BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN
3. Uji Asumsi
3) Aspek Kelayakan Kebahasaan
Penilaian terhadap bahan ajar PAI berbasis pendekatan sinektik dari aspek kebahasaan menunjukkan hasil yang cukup positif. Menurut dosen ahli materi, ahli media, menunjukkan bahwa bahan ajar PAI berbasis pendekatan sinektik masuk dalam kategori baik. Sedangkan menurut guru PAI kelas VII bahan ajar PAI berbasis pendekatan sinektik dalam kategori sangat baik.
4) Aspek Kelayakan Kegrafisan
Penilaian terhadap bahan ajar PAI berbasis pendekatan pembelajaran sinektik dari aspek kegrafisan menunjukkan hasil yang positif. Menurut dosen ahli media, ahli materi menunjukkan bahwa bahan ajar PAI berbasis pembelajaran sinektik dari aspek kegrafisan masuk dalam kategori baik. Sedangkan menurut guru PAI kelas VII menunjukkan bahwa bahan ajar PAI berbasis pendekatan sinektik dari aspek kegrafisan masuk dalam ketegori sangat baik.
Pada program SPSS teknik yang sering digunakan para penelitian untuk uji normalitas instrumen ialah menggunakan metode uji kolmogrov-smirnov. Langkah kolmogrov-smirnov dilakukan menggunakan SPSS 18 dengan melihat hasil output dari uji normalitas dengan taraf signifikasi 5%. Data yang digunakan dalam uji normalitas adalah nilai ulangan harian kelompok eksperimen dan kelompok control lampiran 17 halaman 384. Makna uji normalitas untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di SMPN 17 Kota Bengkulu dijabarkan pada tabel berikut:
Tabel 4.23 Makna Hasil Uji Normalitas
No. Variabel Kelompok Sign. Makna
(Sign>0,05) 1 Ulangan harian
kelas VII A Eksperimen 0,072 Normal 2 Ulangan harian
VII B Kontrol 0,095 Normal
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa dalam uji normalitas yang menggunakan data ulangan harian. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahawa untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai nilai Sign>0,05 dan artinya data yang diambil dari sampel berdistribusi normal atau memenuhi persyaratan uji normalitas.
2) Uji Asumsi Normalitas SMPN 20
Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil uji Asumsi Normalitas tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.24
Hasil uji Asumsi Normalitas SMPN 20 Kota Bengkulu Kelas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
7a ,094 34 ,200 ,979 34 ,732
7b ,140 33 ,100 ,948 33 ,115
Pada program SPSS teknik yang sering digunakan para penelitian untuk uji normalitas instrumen ialah menggunakan metode uji kolmogrov-smirnov. Langkah
kolmogrov-smirnov dilakukan menggunakan SPSS 18 dengan melihat hasil output dari uji normalitas dengan taraf signifikasi 5%. Data yang digunakan dalam uji normalitas adalah nilai ulangan harian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Makna uji normalitas untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di SMPN 20 Kota Bengkulu dijabarkan pada tabel berikut:
Tabel 4.25
Makna Hasil Uji Normalitas
No. Variabel Kelompok Sign. Makna
(Sign>0,05) 1 Ulangan harian
kelas VII A Eksperimen 0,200 Normal 2 Ulangan harian
VII B Kontrol 0,100 Normal
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam uji normalitas yang menggunakan data ulangan harian. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahawa untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai nilai Sign>0,05 dan artinya data yang diambil dari sampel berdistribusi normal atau memenuhi persyaratan uji normalitas.
3) Uji Normalitas SMPN 12 Kota Bengkulu
Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal. Hasil uji Asumsi Normalitas tertera pada tabel berikut:
Tabel 4.26
Hasil uji Asumsi Normalitas SMPN 12 Kota Bengkulu
Kelas Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Statistic Df Sig. Statistic df Sig.
7a ,167 31 ,127 ,945 31 ,115
7b ,119 31 ,200 ,969 31 ,498
Uji normalitas dimaksudkan untuk memperlihatkan bahwa sampel diambil dari populasi yang berdistribusi normal. Pada program SPSS teknik yang sering digunakan
para penelitian untuk uji normalitas instrumen ialah menggunakan metode uji kolmogrov-smirnov. Langkah kolmogrov-smirnov dilakukan menggunakan SPSS 18 dengan melihat hasil output dari uji normalitas dengan taraf signifikasi 5%. Data yang digunakan dalam uji normalitas adalah nilai ulangan harian kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Makna uji normalitas untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol di SMPN 12 Kota Bengkulu dijabarkan pada tabel berikut:
Tabel 4.27
Makna Hasil Uji Normalitas
No. Variabel Kelompok Sign. Makna
(Sign>0,05) 1 Ulangan harian
kelas VII A Eksperimen 0,127 Normal 2 Ulangan harian
VII B Kontrol 0,200 Normal
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa dalam uji normalitas yang menggunakan data ulangan harian. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahawa untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai nilai Sign>0,05 dan artinya data yang diambil dari sampel berdistribusi normal atau memenuhi persyaratan uji normalitas.
b. Uji Homogenitas
Dalam Uji homogenitas varian bertujuan untuk mengetahui apakah sampel- sampel dalam penelitian ini berasal dari populasi yang homogen atau tidak. Untuk penelitian ini, uji homogenitas varians menggunakan nilai ulangan harian dan dianalisis dengan program SPSS 18. Dalam uji homogenitas dengan menggunakan software spss metode yang sering dilakukan ialah metode lavene statistic. Sedangkan untuk uji Homogenitas adalah sebagai berikut:
1) Uji Asumsi Homogenitas SMPN 17 Kota Bengkulu
Berdasarkan data hasil penelitian yang diolah dengan menggunakan software SPSS 18 hasil output data untuk SMPN 17 Kota Bengkulu dijabarkan dan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.28
Hasil uji Asumsi Homogenitas SMPN 17 Kota Bengkulu Levene
Statistic
df1 df2 Sig.
Based on Mean ,048 1 63 ,827
Based on Median ,016 1 63 ,901
Based on Median and with adjusted df
,016 1 49,32
9
,901 Based on trimmed
mean
,018 1 63 ,893
Tabel 4.29
Makna Uji Homogenitas
Variabel Kelompok Sign Makna
( Sign > 0,05 ) Ulangan
Harian
eksperimen dan
control 0,827 Homogen
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam uji homogenitas yang menggunakan data ulangan harian. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai nilai 0,827>0,05 dan artinya bahwa varian dari kedua kelompok tersebut berasal dari populasi yang homogen.
2) Uji Asumsi Homogenitas SMPN 20 Kota Bengkulu
Berdasarkan data hasil penelitian yang diolah dengan menggunakan software SPSS 18 hasil output data untuk SMPN 20 Kota Bengkulu dijabarkan dan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.30
Hasil uji Asumsi Homogenitas SMPN 20 Kota Bengkulu Levene
Statistic
df1 df2 Sig.
Based on Mean ,046 1 65 ,831
Based on Median ,048 1 65 ,827
Based on Median and with adjusted df
,048 1 63,298 ,827
Based on trimmed mean ,061 1 65 ,805
Tabel 4.31
Makna Uji Homogenitas
Variabel Kelompok Sign Makna
( Sign > 0,05 ) Ulangan Harian eksperimen
dan control 0,831 Homogen
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam uji homogenitas yang menggunakan data ulangan harian. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai nilai 0,831>0,05 dan artinya bahwa varian dari kedua kelompok tersebut berasal dari populasi yang homogen.
3) Uji Asumsi Homogenitas SMPN 12 Kota Bengkulu
Berdasarkan data hasil penelitian yang diolah dengan menggunakan software SPSS 18 hasil output data untuk SMPN 12 Kota Bengkulu dijabarkan dan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.32
Hasil uji Asumsi Homogenitas SMPN 12 Kota Bengkulu Levene
Statistic
df1 df2 Sig.
Based on Mean 1,669 1 60 ,201
Based on Median 1,583 1 60 ,213
Based on Median and with adjusted df
1,583 1 54,574 ,214 Based on trimmed
mean
1,722 1 60 ,194
Tabel 4.33
Makna Uji Homogenitas
Variabel Kelompok Sign Makna
( Sign > 0,05 ) Ulangan
Harian
Eksperimen dan
Kontrol 0,201 Homogen
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa dalam uji homogenitas yang menggunakan data ulangan harian. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa untuk
kelompok eksperimen dan kelompok kontrol mempunyai nilai 0,201>0,05 dan artinya bahwa varian dari kedua kelompok tersebut berasal dari populasi yang homogen.
c. Uji Hipotesis
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini dalam tahap diseminasi dijabarkan dalam tiap sekolah jenjang SMPN yang ada di Kota Bengkulu. Hal ini dilakukan agar hasil dalam pengujian hipotesis sebagai tahapan diseminasi penelitian pengemabangan dapat dianalisis dengan baik. Adapun hasil uji hipotesis untuk tiap jenjang SMPN Kota Bengkulu sebagai obyek penelitian adalah sebagai berikut:
1) Uji Hipotesis pada SMPN 17 Kota Bengkulu
Penggunaan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dilakukan pada SMPN 12 Kota Bengkulu dan ditinjau dari perlakuan bahan ajar PAI berbasis sinektik memberikan sebuah hipotesis yaitu:
Ha: Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 17 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
Ho: Tidak Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 17 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
Dari hipotesis tersebut peneliti menggunakan softwer SPSS 18 untuk menguji hipotesis dari obyek penelitian SMPN 17 Kota Bengkulu. Hasil output SPSS 18 yang menggunakan uji T Independen sampel sebagai berikut.
Tabel 4.34. Analisis Uji T
Independent Samples Test Berbantu SPSS 18 Levene's Test for Equality of
Variances
F Sig.
Equal variances assumed 6,305 ,013
Equal variances not assumed
Dari hasil uji T tes tabel 4.33 di atas dapat peneliti simpulkan bahwa disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak karena nilai Sig < 0,05 (0,013<0,050). Dari
hasil tersebut hipotesis yang diterima berbunyi: Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 12 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
2) Uji Hipotesis pada SMPN 20 Kota Bengkulu
Penggunaan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dilakukan pada SMPN 20 Kota Bengkulu dan ditinjau dari perlakuan bahan ajar PAI berbasis sinektik memberikan sebuah hipotesis yaitu:
Ha: Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
Ho: Tidak Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
Dari hipotesis tersebut peneliti menggunakan softwer SPSS 18 untuk menguji hipotesis dari obyek penelitian SMPN 20 Kota Bengkulu. Hasil output SPSS 18 yang menggunakan uji T Independen sampel sebagai berikut.
Tabel 4.35. Analisis Uji T
Independent Samples Test Berbantu SPSS 18 Levene's Test for Equality of
Variances
F Sig.
Equal variances assumed 5,007 ,031
Equal variances not assumed
Dari hasil uji T tes tabel 4.34 diatas dapat peneliti simpulkan bahwa disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak karena nilai Sig < 0,05 (0,031<0,050). Dari hasil tersebut hipotesis yang diterima berbunyi: Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 20 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
3) Uji Hipotesis pada SMPN 12 Kota Bengkulu
Penggunaan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dilakukan pada SMPN 12 Kota Bengkulu dan ditinjau dari perlakuan bahan ajar PAI berbasis sinektik memberikan sebuah hipotesis yaitu:
Ha: Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 12 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
Ho: Tidak Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 12 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
Dari hipotesis tersebut peneliti menggunakan softwer SPSS 18 untuk menguji hipotesis dari obyek penelitian SMPN 12 Kota Bengkulu. Hasil output SPSS 18 yang menggunakan uji T Independen sampel sebagai berikut;
Tabel 4.36. Analisis Uji T
Independent Samples Test Berbantu SPSS 18
Levene's Test for Equality of Variances
F Sig.
Equal variances assumed 5,488 ,027
Equal variances not assumed
Dari hasil uji T tes tabel 4.35 di atas dapat disimpulkan Ha diterima dan Ho ditolak karena nilai Sig < 0,05 (0,027<0,050). Dari hasil tersebut hipotesis yang diterima berbunyi: Terdapat perbedaan peningkatan pemahaman konsep materi abstrak siswa kelas VII SMPN 12 Kota Bengkulu pada mata pelajaran PAI antara bahan ajar Bahan ajar PAI berbasis pendekatan Sinektik yang dikembangkan dengan bahan ajar konvensional.
B. Pembahasan