BAB III METODE PENELITIAN
C. Pengujian Hipotesis
3. Uji Hipotesis 3
Selanjutnya teknik yang digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian ini adalah analisis varian ANOVA dua jalur (two way ANOVA) dengan faktor sebanyak 2 x 3. Statitistik yang digunakan adalah statistik F dengan taraf signifikansi α = 5% (0,05). Untuk mempermudah dalam menganalisis data maka peneliti menggunakan program SPSS (Statistical Package for Social Science) for windows versi 22.0. Analisis varian ANOVA (Analysis of Variance) dua jalur digunakan dalam penelitian ini karena jumlah variabel yang mempengaruhi hasil belajar siswa lebih dari satu variabel, yaitu model pembelajaran dan gaya belajar siswa.
135Agus Irianto, Statistik: Konsep Dasar, Aplikasi & Pengembangannya (Kencana: Jakarta, 2004), 275.
BAB IV
PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA PENELITIAN
A. Penyajian Data
1. Gambaran objek penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah Sekolah Menengah Pertama Manbaul Ulum yang terletak di Desa Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso. Berikut profil sekolah yang menjadi objek penelitian.136
Nama Sekolah : SMP Manbaul Ulum
Alamat Sekolah : Jl. Kyai Togo Tangsil Wetan Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso
Kode Pos : 68282
Telp. Sekolah : 085330836768 Nama Kepala Sekolah : Khairul Anam, S.Pd.I Status Sekolah : Swasta
NSS : 201052210099
NPSN : 69830091
Akreditasi : A
E-mail : [email protected]
Tahun Operasi Sekolah : 2014
Luas Tanah : 3.080 m2
136Dokumentasi SMP Manbaul Ulum Tangsil Wetan Wonosari Bondowoso
Deskripsi data yang disajikan dalam penelitian terdiri dari skor hasil belajar siswa dalam pembelajaran PAI dan Budi Pekerti pada materi thaharah yang menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatic, Auditori, Visual, Intellectual) dan model pembelajaran konvensional yang dikelompokkan atas gaya belajar visual, gaya belajar auditorial dan gaya belajar kinestetis. Deskripsi data menginformasikan rata-rata (mean), standard deviasi, skor maksimum dan skor minimum dilengkapi juga dengan tabel distribusi frekuensinya dan grafik histogram.
a. Deskripsi data data hasil belajar siswa dengan model pembelajaran SAVI dan model pembelajaran konvensional
Data hasil belajar PAI dan Budi Pekerti materi thaharah dapat dideskripsikan dengan bantuan program SPSS for Windows Ver.22.0.
Hasil pengukuran deskriptif variabel hasil belajar disajikan dalam tabel 4.1 dibawah ini yang merangkum gambaran data hasil belajar mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti di kelas eksperimen dan kelas kontrol yang meliputi hasil belajar pre-test dan post-test.
Tabel 4.1 Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa137
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation
Kelas_Eksprimen_SAVI 38 76 100 86.74 7.675
Kelas_Kontrol_Konvensional 39 68 96 82.15 6.919 Valid N (listwise) 38
137Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
Tabel di atas menjelaskan bahwa rata-rata hasil belajar siswa kelas eksperimen setelah dilakukan pembelajaran SAVI sebesar 86.74, nilai maksimum sebesar 100 dan nilai minimum sebesar 76, standar deviasi sebesar 7.675 dengan N sebanyak 38 siswa. Rata-rata hasil belajar kelompok kontrol setelah dilakukan pembelajaran konvensional sebesar 82.15, nilai maksimum sebesar 96, nilai minimum sebesar 68, standar deviasi sebesar 6.919 dengan N sebanyak 39 siswa. Hasil tersebut kemudian dikelompokkan menjadi tiga kategori nilai yaitu tinggi, sedang, dan rendah.
Tabel 4.2 Deskripsi Data Hasil Belajar Kelompok Eksperimen138 Kategori Nilai Kriteria N Persentase (%)
nilai > 94 Tinggi 8 21,05%
79 ≤ nilai ≤ 94 Sedang 25 65,79%
nilai < 79 Rendah 5 13.16%
Jumlah 38 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.2 dapat diketahui bahwa nilai siswa terbanyak pada kategori sedang yaitu sebanyak 25 siswa dengan persentase 65.79%, kemudian nilai pada kategori tinggi sebanyak 8 siswa dengan persentase 21.05%, dan nilai pada kategori rendah sebanyak 5 siswa dengan persentase 13.16%. Selanjutnya grafik histogram data hasil belajar siswa kelas eksperimen disajikan dalam gambar berikut ini.
138Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
Gambar 4.1 Histogram Hasil Belajar Kelompok Eksperimen139
Tabel 4.3 Deskripsi Data Hasil Belajar Kelompok Kontrol140 Kategori Nilai Kriteria N Persentase (%)
nilai > 89 Tinggi 6 15,38%
75 ≤ nilai ≤ 89 Sedang 30 76,92%
nilai < 75 Rendah 3 7,69%
Jumlah 39 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.3 dapat diketahui bahwa nilai siswa terbanyak pada kategori sedang yaitu sebanyak 30 siswa dengan persentase 76.92%, kemudian nilai pada kategori tinggi sebanyak 6 siswa dengan persentase 15.38%, dan nilai pada kategori rendah sebanyak 3 siswa dengan persentase 7.69%. Histogram data hasil belajar siswa kelas kontrol disajikan dalam gambar berikut ini.
Gambar 4.2 Histogram Hasil Belajar Kelompok Kontrol141
139Histogram Hasil Belajar kelas Eksperimen Menggunakan Ms. Excel
140Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
141Histogram Hasil Belajar Kelas Kontrol Menggunakan Ms. Excel
b. Deskripsi data kecenderungan gaya belajar siswa di kelas model pembelajaran SAVI dan kelas model pembelajaran konvensional
Data angket gaya belajar dapat dideskripsikan dengan bantuan program SPSS for Windows Ver.22.00. Hasil pengukuran deskriptif variabel dalam tabel di bawah ini, merangkum gambaran data gaya belajar yang telah diklasifikasi berdasarkan kategori kecenderungan gaya belajar visual, kecenderungan gaya belajar auditori, dan kecenderungan gaya belajar kinestetik. Deskripsi statistic kecenderungan gaya belajar dengan ukuran skor minimum, maksimum, mean, dan standar deviasi. Berikut ini tabel statistik deskriptif data angket kecendurungan gaya belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Tabel 4.4 Statistik Deskriptif Data Angket Gaya Belajar Siswa142
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation Gaya Belajar Eksperimen 38 61 78 71.50 4.440
Gaya Belajar Kontrol 39 68 76 72.10 2.490
Valid N (listwise) 38
Tabel di atas menjelaskan bahwa deskriptif statistik data angket kecenderungan gaya belajar siswa di kelas eksperimen memiliki skor minimum 61 dan skor maksimum 78, standar deviasi 4,440 dengan jumlah siswa 38 dan rata-rata skor 71.50. Sedangkan dikelas kontrol data deksriptif statistik kecenderungan gaya belajar menunjukkan bahwa dengan jumlah siswa 39 memiliki skor minimum 68 dan skor maksimum 76 dengan standar deviasi 2,490 dan rata-rata skor 72.10.
142Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
Deskriptif statistik kecenderungan gaya belajar di masing-masing kelas dapat dilihat pada tabel dan uraian di bawah ini.
Tabel 4.5
Statistik Deskriptif Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Eksperimen143
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Gaya Belajar Visual 38 15 35 25.47 1.004
Gaya Belajar Auditori 38 14 34 24.53 0.990
Gaya Belajar Kinestetik 38 15 33 21.50 0.980 Valid N (listwise) 38
Tabel 4.5 menjelaskan bahwa seluruh siswa disetiap kelas mengisi ietem angket setiap gaya belajar. Dari julah siswa 38 dapat diperoleh data gaya belajar visual dengan skor minimum 15, skor maksimum 35, rata-rata skor 25.47 an standar deviasi 1,004. Data angket gaya belajar auditori yang diisi oleh 38 siswa di kelas eksperimen memiliki skor minimum 14, skor maksimum 34, rata-rata skor 24.54 dengan standar deviasi 0,990. Data kecenderungan gaya belajar kinestetik dikelas eksperimen dengan N 38 memiliki skor minimum 15, skor maksimum 33, mean 21.50 dan standar deviasi 0,980. Kecenderungan gaya belajar siswa ditentukan oleh skor angket yang memiliki kategori tinggi.
Tabel 4.6 Kategori Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen144 Kategori Skor Kriteria N Persentase (%)
skor > 26.48 Tinggi 16 42.10%
24.47 ≤ skor ≤ 26.48 Sedang 1 2.63%
skor < 24.47 Rendah 21 55.26%
Jumlah 38 100%
143Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
144Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
Dari tabel 4.6 dapat dilihat bahwa hampir sebagian besar siswa dikelas eksperimen memiliki kecenderungan gaya belajar visual pada kategori rendah yaitu 21 siswa dengan persentase 55.26%.
Tabel 4.7
Kategori Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen145
Kategori Skor Kriteria N Persentase (%)
skor > 25.52 Tinggi 15 39.47%
23.54 ≤ skor ≤ 25.52 Sedang 2 5.26%
skor < 23.54 Rendah 21 55.26%
Jumlah 38 100%
Dari tabel 4.7 dapat dilihat bahwa hampir sebagian besar siswa dikelas eksperimen memiliki kecenderungan gaya belajar auditori pada kategori tinggi yaitu 25 siswa dengan persentase 65.79%.
Tabel 4.8
Kategori Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen146
Kategori Skor Kriteria N Persentase (%)
skor > 22.48 Tinggi 7 18.42%
20.52 ≤ skor ≤ 22.48 Sedang 9 23.68%
skor < 20.52 Rendah 22 57.89%
Jumlah 38 100%
Dari tabel 4.8 dapat dilihat bahwa hampir sebagian besar siswa dikelas eksperimen memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik pada kategori rendah yaitu 22 siswa dengan persentase 57.89%. Selanjutnya tabel dan grafik histogram kecenderungan gaya belajar siswa di kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran SAVI (VII A) disajikan berikut ini.
145Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
146Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
Tabel 4.9
Frekuensi Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Eksperimen147 Kecenderungan
Gaya Belajar N Persentase (%)
Visual 16 42.10%
Auditori 15 39.47%
Kinestetik 7 18.42%
Jumlah 38 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.9 dapat di ketahui bahwa dari 38 siswa dikelas eksperimen, sebanyak 16 siswa memiliki kecenderungan gaya belajar visual, 15 siswa memiliki kecenderungan gaya belajar auditori, dan 7 siswa memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik.
Gambar 4.3
Histogram Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Eksperimen148
Setelah dilakukan penghitungan data kecenderungan gaya belajar siswa di kelas eksperimen, selanjutnya adalah penghitungan data kecenderungan belajar kelas kontrol. Berikut ini tabel deksriptif statistik data kecenderungan gaya belajar kelas kontrol.
147Analisis Peneliti
148Histogram Kecenderingan Gaya Belajar Kelas Eksperimen Menggunakan Ms. Excel
Tabel 4.10
Statistik Deskriptif Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol149
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
Gaya Belajar Visual 39 17 34 24.74 0.936
Gaya Belajar Auditori 39 17 34 25.64 0.905
Gaya Belajar Kinestetik 39 17 34 21.72 0.841 Valid N (listwise) 39
Tabel 4.10 menjelaskan bahwa seluruh siswa disetiap kelas mengisi item angket setiap gaya belajar. Dari jumlah siswa 39 dapat diperoleh data gaya belajar visual dengan skor minimum 17, skor maksimum 34, rata-rata skor 24.74 dan standar deviasi 0,936. Data angket gaya belajar auditori yang diisi oleh 39 siswa di kelas kontrol memiliki skor minimum 14, skor maksimum 34, rata-rata skor 25.64 dengan standar deviasi 0,905. Data kecenderungan gaya belajar kinestetik dikelas eksperimen dengan N 39 memiliki skor minimum 14, skor maksimum 34, mean 21.72 dan standar deviasi 0,841. Untuk menentukan tinggi rendahnya hasil pengukuran setiap gaya belajar, digunakan tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kecenderungan gaya belajar siswa ditentukan oleh skor angket yang memiliki kategori tinggi.
Tabel 4.11
Kategori Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol150
Kategori Skor Kriteria N Persentase (%)
skor > 25.68 Tinggi 15 38.46%
23.80 ≤ skor ≤ 25.68 Sedang 0 0.00%
skor < 23.80 Rendah 24 61.54%
Jumlah 39 100%
149Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
150Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
Dari tabel 4.11 dapat dilihat bahwa hampir sebagian besar siswa dikelas kontrol memiliki kecenderungan gaya belajar visual pada kategori rendah yaitu 24 siswa dengan persentase 61.54%.
Tabel 4.12
Kategori Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol151
Kategori Skor Kriteria N Persentase (%)
skor > 26.54 Tinggi 19 48.72%
24.74 ≤ skor ≤ 26.54 Sedang 0 0.00%
skor < 24.74 Rendah 20 51.28%
Jumlah 39 100%
Dari tabel 4.12 dapat dilihat bahwa hampir sebagian besar siswa dikelas kontrol memiliki kecenderungan gaya belajar auditori pada kategori rendah yaitu 20 siswa dengan persentase 51.28%.
Tabel 4.13
Kategori Gaya Belajar Kinestetik Kelas Kontrol152
Kategori Skor Kriteria N Persentase (%)
skor > 22.56 Tinggi 5 12.82%
20.88 ≤ skor ≤ 22.56 Sedang 16 41.03%
skor < 20.88 Rendah 18 46.15%
Jumlah 39 100%
Dari tabel 4.13 dapat dilihat bahwa hampir sebagian besar siswa dikelas kontrol memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik pada kategori rendah yaitu 18 siswa dengan persentase 46.15%. Selanjutnya tabel dan grafik histogram kecenderungan gaya belajar siswa di kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran konvensional (VII B) disajikan berikut ini.
151Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
152Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
Tabel 4.14 Frekuensi Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol153 Kecenderungan
Gaya Belajar N Persentase (%)
Visual 15 38.46%
Auditori 19 48.72%
Kinestetik 5 12.82%
Jumlah 39 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.14 dapat di ketahui bahwa sebanyak 15 siswa memiliki kecenderungan gaya belajar visual, 19 siswa memiliki kecenderungan gaya belajar auditori, dan 5 siswa memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik.
Gambar 4.4 Histogram Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Kontrol154
Berikut ini ditampilkan tabel rekapitulasi kecenderungan gaya belajar siswa dikedua kelas eksperimen dan kelas kontrol.
Tabel 4.15
Frekuensi Kecenderungan Gaya Belajar Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol155
Kecenderungan Gaya Belajar
Kelas
Eksperimen Kelas Kontrol
Visual 16 15
Auditori 15 19
Kinestetik 7 5
Jumlah 38 39
153Analisis Peneliti
154Histogram Kecenderingan Gaya Belajar Kelas Kontrol Menggunakan Ms. Excel
155Analisis Peneliti
Tabel di atas menjelaskan jumlah siswa untuk setiap kecenderungan gaya belajar di kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran SAVI dan kelas kontrol yang menerapkan model pembelajaran konvensional.
c. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa Dengan Kecenderungan Gaya Belajar Visual di Kelas Pembelajaran SAVI dan Konvensional 1) Deskripsi data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya
belajar visual kelas eksperimen (pembelajaran SAVI)
Kecenderungan gaya belajar visual di kelas eksperimen setelah dilakukan perhitungan skor angket didapatkan bahwa siswa di kelas eksperimen yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual sebanyak 16 siswa. Berikut ini deskripsi statistik dari hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual.
Tabel 4.16
Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Visual di Kelas Eksperimen156
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Hasil Belajar_Visual
Eksperimen 16 80 100 92.25 6.608
Valid N (listwise) 16
Tabel di atas menjelaskan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual kelas eksperimen sebesar 92.25, nilai maksimum sebesar 100 dan nilai minimum sebesar 80, standar deviasi sebesar 6.608 dengan N sebanyak 16.
156Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
Tabel 4.17
Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen157
Kategori Nilai Kriteria N Persentase (%)
nilai > 99 Tinggi 4 25.00%
86 ≤ nilai ≤ 99 Sedang 9 56.25%
nilai < 86 Rendah 3 18.75%
Jumlah 16 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.21 diketahui bahwa nilai siswa terbanyak pada kategori sedang yaitu sebanyak 9 siswa dengan persentase 56.25%, nilai pada kategori tinggi sebanyak 4 siswa dengan prsentase 25%, dan nilai pada kategori rendah sebanyak 3 siswa dengan persentase 18.75%. Selanjutnya grafik histogram data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual kelas eksperimen disajikan dalam gambar berikut ini.
Gambar 4.5
Histogram Hasil Belajar Siswa
Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen158
157Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
158Histogram Hasil Belajar Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen Menggunakan Ms. Excel
2) Deskripsi data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual kelas kontrol (pembelajaran konvensional)
Kecenderungan gaya belajar visual di kelas kontrol setelah dilakukan perhitungan skor angket didapatkan bahwa siswa di kelas kontrol yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual sebanyak 15 siswa. Berikut ini deskripsi statistik dari hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual.
Tabel 4.18
Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Visual di Kelas Kontrol159
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Hasil Belajar_Visual
Kontrol 15 68 96 84.00 8.418
Valid N (listwise) 15
Tabel di atas menjelaskan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual kelas kontrol sebesar 84.00, nilai maksimum sebesar 96 dan nilai minimum sebesar 68, standar deviasi sebesar 8.418 dengan N sebanyak 15.
Tabel 4.19
Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa
dengan Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol160 Kategori Nilai Kriteria N Persentase (%)
nilai > 92 Tinggi 2 13.33%
76 ≤ nilai ≤ 92 Sedang 12 80.00%
nilai < 76 Rendah 1 6,67%
Jumlah 15 100%
159Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
160Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
Berdasarkan data pada tabel 4.24 diketahui bahwa nilai siswa terbanyak pada kategori sedang yaitu sebanyak 12 siswa dengan persentase 80%, nilai pada kategori tinggi sebanyak 2 siswa dengan persentase 13.33%, dan nilai kategori rendah terdapat 1 siswa dengan persentase 6.67%. Selanjutnya grafik histogram data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual kelas kontrol disajikan dalam gambar berikut ini.
Gambar 4.6 Histogram Hasil Belajar Siswa Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol161
Setelah dilakukan perhitungan hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar visual kelas eksperimen dan kelas kontrol berikut ini ditampilkan tabel rekapitulasi hasil belajar siswa berdasarkan gaya belajar visual dikedua kelas.
Tabel 4.20 Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Visual Kelas Eksperimen dan Kontrol162
Kelas N Rata-rata
Eksperimen (VII A) 16 92.25
Kontrol (VII B) 15 84.00
161Histogram Hasil Belajar Gaya Belajar Visual Kelas Kontrol Menggunakan Ms. Excel
162Analisis Dokumen Hasil Belajar Siswa
Tabel di atas menjelaskan bahwa jumlah siswa kelas eksperimen yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual sebanyak 16 siswa dengan rata-rata hasil belajar 92.25. Sedangkan untuk kelas kontrol memiliki rata-rata hasil belajar siswa yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual 84.00 dari 15 siswa.
d. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa Dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori di Kelas Pembelajaran SAVI dan Konvensional 1) Deskripsi data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya
belajar auditori kelas eksperimen (pembelajaran SAVI)
Kecenderungan gaya belajar auditori di kelas eksperimen setelah dilakukan perhitungan skor angket didapatkan bahwa siswa di kelas eksperimen yang memiliki kecenderungan gaya belajar auditori sebanyak 15 siswa. Berikut ini deskripsi statistik dari hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar auditori.
Tabel 4.21
Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori di Kelas Eksperimen163
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Hasil Belajar_Auditori
Eksperimen 15 76 92 82.13 4.984
Valid N (listwise) 15
Tabel di atas menjelaskan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar auditori kelas eksperimen
163Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
sebesar 82.13, nilai maksimum sebesar 92 dan nilai minimum sebesar 76, standar deviasi sebesar 4.984 dengan N sebanyak 15.
Tabel 4.22
Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen164
Kategori Nilai Kriteria N Persentase (%)
nilai > 87 Tinggi 3 20.00%
77 ≤ nilai ≤ 87 Sedang 8 53.33%
nilai < 77 Rendah 4 26.67%
Jumlah 15 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.28 diketahui bahwa nilai siswa terbanyak pada kategori sedang yaitu sebanyak 8 siswa dengan persentase 53.33%, nilai pada kategori rendah sebanyak 4 siswa dengan persentase 26.67% dan nilai pada kategori tinggi sebanyak 3 siswa dengan persentase 20%. Selanjutnya grafik histogram data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar auditori kelas eksperimen disajikan dalam gambar berikut ini.
Gambar 4.7 Histogram Hasil Belajar Siswa
Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen165
164Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
165Histogram Hasil Belajar Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen Menggunakan Ms. Excel
2) Deskripsi data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar auditori kelas kontrol (pembelajaran konvensional)
Kecenderungan gaya belajar auitori di kelas kontrol setelah dilakukan perhitungan skor angket didapatkan bahwa siswa di kelas kontrol yang memiliki kecenderungan gaya belajar auditori sebanyak 19 siswa. Berikut ini deskripsi statistik dari hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar auditori.
Tabel 4.23
Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol166
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Hasil Belajar_Auditori
Kontrol 19 72 96 81.89 6.018
Valid N (listwise) 19
Tabel di atas menjelaskan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar auditori kelas kontrol sebesar 81.89, nilai maksimum sebesar 96 dan nilai minimum sebesar 72, standar deviasi sebesar 6.194 dengan N sebanyak 19.
Tabel 4.24
Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa
dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol167 Kategori Nilai Kriteria N Persentase (%)
nilai > 88 Tinggi 1 5.26%
76 ≤ nilai ≤ 88 Sedang 16 84.21%
nilai < 76 Rendah 2 10.53%
Jumlah 19 100%
166Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
167Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
Berdasarkan data pada tabel 4.31 diketahui bahwa nilai siswa terbanyak pada kategori sedang yaitu sebanyak 16 siswa dengan persentase 84.21%, nilai pada kategori rendah sebanyak 2 siswa dengan persentase 10.53%, dan nilai kategori tinggi terdapat 1 siswa dengan persentase 5.26%. Selanjutnya grafik histogram data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar auditori kelas kontrol disajikan dalam gambar berikut ini.
Gambar 4.8 Histogram Hasil Belajar Siswa Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol168
Setelah dilakukan perhitungan hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar auditori kelas eksperimen dan kelas kontrol berikut ini ditampilkan tabel rekapitulasi hasil belajar siswa berdasarkan gaya belajar auditori dikedua kelas.
Tabel 4.25 Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Auditori Kelas Eksperimen dan Kontrol169
Kelas N Rata-rata
Eksperimen (VII A) 15 82.13
Kontrol (VII B) 19 81.89
168Histogram Hasil Belajar Gaya Belajar Auditori Kelas Kontrol Menggunakan Ms. Excel
169Analisis Peneliti Berdasarkan Dokumen Hasil Penelitian
Tabel di atas menjelaskan bahwa jumlah siswa kelas eksperimen yang memiliki kecenderungan gaya belajar auditori sebanyak 15 siswa dengan rata-rata hasil belajar 82,13. Sedangkan untuk kelas kontrol memiliki rata-rata hasil belajar siswa yang memiliki kecenderungan gaya belajar visual 81,89 dari 19 siswa.
e. Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa Dengan Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik di Kelas Pembelajaran SAVI dan Konvensional 1) Deskripsi data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya
belajar kinestetik kelas eksperimen (pembelajaran SAVI)
Kecenderungan gaya belajar kinestetik di kelas eksperimen setelah dilakukan perhitungan skor angket didapatkan bahwa siswa di kelas eksperimen yang memiliki kecenderungan gaya belajar kinestetik sebanyak 7 siswa. Berikut ini deskripsi statistik dari hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar kinestetik.
Tabel 4.26
Statistik Deskriptif Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik di Kelas Eksperimen170
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std.
Deviation Hasil Belajar_Kinestetik
Eksperimen 7 76 96 84.00 7.303
Valid N (listwise) 7
Tabel di atas menjelaskan bahwa rata-rata hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar kinestetik kelas eksperimen
170Perhitungan Statistik Deskriptif Menggunakan SPSS Versi 22.0
sebesar 84.00, nilai maksimum sebesar 96 dan nilai minimum sebesar 76, standar deviasi sebesar 7.303 dengan N sebanyak 7.
Tabel 4.27
Deskripsi Data Hasil Belajar Siswa dengan Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen 171
Kategori Nilai Kriteria N Persentase (%)
nilai > 91 Tinggi 2 28.57%
77 ≤ nilai ≤ 91 Sedang 4 57.14%
nilai < 77 Rendah 1 14.28%
Jumlah 7 100%
Berdasarkan data pada tabel 4.35 diketahui bahwa nilai siswa terbanyak pada kategori sedang yaitu sebanyak 4 siswa dengan persentase 57.14%, nilai pada kategori tinggi sebanyak 2 siswa dengan persentase 28.57% dan nilai pada kategori rendah sebanyak 1 siswa dengan persentase 14.28%. Selanjutnya grafik histogram data hasil belajar siswa dengan kecenderungan gaya belajar kinestetik kelas eksperimen disajikan dalam gambar berikut ini.
Gambar 4.9 Histogram Hasil Belajar Siswa
Kecenderungan Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen172
171Analisis Pengkategorian oleh Peneliti, diadopsi dari Saifudin Azwan, Penyusunan Skala Psikologi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009), 108.
172Histogram Hasil Belajar Gaya Belajar Kinestetik Kelas Eksperimen Menggunakan Ms. Excel