• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

5. Uji Hipotesis

Uji Hipotesis dilakukan untuk membandingkan antara kelas eksperimen A dan eksperimen B apakah memiliki perbedaan antara yang menggunakan Whatssap dan Google Classroom.

a. Terdapat perbedaan minat belajar antara kelas eksperimen A dan eksperimen B pada siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar.

Berdasarkan uji pada tabel uji t independen di atas, diperoleh signifikansi sebesar 0.000. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar antara kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B dengan menggunakan pembelajaran online berupa whatsapp dan google classroom. Dari hasil analisis SPSS, terdapat Mean Difference (perbedaan rata-rata) minat belajar antara kelas eksperimen A dan eksperimen B sebesar 4,32168.

Dimana untuk kelas eksperimen A diperoleh rata-rata nilai minat belajar sebesar 60,88 dan untuk kelas eksperimen B sebesar 65,23.

b. Terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas eksperimen A dan eksperimen B pada siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar.

eksperimen B

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. t Df Sig. (2-

tailed)

Mean Differen

ce

Std.

Error Differen

ce

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper

MINAT_B ELAJAR

Equal variances assumed

2,046 ,159 5,89

7 46 ,000 4,32168 ,73289 2,84645 5,79690

Equal variances not assumed

6,06 4

44,7

77 ,000 4,32168 ,71271 2,88601 5,75734

Tabel 4.15 Uji Hipotesis Hasil Belajar kelas Eksperimen A dan Eksperimen B

Independent Samples Test

Levene's Test for Equality of Variances

t-test for Equality of Means

F Sig. T Df Sig. (2-

tailed)

Mean Differen ce

Std.

Error Differen

ce

95% Confidence Interval of the

Difference Lower Upper

HASIL_B ELAJAR

Equal variances assumed

1,552 ,219 2,05

1 50 ,046 5,76923 2,81269 ,11977 11,4186 9

Equal variances not assumed

2,05 1

48,6

70 ,046 5,76923 2,81269 ,11594 11,4225 2

Berdasarkan uji pada tabel uji t independen di atas, diperoleh signifikansi sebesar 0.046. Nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang diajar dengan menggunakan pembelajaran media online yang menggunakan whatsapp dengan kelas yang menggunakan google classroom. Dari hasil analisis SPSS, terdapat Mean Difference (perbedaan rata-rata) hasil belajar antara kelas eksperimen A dan kelas eksperimen B sebesar 5,76923. Dimana untuk kelas eksperimen A diperoleh rata-rata nilai hasil belajar sebesar 69,6 dan untuk kelas eksperimen B sebesar 75,38.

Dapat di simpulkan bahwa terdapat perbedaan minat dan hasil belajar dalam penggunaan media pembelajaran online pada pelajaran IPS

siswa kelas IV. Hal ini dapat dilihat pada hipotesis pertama dan kedua.

dimana untuk kelas eksperimen A diperoleh rata-rata nilai minat belajar sebesar 60,88 dan untuk kelas eksperimen B sebesar 65,23. Sedangkan untuk hasil belajar dimana untuk kelas eksperimen A diperoleh rata-rata nilai hasil belajar sebesar 69,6 dan untuk kelas eksperimen B sebesar 75,38.

D. PEMBAHASAN

SD Islam Khairu Ummah merupakan tempat penelitian untuk melihat apakah terdapat perbedaan minat belajar dan hasil belajar pada penggunaan media pembelajaran online siswa kelas IV. Materi yang diajarkan adalah dengan tema lingkungan tempat tinggalku.

1. Minat belajar siswa pada kelas eksperimen A

Pada kelas eksperimen A diberikan perlakuan dengan menggunakan angket. Metode ceramah adalah penyajian pelajaran oleh guru dengan cara memberikan penjelasan-penjelasan secara lisan kepada siswa, dalam metode ceramah kegiatan belajar didominasi oleh guru sehingga siswa mudah merasa jenuh, kurang inisiatif, sangat tergantung pada guru dan kurang terlatih untuk belajar mandiri.

Berdasarkan hasil tes yang telah dilakukan sehingga diperoleh suatu data yang dikategorikan berminat. Walaupun demikian masih terdapat siswa yang kurang berminat. Khususnya pada indikator melakukan tugas individu dengan baik, masih terdapat siswa yang tidak mampu

menyelesaikan tugasnya secara individu. Hal ini disebabkan kurangnya rasa ingin tahu materi yang sedang diajarkan karena proses belajar mengajar berjalan secara monoton. Sebagian siswa tidak memperhatikan materi yang sedang diajarkan karena siswa tidak dilibatkan secara langsung dalam proses belajar mengajar, seperti halnya materi yang disampaikan bersumber dari guru tanpa melibatkan siswa untuk mencari sendiri materi yang sedang diajarkan. Sehingga tugas-tugas yang diberikan tidak mampu diselesaikan secara individu, hal ini berdampak pada tanggung jawab seorang siswa.

Proses pembelajaran yang berlangsung di SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar menggunakan metode yang sepenuhnya diperankan oleh guru, sedangkan siswa di sekolah tersebut cenderung hanya menerima materi dari seorang guru kemudian jika materi yang di pelajari disekolah tidak selesai guru hanya meng-foto materi tersebut dan mengirimnya ke grup whattsap. Saat pembelajaran akan segera dilaksanakan, terlebih dahulu guru memulai dengan menyiapkan siswa yang dipimpin oleh ketua kelas.

Kemudian setelah selesai guru memberikan apersepsi materi yang sebelumnya dan mengingatkan siswa untuk selalu bertanya mengenai materi sebelumnya apakah masih ada yang mengingatnya. Setelah apersepsi selesai dibahas, guru mulai menyiapkan materi baru dengan harapan sebelumnya siswa-siswa sudah membaca materi tersebut dengan tujuan agar guru lebih mudah untuk menjelaskan, dan

pembelajaran berpusat pada guru di karenakan pembelajaran yang disampaikan oleh guru waktunya sangat terbatas.

2. Minat belajar siswa pada Kelas ekperimen B

Kelas ekperimen B menggunakan media pembelajaran online menggunakan google classroom. minat belajar yang digunakan berupa angket. Berdasarkan hasil tes minat belajar diperoleh suatu data yang dikategorikan berminat.

Berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa semua siswa pada kelas eksperimen B dikategorikan berminat dalam belajar, minat belajar secara individu dapat dilihat pada bagaimana seorang siswa dapat mencari, menerima pelajaran, dan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang di berikan karena pada media pembelajaran online menggunakan google classroom seorang siswa harus mampu memahami serta menguasai bagaimana cara menggunakan aplikasi google classroom itu sendiri.

Tujuan dari penggunaan media pembelajaran online menggunakan google classroom adalah untuk memberikan para siswa pengetahuan, konsep, kemampuan dan pemahaman yang mereka butuhkan. Dalam pembelajaran ini khususnya pada penggunaan media pembelajaran online menggunakan google classroom seorang siswa harus memiliki minat belajar dalam diri siswa itu sendiri. hal tersebut sejalan dengan penelitian yang telah di lakukan oleh Fauziya Syifa, dkk tentang “Pengaruh E- learning Edmodo dengan model blended learning terhadap minat belajar’’

terbukti efektif. Dan terdapat pengaruh yang signifikan minat belaj antara kela yang menggunaka e-learning Edmodo model blended lerning (kelas eksperimen) dengan kelas yang menggunakan pembelajaran slide presentasi (kelas kontrol).

3. Hasil belajar pada kelas Eksperimen A

Pada kelas eksperimen A menggunakan media pembelajaran online dengan yang menggunakan Whatsapp untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran Ketika ada materi yang belum terselesaikan di sekolah. Dengan menggunakan media pembelajaran online berupa Whatssap pembelajaran kurang maksimal dan bersifat nilai rata-rata yang di peroleh siswa 69,6.

4. Hasil belajar pada kelas eksperimen B

Pada kelas eksperimen B menggunakan media pembelajaran online dengan menggunakan menggunakan google classroom. media pembelajaran online menggunakan Google Classroom dapat di peroleh hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata 75,38. Model pembelajaran ini memiliki kelebihan yaitu dapat memungkinkan siswa menjadi lebih aktif dan bertanggung jawab penuh dalam memahami materi pembelajaran baik secara berkelompok ataupun secara individual.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah di lakukan oleh Rofiqoh Jeanti, dkk pada tahun 2020 tentang “pengaruh blended learning menggunakan think pair share berbantuan google classroom dengan traditional learning terhadap hasil belajar dan motivasi belajar siswa”. yang

menyatakan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar anatar penggunaan blended learning yaitu think pair share berbantuan google classroom dibandingkan dengan model traditional learning.

6. Perbedaan hasil belajar dalam penggunaan media pembelajaran online menggunakan Whatssap dan Google Classroom .

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terdapat perbedaan hasil belajar dalam penggunaan media pembelajaran online yang menggunakan google classroom dan whatsapp. Hal tersebut dapat dilihat pada analisis uji hipotesis yang telah dilakukan, berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel sehingga secara statistik dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak. Dengan kata lain, siswa yang diajar dengan media pembelajaran online menggunakan classroom dan Whatssap memiliki hasil belajar yang berbeda.

Hal ini dikarenakan media pembelajaran online menggunakan classroom dibanding dengan menggunakan Whatssap menarik. Hal ini dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak membuat siswa bosan dalam belajar karena siswa dapat melihat secara lagsung video pembelajaran yang di kirim oleh guru dengan menggunakan classroom, selain itu siswa juga dapat melihat nilai dari hasil tugas yang telah di kerjakan.

Sedangkan untuk penggunaan media pembelajaran online yang menggunakan whatsapp siswa tidak dilibatkan secara langsung dalam mencari informasi terkait materi yang sedang dipelajari melainkan siswa

hanya menerima informasi yang disampaikan oleh guru. Sebagian besar siswa sudah memperhatikan materi yang sedang diajarakan namun masih terdapat beberapa siswa yang kurang memperhatikan materi yang sedang diajarakan hal tersebut berdampak pada minat dan hasil belajar siswa.

Karena guru juga hanya mengirim materi menggunakan whatsapp dengancara meng-foto materi yang di pelajari kemudian materi tersebut di kirim menggunakan whatsapp.

Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan oleh Anggraini Ervinna pada tahun 2020 tentang “Pengaruh Pembelajaran Blended Learning Menggunakan Aplikasi Google Classroom Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Pada Peserta Didik Kelas Viii Smpn 9 Bandar Lampung”

terdapat perbedaannilai rata-rata model pembelajaran blended learning menggunakan google classroom, model pembelajaran e-learning menggunakan google classroom, dan pembelajaran langsung terhadap pemahaman konsep matematis siswa.

Berdasarkan pembahasan diatas, maka kebaruan atau novelty dari penelitian ini yang dilakukan oleh peneliti adalah, untuk melihat bagaimana perbedaan minat belajar dan hasil belajar. Adapun penggunaan media pembelajaran online pada siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar pada pembelajaran yang dilakukan dimana untuk melihat perbedaan kelas yang menggunakan media pembelajaran online menggunakan google Classroom dan Whatssap. pembelajaran menggunakan media

pembelajaran online menggunakan google classroom pada kelas eksperimen B membuat pembelajaran lebih bermakna, efektif dan efisien dibandingkan dengan menggunakan whatsapp pada kelas Eksperimen A.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang dilakukan di kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Ada gambaran minat belajar pada pelajaran IPS melalui penggunaan media pembelajaran online siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar.

pada kelas eksperimen A rata-rata minat belajar anak baik.

Sedangkan pada kelas eksperimen B terdapat bebrapa siswa memiliki kategori baik dan sangat baik. Dengan ini menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran online pada kelas eksperimen B lebih baik.

2. Ada gambaran hasil belajar pada pelajaran IPS melalui penggunaan media pembelajaran online siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar.

pada kelas eksperimen A menggunakan whatssap rata-rata hasil belajar siswa rendah karena pembelajaran yang diberikan kurang menarik. Dibandingkan dengan pembelajaran media online menggunakan google classroom, siswa lebih banyak mendapat nilai baik dibanding dengan menggunakan whatssap.

82

3. Ada perbedaan minat dan hasil belajar pada pelajaran IPS melalui penggunaan media pembelajaran online siswa kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar.

Dengan nilai minat belajar yang diperoleh sebesar 0.000, nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0.05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar antara kelas eksperimen A dan eksperimen B . Sedangkan niali hasil belajar kelas eksperimen A dan eksperimen B diperoleh signifikansi sebesar 0.046, nilai signifikansi ini lebih kecil dari 0.05, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar dalam penggunaan media pembelajaran online pada kelas eksperimen A yang menggunakan Whatssap dengan kelas eksperimen B yang menggunakan google classroom.

B. Saran

Adapun beberapa saran yang dapat peneliti berikan untuk peneliti selanjutnya lebih baik lagi sebagai berikut:

1. Melakukan pelatihan kepada guru tentang penggunaan media pembelajaran online yang menggunakan google classroom.

2. Memastikan siswa memiliki akses untuk menggunakan aplikasi classroom diluar kelas. Keterbatasan dalam menggunakan aplikasi classroom dipengaruhi oleh keterbatasan jaringan yang dimiliki siswa.

3. Menggunakan semua fitur yang ada pada aplikasi classroom dengan optimal, karena hal tersebut dapat membantu kegiatan yang belum dapat terlaksana di dalam kelas.

4. Memberikan tugas setelah memberikan bahan ajar pada aplikasi classroom, agar siswa lebih memahami materi yang telah diberikan.

DAFTAR PUSTAKA Alquran dan Terjemahanya.

Amin,Ahmad Kholiqul 2017. Kajian Konseptual Model Pembelajaran Blended Learning berbasis Web untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar. Jurnal Pendidikan Edutama Vol 4, No2 Juli 2017.

Andi Achru P. Pengembangan Minat Belajar dalam Pembelajaran, Idaarah Jurnal Manajemen Pendidikan 3 (2):205.

Aliyus Sabri, Psikologi Pendidikan (Jakarta:2007).

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek. Rineka Cipta. Jakarta.

Agustin, S. P. 2019. Pengaruh Blended Learning berbantuan Google Classroom terhadap Hasil Belajar Siswa SMA pada Konsep Gerak Lurus. Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta: diterbitkan.

Aminullah, 2020. Pemanfaatan Google Suite for Nonprofits dalam pengembangan Komunitas Kantong Pintar.

https://journal.uii.ac.id/AUTOMATA/article/view/15529/0, Vol 1, No 2.

Bilfaqih Y, DAN Qomarudin, N. (2015). Esensi Pengembangan Pembelajaran Daring. Yogyakarta:DEEPUBLISH.Eko,k. (2017).

Dwiyogo, W.D. 2018. Pembelajaran Berbasis Blended Learning – Ed.1.- Cet.1.-Depok: Rajawali Pers,2018.

Darmawan, Yuda and -, Drs. Ariyanto, M.Pd (2019) Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X IPS 3 SMA Batik 2 Surakarta. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Depdiknas .2006. Permendiknas No 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.

Jakarta : Depdiknas.

Fauziah,.dkk 2019. Penerapan Google Classroom Dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Kepada Guru-Guru Bahasa Inggris Smp Di Subang.

85

Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) IKIP Siliwangi.

(Https://Id.Wikipedia.Org/Wiki/Google_Classroom), Diakses 02 Juli 2019.

Hamdani, dkk, 2019. Minat belajar mahasiswa dengan menggunakan Blended Learning melalui Google Classroom pada pembelajaran Konsep Dasar Bahasa Indonesia SD, Jurnal Ilmu Pendidikan Keguruan, dan Pembelajaran 3.1.

Husamah, 2014, Pembelajaran BAURAN (Blended Learning), Jakarta:

Prestasi Pustakaraya.

Husamah., Yuni Pantiwati., dkk, 2018, Belajar dan Pembelajaran, Malang:

Universitas Muhammadiyah Malang.

Hussin, Zaharah, Saedah Siraj, Ghazali Darusalam, and Nur Hasbuna Mohd Salleh. “Kajian Model Blended Learning Dalam Jurnal Terpilih : Satu Analisis Kandungan.” Kurikulum & Pengajaran Asia Pasifik 3, no. 1 (2015).

Hakim. 2016. Jurnal I-Statement. Efektivitas Penggunaan ELearning Moodle,Google Classroom Dan Edmodo, Vol.02 No 1.

Iskandar et al dalam Alfina 2020. Penerapan LMS - Google Classroom dalam Pembelajaran Daring selama Pandemi Covid-19.

http://ojs.lppmmethodistmedan.net, Diakses 1 Januari-April 2020.

Jonathan Sarwono, Statistik Multivariat Untuk Riset Skripsi (Yogyakarta:

CV. Andi Offset, 2013.

Khaerunisa, A 2012. Meningkatkan minat belajar siswa dalam membuat hiasan pada busana (Embroidery) melalui model pembelajaran kooperatif tipe numbered head together di SMK Karya Rini Yogyakarta.

Larasati, W.dkk. (2013), Efektivitas pemanfaatan aplikasi Whatsapp sebagai sarana diskusi pembelajaran pada Mahasiswa (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta). Diakses dari https://www.academia.edu. 2012 Makmun, Abin Syamsuddin. 2012. Psikologi Kependidikan. Bandung: PT

Remaja Rosdakarya

Nashar 2014, Peranan Motivasi dan Kemampuan awal dalam Kegiatan Pembelajaran, Jakarta: Delia Press.

Purwanto. 2014. Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Rahartri.2019.”WHATSAPP” media komunikasi efektif masa kini visi Pustaka Vol.21.No.2,Agustus 2019.

Sutrisno and Dewi Wulandari, Multivariate Analysis of Variance (MANOVA) Untuk Memperkaya Hasil Penelitian Pendidikan‘, Aksioma, 9.1 (2018).

Sudjana, N. 2016. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:

PT.Remaja Rosdakarya.

S. A. Z. Fathullah, “Penggunaan Model Pembelajaraan Blended Learning pada Era Revolusi Industri 4.0,” SOCIUS J. Pendidik. dan Pembelajaran Ilmu Pengetah. Sos., vol. 9, no. 1, pp. 61–70, 2020.

Sujanto, Agus 2013, Psikologi Umum, Cet. VII; Jakarta: Aksara Baru.

Sobron A.N dkk, 2019. Persepsi siswa dalam studi pengaruh daring learning terhadap minat belajar IPA.

SCAFFOLDING: Jurnal Pendidikan Islam Dan Multikulturalisme, Diakses 2 Desember 2019.

Sabran, & Sabara, E. 2019. Keefektifan Google Classroom Sebagai Media Pembelajaran. Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Universitas Negeri Makassar.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.

Bandung : Alfabeta, CV

Sudjana, Nana. 2016. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung:

PT REMAJA ROSDAKARYA.

Sarwono, J. 2010. PASW STATISTICS 18: Belajar Statistik Menjadi Mudah dan Cepat. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Sarwono,J. 2011. Mengenal SPSS 20: Aplikasi Riset Eksperimental.

Jakarta: Elex Media Komputindo.

Tim Pusdiklat Pegawai. 2016. Pendidikan dan Pelatihan Teknis Kegiatan.

Waskito,Handoko.2018. Blended Learning: Konsep dan Penerapannya.Lembaga dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunkasi (LPTIK) Universitas Andalas.

Yuda Darmawan 2019, Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X SMA Jurusan IPS :diterbitkan.

Wiharto, 2018 Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) di Perguruan Tinggi.

Pembelajaran Online Siswa Kelas IV SD Islam Khairu Ummah Kecamatan Manggala Kota Makassar”.

LAMPIRAN

Petunjuk Pengisian :

1. Berilah tanda centang (✓) pada kolom yang telah disediakan untuk menilai kesesuaian butir RPP.

2. Untuk revisi-revisi, Bapak/Ibu dapat langsung menuliskannya pada naskah atau menuliskannya pada bagian kritik dan saran pada kolom yang telah disediakan.

3. Berilah tanda centang (✓) pada salah satu pilihan yang terdapat pada kesimpulan untuk meninjau apakah RPP ini dapat digunakan untuk penelitian atau tidak.

Keterangan : 4 : Sangat Baik 3 : Baik

2 : Kurang Baik 1 : Tidak Baik

No Aspek yang dinilai Penilaian

4 3 2 1

1 Format RPP

a. Format jelas sehingga memudahkan penilaian b. Format sesuai dengan kurikulum 2013 2 Isi RPP

a. Identitas RPP lengkap

b. Kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator

dirumuskan secara jelas

c. Tujuan pembelajaran dirumuskan secara jelas

d. Pemilihan materi dirumuskan secara garis besar

e. Pendekatan, strategi, model, dan metode

pembelajaran dirumuskan secara jelas

f. Kegiatan pembelajaran dirumuskan secara sistematis dan disesuaikan metode dan media

yang digunakan.

g. Penilaian, sumber, dan media pembelajaran

dirumuskan secara jelas

Makassar, 29 April 2021 Validator,

Dr. Agustan S., M.Pd.

Indoenesia) 4 Waktu

a. Kesesuaian alokasi yang digunakan

b. Rincian waktu untuk setiap tahap pembelajaran

Kritik dan Saran Validator :

Secara umum RPPnya sudah baik hanya saja perlu disesuaikan dengan rencana pembelajaran yang akan dilakasanakan terkait rencana penelitian yang dilakukan dengan pendekatan blended learning. Jadi setiap pada tahapan mulai dari pendahuluan sampai penutup aktivitas dari blended learning harus terlihat sehingga perlu diberi batasan program pembelajaran yang akan diterapkan terkait pelaksanaan penelitian ini. Media dan bahan ajarnya harus memperlihatkan bahwa pendekatan yang digunakan adalah blended learning. Aspek-aspek yang ingin dinilaipun harus jelas, apakah hasil belajar sikap, pengetahun dan keterampilan semuanya dikaji dalam penelitian ini? Perhatikan pada lampiran RPP, baik materi maupun pendekatan atau metode pembelajaran yang digunakan harus diperhatikan Kembali karena tidak sesuai dengan pendekatan yang diterapkan pada pelakasanaan penelitian nantinya.

Materinya bisa diambil dari kehidupan sehari-hari yang ada sekitar siswa sehingga lebih kontekstual.

Satuan Pendidikan : SD Islam Khairu Ummah Kelas / Semester : IV / 2

Tema 8 : Daerah Tempat Tinggalku Subtema 1 : Lingkungan Tempat Tinggalku

Pembelajaran : 3

Alokasi Waktu : 2 x Pertemuan (35 Menit) Hari / Tgl Pelaksanaan :

A. KOMPETENSI INTI (KI)

KI 1 : Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.

KI 3 : Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (mendengar, melihat, membaca dan menanya) dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah, dan tempat bermain.

KI 4 : Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan peri-laku anak beriman dan berakhlak mulia.

B. KOMPETENSI DASAR (KD) IPS

KOMPETENSI DASAR (KD) INDIKATOR

3.3 Memahami manusia dalam hubungannya dengan kondisi geografis di sekitarnya

4.3 Menceritakan manusia dalam hubungannya dengan lingkungan geografis tempat tinggalnya

Membaca teks tentang pengaruh lingkungan terhadap mata pencaharian penduduk.

Menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap jenis pekerjaan dan perbedaan jenis pekerjaan di setiap daerah.

Menjelaskan hubungan keadaan alam dengan mata pencaharian penduduk di lingkungan tempat tinggalnya.

mata pencaharian penduduk, siswa mengetahui jenis pekerjaan penduduk berdasarkan tempat tinggal.

Dengan kegiatan berdiskusi tentang pengaruh lingkungan terhadap mata pencaharian, siswa dapat menjelaskan pengaruh lingkungan terhadap jenis pekerjaan dan perbedaan jenis pekerjaan di setiap daerah.

Dengan kegiatan mengamati keadaan alam lingkungan tempat tinggalnya, siswa dapat menjelaskan hubungan keadaan alam dengan mata pencaharian penduduk di lingkungan tempat tinggalnya

D. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Pendahuluan Guru memberikan salam dan mengajak semua

siswa berdo’a menurut agama dan keyakinan masing-masing. Religius

Guru mengecek kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

Pembiasaan Membaca 15 menit. Literasi

Menginformasikan tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang ”Daerah Tempat Tinggalku”.

Integritas

Guru menyampaikan tahapan kegiatan yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengomunikasikan dan menyimpulkan. Communication

10 menit

Inti ▪ Pada awal pembelajaran, guru menstimulus ide, gagasan, dan motivasi siswa dengan pertanyaan panduan yang ada di buku siswa. Oleh karena itulah, guru meminta siswa untuk

mengungkapkan pendapatnya secara percaya diri. Communication

1. Di mana kamu tinggal?

2. Bagaimana keadaan daerah tempat

tinggalmu? Coba ceritakan mata pencaharian penduduk.

150 menit

Jadikan jawaban-jawaban siswa sebagai media untuk mengetahui seberapa jauh siswa dalam mengetahui tanggung jawab dalam kelompok.

Apresiasi semua jawaban siswa, termasuk jika ada jawaban yang nyeleneh.

Siswa mengamati gambar lalu membaca narasi pada buku siswa.

Siswa mengetahui tentang keadaan dan mata pencaharian penduduk di suatu daerah. Mandiri

Guru mengajak siswa bertanya jawab tentang berbagai jenis pekerjaan. Dalam kegiatan ini, guru dapat menggunakan media berupa gambar berbagai jenis pekerjaan. Creativity and

Innovation

Pada kegiatan AYO MEMBACA: siswa membaca dalam hati teks tentang jenis mata pencaharian penduduk berdasarkan tempat hidupnya.

Selama proses kegiatan berlangsung, guru berkeliling memandu siswa-siswa yang mengalami kesulitan.

Setelah selesai membaca, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya teks yang telah ia baca sebelumya.

Siswa mengetahui jenis mata pencaharian penduduk berdasarkan tempat tinggalnya.

Siswa mampu mengungkapkan pendapatnya tentang jenis mata pencaharian penduduk

berdasarkan tempat tinggalnya. dengan percaya diri. Mandiri

Pada kegiatan AYO, BERDISKUSI: siswa berdiskusi bersama teman sebangkunya. Siswa diminta mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan di buku siswa. Integritas

Siswa mengetahui perbedaan mata pencaharian penduduk sesuai lingkungan tempat tinggalnya.

Siswa mengetahui perbedaan mata pencaharian penduduk di kota dan di desa. Mandiri

Siswa mengetahui perbedaan petani di daerah

Dokumen terkait