G. Tekhnik Pengumpulan Data/ Prosedur Penelitian
3. Uji Hipotesis
Berdasarkan uji prasyarat yang tidak terpenuhi yaitu data yang tidak terdistribusi normal. Maka uji hipotesis dilanjutkan dengan menggunakan uji nonparametris. Uji nonparametris yang digunakan adalah uji mann-whitney test dapat dilihat pada tabel 4.6 dibawah ini.
Tabel 4.4 Uji Mann-Whitney Test
Test Statisticsa
LIFE SKILL
Mann-Whitney U 320.000
Wilcoxon W 848.000
Z -3.017
Asymp. Sig. (2-tailed) .003
a. Grouping Variable: KELAS
Berdasrkan anasisis data diata dapat disimpulkan bahwa nilai sig 0.003<0.005 yang artinya ada pengaruh model project based learning berbantuan modul kimia berorientasi chemo- entrepreneurship terhadap life skill siswa MA Al-Ishlahuddiny
54 B. Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Project Based Learningberbantuan modul kimia berorientasi CEP terhadap life skill siswa MA Al-Ishlahuddiny. Sebelum menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol, terlebih dahulu peneliti melakukan uji homogenitas dengan menggunakan nilai ulangan kimia, berdasarkan hasil perhitungan di SPSS diperoleh nilai sig 0.286 >
0,05, maka dari itu dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut bersifat homogenitas.
Setelah melakukan pengujian secara umum yang didahului oleh uji normalitas hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa sampel kedua kelas tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas diketahui bahwa nilai sig kedua kelas yaitu 0.023 dan 0.000
< 0.05, hal ini menunjukkan bahwa kedua data tersebut tidak berdistribusi normal. Maka uji hioptesis dilanjutkan dengan menggunakan uji non parametris. Uji non parametris yang digunakan adalah uji Mann-Whitney Test. Berdasarkan anasisis data dapat disimpulkan bahwa nilai sig 0.003<0.005 yang artinya ada pengaruh model project based learning berbantuan modul kimia berorientasi chemo-entrepreneurship terhadap life skill siswa MA Al-Ishlahuddiny
Pada penelitian di kelas eksperimen, siswa mendapatkan materi asam-basa yang dimana memuat kegiatan diskusi, presentasi dan praktikum. Dikarenakan kelas eksperimen menggunakan model Project Based Learning maka diakhir pembelajaran siswa diminta untuk melaksanakan kegiatan praktikum. Serangkaian kegiatan siswa tidak terlepas dari tahapan-tahapan model Project Based Learningitu sendiri.
Pada tahapan pertama yaitu tahapan penentuan proyek, siswa diminta untuk memilih judul yang telah disiapkan dalam LKS, diantaranya pembuatan sunlight dan detergen cair, kemudian siswa membuat rancangan yang akan dilakukan saat membuat produk tersebut. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Haryanto (2021) yang mengatakan bahwa dalam pembelajaran
55
berbasis proyek dimulai dengan menentukan tema/judul proyek yang telah disiapkan.67
Pada tahapan kedua yaitu tahapan pelaksanaan proyek, life skill siswa berkembang pada saat melakukan kegiatan proyek. Pada tahap ini siswa membuat produk yang telah direncanakan .Pada saat membuat produk siswa diminta untuk memahami peranan basa dalam kehidupan sehari-hari.Hal ini sesuai dengan pendapat Rais (2010) dalam penelitiannya yang mengatakan bahwa pembelajaran PjBL dapat memberikan tempat bagi siswa dalam berkreasi dan melakukan kerja proyek.Pada tahap terakhir siswa diminta mempresentasikan hasil kegiatan proyek.68
Kemudian pada penelitian di kelas kontrol, siswa mendapat perlakuan seperti yangbiasa dilakukan guru.Kelas kontrol mendapat materi asam basa yang disertai dengan kegiatan diskusi, presentasi, praktikum dan latihan soal. Hal ini samadengan yang diberikan pada kelas eksperimen. Namun, pada kelas kontrol tidakdiberikan praktikum pengukuranlife skill. Selain itu, pada kelas controlsiswa hanya diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi. Hal ini karena kelaskontrol menggunakan model pembelajaran langsung.
Pada indikator personal skill berdasarkan aspek, percaya diri, dan mandiri pada kelas eksperimen siswa diminta untuk menolong dirinya dalam menyelesaikan tugas yang dihadapi dan dapat percaya diri didepan kelas.Serta siswa dapat berkomunikasi dengan kelompok terkait pembuatan produk asam basa. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan personal skill pada kelas eksperimen dengan kriteria cukup dan kelas kontrol dengan kriteria cukup. Hal ini diperkuat oleh Depdiknas (2004) yang mengatakan bahwa kesadaran diri atau personal skill difokuskan pada kemampuan siswa untuk melihat sendiri potret dirinya dalam hubungannya dengan lingkungan
67Haryanto Deli, P.S. PengaruhPenerapan Model pembelajaran Project Based Learning Terhadap Hasil Belajar Kimia siswa MA Darul Quran Bengkel, (Skripsi, Jurusan Kimia, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitasi Islam Negeri Mataram, 2021) hlm 32.
68Rais, M. “Model Project Based Learning Sebagai Upaya MeningkatkanPrestasi Akademik Mahasiswa”. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran,Volume, 43, Nomor, 3, 2010),hlm.146-252.
56
keluarga, kebiasaannya, dan sebagainya.69 Hasil indikator personal skill dapat dikihat pada gambar 3.2
Pada indikator thinking skill berdasarkan aspek pemecahan masalah, menggali informasi dan cakap menyusun rencana secara sistematis, pada kelas eksperimen siswa diminta untuk aktif dalam berkelompok terkait mendiskusikan tugas proyek yang akan dilaksanakan. Selain itu siswa juga dituntut untuk berpikir luas terkait materi asam basa yang memiliki keterkaitan dengan tugas proyek, terutama dalam menemukan informasi yang relevan terkait tugas proyek. Hal inilah yang menyebabkan perbedaan thinking skill kelas eksperiemen dan kelas kontrol, dengan kelas eksperimen memiliki kriteria tinggi pada indikator thinking skill dan kelas kontrol memiliki kriteria cukup pada indikator thinking skill. Sejalan dengan penelitian Susilowati (2013) pada pembelajaran berbasis proyek juga mendorong siswa untuk lebih berpartisipasi aktif dalam kegiatan perancanaan proyek serta diskusi kelompok untuk memecahkan masalah terhadap proyek yang diberikan guru.Melalui tugas proyek juga dapat menjadikan siswa lebih mandiri dan bertanggung jawab.70Hasil observasi thinking skill dapat dilihat pada gambar 3.2.
Pada indikator ketiga yaitu social skill dengan aspek bekerja sama, menyesuaikan diri dan menerima kritik pada kelas eksperimen siswa diminta untuk bekerja sama dengan teman kelompok. Selain itu pada kelas eksperimen selalu mempresentasikan hasil diskusi selama proses pembelajaran serta mempresentasikan langkah proyek yang meliputi presentasi judul, alat bahan dan cara kerja, perkembangan proyek dan presentasi proyek. Oleh karna itu, dalam kelas eksperimen cara merespon dan menerima kritik lebih baik dari kelas kontrol yang hanya mempresentasikan hasil diskusi. Hal ini diperkuat dari penelitian Husnul Khotima (2020) yang mengungkapkanbahwa model project based learningdapat mempengaruhi kreativitas berpikir,
69Depdiknas, Pendidikan Berorientasi Kecakapan Hidup (Life skills) Melalui Pendekatan BroadBesed Education (Draft) (Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional), hlm 14.
70Susilowati, I. Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Pencernaan Manusia. Jurnal Unnes Pendidikan Biologi, 2(1)2013, hlm 82-90.Universitas Negeri Semarang.
57
dikarenakan dalam proses pembelajaran dilatih untukmeningkatkan kreatifitas berpikir siswa, mulai darimemberikan gagasan, dan juga pada proses pengerjaan LKS secara berkelompok memiliki permasalahan yang samasehingga siswa dapat saling mengoreksi ketika presentasiberlangsung.71 Hasil indikator social skill dapat dilihat pada gambar 3.2
Pada indikator keempat academic skill berdasarkan aspek memahami materi, mengaitkan materi dengen kehidupan, bereksperimen. Pada kelas eksperimen siswa dituntut untuk aktif mencari ide-ide dalam menyelesaikan tugas proyek dalam menghasilkan produk dari aplikasi materiasam dan basa. Pada kelas kontrol hanya mencari ide-ide dalam menyelesaikan soaldiskusi. Hal ini menunjukkan bahwa kelas eksperimen memilikiacademic skill yang lebih baik dari kelas kontrol. Adanya perbedaan menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek berpengaruh terhadap aspekacademic skill siswa.Hal ini sejalan dengan penelitian Rais (2010) bahwa pada penerapan pembelajaran berbasis proyek dalam perkuliahanTeknik Mesin dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa yang meliputikecakapan akademik (academic skill) dan kecakapan motorik (motor skill) secarasignifikan pada perancangan mesin yang mencakup aspek kognitif dan motorikdengan persentase gain 31%. Pada pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan di sekolahdapat mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam mengungkapkan ide-ideuntuk memperoleh pengetahuan secara kolaboratif.72 Hasil indikator academic skill dapat dilihat pada gambar 3.2
Pada indikator terakhir yaitu vocational skill berdasarkan aspeknya yaitu menciptakan produk , menuangkan ide, menyelesaikan tugas dan memilih, merencanakan pekerjaan yang ideal, dalam aspek ini siswa diminta untuk membuat produk yang berkaitan dengan
71Husnul Khotimah, dkk, “Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning terhadap Kreatifitas Berpikir dan Literasi Sains Siswa SMAN 1 Gerung Tahun 2018/2019, (Kimia dan Pendidikan Kimia, (Vol. 2, Nomor 1, Juni 2020), hlm. 23.
72 Rais, M. Model Project Based Learning Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Akademik Mahasiswa. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, (Vol. 43, No. 3, 2010)hlm, 146-252.
58
aplikasi asam basa secara berkelompok. Produk yang dibuat berupa sunlight dan detergen cair yang telah disajikan dalam modul kimia berorientasi chemo-entrepreneurship. Modul kimia tersebut berisikan materi kimia asam basa yang telah dikaitkan dengan kehidupan sehari- hari serta memuat peluang untuk berwirausaha bagi para siswa.Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Ersanghono, dkk (2011) mengungkapkan bahwa dampak adanya chemo- entrepreneurship menjadikan belajar siswa lebih bermakna, sehingga dapat meningkatkan hasil belajar dan berwirausaha siswa.73
Berdasarkan uraian angket life skill pada materi asam basa dapat diketahui bahwa pembelajaran berbasis proyek berpengaruh terhadap life skill siswa. Sejalan dengan penelitian Yulianti et. al. (2014) bahwapada penerapan modulpembelajaran proyek dapat mengoptimalkan life skill siswadengan kriteria pada aspek thinking skill dengan skor total 784 skor termasukkategori sangat baik, aspek social skill dengan skor total 532 skor termasukkategori sangat baik, aspek academic skill dengan skor total 204 skor termasukkategori sangat baik.
73Ersanghono k, dkk, “Peningkatan Life Skill Mahasiswa kimia Berorientasi Chemo-Entrepreneurship (CEP) Melalui Pembelajaran Kooperatif STAD”,Jurnal Penelitian Pendidikan, (Vol. 29, No. 2, 2011), hlm. 117.
59 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa terdapatPengaruh Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan Modul Kimia Berbasis Chemo-Entrepreneurship terhadap Life Skill Siswa MA Al-Ishlahuddiny tahun ajaran 2021/2022 dengan nilai sig 0.003<0.005.