• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

4. Uji Hipotesis

Dalam menguji hipotesis digunakan analisis regresi linear sederhana, karena untuk menetapkan kedua variabel mempunyai hubungan kausal atau tidak, maka harus didasarkan pada teori atau konsep tentang dua variabel tersebut.

Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh hubungan antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana.

Statistik untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan metode berikut persamaan umum regresi linier sederhana menurut Sugiyono (2008:270) dengan rumus:

Dalam hal ini:

X = Taksiran dari nilai variabel (Gaya Kepemimpinan) Y = Nilai Variabel (Kinerja Karyawan)

Menentukan nilai koefisien a dan b menurut Sugiyono

(2008:272) ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

Keterangan :

X = Variabel Independen Y = Variabel Dependen a = Konstanta

b = Koefisien Regresi Linier n = Banyaknya Sampel

Pengujian hipotesis digunakan untuk menguji hubungan dari kedua variabel, apakah ada pengaruh yang signifikan atau tidak antara gaya

kepemimpinan sebagai variabel x dengan kinerja karyawan sebagai y.

Langkah-langkah yang dilakukan agar hasil dari pengujian hipotesis dapat disimpulkan adalah sebagai berikut :

1) Penetapan Hipotesis Nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Hɑ)

Dalam perumusan hipotesis ini digunakan untuk menetapkan batasan- batasan apakah ada pengaruh positif atau tidak antara Gaya Kepemimpinan sebagai variabel X dan Kinerja Karyawan sebagai variabel Y. Antara Ho dan Hɑ selalu berpasangan, bila salah satu ditolak, maka yang lain pasti diterima sehingga dapat dibuat keputusan yang tegas.

Hipotesis statistik dalam penelitian ini adalah :

Ho : ρ = 0 Tidak ada pengaruh positif antara gaya kepemimpinan dan kinerja karyawan.

Hɑ = ρ ≠ 0 Terdapat pengaruh positif antara gaya kepemimpinan kinerja karyawan.

a. Analisis Korelasi

Korelasi product moment digunakan untuk mengetahui kuatnya hubungan antara suatu variabel independen terhadap variabel dependen korelasi product moment menurut Sugiyono (2008:248) dapat diformulasikan sebagai berikut :

∑ ∑

√{ ∑ }{ ∑ }

Keterangan :

r = Korelasi antara variabel X dengan Y n = Banyaknya sampel

X = Nilai variabel X Y = Nilai variabel Y

Dengan melakukan analisis korelasi product moment, maka akan diketahui nilai korelasi dari dua buah variabel yang diteliti, dari nilai korelasi tersebut dapat ditentukan seberapa kuat pengaruhnya.

Untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan besar atau kecil, dapat berpedoman pada tabel nilai koefisien korelasi (Sugiyono,2008:250) berikut ini :

Tabel 3.3

Nilai Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Cukup Kuat

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat

b. Uji t (Uji Parsial)

Untuk dapat mengetahui apakah koefisien yang diperoleh dari perhitungan benar-benar dari nol secara signifikan, maka hipotesis yang diajukan dengan menggunakan uji-t menurut Sugiyono (2012:230) adalah sebagai berikut :

Keterangan:

t = Nilai uji-t

r = Koefisien korelasi

n = Banyaknya sampel yang diteliti

hasil perhitungan uji-t kemudian dibandingkan dengan distribusi t- student (t tabel) dengan menggunakan penetapan tingkat signifikan sebesar 5% (taraf kepercayaan 95%) dengan derajat kebebasan atau degree of freedom adalah df=n-2. Tingkat signifikan ini dinilai cukup ketat untuk mewakili pengaruh antara variabel-variabel yang signifikan dan umumnya penelitian-penelitian sosial menggunakan tingkat signifikan ini. Nilai t hasil perhitungan dibandingkan dengan nilai t dari tabel distribusi, dengan kriteria sebagai berikut:

t hitung t tabel, maka Ho diterima, Hɑ ditolak t hitung t tabel, maka Ho diterima, Hɑ diterima

Bila hasil pengujian Ho diterima, efisiensi modal kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas. Tetapi jika Ho ditolak,

efisiensi modal kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap profitabilitas.

Ho ditolak Ho ditolak

Daerah Penerimaan Ho

Gambar 3.1

Daerah Penerimaan dan Penolakan

c. Uji F (Uji Simultan)

Untuk melakukan pengujian hipotesis dilakukan dengan cara pengujian secara bersama-sama (simultan), dengan menggunakan uji F.

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen mempunyai pengaruh yang sama terhadap variabel dependen. Pengujian yang dilakukan menggunakan uji distribusi F caranya, yakni dengan membandingkan antara nilai kritis ( ) dengan ) yang terdapat pada tabel Analysis of Variance dari hasil perhitungan. Pada derajat signifikan 95% ( =0,05), menurut Sugiyono (2011:223) F hitung dapat dicari dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

Dimana:

= Koefisien korelasi ganda

= Jumlah variabel independen

= Jumlah sampel pegawai

Apabila hasil perhitungan menunjukkan bahwa :

1) > ; menerima ; yang menyatakan ada pengaruh secara simultan variabel Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan.

2) < ; menerima ; yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh secara simultan variabel Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan.

d. Uji Koefisien Determinasi ( )

Besarnya r² berada diantara 0 (nol) dan 1 (satu) yaitu 0 ≤ r² ≤ 1.

Jika nilai r² semakin mendekati 1 (satu) maka model tersebut baik dan pengaruh antara variable bebas x dengan variable y semakin kuat (erat hubungannya).

KD = r² x 100% dimana r adalah koefisien

(Sugiyono,2009:231)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

1. Gambaran Umum Perusahaan

Didirikan pada tanggal 7 Mei 2005, CV. Cahaya Kalaborang yang berlokasi di Borong Loe Desa Pallatikang kecamatan Pattalassang kabupaten Gowa merupakan salah satu perusahaan kontraktor yang ada di kabupate Gowa dan berkiprah diwilayah timur Indonesia dengan rencana ke depan ingin mengembangkan dunia usahanya sampai tingkat nasional mengingat besarnya peluang dan perkembangan dunia usaha. Pengalaman CV. Cahaya Kalaborang dalam menyelesaikan berbagai macam pekerjaan kontruksi civil, yang telah mendapatkan dan menumbuhkan kepercayaan pemerintah, swasta, dan masyarakat umum serta mitra kerja dan perusahaan lain akan kemampuan profesionalismenya.Dalam kurung waktu yang cukup lama ini, karya CV.

Cahaya Kalaborang telah menunjang percepatan pembangunan di Sulawesi Selatan khususnya Kabupaten Gowa, selanjutnya CV. Cahaya Kalaborang akan terus mengembangkan kiprahnya keseluruh pelosok tanah air. Sejak tahun 2005 sampai sekarang ini CV. Cahaya Kalaborang, mendapat kepercayaan dan bekerjasama dari beberapa perusahaan yang ada di Sulawesi selatan.Dengan sumber daya yang ada maka kerjasama tersebut dapat

dilaksanakan dengan baik.

2. Struktur Organisasi

Gambar 4.1 Struktur Organisasi

CV. Cahaya Kalaborang DIRUT

SARIPUDDIN DIREKTUR

SIDAR

MGR.KEU.CORPORATE ARIS

GENERAL MANAGER

KASENG MGR. OPERASIONAL

WANA

MANAGER KEUANGAN

KEUANGAN CLUSTER

ULI

ABLIA

KOR. CLUSTER KOR. CLUSTER KOR. CLUSTER

OKI ARMAN ARI BIMASAKTI

ADMIN ADMIN ADMIN

TEKNISI / OPERATOR TEKNISI / OPERATOR TEKNISI / OPERATOR

 HERIYANTO  SURYANTO  LAODE

 ASYURI 3. Vis  GUNAWAN  KRISTIAN

 ARMANSYAH  HERMAN  M. RIVALDI

 MUH. HASFAN  LAMEK

3. Visi dan Misi Perusahaan a. Visi

Menjadi perusahaan swasta nasional terdepan di industri jasa konstraktor, berkembang secara bersinambungan, memberikan kesejahteraan kepada karyawan, pengurus, pemegang saham, dan stake holder lainnya.Melalui komitmen terhadap Corporate Social Responcibility dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Govermance).

b. Misi

Untuk mencapai visi tersebut CV. Cahaya Kalaborang telah menerapkan misi dan strategi sebagai berikut :

1) Pemberdayaan maksimal dari lima pilar usaha kontraktor : pemasaran, operasional, keuangan, sumber daya manusia, dan informasi.

2) Menyamakan persepsi diantara manajemen untuk mempertahankan nilai-nilai perusahaan dan mencapai tujuan bersama.

3) Pelatihan dan rekrutmen sumber daya manusia yang tepat, untuk menghasilkan tenaga kerja yang kompeten, berdedikasi dan bersemangat tinggi sesuai budaya perusahaan.

4) Penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan keputusan dan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Govermance).

5) Peningkatan kompetensi di era globalisasi lewat kerja sama dengan perusahaan kontraktor nasional maupun internasional.

B. Pembahasan

1. Karakteristik Responden

Berdasarkan hasil kuesioner yang telah disebarkan oleh peneliti kepada responden yaitu para karyawan CV. Cahaya Kalaborang Sebanyak 30 Responden maka diperoleh gambaran karakteristik responden yang terdiri dari Jenis Kelamin, Usia, Pendidikan Terakhir.

a. Jenis Kelamin

Tabel 4.1

Jenis Kelamin Karyawan

Jenis Kelamin Jumlah Karyawan Presentase

Laki-laki 22 75%

Perempuan 8 25%

Total 30 100%

Sumber : Data Primer Yang telah diolah, 2016

Berdasarkan dari tabel 4.1 diatas diperoleh data bahwa dari 30 karyawan, sebagian besar adalah laki-laki yakni sebanyak 22 orang (75%) dan perempuan sebanyak 8 orang (25%), hal ini berarti bahwa laki-laki lebih banyak diposisikan padaCV. Cahaya Kalaborang.

b. Jenjang Pendidikan

Tabel 4.2

Jenjang Pendidikan Karyawan

Jenjang Pendidikan Frekuensi Presentase

SMA 5 20%

S1 20 60%

S2 5 20%

Total 30 100%

Sumber: Data Primer yang diolah, 2016

Berdasarkan dari tabel 4.2 diatas diperoleh data bahwa dari 30 karyawan yang bekerja pada CV. Cahaya Kalaborang, sebagian besar memiliki jenjang pendidikan terakhir strata 1 (S1) sebanyak 20 karyawan (60%), yang kedua 5 karyawan yaitu (20%) yang jenjang pendidikan terakhirnya SMA dan yang terakhirnya yakni strata 2 (S2) sebanyak 5 karyawan (20%).

c. Usia

Tabel 4.3 Usia Karyawan

Usia Frekuensi Presentase

20-30 10 40%

31-40 15 45%

41-50 5 15%

Total 30 100%

Sumber: Data Primer yang telah diolah, 2016

30 Karyawan yang bekerja pada CV. Cahaya Kalaboran Gowa, paling banyak pada usia 20-30 yaitu sebesar 10 karyawan (40%) dan pada usia 31-40 yaitu sebesar 15 karyawan (45%) sedangkan pada usia 41-50 yaitu 5 karyawan (15%).

2. Hasil Uji Validitas dan Reabilitas Data a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.Dalam hal ini digunakan item pertanyaan yang diharapkan dapat secara tepat mengungkapkan variabel yang diukur. Kinerja yang digunakan untuk menyatakan suatu instrumen dianggap valid atau layak digunakan dalam pengujian hipotesis apabila Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari 0,05. Hasil uji pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.4 Uji Validitas

Corrected Item-

Variabel Item Ket.

Total Correlation

Gaya X1 0.665 Valid

Kepemimpinan X2 0,805 Valid

(X) X3 0,763 Valid

Y1 0,598 Valid

Kinerja

Y2 0,699 Valid

Karyawan (Y)

Y3 0,855 Valid

Sumber: Data Primer yang diolah,2016

Berdasarkan tabel 4.4 diatas.Disimpulkan bahwa seluruh gulir pertanyaan telah konsisten dimana rhitung>rtabel.Setelah sebelumnya telah dihapus butir pertanyaan yang tidak konsisten.Maka koesioner dapat dilanjutkan pada tahap pengujian reabilitas.

b. Uji Reabilitas

uji reabilitas dimaksudkan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Reabilitas diukur dengan uji statistic cronbach’s alpha dengan cara membandingkan nilai alpha dengan standarnya, reabilitas suatu konstruk dikatakan baik jika memiliki nilai cronbach’s alpha > 0.1 tabel berikut menunjukkan hasil pengujian reabilitas dengan menggunakan SPSS 20.0 for windows.

Tabel 4.5

Reliability Statistics

Uji Reabilitas Cronbach's N of Items Alpha

.600 3

Berdasarkan tabel 4.5 diatas hasil uji reabilitas, lima belas item indikator memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,600 yaitu lebih besar dari 0,1. Berdasarkan ketentuan diatas maka indikator-indikator dalam penelitian ini dikatakan reliable.

3. Hasil Uji Asumsi Klasik

Uji Asumsi Klasik adalah menjelaskan tentang pengajuan asumsi sebagai persyaratan analisis data yang berupa :

a. Uji Normalitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Model yang dipakai untuk mengetahui kenormalan model regresi adalah One Sample Kolmogorov-Smimov Test. Distribusi data dinyatakan normal apabila nilai P dari One Sample Kolmogorov-Smimov Test >0,05 maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Hasil uji normalitas pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar dan tabel berikut:

Tabel 4.6 Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 30

Mean 0E-7

Normal Parametersa,b

Std. Deviation .94115961

Absolute .104

Most Extreme Differences Positive .104

Negative -.103

Kolmogorov-Smirnov Z .571

Asymp. Sig. (2-tailed) .900

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Hasil dari output spss normal One-Sample Kolmogorof-Smirnov Test pada tabel 4.6 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (Asymp.Sig.(2-tailed) sebesar 0,900 . karena signifikansi lebih dari 0,05 (0,900> 0,05), maka nilai residual tersebut telah normal.

b. Uji Multikolonearitas

Bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas.Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolonieritas maka dapat dilihat dari nilai Varians

Inflation Factor (VIF) bila angka VIF ada dan melebihi 10 berarti terjadi

multikolonieritas.

Tabel 4.7 Uji Multikolonearitas

Coefficientsa

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

(Constant) 1

Gaya Kepemimpinan 1.000 1.000

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Berdasarkan table 4.7 diatas menunjukkan bahwa nilai tolerance dari variable independent berada diatas 0,10 dan VIF kurang dari 10.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terdapat masalah multikolonearitas, maka model regresi ini layak digunakan.

c. Uji Heterokoesdastisitas

Uji heterokoesdastisitas dilakukan dengan tujuan menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Dalam penelitian ini metode yang digunakan untuk mendeteksi gejala heterokoesdastisitas dapat diuraiakan pada tabel dibawah ini :

Tabel 4.8

Uji Heterokoesdastisitas

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.

Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) .973 1.040 .936 .357

1

Gaya Kepemimpinan -.017 .078 -.041 -.216 .831

Hasil dari output uji heterokoesdastisitas pada tabel 4.8 diatas dapat diketahui bahwa nilai signifikansi lebih dari 0,05 (0,831> 0,05) maka variabel yang bersangkutan dinyatakan bebas heterokoedastisitas atau tidak terjadi heterokoedastisitas.

4. Uji Hipotesis

Dalam pengujian hipotesis digunakan untuk menguji hubungan dari kedua variabel, apakah ada pengaruh yang signifikan atau tidak antara gaya kepemimpinan sebagai variabel x dengan kinerja karyawan sebagai y, maka hipotesis yang diajukan dengan menggunakan uji-t. untuk lebih jelasnya, berikut uji-t (parsial):

a. Uji-t (parsial)

Tabel 4.9 Uji-t (Parsial)

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.

Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) 6.305 1.773 3.556 .001

Gaya Kepemimpinan .485 .133 .567 3.644 .001

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Pada tabel 4.9 diatas menunjukkan coefficients, pada kolom B pada constant (a) adalah 6,305 sedangkan nilai gaya kepemimpinan (b) adalah 0,485 sehingga persamaan regresinya dapat ditulis:

Y = a + Bx atau Y = 6,305 + (0,485)x

Koefisien b dinamakan arah regresi dan menyatakan perubahan rata-rata variabel y untuk setiap perubahan variabel x sebesar satu satuan.

Perubahan ini merupakan pertambahan bila b bertanda positif dan penurunan bila b bertanda negative, sehingga dari persamaan tersebut dapat diterjemahkan :

1) Konstanta sebesar 6,305 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai gaya kepemimpinan maka nilai kinerja karyawan 6,305. Koefisien regresi x

sebesar 0,485 menyatakan bahwa setiap peningkatan nilai kinerja karyawan naik sebesar 0,485.

2) Selain menggambarkan persamaan regresi output ini juga menampilakn uji signifikansi dengan uji-t yaitu mengetahui apakah ada pengaruh yang nyata (signifikan) variabel gaya kepemimpinan (x) terhadap kinerja karyawan (y). dari output diatas dapat diketahui nilai t hitung = 0,485 dengan nilai signifikansi dengan df=n-2, 30-2=28, sig 0,05 maka diperoleh nilai dari t tabel sebesar 0,361. t hitung 0,485 ≥ t tabel 0,361, maka Ho diterima dan Hɑ diterima, yang berarti gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

b. Uji F (Uji Simultan)

Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependennya.

Tabel 4.10 Uji F (Uji Simultan)

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Regression 12.179 1 12.179 13.275 .001b

Residual 25.688 28 .917

Total 37.867 29

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

b. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan

Berdasarkan tabel 4.10 diperoleh nilai F hitung = 13.275 dengan nilai signifikansi 13,275 (sig>0,05), dapat disimpulkan variabel independen yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

c. Uji Korelasi

Analisis korelasi product moment digunakan untuk mengetahui kuatnya hubungan antara satu variabel terhadap variabel dependen. Maka, untuk mengetahui besarnya pengaruh gaya kepemimpinan (x) terhadap kinerja karyawan (y) dapat dilihat dari hasil output menggunakan spss v.20 pada tabel berikut ini:

Tabel 4.11

Korelasi Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Karyawan

Correlations

Gaya Kinerja

Kepemimpinan Karyawan

Pearson Correlation 1 .567**

Gaya Kepemimpinan Sig. (2-tailed) .001

N 30 30

Pearson Correlation .567** 1

Kinerja Karyawan Sig. (2-tailed) .001

N 30 30

Pada tabel 4.10 diatas terlihat nilai korelasi gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan bernilai positif0,567. Mengacu pada tabel 3.3 tentang nilai koefisien korelasi, maka nilai koefisien korelasi sebesar 0,567 dimana memiliki tingkat hubungan yang cukup kuat antara gaya kepemimpinan terhadapa kinerja karyawan karena berada dalam kisaran 0,40 – 0,599.

d. Uji Determinasi (R²)

Koefisien determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

besarnya nilai koefisien determinasi berada antara 0 (nol) dan 1 (satu) yaitu . Jika nilai R² semakin mendekati 1 (satu) maka model tersebut baik dan pengaruh antara variabel bebas X dengan variabel Y semakin kuat (erat hubungannya). Untuk lebih jelasnya, berikut uji koefisien determinasi (R²) dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.12

Uji Koefisien Determinasi (R²)

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate

1 .567a .322 .297 .958

a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan

b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Pada tabel 4.12 hasil output SPSS V.20 diatas menjelaskan besarnya nilai korelasi atau hubungan (R) yaitu sebesar 0,567 dan dijelaskan besarnya persentase pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang disebut koefisien determinasi yang merupakan hasil dari penguadratan R.

Dari output diatas tersebut diperoleh koefisien determinasi (R²) sebesar 0,322 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel bebas (gaya kepemimpinan) terhadap variabel terikat (kinerja karyawan) adalah sebesar 32% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain.

6. Interpretasi Hasil Penelitian

Pembahasan dalam penelitian ini menggunakan satu variabel dependen yaitu profitabilitas dan satu variabel independen yaitu efisiensi modal kerja. Interpretasi dalam penelitian ini adalah

Tabel 4.13

Interpretasi Hasil Penelitian

No. Analisis Hasil Keterangan

1. Uji Normalitas 0,900> 0,05 Dapat disimpulkan bahwa data yang digunakan telah memenuhi standar normalitas.

2. Regresi Y=6,305 + Persamaan regresi Sederhana (0,485)X tersebut memiliki nilai a

sebesar 6,305, jika gaya

kepemimpinan ilainya 0, maka kinerja

karyawannya 6,305.

Nilai koefisien regresi (b)0,485 diartikan bahwa setiap peningkatankinerja karyawan naik sebesar 0,49%.

3. Korelasi Product Analisis Hubungan korelasi antara Moment Korelasi= gaya kepemimpinan

0,567 terhadap kinerja karyawan mempunyai hubungan yang cukup kuat

4. Koefisien KD = 32% Bahwa gaya

Determinasi kepemimpinan

memberikan kontribusi sebesar 32% dalam

meningkatkan kinerja karyawan sisanya sebesar 68% dipenngaruhi faktor lain.

5. Uji-t (Parsial) t hitung ≥ t tabel Dapat disimpulkan Ho 0,485 ≥ 0,361 diterima dan Hɑ

diterima, yang berarti gaya kepemimpian mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan

6. Uji F (Simultan) Sig > 0,05 Dapat disimpulkan gaya 13,275> 0,05 kepemimpinan

berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan yaitu mengenai gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan, maka dapat

disimpulkan sebagai berikut:

1. Hasil analsisi regresi sederhana menunjukkan persamaan sebagai berikut : Y = a + Bx atau Y= 6,305 + (0, 485)x

Konstanta sebesar 6,305 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai gaya kepemimpinan maka nilai kinerja karyawan 6,305. Koefisien regresi x sebesar 0,485 menyatakan bahwa setiap peningkatan nilai kinerja karyawan naik sebesar 0,485. Selain menggambarkan persamaan regresi output ini juga menampilakn uji signifikansi dengan uji-t yaitu mengetahui apakah ada pengaruh yang nyata (signifikan) variabel gaya kepemimpinan (x) terhadap kinerja karyawan (y). dari output diatas dapat diketahui nilai t hitung = 0,485 dengan nilai signifikansi dengan df=n-2, 25-2=23, sig 0,05 maka diperoleh nilai dari t tabel sebesar 0,0,361. t hitung 0,485 ≥ t tabel 0,361, maka Ho diterima dan Hɑ diterima, yang berarti gaya kepemimpinan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja karyawan.

2. Hasil uji hipotesis menunjukkan variabel independen yaitu gaya kepemimpinan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan.

3. Hasil uji dari koefisien korelasi menunjukkan

56

memiliki tingkat hubungan yang cukup kuat antara gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan.

B. Saran

Adapun saran yang diberikan sehubungan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Untuk terus meningkatkan kinerja karyawan pada CV. Cahaya Kalaborang Kabupaten Gowa, sebaiknya pimpinan lebih terus menerus melakukan evaluasi terutama pada indikator yang perlu ditingkatkan lagi.

2. Tingkat gaya kepemimpinan lebih ditingkatkan lagi, agar para karyawan lebih harmonis atau suasana kerja lebih nyaman.

3. Untuk meningkatkan pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan pada CV. Cahaya Kalaborang Kabupaten Gowa, Sumber daya manusia harus lebih ditingkatkan kembali dari sebelumnya mempunyai respon yang baik, serta dapat meningkatkan kenyamanan dalam bekerja karyawan yang ditempatkan.

A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. 2010. Evaluasi Kerja SDM, Bandung:

PT. Refika Aditama.

Hasibuan S.P Melayu, (2008). “Manajemen Sumber Daya Manusia”,Edisi Revisi, Jakarta : Bumi Aksara.

Kartini Kartono. 2011. Pemimpin dan Kepemimpinan, Jakarta: PT. Rajawali grafindo Persada.

Mangkunegara Prabu Anwar, (2008). “ Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan”. Edisi Dari Teori Ke Praktek, Bandung : Alfabeta.

Robbins, Stephen. P & Judge, Timothy. A. 2008. Perilaku Organisasi. Edisi ke 12, Jilid 1, Penerbit: Erlangga, Jakarta.

Suwatno, Donni Juni Priansa. 2011. Manajemen SDM dalam Organisasi Publik dan Bisinis, Bandung: Alfabeta.

Sugiyono, Dr. 2010. Metode penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, Penerbit ALFABETA

Sugiyono, “Metode Penelitian Bisnis”.Cetakan 13. CV ALFABETA, Bandung, (2009).

Sugiyono, “ Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D”. Cetakan Ke 14. CV ALFABETA, Bandung, (2011).

Terry R. George,(2011).”Dasar-dasar manajemen”,cetakan kesembilan, Jakarta : PT.

Bumi Aksara.

LAMPIRAN

Tabel 3.1 Skala Likert

Kriteria Skor

Sangat Setuju (SS) 5

Setuju (S) 4

Kurang Setuju (KS) 3

Tidak Setuju (TS) 2

Sangat Tidak Setuju (STS) 1

Tabel 3.2 Pengukuran Variabel Variabel Indikator

Otoritas Gaya Kepemimpinan

Kharismatik (X)

Demokratik Faktor kemampuan Kinerja Karyawan (Y) Faktor motivasi

Faktor rating karyawan

Tabel 3.3

Nilai Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Rendah

0,40 – 0,599 Cukup Kuat

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat

Tabel 4.1

Jenis Kelamin Karyawan

Jenis Kelamin Jumlah Karyawan Presentase

Laki-laki 22 75%

Perempuan 8 25%

Total 30 100%

Sumber : Data Primer Yang telah diolah, 2016

Tabel 4.2

Jenjang Pendidikan Karyawan

Jenjang Pendidikan Frekuensi Presentase

SMA 5 20%

S1 20 60%

S2 5 20%

Total 30 100%

Sumber: Data Primer yang diolah, 2016

Tabel 4.3

Usia Karyawan

Usia Frekuensi Presentase

20-30 10 40%

Total 30 100%

Sumber: Data Primer yang telah diolah, 2016

Tabel 4.4 Uji Validitas

Variabel Item Corrected Item- Ket.

Total Correlation

Gaya X1 0.665 Valid

Valid

Kepemimpinan X2 0,805

(X) X3 0,763 Valid

Y1 0,598 Valid

Kinerja

Y2 0,699 Valid

Karyawan (Y)

Y3 0,855 Valid

Sumber: Data Primer yang diolah,2016

Tabel 4.5

Uji Reabilitas

Reliability Statistics

Cronbach's N of Items

Alpha

.600 3

Tabel 4.6 Uji Normalitas

Unstandardized Residual

N 30

Normal Parametersa,b Mean 0E-7

Std. Deviation .94115961

Absolute .104

Most Extreme Differences Positive .104

Negative -.103

Kolmogorov-Smirnov Z .571

Asymp. Sig. (2-tailed) .900

Tabel 4.7 Uji Multikolonearitas

Coefficientsa

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

(Constant) 1

Gaya Kepemimpinan 1.000 1.000

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Tabel 4.8

Uji Heterokoesdastisitas

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.

Coefficients

B Std. Error Beta

1 (Constant) .973 1.040 .936 .357

Tabel 4.9 Uji-t (Parsial)

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized t Sig.

Coefficients

B Std. Error Beta

(Constant) 6.305 1.773 3.556 .001

Gaya Kepemimpinan .485 .133 .567 3.644 .001

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Tabel 4.10 Uji F (Uji Simultan)

ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

Regression 12.179 1 12.179 13.275 .001b

Residual 25.688 28 .917

Total 37.867 29

a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan b. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan

Tabel 4.11

Correlations

Gaya Kinerja

Kepemimpinan Karyawan

Pearson Correlation 1 .567**

Gaya Kepemimpinan Sig. (2-tailed) .001

N 30 30

Pearson Correlation .567** 1

Kinerja Karyawan Sig. (2-tailed) .001

N 30 30

Tabel 4.12

Uji Koefisien Determinasi (R²)

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate

1 .567a .322 .297 .958

a. Predictors: (Constant), Gaya Kepemimpinan b. Dependent Variable: Kinerja Karyawan

Dokumen terkait