• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Uji Hipotesis

Setelah mengetahui hasil uji validitas dan uji realibilitas dari kedua komponen variabel, selanjutnya adalah mencari seberapa besar pengaruh antar variabel X dan variabel Y. Diperlukan tabel distribusi atau tabel kerja product moment untuk mempermudah pengujian hipotesis, seperti tabel berikut:

Tabel 26. Distribusi Product Moment Antara Variabel X Dan Variabel Y

No X Y X 2 Y 2 XY

1 2 3 4 5 6

1 60 96 3600 9216 5760

2 55 84 3025 7056 4620

3 60 90 3600 8100 5400

4 50 70 2500 4900 3500

5 55 88 3025 7744 4840

1 2 3 4 5 6

6 60 97 3600 9409 5820

7 50 70 2500 4900 3500

8 50 75 2500 5625 3750

9 55 78 3025 6084 4290

10 55 84 3025 7056 4620

11 60 98 3600 9604 5880

12 50 74 2500 5476 3700

13 50 72 2500 5184 3600

14 60 97 3600 9409 5820

15 55 87 3025 7569 4785

16 50 72 2500 5184 3600

17 60 96 3600 9216 5760

18 60 89 3600 7921 5340

19 60 89 3600 7921 5340

20 55 87 3025 7569 4785

21 60 99 3600 9801 5940

22 60 95 3600 9025 5700

23 55 80 3025 6400 4400

24 55 85 3025 7225 4675

25 55 80 3025 6400 4400

26 50 75 2500 5625 3750

27 55 82 3025 6724 4510

28 55 87 3025 7569 4785

29 60 94 3600 8836 5640

30 60 98 3600 9604 5880

31 55 80 3025 6400 4400

32 50 74 2500 5476 3700

33 55 80 3025 6400 4400

34 50 70 2500 4900 3500

55

1 2 3 4 5 6

35 55 82 3025 6724 4510

Σ 1042 2249 40258 188983 87030

Berdasarkan dari hasil tabel diatas, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:

N = 35 Σ X = 1940 Σ Y = 2954 Σ X 2= 108050 Σ Y2 = 242652 ΣXY = 164890

Selanjutnya dimasukkan ke dalam rumus korelasi product moment sebagai berikut:

= .∑ −(∑ ). (∑ )

{ .∑ −(∑ ) }{ ∑ −(∑ ) }

= 35.164890−(1940).(2954)

{35.108050−(1940) }{35. 242652−(2954) }

= 5771150−5730760

{35.108050−(3763600) }{35. 242652−(8726116) }

= 40390

{18150}{233296}

= 40390 {4234322400}

= 40390 65071.6

= ,

Berdasarkan hasil perhitungan diatas maka dapat diketahui terdapat pengaruh sebesar 0,620 antara variabel X terhadap variabel Y. Untuk mengetahui taraf korelasi antara kedua variabel tersebut maka dapat berlaku ketentuan sebagai berikut:

1) rxy antara 0,00 – 0,20 menunjukkan taraf korelasi sangat rendah.

2) rxy antara 0,21 – 0,40 menunjukkan taraf korelasi rendah.

3) rxy antara 0,41 – 0,70 menunjukkan taraf korelasi cukup tinggi.

4) rxy antara 0,71 – 0,90 menunjukkan taraf korelasi tinggi.

5) rxy antara 0,90 – 1,00 menunjukkan taraf korelasi sangat tinggi.

Jika dilihat dari ketentuan diatas maka taraf korelasi antara kedua variabel adalah sebesar 0,620 tersebut termasuk kedalam taraf korelasi cukup tinggi.

Artinya, terdapat korelasi yang cukup tinggi antar pengaruh model pembelajaran GQGA terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kemuhammadiyahan kelas VII-2 di SMP Muhammadiyah 7.

Hasil perhitungan dari penelitian ini dikonsultasikan dengan menggunakan tabel nilai “r” product moment, dimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa berlaku ketentuan df ( degres of freedom) sama dengan sampel (N) dikurangi banyaknya variabel yang dikorelasikan (df= N-nr), maka df= 27-2 = 25.

Pada tabel nilai “r” product moment ternyata df = 35 pada taraf signifikasi 5% diperoleh r tabel = 0,381 dan pada taraf signifikasi 1% diperoleh r tabel = 0,487.

Jika dibandingkan dengan hasil perhitungan dalam penelitian dimana nilai r xy= 0,868 dengan jumlah sampel sebanyak 27 siswa, dengan nilai “r” product moment pada tarif signifikan 5% dan 1% pada r tabel (0,381 dan 0,487), maka dapat diambil kesimpulan bahwa r xy = 0,620 lebih besar dari r tabel 0,361 dan 0,487. Maka disini berlaku ketentuan sebagai berikut:

57

a. Jika hasil perhitungan (rxy ) lebih besar daripada nilai tabel “r” product moment, maka hipotesis alternatif (Ha ) diterima dan hipotesis nihil (H0).

b. Jika hasil perhitungan rxy lebih kecil daripada nilai tabel “r” product moment maka hipotesis alternatif (Ha) ditolak, dan hipotesi nihil (H0) diterima.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan yang signifikan antara model pembelajaran GQGA terhadap hasil belajar siswa di SMP Muhammdiyah 7 Medan, maka hasil rxy = 0,620 dihitung menggunakan rumus uji “t”

=2

√1

=0,620√352 10,620

t = 6,41

Hasil tersebut dibandingkan dengan nilai ttabel untuk N= 35 maka diperoleh hasil nilai ttabel =2,04 dan 2,75. Ha diterima jika thitung lebih besar daripada ttabel dan Ho diterima jika thitung lebih kecil daripada ttabel, begitu pula sebaliknya. Dari hasil diatas thitung lebih besar daripada ttabel yaitu 6,41>2,04 dan 2,75 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dari uji “t” diatas dapat diartikan bahwa “ terdapat hubungan yang signifikan” antara model pembelajaran GQGA terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kemuhammadiyhan di SMP Muhammadiyah 7.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “ terdapat pengaruh positif”

dan “terdapat hubungan yang signifikan” antara model pembelajaran GQGA

terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kemuhammadiyahan kelas VII-2 di SMP Muhammadiyah 7.

59 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN A. SIMPULAN

Dari hasil penelitian ini, maka peneliti mengambil kesimpulan bahwa Pengaruh Penerapan Model Giving Question And Getting Answer terhadap Hasil Belajar Kemuhammadiyahan di SMP Muhammadiyah 07 Medan sangat berpengaruh, hal ini dapat dibuktikan melalui rumus korelasi product moment dan uji “t” yang dilakukan menggunakan SPSS 20, yang dinyatakan sebagai berikut ini:

Dari seluruh angket yang diberikan kepada 35 siswa dengan jumlah item 15, maka diperoleh hasil yang sangat baik terhadap model pembelajaran pada materi MKCHM (Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah) hal ini dapat dilihat dari persentase yang didapat dari keseluruhan jawaban angket diatas sebesar 92,35%.

Dari tabel diatas dapat disimpulkan siswa yang mendapatkan nilai 81-100 sebanyak 15 orang dengan persentase sebesar 60,00% dan yang mendapatkan nilai 61-80 sebanyak 12 siswa dengan persentase sebesar 40,00%.

Dari hasil koefesien korelasi product moment Person dengan tabel dimana nilai “r” product moment pada taraf signifikansi 5% dan 1% pada N= 27 yaitu sebesar 0,381 dan 0,487, diperoleh rxy = 0,620. Dengan formulasi perbandingan rxy yaitu sebesar 0,620 yang lebih besar dari 0,381 dan 0,487 maka terdapat korelasi yang tinggi. Maka dapat diambil kesimpulan bahwa “terdapat pengaruh positif” antara model Giving Question And Getting Answer terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Aqidah Akhlak di SMP Muhammadiyah 57 Medan.

Dari hasil rxy = 0,620 kemudian dihitung menggunakan rumus uji “t”

maka diperoleh hasil thitung= nilai ttabel untuk N= 35 maka diperoleh hasil nilai ttabel

=2,04 dan 2,75. Ha diterima jika thitung lebih besar daripada ttabel dan Ho diterima jika thitung lebih kecil daripada ttabel, begitu pula sebaliknya. Dari hasil diatas thitung lebih besar daripada ttabel yaitu 6,41>2,04 dan 2,75 maka dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dari uji “t” diatas dapat diartikan bahwa “ terdapat

hubungan yang signifikan” antara model pembelajaran GQGA terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Kemuhammadiyhan di SMP Muhammadiyah 7.

B. SARAN

Dari hasil penelitian diatas maka diketahui bahwa model pembelajaran Transformatif memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa pada pelajaran Aqidah Akhlak di SMP Muhammadiyah 57 Medan. Disini saya sebagai peneliti ingin memberikan beberapa saran, diantaranya sebagai berikut:

1. Bagi Guru

a. Hasil penelitian ini sekiranya bisa dijadikan masukan dan pedoman bagi guru PAI untuk dapat meningkatkan kualitas mereka dalam mengajar dikelas. Karena peran guru dalam pembelajaran di sekolah relatif tinggi, dimana peran guru tersebut terkait dengan peran siswa dalam belajar, maka guru harus memiliki kapasitas yang baik dalam memahami model pembelajaran apa yang cocok dan sesuai dengan keadaan dan situasi kelas dan juga siswa.

b. Untuk mendapatkan hasil belajar yang baik, maka guru dituntut untuk dapat lebih kreatif dalam memilih model pembelajaran yang mampu memberikan peluang kepada siswa untuk melakukan proses belajar mereka secara maksimal.

2. Bagi Peneliti Lain

Dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang senantiasa terjadi, diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat dimannfaatkan bagi peneliti lain sebagai pengembangan wawasan dan pengetahuan tambahan bagi mereka. Model Giving Question And Getting Answer ini dititik beratkan untuk meningkatakn aktivitas siswa ketika proses pembelajaran dilaksanakan, menurut saya sebagai peneliti model ini sangat baik digunakan dalam pembelajaran Kemuhammadiyahan.

61

Dan tidak tertutup kemungkinan bahwa model ini juga dapat digunakan untuk mata pelajaran lainnya. Banyak faktor yang dapat meningkatkan hasil belajar, salah satunya penggunaan model pembelajaran Giving Question And Getting Answer dan juga model-model pembelajaran lainnya.

Dimyati, Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta : Rineka Cipta. 2013.

Fathurrohman , Muhammad. Model-Model Pembelajaran Innovatif , Yogyakarta : Ar-Ruzz Media. 2015.

Hamruni . Strategi Pembelajaran, Yogyakarta : Insan Madani. 2012.

Jurnal penelitian oleh Dian Pratiwi (STKIP – PGRI) Lubuk Linggau

Komaruddin.Kamus Istilah Karya Tulis Ilmiah , Jakarta: Bumi Aksara. 2000.

Muhibbin Syah. Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru, Bandung:

Remaja Rosdakarya. 2015.

Muhibbin Syah.Psikologi Belajar, Jakarta: Raja Brapindo Persada. 2003.

Noor, Juliansyah. Metodologi Penelitian, Jakarta: Prenadamedia Group. Jakarta.

2012.

Porrdamimta,W.J.S. Kamus Umum Bahasa Indonesia , Jakarta : Balai Pustaka.

2005.

Purwanto. Evaluasi Hasil Belajar , Surakarta : Pustaka Belajar, 2008.

Rusman. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, Jakarta: RajaGrafindo Persada. 2014.

Samidi, dkk. Pendidikan Kemuhammadiyahan Untuk SMP/MTs Muhammadiyah Kelas VII, Sumut : Nurani. 2017.

Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,Jakarta: Kencana. 2017.

Suprijono, Agus. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM, Yogyakarta:

Pustaka Belajar. 2016

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan , Bandung : Alfabeta. 2000.

Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Rosdakarya.

2016.

Dokumen terkait