BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN
4. Uji Autokorelasi
4.2.4. UJI Hipotesis
4.2.4.4. Uji Hipotesis
Uji hipotesis atau yang lebih dikenal dengan uji parsial digunakan untuk menguji pengaruh masing-masing secara parsial terhadap variabel terikat.
Tabel 4.27
Hasil uji Parsial (Hipotesis Ke 1) Gaya Kepemimpinan Terhadap Kepuasan Kerja
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 71,103 16,899 4,207 ,000
Gaya Kepemimpinan ,368 ,138 ,289 2,666 ,009
a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari hasil perhitungan diatas secara persial diatas terlihat bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1) menghasilkan t hitung sebesar 2,666. Untuk melihat signifikan atau nyata dari hipotesis tersebut t hitung dibandingkan dengan t tabel. Untuk mencari t tabel yaitu (df, πβ2), keterangan df = degree of freedom = jumlah respondenβ jumlah variabel bebas dan terikat = df = n-k = 80-2 = 78 dan πΌβ = π‘ππππππ‘ π πππππππππππ = πΌβ = 0,05 0,025 Dihasilkan t tabel sebesar
2 2 2 2
=1,990. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa t hitung > t tabel (2,666 > 1,990).
Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
Tabel 4.28
Hasil uji Parsial (Hipotesis Ke 2) Budaya Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 85,550 16,269 5,258 ,000
Budaya Organisasi ,654 ,135 ,208 2,879 ,024
a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari hasil perhitungan diatas secara persial diatas terlihat bahwa variabel budaya organisasi (X2) menghasilkan t hitung sebesar 2,879. Untuk melihat signifikan atau nyata dari hipotesis tersebut t hitung dibandingkan dengan t tabel. Untuk mencari t tabel yaitu (df, πβ2), keterangan df = degree of freedom = jumlah respondenβ jumlah variabel bebas dan terikat = df = n-k = 80-2 = 78 dan πΌβ = π‘ππππππ‘ π πππππππππππ = πΌβ = 0,05 0,025 Dihasilkan t tabel sebesar
2 2 2 2
=1,990. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa t hitung > t tabel (2,879>1,990).
Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja.
Tabel 4.29
Hasil uji Parsial (Hipotesis Ke 3) Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 100,261 9,704 10,332 ,000
Gaya Kepemimpinan ,103 ,079 ,146 2,303 ,036
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Dari hasil perhitungan diatas secara persial diatas terlihat bahwa variabel gaya kepemimpinan (X1) menghasilkan t hitung sebesar 2,303. Untuk melihat signifikan atau nyata dari hipotesis tersebut t hitung dibandingkan dengan t tabel. Untuk mencari t tabel yaitu (df, πβ2), keterangan df = degree of freedom = jumlah respondenβ jumlah variabel bebas dan terikat = df = n-k = 80-2 = 78 dan πΌβ = π‘ππππππ‘ π πππππππππππ = πΌβ = 0,05 0,025 Dihasilkan t tabel sebesar
2 2 2 2
=1,990. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa t hitung > t tabel (2,303>1,990).
Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Tabel 4.30
Hasil uji Parsial (Hipotesis Ke 4) Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 86,918 8,759 9,924 ,000
Budaya Organisasi ,217 ,073 ,319 2,975 ,004
a.Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Dari hasil perhitungan diatas secara persial diatas terlihat bahwa variabel budaya organisasi (X2) menghasilkan t hitung sebesar 2,975. Untuk melihat signifikan atau nyata dari hipotesis tersebut t hitung dibandingkan dengan t tabel. Untuk mencari t tabel yaitu (df, πβ2), keterangan df = degree of freedom = jumlah respondenβ jumlah variabel bebas dan terikat = df = n-k = 80-2 = 78 dan πΌβ = π‘ππππππ‘ π πππππππππππ = πΌβ = 0,05 0,025 Dihasilkan t tabel sebesar
2 2 2 2
=1,984. Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa t hitung > t tabel (2,975>1,990).
Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Tabel 4.31
Hasil uji Parsial (Hipotesis Ke 5) Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 71,104 5,601 12,695 ,000
Kepuasan Kerja ,360 ,048 ,648 7,512 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Dari hasil perhitungan diatas secara persial diatas terlihat bahwa variabel kepuasan kerja menghasilkan t hitung sebesar 7,512. Untuk melihat signifikan atau nyata dari hipotesis tersebut t hitung dibandingkan dengan t tabel. Untuk mencari t tabel yaitu (df, πβ2), keterangan df = degree of freedom = jumlah respondenβ jumlah variabel bebas dan terikat = df = n-k = 80-2 = 78 dan πΌβ2 =
π‘ππππππ‘ π πππππππππππ = πΌβ = 0,05 0,025 Dihasilkan t tabel sebesar =1,990. Dari
2 2 2
hasil tersebut dapat dilihat bahwa t hitung > t tabel (7,512>1,990). Maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, yang kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
2. Analisis Jalur
Perhitungan jalur diawali dengan membuat dua persamaan struktural, yaitu persamaan regresi yang menunjukkan hubungan yang dihipotesiskan. Persamaan tersebut yaitu :
Tabel 4.32
Hasil uji Parsial (Hipotesis Ke 6) Gaya Kepemimpinan Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 74,150 8,317 8,916 ,000
Gaya Kepemimpinan ,332 ,064 3,045 2,497 ,020
Kepuasan Kerja ,367 ,050 ,661 7,300 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Hasil output untuk persamaan pertama (1):
Hasil output SPSS memberikan nilai unstandardized beta Gaya Kepemimpinan pada persamaan (1) sebesar 0,368 dan signifikansi 0,009 yang berarti gaya kepemimpinan mempengaruhi kepuasan kerja. Nilai koefisien unstandardized beta 0,368 merupakan nilai path atau p2. Pada output SPSS persamaan regresi (2) nilai unstandardized beta untuk gaya kepemimpinan 0,332 dan kepuasan kerja 0,367.
Nilai unstandardized beta gaya kepemimpinan 0,332 merupakan nilai jalur path p1 dan kepuasan kerja sebesar 0,367 merupakan nilai jalur path p3.
p1 : 0,332 p2 : 0,368 p3 : 0,367 e1 β1 β 0,589 = β0,411 = 0,641092
e2 β1 β 0,649 = β0,351 = 0,592452 Hasil output untuk persamaan kedua (2):
Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan dapat berpengaruh langsung ke kinerja karyawan dan dapat juga berpengaruh tidak langsung yaitu dari gaya kepemimpinan ke kepuasan kerja (sebagai intervening) lalu
kemudian ke kinerja karyawan. Perhitungan besarnya pengaruh langsung, pengaruh tak langsung dan pengaruh total gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut :
Pengaruh langsung gaya kepemimpinan ke kinerja karyawan
= p1 = 0,332
Pengaruh tak langsung gaya kepemimpinan kekepuasan kerja ke kinerja karyawan
= p2 x p3 = 0,135056
Total pengaruh = p1 + (p2 x p3) = 0,710
Besarnya pengaruh langsung gaya kepemimpinan ke kinerja karyawan lebih besar dari pada pengaruh tak langsung gaya kepemimpinan ke kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan. Untuk mengetahui pengaruh tak langsung atau mediasi yang ditunjukkan oleh hasil perkalian koefisien (p2 x p3) signifikan atau tidak, diuji dengan menggunakan sobel test sebagai berikut :
Mencari standard error dari koefisien indirrect effect (Sp2p3) ππ2π3
= βπ32 π π22 + π22 π π32 + π π22π π32
= β(0,367)2(0,138)2 + (0,368)2 (0,050)2 + (0,138)2(0,050)2
= β(0,134689)(0,019044) + (0,135424)(0,0025) + (0,019044)(0,0025)
= β(0,00256501732) + (0,00033856) + (0,00004761)
= β0,00295067732
= 0,054320137334
Berdasarkan hasil Sp2p3 di atas dapat dihitung nilai t statistik atau nilai t hitungnya, yaitu dengan cara :
t hitung = p2p3
SP2P3 = 0,135056
0,054320137334 = 2,4862
Oleh karena nilai t hitung = 2,4862 lebih besar dari nilai t tabel dengan tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 1,990 maka dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan berpengaruh. Berdasarkan data hasil perhitungan dan beberapa tahapan di atas maka dapat diketahui bahwa hipotesis ketujuh dapat terbukti dan dapat diterima.
Tabel 4.33
Hasil uji Parsial (Hipotesis Ke 7) Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std.
Error Beta
1 (Constant) 58,027 7,990 7,262 ,000
Budaya Organisasi ,131 ,058 ,193 2,242 ,028
Kepuasan Kerja ,338 ,048 ,608 7,068 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja Karyawan
Sumber : Data Primer Yang Diolah, 2021
Hasil output untuk persamaan pertama (1):
Hasil output SPSS memberikan nilai unstandardized beta budaya organisasi pada persamaan (1) sebesar 0,654 dan signifikansi 0,024 yang berarti gaya kepemimpinan mempengaruhi kepuasan kerja. Nilai koefisien unstandardized beta 0,654 merupakan nilai path atau p2. Pada output SPSS persamaan regresi (2) nilai
unstandardized beta budaya organisasi 0,131 merupakan nilai jalur path p1 dan kepuasan kerja sebesar 0,338 merupakan nilai jalur path p3.
p1 : 0,131 p2 : 0,654 p3 : 0,338 e1 β1 β 0,508 = β0,492 = 0,701427
e2 β1 β 0,675 = β0,325 = 0,570087 Hasil output untuk persamaan kedua (2):
Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa budaya organisasi dapat berpengaruh langsung ke kinerja karyawan dan dapat juga berpengaruh tidak langsung yaitu dari budaya organisasi ke kepuasan kerja (sebagai intervening) lalu kemudian ke kinerja karyawan. Perhitungan besarnya pengaruh langsung, pengaruh tak langsung dan pengaruh total budaya organisasi terhadap kinerja karyawan adalah sebagai berikut : Pengaruh langsung budaya organisasi ke
kinerja karyawan
= p1 = 0,131
Pengaruh tak langsung budaya organisasi kekepuasan kerja ke kinerja karyawan
= p2 x p3 = 0,221052
Total pengaruh = p1 + (p2 x p3) = 0,452052
Besarnya pengaruh langsung budaya organisasi ke kinerja karyawan lebih besar dari pada pengaruh tak langsung budaya organisasi ke kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan. Untuk mengetahui pengaruh tak langsung atau mediasi yang ditunjukkan oleh hasil perkalian koefisien (p2 x p3) signifikan atau tidak, diuji dengan menggunakan sobel test sebagai berikut :
Mencari standard error dari koefisien indirrect effect (Sp2p3)
ππ2π3
= βπ32 π π22 + π22 π π32 + π π22π π32
= β(0,338)2(0,135)2 + (0,654)2 (0,048)2 + (0,135)2(0,048)2
= β(0,114244)(0,018225) + (0,427716)(0,002304) + (0,018225)(0,002304)
= β(0,0020820969) + (0,000985457664) + (0,0000419904)
= β0,003109544964
= 0,055763294056
Berdasarkan hasil Sp2p3 di atas dapat dihitung nilai t statistik atau nilai t hitungnya, yaitu dengan cara :
t hitung = p2p3
SP2P3 = 0,221052
0,055763294056 = 3,9641
Oleh karena nilai t hitung = 3,9641 lebih besar dari nilai t tabel dengan tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 1,990 maka dapat disimpulkan bahwa budaya organisasi terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja karyawan berpengaruh.
Berdasarkan data hasil perhitungan dan beberapa tahapan di atas maka dapat diketahui bahwa hipotesis kedelapan dapat terbukti dan dapat diterima.