “SO-TABER”.

Seiring berjalannya waktu dengan mengadopsi bahasa indonesia, maka daerah ini lalu dikenal dengan nama SOTABAR atau daerah sumber air tawar (Kantor Kepala Desa Sotabar, 2021).

c. Kondisi Sosial Budaya Desa

Secara umum kondisi sosial budaya Desa Sotabar dapat dilihat dari beberapa faktor diantaranya:

Dalam dokumen pengembangan ensiklopedia digital (Halaman 53-61)

Dokumen terkait