BAB III METODE PENGEMBANGAN
C. Uji Coba Produk
2) Revisi I
Revisi I dilakukan setelah produk divalidasi oleh validator. Saran dari validator dijadikan sebagai perbaikan bagi peneliti untuk menghasilkan produk yang layak untuk diujicobakan.
3) Uji Coba Terbatas
Perangkat pembelajaran yang sudah diperbaiki berdasarkan saran dari validator (produk revisi I) selanjutnya di ujicobakan dalam pembelajaran di satu kelas. Uji coba kelompok kecil di ujicobakan kepada 5-10 peserta didik yang dapat mewakili populasi target.55
c. Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
a) Data Kualitatif
Data kualitatif diperoleh berupa hasil wawancara, komentar dan saran untuk bahan revisi produk pengembangan LKPD berbasis Riset.
b) Data Kuantitatif
a) Data yang diperoleh dari hasil validasi ahli berupa skor penilaian dengan skala likert.
b) Data yang diperoleh dari angket respon pendidik dan peserta didik terhadap penggunaan LKPD berbasis Riset yang berupa skor penilaian dengan skala likert.
c) Data penilaian pretest dan posttest.
d) Data penilaian dari hasil pengerjaan LKPD oleh peserta didik berdasarkan ketercapaian motivasi dan hasil belajar biologi.
d. Instrumen Pengumpul Data
Pada penelitian ini digunakan 2 instrumen yang terdiri dari instrumen perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulan data yang akan disusun dan diusulkan serta dikonsultasikan kepada dosen pembimbing dan guru pembimbing di lapangan agar didapatkan instrumen yang valid dan reliabel, di antaranya:
1) Perangkat Pembelajaran, meliputi:
Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD)
LKPD yang dimaksudkan adalah serangkaian kegiatan peserta didik untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar biologi yang yang berpedoman pada representasi biologi. Isi LKPD disesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang ingin dicapai pada pembelajaran.
2) Instrumen Pengumpulan Data a) Lembar Validasi
1. Lembar Validasi
Lembar validasi berisi tentang kelayakan media pembelajaran biologi dalam LKPD berbasis Riset yaitu materi sistem saraf, kedalaman materi, kesesuaiannya dengan kompetensi inti dan tujuan pembelajaran, serta kebahasaannya. Aspek validasi terdiri dari 3 aspek, seperti kualitas isi, tampilan, dan bahasa. Masing- masing aspek dikembangkan menjadi beberapa pernyataan atau pertanyaan.
2. Lembar Respon Pendidik
Berupa angket yang digunakan untuk mencermati produk LKPD berbasis Riset yang dihasilkan, kemudian guru bidang studi diminta kesediaannya untuk memberikan penilaian dan saran perbaikan melalui pertanyaan atau pernyataan yang disediakan.
3. Lembar Respon Peserta Didik
Berupa angket yang digunakan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD berbasis Riset pada pokok bahasan sistem koordinasi materi sistem saraf. Peserta didik juga diminta kesediaannya memberikan tanggapan terhadap LKPD dikembangkan melalui pertanyaan atau pernyataan yang disediakan.
b) Angket Respon Peserta Didik
Instrumen ini digunakan untuk memperoleh tanggapan atau respon dari peserta didik. Berdasarkan penilaian menggunakan instrumen ini peneliti dapat merevisi produk agar layak digunakan.
a) Angket Motivasi
Instrumen ini digunakan untuk mengetahui peningkatan minat yang muncul dalam mengerjakan LKPD berbasis Riset materi sistem koordinasi submateri sistem saraf pada uji coba terbatas.
b) Lembar Soal Pretest
Instrumen ini digunakan untuk mengetahui kemampuan pada ranah kognitif peserta didik secara individu. Instrumen ini
digunakan untuk mengukur kemampuan awal peserta didik pada ranah kognitif sebelum pembelajaran menggunakan LKPD berbasis Riset.
c) Lembar Soal Posttest
Instrumen ini digunakan untuk mengetahui kemampuan pada ranah kognitif peserta didik secara individu. Instrumen ini digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik setelah pembelajaran dengan menggunakan LKPD berbasis Riset.
e. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing teknik analisis:
1) Analisis Kualitatif
Analisis kualitatif yaitu suatu analisis yang didasarkan pada saran atau hasil validasi dari ahli dan pendidik terhadap produk yang dikembangkan oleh peneliti yakni LKPD berbasis Riset. Analisis kualitatif juga diperoleh dari tanggapan atau respon peserta didik yang telah menggunakan LKPD tersebut.
2) Analisis Kuantitatif
Analisis kuantitatif yaitu suatu analisis yang diperoleh dari validasi oleh validator, pendidik dan angket respon peserta didik berupa skor atas produk yang dikembangkan yakni LKPD berbasis Riset. Analisis
∑ ∑
= × 100
%
kuantitatif juga diperoleh dari persentase ketercapaian peserta didik yang menggunakan LKPD tersebut dan skor hasil pretest dan posttest.
a) Analisis kelayakan LKPD berbasis Riset (I) Anget Validasi Ahli
Instrument validasi berisi pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti. Nilai akhir suatu butir merupakan persentase nilai rata-rata dari per aspek dari seluruh jawaban validator. Dari perhitungan skor masing-masing pernyataan, dicari persentasi jawaban keseluruhan responden dengan rumus:
Keterangan : P : Persentase
∑x : Jumlah jawaban responden dalam satu item
∑xi : Jumlah nilai ideal dalam item
Tabel 3.1. Kriteria Interpretasi Kelayakan LKPD56
No Persentase (%) Kriteria
1 81 – 100 Sangat Layak
2 61 – 80 Layak
3 41 – 60 Cukup
4 21 – 40 Tidak Layak
5 0 – 20 Sangat Tidak Layak
Dari tabel kriteria interpretasi hasil validasi diatas, maka kriteria validitas dapat dijelaskan sebagai berikut:
(a) Semakin tinggi nilai rata-rata interpretasi maka validitas/kelayakan LKPD berbasis Riset juga semakin baik.
(b) Kualifikasi kriteria sangat tinggi dan tinggi, maka perlu dilakukan revisi kecil sesuai dengan saran validator dan tidak perlu dilakukan validasi kembali.
(c) Kualifikasi kriteria sedang, maka perlu dilakukan revisi besar dan tidak perlu dilakukan validasi kembali.
(d) Kualifikasi kriteria rendah atau sangat rendah, maka perlu dilakukan revisi besar dan perlu dilakukan validasi kembali.
56 Fitri Mukti, Connie, Rosane Medrianti, “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif Siswa SMA Sint Carolus Kota Bengkulu”, Jurnal Kumparan Fisika, Vol.1, Nomor 3, 2018. hlm. 57-63.
∑
= ∑ × 100 %
(II) Angket Respon Pendidik dan Peserta Didik
Angket guru dan peserta didik menggunakan skala likert dengan penilaian;
(1) Jawaban Sangat Layak/ Sangat Menarik diberi skor 5 (2) Jawaban Layak / Menarik diberi skor 4
(3) Jawaban Cukup diberi skor 3
(4) Jawaban Tidak Layak / Tidak Menarik diberi skor 2
(5) Jawaban Sangat Tidak Layak/ Sangat Tidak Menarik diberi skor 1.
Dari perhitungan skor masing-masing pernyataan, dicari presentasi jawaban keseluruhan responden dengan rumus:
Keterangan : P : Persentase
∑x : Jumlah jawaban responden dalam satu item
∑xi : Jumlah nilai ideal dalam item
Penentuan kriteria interpretasi skor angket dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 3.2. Kriteria Interpretasi Kelayakan LKPD57
No Persentase (%) Kriteria
1 81 – 100 Sangat Layak
2 61 – 80 Layak
3 41 – 60 Cukup
4 21 – 40 Tidak Layak
5 0 – 20 Sangat Tidak Layak
Dari tabel kriteria interpretasi diatas, maka kriteria kemenarikan dapat dijelaskan sebagai berikut :
(1) Semakin tinggi nilai interpretasi maka semakin menarik LKPD berbasis Riset.
(2) Kualifikasi kriteria sangat menarik dan menarik, maka perlu dilakukan revisi kecil dan tidak perlu dilakukan uji coba kembali.
(3) Kualifikasi kriteria cukup menarik, maka perlu di lakukan revisi besar dan tidak perlu dilakukan uji coba kembali.
(4) Kualifikasi kriteria tidak menarik atau sangat tidak menarik, maka perlu dilakukan revisi besar dan perlu dilakukan uji coba kembali.
57Ibid hal. 51
b) Analisis Angket Motivasi Belajar
Hasil angket motivasi belajar peserta didik sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan LKPD berbasis Riset mengkonversikan skor angket menjadi data kuantitatif dengan langkah sebagai berikut:
(I) Menghitung rata-rata skor dari setiap aspek motivasi dengan menggunakan persamaan:
Keterangan:
̃ = skor rata-rata Σ = jumlah skor
= jumlah penilai
(II) Menghitung Standard Gain
Setelah nilai rata-rata tiap aspek diperoleh selanjutnya menghitung peningkatan motivasi belajar peserta didik.
Peningkatan motivasi belajar peserta didik dihitung dengan nilai standard gain dengan persamaan sebagai berikut:
Keterangan:
̃ h : nilai rata-rata angket sesudah pembelajaran ̃ m : nilai rata-rata angket sebelum pembelajaran
̃= Σ
< >= ̃ ℎ − ̃ ̃ − ̃
̃ : nilai maksimal
(III) Kemudian interpretasi Standard gain disajikan pada sebagai berikut.
Tabel 3.3 Klasifikasi Interpretasi Standard Gain 58
No Besar Persentase Interpretasi
1 g > 0,7 Tinggi
2 0,3 < g < 0,7 Sedang
3 g < 0,3 Rendah
c) Analisis Hasil Belajar
Peningkatan hasil belajar diukur menggunakan pretest dan posttest. Hasil pretest dan posttest peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan LKPD berbasis riset, dengan rumus:
(a) Menghitung nilai ketuntasan individu dengan persamaan:
58Meltzer, David E. The Relationship Between Mathematics Preparation and Conceptual Learning Gains In Physics: A Possible “Hidden Variable” In Diagnostic Pretest Scores.
Departement of Physics and Astronomy, Lowa State University Journal, 2002.
Ketuntasan Individu= Jumlah jawaban yang benar x 100%
Jumlah soal seluruhnya
(b) Menghitung rata-rata skor dari seluruh siswa dengan menggunakan persamaan:
Keterangan:
̃ = skor rata-rata Σ = jumlah skor
= jumlah penilai
(c) Setelah nilai rata-rata seluruh siswa diperoleh selanjutnya menghitung peningkatan hasil belajar peserta didik. Peningkatan hasil belajar peserta didik dihitung dengan nilai standard gain dengan persamaan sebagai berikut:
< > = −
− ̃= Σ
(d) Kemudian dianalisis menggunakan interpretasi Standard Gain seperti pada angket motivasi belajar.
Tabel 3.4 Kategori Ketuntasan Individual59
No Rentang Nilai Kategori
1 80 - 100 Sangat Baik
2 66 - 79 Baik
3 56 - 65 Cukup
4 40 - 55 Kurang
5 30 - 39 Sangat Kurang
59 Wahyu Mulyadi Sopandi. “Pembelajaran Fisika Berbantuan Media CD Pembelajaran Pori Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Fisika Peserta Didik Kelas VIII B SMPN 2 Klari”, Skripsi. Universitas Pendidikan Indonesia, 2013. hlm. 45-46
BAB IV
HASIL PENGEMBANGAN DAN PEMBAHASAN
A. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Sebelum Revisi
Berikut adalah perencanaan pengembangan media pembelajaran berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Riset pada pokok bahasan sistem koordinasi kelas XI SMA/MA untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yang dikembangkan:
Proses pembuatan lembar kerja peserta didik (LKPD) ini dengan menggunakan berbasis Riset pada materi sistem saraf. Langkah-langkah penyusunan desain produk LKPD ini, diantaranya adalah menyesuaikan standar kompetensi dan kompetensi dasar berdasarkan kurikulum K13. LKPD pada materi sistem saraf menggunakan ukuran kertas yang digunakan adalah folio. Ukuran dan jenis font yang digunakan adalah 18 dan 20 (Cambria) pada bagian cover, 12 (Cambria) dan 10 (Cambria) pada bagian halaman dengan spasi 2,0 dan 1,5 (sesuai dengan jenis font). Adapun desain produk pengembangan LKPD adalah terdiri dari Cover depan, tujuan pembelajaran, materi, kegiatan praktikum, evaluasi dan halaman isi LKPD.
Halaman isi LKPD terdiri dari konten hubungan antara alat getar makrosesismik dengan materi sistem koordinasi yang disesuaikan dengan kegiatan praktikum. Didalam LKPD ini juga terdapat tabel pengamatan yang ditujukan kepada peserta didik untuk diisi berdasarkan riset yang telah dilakukan sebelumnya oleh pengembang LKPD ini sendiri. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (Lamp. 1)
B. Analisis Data
Berikut hasil analisis data berdasarkan data uji coba pada media pemebelajaran LKPD Berbasis Riset dapat dilihat sebagai berikut:
1. Data Validasi
Data validasi dapat diperoleh dari hasil pengisian angket oleh 2 orang validator yang terdiri atas 35 pertanyaan. Validator pertama dilakukan oleh Mukminah M.PH pada tanggal 13 Oktober 2020. Sedangkan, validator kedua dilakukan oleh Dr. Nining Purwati M.Pd pada tanggal 11 Agustus 2020. Sehingga Komentar dan saran yang diperoleh berdasarkan pada data hasil validasi 2 orang validator dijadikan dasar untuk melakukan revisi sebelum media diuji cobakan kepada siswa. Untuk lebih jelasnya data hasil validasi dapat dilihat pada (Lamp. 2)
Berikut ini data hasil validasi berdasarkan pada 2 orang validator disajikan pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.1 Hasil Validasi Oleh Validator Pertama
No Aspek Jumlah
jawaban per aspek ( ∑X)
Jumlah nilai maksimal per aspek
(∑Xi)
Persentase validasi per
aspek (P) (%)
Kriteria
1 Tampilan 33 40 83 Sangat
Layak
2 Konten Materi 58 80 73 Layak
3 Tata Bahasa
dan Tulisan 40 55 73 Layak
Jumlah
total 131 175 229
Persentase
rata-rata 76 %
Kriteria Layak
Tabel 4.2 Hasil Validasi Oleh Validator Kedua
No Aspek Jumlah
jawaban per aspek ( ∑X)
Jumlah nilai maksimal per aspek
(∑Xi)
Persentase validasi per aspek (P)
(%)
Kriteria
1 Tampilan atau
Desain 31 40 77 Layak
2 Konten Materi 59 80 74 Layak
3 Tata Bahasa
dan Tulisan 41 55 75 Layak
Jumlah
total 131 175 227
Persentase
rata-rata 76 %
Kriteria Layak
Jadi, Persentase (%) validasi per aspek dalam validasi ini diperoleh dari jumlah jawaban responden (∑X) per aspek dibagi jumlah nilai ideal (∑Xi) per aspek dikali dengan 100%. Persentase rata-rata diperoleh dari jumlah persentase (%) total semua aspek dibagi dengan banyaknya aspek. Setelah memperoleh hasilnya, sehingga diperoleh kriteria interpretasi yang telah ditentukan. Berdasarkan hasil validasi oleh validator pertama, penilaian yang dicapai rata-rata adalah layak dengan total penilaian 229 dan persentase 76%. Adapun rincian persentasenya dapat dilihat pada tabel 4.1 Jumlah persentase validasi pada aspek tampilan sebesar 83% dengan kriteria sangat layak, pada aspek konten materi 73% dengan kriteria interpretasi layak, sedangkan untuk persentase 73% dicapai pada aspek tata bahasa dan tulisan dengan kriteria layak. Sedangkan hasil validasi oleh validator kedua, penilaian yang dicapai rata-rata adalah layak dengan total penilaian 227 dan persentase 76%. Adapun rincian persentasenya dapat dilihat pada tabel 4.2 Jumlah persentase validasi pada aspek tampilan sebesar 78% dengan kriteria layak, pada aspek konten materi 74% dengan kriteria interpretasi layak, sedangkan untuk persentase 75% dicapai pada aspek tata bahasa dan tulisan dengan kriteria layak.
2. Data Respon Pendidik
Data respon pendidik dapat diperoleh dari hasil pengisian angket kepada guru bidang studi IPA Biologi. Respon pendidik dilakukan oleh Marlina S.Pd pada tanggal 24 Juli 2020. Instrumen untuk melakukan respon
pendidik ini terdiri dari 22 pertanyaan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada (Lamp. 3)
Adapun untuk mengetahui respon pendidik, dilakukan penyebaran angket kepada pendidik bidang studi IPA di sekolah untuk menilai LKPD berbasis Riset. Penilaian dilakukan oleh 1 pendidik bidang studi IPA.
Berikut adalah hasil rekapitulasi penilaian yang didapatkan:
Tabel 4.3 Hasil Respon Pendidik
No Aspek Jumlah
jawaban per aspek ( ∑X)
Jumlah nilai maksimal per aspek
(∑Xi)
Persentase validasi per aspek (P)
(%)
Kriteria
1 Materi 32 35 91 Sangat
Layak
2 Tampilan 33 35 94 Sangat
Layak 3 Alat Getar
Makroseismik 17 20 85 Sangat
Layak
4 Bahasa 20 20 100 Sangat
Layak Jumlah
total 102 110 370
Persentase
rata-rata 93 %
Kriteria Sangat Layak
Berdasarkan pada tabel 4.3 menjelaskan jumlah penilaian respon pendidik secara keseluruhan adalah 370, dengan rincian pada aspek materi persentase yang dicapai adalah 91%, aspek tampilan mencapai 94%, aspek alat getar makroseismik dengan persentase 85%, aspek bahasa menjadi yang tertinggi karena mencapai persentase 100%. Secara keseluruhan setiap aspek mendapatkan kriteria interpretasi sangat layak. Dari hasil rekapitulasi
hasil respon pendidik tersebut di simpulkan bahwa LKPD yang di kembangkan mencapai persentase rata-rata yaitu 93% dengan kriteria interpretasi sangat layak. Jadi, dapat di simpulkan bahwa LKPD sudah dapat di gunakan sebagai bahan ajar di kelas tanpa perlu dilakukan revisi.
3. Data Respon Peserta Didik
Data respon peserta didik dapat diperoleh dari hasil pengisian angket kepada siswa-siswa yang melakukan uji coba produk dan dilakukan pada tanggal 23 Juli 2020. Instrumen untuk melakukan respon peserta didik terdiri dari 15 pertanyaan. Untuk mengetahui data hasil respon peserta didik dapat dilihat pada (Lamp. 4)
Adapun untuk melihat respon siswa terhadap produk yang telah digunakan. Penyebaran angket ini melibatkan 8 peserta didik Hasil respon peserta didik terhadap lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Riset dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.4 Hasil Respon Peserta Didik
No Aspek Jumlah
jawaban per aspek ( ∑X)
Jumlah nilai maksimal per aspek
(∑Xi)
Persentase validasi per aspek (P)
Kriteria
1 Materi 140 160 88 Sangat
Layak
2 Tampilan 170 200 85 Sangat
Layak 3 Alat Getar
Makroseismik 80 80 100 Sangat
Layak
4 Bahasa 138 160 86 Sangat
Layak Jumlah
total 528 600 359
Persentase
rata-rata 90 %
Kriteria Sangat Layak
Adapun pada tabel 4.4 merupakan hasil respon peserta didik, produk yang telah dikembangkan mencapai presentase rata-rata 90% dengan kriteria interpretasi yang di capai yaitu sangat layak. Adapun rincian pada aspek materi persentase yang dicapai adalah 88%, aspek tampilan mencapai 85%, aspek alat getar makroseismik dengan persentase 100%, aspek bahasa menjadi yang tertinggi karena mencapai persentase 86%. Hal ini berarti LKPD yang dikembangkan oleh peneliti sangat layak untuk digunakan sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar pada materi sistem koordinasi untuk kelas XI SMA/MA.
4. Data Motivasi Belajar a. Sebelum Uji Coba
Data motivasi belajar siswa sebelum dilakukan uji coba melibatkan 8 peserta didik. Dan hasil data motivasi belajar sebelum uji coba peserta didik terhadap lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Riset dapat dilihat pada (Lamp. 5)
b. Setelah Uji coba
Data motivasi belajar siswa sesudah dilakukan uji coba melibatkan 8 peserta didik. Dan hasil data motivasi belajar sesudah uji coba peserta didik terhadap lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Riset dapat dilihat pada (Lamp. 6)
Berikut adalah hasil rekapitulasi penilaian yang didapatkan:
a. Sebelum uji coba
Tabel 4.5 Hasil Motivasi Belajar Sebelum Uji Coba
No Peserta Didik Skor 1 Peserta Didik 1 61 2 Peserta Didik 2 56 3 Peserta Didik 3 68 4 Peserta Didik 4 60 5 Peserta Didik 5 62 6 Peserta Didik 6 57 7 Peserta Didik 7 63 8 Peserta Didik 8 63
Total 490
Rata-Rata 61
b. Sesudah Uji Coba
Tabel 4.6 Hasil Motivasi Belajar Sesudah Uji Coba
No Peserta Didik Skor 1 Peserta Didik 1 81 2 Peserta Didik 2 81 3 Peserta Didik 3 79 4 Peserta Didik 4 78 5 Peserta Didik 5 80 6 Peserta Didik 6 81 7 Peserta Didik 7 80 8 Peserta Didik 8 87
Total 647
Rata-Rata 81
Berdasarkan hasil yang diperoleh dari data motivasi belajar sebelum dan sesudah uji coba yang dihitung dengan rumus standar gain diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.7 Hasil Motivasi Belajar Sebelum Sesudah
̃ 61 81
<g> 0,5
5. Data Hasil Belajar a. Pretest
Data hasil belajar pretest melibatkan 8 peserta didik. Dan hasil data pretest peserta didik terhadap lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Riset dapat dilihat pada (Lamp. 7)
b. Posttest
Data hasil belajar pretest melibatkan 8 peserta didik. Dan hasil data pretest peserta didik terhadap lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Riset dapat dilihat pada (Lamp. 8)
Berikut adalah hasil rekapitulasi penilaian yang didapatkan:
a. Pretest
Tabel 4.8 Hasil Pretest No Peserta Didik Skor
1 Peserta Didik 1 64 2 Peserta Didik 2 64 3 Peserta Didik 3 62 4 Peserta Didik 4 64 5 Peserta Didik 5 64 6 Peserta Didik 6 49 7 Peserta Didik 7 54 8 Peserta Didik 8 64
Total 485
Rata-Rata 61
b. Posttest
Tabel 4.9 Hasil Posttest No Peserta Didik Skor
1 Peserta Didik 1 98 2 Peserta Didik 2 55 3 Peserta Didik 3 88 4 Peserta Didik 4 76 5 Peserta Didik 5 91 6 Peserta Didik 6 77 7 Peserta Didik 7 70 8 Peserta Didik 8 94
Total 649
Rata-Rata 81
Hasil yang diperoleh dari data hasil belajar sebelum dan sesudah uji coba yang dihitung dengan rumus standar gain dan diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 4.10 Data Hasil Belajar Pretest Posttest
̃ 61 81
<g> 0,5
C. LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) Sesudah Revisi
Berikut adalah hasil pengembangan media pembelajaran berupa lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Riset pada pokok bahasan sistem koordinasi kelas XI SMA/MA untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa yang telah dilakukan revisi berdasarkan komentar dan saran dari validator.
Adapun hasil lembar kerja peserta didik (LKPD) berbasis Riset pada materi sistem saraf bagian-bagian yang mengalami perubahan diantaranya adalah menyesuaikan standar kompetensi inti dan kompetensi dasar berdasarkan kurikulum K13 dan ukuran kertas yang digunakan adalah folio.
Ukuran dan jenis font yang digunakan yakni masih sama 18 dan 20 (Cambria) pada bagian cover, 12 (Cambria) dan 10 (Cambria) pada bagian halaman dengan spasi 2,0 dan 1,5 (sesuai dengan jenis font). Kemudian pada desain produk pengembangan LKPD yang terdapat perbedaan adalah terdiri dari Cover depan dan cover belakang, kata pengantar, daftar isi, tujuan pembelajaran, uraian materi, kegiatan pembelajaran, tabel pengamatan, evaluasi dan halaman isi LKPD.
Halaman isi LKPD yang banyak penambahan terdiri dari konten materi yang disesuaikan dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar berdasarkan kurikulum dilihat K13 serta hubungannya dengan alat getar makroseismik.
Adapun perbaikan pada bahasa yang digunakan dalam LKPD. Untuk lebih jelasnya dapat pada (Lamp. 9)
D. Pembahasan
Berdasarkan pada tabel 4.1 tingkat kelayakan LKPD yang dinilai oleh validator pertama tergolong layak dengan total penilaian 229 dan persentase 76%. Kemudian berdasarkan pada tabel 4.2 memperoleh hasil validasi oleh validator kedua di kategorikan layak dengan total penilaian 227 dan persentase 76%. Selanjutnya Berdasarkan pada tabel 4.3 diperoleh hasil respon pendidik dengan persentase rata-rata 93% dan tergolong sangat layak. Dan terakhir berdasarkan pada tabel 4.4 diperoleh persentase respon peserta didik dengan rata-rata 90% dan tergolong sangat layak. Dari hasil persentase diatas data dari respon pendidik yang paling tinggi dikarnakan LKPD sudah dilakukan revisi sesuai saran dari validator pertama dan validator kedua. Kemudian data tingkat kelayakan LPKD juga dikatagorikan tinggi dari hasil persentase respon peserta didik, sehingga pada penelitian ini LKPD layak untuk digunakan pada siswa.
Dan terakhir persentase validator pertama dan validator kedua dapat dikatgorikan layak disebabkan hasil persentase tidak mencapai 81%, berdasarkan tabel yang digunakan LKPD dapat dikatakan sangat layak apabila mencapai persentase 81% ke atas dan seterusnya.
Adapun proses mendapatkan kelayakan LKPD diperoleh dari validator 1, validator 2, penilaian pendidik dan penilaian peserta didik. Pada validator 1 dan 2 terdiri atas aspek materi, tampilan dan bahasa. Sedangkan penilianan pendidik dan peserta didik teridiri atas 4 aspek yakni materi, penyajian, alat getar makroseismik dan bahasa.
Dalam jurnal yang berjudul Validitas dan Praktikalitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Materi Kingdom Plantae Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Peserta Didik Kelas X SMA/MA dimuat hasil analisis data yang menunjukkan bahwa LKPD berbasis pendekatan saintifik mempunyai nilai rata-rata validitas sebesar 87,30% dengan kategori valid. Adapun analisis data dari angket validitas LKPD berbasis pendekatan saintifik yang dilakukan oleh dosen dan guru didasarkan pada lima komponen, yaitu kelayakan isi, kebahasaan, penyajian, kegrafikan, dan pendekatan saintifik. Sedangkan dalam jurnal Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa SMA Sint Carolus Kota Bengkulu yang ditinjau berdasarkan Produk LKPD yang telah dikembangkan memenuhi kategori valid berdasarkan hasil penilaian dari validator. Masing-masing komponen LKPD memenuhi kriteria valid dan sangat layak digunakan yang meliputi aspek isi, aspek penyajian materi dan kebahasaan. Kriteria tersebut menunjukkan bahwa LKPD sesuai dengan teori- teori atau validasi isi.
Selanjutnya pada jurnal Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berorientasi Nilai Islami Pada Materi Hidrolisis Garam hanya meninjau aspek kelayakan isi dan penyajian didapatkan simpulan bahwa LKPD berorientasi nilai Islami yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan sebagai salah satu perangkat pembelajaran dalam proses pembelajaran kimia, khususnya pada materi hidrolisis garam. Berdasarkan penerapannya, penggunaan LKPD berorientasi nilai islami juga dapat